M4122 – Kel 12:7. Tanda Darah

Tanda darah ini ditaruh di tiang2 pintu dan ambang yang di atas, sehingga seluruhnya ada tanda darah.

  1. Darah = tanda sengsara karena ke-benaran, karena Kristus, adalah tanda khas orang yang sudah ditebus do-sanya, yaitu:
  2. Diampuni dosanya dan lepas dari hukum dosa dan maut, dari ikatan atau perbudakan dosa, mati lepas dari dosa Rom 6:2. Suci dan bebas dari dosa se-hingga bisa tetap hidup suci 1Pet 4:1, 2Pet 1:10 dan tumbuh serta ber-buah2 dalam seluruh hidupnya. Tanpa Kristus tidak ada orang bisa lepas, merdeka dari dosa untuk selamanya.
  3. Berubah dari anak iblis menjadi anak2 Allah 2Kor 5:7, Yoh 1:12, 1Yoh 3:10. Luar biasa. Berubah jenis dari je-nis manusia lama (turunan Adam per-tama) jadi jenis manusia baru (turunan Adam terakhir 1Kor 15:45-47). Sudah berubah dan lengkap? Tumbuhlah!
  4. Mau pikul salib sampai mati Luk 9:23, Wah 2:10. Jangan lupa darah yg diambil bukan hanya sebagian, tetapi sampai mati! Harus taat, setia me-nyangkal diri sampai mati.
  5. Darah ini bukan hanya diambil se-dikit untuk tanda darah di pintu, tetapi darah domba itu dikeluarkan semua sampai anak domba itu mati. Jadi da-rah ini berarti menderita, tetapi bukan hanya sengsara, tetapi terus menderita sampai ke akhir, sampai mati. Inilah tanda darah yang memenuhi syarat, yaitu sengsara sampai mati, setia sam-pai mati Wah 2:10, bukan hanya sesaat tetapi terus menerus sampai akhir hi-dupnya, itu darah yang dipakaisebagai tanda darah. Begitulah Putra manusia Yesus menderita sengsara karena men-jadi korban tebusan bagi manusia, ia menderita sengsara sampai mati Pil 2:8.

Tanda darah atau salib ini bukan saja sengsara salib Anak domba Allah, tetapi juga kita yang mengikut Tuhan Yesus wajib memikul salib seperti Kristus Luk 9:23, Gal 2:19.

Bagaimana caranya kita bisa pikul salib dan setia sampai mati seperti Kristus ?

MAU PIKUL SALIB, sehingga salib menjadi kesukaan Mat 11:28-30 dan kebanggaan kita Gal 6:14. Ini sikap dan cara pikul salib yang betul, sehingga bisa tahan dan bersukacita pikul salib sampai mati.

Ilustrasi: Kalau ada makanan yang bagi kita enak dan lezat, maka dengan mu-dah kita bisa melahapnya sampai habis semua. Tetapi kalau ada orang yang tidak suka dan muak kepadanya, sa-ngat sulit baginya menghabiskannya sekalipun dipaksa. Begitu kalau salib itu indah, jadi kesukaan dan kebang-gaan kita, maka kita sanggup bertekun pikul salib sampai mati.

Orang yang ber-sungut2 memikul salib berarti ia tidak suka dan tidak mau pikul salib. Ini cara pikul salib yang salah dan hilang kuasanya (1Kor 1:18), seperti Israel yang terus ber-sungut2 karena harus menyangkal diri untuk taat pada perintah dan kehendak Allah.

HARUS CELIK DAN MENGERTI TENTANG ARTI SALIB.

Orang yang matanya dicelikkan oleh Roh Kudus (Yoh 16:13, 1Kor 2:10) bisa mengerti bahwa orang yang menderita sengsara karena Kristus (salib Kristus), Roh kemuliaan akan turun dan tinggal padanya 1Pet 4:14.

Justru salib itu adalah ukuran kemu-liaan Allah yang akan menjadi bagian atau warisan kita Rom 8:17-18.

Orang seperti ini akan suka pikul salib dan mengalami kuasa salib Kristus yang besar itu (1Kor 1:18), juga bisa setia pikul salib sampai mati. Orang se-perti ini akan lulus terus dalam segala penderitaan dan sengsara karena Kris-tus, sehingga terus lulus dan terus tum-buh sampai akhirnya menjadi seperti Kristus. Sebaliknya orang yang cinta dosa dan dunia ini, ia akan hidup dalam dosa, apalagi terikat dan diperbudak setan, matanya akan dibutakan setan, sehingga jadi kabur atau buta 2Kor 4:4.

