M4077 – Matius 9:13. Menghadapi Natal

  1. Kita merayakan Natal sebab :APAKAH KITA PERLU MERAYAKAN NATAL?
  2. Dalam Alkitab Wasiat Lama hanya ada 7 hari raya, tidak ada perayaan Natal.
  3. Dalam Wasiat Baru pun tidak ada yg merayakan kelahiran-Nya.
  4. Tanggal 25 Desember bukan tanggal kelahiran Putra manusia Yesus.
  5. Seluruh dunia mengenal hari raya Natal dan dirayakan di Mall, di Hotel, dll, seringkali dengan sangat meriah, kadang2 juga bercampur dengan ber-macam-macam dosa.
  6. Ditetapkan sebagai hari libur resmi umat Kristen.
  1. Tuhan Yesus betul2 lahir
  2. Diakui sebagai hari raya Kristen
  3. Sudah dikenal umum.
  4. Ini suatu kesempatan yang bisa di-pakai untuk memperkenalkan Tuhan Yesus sebagai Juru selamat dunia.

Jadi tujuan utama Natal dan un-dangannya bukan untuk jemaat, tetapi untuk orang2 seisi rumah kita atau ling-kungan kita yang belum mendapatkan kasih Kristus. Ini kesempatan untuk menggarami panci kita.

Pakai seluruh kesempatan ini untuk penginjilan. supaya setiap kita mendoa-kan dan memenangkan jiwa2 (juga orang2 yang undur, yang tidak lagi ke Gereja). Sebab itu, cara kita merayakan Natal, itu tujuan utamanya untuk pekabaran Injil.

APA TUGAS KITA? SEBAGAI GARAM DAN TERANG DUNIA

Mat 5:13-16. Mengapa seringkali kita kurang merasakan berkat dan janji2 Tuhan nyata dalam hidup kita? Sebab:

  1. Dosa.
  2. Bodoh, tidak mengerti.
  3. Tidak melakukan tugas kita dengan secukupnya sebagai garam dan terang dunia.

Kita harus mengerti bahwa menjadi garam dan terang dunia itu suatu hidup yang indah, danjanji2 Tuhan, jasmani dan rohani akan nyata! Orang dunia berkata hidup menengah ke atas itu yang baik. Orang yang hidup sebagai garam dan terang dunia itu hidupnya lebih baik lagi, sebab dengan menjadi garam dan terang dunia kita berkenan pada Tuhan dan rohaninya bisa ber-tumbuh, bahkan bisa sampai di pun-cak2nya. Sebab menjadi garam dan terang itu berarti berkorban untuk menjadi berkat bagi orang lain, tetapi dengan demikian hidup kita akan lebih keberkatan Kis 20:35. Jadilah garam dan terang dunia, juga di hari Natal ini.

Natal biasanya dianggap sesuatu yang indah dan manis. Kesempatan ini harus kita pakai dengan belas kasihan, isti-mewa untuk orang2 yang paling dekat, tetapi belum percaya Tuhan Yesus. Undang dan ajak ber-sama2 berbakti, injili sampai menerima Tuhan Yesus; bahkan bisa mulai sekarang dan jangan lupa doa puasa untuk mereka sampai pengurapan turun.

HARUS? UNTUK SEMUA JEMAAT?

Kalau kita mau menerangi dan meng-garami mereka itu menyenangkan Tu-han dan sebaliknya kalau kita tidak mau menggarami, itu berarti tidak ada asinnya, tidak berguna untuk apapun dan akan dibuang dan dibiarkan Tuhan untuk di-injak2 orang. Ini firman Tuhan. Tampaknya keras, tetapi ini adalah kebenaran, sebab orang seperti ini adalah orang yang menolak kasih Allah dalam hatinya Rom 5:5; itu bodoh, sebabAllah melakukannya dengan cinta yang sucidan baik. Biasanya orang ini sudah tertipu oleh iblis. Orang yang mau diisi dengan kasih Allah akan penuh belas kasihan bagi semua orang di sekitarnya, baik gandum dan lalang.

