M3818 – Macam-Macam Cara Kb.

GOLONGAN A: PENCEGAHAN.

Sel telur yang telah matang masuk dalam kandungan dan karena tidak dibuahi, sebab masih gadis, lalu sel telur itu mati, ini adalah wajar, sama sekali bukan dosa. Jadi sel2 sperma dan sel telur pada bujang, itu dibiarkan sampai mati adalah wajar. Begitupula dalam suami-istri, sel2 itu tidak bertemu dan karena itu mati, itu wajar, bukan dosa. Juga kalau sudah terjadi pembuahan tetapi gugur sendiri, itu juga bukan dosa. Tetapi kalau sesudah terjadi pembuahan lalu sengaja dikeluarkan, sengaja digugurkan, itu pembunuhan, dosa pembunuh! Sebab itu kalau sel2 itu dicegah tidak sampai bertemu, masih belum dosa. Inilah cara2 pencegahan dalam KB.

Dalam kewajiban seperti Onan dalam Wasiat Lama itu jadi dosa tetapi dalam Wasiat Baru tidak ada kewajiban seperti Onan secara jasmani, sebab itu menjadi dosa perzinaan (2Kor 3:14). Sebab itu pencegahan dengan sengaja antara sel telur dan sel suami bukan dosa, tidak termasuk dosa Onan bagi Wasiat Baru.

Jadi mencegah bertemunya spermatozoa (sel suami) dengan ovum (sel istri) sehingga tidak terjadi pembuahan, belum dosa. Termasuk dalam golongan ini:

  1. Pantang berkala, cara Onan, pil yang berbusa, pasta, kertas yang diberi obat, diafragma, kondom dll. Cara-cara ini kurang berhasil.
  2. Pantang mutlak, pil-pil yang diminum, injeksi, sterilisasi dll. Cara-cara ini pada umumnya berhasil dengan baik.

A.1. PANTANG BERKALA

Prinsip pantang berkala adalah tidak melakukan hubungan suami-istri pada masa subur. Untuk menentukan masa subur (bisa ditanayakn pada dokter, klinik KB yang ada. Cara ini banyak gagalnya, sebab kebanyakan istri tidak teratur haidnya).

A.2. OBAT SPERMATISID

Preparat spermatisid terdiri atas 2 komponen, yaitu bahan kimia yang mematikan sperma (biasanya nonilfenoksi polietanol), dan medium yang dipakai berupa tablet busa, krim atau agar. Memang ada sedikit perbedaan antara membiarkannya mati dan dimatikan. Sel2 itu belum ada rohnya, hanya sel2 yang hidup (tubuh+nyawa) seperti membunuh semut (tubuh dan nyawa) tidak ada rohnya. Sebab itu golongan ini masih belum sampai berdosa.

A.3. DIAFRAGMA DAN KONDOM

Diafragma untuk istri, kondom untuk suami, prinsipnya sama, pencegahan. tentang macam dan tehniknya bisa ditanyakan pada dokter dan klinik KB.

A.4. DENGAN HORMON.

Kita bisa mempengaruhi cyclus haid dengan hormon (dengan pil atau suntikan) sehingga tidak ada sel telur yang matang dan tidak ada pembuahan sehingga tidak bisa terjadi kehamilan. Cara2 ini harus dengan pemeriksaan dokter sebab mungkin ada yang tidak tahan memakai hormon.

GOLONGAN B: PEMBUNUHAN

ABORSI.

  1. APAKAH ABORSI ITU DOSA?

(Untuk pembahasan yang lengkap lihat buku: “Aborsi” oleh Pdt. Jusuf BS).

Bolehkah aborsi untuk orang Kristen? Ini akan terjawab bila kita dapat menjawab 2 pertanyaan ini.

– Apakah janin itu manusia penuh?

– Umur berapa janin bernyawa?

– Bila manusia penuh, maka aborsi itu berdosa.

– Bila janin sejak konsepsi sudah punya roh, maka apapun tindakan kita dalam umur berapapun itu dosa.

