M3791 – 2 Korintus 5:7. Hidup Dengan Iman

I. 2Kor 5:7. BERJALAN DENGAN IMAN, BUKAN DENGAN PENGLIHATAN.
Cara hidup orang Kristen adalah dengan iman bukan dengan penglihatan. Cara orang biasa adalah dengan penglihatan dan akal. Kita melihat, mengambil kesimpulan, lalu mengambil keputusan dan bertindak dengan akal berdasar fakta2 yang kita lihat. Ini cara hidup orang biasa. Ini jauh lebih baik daripada ngawur, tidak berdasar fakta tetapi berdasar lamunan kosong, akibatnya bisa kacau dan rugi dalam se-gala2nya. Tetapi orang beriman berjalan dengan iman, artinya taat akan Firman Tuhan. Dengan yakin hidup menurut Firman Tuhan. Misalnya berpegang pada Mat 6:33. Kita mencari kerajaan Surga dan kebenaranNya, sampai hidup kita benar2 dalam kebenaran Allah dan tekun terus mencari perkara2 Surga dari Atas Kol 3:1-3. Misalnya hidup suci, ibadah, pikul salib supaya bisa taat akan Firman Tuhan dst, itu semua dengan iman dan minta pimpinan Roh Kudus. Kita tetap bekerja dengan baik, dengan jujur, rajin, benar dst, tetapi kita berharap pada pertolongan dan kemurahan Tuhan dan kita yakin Tuhan akan menambahkan segala keperluan kita jasmani dan rohani. Kadang2 ada kesukaran, kita berdoa dan minta pimpinan Tuhan dan tetap yakin Tuhan akan menolong kita, menambahkan segala yang kita butuhkan.
II. IBR 11:1.
A. IMAN ADALAH PERWUJUDAN DARI BARANG YANG DIHARAPKAN
Apa yang kita harapkan? Janji-janji Firman Tuhan!
Iman bukan mengharapkan dengan liar semau kita, segala angan2 atau kehendak kita sendiri tetapi hanya janji-janji Tuhan untuk umatNya yang tertulis dalam Firman Tuhan. Kita memegang janji-janji Tuhan itu dengan memegang syarat2nya, maka apa yang dijanjikan Firman Tuhan, akan berwujud, akan jadi dan kita memperoleh janji-janji Tuhan yang sudah kita harapkan itu menjadi kenyataan. Kita pegang janji Tuhan bahwa kita merdeka dari dosa sesudah lahir baru Yoh 8:36. Kita pegang syaratnya yaitu menyangkal diri, pikul salib, supaya kita tidak menuruti daging untuk berbuat dosa lagi, tetapi melakukan kehendak Roh yaitu menurut Firman Tuhan, hidup dalam kesucian, maka kita akan bisa hidup suci, merdeka dari dosa dan ikatan2nya dan mengalami akibatnya yang begitu limpah dan mewah yaitu sejahtera, sukacita, benar dihadapan Tuhan, disertai Tuhan dalam jalanNya dan mengalami rencana2 Tuhan yang indah, menjadi kekuatan, tidak lemah, penuh pengurapan, karunia2 dan buah Roh dll. Begitu banyak hasilnya bagi orang yang mau hidup suci terus, yang tidak melakukan kehendak daging tetapi kehendak Roh, sangat indah dan sukacita, sebab bisa tinggal dalam hadiratNya Maz 16:11. Hidup suci itu hidup indah dan mewah cara rohani di hadapan Allah. Bukan berarti mewah, kaya cara jasmani, sebab bukan itu ciri2 hidup orang beriman, tetapi bisa berpada 1Tim 6:8, bisa miskin bisa kaya tidak ber-sungut2 Pil 4:11, tetapi teruspuas dan sukacita; tetapi kalau bijak dipimpin Roh dan bisa tahan diberkati dengan uangatau harta, Tuhan sanggup menambahkan tanpa batas seperti Yusuf budak yang hanya berharga 20 keping perak menjadi kaya raya dan berkedudukan tinggi tetapi meskipun begitu heran, tetap tidak berdosa, tidak sombong, tidak hidup menurut daging ataukehendaknya sendiri tetapi selalu menurut Firman Tuhan.
