M4010 – 2Yohanes 12, 3Yohanes 14, Ibrani 10:25. Tatap Muka (Persekutuan)


MENGAPA PERLU.

Masing2 kita adalah anggota tubuh Kristus Rom 12:4, 1Kor 12:12 dan kita menjadi satu dalam Kristus.

Anggota2 tubuh kita itu tampak je-las berhubungan, tetapi anggota Gereja kadang2 tidak ada hubungan, sebab itu perlu rutin ada tatap muka dan ber-kenalan satu sama lain dan itu banyak sekali faedahnya, selain dengan cara2 lain (telpon, WA, online Bulletin dan di dalam doa). Cara hubungan online itu banyak untung ruginya, tetapi tidak bisa mengganti sepenuhnya faedah tatap muka. Dalam duniapun pe-mimpin2 yang sangat sibukpun tetap perlu pertemuan tatap muka, sebab cara online tidak bisa menggantikannya dengan penuh. Lebih2 secara rohani, tetap perlu!

KEISTIMEWAAN TATAP MUKA.

Disini ada:

  1. Bicara dua arah dengan lancar.
  2. Tampak sikapnya.
  3. Tampak ekspresinya.
  4. Keputusan, perbuatan dll.

Faedah tatap muka ini makin nyata dalam pertemuan pribadi atau kelom-pok kecil. Paulus sangat mengharapkan bisa bertemu tatap muka, sebab itu menguatkan kedua pihak dan mem-buat kesukaan di dalam Tuhan. Dalam kelompok yang besar faedah ini bisa berkurang.

Tetapi pertemuan kelompok besar juga punya kelebihannya, melihat dan mengalami ber-sama2 begitu banyak orang2 yang satu Roh, satu iman yang bisa bersekutu bersama untuk hal2 ro-hani, dan saling mengisi, saling me-nguatkan; juga dengan jabatan2 pe-mimpin (Ef 4:11) seperti waktu Petrus bicara di hadapan ribuan orang, Roh Kudus bekerja dan 3.000 orang percaya dan dibaptiskan Kis 2. Meskipun dalam persekutuan besar, tetap bisa ada per-sekutuan  formil (lahir) dan batin oleh kuasa Roh Kudus.

III. PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS.

Orang2 beriman harus belajar bersatu dan bersekutu dalam Roh Ef 4:3, 2Kor 13:13, Pil 2:1. Definisi dari orang ber-iman, putra2 Allah adalah orang yang dipimpin oleh Roh bukan dipimpin oleh daging Rom 8:14 (daging dan Roh itu bertentangan Gal 5:17). Sebab itu sepantasnya orang yang sungguh2 menjadi anak2 Allah harus belajar hi-dup dipimpin Roh dan orang2 yang sa-ma ini bersekutu dalam Roh. Apa tan-da2 praktis dari orang2 yang dipimpin Roh?

