M3876 – 1Korintus 2:16. Pikiran Kristus Dan Pikiran Manusiawi.

DEFINISI PIKIRAN KRISTUS.

Adalah cara berpikir seperti Kristus yaitu pikiran yang Alkitabiah.

Di dalam dunia pola pikir manusia itu sangat besar bedanya satu sama laindan pikiran itu terus berubah sesuai dengan perubahan zaman, tetapi kebenaran Firman Tuhan itu kekal Luk 21:33, sebab itu pikiran Kristus juga tidak berubah, hanya karena keadaan atau sikon yang berubah maka untuk setiap perubahan kita harus mempunyai jawabannya yang akan menjadi pendirian kita untuk menghadapinya.

Pola pikir seseorang dipengaruhi dan ditentukan oleh banyak faktor, tetapi masing2 yang akan menentukan sendiri2 pola pikir mana yang dipegangnya. Seringkali meskipun sikon dan keadaannya sama, tetapi ternyata pola pikirnya berbedaan dan ini mewarnai cara hidupnya, bahkan menentukan nasibnya untuk di dunia dan kekal.

PERBEDAAN2 POLA PIKIR ORANG BERIMAN.

Seharusnya pola pikir semua orang percaya itu sama yaitu pikiran Kristus dan itu harus sesuai dengan Firman Tuhan di dalam Alkitab. Tetapi karena pengertian Alkitabiah kita dalam proses pertumbuhan dan ber-beda2, maka pikiran Kristus dalam orang2 beriman masih bisa ber-beda2, asal tidak ada perbedaan yang sesat (Tingkat-tingkat Perbedaan Ajaran Alkitab). Misalnya:

  1. Dalam 1 Gereja, kita harus menumbuhkan dan memelihara pola pikiran yang sama yaitu pikiran Kristus 1Kor 1:10, Pil 2:1-3, supaya jangan timbul perbedaan2 dan pertentangan2, sebab ini bisa memicu perpecahan dan perpisahan. Mrk 3:25. Sebab itu harus ada pelajaran Firman Tuhan yang diajarkan baik2 dengan cukup bahkan limpah, supaya semua mempunyai pengertian dan pendirian yang sama, sehingga dengan demikian ada persatuan dan kerjasama yang baik dalam persekutuan tubuh Kristus lokal tsb, sehingga bisa tumbuh dan ber-buah2 bersama.
  2. Juga dalam satu rumah tangga atau keluarga yang sama, anak2 bisa mempunyai pikiran dan pendirian yang berbeda, apalagi kalau sekolahnya (pergaulannya) jauh dari rumah, kemudian berkeluarga, ada banyak hal yang bisa mempengaruhi. Orangtua harus mengajarkan prinsip hidup atau pola pikir yang sama berdasar Firman Tuhan, supaya jangan ada pola pikir dan cara hidup yang bertentangan sehingga mereka terpecah. Suami-istri bisa berbeda seperti Naomi dan Elimelech, juga anak2, sekalipun saudara kembar seperti Yakub dan Esau, pola pikirnya berbeda; Esau yang seorang pemburu banyak terpengaruh dalam pergaulannya. Akibatnya cara hidupnya berbeda dan nasibnya juga berbeda, bahkan sangat besar. Yakub dicintai Tuhan, Esau dibenci, sebab hidup cara duniawi Mal 1:2-3.
  3. Saul, Daud sama2 diurapi oleh Samuel, tetapi pola pikirnya lain bahkan bertentangan dan nasibnya juga berbeda sejauh Surga dan neraka.
  4. 12 pengintai punya latar belakang yang sama, tetapi ternyata mempunyai pikiran dan iman yang berbeda dan nasibnya juga berbeda banyak. Yang 10 celaka, yang 2 beruntung Bil 14:(1-) 37.
  5. Elisa dan 50 murid, gurunya sama yaitu Elia, tetapi pikiran dan tingkat rohaninya berbeda sehingga nasibnya juga berbeda.
  6. Yusuf dan saudara2nya, semuanya punya latar belakang yang sama, bapaknya sama, saudara sekandung, tetapi ternyata cara berpikirnya berbeda, sikap dan tabiatnya berbeda, sehingga hidupnya juga berbeda, maka nasibnya juga berbeda.
  7. Dan lain2. Misalnya Rut dan Orpa, Musa dan Harun, Miryam dll. Kita harus mencamkan bahwaakibat dari perbedaan inipun besar, bahkan kekal.

