M3971 – Ulangan 8:17-18. Sukses Oleh Siapa?

DUA SEGI SUKSES.


Dalam ayat 17
dikatakan bahwa orang2 beriman ini berkata dalam hati-nya (ada yang berani bicara terang2an seperti orang2 dunia, misalnya Nebu-kadnezar dalam Dan 4:30 bahwa sukses (jasmani) yang didapatnya itu karena kuasa dan kekuatannya sendiri. Tetapi dalam ayat 18 Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan Allahlah yang memberi-nya kuasa untuk bisa mendapatkan harta (sukses) itu sesuai dengan per-janjian Allah.

Orang2 yang tidak percaya pada Tuhan Yesus yakin akan ayat 17, sebab kalau mereka tidak berusaha dan tidak punya kemampuan atau kuasa, maka mereka tidak bisa meraih sukses jas-mani ini. Ini masuk akal dan tampak nyata dalam hidup ini, untuk segala sukses duniawi ini.

Tetapi di belakang semua yang tampak ada Allah yang bekerja dan menentukan segala perkara ini. Baik sukses umat Tuhan dan juga sukses orang dunia itu ditentukan oleh Tuhan. Dalam 2Raj 19:25-26 Tuhan mengata-kan bahwa kemenangan yang gilang gemilang dari raja Asyur dan Rabsaki itu, dibuat dan diberikan Tuhan kepada mereka dalam menggenapkan rencana Allah; tetapi sekarang sebab mereka durhaka kepada Tuhan, maka Tuhan akan membinasakannya dan itu terjadi tepat seperti rencana dan Firman Tu-han 2Raj 19:28, 35-37. Jadi juga di belakang sukses dan kuasa penguasa2 dunia ini, itu diatur oleh Tuhan dan tidak bisa melawan kehendak Tuhan Rom 13:1. Apalagi yang dilakukan umat Tuhan, semua ditentukan oleh Tuhan.

Memang dua segi ini bekerjasama, ada bagian manusia, ada bagian Allah, te-tapi yang lebih menentukan adalah Tuhan, bahkan Tuhan bukan saja mem-beri kuasa untuk mendapatkannya, te-tapi juga untuk bisa makan daripa-danya Pkh 5:18. Ada orang yang ber-oleh banyak harta, tetapi sesudah itu ia tidak bisa makan daripadanya (menik-matinya) sebab kepadanya tidak dika-runiakan Tuhan kuasa untuk makan daripadanya dan ia mati. Seringkali kita melihat hal2 seperti ini, suatu ke-sia2an Pkh 1:14, ia menyusahkan diri-nya dengan angin Pkh 5:15b.

DUA EKSTRIM YANG SALAH.

Ada dua segi sukses yaitu bagian Allah dan bagian manusia. Kalau hanya satu bagian yang digenapi maka timbul eks-trim yang salah, yaitu:

  1. Orang yang percaya bahwa sukses-nya itu hanya karena usaha, kekuatan dan kemampuannya sendiri dan peran Allah tidak diyakini. Orang2 beriman seperti ini, kalau toh berhasil, satu kali akan ketemu batunya dan celaka se-perti orang Israel yang mau perang dengan kekuatan dan kehendaknya sendiri akhirnya banyak yang binasa di Horma Ul 1:42-44. Juga Yosafat hendak berniaga dengan kapal, tetapi karam sebab dengan kehendaknya sendiri 1Raj 22:49. Sukses yang diyakinidengan kekuatan sendiri itu rapuh, tetapi yang yakin itu semuadari Tuhan, itu ada jaminan dari Tuhan, dan semua diatur Tuhan. Betul Ayub bangkrut sebab kena pencobaan, tetapi sesudah lulus Tuhan memberkatinya dua kali lipat, sebab Ayub yakin semua yang ada padanya itu dari Tuhan. Ay 1:21.
  2. Orang yang hanya memegang janji Allah tetapi tidak melakukan bagian-nya. Ini juga ekstrem yang salah. Ia ti-dak bekerja, malas dan mengharapkan burung gagak disuruh Tuhan datang membawa rezekinya. Ini tidak betul, bagiannya sendiri juga harus dipenuhi 2Tes 5:10.

Ada banyak ayat2 Firman Tuhan yang menjelaskanbahwa bagian kita dan bagian Tuhan, keduanya harus digenapi, meskipun yang lebih menen-tukan adalah Tuhan. (Mengapa Tuhan lebih menentukan? Sebab Tuhan mengarahkan supaya kita mempunyai arah dan tujuan yang betul, sebab mes-kipun seorang mendapat seisi dunia tetapi jiwanya binasa, itu semua sia2. Mat 16:26).

