M4161 – 1Raja-Raja 18:41-46. Doa Elia (Tingkat Sempurna)

Peristiwa ini terjadi dalam zaman yang gelap dan jahat, waktu Israel di bawah raja Achab menyembah Baal. Israel dihukum Tuhan dengan 3,5 tahun masa kekeringan dan kelaparan. Ahab me-nyalahkan Elia, tetapi Elia justru me-nyalahkan Ahab (1Raj 18:17-18). Elia mencemburukan Tuhan dan menan-tang 450 nabi Baal di atas gunung Karmel dan seluruh orang Israel di-suruh melihatnya. Baal tidak (berani) menjawab persembahan 450 nabi2nya, tetapi Tuhan menjawab doa nabi Elia dengan api, lalu seluruh nabi Baal dibunuh di sungai Kison.PENDAHULUAN

1RAJ 18:41. AHAB DISURUH PULANG MAKAN MINUM.

Tampaknya Ahab masih disana. Pada waktu ituIsrael bertobat kembali pada Tuhan, juga Ahab yang memang masih percaya pada Tuhan, mau bertobat, tetapi hatinya masih mendua, juga ka-rena Izebel istrinya. Tampaknya Israel bertobat dan masa hukumannya se-lesai, maka hujan akan dikirim Tuhan kembali sesudah 3,5 tahun kekeringan 1Raj 17:1, Yak 5:17.

1RAJ 18:42-43. ELIA NAIK GUNUNG.

Ahab berangkat pergi, tetapi rupa2nya masih ragu2, sehingga tampaknya ia masih ada di sekitar tempat itu.

Heran, sesudah bicara Elia naik ke gunung Karmel lagi (Sesudah turun ke sungai Kison dengan orang Israel membinasakan nabi2 Baal). Mengapa ia naik lagi? Ia yakin hujan akan turun, bukankah dengan imannya yang kuat, ia tinggal menunggu hujan turun? Tetapi Elia tetap naik ke gunung untuk berdoa. Untuk apa? Bukankah ia sudah percaya dan yakin? Meskipun begitu ia tetap naik ke gunung untuk berdoa, diikuti hambanya. Elia membungkuk-kan tubuhnya sehingga kepalanya sampai ke tanah diantara kedua lutut-nya. Mengapa ia memakai posisi yang sulit itu untuk berdoa? Sebab ia sungguh2 berdoa kepada Tuhan minta hujan. Bukankah ia sudah yakin akan janji Allah untuk memberi hujan dan bukankah Tuhan sudah menunjukkan kuasaNya mengirim api dari langit membakar korban lembu dan air di sekitarnya sampai habis? (1Raj 18:31-40). Mengapa Elia berdoa dengan sung-guh2 dan begitu sulit? Inilah rahasia kemenangan Elia. Sebab ada bagian Allah, ada bagian kita. Kadang2 rasa2-nya Allah itu seperti ogah, tidak lang-sung menyatakan janjiNya, sehingga Elia harus berdoa dgn sungguh2 yaitu:

  1. Kata2 dan perbuatan iman. Dengan yakin Elia mengatakan bunyi hujan lebat sudah terdengar, lalu Elia me-nyuruh Ahab pulang untuk makan minum.
  2. Naik gunung Karmel kembali, tidak tinggal di bawah.
  3. Posisi doa yang sulit, sebab sungguh2 berdoa.
  4. Ia terus berdoa minta dengan sege-nap hatinya.
  5. Mengutus hambanya. Sesudah cukup lama berdoa, melihat apakah hujan sudah datang.
  6. Fakta. Ternyata tidak ada apa2.
  7. Elia tidak putus asa, berdoa lagi, ia mengulangi caranya tadi yang gagal dan menyuruh hambanya melihat tanda2 jawaban Allah.
  8. Ini diulangi sampai 7 kali, padahal sebelumnya (dan juga di hari2 yang lalu) ia hanya berdoa dan minta, lang-sung api turun dari langit. Dulu berhasil, sekarang “gagal”, tetapi Elia tetap yakin dan tekun berdoa sampai 7x, ia berdoa lagi, berdoa lagi dengan yakin.
  9. Tujuh kali gagal, itu termasuk ke-gagalan besar, apalagi baru saja ia berdoa 1 kali dan api turun dari langit, tetapi Elia tetap yakin, ia tidak berhenti berdoa.
  10. Mengikutkan orang lain, yaitu hambanya.
  11. Ia melakukan 7 seri dalam kega-galan, tetapi tetap yakin. Ini makan waktu cukup lama dan bisa membuat orang kecewa dan putus asa. Sesudah melakukan yang ke-7 hanya ada tanda kecil, awal sekepal tangan. Inipun tidak banyak berarti, sebab tanda ini terlalu kecil, bisa ditiup angin, langsung hilang.
  12. Elia bangkit! Tidak tergantung dari tanda kecil yang tidak berarti, namun ia bertindak dengan iman.