Sebab itu orang seperti ini tidak suka dan tidak mau pikul salib, tidak mau menyangkal diri untuk taat pada Firman Tuhan dan pimpinanNya, ia akan ber-sungut2 terus, menolak, dan membuang salib Kristus.

III. SESUDAH LULUS, SIAP UNTUK UJIAN BERIKUTNYA.

Apa artinya lulus ujian? Ujian atau ke-sukaran, penderitaan, hal2 yang me-nyakitkan hati dan biasanya pahit dan tidak enak, yang datang bukan karena dosa dan kesalahan kita, tetapi kita menderita karena Kristus meskipun kita tidak salah. Lulus berarti tidak bereaksi dosa, tetapi bereaksi yang betul sesuai Firman Tuhan dan pimpinan Roh Ku-dus. Memang kita harus tetap tinggal dalam Kristus dalam kesucian dan terus dipimpin Roh. Dengan cara ini kita harus menghadapi setiap problem atau ujian sampai lulus dan berkenan pada Tuhan.

Orang yang lulus ujian itu indah naik lagi 1 tingkat dan tentunya ia ber-sukacita. Tetapi jangan hanya sampai disini; beri waktu, perhatian dan te-naga untuk bersedia menghadapi ujian berikutnya, mungkin cepat mungkin lambat, tetapi pasti ada ujian lagi.

Hidup di dunia ini adalah satu peng-olahan supaya kita diolah dan kalau setiap kali lulus, setiap kali kita tumbuh dan meningkat, maka akhirnya menjadi seperti Kristus. Seluruh segi hidup akan diolah dan ada ujiannya. Setiap orang beriman akan menghadapi 1 seri atau 1 set ujian sepanjang umur hidupnya, sampai ia tiba pada ujian akhir dan kalau ia terus lulus sampai ujian akhir, maka ia akan menjadi sempurna, men-jadi seperti Kristus. Tuhan punya renca-na yang indah dan penuh untuk setiap orang (Tuhan tidak membedakan orang Rom 2:11) Ef 2:10.

Kalau kita mau tumbuh, kita harus bisa melewati 1 seri ujian sampai ujian akhir. Sebab itu sesudah lulus, selain bersukacita, bersiaplah, bersedialah untuk ujian berikutnya, harus lulus; sampai selesai dan lulus dalamrentetan ujian ini selama umur hidup kita. Kita harus lulus semua dan akhirnya lulus ujian akhir. Kalau setiap kali kita lulus, maka kita akan tumbuh lagi setahap dan mengalami rencana Allah yang indah setahap lagi.

Jadi sesudah kita lulus melakukan tugas dan ujian2 kita, jangan lengah, selain bersukacita kita harus terus siap dengan selengkap senjata Allah untuk menghadapi ujian berikutnya (lambat atau cepat), supaya lulus lagi, begitu seterusnya Ef 6:13.

Orang seperti ini bisa lulus terus dalam ujian2nya seperti Yusuf, bahkan sampai ujian tingkat tinggi (penderi-taan yang makin berat), Yusuf tetap lulus dan menjadi sangat indah, sebab mengalami rencana2 Allah yang makin mulia untuk kekal!

Kita bisa mengalami sebagian ren-cana2 Allah yang indah, sesuai dengan kemenangan (lulus) dalam ujian2 yang kita hadapi. Ujian itu makin lama makin tinggi makin sulit dan makin berat. Anak SMP tidak bisa minta ujian SD, bahkan mereka harusmengalami ujian2 yang makin sulit dan berat supaya te-rus meningkat sampai ke akhir. Sampai di mana kita lulus, sampai disitu kita mengalami rencana2 Allah yang makin indah sesuai kelulusan kita. Mengapa ada orang2 yang mengalami banyak ke-unikan, keindahan dan kemenangan dalam hidupnya, sedangkan orang lain yang sama2 berbakti (dalam satu Gereja yang sama) tidak mengalam-inya? Sebab yang satu lulus terus, terus meningkat dalam ujian2 yang makin la-ma makin tinggi dan makin berat, sedangkan yang lain gagal atau ber-sungut2 atau lari dari ujian2nya. Lebih tinggi ujian kita, lebih berat rasanya tetapi kesukaan dan keindahan ren-cana Allah juga lebih tinggi dan mulia, sebab terus meningkat.