Dua segi sukses ini seperti coin dengan dua sisi, keduanya harus ada, baru coin itu berlaku. Begitu orang2 beriman harus mempunyai dua bagian ini, tetapi tetap Tuhan Yesus nomer 1 di atas keduanya.

III. BAGIAN MANUSIA.

  1. Mau bekerja dengan sungguh2 dan bertanggungjawab. Jangan bekerja asal2an, baik bekerja sendiri atau pada orang, bekerjalah sungguh2 seperti kepada Tuhan Kol 3:22-25.

Dalam dunia banyak orang bekerja baik2 kalau dilihat majikannya atau asal bapak senang, tetapi orang2 beriman harus lebih dari itu, yaitu bekerja de-ngan sungguh2 dantulus, dengan takut akan Allah, dengan segenap hati se-perti kepada Allah, sebab orang2 beriman menerima upah bukan saja dari majikan, tetapi juga dari Tuhan. Orang yang bekerja dengan baik, Tuhan sanggup memberkatinya sesuai dengan ketulusan dan kesungguhannya. Seper-ti Yacob bekerja pada Laban, meskipun ia berusaha mengurangi dengan meni-punya 10 kali, tetapi Tuhan member-katinya, sebab Tuhan tahu bahwa Ya-cob bekerja dengan betul dan sung-guh2. Kej 31:38-42. Tuhan sanggup memberkati kita dengan macam2 cara kalau kita tulus dan benar di hadapan Allah sesuai dengan Firman Tuhan. Se-bab itu kalau masih mau bekerja seka-lipun tuannya jahat, tetaplah bekerja seperti kepada Tuhan. Kalau tidak mau, ya keluar baik2 dengan izin Tuhan. Sebaliknya yang bekerja dengan salah, tidak jujur, Tuhan juga yang menghu-kumkannya dengan tidak membedakan orang, dahsyat. Sebab itu orang ber-iman yang bekerja pada orang lain (yang baik dan yang jahat) bekerjalah dengan betul seperti kepada Tuhan. Tuhan yang menambahiupahnya (de-ngan cara2 dari Tuhan sendiri, dengan kebenaran) bagi yang bekerja dengan baik, tetapi mengurangi atau menghu-kum mereka yang salah sesuai dengan perbuatannya masing2.

Majikan harus adil dan benar di hadapan Allah pada hamba2 dan ba-wahannya Kol 4:1, sebab ada penuaian-nya dari Tuhan. Jangan merugikan, se-harusnya kita murah, apalagi terhadap mereka yang adalah orang kecil/ lemah danmiskin. Jangan menekan atau mengancam mereka sebab Tuhan tidak membedakan antara majikan dan ham-ba, Ia akan bertindak dan memberi pe-nuaiannya dengan adil. Ef 6:9. Jangan berdosa dengan uang atau kekuasaan yang dimiliki.

Patutlah kita penuh dengan kemu-rahan, maka Tuhanpun akan penuh kemurahan pada kita Luk 6:36.

  1. Menghormati tuannya. 1Tim 6:1. Ja-ngan sampai menjadi batu sontohan sehingga tuannya menghojat Tuhan ka-rena perbuatan pegawainya yang ada-lah orang beriman tetapi tidak benar Rom 2:24. Kalau tidak tahan lebih baik keluar dengan baik (lebih baik sebe-lumnya, waktu memilih pekerjaan dan majikan, pilihlah (kalau bisa) yang baik dan sesuai, sehingga tidak timbul pro-blem di kemudian hari). Majikan mung-kin berbuat jahat atau tidak jujur, te-tapi kita harus tetap jujur, dan tidak bereaksi dosa, sebab itu harus cerdik tetapi tulus Mat 10:16, kalau kita masih mau bekerja padanya.

Kalau majikannya adalah juga orang beriman 1Tim 6:2 jangan merendah-kannya karena menganggapnya ber-saudara dalam Tuhan, tetapi justru bekerja dan menghargainya lebih baik.

Juga kalau bekerjasama dengan sau-dara2 seiman, jangan sampai ribut, onar dan berkelahi, sehingga menjadi kesaksian yang jelek. Hendaklah semua diatur sebelumnya dengan baik dan betul. Lebih2 kalau ada yang cinta uang, itu akar segala dosa, sehingga akibatnya selalu timbul keributan 1Tim 6:9-10. Ini harus dicegah, minta hikmat dan pimpinan Roh.