Kita sendiri harus belajar bisa membedakan, ketika kita dipimpin Roh atau daging (atau setan). Untuk me-ngenal orang lain, itu lebih sulit, sebab sulit mengenal hatinya, tetapi dengan karunia membedakan roh 1Kor 12:10 kita bisa mengenalinya. Kalau kita sendiri atau orang lain hidup dalam dusta, benci atau dosa lainnya, pas-tilah pada saat itu orang itu tidak di-pimpin Roh, tetapi dipimpin dagingnya sendiri atau setan seperti Petrus Mat 16:23. Kita tidak perlu prasangka atau menghakimi, tetapi berjalan terus da-lam Roh dan tetap belajar bersekutu dalam Roh dalam tubuh Kristus yaitu dalam kesucian dan kasih Kristus 1Yoh 1:6. Kalau ternyata saudara kita tidak berjalan dalam Roh, jangan hinakan atau menolaknya tetapi minta pim-pinan Roh untuk melayani dan me-nolong dengan hikmat dan kuasa Roh Yak 4:17. Kita perlu belajar bisa ber-sekutu dalam Roh, dan kita akan mulai bisa bersekutu dengan manis seperti Maz 133:1-3 dan Tuhan akan terus hadir dan bekerja di antara kita! Lebih2 suami-istri harus bersekutu dalam Roh, jangan dalam roh mammon seperti Ananias-Safira yang mati dalam Gereja mula2 Kis 5;1-12. Kalau ada kesucian, ada kasih Kristus, maka kita bisa duduk ber-sama2 dengan manis; maka Tuhan bisa bebas bekerja di dalam dan di-antara kita, sehingga kekuatan masing2 akan bertambah Im 26:8 dan ber-sama2 melakukan perkara2 yang besar dengan Tuhan Maz 60:14 (perkara be-sar dari Tuhan dan manusia, apalagi da-ri dunia itu berbeda. Dari Tuhan: Bisa hidup suci, gairah dalam pelayanan, pe-nuh dengan hikmat dan kuasa Allah, karunia2 Roh dan menang dalam pen-cobaan dan perkara2 lain dari Tuhan. Misalnya waktu kelahiran Putra manu-sia Yesus, gembala2, Simeon, Hanna, Yusuf, Maria bersekutu dengan seder-hana di kandang, tetapi perkara yang sangat besar di hadapan Tuhan terjadi di tengah2nya, Juru selamat lahir. Du-nia yang ramai tidak tahu, hanya se-bagian yang mendapat kesaksian dari mereka. Orang Majus memang juga besar di hadapan Herodes dan umum, tetapi itu hanya sebagian kecil.

Kadang2 ini juga besar dalam dunia, tetapi orang yang dipimpin Roh tidak akan mengangkat atau mempromosi-kan dirinya atau Gerejanya sendiri. Perlu pengumuman, kesaksian, reko-mendasi dll tetapi sesuai Firman Tuhan dan sesederhana mungkin, biar Tuhan sendiri yang mengangkat kita, dan mempermuliakan namaNya diantara kita.

Kalau dalam persekutuan, ada se-orang dalam Roh, dan seorang lain dalam daging, bagaimana akibatnya? Tergantung reaksi orang yang dipimpin Roh. Bisa juga timbul malapetaka besar seperti pada Ayub yang menjadi ujian baginya dan hajaran bagi istrinya! Kalau sama2 dipimpin Roh, jadi indah.

MACAM2 PERSEKUTUAN DALAM GEREJA.

  1. Tingkat Ruangan Maha Suci, per-sekutuan Trinitas ilahi dan orang sempurna.
  2. Tingkat Ruangan Suci, persekutuan tubuh Kristus, yaitu persekutuan dalam Roh dari orang2 yang penuh dan di-pimpin roh. Baik ligabis, juga ligabo se-ring ikut, tetapi maju mundur kembali dalam daging.
  3. Tingkat Halaman. Ini persekutuan orang beriman yang berjalan dengan kekuatan sendiri, kadang2 baik, ka-dang2 menuruti daging, bisa baik, bisa jelek, campuran gandum dan lalang.
  4. Tingkat Luar Halaman. Ini perseku-tuan manusiawi atau duniawi. Seha-rusnya Gereja tidak mengizinkan perse-kutuan seperti ini di dalamnya, kecuali memang Gereja atau pemimpin2nya hidup di jalan lebar, mereka tidak akan keberatan dengan persekutuan seperti ini. Dalam Gereja2 bisa ada macam2 persekutuan seperti ini atau kombinasi.

Sekarang ini Gereja masih terdiri dari gandum dan lalang, dan masih sulit membedakannya, tetapi masing2 harus punya pendirian dan berusaha berjalan dalam Roh, Roh Kudus yang akan me-mimpin dengan kasih dan kesucian, bukan dengan penuduhan, prasangka, atau menghakimi, tetapi dengan kasih dan tulus, tetap punya pendirian yang betul.

Jangan membangun persekutuan duniawi yang meriah dan megah, tetapi tidak berkenan pada Tuhan. Tetapi bangun persekutuan yang betul, yang sesuai Firman Tuhan sehingga ada per-sekutuan yang baik dan kuasa Tuhan hadir di tengah2nya.