  1. ABORSI DALAM FIRMAN TUHAN.

– Waktu Elisabeth bertemu dengan Maria, lalu Maria memberi salam pada Elizabet, maka janin Yohanes Pembaptis melonjak saat itu dan Elisabeth penuh dengan Roh Kudus. Luk 1:41-42. Lalu Elizabeth berkata, ibu tuhanku datang kepadaku. Ini berarti janin dalam rahim Maria sudah dihitung sebagai manusia penuh (Luk 1:43). Pada waktu itu janin dalam rahim Maria baru berumur 1 atau 2 hari, tetapi itu sudah dihitung sebagai manusia penuh, sudah hidup, ada rohnya, sekalipun tubuhnya belum lengkap.

Allah menghargai secara penuh.

– Dari contoh Yohanes Pembaptis ini, kita dapat melihat bahwa Allah menghargai janin yang berusia baru 1 atau 2 hari sebagai manusia penuh, dalam hubungannya dengan rencana untuk pribadi-pribadi dan janin lainnya.

Disini kita melihat penghargaan yang luar biasa bagi janin tersebut.

Cara2 aborsi: Bayi dibunuh / dihancurkan, bila ukurannya lebih besar maka dipotong dulu dan kemudian dikeluarkan. Kalau ukurannya masih kecil, langsung dihisab dengan alat, maka selesailah pembunuhan itu.

Beberapa Firman Tuhan yang berkaitan erat dengan Aborsi sebagai berikut:

Hukum yang ke 6 dari 10 Perintah Allah, yang berbunyi jangan membunuh (Keluaran 20:13).

– Dalam suatu pembunuhan pasti ada akibatnya, yaitu neraka (Wahyu 22:15)

– Karena hak untuk mematikan atau menghidupkan hanya pada Allah, manusia tidak boleh mengambil alih hak tersebut (1Sam 2:6).

– Kita dipilih Allah di dalam Kristus untuk dikuduskan sebelum dunia ini jadi Ef 1:4, berarti orang yang ada dalam rahim itu sudah merupakan rencana Allah; apakah kita boleh menghancurkan rencana Allah? Itu merusakkan rencana Allah yiatu membunuhnya!

Kesimpulan kita:

– Sejak Zygote sudah menjadi manusia penuh dan ada rohnya.

– Aborsi adalah pembunuhan.

  1. DARI SEGI DUNIA

Dalam dunia kita juga mengenal hal-hal yang melarang aborsi tersebut.

Dari segi Biologis:

Sejak zygote sudah ada tanda-tanda kehidupan dimana janin bernapas dan tumbuh. Bagaimana  pribadi janin ini pada waktu itu sudah nyata, lahir batin, itu sudah pasti dan sudah ditentukan saat mulai menjadi zygote; misalnya bentuk rambut, wajah, golongan darah, dll, juga sifat-sifat Genetis lainnya sudah pasti. Ia kelak mempunyai kepribadian sendiri yang berbeda dengan orang tuanya, walaupun ada hal-hal yang mirip, sudah punya pola pribadinya sendiri. Secara biologis, zygote itu sudah merupakan suatu mahluk tertentu yang pasti dan jelas.

Dalam Etika Medik:

Dikenal sumpah/janji Bapak kedokteran Modern, Hippocrates, dan ini juga menjadi sumpah jabatan dokter Indonesia yang berbunyi “Saya menghormati setiap Insan mulai dari masa pembuahan“. Setiap dokter yang lulus harus melakukan janji atau sumpah tersebut. Ini menandakan bahwa dunia juga mempunyai suatu hukum yang sama, yaitu sejak zygote, seorang manusia tertentu telah ada.

Dalam Etika Hukum:

Adanya KUHP yang mengatur hukum-hukum mengenai aborsi, sebab dalam hukum di Indonesia, menggugurkan itu suatu kejahatan, dan mereka yang melakukannya dihukum seperti orang yang membunuhnya.