Memang ada orang beriman yang dari keluarga kaya, tetapi itu hanya sementara, bisa saja ia jadi miskin kalau tidak taat dan tinggal dalam Tuhan, sebab Tuhan yang menentukan kaya miskinnya 1Sam 2:7. Hiduplah dalam kesucian dengan iman, itu sangat jewawa dan indah di hadapan Tuhan;pegang janji-janjiNya, semua dalam kesucian atau tetap dalam jalan Tuhan (jalan sempit) maka janji-janji yang kita pegang akan terwujud.
 
B. KEYAKINAN DARI ORANG-ORANG YANG TIDAK TAMPAK.
Kita membutuhkan banyak hal untuk hidup, misalnya kesembuhan. Kita yakin Tuhan pasti sembuhkan kita seperti anak ia yakin bahwa ia pasti dapat roti dari ibu bapaknya Mat 15:26. Kita harus tetap tinggal dalam Kristus seperti carang dalam Pokok. Yoh 15:5, maka kesembuhan yang belum tampak itu akan jadi tampak sebab iman. Iman itu mengubah janji-janji Allah yang belum tampak (bukan pikiran, angan2 atau kehendak kita tetapi janji-janji Allah) menjadi tampak, sampai kita sembuh. Sebab itu pegang janji Firman Tuhan yang belum tampak, tetapi juga tetap tinggal dalam Kristus dan terus bersyukur seperti sudah menerimanya. Iman yang betul itu akan melahirkan perbuatan atau kata2 iman. Rom 10:8, Yak 2:17,20.
Kadang2 ada tenggang waktu antara kata2 iman yang kita katakan sampai yang belum tampak jadi tampak. Tenggang waktu itu bisa cepat (seperti orang lumpuh yang disembuhkan Tuhan Mat 9:2) bisa lebih lama (seperti orang kusta yang disembuhkan, waktu berjalan pulang, baru sembuh Luk 17:14). Abraham dapat janji Tuhan untuk menjadi bapak bangsa yang besar, tetapi janji-janji Tuhan itu, tidak tampak bahkan ia dan istrinya sudah tidak mungkin beranak lagi, tetapi ia tetap percaya akan janji Tuhan yang heran Rom 4:19-21. Waktu ia menerima janji dalam Kej 12:2 sampai janji itu nyata dalam Kej 21:2-3 itu butuh waktu kira2 25 tahun, tetapi Abraham tetap percaya dan akhirnya apa yang dijanjikan itu menjadi kenyataan.
Makin lama menunggu, makin berat pengolahan itu, tetapi iman jadi makin besar dan kuat seperti Abraham yang menjadi bapak iman. Jangan ber-sungut2, tetap percaya, kalau harus menunggu lebih lama, tetap percaya dan tunggu sampai janji Tuhan jadi nyata Maz 25:3.
Dalam waktu menunggu yang lama itu Sarah sudah keluar dari iman dan memakai kekuatannya sendiri, se-olah2 berhasil tetapi itu anak daging. Yang betul adalah Ishak, adalah anak perjanjian Gal 4:23-29. Jangan berhasil dengan daging, cara2 manusiawi bahkan cara2 dosa, menghalalkan segala cara tetapi tetap dalam kesucian dipimpin Roh, hidup dan berusaha di dalam kebenaran. Sebab itu tidak kebetulan, Tuhan tidak lupa, tetapi ini sudah dihitung untuk pengolahan kita dengan menunggu lebih lama, dan terus menunggu dalam Roh dengan iman, bukan menghalalkan segala cara dengan cara2 daging, orang yang menghalalkan segala cara, akibatnya akan kacau dan timbul banyak problem dan kepahitan.
Biasanya dalam masa menunggu itu timbul:
1. Tanda tanya, mengapa Tuhan belum mewujudkan janji-janjiNya, mengapa belum kelihatan. Seringkali kita tidak mengerti mengapa, tetapi tetap pegang janji Tuhan dan syarat2Nya, percaya, Tuhan pasti menggenapi janjiNya.