1RAJA 18:44. KATA2 ELIA DENGAN IMAN SESUDAH BERDOA.

Awan kecil ini bisa ditiup angin, bubar, habis, tidak jadi apa2, sebab hanya sekepal tangan. Tetapi Elia yang tekun berdoa imannya makin besar. Ia tidak tergantung dari bukti2 tetapi itu hanya tanda waktu, untuk menyuruh Ahab yang ragu2, untuk satu kali lagi disuruh lekas pulang supaya tidak dihentikan oleh hujan.

1RAJ 18:45. IMAN JADI SEMPURNA

Heran, sekalipun kemungkinannya kecil sekali, mungkin hanya 1%, tetapi Elia begitu yakin dan akhirnya itu terjadi sesuai dengan imannya Yak 2:22. Awan kecil yang bisa bubar itu jadi besar dan membuat langit menjadi gelap seluruhnya dan terjadilah hujan yang sangat deras. Orang2 hanya melihat janji Tuhan yang dikatakan Elia digenapi. Tetapi yang ikut melihat rahasianya adalah hamba Elia. Kalau hambanya meragukan doa dan perin-tah Elia yang sama 7 kali (yaitu untuk melihat bukti ke laut dengan sia2), itu wajar, sebab dengan cara yang sama gagal 7 kali, tetapi akhirnya berhasil (juga Elisa menyuruh Naaman menye-lupkan dirinya 7x di sungai Yordan, sampai 6 kali belum ada hasil, membuat Naamanbisa merasa sia2. Untung dikuatkan oleh hamba2nya sampai mujizat itu terjadi). Elia tidak ada yang mendorongnya, tetapi ia tetap yakin dan Tuhan baru menya-takan kuasaNya. Apakah Tuhan tidak bisa memberi hujan sesudah berdoa 1 kali seperti waktu minta api, atau 3 kali atau 5 kali saja? Bukankah 7 kali itu bisa membuat orang menjadi kecewa, putus asa dan berhenti berdoa. Ini menjadi satu pelajaran bagi Elia (dan kita) supaya lulus dengan sulit, sebab ia akan mengalami ujian yang akan datang yang lebih berat! Dengan lulus ujian yang sulit dan berat ini, ia naik kelas dan akan bisa menghadapi pro-blem yang lebih berat, bahkan sangat berat, sampai nabi yang tangguh dan hebat ini putus asa sebab berat ujiannya!

Izebel ini bayangan Antikris yang merajalela lebih dari Ahab dan tidak bisa ditegahkan Ahab. Ia dibiarkan merajalela 1Raj 21:20-26 sampai satu kali ia dihukum mati, dimakan anjing sampai habis tinggal tengkorak, 2 kaki dan 2 telapak tangannya 2Raj 9:31-37. Tetapi tekanan dan ancaman Izebel begitu kuat sampai Elia putus asa minta mati pada Tuhan 1Raj 19:4.

Ini suatu pelajaran yang jelas dan kuat bagaimana kita, meskipun punya iman dan hidup yang benar, bahkan sudah didengar Tuhan, sudahdijawab Tuhan dengan ajaib, tetap perlu berdoa dengan sungguh2 dan tekun seperti Elia untuk pengolahan dan pertum-buhan yang kuat sehingga bisa me-ngalahkan tantangan besar sampai akhirnya Elia menjadi sempurna!