  1. MACAM-MACAM ABORSI.

– Dapat Spontan, artinya memang terjadi tanpa ada usaha-usaha dari ibu dan orang-orang lain, tidak disengaja.

– Ada pula yang dilakukan dengan disengaja, dimana hal ini juga dibagi dua:

Kriminal, berarti mengugurkan dengan alasan-alasan apapun itu tindakan kejahatan.

Therapeuticum, dilakukan dengan maksud untuk menolong ibu dan atau anak yang dalam keadaan berbahaya. Di hadapan Tuhan ini tetap berarti pembunuhan.

  1. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

Alat ini berfungsi mencegah zygoot yang sudah terjadi untuk bisa masuk ke dalam ondometrium rahim, sehingga gugur. Kalau tidak ada AKDR, zygoot itu menjadi janin dan si istri hamil.

Jadi ini tergolong pengguguran atau pembunuhan.

  1. SEGI-SEGI LAIN YANG PERLU DIPERHATIKAN (HATI-HATI).

Apakah tubuh kita milik kita sendiri? Tubuh kita ini telah ditebus oleh darah Kristus, jadi kita tidak berhak berbuat sekehendak diri kita dengan tubuh ini (1 Korintus 3:16; 6:19).

– Mengorbankan anak untuk menyelamatkan nyawa ibu? Kita tidak boleh melakukan sesuatu yang kita anggap baik dengan menghalalkan segala cara yang melanggar Firman Tuhan. (Titus 1:16; Roma 1:18; 1 Yoh 1:5). Melakukan aborsi untuk menyelamatkan ibu tetap tidak dibenarkan. Kalau sesuatu terjadi, itu semua bukan kebetulan, dan ada dalam rencana dan pengetahuan Tuhan.

Akibat perkosaan? Sesuatu yang sangat sulit, tetapi ada banyak contoh yang terjadi. Salah satunya seorang gadis yang diperkosa seorang pemuda berandal sehingga hamil serta melahirkan seorang anak yang dinamai Etel Waters, yang menjadi singer terkenal dari Billy Graham Team. Dalam Matius 10:30-31, semua ada dalam perhitungan Tuhan. Sekalipun hasil perkosaan, tetap tidak boleh dibunuh.

Anak yang tak dikehendaki. Ini menimbulkan kebencian dan sesuatu kebencian adalah akar pembunuhan (1Yohanes 3:15).

Bagaimanapun juga, meskipun anak itu tidak dikehendaki, tidak boleh dibunuh!

Anak cacat. (zaman sekarang, sebelum lahir sudah bisa diketahui bahwa anak itu cacat). Banyak orang cacat yang justru jadi berkat, seperti Bethoven, Bach, Hellen Keller, dll. Setiap orang walaupun cacat mempunyai hak hidup (Yohanes 9:1-3; 1 Samuel 2:6), tidak boleh dibunuh. Perhatikan, perkiraan cacat sebelum lahir, tidak 100 % benar, sering juga ada salah perkiraan.

Ekonomi lemah. Bukan alasan kalau ekonomi lemah lalu aborsi. Kalau memang sudah hamil, percaya janji Tuhan dalam Matius 6:33, dengan iman. Allah sanggup mengadakan apa yang tidak ada dan yang tidak mungkin ada. Mencegah boleh tetapi membunuh tidak boleh.

Terlambat Bulan. Jangan mempunyai dalih terlambat bulan, padahal ada maksud menggugurkan dengan minum obat / jamu terlambat bulan, sebab biasanya terlambat bulan berarti hamil apalagi kalau ia sudah berhubungan kelamin; seringkali dalam hatinya ada suara yang melarangnya. Jangan padamkan suara Roh (1 Tesalonika 5:19). Dengar baik2 suara Roh dan taat, bertobat, jangan membunuh (Wahyu 2:7a).

