M3911 – 2Korintus 5:7, Roma 1:17. Berjalan Dengan Iman.

TINGKAT2 BERJALAN DENGAN IMAN.

Ada orang belum bisa berjalan dengan iman (hanya dengan mata dan akalnya), ada yang sudah mahir (misalnya Elia dengan hujan dan api). Seharusnya makin lama kita makin mahir, jangan macet atau tidak tumbuh. Rindukan untuk tumbuh, makin mahir berjalan dengan iman. Sebab kalau kita bisa percaya, maka tidak ada perkara yang mustahil bagi kita, semua yang dijanjikan Tuhan akan jadi Mrk 9:23. Kita perlu mengerti tingkat2 yang permulaan, lalu kemudian tingkat2 lanjutan supaya ada usaha untuk tumbuh dengan baik.

  1. Tingkat2 permulaan. Dari permulaan kita haruslangung bertobat dengan tuntas dan mulai hidup baru. Ini adalah langkah pertama yang harus segera dibereskan sampai selesai semua sehingga bisa tumbuh dengan baik dalam hidup yang baru, tidak ter-katung2 dalam pertobatan yang tidak tuntas dan supaya bisa tumbuh setinggi mungkin dalam waktu yang terbatas.
  2. Bereskan semua dosa yang ada, lalu dibaptiskan dalam air. Jangan ada dosa2 yang masih dibiarkan. Bereskan semua seperti Zakeus (meskipun tidak perlu mengganti yang ditipu 4 kali lipat, tetapi yang patut).
  3. Angkat Salib dan ikut Tuhan Yesus Luk 9:23. Kita harus pikul salib dengan kemauan, dengan keputusan, bukan terpaksa Luk 12:57 bahkan dengan sukacita Kis 5:41; 16:25. Kemahiran pikul salib, yaitu menderita sengsara karena kebenaran, karena Dia, itu harus makin meningkat, yaitu bisa menderita lebih berat dan lebih banyak seperti Kristus, akhirnya sampai Golgota Yes 51:3.
  4. Bisa berjalan dalam kesucian 2Pet 1:10, tidak lagi jatuh (seperti bayi yang sudah bisa berjalan, tidak lagi jatuh), ini yang normal.
  5. Tidak berjalan sendiri tetapi penuh dan dipimpin Roh Rom 8:14 baik dalam ber-kata2, juga dalam berpikir dan bertindak, setuju dengan kehendak Allah selalu.

Jadi kita harus selalu hidup benar, penuh dengan Roh Kudus (Ef 5:18) dan terus dipimpin oleh Roh Rom 8:1. Seperti Kristus Mat 1:23; 4:1, Luk 4:1,18, Gal 5:16,25.

Empat hal ini langkah awal dan menjadi dasar yang harus selalu ada sepanjang hidup kita. Ini hal2 dasar yang penting supaya iman kita bisa tumbuh sehingga kita bisa berjalan dengan iman!

Melakukan kehendak Tuhan Mat 7:21. Tentu kita harus tahu apa kehendak Tuhan Ef 5:17, jangan bodoh sehingga yang dilakukan kehendak sendiri bahkan kehendak iblis. Harus tahu bedanya! Sebab itu belajar Firman Tuhan dll dan 7 KPR supaya kita bisa tumbuh dan terus berjalan dengan Tuhan.

Berjalan dalam Roh itu harus selalu dalam terang Firman Tuhan Maz 119:105, Roh Kudus dan Firman Tuhan tidak akan bertentangan, sebab itu kalau kita mengerti Firman Tuhan, kita akan mudah mengerti suara/ pimpinan Roh sebab itu selalu cocok dengan kehendak Tuhan dan kalau kita taati, pasti berhasil. Kehendak Tuhan itu berarti dalam segala segi hidup, sehingga menurut kehendak Tuhan, berarti hidup sesuai dengan Firman Tuhan dalam semua segi hidup, dan kalau taat berarti berkemenangan dalam segala segi hidup, indah! Kita harus mengerti baik2 seluruh segi hidup dari Firman Tuhan Kis 20:20,27. Kalau kita belajar setiap segi hidup, tidak bisa segera selesai, tetapi dengan pertolongan Roh Kudus (dengan doa yang betul dalam Roh dan kebenaran) dan tubuh Kristus (yaitu gembala dan saudara2 seiman saling menasehati dan menguatkan) akan menolong dan memimpin kita tahu kehendak Allah yang betul dan dapatmelakukannya sehingga bisa hidup berkenan kepada Tuhan seperti Daud Kis 13:22, Kol 1:10.

