M3801 – Imamat 24:1-4. Membawa Minyak Zaitun.

IM 24:1. TUJUAN FIRMAN TUHAN KEPADA MUSA.

Supaya Kemah Suci (Tabernakel) bisa berjalan dengan semestinya, terus ada terang dalam Kemah, maka Tuhan memberi perintah ini kepada Musa untuk diperintahkan kepada bangsa Israel. Supaya ada terang dalam kemah dari Pelita2 di atas kaki pelita emas murni. Ini yang normal yang betul. Begitu juga dalam setiap ibadah atau perkumpulan kita untuk beribadah kepada Tuhan, harus ada terang Allah di dalamnya yaitu pekerjaan Roh Kudus sehingga setiap ibadah itu memperkenankan Allah dan jadi berkat yang besar bagi setiap orang yang datang berbakti, setiap kali. Sebab itu kita harus memperhatikan ayat2 ini, supaya kita taat dan diberkati dengan karya Roh Kudus yang luar biasa yang sudah disediakan bagi setiap umat Tuhan.

IM 24:2. MINYAK ZAITUN MURNI, DITUMBUK SUPAYA TERANG.

Perintahkanlah bangsa Israel.

Setiap orang beriman yang ingin memperkenankan Allah dan mau datang berbakti dengan betul, harus memperhatikan dan mentaati ayat2 ini supaya Roh Kudus bisa bekerja di tengah2 kita dan memberkati kita semua sesuai dengan kehendak dan kerinduan Tuhan. Jangan membuat persiapan menurut diri kita sendiri. Persiapan pribadi boleh asal tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, tetapi yang penting bagi ibadah kita, setiap orang Israel yang datang ke bait Allah harus membawa minyak zaitun.

Supaya mereka membawakan bagimu, minyak zaitun.

Arti minyak.

Minyak menceritakan tentang pengurapan Roh Kudus 1Sam 16:13. Lebih2 untuk kita sekarang. Roh Kudus sudah diutus datang ke dunia masuk dan tinggal dalam orang2 beriman Yoh 14:16. Roh Kudus zaman sekarang, bukan saja datang untukhinggap setiap kali seperti pada Simson, tetapi terus tinggal di dalam kita sampai selamanya!

Jadi minyak menceritakan tentang Roh Kudus yang diberikan pada kitauntuk penerangan, supaya lampu2 itu menyala terus menerus. Nyalanya itu adalah pekerjaan Roh Kudus dalam kebaktian atau pertemuan orang2 beriman sehingga ada:

  1. Hadirat Tuhan.
  2. Kegerakan rohani oleh Roh Kudus sehingga Firman Tuhan terbuka dan bisa dimengerti untuk ditaati. Perlu pengurapan atas pengkhotbah dan atas setiap orang yang mendengar supaya bisa mengerti dan bisamenerapkannya untuk masing2 sendiri. Sebab Roh Kudus yang membuka pikiran kita 1Kor 2:10 dan membawa kita kepada segala kebenaran Yoh 16:13.
  3. Kalau Roh Kudus bekerja, orang2 dijamah sehingga dosa dilepaskan (seperti Kis 2:37). Juga kasih Allah memenuhi hati umat Tuhan, sehingga ada pengampunan, 1Tes 5:13 dan tidak lagi ada kebencian dan JMPE (Jengkel, Mangkel, Pegel, Emosi) dan terjadi persekutuan bukan perpecahan (1Yoh 1:7 dalam kesucian dan kasih Ef 4:15) maka akan ada persekutuan yang manis dalam Roh Roh Ef 4:13, 1Kor 13:13, bukan sekedar akrab dan rukun, cara manusiawi, tetapi karena Roh Kudus turun mengurapi dan bekerja dalam persekutuan dan kebaktian itu Maz 133:1-3 (minyak mengalir dari kepala Harun dan terus turun ke bawah). Sehingga ada sukacita dari Roh Kudus misalnya dalam Kis 2:13 ini kesukaan dari Roh Kudus Rom 14:17, Luk 10:26. Kesukaan ibadah kita bukan dari gedung, hiasan, hadiah, makan minum, tari2an (kecuali menari dalam Roh, kebebasan dalam Roh 2Kor 3:17), musik yang ber-lebih2 dan nyanyian2 bintang penyanyi dll. Gereja berbeda dengan gedung pertunjukan sebab ada kesukaan dalam Roh sehingga orang2 makin dikuatkan Neh 8:11 atau yang berdosa bertobat, yang sakit disembuhkan, yang putus asa bangun kembali dengan segar, bisa mengerti Firman Tuhan dan taat dengan sukacita dst. Ini bait Allah, bukan restoran, pesta pernikahan atau gedung pertunjukan. Seringkali supaya meriah dan menarik banyak orang, dibuat acara dan dekorasi seperti tempat2 keramaian duniawi, itu bukan kehendak Tuhan. Gereja dan ibadah adalah tempat Tuhan turun dan bekerja, sehingga orang mengerti Firman Tuhan, penuh Roh Kudus, sukacita dari Roh, ada kasih dan persekutuan dll hasil pekerjaan Roh Kudus!