Hanya ada dua pihak dalam dunia ini, gelap atau terang, Allah atau iblis, anak2 Allah atau anak2 iblis 1 Yoh 3:10, yang penuh dengan kasih atau keben-ciaan.

Sebab itu orang yang tidak mau diisi dengan kasih Allah, tidak bisa netral, iblis mengisi dengan kebencian. Ka-dang2 belum tampak kebencian tetapi sikap tidak suka, acuh atau tidak peduli, apalagi kalau ada sesuatu yang jelek atau jahat pada orang itu, langsung timbul benci dan permusuhan. Jadi tandanya kalau ada kasih Kristus dalam hatinya, ia akan ada belas kasihan bahkan limpah. Tetapi orang yang tidak mau menerima kasih, itu tidak ada belas kasihan pada orang2 di sekitar-nya, ia akan diisi dengan kebencian iblis dan terpaksa dibuang Tuhan dan di-injak2 iblis yang penuh dengan pembu-nuhan dan kebencian! Tidak ada orang yang bisa netral, atau kasih atau benci, salah satu.

Orang yang tidak mengerti meng-anggap Tuhan itu keras, jahat. Sesung-guhnya inilah kebenaran, siapa yang menolak kasih Kristus, itu disebabkan menerima kebencian iblis atau sudah ditempati iblis. Sebab itu buanglah segala kebencian, mau menyangkal diri dan mengampuni (meskipun hanya tidak peduli atau acuh tak acuh), maka kasih Kristus bisa mengisi hati kita, sehingga mudah berbelas kasihan pada orang2 sekitar.

Begitu juga orang yang adalah terang dunia dengan sendirinya mene-rangi sekitar, kalau tidak, berarti ia gelap dan itu adalah golongan iblis.  Sebab itu hendaklah kita menjadi ga-ram dan terang dunia, itu adalah tan-da2 dari anak2 Allah. Dengan penuh kasih (belas kasihan ilahi) kita meno-long orang2 yang dalam celaka (se-bagian tidak sadar) dengan hikmat dan kuasa Allah (dan jangan lupa terus berdoa dalam Roh dan kebenaran).

III. PERBUATAN BAIK YANG DISIAPKAN ALLAH TERDAHULU

Dalam Ef 2:10 Tuhan menyediakan sua-tu rencana yang indah bagi semua anak2 Allah dengan sejumlah perbuat-an-perbuatan baik untuk kita melaku-kan. Sebab kita ini buatan Allah, dicip-takan dalam Kristus  untuk rencana2 yang indah dan mulia. Ini sudah disiap-kan Allah lebih dahulu, misal untuk ren-cana yang lengkap Tuhan menyediakan 10 ribu perkara2 baru atau perbuatan baik untuk kita lakukan. Ini semua tidak kebetulan, meskipun seolah2 kebe-tulan bahkan seolah-olah tidak ada kena mengena dengan kita, tetapi itu sudah disiapkan terdahulu untuk kita.

Misal Daud di suruh membawa makan-an untuk saudara2nya lalu ia melihat Goliath. Itu khusus suatu perbuatan baik untuk dilakukan Daud dari Tuhan! Dan Daud melakukannya, dan ternyata itu memang rencana Allah, yang sudah disiapkan bagi Daud.

Sebab itu kita harus mengenali de-ngan iman dalam pimpinan Roh Kudus dan melakukan semua perbuatan2 baik ini, sehingga kita bisa menggenapkan 100% dari rencana Allah dan kita bisa mencapai rencana Allah yang sem-purna. Memang 100% itu sulit, tetapi kalau kita mau taat dipimpin Roh (Mat 4:1, Luk 4:1) seperti Putra sulung Maria-Yusuf, Ia dapat menggenapkan 100% perbuatan baik yang disediakan Bapa-Nya. (Ia dipimpin Roh, sehingga baik bicara atau berbuat, semua cocok dengan Bapa Yoh 5:19; 8:26), sebab itu Putra manusia dapat 100% melakukan perbuatan baik atau rencana Allah baginya (mungkin juga Maria yang mengasuhnya 30 tahun).