Kalau kita mau taat, Tuhan sanggup mengolah kita sampai pada puncak rencanaNya seperti Elia, sampai menjadi sempurna.

1RAJA 18:46. ELIA BERLARI DI MUKA RATA AHAB.

Heran, tampaknya Elia dan Ahab se-karang sudah berbaikkan. Tangan Tuhan ada di atas Elia dan ia mengikat pinggangnya lalu lari di muka rata Ahab (tidak naik ber-sama2 Ahab dalam ratanya. Kalau Elia minta, pasti di-izinkan, apalagi Ahab melihat banyak mujizat yang heran itu). Elia lari di muka rata, berlomba dengan kuda yang bukan tandingannya, tetapi ia berhasil lari sampai Yizriel, jarak yang cukup jauh. Ini adalah latihan pertama dari Allah bagi Elia, yang tahu lebih dahulu bahwa akhirnya Elia akan sem-purna dan ia akan membuat perjalanan yang luar biasa yaitu karena makan roti dan air dari Surga 2 kali, maka ia kuat berjalan 40 hari 40 malam sampai di gunung Allah. Ini perjalanan berikutnya yang luar biasa, tetapi Ahab tidak tahu. Perjalanan berikutnya itu lebih dari-pada yang awal, sampai berakhir di gunung Allah dan disini ia bertemu dengan Tuhan (1Raj 19:8).

Dua kali makan roti dan air itu adalah bayangan 2 gomer Firman Tu-han (Kel 16:22 jatah akhir zaman dan pengurapan tanpa batas Yoh 3:34. Semua itu membawa Elia kepada ke-sempurnaan. 40 hari 40 malam adalah bayangan dari pemecahan daging, sampai mati total (Kej 7:4,12, Kel 24:18; 34:28, Ul 9:9,11,18,25; 10:10, Mat 4:2), yaitu tembus Tirai, masuk dalam kesempurnaan Ruangan Maha Suci. Jadi doa Elia itu tidak sia2, itu membawanya kepada pengalaman2 berjalan dengan Allah sampai pada tingkat sempurna.

Pelajaran doa dari Elia ini menun-jukkan ketekunan yang lebih dari biasa untuk rencana Allah yang lebih tinggi yaitu kepada persiapan untuk pena-matan di akhir zaman yang menga-rahkan kepada kesempurnaan.

