M3990 – Galatia 5:22-23. Buah Roh Dan Tabiat Baru.

PADA WAKTU LAHIR BARU, kita ditebus dan timbul tabiat baru dengan lengkap, tetapi masih dalam bentuk benih.

Telur burung itu sama dengan burung induknya, tetapi harus tumbuh dahulu sampai dewasa, baru bisa sama2 terbang seperti induknya. Untuk tumbuh sampai dewasa perlu waktu!

Begitu juga secara rohani. Kita mendapat tabiat baru, tabiat rohani seperti Kristus, lengkap tetapi dalam tingkatan benih dan itu membutuhkan banyak waktu untuk bisa tumbuh sampai tabiat baru itu nyata dalam hidup kita.

Sementara bertumbuh, kalau perlu dalam menghadapi pencobaan, kesukaran dan orang2 dihadapan kita, selama kita belum matang dalam tabiat baru, maka biasanya Roh Kudus memberi buah Roh untuk kita dalam kasus2 tersebut, sehingga muncul tabiat baru dalam hidup kita, sekalipun tabiat rohani kita sebetulnya belum cukup matang. Misalnya tahan nafsu, menguasai diri. Sebagai pemula, masih harus belajar dan dilatih, butuh waktu untuk pertumbuhannya. Tetapi jangan kuatir, asal kita mau taat dipimpin Roh, pada waktu di perlukan, akan timbul buah Roh dan itu membuat kita bisa bereaksi betul, sebab keluar tabiat roh yang baru itu,sebagai buah Roh.

Tabiat baru sudah ada, sudah lengkap tetapi dalam ukuran benih dan masih harus tumbuh. Kalau kita sudah tumbuh sampai seperti Kristus, sudah sempurna, maka tidak perlu lagi buah Roh, sebab Roh Kudus sudah menolong kita dengan memimpin kita dalam tabiat yang baru. Jadi buah Roh yang mula2, yang ber-ulang2 diberikan pada kita, sekarang sudah jadi tabiat kita. Memang kita harus selalu menyangkal diri, mematikan daging sehingga tabiat daging tidak muncul, tetapi tabiat baru atau buah Roh yang terus muncul oleh Roh di dalam orang yang mau taat berjalan dalam Roh.

Di dalam kita ada Roh Kudus yang bisa mengeluarkan buah Roh atau tabiat Roh (asal kita terus mau taat dipimpin Roh) dan ada tabiat daging dalam manusia lahiriah ini yang hendak mengeluarkan tabiat daging.Jadi kehendak Roh dan daging itu bertentangan Gal 5:16,17. Sebab itu kalau kita menurut kehendak Roh, maka kita tidak akan menuruti daging , sehingga tidak keluar tabiat daging tetapi keluar buah2 Roh atau tabiat baru, sama2 timbul dalam orang yang yang mau taat dipimpin Roh. Jadi Roh Kudus akan memberi buah-Nya yaitu buah Roh, sementara tabiat baru kita belum matang. Ini bisa diumpamakan seperti burung yang baru menetas, tidak bisa terbang, tetapi ia bisa terbang dengan naik di atas induknya, ini buah Roh. Kalau ia sudah dewasa, ia bisa terbang sendiri, ini tabiat baru, apalagi kalau sempurna.

APAKAH PERBEDAAN BUAH ROH DAN TABIAT BARU.

Dari luar sama. Misal kasih dari buah Roh itu tampak dari luar sama. Misalnya:  kasih dari tabiat baru itu sama seperti kasih buah Roh. Juga menahan diri atau tahan nafsu, sukacita, sabar dll buah Roh itu sama seperti tabiat baru.

Sebab semua sama2 dikerjakan oleh Roh Kudus di dalam kita bersama2 kita. Lalu apa bedanya dan mengapa ada perbedaan ini?

1.Buah Roh muncul, pada hal rohaninya masih baru belum matang.

Pada waktu mulai lahir baru sampai tabiat kita  jadi sempurna penuh seperti Kristus itu butuh banyak waktu. Sementara itu kita tetap menghadapi dunia luar dengan banyak problem dan pencobaannya dan orang yang berjalan dalam Roh tetap bisa menghadapi semuanya dengan tabiat Kristus dalam pimpinan Roh Kudus.