2. Timbul banyak alternatif lain yang lebih cocok dan enak menurut daging, disodorkan pada kita.
Yusuf waktu menunggu janji Tuhan, diajak jalan pintas dengan istri Potifar, ia bisa langsung senang dan mengalami hal2 indah menurut daging,tetapi itu jalan gelap, menurut daging, jalan dosa. Untung Yusuf menolak, Yudas berpikir Tuhan Yesus akan menjadi orang masyur, orang besar dan tentunya orang besar juga kaya dan ia akan juga kaya. (Ibu dari Yohanes dan Yakobus berpikir Tuhan Yesus jadi orang besar dan ia minta supaya anak2nya dijadikan mentri2Nya, orang besar juga). Semua mau jadi asisten orang besar, ikut terus, tetapi itu pikiran daging. Kadang2 ada panah berapi dari iblis untuk mengajak, mengambil jalan pintas. Akhirnya Yudas mengambil jalan pintas, sebab sudah menunggu selama 3,5 belum dapat apa2. Kalau kerja biasa, gaji 3,5 thn = 42 bulan, sudah banyak sekali, sekarang ikut Tuhan Yesus tidak dapat apa2, sebab itu ia mengambil keputusan (menurut daging) untuk mengambiljalan pintas, dapat 30 keping perak, lumayan untuk yang pertama. Judas tidak berjalan dengan iman, tidak punya tujuan yang betul dan akhirnya di dalam tangan iblis ia binasa. Sabar menunggu tetapi tetap percaya. Kalau belum yakin berdoa dan baca Firman Tuhan  yang kita pegang ber-ulang2 pasti jadi.
3. Kita tidak tahu cara atau jalan Tuhan, untuk mewujudkan, menjadikan janji-janji Tuhan, sebab itu percaya saja, dan taat akan jalan Tuhan. Naaman berpikir, Elisa akan keluar dan mendoakan dia lalu sembuh, sebab itu waktu disuruh mandi di kali Yordan yang kotor itu ia marah!
Seringkali kita tidak tahu bagaimana caranya iman itu bekerja sampai janji-janji itu nyata, tetapi yang pasti, janji Tuha, akan jadi, baik sembuh, nafkah, tertolong dll.
Waktu Naaman mau berubah, menurut perintah Elisa, maka ia mendapat janji Tuhan dan sembuh dalam sungai yang dihinanya.
Israel tidak tahu bagaimana cara lepas dari “kutuk Haman”. Diapakan ancaman maut ini, harus dihadapi dengan cara apa? Mereka tidak melihat jalan tetapi Mordekhai dan Ester percaya akan janji Tuhan, mereka tetap percaya dan berdoa puasa beserta orang-orang Israel, meskipun tidak tahu bagaimana cara Tuhan menolong, mereka percaya saja, semua janji Allah pasti jadi. Ternyata caranya ber-liku2, Haman digantung, keluar keputusan baru dari raja, Israel boleh membinasakan musuh2nyasebelum hari maut itu dan pada hari maut itu, semua pelaku2nya sudah mati, orang-orang Yahudi bebas.
 
III. Mat 8:13. SAMA SEPERTI YANG KAMU PERCAYA, JADILAH BAGIMU.
Apa yang kita imani, itu menjadi kenyataan, sesuai dengan iman kita! Iman perwira ini ternyata besar. Orang yang sungguh2 percaya dan harap pada Tuhan, imannya bisa tumbuh besar, padahal ia bukan orang Israel. Mat 8:10. Tidak sulit mempunyai iman yang besar asal kita mau percaya lebih dari akal dan penglihatan kita Tuhan yang menolong! Memang iman itu bukan ukuran orang besar, orang pintar, orang kaya tetapi ini ukuran ilahi dari Tuhan. Kalau orang itu sungguh2 mau percaya, Tuhan akan memberi iman yang lebih besar kepadanya. Ada orang pintar, besar, kaya, terhormat tetapi tidak punya iman, tetapi Lazarus imannya lebih besar sekalipun ia pengemis. Ia tidak ber-sungut2 sekalipun sangat2 miskin, tetapi bersyukur dansungguh2 percaya dan berharap Tuhan.
Orang yang berkenan pada Tuhan dan mau mencari Tuhan akan punya iman yang bisa bertumbuh jadi besar. Memang ada ber-macam2 ukuran iman. Ada iman yang kecil Mat 8:26,10, ada yang besar, ada iman yang sempurna Yak 2:22. Iman itu bisa ditumbuhkan!
Murid2 Tuhan ketakutan, sebab menurut Tuhan iman mereka kecil Mat 8:26. Tetapi perwira itu tidak takut dan tidak ragu2, ia yakin dan ber-kata2 dengan iman, tegas seperti sudah menerima sebab imannya besar Mat 8:10. Sebab itu jangan punya iman yang kecil tetapi yang makin besar, bertumbuh!