 

Orang beriman itu tidak soliter (hidup sendirian), tetapi ber-sama2 ada dalam tempatnya masing2 dalam tubuh Kristus (kandang domba, rumah bapa2) perlu saling tolong menolong dan setia.

Ada banyak problem dan kesulitan dalam setiap segi hidup, tetapi justru dalam pimpinan Roh, ber-sama2 dalam tubuh Kristus, kita bisa menghadapi semua sampai lulus, dan dengan demikian kita tumbuh. Setiap kali lulus, kita meningkat lagi sehingga makin lama makin tumbuh. Jadi kita berjalan dengan iman (ini termasuk dalam hidup dipimpin Roh) dalam seluruh hidup kita.

Segala segi hidup itu luas sekali, tetapi ini kehendak Tuhan 1Pet 1:15-16 dan terus meningkat dalam setiap segi sampai seperti Kristus.

Jadi dari permulaan (sesudah lahir baru) kita harus mulai berjalan dengan iman dantumbuh dalam setiap segi hidup. Kalau diri sendiri belum bertobat sungguh2, belum dibereskan dengan tuntas, maka pertumbuhan rohaninya ter-katung2, sebab terus menerus timbul halangan2 dan kemacetan2 dalam semua segi hidup oleh dosa atau ikatan dan tabiat lama yang masih disisakan (perlu pemuridan, untuk membimbing secara pribadi, atau penggembalaan dalam kelompok2). Mau tidak mau kita harus terus menjalani setiap segi hidup. Misalnya hal uang/ nafkah, tabiat misalnya rendah hati, sabar dll, dalam pelayanan tunduk dan taat, dalam keluarga dll. Tuhan itu unik, Dia Allah yang Mahabesar, sanggup memimpin kita masing2 dalam “les pribadi”. Tuhan menguasai semua segi hidup kita dengan sempurna dan Dia dapat memimpin masing2 dalam problemnya dan dipadu dengan saudara2 seiman yang lain sehingga bisa bekerjasama dengan serasi dan hasilnya besar. Luar biasa, asal masing2 kita mau taat dipimpin Roh yang memadukan kita semua. Jangan berjalan dan bersekutu menurut perasaan hati atau pikiran kita, belajar hidup dipimpin Roh. Kita harus belajar dipadu oleh pimpinan Roh Kudus dalam persekutuan dalam Roh, sehingga bangkit kerjasama dalam Roh yang lebih besar, makin besar, yang akhirnya sampai dalam tubuh Kristus global yang ajaib dalam Wah 12:1.

Apakah kita sudah bisa berjalan dengan iman, itu termasuk berjalan dalam Roh? Belajar, sebab ini sangat penting, seperti orang bisnis harus mengerti komputer sebab dunia tidak bisa lepas dari komputer, sekalipun dalam perang. Dipimpin Roh, berjalan dengan iman itu lebih canggih dari komputerisasi.

 

PROBLEM2 KEUANGAN DAN NAFKAH.

Prinsipnya:

  1. Kita harus bekerja dengan rajin dan baik untuk makan 2Tes 3:10. Jangan malas Ams 6:6,9; 10:4; 13:4; 14:23 dll ada 22 ayat tentang malas dalam Amsal. Orang yang malas itu terlaknat Yer 48:10, Mat 25:26.
  2. Belajar berpada, puas dengan apa yang ada 1Tim 6:8, sambil terus berusaha untuk maju, mendapat lebih, itu masih wajar, tetapi jangan tamak lalu ber-sungut2 kalau belum dapat atau menghalalkan segala cara.
  3. Cari dahulu kerajaan Allah Mat 6:33, sebab sekarang, sudah akhir zaman, dosa terus ber-tambah2 (juga kesucian Wah 22:11) sehingga banyak orang berbuat dosa dan rusak seluruh rumah imannya karena dosa! Kita harus tumbuh, kuat dalam iman supaya tidak jatuh dalam dosa. Juga kejahatan makin bertambah banyak dan ini mempersulit hidup dan nafkah semua orang. Kita harus menghadapinya dengan iman dan kuasa yang sesuai. Kalau Tuhan tetap beserta, kita bisa mengatasinya Pil 4:13, lebih2 dengan hujan Akhir, penyertaan dan pengurapan Tuhan makin limpah. Sekarang kita harus menang, juga atas problem2 keuangan kita dll. Kalau sekarang tidak bisa menang, lebih2 pada hari yang akan datang!