Bagaimana caranya? Pada waktu tabiat baru kita belum sempurna, masih baru tumbuh, dimana perlu, pada orang2 yang selalu penuh dan dipimpin Roh, Roh Kudus memberi buah2Nya, buah Roh pada orang2 ini sehinga keluar, tampak nyata tabiat yang baru, tabiat ilahi seperti Kristus. Inilah buah Roh yang diberikan oleh Roh Kudus pada orang2 yang mau dipimpin olehNya, sementara tabiat baru di dalam dia masih bertumbuh dan belum menjadi sempurna, bahkan masih dalam bentuk benih, ( baru ada keinginan, kerinduan, tetapi belum kuat).Roh Kudus memberi buah Roh dan timbul sifat baru yang heran, bahkan dengan hasil yang indah2.

Ada sebuah kesaksian.

Seorang beriman yang baru lahir baru, memesan barang A untuk menambah stok di gudangnya yang habis. Tahu2 dikirim barang B yang masih banyak dalam gudangnya. Ia mau marah tetapi Roh Kudus ingatkan dia supaya menahan diri (menguasai dirinya). Heran, orang ini ternyata bisa menguasai dirinya, tidak marah seperti biasanya dan barang yang sudah datang itu diterima saja. Beberapa waktu kemudian ada langganan datang mencari barang B dalam jumlah amat banyak. ia beratanya, apa kamu betul2 mempunyai dalam jumlah besar sekarang ini ? Orang ini menjawab, punya! Sesudah selesai dijual, ia bersyukur pada Tuhan akan berkat besar yang diterima hari itu. Andai kata ia marah2 dan mengembalikan barang itu, ia kehilangan keuntungan yang besar itu. Dia heran, mengapa ia bisa sabar dan menahan diri dan dia heran mengapa  Tuhan kok tahu akan datang pembeli barang B dalam jumlah besar dan mengapa pabrik tahu2 mengirim keliru barang B padahal ia memesan barang A. Ia heran dan penuh syukur dan juga heran mengapa ia bisa menahan diri dengan baik sekali. Ini buah Roh.

Ada kasus lain. Seorang di ajak keluarga besar untuk pergi berlibur bersama2 pada hari raya. Ia membeli kodak digital untuk foto. Waktu masuk hotel, saudaranya dipasrahi kamera itu. Lalu sesudah beberapa lama ia bertanya dimana camera itu. Saudaranya lupa dimana ia meninggalkan camera itu dan ternyata hilang. Lalu ia hendak marah, tetapi Roh Kudus menahan dia dan dia tidak jadi marah, bisa menahan diri, padahal itu camera baru dan mahal. Mereka mencoba mencarinya lagi.

Ada banyak orang dalam restoran dan hotel, tetap hilang, tidak ada harapan. Ia menahan diri dan tidak marah tetapi sayang, rugi banyak. Besok pagi2 ada telpon dari petugas hotel menanyakan apa kehilangan kamera. Waktu ia memegang kamera itu, ia berkata ini betul kamera saya, dibuka gambar di dalamnya ada gambar saudaranya itu dan petugas hotel yakin itu miliknya, dan dikembalikan. Heran, selain bisa menahan diri, dan tidak marah, kameranya kembali; ini buah Roh. Ia berkata, biasanya saya tidak bisa menahan diri, tetapi waktu itu heran Roh Kudus mengingatkan saya untuk tidak marah dan memberi saya kekuatan sehingga bisa menahan diri. Sekarangpun saya belum mahir menahan diri, tetapi ini pengalaman kemenangan yang indah. Ini Buah Roh.

  1. Tabiat baru harus tumbuh, meskipun kecepatannya dalam setiap macam tabiat baru tidak sama, tetapi harus ditumbuhkan.

Kadang ada orang yang lebih cepat tumbuh menjadi rendah hati tetapi dalam kesabaran belum bisa. Atau dalam kesabaran baik tetapi dalam sukacita kurang. Kalau kita lekat dengan Kristus dan penuh 7 KPR, kita bisa tumbuh dengan baik dan lebih cepat (Lihat buku 7 Kebutuhan Pokok Rohani oleh Pdt. Jusuf BS).