Musa (sesudah dipanggil Tuhan di semak belukar berduri yang menyala), Henokh (sesudah 65 tahun), Elia (sesu-dah putus asa) juga bisa melakukan semua rencana Allah sampai 100% dan jadi sempurna.

Yang lain mungkin juga sudah sam-pai taraf sempurna Wasiat Lama (bisa ikut dalam kebangkitan sulung ber-sama2 Tuhan Yesus Mat 27:32, 1Kor 15:23), mungkin Abraham, Ishak, Ya-cob, Yusuf, Ayub, Elisa dll, tetapi pasti ada cukup banyak yang masuk go-longan ini dan bangkit waktu itu. Kalau toh tidak bisa 100%, ya turun 75 atau 50%. Tetapi kalau seorang berbuat do-sa, apalagi keras hati, maka rencana Allah baginya merosot banyak; kalau kemudian sungguh2 bertobat, kalau sudah banyak merosot biasanya tidak bisa pulih penuh, apalagi kalausudah cacat, misalnya Simson, sebab rencana Allah baginya banyak merosot, bahkan ada yang rusak dan hancur sama sekali; rencana Allah baginya batal total seperti Yudas, Gehazi, nabi tua zaman Yerobeam dll. Sebab itu supaya jangan rencana Allah dalam kita merosot apalagi batal, kita perlu hidup benar dan taat dipimpin Roh.

Sebab itu dalam kesempatan Natal ini (bahkan juga untuk selanjutnya) telitilah satu per satu orang2 yang bisa kita menangkan, ini perbuatan baik yang bisa kita lakukan, karena, dari dan untuk Tuhan Rom 11:36. Kerjakan de-ngan belas kasihan, sehingga kita dapat menjadi berkat bagi orang2di sekitar kita, lebih2 yang menjadi beban dan tanggungan kita, misalnya anak2, sau-dara, keluarga, di sekolah, dalam pe-kerjaan, bahkan juga yang baru ber-temu dengan tidak sengaja (seperti orang Samaria itu Luk 10:33 dan Daud 1Sam 30:11) dalam kelompok2 sel, sekolah minggu, kaum muda atau seksi2 lain. Jangan lupa akan jiwa2 baru ini. Satu kali di Surgamereka yang kita menangkan akan begitu penuh terima-kasih dan kita juga menerima mahkota kita masing2 1Tes 2:19, sangat mulia, dan juga berkat dan penyertaan Tuhan di dunia. Ingat jiwa2 itu satu2nya tujuan pekerjaan dan kasih Kristus untuk semua proyek di dunia. Coba teliti sambil berdoa ber-tanya2 pada Tuhan, semua kita menemukan semua kasus atau perbuatan baik yang sudah disiapkan Allah terdahulu bagi kita.

Beberapa orang dikirim ke tempat yang jauh sesuai rencana Allah, tetapi setiap orang punya tempat untuk menggarami dan menerangi sebab semua orang sudah dipersiapkan oleh Tuhan dengan banyak kesempatan. Firman Tuhan betul, pasti jadi Ef 2:10. Masih banyak orang beriman yang menelantarkan tugasnya ini, sehingga kedatangan Tuhan tidak bisa diper-cepat; Tetapi kalau sudah waktunya Tuhan akan mengafkir, membuang ga-ram yang tidak asin dan pelita yang padam ini dan mengambil orang lain yang mau melakukannya Mat 21:43, Kis 1:20, Wah 3:11.

BERITAKAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN.

