M3972 – Efesus 4:22-23. Apakah Gereja Itu?

DEFINISI.

Gereja adalah tubuh Kristus, suatu ba-dan ilahi (bukan manusiawi), dimana Kristus adalah kepalaNya dan orang2 beriman  ber-sama2 menjadi tubuh Kristus. Jadi hubungan Gereja dengan Kristus seperti tubuh dengan Kepala-nya, semua tergantung kepala dan seluruh tubuh Kristus harus taat pada pimpinan dan perintah kepala.

Untuk mengerti apakah dan ba-gaimanakah Gereja yang betul, kita harus mengerti segala tentang Kristus sebab Gereja itu identitasnya diten-tukan Sang Kepala yaitu Kristus dan harus tunduk dan taat pada Kristus, melakukan semua kehendak Allah. Ja-ngan memikirkan Gereja dari segi manusia, apalagi lepas dari Kristus, itu Gereja yang salah dan sesat. Jadi untuk mengerti tentang Gereja, kita harus mengerti tentang Kristus yaitu dari seluruh Alkitab.

TUJUAN GEREJA.

Gereja tidak punya tujuan sendiri, se-bab dia adalah bagian atau tubuh dari Kristus yang menjadi kepalanya. Tanpa Kristus, Gereja itu bukan badan ilahi, tetapi mati di hadapan Allah (tanpa kepala) atau hanya suatu komunitas manusiawi seperti badan atau perkum-pulan manusia lainnya. Misalnya per-kumpulan buruh, olahraga, hoby, politik dll.

Gereja yang betul, bentuk, tujuan dan se-gala2nya adalah Kristus, yaitu:

  1. Putra Allah yang maha kuasa (salah satu dari Tritunggal Allah) dan
  2. Menjelma menjadi manusia untuk menebus umat manusia sesuai dengan rencana Allah Trinitas.
  3. Akan datang kembali, menjemput orang2 percaya.

Tujuan Gereja adalah tujuan Kristus, yaitu:

  1. Menyelamatkan manusia Yoh 3:16 dari dosa dan Neraka, sehingga bisa menjadi anak2 Allah yang suci yang selamat kekal di Surga Yoh 1:12. Ini dikerjakan lewat orang2 yang sudah percaya, sudah selamat, yaitu tubuh Kristus sekaligus menumbuhkan mere-ka, yaitu mereka yang cinta Tuhan, taat, akan mau melakukan kehendak Allah ini.
  2. Menumbuhkan anak2 Allah sampai akhirnya menjadi sempurna seperti Kristus 1Kor 11:1 dan itu menjadi ukur-an kemuliaannya untuk kekal dalam Surga.
  3. Untuk semua rencana Allah ini, Ia memberi segala fasilitas yang diperlu-kannya jasmani dan rohani. Jangan lupa, percayalah Dia sanggup membe-rikannya Pil 4:19. Ini semua hanya fasilitas untuk mencapai tujuan yang kekal yaitu selamat dan tumbuh sampai seperti Kristus.

Jadi ini tujuan Gereja. Dalam ke-nyataannya, ada banyak aktivitas Ge-reja, bahkan dalam segala segi (mi-salnya sekolah, kemanusiaan, sosial, Ruangan Suci, dll). Tetapi tujuan netto, yang sebenarnya dari Gereja adalah:

  1. Orang2 diselamatkan, tidak tergan-tung dari apakah ia pintar, makmur, berpendidikan dll, sebab apa gunanya semua hal ini kalau jiwanya binasa Mat 16:26. Hasil netto orang beriman adalah jiwa selamat masuk Surga. Yang lain itu semua adalah hasil bruto. Masih ada banyak orang ikut dalam Gereja seperti lalang yang tidak sela-mat, sebab hanya gandum yang sela-mat. Misalnya Lazarus dan orang kaya itu seperti gandum dan lalang. Mes-kipun kaya, terhormat, sukses, tam-paknya untung dan bahagia tetapi kalau tidak masuk Surga, itu sia2. Sebab itu pertanyaan kita, berapakah perbandingan gandum dan lalang dalam Gereja Mat 13:28 (Bisa dilihat dari Absensi?). Banyak orang sangat mengharapkan sukses jasmani seperti orang kaya itu tetapi kalau tanpa keselamatan itu hanya hasil bruto yang sia2. Bahkan adalah kehendak Tuhan supaya nomer 1, yang utama adalah kerajaan Surga dan betul2 masuk di dalamnya (hidup benar di hadapan Tuhan sampai nafas terakhir) Mat 6:33. Ini yang penting, netto, bukan bruto.
  2. Tumbuh rohaninya, istimewa tabiat-nya dan terus meningkat makin suci dan makin seperti Kristus sampai sempurna seperti Kristus. Ini menjadi ukuran kemuliaannya dalam Surga.