Kalau kita mau terus penuh dan dipimpin Roh, maka pada waktu diperlukan, sekalipun tabiat baru yang diperlukan belum bertumbuh dengan cukup, tetapi Roh Kudus memberi buah Roh yang tepat yang diperlukan, sehingga mereka bisa menghadapinya dengan baik, dengan tabiat baru, dengan adanya pemberian buah Roh oleh Roh Kudus.

Dengan 7 Kebutuhan Pokok Rohani yaitu dengan tekun dalam pimpinan Roh Kudus dan terus bertumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, saling tolong menolong dan saling menasehati tentang tabiat baru dan banyak berdoa dalam Roh dan kebenaran (sehingga bisa berjalan dalam Roh) dan setia dalam pelayanan, maka satu per satu tabiat baru akan tumbuh.

Kalau tabiat baru, atau semua tabiat sudah tumbuh sampai penuh, (pada waktu seorang menjadi sempurna) maka kita tidak lagi memerlukan buah Roh. Roh Kudus yang memimpin kita untuk bisa hidup dalam tabiat baru, tidak lagi memberi buah Roh sebab semua tabiat baru sudah tumbuh sampai matang.

Dalam bagan ini kita melihat pertumbuhan tabiat baru oleh Roh Kudus dalam orang yang lahir baru dan mau hidup dipimpin Roh; mula2 banyak dibantu dengan buah Roh sampai tabiat Roh itu tumbuh jadi matang. Semua dengan pertolongan Roh Kudus Zak 4:6, Pil 4:13.

Jadi  bagi orang2 yang baru ( lahir baru), Roh Kudus banyak memberi buah Roh asalkan orang2 ini mau berjalan dipimpin Roh. Kalau kita lebih taat dipimpin Roh, maka Roh kudus lebih mudah memberikan buah Roh dalam hidup kita, pada waktu menghadapi orang2 atau problem2., dimana kita harus bereaksi dengan tabiat yang betul, tabiat baru.

Semua oleh Roh Kudus.

Kita yang lemah bisa jadi kuat oleh Roh Kudus. Zak 4:6, Pil 4:13.

Sebab itu kita harus selalu bergantung  pada Roh Kudus. Meskipun penuh Roh Kudus, tetapi kalau tidak menurut Roh, tetapi menuruti daging, maka tidak timbul tabiat baru (tabiat Roh), tetapi tabiat kedagingan yang lama yang muncul

Misal Simson yang penuh dengan Roh Kudus begitu limpah, tetapi ia tidak menuruti Roh, melainkanmenuruti keinginan matanya dengan perempuan2 Filistin yang menurut dia cantik dan menarik, maka Roh Kudus terpinggirkan dan tabiat baru tidak muncul, maka yang muncul adalah tabiat daging, hawa nafsunya muncul menjadi kuat, sehingga ia bernafsu sekali, bergairah sekali dengan perempuan2 itu sampai berzinah. Ia menuruti daging terus menerus, berulang2 sampai Roh Kudus akhirnya terpaksa meninggalkan dia dan ia di tangkap musuhnya. Tanpa Roh Kudus (mendukakan Roh)tabiat baru dikalahkan oleh tabiat daging dan muncul tabiat lama kembali yaitu tabiat kedagingan yang penuh dengan dosa dan kenajisan.

Kalau selalu perlu pertolongan Roh Kudus, baik untuk buah Roh maupun untuk bisa hidup dalam tabiat Roh supaya tidak menuruti tabiat daging, kita harus selalu penuh dengan Roh Ef 5:17 dan terus dipimpin Roh Gal 5:16, Rom 8:14). Sebab itu kita semua harus selalu penuh dan taat dipimpin Roh maka buah Roh bisa muncul, diberikan oleh Roh Kudus atau tabiat baru bisa di lakukan dengan pimpinan dan kekuatan dari Roh Kudus didalam kita.

Demikianlah kita bisa hidup dalam tabiat ilahi yang baru. baik yang baru bertobat sampai yang sudah tumbuh sampai dewasa dan kemudian sampai sempurna.

Jadi buah Roh dan tabiat Roh tidak berbeda

Sama2 di dilakukan, dikerjakan Roh kudus dalam hidup kita sesuai dengan Firman Tuhan.