Ini harus diperintahkan pada setiap anggota sidang. Jangan makin ber-lomba2 secara duniawi dengan cara2 manusiawi, cara2 jalan lebar tetapi cara2 ilahi di jalan sempit.

Beginilah kalau Pelita itu menyala dengan minyak yang dibawa oleh seluruh bangsa Israel. Pekerjaan Roh Kudus itu indah, ada sukacita dan kasih Kristus mengikat semuanya (termasuk pengampunan sebab kasih 1Pet 4:8. Kalau ibu bapa mengampuni anak2nya, itu sisa2 kemuliaan Allah dalam manusia berdosa Rom 3:23 KJI, apalagi kalau penuh dengan kasih ilahi, lebih indah dan heran). Ini yang normal yang diharapkan Tuhan terjadi dalam orang2 dan Gereja2 jalan sempit, bukan kemewahan dan kemeriahan duniawi atau kemeriahan jalan lebar dalam Gereja!

Murni.

Tidak boleh ada campuran, harus minyak zaitun murni. Tidak boleh dicampur dosa, Roh Kudus atau Roh Suci sangat tertib dalam kesucian.

  1. Tidak tercampur dosa. Kadang2 orang mencampur kepenuhan Roh Kudus, penyembahan dengan bahasa lidah dengan dosa2 yang biasa dalam dunia, seperti iri, benci, jengkel, zina, percabulan, sombong, jemawa, cinta uang, occultisme dll. Mata Roh Kudus sangat tajam melihat dosa sebab Dia Allah yang maha kuasa, maha suci. Sebab itu Ia tidak mau bercampur dengan dosa apapun. Ingat MAK DSS (Suci di Manapun, dalam hal Apapun, Kapanpun, baik Dahulu {yang sudah lalu} maupun Sekarang dalam hati, juga sampai Se-lama2nya {yang akan datang} semua harus dalam kesucian). Ini bukan hanya waktu minum Perjamuan Suci, tetapi setiap hari kita harus belajar selalu berjalan dalam Roh seperti ligabis jangan seperti ligabo yang seringkali kembali dalam dosa sehingga ligabo ditolak dari Surga Mat 25:11-13. Sebab itu kita harus membawa minyak pengurapan Roh Kudus, kepenuhan dan penyembahan dalam Roh dengan murni, jangan ada campuran dosa2, baik antara suami istri, anak orangtua, menantu mertua, saudara2 dalam keluarga dan seiman dll. Semua harus beres. Bawa minyak yang murni. Tuhan tahu kalau kita murni atau tidak, dalam kesucian atau tercemar sedikit atau banyak dosa, harus bersih dari dosa Pkh 10:1.

Kita harus bisa membedakan cara, bentuk dan arah dari ibadah dalam bait Allah kita sesuai dengan kehendak Tuhan. Jangankebisingan jalan lebar dan dunia  “dinyalakan” dalam Gereja, tetapi menyala dengan minyak Roh Kudus dari Surga! Kemeriahan dan kemewahan dunia itu tidak membedakan antara dosa dan kesucian, tetapi minyak zaitun, pekerjaan Roh Kudus itu ketat sekali membedakan antara dosa dan kesucian, kehendak Allah dan kehendak daging atau kehendak sendiri, sangat tegas dan keras. Lebih kuat Roh Kudus bekerjaseperti dalam Hujan akhir dalam Minggu ke-70 Daniel, lebih keras hukuman atas setiap dosa dan kesalahan 2Kor 10:6, sangat tertib Kis 5:1-12. Jangan menunggu Hujan akhir yang tertib itu, tetapi menertibkan diri kita sendiri dalam pimpinan dan pertolongan Roh Kudus.

  1. Jangan ada hal2 kedagingan dan keduniawian. Kita harus berjalan dalam Roh, dipimpin Roh bukan dipimpin daging. Belajar terus dipimpin Roh. Jangan menuruti daging yang membusukkan pengurapan dengan sedikit lalat kecil (1 kaleng minyak wangi bisa dibuang karena 1 lalat kecil!). Seorang yang mula2indah, bisa jadi busuk karena dimulai oleh 1 dosa kecil masuk dalam hatinya dan tidak dibersihkan! Buang setiap dosa, sekalipun kecil dan sudah “biasa” ada pada banyak orang beriman, tetapi tidak biasa bagi Roh Kudus bahkan sangat jahat di hadapan Roh Allah yang maha suci. Jangan pelayanan kita karena uang, karena puji, karena keinginan orang muda2 (2Tim 2:22) tetapi karena Kristus.