Pikiran atau pola pikir atau mind set kita, kalau berbeda dengan pikiran Kristus, itu sangat berbahaya, sebab akibatnya besar, sampai kekal. Perbedaan pikiran yang diasah di SD dan S1 bedanya hanya di dunia, tetapi ini, akibatnya sampai kekal.

III. BAGAIMANA BISA MEMILIKI PIKIRAN KRISTUS.

Dengan pikiran Kristus kita bisa berpikir dan bertindak atau hidup seperti Kristus. Ini justru menjadi tujuan kita, bisa menjadi seperti Kristus. Sebab itu perlu sekali memiliki pikiran Kristus. Bagaimana kita bisa mempunyai pikiran Kristus? Kita harus diperbarui dalam roh dan pikiran kita Ef 4:23. Roh kita menjadi baru sama sekali dan seketika pada waktu lahir baru Yoh 3:3,5, 2Kor 5:17, tetapi pikiran kita diperbarui dengan cara percaya dan mengerti kebenaran Firman Tuhan sehingga pikiran dan logika kita diganti dengan kebenaran Firman Tuhan, dan ini suatu proses yang kecepatan dan kelengkapannya tergantung dari masing2 yang mau hidup dipimpin Roh dan bertekun dalam Firman Tuhan.

Jadi untuk mengubah pikiran kita menjadi pikiran Kristus, caranya adalah:

  1. Lahir baru dan untuk selanjutnya tetap hidup suci. Kalau seorang tidak mau melepas dosa dalam seluruh segi hidupnya (dosa apapun), maka pikirannya tidak bisa berubah atau kembali menjadi pikiran daging atau pikiran dunia sebab cinta daging, dunia, uang dll seperti Lot. Orang seperti ini tidak bisa memiliki pikiran Kristus atau pikiran Kristus dalam dirinya tidak tumbuh, tetapi bantut dan rusak.
  2. Terus tekun dalam Firman Tuhan yaitu seluruh Firman Tuhan (Kejadian sampai Wahyu supaya punya terang untuk semua segi hidup kita, punya pikiran Kristus dalam segenap segi hidup) Kis 20:20,27, 1Pet 1:15-16.

Mereka yang mau menerima cinta akan Firman Tuhan dan mau bertekun memberi waktu dan hati untuk terus belajar Firman Tuhan dan melakukannya, maka pikiran kita terus menerus diperbarui menjadi pikiran Kristus,sehingga kita bisa melakukan Firman Tuhan dan Firman Tuhan menjadi daging dalam hidup kita, dengan kata lain kita makin menjadi seperti Kristus Yoh 1:14, Wah 10:10.

  1. Selalu penuh dan dipimpin Roh, maka kita bisa mengerti rahasia Firman Tuhan dan melakukannya. Dengan demikian pikiran Kristus dalam diri kita bisa terus tumbuh dan kita bisa terus menerus hidup dengan pikiran Kristus.
  2. Taat melakukan semua Firman Tuhan yang sudah kita mengerti Pil 3:16, maka pikiran Kristus makin tumbuh dalam segala segi hidup dan makin tajam, makin tepat pengertiannya. Dengan demikian hidup kita bisa makin menjadi seperti Kristus.
  3. Saling menasehati dalam persekutuan tubuh Kristus, istimewa dalam ibadah (yang terus menerus dan limpah mengajar Firman Tuhan dengansistematis dan lengkap) kita terus belajar bersamadan saling mengingatkan, saling mengisi mana2 yang kurang, sehingga boleh makin banyak dan makin cepat berubah sehingga pikiran kita bisa makin penuh seperti Kristus.

FAEDAH MEMILIKI PIKIRAN KRISTUS.