Beberapa orang tua tidak mau meng-arahkan anaknya pada Tuhan Yesus, biar nanti kalau dewasa menentukan sendiri. Tentu ini pendirian yang salah. Ada banyak yang tidak peduli pada orang lain, dengan alasan, biarlah mereka melihat sendiri bagaimana kesaksian hidupnya yang baik. Banyak orang tidak berani mengambil resiko untuk memberitakan jalan keselamat-an, cukup dengan kesaksian hidupnya saja; ini salah, ini bukan kehendak Tuhan. Kesaksian hidup itu penting se-kali, tetapi harus ada berita kesela-matan, misalnya:

  1. Ul 6:7. Ajarkan kebenaran Firman Tuhan dalam setiap kesempatan yang ada, baik di dalam rumah, di luar, di mana saja, asal ada kesempatan.
  2. Harus memberitakan Firman Tuhan, tidak cukup hanya kesaksian hidup, apalagi pada orang dekat Rom 10:14-15. Harus memberitakan, sebab itu ha-rus ada yang diutus. Tuhan menga-takan betapa elok kaki orang yang mengabarkan Injil dan memberitakan kabar kesukaan.
  3. Ada benih2 Injil yang ditaburkan 1Kor 3:6. Benih Injil itu minimum ten-tang penebusan Tuhan seperti dalam 1Kor 15:3-4, dan itu yang ditumbuhkan Tuhan. Ada bahan atau berita yang di-dengar dan diyakini, yg dipercaya, baru timbul keselamatan. Tidak cukup hanya dgn berbuat baik, tetapi mem-bisu.

Tuhan akan menolong kita bisa dan berani memberitakan Firman Tuhan itu dengan terus terang Kis 4:29. Inilah yang sering disebut Amanat Agung Mat 28:19-20, Mrk 16:15. Inilah yang harus kita kerjakan ber-sama2 2 angka keda-tangan Tuhan lainnya (lihat 3 angka kedatangan Tuhan dalam buku Target). Kalau Injil tidak diberitakan sampai seluruh dunia berarti kita melalaikan tugas kewajiban kita, itu berarti peker-jaan Tuhan tidak diselesaikan dan Tu-han tidak datang Mat 24:14.

Contoh dan kesaksian hidup yang baik itu penting, sebab kalau si pem-berita sendiri tidak taat akan kebe-naran Firman Tuhan yang diberita-kannya, ia akan ditolak Tuhan dan binasa Mat 7:23. Perlu kesaksian hidup yang baik, jangan jadi batu sontohan. Tetapi kalau terpaksa itu terjadi, maka bagaimanapun juga Paulus bersukacita, sebab Injilsudah diberitakan Pil 1:(15-)18. Jadi kita wajib menceritakan kabar kesukaan itu dengan jelas dalam pengurapan dan kuasa Allah. Harus ada pemberitaan, penjelasan supaya orang bisa mendengar, baru bisa percaya dan menyeru Nama Tuhan.

KITA MENABUR, TUHAN YANG MENUMBUHKAN.

Kita tidak bisa memaksa, sebab peng-akuan iman itu harus keluar dari dalam hatinya sendiri, baru itu berarti, dan punya nilai keselamatan Rom 10:9-10. Kita hanya menabur atau menyiram, tetapi Tuhan yang menumbuhkan be-nih2 Firman Tuhan yang sudah kita taburkan 1Kor 3:6. Kita bergantung pada Tuhan, sebab itu sebelum dan se-sudahnya kita terus berdoa supaya me-reka bisa percaya akan Injil kese-lamatan. Sebelum Tuhan Yesus naik ke Surga, Ia menyuruh murid2 berdoa di Yerusalem, sampai mereka diperleng-kapi dengan kuasa dari Tempat yang Maha tinggi untuk menumbuhkan be-nih itu Luk 24:49. Kuasa ituuntuk me-ngalahkan iblis, melepaskan orang2 yang diinjili dari cengkraman iblis, supaya orang2 itu bisa menerima Injil dengan bebas tanpa dibutakan atau diikat oleh iblis, sehingga mereka bisa percaya dan diselamatkan.