Justru dalam zaman yang makin jahat, kita juga harus makin meningkat dalam kesucian dan kuasa Allah, sebab ini nubuatannya bersamaan untuk menyelesaikan rencana Allah (Wah 22:11). Juga untuk ini Tuhan mencurahkan fasilitas akhir zaman yang limpah untuk memperlengkapi Gereja dalam penamatan rencana Allah yang besar sehingga Gereja mengalami zaman keemasannya Wah 12:1.

  1. Berkat yang ber-beda2, ada yang besar, ada yang kecil, tetapi kasih diantaranya akan makin meningkatdan akhirnya dalam Minggu ke-70 Daniel hidup bersama dalam tubuh Kristus global, seperti dalam Kis 4:44-45; 4:32. Masing2 mendapat dari Tuhan sesuai dengan kemampuannya. Sampai dimana kita bisa dipercaya dan bertanggungjawab, sampai di situ berkat Tuhan diberi dengan limpahnya, sesuai dengan ukuran masing2.Tuhan sanggup memberi kelimpahan Yoh 10:10 tetapi dibatasi oleh kemampuan kita (tidak sampai sombong, ingin puji, salah pakai untuk perkara2 dosa, menguatkan maksud dan rencana yang salah melawan Tuhan dll).

Keadaan Gereja akhir zaman dalam kecukupan jasmani dan rohani, jangan kuatir! Tuhan sanggup memenuhinya sekalipun semua cara hidup sudah rusak oleh dosa dan kejahatan yang terus meningkat.

Jangan kuatir tetapi jangan kelimpahan uang (dll yang fana) jadi tujuan dan kerinduan kita, bisa mata gelap atau buta dan keluar dari persekutuan dalam Roh (tidak sama rohnya seperti Lot dan Abraham) dan mereka berpisah, diseret oleh percintaan uang dan arus dosa yang dahsyat.

III. MENGHADAPI BER-MACAM2 PROBLEM KEUANGAN.

Kalau Tuhan beserta kita, tidak terlalu sulit, sebab apa saja yang kita perbuat dengan penyertaan Tuhan akan jadi, lakukan saja sependapat (yang didapat) tanganmu, TL dan TB, (as occasion serve you, sesuai dengan kesempatan yang melayanimu). 1Sam 10:7, Pil 2:13, Maz 1:3, 2Sam 7:3. Kalau seorang disertai Tuhan itu berarti hubungannya dekat dengan Tuhan. Dengan apa? Dalam kesucian, dalam Firman Tuhan dan doa dalam Roh dll. Kalau ada hal2 yang tidak sesuai, Roh Kudus akan berbicara menegahkannya atau mendorongnya untuk melakukannya (ada orang jual tanah tidak laku2, Tuhan tegahkan lewat beberapa bulan tiba2 laku dengan harga yang sangat tinggi, sehingga bisa beli yang lain lebih banyak). Ingat semua ada waktunya Pkh 12:1. Di dalam Tuhan mungkin saja jadi lebih besar atau amat besar pada waktu yang tepat seperti Yusuf, Daud dll. Biasanya orang yang sanggup menanggung jumlah yang besar itu sudah lulus dalam pengolahan (tahu memegang uang banyak sebab tidak berdosa, tahu memakainya sesuai Firman Tuhan)sehingga tidak jadi mabuk atau jatuh waktu dipercayai jumlah yang besar. Ams 30:8. (Hati2 anak2nya yang belum cukup diolah, cari Tuhan sungguh2).

