M4123 – 1Korintus 15:12-23. Mengapa Kristus Dibangkitkan?

(Sesudah mati, Ia bangkit. Juga semua orang, istimewa orang beriman yang sudah mati dalam Kristus, pasti satu saat ada kebangkitan. Jangan mati lalu dibakar, itu bukan kehendak dan cara Tuhan. Lihat traktat tentang “Kremasi” atau buku dengan judul “Tradisi dan kebiasaan”, oleh Pdt. Jusuf BS).

1KOR 15:12,15. ADA KEBANGKITAN ORANG MATI.

Memang kebangkitan itu ajaib, tidak masuk akal, tetapi Firman Tuhan ber-kata bahwa itu pasti akan terjadi Luk 1:37.

Semua orang satu kali akan bangkit, itu berarti mati bukan akhir dari ke-hidupan, masih ada sambungannya dan itu berarti akan ada perhitungan dari semua yang kita perbuat di dunia!

Orang yang mati dalam Kristus akan bangkit lebih dahulu bertahap dan ber-urut2an (ayat 23) dan kemu-dian pada hari kiamat semua orang yang mati di luar Kristus akan bangkit dan masuk dalam Pengadilan Tahta Putih yang Besar dan masing2 mene-rima hukuman sesuai dengan dosa yang diperbuatnya selagi hidup Wah 20:12-15.

Hidup dalam dunia ini seperti pena-buran dan satu kali sesudah kebang-kitan, masing2 akan menerima pe-nuaiannya Gal 6:7, Yoh 4:36. Alkitab tidak mengajarkan ada penitisan, tetapi orang yang sama yang akan bangkit. Di dunia kita hidup dalam tubuh, nyawa, roh yang fana seperti sekarang ini. Sesudah bangkit kita tetap hidup dalam tubuh, nyawa, roh 1Tes 5:23, tetapi tubuhnya bangkit dalam tubuh kebang-kitan yang kekal. (Roh dan nyawanya tetap sama). Ada tubuh kebangkitan orang berdosa yang ada dalam rumah bapak iblis dan tubuh kebangkitan orang benar di dalam rumah Bapa Surgawi.

1KOR 15:13,16. KALAU PUTRA MANUSIA YESUS TIDAK DIBANGKITKAN?

Ini tidak mungkin dan tidak benar, sebab Kristus sudah dibangkitkan. Andaikata Kristus atau Putra manusia Yesus tidak bangkit, itu masih mungkin bagi Allah, sebab Pribadi Kristus (Roh-Nya, Allah itu Roh), bisa kembali ke-pada Bapa dan tubuhNya bisa diting-galkan dan lenyap. Tetapi bukan de-mikian yang terjadi, sebab Kristus su-dah bangkit dalan tubuh kebangkitan yang sempurna seperti yang dilihat murid2 sesudah kebangkitan. Keadaan-nya lebih kurang seperti manusia se-karang, sehingga Maria Magdalena me-ngiraNya tukang kebun Yoh 20:15-16. Tubuh kebangkitan itu kekal, tidak bisa sakit atau mati, sehingga tidak perlu makan, tidur dll kebutuhan manusiawi biasa. Juga tidak terikat hukum2 alam seperti kita (bisa bebas terbang, pindah, hilang dari alam nyata {bumi} pindah ke alam roh {Surga} dll).

Tubuh kebangkitan itu luar biasa dan kekal. Hanya bisa merasakan suka-cita, tidak merasa sakit apapun, tidak bisa berdukacita. Tidak lagi bisa me-nangis dan kesakitan, tetapi indah dan senang untuk kekal, se-lama2nya. Ini tujuan kekristenan kita!

1KOR 15:14. TANPA KEBANGKITAN, IMAN AKAN SIA2.