Inilah yang menjadi tujuan netto Kristus dan GerejaNya. Kalau masuk Gereja, jadi anggota Gereja tetapi ma-suk neraka itu sia2 itu tidak mencapai maksud dan tujuan dari Gereja dan Kristus.

Gereja boleh punya beberapa aktivitas lain (asal sesuai dengan pim-pinan dan kehendak Allah), tetapi itu nomer 2, nomer 1 keselamatan jiwa dan tumbuh makin seperti Kristus!

Di dalam dunia, Gereja lebih banyak dikenal sebagai badan sosial atau ke-manusiaan, termasuk pendidikan, kese-hatan, pembela keadilan dll. Tetapi semua ini bruto, atau bungkusnya saja. Memang ada hubungan antara netto dan bruto, tetapi bungkusnya tidak bisa dimakan, hanya isinya yang bisa dimakan, itu nettonya.

Sebab itu Gereja harus bisa mem-bedakan antara netto dan bruto, bungkus atau isi. Meskipun ada hu-bungannya, tetapi kalau terpaksa, harus memilih nettonya, sebab me-mang ini yang harus dinomer satukan.

III. JANGAN SAMPAI KELIRU!

Gereja itu sangat penting, bahkan mu-tlak untuk keselamatan manusia, sebab Kepala itu membutuhkantubuh. Tuhan memakai tubuh untuk mencapai tujuan ilahi yang kekal. Kalau Gereja salah, semua itu sia2.

GEREJA ITU SEPERTI BUS DAN PEMIMPIN2NYA ITU SEPERTI SUPIR. Ibr 13:7.

Kalau kita naik bus yang salah, kita tidak sampai di tujuan. Meskipun ada yang tujuannya hampir sama, tetapi kalau salah tetap rugi, bisa gagal tidak sampai tujuan. Misalnya Surabaya-Jakarta, kita naik bus Surabaya- Solo, rugi besar, bisa gagal, apalagi kalau naik dari Surabaya-Jember, terbalik, gagal. Juga supirnya itu penting, mes-kipun tujuannya betul atau mirip tetapi kalau dibelokkan (diselewengkan oleh supirnya), bisa sesat dan tidak sampai tujuan. Yang penting, orang yang mau naik bus, jangan ikut2an atau diajak teman atau orang lain. Kita harus tahu tujuan kita dan tahu tujuan dari bus itu. Ikut2an ke sembarang bus, bisa gagal, sebab tujuan busnya tidak netto seperti kehendak Allah!

Orang yang tidak mengerti tujuan Gereja akan tersesat memilih hanya bungkus, tidak dapat isinya, hanya sibuk dengan bungkus dan bruto, bisa rugi atau menyesal!

Netto itu berarti percaya Tuhan Yesus dan hasilnya hidup baru dalam kesucian. Berhenti dari cara hidup lama dalam dosa (Yoh 5:14; 8:11). Jangan sampai banyak aktivitas jasmani rohani tetapi tidak masuk Surga Mat 7:21-23. Baik dalam hidup se-hari2, ibadah dan pelayanan harus tampak Kristus dalam hidupnya dan ada di jalan sempit bukan di jalan lebar. Kalau pelitanya padam, tidak asin Mat 5:13-16, itu berarti lalang, atau dapat bungkusnya saja, bahaya, bisa masuk Neraka, hilang keselamatan dan kemuliaannya!

Ini tujuan Gereja, dididik dengan Firman Tuhan dan doa, baik di rumah, dalam ibadah di Gereja, dalam perse-kutuan, yang diutamakan adalah lim-pah Firman Tuhan dan doa sehingga bisa tumbuh dalam kesucian dan mela-kukan kehendak Allah. Petrus seorang yang tidak terpelajar (Kis 4:12) tetapi sebab dipimpin Roh, ia bisa memen-tingkan dan melakukan yang netto dan menyingkirkan yang bruto, yang bukan jadi tujuan Kristus dan GerejaNya. Kis 6:2,4. Ia ingat bagaimana Tuhan mengingatkan orang banyak dalam Luk 12:19-21, Mat 16:26, jangan sampai hidup sia2, dalam bus yang keliru atau dipimpin supir yang menyesatkan (bisa juga seperti kapal Surabaya-Jakarta atau Surabaya-Malang atau Surabaya-Ambon dll, dengan nahkodanya).

GEREJA ITU SEPERTI BINGKIL, BUKAN SHOW ROOM.

Tuhan mencari orang dosa bukan orang benar Luk 5:31-32, Mrk 2:17, Mat 9:12. Bisa juga Gereja itu seperti rumah sa-kit, tempat orang sakit berobat sampai sembuh. Gereja tidak menolak orang berdosa apapun, termasuk homo, ber-zina, dsb. Kita harus cerdik dan meng-hadapi orang2 yang berdosa (“sakit”) jangan jadi korban atau ketularan, te-tapi memang tugas Gereja untuk melepaskan mereka dari dosa, menyembuhkan.