Kalau kita punya pikiran Kristus, kita bisa:

  1. Mendengar suara Roh lebih mudah, sebab bisa membedakannya dari suara kita sendiri dan suara daging, dunia atau iblis. Orang yang tidak bisa membedakan suara Roh dari yang lain sulit untuk bisa mendengar suara Roh.
  2. Kita bisa mempunyai pendirian yang betul dan kuat dalam menghadapi segala perkara (pendirian itu tumbuh kuat kalau kita punya pengertian Firman Tuhan yang betul dan jelas dan mau mentaatinya sungguh2, maka pengertian Firman Tuhan itu menjadi pondasi atau pendirian yang kuat Mat 7:24.
  3. Tidak mudah ditipu iblis. Dalam segi2 hidup dimana pengertian rohani dari Firman Tuhan tidak jelas atau tidak ada, maka akan banyak jadi korban tipu daya iblis sehingga jatuh dalam dosa.
  4. Kita bisa mudah mengambil sikap dan keputusan yang betul sesuai Firman Tuhan, sebab kita mengerti kebenaran Firman Tuhan dengan jelas dan mau taat, sebab punya pikiran Kristus dalam hal2 itu.

Dengan demikian hidup ini akan lebih mudah dipelihara dalam kesucian dan lebih yakin, lebih tepat melakukan kehendak Tuhan sesuai dengan Firman Tuhan.

HAL2 YANG MENGGANGGU ATAU MERUSAK PERTUMBUHAN PIKIRAN KRISTUS.

Sekalipun kita hidup sendirian di dunia seperti Hawa, pikiran Kristus dalam kita masih bisa diganggu, diubahkan (dipengaruhi) dan dirusakkan oleh daging, dunia dan iblis, apalagi hidup dalam pergaulan yang jahat dalam dunia ini, itu bisa banyak mempengaruhi pertumbuhan pikiran Kristus dalam hidup kita! Sebab itu kita harus tetap penuh dan dipimpin Roh serta terus tekun dalam Firman Tuhan dan 7 KPR yang lain. Hal yang bisa mengganggu atau merusakkan adalah:

  1. Lingkungan. Hampir dari segala tempat lingkungan kita bisa mempengaruhi bahkan menipu, menyesatkan sehingga merusakkan pikiran Kristus di dalam kita. Lingkungan itu antara lain: rumah, sekolah, tempat kerja, perkumpulan2 atau club, persahabatan atau komplotan, keluarga atau famili, juga dalam Gereja dengan orang2 yang baik dan yang jahat dan yang dahsyat di akhir zaman ini adalah media internet. Ini bisa banyak mempengaruhi pikiran kita, termasuk pikiran Kristus yang sudah terbentuk. Ini lazim disebut cuci otak dan orang yang mau dicuci otaknya, mau menerimanya akan banyak terpengaruh, bahkan bisa berubah sama sekali. Dalam dunia kita melihat akibat yang besar, sehingga orang itu berubah sama sekali, bahkan orang2 yang berpendidikan tinggi juga bisa dicuci otak apalagi yang fanatik dan kosong hatinya (tidak punya pendirian, jiwanya kosong tidak punya tujuan hidup!), misalnya bom bunuh diri. Biasanya orang tidak mau mati, ini justru mau, karena pikirannya sudah diganti, sudah dicuci.

Pengaruh lingkungan itu bisa besar sekali, yaitu dengan ajaran atau falsafah hidup, contoh2 hidup, iming2 kesukaan dosa dll.Lingkungan itu berisi orang2 tertentu antara lain:

  1. Orang dekat, teman dekat, yang cocok dengan dia, bahkan satu roh (rohnya sama) itu seringkali punya pengaruh yang besar. Sebab itu perlu diperhatikan orang2 dekat dari anak2 atau orang2 yang menjadi beban kita, seringkali pengaruhnya besar, lebih2 yang jahat, apalagi kalau rohnya sama, juga pengaruh dari daging orang itu sendiri (Yoh 3:19 daging itu cocok dengan semua yang gelap), dari dunia dan iblis, ini semua membuat pengaruh yang besar sehingga pikirannya dirusakkan seperti Hawa 2Kor 11:3 dan jadi sia2 Rom 1:21,apalagi kalau hati dan pikirannya tidak dikuasai oleh Roh Kudus Pil 4:7.
  2. Pemimpin2, apalagi yang dihargai, di-puji2, dicintai, itu banyak mempengaruhi dan membentuk pikiran orang2 yang dipimpin, baik pemimpin2 yang baik seperti Daud, Musa, Paulus dll atau pemimpin2 yang jahat seperti Saul, Achab, Yerobeam. Seringkali Gereja dan pemimpin2 itu bisa diumpamakan seperti bus dengan sopirnya, yang membawa seluruh penumpangnya ke tempat yang dikehendaki oleh sopir atau pemimpinnya. Orang yang mempunyaipemimpin seperti Daud itu untung, tetapi orang yang pemimpinnya Saul celaka, sekalipun dijadikan jendral dalam tentaranya atau Mentri dalam pemerintahannya, akan cepat masuk dalam jerat iblis dan binasa kekal.

Bagaimana kita bisa membedakan pemimpin yang benar dan yang jahat? Ini tidak mudah. Terbukti banyak pemimpin jahat itu punya banyak pendukung yang setia seperti Saul, Absalom, Salomo bagian terakhir, Yerobeam, orang2 Parisi apalagi orang2 jahat yang bisa memperkaya dan mengenakkan orang yang mendukungnya, makabanyak pengikutnya. Memang tidak mudah. Untuk bisa memilih pemimpin yang baik perlu:

2.a. Orangnya sendiri harus rohani, rohnya benar, mengerti kebenaran Firman Tuhan. Orang yang rohnya najis, duniawi, lebih cocok dan suka pada pemimpin yang rohnya sama. Sebab itu orang yang tidak bertobat sangat sulit membedakan ataumencari pemimpin yang betul, kecuali ada kerinduan yang sungguh dalam hatinya untuk bertobat dan mencari Tuhan.

2.b. Mengerti kebenaran Firman Tuhan, akan lebih mudah mengenali orang yang betul “menurut Firman Tuhan”. Orang yang tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan, tidak menganggap salah pemimpin yang rohnya sama dan berbuat perkara2 dosa yang sama, sebab itu dianggap biasa, apalagi pemimpin2 itu bisa memberi alasan yang masuk akal dan hadiah seperti Saul!

2.c. Lihat buah2nya Mat 23:23, Ibr 13:7, lebih2 perbuatan pada akhirnya.

2.d. Dengan berdoa 1Pet 4:7, Pil 4:7, maka Roh Kudus yang mengenal hati dan pikiran pemimpin dan Gereja2, akan memimpin kita pada alamat yang betul.

2.e. Waktu. Waktu juga membuktikan seorang pemimpin benar atau tidak. Juga semua yang tersembunyi bisa terbuka oleh waktu, juta tambah lama, tambah kelihatan sesatnya.

Mempunyai pemimpin yang betul itu mutlak perlu, sebab seperti sopir dan bus dengan trayek tertentu, itu mutlak harus diperhatikan sebelum naik bus. Sebab “supir”harus mempertanggungjawabkan keselamatan jiwa2 yang ditanggungnya. Ibr 13:17. Juga waktu berganti pemimpin, keadaan bisa berubah sama sekali. Misalnya teman atau saudaranya, atau anaknya itu bisa sangat berbeda seperti Akhaz dan Hizkia dan Manasye. Gereja di jalan sempit itu “trayeknya” betul, tinggal supirnya, tetapi Gereja di jalan lebar itu trayeknya sudah jelas ke Neraka Mat 7:13-14 (Wah 2-3). Perlu mengenali supir dan bus (trayeknya)

Tentu anggota2 juga harus mendoakan pemimpin2nya 1Tes 5:23 dan jangan dikultuskan atau di-puji2 itu menjeratnya Ams 27:14; 29:5, tetapi doakan seperti Simson (yang mula2 ideal), Daud, Petrus, Paulus dll supaya jangan mereka ditipu iblis dan jatuh (kalau jatuh, iblis dapat supirnya dan satu bus!).