Ini tanda orang yang rohani dan lulus, terus lulus dalam ujian2 yang makin tinggi dan makin berat.

Apakah ujian kita sudah meningkat? Lebih berat? Apa kita tetap mengalami (meng-ulang2) ujian2 tingkat yang rendah dan terusber-sungut2 dan ga-gal? Misalnya terus ujian tentang mu-lut, terus menerus gagal, tidak lulus, sehingga terus mengulang. Atau terus ujian tentang uang, terus gagal dan mengulang, tidak pernah lulus dan pahit terus, gagal terus dsb.

Jangan terus jatuh bangun dalam dosa sebab tidak lulus, sehingga tidak bisa meningkat. Problem dan kesulit-annya terus dalam hal yang sama, sebab tidak lulus. Misalnya orang yang terus hidup dalam tabiat yang jelek, tetap sombong dan tersinggung, tetap terus dalam dosa2 percabulan dan perzinaan sehingga nikahnya terganggu terus.  Tetapi sebaliknya kalau ia terus lulus dalam ujian2nya, sebab mau pikul salib, mau menderita karena Tuhan, maka ia akan terus lulus dalam ujian2 yang makin tinggi meskipun makin be-rat. Hidupnya akan mengalami renca-na2 Allah yang berikutnya yang makin indah.

Mengapa hidup Yusuf begitu indah dalam rencana Allah, bahkan sampai di puncak2 yang tinggi? Sebab Yusuf terus lulus sampai tingkatan yang tinggi2. Setiap kali menghadapi ujian, ia tidak ber-sungut2 tetapi tekun dengan suka-cita, sehingga setiap kali ia lulus. Ia terus lulus, tetapi hidupnyamakin lama makin berat penderitaan dan ujiannya. Tetapi ia tetap tidak ber-sungut2, se-hingga terus lulus meskipun penderi-taan dan ujiannya makin berat, tetapi dengan demikian ia mengalami ren-cana2 Allah yang makin tinggi, bahkan sampai puncak2nya sebab terus lulus sampai ujian akhirnya.

Kita melihat paling sedikit ada 3 golongan dalam pertumbuhan rohani yang lulus dalam ujian2nya.

Orang2 yang lekat pada Kristus dan dipimpin Roh, sehingga terus lulus dalam ujian2nya, akan terus mening-kat, sekalipun ujiannya makin lama makin sulit dan makin berat, tetapi Tuhan tidak pernah menguji lebih dari kekuatannya 1Kor 10:13.

  1. Golongan yang terus lulus dalam se-mua ujian sampai ujian akhir, sebab itu rohaninya terus meningkat, terus tumbuh makin tinggi sampai akhirnya sesudah ujian akhir, menjadi sempur-na. Jumlahnya dalam Wasiat Lama ti-dak banyak, hanya Henokh, Musa dan Elia; Mereka menjadi sempurna. Tam-paknya ada juga yang sepertinya meng-alami ujian akhir seperti Abraham ke-tika ia diuji Tuhan untuk mengor-bankan anaknya. Waktu Abraham taat dan lulus, mungkin sekali ini ujian akhir untuk Abraham. Juga Ayub yang hi-dupnya sangat berkenan pada Tuhan, tetapi kena malapetaka yang sangat dahsyat, begitu hebatnya sehingga teman2nya menuduh pasti Ayub berdosa pada Tuhan. Tetapi ternyata itu ujian, Ayub lulus dan dibenarkan Tuhan Ay 42:7-8. Memang Abraham dan Ayub mati, tidak diangkat seperti Henokh dll, tetapi tampaknya mereka ikut dalam kebangkitan buah sulung (1Kor 15:23) pada waktu Putra manusia Yesus mati di Golgota Mat 27:52-53.
  2. Golongan orang yang macet per-tumbuhannya. Sesudah ber-kali2 da-lam masa yang cukup panjang, maka terus lulus ujian dan terus bertumbuh, tetapitahu2 sesudah sukses besar, me-reka berubah hendak menuruti daging untuk menyenangkan dirinya sendiri. Sebab itu mereka yang sudah sukses ini gagal dalam ujian2 berikutnya dan jatuh dalam dosa, akibatnya pertum-buhan rohaninya macet, bahkan mero-sot karena dosanya. Misalnya Nuh, Sa-lomo, Simson dll. Rencana Allah yang berikutnya itu jauh lebih indah dan mulia, dan sudah tersedia, siap bagi mereka, tetapi batal, tidak jadi dialami, sebab mereka gagal dan jatuh dalam dosa. Sayang, sudah jadi begitu indah di hadapan Allah, tetapi tertipu oleh kedagingannya sen-diri (tentu ada iblis di belakangnya), maka mereka batal masuk dalam pun-cak2 rencana Allah yang makin indah, mulia sampai puncak2nya.