Iman itu terutama dipakai untuk bisa hidup suci, tumbuh seperti Kristus dan mengalami kesukaan dan kemuliaan yang kekal 2Kor 5:7. Iman itu membuat kitabisa tetap jadi orang benar dan masuk Surga yang mulia dan kekal Rom 1:17. Kalau tidak ada kebangkitan, ma-ka iman kita jadi sia2. Seringkali orang beriman menghubungkan iman teruta-ma dengan perkara2 yang fana seperti uang, nafkah, kesembuhan, sukses, ke-dudukan dll. Dengan iman diharapkan dapat membuat hidup di dunia ini enak, sebab ada kelimpahan hal2 jasmani. Ini tidak salah, tetapi tujuan iman yang sebenarnya adalah untuk bisa hidup benar di hadapan Allah Rom 1:17, dan terus hidup benar, beribadah dan pelayanan dalam kesucian dengan iman   2Kor 5:7, tetapi termasuk juga di dalamnya segala kebutuhan jasmani dan rohani kita, yang kita terima de-ngan iman Mat 8:13.

Tetapi kalau tujuan iman itu hanya untuk perkara2 dalam dunia,kita rugi, sebab orang dunia tanpa iman kepada Firman Tuhan, mereka juga bisa men-dapat segala kelimpahan hal2 jasmani yang memang dicari semua orang du-nia. Tanpa Kristus mereka bisa menjadi kaya, berpendidikan tinggi, sehat, juara, sukses dsb. Kalau tujuan iman kita hanya hal2 duniawi ini, kita mudah digoyahkan dan ditipu oleh tawaran iblis yang bisa memberi semua ini tan-pa iman kepada Tuhan Mat 4:8-9. Ini kenyataan yang kita lihat se-hari2. Tetapi tanpa iman kita tidak bisa hidup suci, pikul salib dengan sukacita, tum-buh dan mendapat Surga yang kekal. Sebab itu kalau tanpa kebangkitan orang mati, tanpatujuan hidup sesudah kebangkitan, maka iman itu jadi sia2, sebab untuk hidup limpah di dunia ini saja, bisa didapat tanpa iman! Iman tidak ada gunanya sia2! Sebab itu kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka iman kita jadi sia2.

1KOR 15:15,17.

TANPA KEBANGKITAN KRISTUS,

TETAP TINGGAL DALAM DOSA.

Selain iman sia2, juga tinggal tetap da-lam dosa, tidak bisa lepas dan merdeka dari dosa. Apa hubungan kebangkitan Kristus dengan hidup bebas dari dosa?

Sebab mati dan bangkit itu 1 set, tidak bisa lepas. Kalau Kristus mati sebagai korban karena dosa untuk manusia, itu juga termasuk harus dibangkitkan oleh Bapa dan Roh Kudus Rom 8:11 (Luk 1:35). Jadi tidak bisa dipisah. Begitu ju-ga orang yang lahir baru, ia ikut dalam kematian dan kebangkitan Kristus, ber-sama2 Kristus Rom 6:4. Itu berarti mati dari hidup yang lama dan bangkit da-lam hidup yang baru. Daging dima-tikan, tetapi dengan demikian roh kita dihidupkan Rom 6:6, Gal 5:16-17. Jadi dengan percaya pada Tuhan Yesus, kita ikut masuk dalam kematian dan ke-bangkitan, berarti kita bisa mematikan daging dan ikut mengalami hidup da-lam Roh. Kita ikut andil ber-sama2 Kris-tus dalam kematian dan kebangkitan-Nya, bukan otomatis berjalan sendiri, sebab ini menjadi pengolahan bagi kita.

Kematian daging, andil kita adalah de-ngan aktif menyangkal diri, mati ber-sama2 Kristus Gal 2:19. Kita harus mau menyangkali keinginan daging, menya-libkannya Luk 9:23. Maka kita juga akan mengalami kuasa kebangkitanNya da-lam roh kita untuk bisa hidup dalam kesucian dan melakukan kehendak Allah. Jangan ragu2, kerjakan dengan iman. Semua sudah dibayar lunas oleh Kristus di Golgota. Kita tinggal mene-rima, tetapi juga melakukannya semua dengan iman. Misalnya benci, zina, iri, sombong dll hidup lama, matikan de-ngan iman, maka kita akan melihat bahwa dengan iman pada Kristus kita bisa melakukannya.