  1. Luk 18:6. Berdoa senantiasa dengan tiada putus2nya. Meskipun se-olah2 tidak digubris, tidak didengar atau diperhatikan, janda itu datang terus menerus tanpa berhenti kepada hakim yang lalim itu (Ay 2,4,6). Tuhan ber-tanya, apakah kalau Ia datang kembali, akankah Ia mendapatkan orang yang berdoa seperti ini, yaitu tidak putus asa, tekun terus menerus (ayat 1) dan dengan iman (ayat 8). Sebetulnya kalau punya iman bisa langsung dapat. Tetapi doa Elia disini adalah seperti doa per-siapan untuk mengalami kedatangan Tuhan II, bahkan untuk menjadi sem-purna, seperti yang betul2 dialami Elia!
  2. Luk 11:5-10. Ini juga doa yang luar biasa, pada malam, bukan saatnya bangun dan berbuat apa2, tetapi saat tidur. Tetapi sahabatnya ini tekun ber-doa, tekun minta sampai akhirnya ia mendapat seberapa banyak yang diper-lukan. Ini orang yang bersahabat, sudah ada hubungan baik, tetapi gagal, tetapi ia terus bertekun sampai dapat. Kalau kita sudah punya hubungan baik dengan Tuhan, tetapi belum mendapat, ini ujian yang lebih berat. Ini bukan tentang orang berdosa yang putus hubungannya dengan Tuhan (Yes 59:2), tetapi sudah ada hubungan yang baik, hubunganpersahabatan, tetapi masih perlu bertekun lagi untuk minta, terus berdoa, sebab ini melatih dan mengolah untuk keadaan yang sangat sulit di “waktu malam” yang gelap ini yaitu waktu menjelang kedatangan Tuhan Yesus. Sebab itu sahabat2 Allah yang sudah erat hubungannya masih perlu bertekun berdoa habis2an.
  3. Mat 25:1-13. Disini diceritakan per-bedaan ligabis dengan ligabo. Ligabo adalah orang yang penuh Roh Kudus dan sudah bersinar, tetapi dalam ukur-an disini (untuk masuk dalam pesta mempelai, pengangkatan) minyaknya tidak cukup. Untuk ukuran sekarang orang yang penuh dan dipimpin Roh itu sudah cukup. Tetapi untuk ukuran terakhir, ligabo ditolak dan dikatakan tidak dikenal Tuhan, sebab tidak punya minyak persediaan, akhirnya seperti Simson yang sudah penuh minyak, tetapi kalau hidup di zaman yang sulit seperti 3,5 tahun sebelum peng-angkatan, Simson jatuh, sebab tidak cukup minyak persediaan. Bukan hanya dalam pelayanan, tetapi juga dalam hidup se-hari2 tetap berdoa sehingga penuh minyak dan bisa menang melawan segala pencobaan. Juga di luar, waktu2 pelayanan dan ibadah! Sebab itu orang2 yang sudah penuh dan dipimpin Roh, juga diminta punya minyak persediaan sehingga bisa menyala terus. Terus meningkat dan tekun berdoa terus menerus, se-nantiasa 1Tes 5:17. Dengan demikian tidak di dalam gelap waktu Tuhan datang 1Tes 5:4, tetapi terus siap dan bisa ikut pengangkatan, bahkan ada yang ikut dalam golongan yang sem-purna, luar biasa. Sebab itu penuh Roh Kudus belum cukup, terus menyala, terus berdoa dalam segala hal, hal2 rohani dan jasmani, di dalam dan di luar Gereja, di dalam dan di luar pelayanan, terus punya minyak untuk menyala. Beberapa orang merasa tidak perlu punya minyak dan pelayanan dalam hal2 jasmani atau sekuler, apalagi kalau sudah punya kepintaran dan pengalaman cukup, seperti orang2 dunia bisa melakukan usaha atau rencananya tanpa doa. Lalu orang2 yang penuh Roh Kudus ini juga meniru dan bisa melakukannya dengan kekuatan sendiri, atau dengan se-adanya, tanpa doa, tanpa minyak dipimpin Roh. Tetapi di akhir zaman orang2 ini jatuh dan hanyut dalam banjir dosa, sehingga jadi korban dan binasa. Mereka jatuh dalam dosa dan tidak lagi dikenal Tuhan. Sebab itu kita harus selalu punya minyak dan me-nyala meskipun di tempat2 yang se-olah2 tidak perlu menyala, kalau tidak, justru tanpa minyak, membuat keja-tuhan dari ligabo dan ditolak Tuhan.
  4. Mat 21:13. sesudah bait Allah dibersihkan 2 kali (I Yoh 2:14-21 dan II Mat 21:13 dll), maka bait Allah bersih dari gua penyamun, menjadi rumah doa, se-olah2 khusus hanya untuk doa, padahal semua yang lain tetap berjalan. Doa mendapat tempat yang terutama. Apa artinya menjadi rumah doa? Tubuh kita jadi bersih, tidak lagi ada tubuh daging yaitu gua penya-mun, tetapi hanya rumah doa, tempat Allah 1Kor 3:16 bebas dari gua pe-nyamun, jadi tubuh kemuliaan, waktu masuk dalam kesempurnaan.Ini seperti Elia dilawat malaikat Tuhan 2 kali dengan roti dan air Surgawi, Elia berubah menjadi kuat dan sanggup berjalan 40 hari 40 malam sampai gunung Allah. Kalau seorang hidupnya menjadi rumah doa, ini lawannya dari gua penyamun.
  5. Ibr 9:3-5. Ini adalah penjelasan ten-tang Ruangan Maha Suci, bukan Ruangan Suci, sebab di sini ada Tabut yang diceritakan dengan lengkap, tetapi Mezbah Dupa yang biasanya ada di dalam Ruangan Suci, sekarang ini ada di Ruangan Maha Suci, yaitu pedupaan emas (dari Mezbah Dupa) yang dibawa masuk oleh Imam besar pada hari Grafirat (kedatangan Tuhan) masuk dalam Ruangan Maha Suci Im 16:13. Jadi doa yang biasanya adalah gambaran dari Mezbah Dupa yang ada dalam Ruangan Suci, sekarang pada hari Grafirat, ada di dalam Ruangan Maha Suci. Ini doa dalam Roh dan kebenaran (= Ruangan Suci) yang ditingkatkan jadi tingkat Ruangan Maha Suci, seperti doa Elia yang luar biasa itu, 7x (= sempurna). Sebab itu di dalam ber-jaga2, bersiap untuk hari2 yang dahsyat yang akan datang dalam Minggu ke-70 Daniel, kita harus mempunyai persediaan ini, yaitu doa seperti Elia:
  6. Seperti ligabis,
  7. Seperti janda dengan hakim yang lalim itu (se-olah2 Tuhan itu begitu lalim, tidak mau langsung menjawab doanya, tetapi ini untuk latihan dan pengolahan, sehingga bisa meningkat jadi seperti doa Elia)
  8. Seperti doa sahabat pada waktu malam
  9. Doa dari rumah doa, tidak lagi ada hal dosa dan kedagingan dari tubuh dosa atau gua penyamun, dan
  10. Pedupaan emas yang dibawamasuk dalam Ruangan Maha Suci.