Jangan “JMPE” menghadapi orang yang licik, jahat, penuh dosa, bahkan juga orang beriman yang tidak ber-tobat, tetapi layani dengan kasih, dan juga dengan kuasa dan hikmat Allah untuk menyembuhkannya. Jangan jus-tru benci pada mereka dan dibuang. Mobil yang rusak berat, kalau masuk bingkil itu rezeki besar daripada mobil yang hanya rusak kaca spionnya! Ja-ngan justru dibenci, dikucilkan, diping-girkan, harus dengan cerdik dan de-ngan hikmat dan kuasaAllah Mat 10:16 seperti “dokter menghadapi diphteri, ebola, malaria dll (sangat menular!). Pakai kuasa Allah (limpah berdoa dalam Roh dan kebenaran) selalu dipimpin Roh. Kerjasama antar pelayan Tuhan dengan bijak melepaskan orang dosa ini dengan kuasa dan hikmat Allah yang limpah.

Jangan hanya cari puji dan muka, itu seperti show room, supaya kita ditinggikan dan jadi populer, mencari hormat manusia Yoh 12:43. Ini seperti orang Parisi yang suka duduk di kursi Musa dengan pintar, mencari kepujian manusia, suka dihormati di mana2 Mat 23:2,5-7. Gereja bukan tempat mencari puji dan penghargaan dengan “kebaik-annya”, tetapi Gereja adalah bingkil supaya orang berdosa diselamatkan.

GEREJA SEPERTI KAPAL PERANG, BUKAN KAPAL PESIAR.

Banyak orang memilih Gereja yang me-narik seperti KAPAL PESIAR. Kein-dahannya, kemewahannya, atraksi2-nya, komedi, film, lawak, makanan yang enak, kesempatan dapat undian dan hadiah2nya, pelayanannya yang menyenangkan, bisa senang2 dan sukacita, ber-lazat2 dan ber-foya2. Itu yang diharapkan dalam kapal pesiar,  bayar lebih banyakpun bersedia, yang penting bisa senang2 dan tidak ditun-tut apa2, justru dilayani dengan sangat menyenangkan. Ini kapal pesiar dengan tujuan utama adalah ber-senang2. Ja-ngan di Gereja hanya disalahkan, disu-ruh periksa diri, bertobat, pikul salib, menyiksakan diri, merendahkan diri, melayani orang lain, korban waktu, tenaga, uang dll. Jangan di-takut2i tentang Neraka, dosa, hukuman dan kutuk dosa, amarah dari Allah yang tidak pandang bulu dsb. Ini bukan kapal pesiar.

Banyak orang mencari Gereja itu seperti mencari kapal pesiar yang penuh kesukaan dan menyenangkan. Orang yang mencari Gereja seperti kapal pesiar atau seperti hotel bintang 5, akan menemukan, sebab memang ada yang suka menyediakannya dan banyak yang datang. Memang jalan lebar lebih banyak orangnya Mat 7:13-14.

Gereja yang betul itu tidak di jalan lebar, melainkan di jalan sempit. Gereja yang betul itu mirip seperti KAPAL PERANG Ef 6:12, Ay 7:1.

Yang naik kapal perang bukan turis, bukan orang berlibur cari senang2, tetapi serdadu2 yang siap mati, berani kerja keras, mengalami hal2 yang sulit dan berat, kalau perlu terus bergumul dan bertempur sampai mati. Sama sekali tidak terpikir untuk mencari senang, tetapi berusaha untuk menang lewat banyak pertempuran yang sengit. Inilah orang2 yang sudah mahir dalam penderitaan (salib), berani menyangkal diri, tunduk dan taat pada koman-dannya, tidak semaunya sendiri, tidak cari senangnya sendiri, tetapi siap mengalami penderitaan yang limpah.  Gereja lebih cocok seperti kapal pe-rang, bukan seperti kapal pesiar. Me-mang sedikit yang mau ikut perang, apalagi harus dipersiapkan dengan latihan2 yang berat dengan disiplin tentara yang penuh, berani menderita dan taat penuh, menyangkal diri dalam segala segi hidup 2Tim 2:3. Hidup Putra manusia Yesus dan rasul2 itu seperti orang ikut kapal perang dan semua rasul2 mati dalam penderitaan yang berat, juga hidupnya itu setengah mati, sangat berat. Memang ikut Tuhan Yesus itu harus mau pikul salib Luk 9:23, mematikan daging dan segala keinginan daging yang minta hidup dengan enak2 saja 1Pet 4:1.