Juga mentaati (melakukan) Firman Tuhan dan kehendakNya, lakukan de-ngan iman dalam pimpinan Roh Kudus, dan inipun akan dapat kita lakukan. Tanpa iman pada Tuhan Yesus orang hanya bisa berpuasa sebentar dari berbuat dosa, tetapi dengan Kristus kita berubah menjadi jenis yang baru, yaitu jadi Anak Allah Yoh 1:12 dan bisa hidup dalam tabiat baru terus menerus seumur hidup.

Ini adalah hasil kematian dan ke-bangkitan Kristus bagi kita, sehingga kita juga ber-sama2 Dia dapat meng-alami semuanya. Orang beriman yang tidak dapat melakukannya itu bukan karena tidak sanggup, tetapi tidak mau. Kalau mau, Roh Kudus selalu stand by dan ia akan menguatkan kita sehingga sanggup melakukannya. Lebih2 kalau kita bisa berdoa dalam Roh, kita men-dapat ekstra kekuatan Allah, sehingga kita lebih mudah melakukannya Zak 4:6, Kis 1:8. Perlu minta dan meme-lihara kepenuhan dan terus dipimpin oleh Roh, sehingga terus ada kuasa dan sukacita ilahi dalam diri kita. Kristus bangkit, Dia menang, kemenangan itu untuk kita. Sebab sebagaiAllah, Tuhan Yesus maha kuasa, selalu menang un-tuk kekal. Tetapi Dia merebut keme-nangan itu dalam tubuh manusiawi untuk kita, supaya orang2 yang percaya kepadaNya, sebagai orang baru, se-bagai putra2 Allah juga bisa hidup berkemenangan dalam setiap penco-baan dan ujian, itu suatu hidup yang gilang gemilang dan sukacita, penuh kepuasan ilahi, pemberian Allah yang kita terima dengan iman.

1KOR 15:18. TANPA KEBANGKITAN KRISTUS, BINASA!

Jangan ambil kematiannya saja, tetapi juga kebangkitannya. Tanpa bangkit da-lam hidup baru, tidak bisa menang, tetapi binasa, hilang, habis. Sebab itu ambil kuasa kematianNya dgn iman, untuk mematikan daging, lalu bertin-daklah dengan iman, pakai tabiat baru dan lakukan kehendak Tuhan dalam hi-dup ini dengan iman. Jadi bukan hanya mati dalam Kristus, tetapi juga bangkit ber-sama2 Kristus, dengan Kristus.

1KOR 15:19.

ORANG YANG PALING MALANG.

Kalau kita berharap pada Kristus hanya dalam hidup ini saja, kita orang yang paling malang, rugi, sia2 dari semua orang. Justru kita hidup, beribadah dan melayani Tuhan menurut kehendak Tuhan itu untuk hidup yang kekal se-sudah kebangkitan. Janji2 Tuhan untuk hidup fana di dunia ini hanyalah tam-bahan atau fasilitas yang kita perlukan selama hidup di dunia, tidak bisa dipa-kai untuk kekal. Itu relatif, bisa sedikit bisa banyak, kita harus bisa berpada dan bisa menanggung atau memakai-nya tanpa jatuh dalam dosa.

Ada atau tidak ada hal2 jasmani itu tidak mutlak perlu. Waktu Ayub limpah (paling kaya di Uz) dan waktu ia diram-pasi semua yang ada padanya, bahkan sampai kesehatannya sendiri juga hi-lang, ia bisa tahan, lulus dan tidak bereaksi dosa. Sekalipun kalau karena semua celaka dan kerugian ini ia mati, ia tetap harap Tuhan dan tidak bereaksi dosa apapun Ay 13:15, Kej 1. Kalau Ayub hanya mengharapkan hal2 jasma-ni ia akan kecewa dan menjadi orang yang paling malang, tetapi Ayub tidak kecewa melainkan lulus, dan lewat be-berapa saat ia menerima kembali dua kali ganda. Bahkan Lazarus sama sekali tidak mendapat apa2 danmati, tetapi ia tidak kecewa dan tetap percaya Tuhan, bahkan tumbuh sehingga menjadi se-tingkat dengan Abraham. Lazarus tidak menerima kelimpahan jasmani, hanya betul2 pas untuk sekedar hidup. Kalau ia hanya mengharapkan dari Tuhan hanya hal2 yang fana, maka pengemis ini akan menjadi orang yang paling malang dalam dunia ini. Tetapi ia men-jadi salah satu orang yang paling ber-untung dalam Surga!