Sebab itu kita harus meningkatkan doa kita, dari tingkat Halaman (doa benar) menjadi tingkat Ruangan Suci (doa dalam Roh dan kebenaran) dan tingkat Ruangan Maha Suci, doa yang sem-purna.

Inilah doa seperti Elia 7x, tanpa berhenti, tanpa putus asa, dengan iman, dengan persahabatan yang baik, dengan tekun sampai bisa tembus 40 hari 40 malam, doa dari rumah doa sehingga sampai di gunung Allah. Disini orang yang menjadi sempurna itu bertemu dengan Tuhan muka dengan muka, sangat indah dan mulia seperti Elia, dalam tingkat kesempurnaan, lebih dahulu dari pengangkatan.

Jangan lupa 7 KPR lainnya juga ditingkatkan sehingga menjadi 7 KPR+, untuk bersedia menghadapi keda-tangan Tuhan.7 KPR plus itu adalah:

  1. Suci, terus meningkat sampai puncak gunung kesucian Allah.
  2. Salib, makin mahir dengan pengor-banan yang makin berat sampai tingkat penyerahan yang penuh, sampai mati seperti Kristus Fil 2:8.
  3. Sekutu, dengan erat seperti Trinitas sehingga bisa disempurnakan Yoh 17:23.
  4. Dengan doa seperti Elia, sampai masuk Ruangan Maha Suci.
  5. Ibadah yang meningkat penuh gairah sampai daging hancur Yoh 2:17 dan menjadi rumah doa.
  6. Alkitab, 2 gomer sampai Firman menjadi daging Yoh 1:14.
  7. Melayani dalam Roh sehingga terus bertumbuh menjadi serba emas, se-hingga akhirnya menjadi sempurna 2Tim 2:20-21.

KESIMPULAN.

Kita tingkatkan terus hidup doa kita, bukan saja berdoa dengan kebenaran, tetapi dengan hubungan yang manis, penuh dengan minyak Roh Kudusdan terus menerus dengan iman, tanpa putus asa sampai doa yang sempurna 7 kali.

Seringkali Tuhan mengizinkan bebe-rapa banyak kesukaran terjadi supaya kita dilatih dan diolah untuk terus ber-doa dengan banyak kesulitan seperti Elia, tetapi itu justru jadi latihan dan pengolahan,itu punya sasaran yang sangat mulia sesuai dengan rencana Allah yaitu sampai menjadi sempurna dalam penamatan akhir zaman. Sebab itu jangan berhenti atau kecil hati melihat beberapa janji2 Allah belum dinyatakan. Allah tidak kejam, atau lalim tetapi itu perlu untuk mengolah kita supaya bisa terus meningkat dalam doa, sehingga tidak putus asa dan meningkat seperti Elia, yang bisa tekun terus sampai rencana penamatan Allah yang mulia itu.

Nyanyian:

Berdoa selalu dalam Roh kebenaran.

Jangan b’renti doa, jadi goa penyamun.