Rindukan persekutuan yang limpah dengan perkara2 dari atas Kol 3:1-3, bisa dengan atau tanpa perkara2 besar duniawi. Ingat Marta lebih kelihatan meriah, ramai tetapi Maria mengambil bagian yang kekal, yang tidak akan di-ambil daripadanya yaitu limpah Firman Tuhan, pekerjaan Roh Kudus dan persekutuan dalam Roh. Luk 10:41-42.

FAEDAH TEMU MUKA DALAM PERSEKUTUAN UMAT TUHAN.

Paulus ber-ulang2 menceritakan perlunya bersekutu, ia tidak mau hanya dengan surat saja 2Yoh 12 sehingga ada persekutuan tatap muka dan ada sukacita seperti Maz 133.

  1. Supaya bisa mengenal satu sama lain lebih baik. Untuk persekutuan per-lu saling mengenal. Kadang2 ada pra-sangka atau kesan2 yang salah sebab hanya mendengar dari orang atau me-lihat dari jauh, misalnya tampaknya je-lek tidak menyenangkan, tetapi sesu-dah tatap muka semua kesan dan pra-sangka jelek lenyap. Meskipun kita ti-dak bisa kenal sampai dalam hati, tetapi kesannya bisa lebih baik se-hingga bersekutu lebih baik.
  2. Tolong menolong dengan tulus dan kasih Kristus 1Kor 12:20-26. Baik se-cara jasmani, lebih2 secara rohani. Da-lam persekutuan umat Tuhan bisa tim-bul macam2 problem, tetapi kita tidak perlu kuatir. Kalau kita berjalan dalam Roh, Roh akan memberi hikmat dan kuasa Allah untuk mengatasinya, se-hingga jadi kebaikan. Rom 8:28. Me-mang ada kemungkinan orang2 jahat, tidak tulus, pura2 dll menyelinap ma-suk di tengah2 kita Gal 2:4, tetapi itu beban kita untuk memenangkan mere-ka bagi Tuhan Luk 15:7,10,32. Bapa me-ngampuni anak terhilang yang sangat kurang ajar dan jahat, sehingga anak itu diterima kembali tetapi tetap de-ngan tertib. Kakaknya marah tetapi ba-paknya mendidiknya supaya jadi se-perti si bapak juga.

Kadang2 timbul kepahitan dan ke-cewa, tetapi ampuni dan jangan kapok. Jadi berkat itu sakit, tetapi berkatnya lebih besar Kis 20:35. Belajar saling melayani di dalam Roh, dengan kasih Kristus dan karunia2 Roh.

 

  1. Bisa bersekutu dengan betul, ak-hirnya seperti Trinitas Yoh 17:21,23. Kalau tidak bisa bersekutu tidak bisa tumbuh, apalagi kepada kesempurnaan seperti Kristus. Menjadi seperti Kristus itu berarti menjadi korban Yoh 15:12-13. Tidak mungkin tumbuh sampai ting-gi apalagi menjadi sempurna seperti Kristus kalau tidak bisa bersekutu. Ada orang merasa cukup, aman, tenang ka-lau sendirian saja, tidak mau bersekutu. Apalagi kalau punya pengalaman pahit dalam bersekutu di Gereja (dan diluar). Beberapa orang punya prinsip “dekat bau bangkai, jauh bau harum”, sebab itu tidak mau dekat2 supaya jangan pecah, berkelahi, tetapi tetap indah berbau harum. Ini untuk orang lama. Tetapi kalau sudah jadi orang baru seperti Kristus dan sudah mempunyai semua tabiat baru lengkap (sekalipun dalam bentuk benih yang masih harus ditumbuhkan) kita bisa bersekutu seka-lipun ada resiko. Ingat ini juga berlaku antara suami istri dan serumah. Jangan menyendiri, itu bukan kehendak Tu-han, belajar bersekutu sekalipun selalu ada campuran gandum dengan lalang. Untuk suami-istri lihat contoh Ayub yang mengampuni dan tetap mencintai istri yang jelek.