Juga jemaat dalam Kisah Para Rasul itu seperti orang perang, limpah de-ngan penderitaan tetapi sukacita dan bergairah Kis 8:1-8. Sebab itu jangan heran kalau Gereja yang meniru Firman Tuhan, mengutamakan Netto (1. Ma-suk Surga, 2. Tumbuh dalam jalan sem-pit seperti Kristus) itu kurang disukai orang2 Kristen pada umumnya, lebih2 Kristen Halaman yang tidak mau pikul salib, naik atas Mezbah. Tetapi kalau kita mau ikut Tuhan Yesus dengan betul, harus mahir pikul salib, hidup atas Mezbah Rom 12:1, Luk 9:23, seperti Paulus yang bersukacita dengan salib Gal 6:4, Maz 43:4, maka ia akan penuh dengan kesukaan ilahi Mat 11:28-30, tumbuh dengan cepat dan indah dalam jalan sempit dan meng-alami rencana2 Allah yang mulia dan punya pahala dan mahkota yang besar seimbang dengan penderitaannya ka-rena Kristus Rom 8:17-18. Memang ini yang dicari orang2 suci yang celik matanya Mat 5:10-12. Sebab itu jangan salah pilih dan tinggallah tetap dalam Gereja yang betul yang sesuai Firman Tuhan. Kalau toh Gereja kita ada kekurangan2nya, dengan hikmat dan kuasa Tuhan kita perbaiki ber-sama2 sesuai dengan rencana dan kehendak Allah. Terus perang melawan daging, dosa, dunia dan iblis, bukan perang dengan saudara2 kita, melainkan mengampuni dan melayani tanpa reak-si dosa, tetapi dengan hikmat dan kuasa Allah yang limpah.

GEREJA SEPERTI SEKOLAH, BUKAN TEMPAT REKREASI.

Murid yang sungguh2 sekolah itu berani menyangkal diri, terus belajar dan tertib, rajin sekolah, belajar dan terus ber-tanya2 dan dengan baik2 bersedia menghadapi ujian. Kalau lulus, indah! Di wisuda dan membawa pulang ijazah dan gelar yang indah2 untuk seumur hidup. Begitu kalau kita mau berubah, sebab tumbuh,belajar, taat akan Firman Tuhan Yak 1:22-24, terus belajar dan ujian. Tinggalkan segala kesenangan dan keinginan pribadi.

Jangan seperti pergi ke tempat rekreasi. Tidak ada target, pokoknya senang2, terus cari senang, tidak mau susah, kalau tidak dapat yang enak ber-sungut2, tidak mau berubah dari ke-biasaan yang salah, cari hal2 yang cocok dengan kehendak hatinya. Yang tidak enak ditinggalkan, yang diambil yang enak2 dan yang menyenangkan saja. Kalau perlu yang enak di-ulang2. Tidak ada ujian, tidak ada tugas dan kewajiban, bisa ber-malas2an, pokok-nya senang. Orang seperti ini akan dibinasakan untuk kekal Mat 24:48-51. Kalau sekolah harus mau berubah, mau ditertibkan, mau menderita, mau ujian, ada target, dengan kata lain ia harus mencocokkan diri dengan sekolahnya. Kalau tempat rekreasi sebaliknya, cari yang senang, buang yang tidak disukai, tidak ada beban, tidak ada ujian, tidak perlu berubah, bisa semaunya sendiri, tetapi akhirnya masuk Neraka.

KESIMPULAN.

Ini sedikit gambaran dari Gereja yang betul yaitu punya tujuan dan cara hidup seperti Kristus, dalam se-gala2nya. Tujuannya hanya satu yaitu selamat dan tumbuh secepatnya, se-tinggi2nya seperti Kristus, terus ber-ubah, terus tebus waktu dan hidup menyangkal diri di atas Mezbah di jalan sempit. Ini isi Gereja yang betul, netto masuk Surga dan jadi mulia.

Jangan ikut orang banyak cari senang dan se-mau2nya sendiri Kel 23:2. Jangan ikut arus cari Gereja seperti kapal pesiar, seperti tempat rekerasi dan show room, tetapi cari yang sesuai Firman Tuhan, mirip se-perti kapal perang, sekolah dan beng-kel. Terus berubah, terus menyangkal diri, berani mati, berjuang mencari yang kekal, hasilnya hidup yang suci, sejahtera, sukacita dan tabiatnyamakin berubah seperti Kristus dan ber-buah2 jiwa2 yang kita menangkan. Ke Surga tidak bisa lewat jalan lebar penuh kedagingan dan semaunya sendiri. Harus percaya lalu pikul salib, ikut seluruh Firman Tuhan, setiap hari.

Nyanyian:

Aku pilih jalan yang slamat.