Cara2 aborsi itu ber-macam2, ada yang dibuat sendiri (lompat2, naik kuda dll supaya gugur) atau dengan obat2 datang haid (peluntur), jamu2, dll) atau dengan occultisme, atau oleh dokter, atau dengan cara apapun untuk menggugurkan janin, semua itu adalah dosa pembunuhan, pasti dihukum Tuhan Wah 22:15.

GOLONGAN C: STERILISASI

* APA ?

Di sini dikerjakan tindakan-tindakan Medis pada seseorang (laki-laki atau perempuan) sehingga ia tidak mungkin lagi mempunyai keturunan. Bedanya dengan dikebirikan ialah pada pengebirian bukan saja tidak lagi mungkin mempunyai turunan, tetapi sifat2 sebagai laki2/perempuan hilang, tidak lagi ada nafsu2 sex.

Dalam cara2 sterilisasi yang sekarang ini, sekalipun disteril, naluri sex masih bekerja seperti biasa, karena produksi hormon2 sex tidak terganggu dalam sterilisasi ini.

Tubektomi pada wanita dan vasektomi pada pria adalah tindakan pada kedua saluran telur wanita atau saluran bibit pria yang mengakibatkan orang/ pasangan yang bersangkutan tidak akan mendapat keturunan lagi. Kontrasepsi ini hanya dipakai untuk jangka panjang, walaupun kadang-kadang masih dapat dipulihkan kembali seperti semula.

Ini bisa dilakukan pada si suami atau si istri. Mana lebih baik, memang ada untung ruginya, sebab bisa disalahgunakan juga.

* APA BOLEH ?

  1. Di sini jelas satu fungsi tubuh dibuang. Tetapi dalam Mat 19:12 ternyata toh diizinkan karena Kerajaan Sorga. Mat 19:12.

Karena Kerajaan Sorga itu berarti:

  1. Dalam kesucian.
  2. Diizinkan Tuhan (harus bertanya dahulu kepada Tuhan)
  3. Untuk maksud-maksud yang baik, bukan yang hina/ rendah.

Tentu tidak boleh untuk maksud-maksud percabulan/ zinah (sehingga bisa bebas berzina dalam pekerjaan atau rekreasinya), dan lain-lain maksud yang dosa.Tetapi kalau diperlukan (misalnya sudah terlalu banyak anak, sudah cukup berumur atau karena penyakit2 tertentu) dan dengan maksud yang baik, bukan ke luar dari nikah yang kudus, itu masih diizinkan berdasar ayat ini.

  1. Sekalipun karena Kerajaan Sorga hal ini tidak dilarang, tetapi sebaiknya setiap pasang suami-istri bertanya-tanya kepada Tuhan lebih dahulu sebagaimana lazimnya adat orang-orang suci 1Taw 16:11; Maz 24:6.

Kalau sudah dilakukan sterilisasi, kalau lain kali menyesal, lalu ingin mendapatkan anak lagi, biasanya sudah tidak mungkin lagi mendapat anak. (Ada perkecualian, tetapi sedikit saja).

KESIMPULAN:

Keluarga Berencana

  1. Diantara suami-istri sendiri.
  2. Tanpa pengguguran (membunuh sejak zygote) dan cara-cara yang bertentangan dengan Firman Tuhan.
  3. Dengan sebab, maksud dan tujuan yang baik.
  4. Dan yakin bahwa rencananya secara pribadi diperkenan Tuhan.
  5. Tidaklah bertentangan dengan Firman Tuhan.

Bertanya-tanyalah kepada Tuhan, apakah Tuhan menghendaki orang-orang milikNya untuk ber- KB dan cara-cara manakah yang secara pribadi tidak bertentangan dengan kehendakNya. Orang-orang beriman dapat menerima prinsip-prinsip golongan A dan C.

Untuk perincian cara-cara KB yang lengkap dan jelas masing-masing pasangan suami-istri dapat bertanya-tanya kepada dokter atau klinik-klinik KB setempat.

GOLONGAN D : LAIN-LAIN.

INSEMINASI, BAYI TABUNG, DAN LAIN-LAIN.