Orang yang tidak bisa bersekutu (bersahabat dalam Gereja karena Kristus) itu berarti ada yang kurang, ia sulit untuk tumbuh. Untuk bisa ber-sekutu dengan betul perlu korban (= adakasih), tetapi tetap punya pendirian teguh dalam kesucian Allah, yaitu tulus dan tertib. Tidak bisa bersekutu itu ber-arti kasihnya kurang, tidak berani kor-ban, tidak mau disakiti hatinya, ka-dang2 dompetnya dll, kadang2 disalah mengertikan, kurang dihargai dll. Ja-ngan minta digarami tetapi kita meng-garami. Jangan minta dikasihi sebagai sahabat tetapi mengasihi musuh de-ngan hikmat, kuasa Allah dan kasih Kristus. Baru kita menemukan faedah rohani dalam bersekutu, bukan faedah duniawi (uang atau lainnya). Bisa bersekutu itu mutlak perlu, meskipun ini banyak tantangan dan penco-baannya. Tetapi kalau kita lulus kita terus tumbuh. Kalau hanya bisa berse-kutu dengan “malaikat2” tidak akan tumbuh sebab malaikat tidak ada du-rinya, tetapi kalau bersekutu dengan manusia, sekalipun orang beriman, be-berapa ada durinya, tetapi itu mem-buat kita diolah sehingga makin mahir dipimpin Roh. Kalau menyendiri sebab tidak tahan dan tidak mau bersekutu, belum tentu nyaman sendirian dan tidak tumbuh. Apalagi dalam Minggu ke-70 Daniel, yang tidak bisa bersekutu dalam kasih dan kesucian akan gugur. Sebab diantara orang2 yang dipimpin Roh akan terbentuk persekutuan yang kuat, sehingga ber-sama2 kuat meng-hadapi tantangan yang besar Wah 22:11, dengan demikian bisa tahan dan menang dan tumbuh dengan cepat, masuk dalam pengangkatan (juga akan terbentuk tubuh Kristus global yang tertib, dalam kesucian dan kasih). “Duri2” yang tidak berubah akan diter-tibkan, mungkin seperti Ananias, tetapi yang mahir pikul salib, hidup di atas Mezbah, dipimpin Roh bisa tahan dan menang, bahkan sangat bersukacita dalam persekutuan tubuh Kristus yang betul dalam masa keemasan Gereja sebelum pengangkatan. Akan tumbuh persekutuan Timbul persekutuan yang manis dalam Kristus dan akrab ilahi, dengan persekutuan yang besar seperti Trinitas.

AKRAB DUNIA DAN ILAHI.

Dalam dunia orang senang dengan per-sahabatan yang akrab, memang manis tetapi berbeda dengan akrab ilahi yang sesuai dengan Firman Tuhan. Akrab duniawi itu bebas tanpa batas, atau dengan batas2 yang bisa diubah sendiri dicocokkan dengan kehendak dan sikonnya. Mereka bisa berbuat baik ber-sama2, supaya dipuji, dihargai, tetapi juga bisa ngrasani ber-sama2 atau memusuhi orang atau golongan tertentu (atau golongan lainnya) ber-sama2, merahasiakan sesuatu ber-sa-ma2, bahkan bisa curang atau mem-buat salah ber-sama2 sebab akrab, bahkan ada yang bisa membunuh ber-sama2, atau hidup semati ber-sama2 untuk hal2 tertentu,atau dengan segala macam variasi lainnya, dari yang baik sampai yang jelek bisa akrab sekali. Inilah keakraban jalan lebar, duniawi.

Tetapi akrab ilahi itu jalan sempit, jauh lebih indah, tetapi ada batas2 yang tidak bisa diubah orangnya, tidak bisa asal akrab, sebab harus cocok dengan Firman Tuhan dalam kesucian, kasih dan sesuai Firman Tuhan 1Yoh 1:7, Yoh 17:23, Ams 22:3 dan tulus di hadapan Allah.