Mengapa Tuhan mengatakan hal ini? Untuk menguatkan umatNya da-lam pengolahan dan ujian. Sebab hidup untuk Kristus itu salib dan itu berat ba-gi daging dan daging tidak dapat apa2 justru penuh sengsara, malah dimati-kan. Tetapi salib itu menjadi kuasa Allah bagi orang yang mau pikul salib, untuk meraih semua janji2 Allah bagi roh kita; salib itu  menjadi mahkota dan kemuliaan di Surga. Tujuan semua hi-dup, ibadah dan pelayanan di dunia ini untuk hidup kekal sesudah kebang-kitan. Dengan hidup baru, kita menda-pat Kristus beserta kita; dengan ibadah kita dikuatkan dan ditumbuhkan dan dengan pelayanan yang tulus dan be-nar kita akan menuai jiwa2 bagi Tuhan dan terus meningkat dalam rohani kita untuk kekal. Sebab itu kalau kita per-caya pada Tuhan hanya untuk hal2 du-nia yang fana, maka kita adalah orang yg paling malang, sebab bukan itu tu-juan hidup, ibadah dan pelayanan kita.

Kalau hal2 jasmani yang fana ini bukan tujuan kita, kita bisa berpada, bisa menanggungnya tanpa bereaksi dosa atau merugikan rohani kita, bah-kan bisa memakainya sebagai fasilitas untuk tumbuh lebih tinggi dan ber-buah2 lebih banyak, maka Tuhan bisa memberi dengan limpah, berapa saja yang bisa kita pakai untuk memperke-nankan Tuhan dan tidak sampai ber-dosa.  Sebab itu kita harus bisa jelas melihat sasaran atau tujuan hidup kita, bukan yg fana supaya jangan hi-dup kita menjadi yg paling malang; sebab:

  1. Kalau ini menjadi tujuan hidup kita, maka ini menimbulkan banyak dosa dan kerusakan dalam rohani kita gara2 hal2 yang fana ini. Tetapi kalau tujuan kita Surga yang kekal sesudah kebang-kitan, maka ada atau tidak ada, kita bisa berpada, dan kalau ada kita bisa memakainya baik2 untuk tujuan yang kekal dan tanpa berdosa, maka kita akan jadi orang yang paling untung, sebab punya tujuan yang betul, dgn atau tanpa semua fasilitas yg fana ini.
  2. Orang dunia tanpa imanpun bisa limpah hal2 yang fana.

Petrus orang kecil, tidak terpelajar, tetapi punya tujuan yang kekal, ia ber-untung dan bahagia, meskipun secara jasmani hanya minim,, tetapi ia makin tumbuh tinggi dan mulia di hadapan Tuhan. Abraham limpah dengan segala hal2 jasmani, tetapi tidak berdosa dan bisa memakainya baik2 untuk hidup berkenan pada Tuhan, ia menjadi indah di dalam Tuhan. Sebab itu kita bisa me-milih untuk hidup sebagai Petrus atau sebagai Abraham, bisa juga seperti Ayub atau Lazarus tergantung penger-tian dan ketaatan kita, tetapi tujuan kita tetap Surga yang kekal.

 

1KOR 15:20. KRISTUS MENJADI BUAH SULUNG KEBANGKITAN.

Putra manusia Yesus atau Kristus sudah mati dan bangkit menjadi buah sulung kebangkitan yang heran dan mulia. Juga orang2 yang ikut dalam kematian dan kebangkitanNya, bisa hidup seba-gai orang benar, akan juga ikut dalam kebangkitan orang benar, lebih2 kalau mendapat kesempatan menjadi go-longan Kristus II dan 1551 akan dapat langsung berubah mengalami tubuh kebangkitan yang mulia tanpa kema-tian dan sebagian akan menjadi sem-purna seperti Kristus.