PRINSIP:

Cara2 ini adalah pembuahan sel telur oleh sel mani dari suami sendiri yang dilakukan diluar proses hubungan suami istri yang biasa, kemudian zygot itu ditanamkan kembali dalam rahim ibunya, bukan dengan maksud pembunuhan, termasuk dari zygoot.

1Sam 2:6, hak untuk hidup dan mati itu di Tangan Tuhan, bukan dalam tangan manusia sekalipun oleh dirinya sendiri. Melanggar ini pasti tidak memperkenankan Tuhan dan karena itu pasti ada perhitungannya/ hukumannya, sebab ini seperti dosa pembunuhan.

 

  1. Hak menghidupkan : Ternyata manusia boleh ikut menentukan timbulnya suatu kehidupan yaitu dengan menikah lalu suami istri itu berhubungan maka mereka mendapat anak. Kalau mereka tidak menghendaki anak, mereka berpantang (atau cara-cara lain). Hal-hal ini diperkenankan Tuhan. Kej 30: 16.
  2. Hak untuk mematikan: Sepenuhnya ada dalam tangan Tuhan. Kita harus hati-hati supaya jangan seorangpun berani menentukan matinya seseorang sebab itu berarti membunuh dan melanggar hukum Tuhan, misalnya eutana-sia, itu melawan hukum Tuhan.

Catatan:

Inseminasi dan bayi tabung dengan donor bukan suami-istri sendiri berarti perzinahan dan anak itu lahir tanpa proses hubungan suami-istri yang biasa (yang bukan hanya berarti untuk produksi anak, tetapi pernyataan kasih yang suci didalam “sedaging”).

Selain itu ada lagi penyalahgunaan “teknologi modern ini” manusia dapat mempermainkan timbulnya kehidupan sesuka hati sendiri, sekalipun Tuhan yang berkuasa di atas semuanya.

Kalau disalah gunakan,   sulit menunjukkan kesalahannya, maka lebih baik hal ini belum dipakai dengan rutin.

Orang-orang beriman yang belum mempunyai anak dan ingin mendapat anak, lebih baik berdoa kepada Tuhan seperti Hana. Kalau tidak dapat, pasti ada sebabnya dan kalau suami-istri itu berkenan kepada Tuhan maka pasti Rum 8:28 berlaku atas mereka.

BAYI TABUNG.

PRINSIP BAYI TABUNG.

Pembuahan in vivo: Pembuahan terjadi di dalam tubuh, yaitu peleburan antara sel telur dan sperma.

Pembuahan in vitro: Pembuahan terjadi di luar tubuh dalam penjelasan selanjutnya disingkat sebagai PIV. PIV ini adalah prinsip bayi tabung.

 

  1. TEHNIK BAYI TABUNG.
  2. Sel telur diambil dari kandung telur istri.
  3. Sperma diambil dari suami.
  4. Sel telur dan sperma dilebur jadi satu di laboratorium.
  5. Hasil pembuahan dimasukkan kembali ke dalam rahim istri.
  6. Selanjutnya seperti kehamilan biasa.

Masalah:

  1. Sel telur yang diambil tidak hanya 1, tetapi lebih dari 10.
  2. Hasil pembuahan bisa lebih dari 1, sedangkan yang dimasukkan kembali ke dalam rahim istri hanya 4, sisa pembuahan dibuang atau dimusnahkan ini adalah suatu pengguguran atau dosa pembunuhan. (Kel 20:13)

GOLONGAN E: SUAMI ISTRI YANG MANDUL.

PENDAHULUAN

Salah satu hal yang diharapkan oleh pasangan suami istri dalam pernikahannya adalah memiliki anak. Banyak pasangan dikaruniai anak dalam  pernikahannya, tetapi sebagian lagi tidak dikaruniai anak atau mandul selama pernikahannya.