Jangan ingin lekas2 jadi kaya sehingga tawaran yang luar biasa tetapi tidak masuk akal diambil, kena tipu dan masuk jerat iblis Ams 18:20,22. Ia tidak melihat kebangkrutan/ kerugian menghadang dalam jerat. Kalau dapat uang dengan mudah apalagi banyak, biasanya menjerat. Kalau dari Tuhan itu tetap nomer 2 (nomer 1 adalah hal2 dari Atas) sehingga rela dapat atau tidak Ay 1:21, dan dengan cara yang bersih. Jangan terikat dengan perkara2 yang fana, pakailah seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31.

Orang yang ingin lekas kaya, cinta uang, menyembah mammon akan mudah kena tipu, apalagi kalau umpannya besar. Juga di dalam Gereja orang memanfaatkan kesempatan ini untuk menyuruh menabur se-banyak2nya supaya dapat penuaian yang se-banyak2nya. Dua pihak mencari keuntungan. Rumah Tuhan menjadi tempat  untuk mencari keuntungan Yoh 8:26 sehingga menjadi gua penyamun Mat 21:13. Berilah korban karena kasih kepada Tuhan, dan kasih tidak mengharapkan apa2, betul2 korban. Tetapi Tuhan yang melihat hati yang betul, akan memberi penuaian yang limpah, istimewa kalau bisa dipercaya hal uang. Biasanya orang yang ada kasih Kristus itu juga mau menyangkal diri dan taat. Tetapi orang yang menyembah mammon, menabur banyak karena cinta uang, Tuhan tidak berjanji pada mereka. Ini janji Tuhan untuk orang2 menyembah Tuhan, bukan untuk penyembah berhala mammon. Mereka bisa kecewa. Kadang2 mereka memaksakan mendapat untung dengan segala cara untuk mendapat “penuaian” yang banyak, kadang2 berhasil, kadang2 tidak, kadang2 ditangkap sebab menghalalkan segala cara, setan mengizinkan, tetapi Firman Tuhan tidak mengajarkan begini, bahkan mengingatkan akan datang malapetaka Ams 18:22. Jangan orang beriman berbalik menjadi penyembah berhala, tetapi tetap menyembah Tuhan dan semua yang lain akan ditambahkan pada mereka yang mencari kerajaan Allah dan kebenarannya lebih dahulu.

TEHNIK DAN CARA KERJA / DAGING.

Dengan sendirinya hal ini harus dikuasai secukupnya. Masing2 bidang berbeda satu sama lain, jangan hanya untung2an sekalipun dalam perdagangan banyak spekulasi yang tidak menentu. Sekalipun sudah menguasai cara2nya, tetap minta pimpinan Tuhan, sebab kalau kita jalan dengan Dia, akan ada suara Roh untuk memimpin dan mengarahkan kita. Orang yang tidak punya hubungan dengan Tuhan, suka cari nubuat, kalau tidak ada, cari guamia dan dukun sehingga terjerat keselamatan jiwanya. Kita mengharap Tuhan dengan hidup dalam kesucian, istimewa dibersihkan dari cinta uang 1Yoh 3:2 dan terus minta dipimpin Roh (selalu berdoa dalam Roh dan kebenaran), tetapi cara kerja yang wajar jangan diabaikan.

Dengan pertolongan setan atau dengan kekuatannya sendiri manusia bisa mendapatkan jumlah yang besar2 dalam pekerjaannya, apalagi Tuhan, Dia sanggup menolong kita lebih dari semua penolong yang lain, tetapi prinsipnya berbeda Mat 10:26. Yang penting bukan jumlah besar hal jasmani tetapi hidup yang kekal. Dan ini erat hubungannya dengan dosa dan hidup yang tidak berkenan pada Tuhan, sehingga Tuhan tidak memberi berkatnya, tetapi dari iblis, sekalipun banyak dosa, orang2 masih bisa mendapatkan berkatnya.

Jangan berkecil hati, hadapi semuanya dengan iman. Percaya saja dan tetap berkenan pada Tuhan, sambil terus berdoa senantiasa di dalam Roh. Kita mendapat kuasa dengan doa dalam Roh, dan pengertian dari Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus. Dengan tekun bekerja dan dengan iman hadapi semuanya, tetapi tetap Tuhan nomer 1 supaya jangan akhirnya semuanya sia2.