Sebab itu jangan kuatir, asal kita berjalan dalam Roh, maka tabiat Kristus akan muncul dalam hidup kita baik sebagai buah Roh atau kemudian hari sebagai tabiat Roh, keduanya mungkin muncul, nyata di dalam orang yang berjalan dalam Roh.

Tabiat baru juga oleh Roh Kudus.

Kalau seorang sudah penuh dan dipimpin Roh, tetapi pada satu saat menuruti keinginan daging, dipimpin daging, maka muncul tabiat daging, tidak ada tabiat Roh. Sebab ia menuruti daging, sehingga timbul dosa, tabiat lama, suatu kesaksian hidup yang jelek.

Simson penuh Roh Kudus, tetapi berzina dengan perempuan sundal. Sebab ia menuruti keinginan mata, menuruti daging sehingga timbul tabiat daging, sekalipun sudah penuh Roh. Sebab itu sesudah penuh Roh kita harus selalu dipimpin Roh menuruti pimpinan Roh, melakukan kehendak Roh, jangan menuruti daging, bisa timbul tabiat lama, buah daging seperti Simson.

Semua tetap harus dipimpin Roh, baik orang baru bertobat juga yang sudah penuh Roh Kudus dan sudah tumbuh bahkan sampai dewasa, tetap menyangkal diri, daging terus menerus dimatikan (=dikatargeokan Rom 6:6, di nol kan, dibuat tidak berdaya, tidak dituruti tetapi dimatikan seumur hidup sampai kita jadi sempurna!).

Sebab itu kita harus selalu penuh dan dipimpin Roh sekalipun sudah cukup dewasa, tetap dipimpin Roh seperti Putra manusia Yesus, maka tidak akan muncul tabiat daging tetapi hidup akan penuh dengan tabiat Roh (atau buah Roh pada permulaan).

Mat 4:1 Kemudian Yesus dipimpin Roh masuk ke padang gurun untuk dicobai oleh iblis. (Luk 4:1,17).

Jadi orang sempurna sudah tidak memakai buah Roh, sebab Roh Kudus menguatkan dan memimpinnya untuk terus menerus hidup dalam tabiat Roh seperti Kristus, sampai akhirnya menjadi sempurna!

III. MENUMBUHKAN TABIAT BARU.

Manusia bukan robot, tetapi mahluk bebas.

Waktu lahir baru, semua tabiat ilahi sudah ada di dalam kita, tetapi dalam bentuk benih, yang masih harus ditumbuhkan 2Kor 5:17. Yang lama harus dibuang Kol 3:9-10

Caranya untuk bertumbuh, kita harus:

  1. Mau terus bertumbuh seperti Kristus dalam kesucian, sebab itu harus mau taat dipimpin Roh melakukan tabiat baru.
  2. Mengerti:
  3. Orang yang sudah lahir baru, bisa hidup baru dalam tabiat yang baru, tabiat yang lama sudah mati Rom 6:1-2, seluruh proses lahir baru dan pertumbuhanseterusnya bisa terjadi dengan pertolongan Roh Kudus.
  4. Tabiat baru sudah ada lengkap, tetapi dalambentuk benih 2Kor 5:7, 2Pet 1:4
  5. Memilih untuk taat pada kehendak Roh Luk 12:57.
  6. Mau sakit karena salib 1Pet 4:1 Mematikan semua tabiat daging dan hawa nafsu (= tabiat lama) supaya tabiat baru muncul.
  7. Harap dan bersandar kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberi pertolonganNya. Lebih2 kalau kita selalu penuh dengan 7 KPR Yoh 15:5.

Ini caranya tumbuh dalam tabiat baru.

Kalau mau (sudah memilih untuk percaya dan taat) pasti bisa.

BUAH ROH Gal 5:22-23.

Tuhan tidak bisa beri kasih, taat, setia dll ini adalah reaksi kita, yang timbul kalau seorang sudah lahir baru dan mau percaya dan taat kepadaNya.Ilustrasi: Tuhan bisa membuat boneka cantik, bagus, lengkap tetapi tidak bisa membuat boneka itu mencintai Tuhan, atau setia, atau taat dll. Sebab boneka = mesin = robot. Boneka tidak bisa memberi reaksi dari dirinya sendiri, tetapi manusia bisa!