Tuhan menekankan pada Musa, jangan bawa minyak zaitun campuran, tetapi yang murni! Kalau kita kerja di dunia memang cari untung, cari uang, kalau tidak ada untung ya ditinggalkan dan cari proyek2 yang menghasilkan keuntungan, itu betul, tidak salah, bukan dosa tetapi jangan cinta uang. Cari uang dalam pekerjaan tetapi bukan cinta uang, kita harus bisa berpada. Apa bedanya? Kalau cinta uang, dalam mencari uang berani menghalalkan segala cara, dosa apapun bisa dilakukan,sebab ini cinta uang. 1Tim 6:9-10. Tetapi kalau cari uang dengan berpada, tidak mau menghalalkan segala cara, tetapi harus cerdik, lihai seperti ular (sebab dunia ini jahat, licin dan cerdik) tetapi tetap tulus seperti merpati Mat 10:16. Minta hikmat dan kuasa Allah. Juga dalam kesucian nikah dan bujang, pikiran ini dijaga terus dalam kesucian, jangan sampai kemasukan dosa perzinaan Mat 5:28. Bisa? Kalau mau, maka dengan Firman dan pengurapan Roh Kudus bisa! Juga dengan bantuan tubuh Kristus. Roh Kudus bisa menyucikan kita dan terus tumbuh dalam gunung kesucian sampai puncak seperti Kristus, Terus Meningkat Sampai Puncak. Jangan menuruti daging, tidak mau kalah, ingin jadi lebih besar lalu tersinggung itu tidak murni, campuran seperti murid2 Tuhan sebelum “direparasi” Tuhan. Mrk 9:34, Luk 9:46. Karena terus ber-bantah2, mereka lalu bertanya pada Tuhan, siapa yang lebih besar, merekatidak malu, tidak merasa salah padahal blunder besar Mat 18:1. Orang yang ingin jadi besar itu sangat kecil, sebab sudah direndahkan di hadapan Tuhan Mat 23:12. Jangan ada kedagingan dalam pengurapan atau ibadah kita, harus dipimpin Roh dengan murni, tidak campur kedagingan.

  1. Api Roh Kudus, bukan api yang lain. Im 10:1. Biar kita menyala dengan api Roh Kudus yang murni Rom 12:11. Me-nyala2 dalam Roh dan melayani Tuhan dengan tulus dalam kesucian. Jangan seperti Nadab dan Abihu yang dengan seenaknya mengambil api yang lain. Di dalam dunia ada banyak api yang lain, yang bisa menyala lebih besar dari api orang beriman. Misalnya karena uang, obat bius, kedudukan, perzinaan, pikiran sia2 bahkan sekedar iseng bisa me-nyala2 sampai mati! Nadab dan Abihu dibinasakan Tuhan, sebab ini perkara yang jahat sekali di hadapan Tuhan. Im 10:2. Sebab itu api politik tidak boleh masuk dalam Gereja, tetapi juga api mammon, popularitas, api perzinaan, api setan dll. Api cinta uang makin lama makin kuat dalam akhir zaman ini dan ini yang masuk dalam Yudas sampai jadi Antikris pertama. Yudas ter-bakar2 dan me-nyala2 karena uang Luk 22:3.

Yang ditumbuk.

Buah Zaitun kalau ditumbuk akan mengeluarkan minyak. Tidak bisa satu kali tumbuk saja, lebih banyak ditumbuk, lebih banyak minyak yang keluar. Orang2 yang penuh dan dipimpin Roh harus belajar tahan uji, masuk dalam pengolahan supaya minyak zaitun itu mengalir lebih banyak dalam dirinya. Semua mengalami pengolahan supaya minyaknya makin limpah, misalnya Yusuf, Daud, Abraham, Ishak, Yacob dll. Mengapa terjadi kelaparan pada zaman Abraham dan Sarah mandul, itu semua bukan kebetulan. Bagi Allah yang maha kuasa membuang hal2 itu sangat mudah, tetapi mengapa Dia membiarkan problem2 menghantam orang2 pilihanNya? Untuk pengolahan! Dalam hal2 ini tampak kekurangan2 mereka. Kalau mereka mau berubah, maka tabiat yang baru, kekuatan ilahi, iman, pengharapan, kasih, istimewa pengurapan Roh Kudus itu akan makin limpah muncul dalam pengolahan yang kadang2 sangat berat ini. Sebab Yusuf menang atau lulus dalam ujian, ia tetap suci, rendah hati, jujur, taat, takut akan Tuhan dst, maka Roh Kudus bisa bekerja lebih banyak dan lebih nyata dalam dirinya. Inilah minyak zaitun yang ditumbuk oleh pengolahan itu sehingga minyak itu mengalir lebih banyak dalam hidup orang2 yang menang dalam ujiannya itu!