Memang masih mungkin ada sedikit orang “yang lain”, yang se-olah2 tidak kena pengaruh supir dan busnya,seperti dalam Gereja Sardis yang mati masih ada sedikit orang yang menyucikan dirinya Wah 3:4 atau di Pergamus ada satu orang yang setia kepada Tuhan Wah 2:12, tetapi persentasinya sangat kecil sebab orang yang mau tinggal dalam jalan lebar memang arahnya ke neraka. 7000 orang tidak bertelut pada Baal diantara lebih kurang 1,5 juta orang, itu berarti hanya 0,46% Rom 11:4.

  1. Keluarga, apalagi yang terus tinggal bersama, biasanya tabiat turunan dan tabiat bawaan yang jelek itu tetap lekat padanya, kecuali mereka betul2 mau bertobat dan disucikan oleh Firman Tuhan, Roh Kudus dan persekutuan tubuh Kristus yang baik. Perlu ada pendidikan rohani oleh orangtua (atau orang2 yang mula2 percaya) dan contoh hidup, supaya tetap hidup benar supaya pikiran Kristus bertumbuh dengan baik serta dipakai untuk bisa tumbuh seperti Kristus.

Biasanya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, tetapi kalau pribadi anak itu sungguh2 bertobat, ia bisa jadi lebih baik, tetapi seringkali jumlah prosentasinya kecil. Misalnya anak2 Achab dsb. Pengecualian sedikit, misalnya Hizkia adalah anak Akhas yang jahat, tetapi anak Hizkia kembali menjadi jahat (Manasye).

Mengapa begitu? Sebab biasanya Tuhan menurunkan orang dalam orangtua yang sesuai dengan pilihan orang itu sendiri Ef 1:4 (Tuhan tahu lebih dahulu), sebab itu anak yang lahir mati, keselamatannya ditentukan oleh keselamatan orangtuanya 1Kor 7:14. Juga pendidikan yang didapat si anak tergantung dari mutu rohani orangtuanya.

  1. Tergantung dari keadaan orang itu sendiri. Pengaruh lingkungan, orang2 sekitar, dunia, iblis dan dagingnya sendiri itu ada di mana2, dan kapan saja. Semua orang kena pengaruh ini sedikit atau banyak. Tetapi nasib setiap orang tergantung dari keputusan atau pemilihan orang itu sendiri untuk mau percaya, taat dan setia sampai mati. Akhirnya tergantung dari keputusan masing2, ini yang paling utama. Kita harus mengambil keputusan yang betul dan setia sampai mati Luk 12:57, Yus 24:15. Pengaruh lingkungan dan orang2 sekitar kita itu sangat besar, tetapi keputusan sendiri itu yang paling menentukan.

Penjahat yang di salib dengan Putra manusia Yesus, rupa2nya terpengaruh pergaulan yang jahat, sebab pada saat terakhir (Tuhan sudah mengatur sedemikian untuk setiap orang, Ia sanggup melakukannya) ia masih mau bertobat dan selamat Luk 23:43. Tetapi sebab tersesat jadi jahat, meskipun akhirnya ia sempat bertobat, tetapi tinggal sisa2, seperti menerusi api 1Kor 3:15. Juga Naomi, Tuhan melihat ada keinginan untuk bertobat kembali. Tuhan memberi kesempatan dan ia kembali ke Betlehem.

KESIMPULAN.

Miliki pikiran Kristus yang terus bertumbuh dan pakai dalam pimpinan Roh Kudus, Firman Tuhan, persekutuan tubuh Kristus untuk terus tumbuh dalam kesucian, dalam rencana Allah, supaya kita tetap selamat di jalan sempit dan tumbuh terus sampai puncak tertinggi, sebab itu hasilnya untuk kekal.

Nyanyian:

O Tuhan pimpinlah langkahku,

Ku tak brani jalan sendiri.

Serta Hu itulah doaku,

ajarku merendahkan diri.

Menurut FirmanMu tiap hari.

S’lalu dengan pikiran Kristus.

Mencari domba yang sesat,

itulah kerinduan jiwaku.