Pada orang yang sudah memilih Allah dan yang mau taat dipimpin Roh, Tuhan bisa memberi buah Roh sehingga tiba2 ada kasih, setia, taat dll.

Tabiat baru adalah reaksi kita, dari kita, bisa timbul tabiat baru dan Tuhan memberi kekuatan.

Untuk stater Roh Kudus memberi buah Roh.

Buah Roh (dari Roh Kudus):

– 95% dari Roh Kudus

– 5% dari kita

Tabiat baru (dari kita):

– 51% dari Roh Kudus

– 49% dari kita.

ini hasil reaksi kita, sebab   itu kita harus mempunyai andil yang besar.

Keputusan:

– 10% dari Roh Kudus

– 90% dari kita.

Tuhan tidak bisa memberi setia pada Judas. Judas memiilih berkhianat, menolak setia dan sebab itu ia binasa.

Jadi tabiat baru bisa timbul kalau kita mau, lalu memakai kekutan kita untuk melakukannya. Tabiat baru itu dari kita dan Roh Kudus menguatkan kita.

Jadi Tabiat Roh untuk orang yang mau berlaku seperti Kristus dan Roh kudus yang memungkinkan itu terjadi.Buah Roh, itu diberi oleh Roh Kudus, buah dari Roh Kudus, tiba2 timbul tabiat baru, meskipun tabiat baru kita belum matang, belum bisa tetapi mau

Buah Roh itu stater (=untuk memulainya), mendorong pada waktu belum matang, belum bisa, sehingga orang itu bisa cinta, setia, lemah lembut dll.

Kalau iblis, ia merebut kehendak orang itu  dan memaksakan (dengan halus atau kasar atau dengan umpan manis) untuk berbuat dosa. Terus didorong sampai lama2 jadi kebiasaan dan mau terus menerus berbuat jahat. Timbul tabiat daging karena:

– Orang itu mau

– Ada dorongan tabiat daging, lebih2 kalau dirangsang Rom 13:14

– Ada dorongan dari iblis

Kadang2 orang2 itu mula2 tidak mau berkelahi, tetapi tahu2 berkelahi, sebab masuk jerat emosi iblis dan di dorong iblis.

Mat 26:41.

Roh berkehendak, mau, tetapi dorongan daging kuat. Roh Kudus mau menguatkan roh, tetapi orang itu lebih suka menuruti hawanafsunya dan iblis terus berusaha menguatkan dagingnya sehingga waktu roh hendak melawan daging, tetapi daging itu menang dan timbul tabiat dagingnya. Sebab itu Petrus yang ingin setia, tetapi terbit tabiat daging, ia menyangkali Gurunya.

Allah -> beri buah Roh -> tabiat baru

Iblis -> paksakan -tabiat lama

KESIMPULAN.

Tabiat Roh yaitu tabiat baru dalam kita, yang muncul dan tumbuh waktu lahir baru dengan pertolongan Roh Kudus. Tabiat baru ini langsung ada dan lengkap, tetapi dalam ukuran benih seperti telur yang harus terus ditumbuhkan.

9 Buah Roh adalah buah dari Roh Kudus yang dinyatakan di dalam orang yang sudah lahir baru.

Untuk menyetater (memulai) tabiat baru, dalam hidup kita, lalu kita meneruskan, menumbuhkan tabiat baru ini sampai menjadi tabiat kita sepenuhnya.

Kita harus terus berusaha dengan segenap hati menuruti Roh melakukan tabiat baru, pasti bisa, sebab pada waktu kita kurang kuat, tidak bisa, Roh Kudus memberikan buah Roh-Nya dan tetap keluar buah Roh. Begitu terus menerus sampai tabiat baru kita muncul dengan kuat dan matang dan akhirnya jadi penuh seperti Kristus.

Jangan bereaksi dosa, jangan menuruti daging, matikan dengan sungguh2, maka Roh Kudus akan menolong kita, sehingga tabiat daging mati dan kita melakukan kehendak Roh yaitu tabiat baru atau buah Roh.