Kristus adalah buah sulung (juga beberapa orang Wasiat Lama yang ikut bangkit ber-sama2 Kristus menjadi buah sulung Mat 27:52,53) dan semua orang beriman akan menyusul pada gi-lirannya, ikut dalam kebangkitan panen besar pada hari kedatanganNya dan se-bagian  yang tertinggal, tetapi bertobat kembali masih bisa ikut dalam panen susulan, masih indah sebab selamat untuk kekal, sekalipun mengalami ekstra sengsara sampai mati dalam za-man Antikris dan ada dalam tingkat rohani yang paling rendah.

Jangan sampai gagal tidak ikut da-lam kebangkitan orang benar.  Inilah orang2 yang menjadi milik Kristus, bu-kan miliknya sendiri lagi Pil 1:21. Ini hidup yg dijamin dan digaransi dalam segala perkara, sehingga sukacita dan puas Yoh 4:14; 7:38 juga segala kebu-tuhan dan fasilitas yg kita perlukan akan ditambahkan kepada kita, jangan kuatir, percayalah dan terimalah de-ngan iman, tetapi jangan bereaksi dosa! Mat 6:33.

 

1KOR 15:21-22. DI DALAM ADAM PERTAMA DAN TERAKHIR.

Kita lahir sebagai turunan Adam I, te-tapi dengan lahir baru kita menjadi turunan Adam terakhir 1Kor 15:45-47. Sebab itu anak2 Adam I tidak bisa mengerti tentang perkara2 di Atas Kol 3:1-3, sebab ia tidak bisa melihat ke dalam kerajaan Surga, tidak bisa me-lihat perkara2 kekal yang indah dan mulia, sehingga tidak punya kerinduan akan perkara2 di atas Yoh 3:3,5. Tetapi orang yang sudah lahir baru bisa me-lihat hal2 yang kekal dalam Surga dan merindukan dan mencarinya lebih daripada hal2 yang fana dalam dunia. Jadi kalau seorang tidak ada kerinduan untuk perkara2 yang kekal, orang itu belum melihat Surga, belum lahir baru dan hatinya hanya dipenuhi dengan segala perkara2 dalam dunia 1Yoh 2:16 dan merebutnya habis2an dengan se-gala cara dan inilah orang2 beriman yg paling malang dalam dunia, sebab tu-juan hidupnya hanya perkara2 yg fana.

Tanpa Kristus seorang mati dalam dosa, tetapi orang yang percaya pada Kristus akan hidup di dalam Kristus dengan kuasa kebangkitan dan keme-nangan yang limpah di dalam Kristus. Hidup dalam Kristus itu bukan hidup dengan daging, tetapi mati dari segala kedagingan, danhidup dengan kuasa Kristus dan menang menghadapi segala perkara, jasmani dan rohani. Milikilah kunci kemenangan Kristus yaitu:

  1. Dagingnya terus menerus dimatikan, tetapi rohaninya terus hidup dalam Kristus dalam kesucian dan penuh sukacita, sejahtera dan taat melakukan kehendak Allah. bukan mati.
  2. Punya kunci hidup beruntung, bukan hidup malang/ sial, yaitu mempunyai tujuan hidup yang kekal di Surga, se-hingga itu menjadi sasaran dan kerin-duannya. Sebab itu dalam perkara2 jas-mani bisa berpada, tidak terikat, bisa memakai dengan betul, tidak sampai bereaksi dosa dan Tuhan bisa meleng-kapinya dengan limpah, tidak keku-rangan, sebab hatinya tidak bercinta-kan perkara2 yang fana, tetapi akan perkara2 yang kekal.

KESIMPULAN.

Mati dalam daging, tetapi rohnya hidup dengan limpah dan berkemenangan dalam pimpinan Roh Kudus, sehingga bisa mengalami rencana Allah yang indah2 sepanjang umur hidupnya. Orang seperti ini akan penuh sejahtera, sukacita, disertai Allah dan itu berarti cukup se-gala2nya, rohani dan jasmani, pasti limpah dan berkemenangan, te-rus tumbuh dan ber-buah2, bahkan sampai puncaknya seperti Kristus.

Nyanyian:

Kristus sudah bangkit,

tinggalkan kuburan.

Kuasa kematian tak dapat menahan.

Tuhan sudah menang,

menang buat kita.

Marilah bergirang, jadilah saksiNya.