Berbagai usaha dilakukan untuk memperoleh anak, yaitu melalui cara-cara medis dari yang paling sederhana sampai cara-cara yang mutakhir dengan teknologi tinggi, bahkan orang2 dunia juga memakai kuasa gelap (occultisme). Bagaimana pandangan Alkitab me-ngenai usaha-usaha di atas perlu dikaji dan diselidiki dengan seksama dan sungguh – sungguh supaya setiap pasangan yang sedang berusaha untuk memiliki anak tidak melakukan kesalahan dengan mengikuti cara-cara apapun yang bertentangan dengan Firman Tuhan.

Apabila Tuhan mengaruniakan anak, pasti Dia sanggup. Sebab itu pengharapan kita terutama harus ditujukan kepada Tuhan saja. Manusia dengan segala kemampuannya yang hebat itu tetap terbatas, sebaliknya kuasa Allah tidak terbatas.Tidak ada perkara yang mustahil bagi Allah, seperti perbuatan tanganNya yang ajaibyang telah dilakukanNya kepada Abraham dan Sarah, hal itupun dapat dialami oleh setiap orang yang sungguh – sunguh percaya dan berharap sepenuhnya kepada Allah.

Setiap  pasangan suami istri yang sedang berusaha untuk mendapatkan anak, perlu ingat bahwa tujuan pernikahan adalah kasih, saling mengasihi, bukanlah semata-mata untuk memperoleh anak. Karena ada pasangan suami istri yang diijinkan Allah untuk tidak memiliki anak untuk  tujuan yang jauh lebih indah sebagai bagian dari rencana Allah yang istimewa dalam kehidupannya. Kepuasan dan kebahagiaan hidup pernikahan bukanlah semata-mata karena adanya anak dalam rumah tangga, tetapi karena ada Kristus dalam hati kita, seperti lagu yang berbunyi: ” ku sungguh puas, puas dengan Yesus…….”.

MANDUL SECARA ROHANI

Apa yang dimaksud mandul secara rohani ?

Ialah orang yang tidak berbuah-buah atau tidak memenangkan jiwa untuk Tuhan. Arti kata berbuah-buah yaitu suatu hasil yang didapatkan secara terus menerus sepanjang kehidupan kita, berbuah tetap (Yoh 15:16) bukan hanya memenangkan 1 atau 2 jiwa lalu berhenti. Bila secara jasmani orang memiliki anak 1 atau 2 sudah cukup, tetapi secara rohani tidak cukup.

Memenangkan jiwa bukan hanya ditujukan kepada orang yang belum mengenal Tuhan saja, tetapi juga orang-orang yang sudah masuk iman tetapi undur dari padaNya atau juga menguatkan iman orang yang lemah secara rohani, karena bila tidak ditolong orang-orang ini bisa masuk  dalam kebinasaan.

Apa akibatnya bila orang mandul secara rohani?        Yesus adalah pokok dan kita adalah carangnya / rantingnya, bila ranting tidak meng-hasilkan buah, maka akan dipotong  (Yoh 15:2) dan dibuang ke dalam api (Luk 3:9).

Orang yang tidak berbuah- buah menunjukkan bahwa ia sebagai carang yang tidak lekat dengan pokok (Yesus Kristus) artinya tidak tinggal di dalam Kristus (Yoh 15:4). Pada saat mengalami kesusahan kita lekat dengan Tuhan di dalam doa dan membaca Firman Tuhan. Tetapi disaat lain kita sedang senang dan keberkatan, kita meninggalkan Tuhan dan keluar dari hadiratNya. Yoh 15:4.

Tuhan menghendaki setiap anak-anakNya terus bertumbuh sampai pada kesempurnaan (Mat 5:48) . Disamping itu salah satu hal yang sangat penting yang Allah kehendaki dari hidup kita adalah supaya manusia berbuah-buah bagi Tuhan artinya kita harus membawa jiwa-jiwa sebanyak-banyaknya untuk datang kepada Tuhan, ini kerinduan Tuhan. 2Pet 3:9.