Untung orang2 ini tidak sampai me-ninggalkan imannya, sekalipun merosot sangat dalam, tetapi masih mau ber-tobat dan akhirnya tetap percaya dan selamat.

  1. Golongan yang undur dari Tuhan. Mereka sudah ikut Tuhan, pikul salib, lulus dalam ujian2 permulaannya; teta-pi kemudian karena tertipu oleh da-ging, dunia dan iblis, mereka memilih menuruti daging dan makin limpah de-ngan kesukaan daging dan dosa sampai mabuk, sehingga tidak lagi mau ber-tobat dan kembali pada Tuhan. Bukan saja rencana Allah yang berikutnya (yang makin indah dan makin mulia) batal, tetapi juga keselamatan jiwanya hilang! Sebab keras hati dalam do-sanya, undur dari Tuhan.

Mereka adalah antara lain Yudas, Gehazi, orang Israel yang keluar dari Mesir dll. Sayang, rencana Allah yang indah dan mulia juga batal sebab me-reka gagal dalam ujian berikutnyatidak lulus. Sayang, gara2 kesukaan fana dan dosa yang sesaat, mereka kehilangan kemuliaan yang kekal. Jangan kita di-bodohi setan dan dunia sampai kehi-langan rencana Allah yang berikutnya yang justru jauh lebih indah dan tinggi dari sebelumnya.

KESEMPATAN DARI TUHAN.

Untuk orang yang taat, setia, sungguh2 seringkali Tuhan memberi kesempatan lebih banyak untuk ikut ujian2 lebih banyak supaya terus lulus dan lebih ba-nyak, sehingga bisa meningkat lebih tinggi bahkan sampai sempurna. Untuk itu Tuhan memberi kesempatan hidup lebih lama, supaya bisa terus ujian dan lulus. Jadi kesempatan dari Tuhan ini ada hubungannya dengan jatah umur masing2. Memang jatah umur sese-orang dapat diubah oleh Tuhan, bisa dipotong, bisa ditambah waktunya 1Raj 14:13, Ams 3:2.

Kalau seorang tahan untuk ujian yang lebih berat dan lebih tinggi, Tuhan akan memberinya kesempatan,  kalau perlu umurnya ditambah supaya bisa menempuh lebih banyakujian, bahkan yang lebih berat dan lebih tinggi sam-pai ke akhir, sampai ujian akhir seperti Henokh, Elia, Musa. Sebab itu jatah umur setiap orang tidak sama.

Putra Yerobeam pada waktu ia ma-kin besar, ia tidak akan tahan mende-rita lebih berat dalam ujian yang lebih tinggi. Sebab perbuatan bapaknya yang berkuasa tetapi tidak bertobat dan makin ganas. Tuhan tahu lebih dahulu bahwa Putra Yerobeam pada zaman ini tidak akan kuat mempertahankan imannya, sebab itu sebelumnya Tuhan sudah memanggilnya pulang, karena itu lebih dari kekuatannya 1Kor 10:13. Ini salah satu sebab mengapa Tuhan memperpendek umurnya dengan cara memanggilnya pulang 1Raj 14:12-13.

Juga Lazarus mengalami hal yang mirip. Ia bukan mati sebab gizi yang je-lek karena miskin, sebab mati dan hidup itu ditentukan oleh Tuhan 1Sam 2:6. Tetapi sebab Lazarus sudah selesai dengan ujiannya, sudah sampai seting-kat dengan Abraham. Mungkin kemis-kinan yang se-olah2 “tidak ditolong Tu-han” menjadi ujiannya, tetapi ia lulus, sehingga boleh pulang dan ada di pangkuan Abraham, setingkat dengan Abraham.