Maksud utama persekutuan tubuh Kristus yang akrab itu terutama untuk bersekutu dalam Firman Tuhan, doa dan persekutuan 1Kor 14:26 (32-40), sehingga tumbuh dalam rencana Allah yang suci dan mulia untuk kekal (tetapi juga termasuk untuk hal2 duniawi yang fana untuk fasilitas hidup. Sebab itu kita perlu saling menasehati dan me-nguatkan dengan Firman Tuhan supaya persekutuan kita terus berjalan seseuai kehendak Tuhan dalam kesucian dan kasih untuk melakukan kehendak Tu-han. Gereja akhir zaman akan limpah dengan pengajaran untuk mematang-kan Gereja menjadi sempurna lalu masuk dalam pengangkatan dan kera-jaan Surga kekal. Kegerakan pengajaran adalah tanda khas Hujan Akhir sebab itu diperlukan untuk mematangkan gandum sehingga siap untuk dituai. Dan ini juga limpah dalam persekutuan tubuh Kristus.

VII. TATAP MUKA.

Kita perlu memakai semua kesempatan yang ada untuk bisa tatap muka dalam Gereja. Tidak mudah membangun per-sekutuan dalam Roh, apalagi kalau ada perbedaan2 yang mengganggu, tetapi sebab sama2 mau dicocokkan dengan Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus, akan timbul persekutuan yang akrab ilahi. Meskipun ada perbedaan2 minor (usia, suku bangsa, kepintaran, tingkat sosial, kebiasaan dll) tetapi sebab dicocokkan dengan Firman Tu-han, sekalipun dari golongan dan ke-lompok lain akan bisa bersekutu de-ngan tulus dan kasih Kristus. Jangan takut timbul macam2 kasus kecil dan besar, ini justru mengolah kita untuk makin mahir pikul salib dan taat se-hingga bisa  bertumbuh bersama dalam pimpinan Roh Kudus. Ini akan tumbuh makin lama makin meluas dalam pim-pinan Roh, sehingga dalam Minggu ke-70 Daniel akan tumbuh dengan cepat seperti kilat (kurang dari 3,5 tahun  sebelum pengangkatan Mat 24:27) se-hingga timbul tubuh Kristus global yang luar biasa seperti Wah 12:1. Tubuh Kristus global ini akan melahirkan ba-nyak orang sempurna yang turun naik ke tahta Allah, melayani Gereja Tuhan Yoh 1:51. (Malaikat2 ini adalah utusan Allah, orang sempurna yang melayani tubuh dari Putra manusia yaitu Gereja).

KESIMPULAN.

Pakai setiap kesempatan bertemu un-tuk saling mengenal dan bersekutu ma-kin akrab dalam Firman Tuhan, doa, Mezbah, saling menasehati dan me-nguatkan, baik dalam ibadah bersama maupun kelompok2 kecil Ibr 10:25, supaya kita makin kompak dalam Roh dan Firman Tuhan (Fil 1:21-22) se-hingga kekuatan rohani jadi besar Im 26:8 bisa mengerjakan perkara2 Allah yang besar Maz 60:14, ikut ambil ba-gian dalam penamatan rencana Allah sehingga Gereja menjadi sempurna (3 angka kedatangan Tuhangenap) lalu Tuhan datang. Mutlak perlu belajar bersekutu baik2 dengan yang wajib dikasihi (dalam suami istri, keluarga) dan yang masih ada banyak perbedaan, untuk justru bisa tumbuh makin seperti Kristus dalam jalan sempit dengan segala fasilitas ilahi. Ini butuh banyak waktu untuk latihan dan pengolahan, sebab itu jangan undur daripada ber-himpun bersama dan pakai setiap kesempatan untuk saling menguatkan, sehingga ber-sama2 tumbuh, lebih2 dalam sikon yang dahsyat Wah 22:11, bisa meningkat sangat tinggi dalam kesucian dan melakukan kehendak Allah.

Nyanyian: Tabernakel Glory no. 561

Jadikan kami satu oleh RohMu Tuhan

B’rikan di hati kami penuh kecintaan

Sehati dan sepikir sesuai FirmanMu

Supaya yang terhilang,

dapat dislamatkan.