 

  1. SEBAB2 KESUKARAN.
  2. Dosa. Israel mengalami kesukaran ekonomi yang besar (kelaparan) karena dosa Saul 2Sam 21:1. Sebelum diketahui sebabnya, mereka berusaha mati2an mengatasinya 3 tahun dan gagal. Baru sesudah Daud berdoa dan bertanya pada Tuhan, sebabnya ketahuan. Sesudah dosanya dibereskan, maka dengan sendirinya kesukaran itu bisa diselesaikan dengan mudah. Sebab itu kalau ada dosa atau kesalahan, baik umum, istimewa dalam keuangan, itu perlu dibereskan, sehingga problem jadi mudah diselesaikan dan berkat Tuhan kembali seperti biasanya.

Ada orang tidak peduli sebabnya, yaitudosanya tidak dibereskan, ia berusaha dengan sia2 dan celakanya ber-tambah2 terus.

  1. Ujian. Kalau dengan tulus kita sudah memeriksa diri dan tidak ada dosa 1Yoh 3:21, itu ujian. Tetapi harus dijaga supaya kita lulus. Ujian tingkat tinggi adalah Ayub sampai bangkrut, habis. Tetapi sesudah lulus, ia kembali mendapatkan harta yang habis, bahkan menjadi dua kali ganda. Haraplah pada Tuhan dan minta pimpinan RohNya, jangan bereaksi dosa, tetap percaya Allah itu adil, kasih dan Mahakuasa, kalau kita tetap hidup benar, Ia sanggup menggembalikannya bahkan menambahinya.
  2. Dan lain2. Kalau kita tidak tahu apa sebabnya, hadapi sebagai ujian. Perhatikan supaya keadaan rohani kita baik seperti ligabis bahkan terus meningkat, sebab memang justru Tuhan izinkan ber-macam2 problem ini sebagai pengolahan supaya kita terus meningkat. Biasakan dalam keadaan rohani yang baik, bersedia menghadapi kesukaran2 akhir zaman yang paling dahsyat, sebab ini sangat menguntungkan dan menumbuhkan Gereja, sehingga bisa tumbuh dengan sangat pesat dan mengalami rencana Allah yang paling top yaitu zaman keemasan Gereja Wah 12:1. Jangan ber-sungut2 menghadapi semuanya, tetapi terus menanglah sehingga bisa menjadi lebih dari pemenang Rom 8:37 dan masuk dalam rencana Allah yang indah untuk kekal.

 

KESIMPULAN.

Yang jadi problem umat Tuhan adalah:

  1. Mempertahankan rohani yang sehat dan bertumbuh dalam jalan sempit, ini status yang paling baik untuk segala masa adalah hidup dalam Ruangan Suci, penuh dipimpin Roh dengan 7 KPR. Ini cara bersedia menghadapi akhir zaman yang sudah di muka pintu. Cara hidup seperti ini, jangan disisihkan gara2 problem uang, keluarga, pelayanan atau apapun. Sebab ini dasarnya, dengan demikian kita lekat dengan Tuhan. Untuk mengatasi segala perkara, jaminannya adalah Kristus, tanpa Dia kita tidak bisa menang. Tetapi dengan Dia kita akan berkemenangan dan terus lulus, terus meningkat sehingga makin kuat sehingga masuk dalam golonga tubuh Kristus global.
  2. Bisa hidup berpada, jangan memberhalakan mammon. Mammon harus jadi hamba bukan tuan.
  3. Berjalan dengan iman, jangan takut atau kuatir karena akal, pikiran kita. Minta dari Tuhan jawaban untuk problem yang kita hadapi, kalau sudah yakin katakan dengan iman dan pegang terus. Kalau belum yakin, terus berdoa dalam Roh minta pimpinan Roh Kudus, sampai timbul iman untuk melangkah.Dia pasti akan menolong, kalau itu dalam jatah kita, pasti diberikan. Waktu Tuhan Yesus datang semua tetap bekerja (Luk 17:34-36), tetapi dengan posisi dan sikap ideal dipimpin Roh, pekerjaan itu sekedar fasilitas, tetapi sebab dipimpin Roh hasilnya luar biasa. Mulailah hidup seperti ini.