Sebaliknya Ayub yang sudah pasti mati seperti yang dikatakan istrinya, tetapi kalau Tuhan tidak mengangkat nyawanya, bagaimanapun juga Ayub tetap hidup, malah sehat dan bertam-bah lagi 140 tahun Ay 42:16. Begitu pu-la dengan Hizkia. Tuhan akan meng-angkatnya pada saat yang paling tepat dan menguntungkan, sebab Tuhan su-dah tahu lebih dahulu bahwa Hizkia ti-dak akan tahan dalam ujian berikutnya, ia akangagal dalam ujian dengan utus-an dari Babil dll.2Raj 20:1. Tetapi Hizkia menolak untuk mati dan meminta un-tuk tetap hidup dan Tuhan mengizin-kannya! Mengapa Tuhan mengizinkan Luk 18:1, padahal Dia tahu yang terbaik bagi Hizkia adalah mati sebelumnya. Memang Tuhan tahu lebih dahulu te-tapi Dia tidak menentukan lebih dahu-lu. Ia menciptakan manusia bukan se-bagai robot atau mesin, tetapi sebagai mahluk bebas. Kalau orang itu sudah tahu, tetapi tetap memilih yang kurang baik,”Tuhan tidak berdaya”, bahkan seperti Yudas yang memilih 30 keping perak sekalipun binasa, akhirnya Tuhan melepaskannya. Allah tidak mau me-maksa orang fasik untuk menurut ke-hendak Allah lalu masuk Surga, sebab kalau hatinya tidak bertobat, hanya di-paksa oleh Tuhan, ia akan kembali ber-dosa sepeti Lucifer dan Surga, negeri yang se-mata2 betul jadi rusak karena orang2 fasik yang dipaksakan menjadi taat dan suci. Orang seperti ini di Surga kembali pada kehendaknya sendiri Yes 26:10.

Sebab itu Hizkia dibiarkan tetap hidup, meskipun ia gagal dalam ujian-nya, tidak lulus, sebab itu kehendaknya dan tentu akibatnya ia merosot tajam dalam tingkat kemuliaannya 2Raj 20:15-17, Yes 38:5.

Lalu bagaimana sikap yang betul?

Sesudah lulus, jangan hanya bersuka-cita, tetapi bersedialah baik2 untuk ujian yang akan datang dan terus me-nerus pikul salib seumur hidup sampai nafas terakhir, supaya terus lulus dalam setiap ujian dan pencobaan yang da-tang, sekalipun ujian2 itu (kalau kita lulus) akan makin berat dan makin tinggi tingkatnya.

Jangan lupa, kalau kita tumbuh te-rus, lulus dan meningkat terus, kita akan mengalami rencana2 Allah yang makin indah sampai tingkatan2 yang sangat tinggi. Jangan berhenti, sayang. Untuk setiap orang Tuhan menyedia-kan rencana yang lengkap dan sem-purna. Coba Daud, Saul, Simson, Sa-lomo dan siapa saja yang mau terus tumbuh dan lulus (dari ujian yang makin meningkat dan makin berat, maka ia juga akan mengalami hal2 yang makin indah dan makin mulia). Lebih2 dalam Minggu ke-70 Daniel atau hari2 yang mendekatinya, ujiannya makin berat (bersedialah! Mat 24:42), tetapi juga kemuliaannya sangat besar.

KESIMPULAN.

Sudahkah kita menikmati hasil pene-busan Putra manusia Yesus Anak dom-ba Allah? Orang yang sudah ditebus dengan betul itu menikmati salib, ada tanda darah dan siap untuk kedatangan Tuhan kembali (secara pribadi atau bersama = pengangkatan) dan akan mempunyai masa depan yang sangat indah di dunia, lebih2 dalam Surga mu-lia. Tumbuhlah terus, lulus terus dalam ujian2 yang makin berat, tetapi makin tinggi dan mulia untuk kekal; sebab itu bersedialah baik2.

Allah membuatkan rencana yang penuh, lengkap, mulia dan sempurna untuk setiap orang. Ia tidak membe-dakan orang. Tetapi sampai dimana itu terjadi tergantung dari pengertian dan ketaatanmasing2. Kalau seorang tidak mampu atau tidak mau bergumul (pikul salib) untuk bisa terus lulus dan me-ningkat dalam ujian2nya, maka rencana Allah itu dengan sendirinya batal seba-gian (bagian terakhir). Biasanya renca-na semua orang itu saling berkaitan dalam rencana Allah keseluruhannya. Sebab itu kalau seorang tidak mau me-menuhi rencana Allah, maka ia digan-tikan oleh orang lain yang mau Mat 21:43. Semua orang seharusnya mau pikul salib sampai akhir hidupnya, ja-ngan sampai macet apalagi undur, nanti kesempatan dan mahkota yang sudah disediakan itu batal, hilang Wah 2:5; 3:11.

Nyanyian:

SalibNya 2x selama mulia,

bebas oleh salibNya,

Dia serta ku slalul.