  1. Bekerja dengan senyap. 1Tes 4:11-12. Jangan pekerjaannya menjadi keributan atau onar sehingga menim-bulkan huru-hara, tetapi tetaplah tenang sebab semua berjalan dengan baik, sesuai peraturan dan perjanjian, tidak sampai ada penipuan, pelang-garan, penggelapan atau kecurangan. Sebab itu kita harus menyangkal diri, mematikan cinta uang dan daging, sehingga bisa berpada. Kalau bisa un-tung besar itu baik, kalau belum bisa, kita menunggu Tuhan. Jangan mata duitan atau mata gelap. Kalau belum berhasil dalam ukuran besar, jangan paksakan dengan menghalalkan segala cara asal dapat untung, itu akan menimbulkan keributan dengan orang, polisi atau pengadilan.

Bekerja dengan tanganmu sendiri, dengan kata lain jangan memperalat tangan orang lain dengan uang atau cara2 yang tidak halal atau tidak jujur. Tetap berpada. Tuhan memberkati pa-da waktunya orang yang tepat. Kalau seorang bisa “menanggung beban uang” Ams 30:8b (tidak sampai timbul dosa karena “menanggung” banyak uang, misalnya dosadusta, sombong, berzina, iri dll), maka Tuhan pasti mem-berikan seberapa banyak harta yang bisa ditanggungnya, pada waktu yang tepat. Jangan sombong, jangan ingin puji dan malu karena miskin atau sederhana. Yang penting di hadapan Tuhan adalah jujur, berkenan di ha-dapanNya dalam segala perkara (“MAK DSY”). Memang orang kaya dan mewah itu dihargai dan dikagumi di hadapan orang banyak, tetapi Allah tidak mem-bedakan orang; jangan malu karena miskin atau sederhana. Orang yang ma-lu Tuhan tidak berani menambahi har-tanya, sebab orang yang malu karena miskin, waktu kaya menjadi bangga dansombong. Tetapi yang tidak malu waktu miskin melainkan tetap hidup benar dan berkenan, bersyukur pada Tuhan. Kalau ia menggenapi bagiannya, kuat menanggung beban uang, Tuhan bisa mengangkatnya tinggi seperti Yusuf dan Ayub.

Juga perpuluhan bukan umpan un-tuk memancing untung besar tetapi pengakuan dan ucapan syukur sebab yakin semua yang didapatkannya itu dari Tuhan Mal 3:9-10, 1Kor 4:7, maka orang ini akan menerima dengan limpah dari Tuhan. Tetapi orang yang memberi perpuluhan sebab cinta uang, harap berkat yang limpah, maka sebab cinta uang, ia akan memaksakan untuk mendapat uanglimpah sebab sudah memberikan perpuluhannya. Lalu se-bab cinta uang, ia sangat mengharap untuk mendapat kembali berkat yang besar, bahkan ia bisa memaksakan dan menghalalkan segala keuntungan yang bukan dari Tuhan sebab merasa sudah memberi perpuluhan. Karena mengha-lalkan segala cara, akibatnya bisa ribut dan menjadi problem. Sebab itu tetaplah bekerja dengan senyap, yaitu dengan berpada dan penuh syukur dan tetap memenuhi syarat2 dan hukum2 yang ada.

  1. Dengan jujur 2Tes 4:12, 2Kor 8:21; 13:7, Pil 4:8, 1Tim 4:2, Ibr 3:18 KJI. Baik dalam bekerja sendiri atau pada orang, maka Tuhan yang melihat kejujuran yang benar, akan memberkati dengan limpahnya. Ingat berkat kita dari Tu-han, sebab itu orang yang jujur pasti dipelihara, diberkati Tuhan dan di-jamin, tetapi orang yang tidak jujur akan menjadi kesaksian buruk dan menimbulkan hojatan Rom 2:24 dan menjadibatu sontohan.

Memang orang jujur itu seringkali tidak segera naik atau bahkan mula2 “hancur” tetapi orang yang berani me-nyangkal diri dan tetap jujur, Tuhan akan mengangkatnya naik sampai ting-gi, sehingga akhirnya akan tampak buah orang yang sungguh2 jujur di ha-dapan Allah, seperti Yusuf. Yusuf selalu jujur dimanapun, meskipun menjadi budak atau penguasa di rumah Potifar, dalam penjara dan di mana2 saja, sebab itu Tuhan mengangkatnya tinggi2.

  1. Hidup taat dipimpin Roh. Rom 8:14, Gal 5:16-17. Kemampuan manusia ter-batas, lebih2 dalam jalan buntu, tetapi kalau kita dipimpin Roh, Roh tahu jalan yang tepat dan hal2 yang akan datang, sebab itu mintalah pimpinan Roh dan yakinlah akan janji2 Firman Tuhan, lebih2 dalam mengambil keputusan, maka Tuhan akan membuat jalan kita beruntung. Yusuf yang penuh dengan Roh Allah bisa mengambil tindakan yang tepat. Kej 41:38-41.