TUAIAN BANYAK, TETAPI PENUAINYA SEDIKIT

Ini kesalahan dari banyak orang Kristen sampai sekarang Mat 9:37-38, Luk 10:2. Memang kita tidak dapat melihat orang2 yang bakal percaya, tetapi Tuhan tahu dan membawa mereka ke dekat kita. Kalau Tuhan berkata bahwa tuaiannya banyak itu berarti Tuhan sudah menyediakan banyak orang yang mau dituai, yang maupercaya, bahkan mereka pergi ke dekat kita. Jangan ragu2, sebab ini adalah Firman Tuhan dan Tuhan sudah mempersiapkan ter-dahulu, pekerjaan baik untuk kita laku-kan Ef 2:10. Doakanlah dengan sung-guh2 dalam Roh dan kebenaran dan kita sendiri juga harus pergi. Tuhan menunjukkan dan mengingatkan mere-ka pada kita supaya kita perlu me-lakukan perbuatan baik ini kepada mereka semua! Sebab itu kita harus tekun mendoakan supaya banyak orang pergi menuai jiwa2 dan kita sendiri juga pergi.

VII. MENGENALI KESEMPATAN YANG ADA.

Kalau kita mau, Tuhan sanggup meng-ingatkan kita akan semua kesempatan yang ada yang harus kita lakukan Ef 2:10. Lakukanlah pada orang2 yang se-hari2 selalu ada dekat dengan kita, yaitu seisi rumah kita, di sekolah, di kantor dan di mana saja. Kalau kita sungguh2 mau, kita akan melihat semua kesempatan ini dan punya kebe-ranian dari Roh Kudus Kis 5:29-31. Roh Kudus akan memberi pengurapan, kua-sa dan hikmat sehingga banyak yang mendengar bisa bertobat. Orang2 yang ditaruh di dekat kita, itu tidak kebe-tulan, tetapi disediakan bagi kita su-paya kita selamatkan dgn kuasa Allah.

VIII. YANG MAU BISA

Tuhan tidak mencari orang yang bisa menobatkan orang, tetapi orang yang mau, sebab Tuhan sendiri yang bekerja dalam hati orang yang sudah men-dengar Injil 1Kor 3:6. Banyak orang yg tidak mau atau karena salah mengerti, mereka merasa tidak perlu, biar Tuhan sendiri langsung berbicara di dalam hati mereka. Ini pengertian yang salah yang membuat banyak orang tutup mulut.

Perempuan Samaria bekas orang kejipun bisa dipakai Tuhan untuk mem-bawa seisi kota Samaria kepada Tuhan Yoh 4:39(-42). Apalagi orang2 Kristen yangsudah ber-tahun2 kenal Tuhan, Tuhan yang Maha kuasa bisa memakai kita semua, asal kita mau. Problemnya bukan bisa, tetapi mau. Sebab semua kita tidak bisa menobatkan orang, ha-nya menabur benih2 Injil dan Tuhan sendiri yang menumbuhkannya men-jadi iman dalam hati orang2 yang men-dengarnya.

KESIMPULAN

Jadi Natal ini sebetulnya bukan pera-yaan atau pesta bagi kita (sekalipun ini banyak dilakukan).Bukan ramai2, ma-kan-minum dengan segala macam acara yang menarik bagi jemaat Tuhan. Sebab dalam Wasiat Baru tidak pernah dilakukan hal ini, meskipun mereka lebih tahu dengan tepat tanggal ke-lahiran Putra manusia Yesus (masih ada Maria dan saudara tiri yang lain) dan mereka punya cukup uang untuk ber-pesta, tetapi heran, tidak pernah dila-kukan atau ditulis satu kalipun. Sebab itu kita harus memakai kesempatan Natal ini dengan betul yaitu untuk mempersembahkan jiwa2 bagi Tuhan, istimewa jiwa2 baru yaitu angka I dan II. Lebih2 berita kesukaan untuk orang2 yang dekat di sebelah kita, bahkan sampai yang jauh2pun. Jangan lupa sesudah orang itu mau percaya, perlu dirawat selanjutnya supaya tumbuh menjadi kuat. Bayi yang lahir harus dipelihara, tergantung penuh dari “ibu-nya”. Jangan dibiarkan, follow up itu mutlak perlu dengan doa dan pem-bimbingan (biasanya sampai dibaptis dan selanjutnya sampai 6 bulan lagi).

 

Nyanyian: Tabernakel Glory no. 160.

Ladang gandum sudah putih

Pergi s’karang, kerjalah di ladangKu.