Contoh: Kehidupan Petrus, walaupun ia seorang nelayan yang tidak memiliki  kepandaian maupun pendidikan yang tinggi, tetapi pada saat ia menyerahkan hatinya sepenuh untuk menjadi alat  bagi Allah, maka Tuhan bisa memakainya untuk menjadi saluran berkat dan memenangkan banyak jiwa, seperti yang Tuhan katakan “kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat 4:19/ Mark 1:19).

 

HIDUP DALAM KEMANDULAN.

Wasiat lama: Suami istri yang mandul merupakan suatu aib yang memalukan, sering dianggap akibat dosa dan kutukan dari Allah. Luk 1:25.

Wasiat baru:  Suami istri yang mandul bukanlah  suatu  kebetulan  karena Tuhan mempunyai maksud dan rencana yang indah. Kemandulan akibat dosa juga masih bisa terjadi.

Bagaimana seharusnya sikap suami istri:

  1. Periksa diri, mengapa Tuhan mengizinkannya. Mungkin karena dosa, juga bukan karena dosa, tetapi karena ada maksud2 tertentu yang baik dari Tuhan seperti Elizabet, Hanna.
  2. Mengucapkan syukur senantiasa. (1Tes 5:18) dan bersukacita.
  3. Bertekunlah dalam doa supaya kita mengetahui rencana Tuhan (1Tes 5:17)
  4. Ber-biak2lah secara rohani, ini tugas semua orang beriman. Jadilah orang tua bagi anak-anak rohani yang dimenangkan, bimbing, dan gembalakanlah seperti Paulus memiliki banyak anak rohani, mereka saling mengasihi. (1 Kor 4:15-17).
  5. Jangan susah, minder atau sedih, itu merupakan reaksi orang- orang dunia yang tidak mengenal akan rencana Tuhan (Pil 4:4).

Tiada anak asal banyak buah bagi Tuhan itu lebih indah untuk kekal.  Tidak mempunyai anak bukan berarti hidup gagal dan tidak punya tujuan hidup, itu pikiran yang salah. Tuhan tetap mempunyai rencana yang indah, bahkan Tuhan bisa memakai suami istri yang mandul mempunyai anak-anak rohani dan punya andil yang penting dalam pekerjaan Tuhan Yesus. Untuk orang yang tidak menikah pun Tuhan mempunyai rencana yang indah-indah seperti Yes 54:1, apalagi yang menikah meskipun mandul, itu rencana Allah bagi dua orang yang menjadi satu, sebab itu jangan minder tetapi bergairah hidup bagi Tuhan dan menangkan banyak jiwa-jiwa miliki banyak anak-anak rohani didalam Tuhan. Juga masa depan bukan dalam tangan anak (tidak mempunyai anak bukannya tidak mempunyai jami-nan masa depan), juga bukan dengan tangan kita sendiri, tetapi dengan iman dalam tangan Tuhan!

  1. Lakukanlah kehendak Tuhan se-penuh-penuhnya segenap hati kita, maka kita akan melihat kemuliaan Allah dalam hidup kita dan semakin menyadari arti kehidupan ini (Maz 1:1-3).
  2. Kesimpulan.
  3. Tujuan pernikahan adalah untuk bertumbuh dalam kasih, bukan semata-mata untuk mendapat anak. Tuhan mempunyai rencana yang paling indah dalam pernikahan (Pkh 4:12) walaupun tanpa dikaru-niai anak.
  4. Kemandulan bukan berarti pernikahan yang gagal, tetapi di-izinkan Tuhan karena ada suatu maksud tertentu.
  5. Usaha mendapatkan anak yang diijinkan/ diperbolehkan menurut terang Firman Tuhan adalah :

* Berharap dan memohon kepada Tuhan (yang terutama)

* Adopsi/ mengangkat anak.

* Inseminasi buatan

* bayi tabung (bila tidak ada hasil pembuahan yang dibuang atau dimusnahkan).

  1. Usaha mendapat anak yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan (Mz 139:13; Ys 49:1)

* Berharap kepada segala bentuk perdukunan atau okultisme.