Roh Kudus memberi pengertian dalam segala perkara 2Tim 2:7. Sebab itu teruslah ber-tanya2 pada Tuhan 1Taw 16:11. Tuhan bukan saja mem-beri hikmat pada kita tetapi juga menjamah hati orang2 yang kita hadapi dan menguasai sikon di sekitar kita, Tuhan dapat mengubahkannya sesuai dengan kehendak dan rencanaNya.

  1. Mendahulukan Tuhan Mat 6:33. Cari lebih dahulu kerajaan Surga dan hidup benar di hadapanNya. Kalau kita mendahulukan Tuhan, maka Tuhan berkenan pada kita dan segala kebu-tuhan kita, rohani dan jasmani akan ditambahkan pada kita.

Dalam Luk 16:25 kita melihat bahwa lebih baik miskin seperti Lazarus tetapi masuk Surga daripada menjadi kaya raya tetapi masuk Neraka. Orang yang ingin memperkenankan Tuhan harus punya pendirian berani hidup seperti Lazarus (berpada) daripada kaya raya, tetapi masuk Neraka. Ini harus menjadi keputusan hati kita. Tetapi biasanya justru orang yang bisa berpada ini, bisa tahan diberi beban harta yang besar, maka Tuhan akan memberkatinya dengan limpah. Tetapi tujuan hidup kita bukan dunia yang fana tetapi Surga yang kekal Mat 16:26. Inilah orang2 yang bisa diberi beban kekayaan yang makin besar.

Kaya itu bisa dari Tuhan, bisa dari iblis Mat 4:9. Dari luar tampaknya sama tetapi prinsipnya berbeda, sebab yang satu di jalan sempit ke Surga tetapi yang lain di jalan lebar ke Neraka, yaitu orang yang menyembah mammon. Orang yang menyembah mammon, itu taatakan segala kehen-dak mammon. Lama2 ia tidak lagi bisa membedakan apakah itu di jalan lebar atau sempit, apakah itu berkenan ke-pada Tuhan atau melawanNya, sebab matanya hanya melihat uang. Ini yang disebut mata gelap atau mata duitan, sebab yang dilihat hanya uang, asal dapat uang, semua jadi halal dan benar sehingga tersesat seperti Yudas. Orang seperti ini yang matanya buta, akan tumbuh terus dalam dosa karena per-cintaan uang, sehingga iblis bisa menguasai segala keinginan hati dan logikanya. Apa yang baik untuk iblis itu juga baik untuk dia, bahkan perasaan hatinya juga berubah, sebab semua sudah dikuasai oleh iblis seperti Yudas Yoh 12:6. Waktu Yudas datang men-cium Putra manusia Yesus, ia sudah tidak malu sebab perasaan hatinya su-dah berubah. Mencium Gurunya untuk menyerahkanNya itu menjadi wajar, patut, pantas untuk jalan pikiran yang sudah dikuasai oleh uang seperti dalam kasus Yudas. Baru sesudah Tuhan Yesus berkata, dengan suatu ciumankah eng-kau menyerahkan Aku? Baru Yudas mulai sadar tetapi sudah terlambat, ia sudah dikuasai iblis Luk 22:47-48. Ia bisa menyesal, tetapi bukan untuk ber-tobat tetapi membawanya pada maut 2Kor 7:10. Sebab ia sudah dikuasai iblis, maka jalan lepas dari penyesalannya adalah cara menurut iblis yaitu bunuh diri Mat 27:3-5, jalan pintas ke Neraka. Ini orang yang sudah dibutakan ma-tanya oleh kehendak iblis sehingga taat akan kehendak iblis.

Dan lain2.

KESIMPULAN.

Kalau kita memenuhi bagian kita dan bisa dipercayai untuk menanggung uang, maka Tuhan akan memenuhi bagianNya dan Tuhan tidak pernah lupa atau ingkar akan janjiNya, dan itusudah tertulis dalam Alkitab, pasti digenapi. Yang menyebabkan Tuhan tidak bisa menggenapi bagianNya itu bukan karena kesalahan Tuhan, tetapi justru karena ada cinta uang di dalam hati umat Tuhan. Ini yang menahan penggenapan bagian Allah dalam hidup kita, yaitu sukses, baik dalam harta atau sukses yang fana lainnya.

Kita harus menggenapkan bagian kita di hadapan Tuhan yaitu berkenan pada Tuhan sampai dalam hati yaitu bersih, bebas dari percintaan uang dan segala hal lainnya, maka Tuhan pasti akan menggenapkan bagianNya dan sukses dalam hal uang dll dalam dunia yang fana ini akan digenapkan dan itu tidak menjadi penghalang, tetapi jadi fasilitas yang mendorong kita untuk makin tumbuh dan makin ber-buah2 di hadapan Tuhan.

Nyanyian:

Apa padaku Kudapat dari Bapa.