Coba Yusuf berzina dengan istri Potifar, atau benci dengan saudara2nya dan dendam atau mencuri uang Potifar maka Roh Kudus tidak bisa bekerja dalam hidupnya dan tidak ada api yang menyala dalam dirinya, pelitanya padam, rencana Allah dalam hidupnya batal sebab tidak ada minyak, karena hidup menuruti daging dan hawa nafsunya. Untung Yusuf mau ditumbuk, tetap suci sehingga lulus, sehingga banyak minyak mengalir keluar dan dalam pimpinan dan pengurapan Roh Kudus, rencana Allah yang sudah dibuatkan, boleh jadi dengan se-penuh2nya dalam hidupnya, luar biasa. Inilah kehendak dan rencana Tuhan, supaya kita rajin berbakti dengan membawa minyak zaitun yang murni dan ditumbuk.

IM 24:3. DI DEPAN TABUT, DALAM RUANGAN SUCI.

Di luar Tirai (Tabut) perjanjian dalam Kemah perhimpunan.

Perjanjian itu adalah dua Loh batu berisi perjanjian Tuhan Kel 25:21, sebab itu Peti itu disebut Tabut Perjanjian. Kel 25:22; 26:33,34. Pelita, juga Mezbah Dupa ada di depannya dan itu berarti dalam Ruangan Suci Kel 40:5. Semua ini dilakukan dalam kesucian dipimpin Roh dalam Ruangan Suci, baru semua ini jadi dengan indah dan heran.

Maka hendaklah Harun mengaturnya dari petang sampai pagi di hadapan Tuhan senantiasa.

Hari2 ini bertambah gelap menjelang kedatangan Tuhan Yes 21:12. Pelita2 itu sudah harus menyala! Kalau kita tidak menyala seperti ligabis, tidak akan tahan dan akan tertinggal. Sebab itu kita sudah harus menyala. Datanglah setiap kali dengan membawa minyak zaitun yang murni ditumbuk, sehingga Roh Kudus menyala dalam setiap ibadah kita. Memang tidak ditentukan berapa jumlah minyak yang harus dibawa setiap orang/ keluarga. Pasti tidak sama.  Ada yang kurang, ada  yang banyak, tetapi ber-sama2 itu saling melengkapi, maka pelita itu menyala untuk semuanya sehingga bisa tumbuh dan ber-buah2bersama. Tentu jangan terus kurang seperti ligabo, akan tertinggal, tetapi meningkatlah seperti ligabis sehingga bisa ikut pengangkatan!

Ini harus menjadi ketetapan untuk se-lama2nya dalam turunanmu.

Ini jadi ketetapan. Tanpa menyala, tanpa pekerjaan Roh Kudus, bait suci tidak bisa berjalan semestinya, tidak ada Allah diantara orang Israel, mereka akan mati oleh segala macam sebab yang sudah mengincarnya. Tanpa Allah mengantar, orang Israel tidak mungkin bisa ke Kanaan. Mereka dimakan panas dingin padang gurun, dirampas dan dibinasakan musuh (seperti Amalek dll), belum segala penyakit dan bala dalam perjalanan, bahkan tanpa apa2pun 2 juta orang ini akan mati sendiri di padang gurun (seperti tuduhan orang Israel kepada Tuhan Kel 16:3, Ul 9:28). Tetapi kalau peraturan ini dipegang maka terang Allah akan menyala dan Israel akan bisa maju terus sampai masuk Kanaan.

IM 24:4. KAKI PELITA DI HADAPAN TUHAN.

 

Ia akan mengatur lampu2 itu di atas kaki pelita yang murni yang di hadapan Tuhan se-lama2nya.

Pelita itu kita yang mengatur, mau menyala atau padam, memang kita harus mengambil keputusan untuk menjadi ligabis atau ligabo atau tidak menyala sama sekali. Berbahagialah yang mau menjadi ligabis, ia akan senang dan bahagia se-lama2nya di dunia sampai Surga.

 

Nyanyian:

Bawa minyak sertamu, ke bait Alah.

Buah Zaitun ditumbuk, minyak yang murni.

Supaya pelitanya terus menyala.

Roh Kudus kan bekerja dalam stiap orang.

 

Yesus datang giranglah, Dia datang segra

Siuman dan berdoa, tetap berjaga.

Isi minyak lampumu, tunggu Tuhanmu.

Yesus datang giranglah, Dia datang segra