Bagaimana kita bisa menumbuhkan iman kita? Iman datang dari pendengaran, yaitu pendengaran akan Firman Tuhan Rom 10:17. Sebab itu kalau kita ingin iman yang lebih besar, kita perlu tiga hal yaitu:
1. Kita mau, rindu dan mau mencocokkan hidup kita pada Tuhan, mau hidup benar, berkenan pada Tuhan Maz 119:9. Mau percaya dan mencocokkan hidupnya dengan Tuhan. Kalau seorang cocok dengan dunia atau iblis, ia tidak mendapat apa2 dari Tuhan. Tetapi kalau kita mau dicocokkan dengan Firman Tuhan, kita akan mendapatkan iman yang bertumbuh makin besar. Jangan hidup dalam dosa atau jalan lebar, belajar cocok dengan Tuhan yaitu cocok dengan Firman Tuhan.
2. Suka dengar Firman Tuhan, lebih banyak lagi, makin banyak dan limpah, sebab Firman Tuhan itu benih2 iman. Limpah Firman Tuhan, kita punya calon2 iman yang limpah. Orang yang bosan, benci Firman Tuhan, sulit punya iman, hidupnya hanya dengan akal, pikiran dan menghinakan iman dari Tuhan. Seperti panglima raja tidak bisa menerima kata2 iman Elisa dan ia menghinakan janji-janji Elisa yang dari Tuhan 2Raj 7:1-2. Elisa menunjukkan bahwa orang yang tidak punya iman hanya dapat sesuai dengan akalnya dan menurut akalnya mereka pasti mati, tidak mungkin hidup; panglima itu berkata: kalau Tuhan membuat jendela di langit baru janji Elisa bisa jadi.  Panglima itu sekalipun orang besar, tetapi tidak punya iman, ia yakin janji Elisa itu omong kosong, sia2, tidak ada pertolongan, pasti mati dan jadilah seperti imannya, ia mati, sesuai dengan pikirannya. Jangan berjalan dengan pikiran, akal dan fakta, tetapi dengan iman 2Kor 5:7, sebab kita menerima dari Tuhan sesuai dengan iman kita.
Sebab itu jangan menghina Firman Tuhan, itu sumber iman supaya jangan celaka. Orang Israel di padang gurun juga menghina Firman Tuhan, mereka akan pasti mati dengan akalnya dan mereka betul2 mati cocok dengan akalnya Bil 14:28. Mereka betul2 mengalami sesuai dengan kata2 keyakinannya Bil 14:2,3. Sebab itu cocokkan diri dengan Tuhan, percayalah akan Firman Tuhan dan perhatikan baik-baik, jangan menghinakan Firman Tuhan. Jangan Firman Tuhan ditimbang dengan akal kita yang terbatas, tetapi percayalah!
3. Berdoalah supaya Roh Kudus menggodok benih2 Firman Tuhan ini menjadi iman yang nyata dan terus tumbuh .
2Kor 3:6. Huruf2 yang “mati” (belum ada kenyataannya) itu jadi “hidup” (nyata, tampak, terwujud) oleh pekerjaan Roh Kudus. Sebab itu berdoalah terus dalam Roh Kudus dan kebenaran. Tekun berdoa dan meng-ulang2 janji Firman Tuhan supaya Firman Tuhan jadi hidup, sehingga janji-janjiNya jadi terwujud dan tampak. Kalau iman kita tumbuh makin besar, kita akan menerima makin banyak sesuai dengan iman kita!
 
IV. MRK 9:23. JIKALAU ENGKAU BISA PERCAYA, SEGALA SESUATU BISA JADI BAGI ORANG YANG PERCAYA.
Yang dimaksud dengan segala sesuatu disini, itu bukan menurut pikiran dan kehendak kita, bisa kecewa. Apalagi mengharapkan dari ketamakan, kesombongan atau kedagingan kita, tidak akan jadi dan bisa menghojat Tuhan seperti Ny. Ayub yang mengharapkan menurut kehendak dan kemauannya sendiri, tidak bisa! Tuhan tidak berjanji untuk membuat kehendak atau mimpi kita jadi. Tuhan tidak menjanjikan hal itu apalagi mimpi2 kedagingan dan kejemawaan, tetapi Tuhan menjanjikan FirmanNya yang jadi, tidak mustahil Luk 1:37 termasuk bisa hidup suci, makin berubah dan tumbuh seperti Kristus, sampai masuk dalam Surga yang mulia kekal.
Ini yang dijanjikan Tuhan, bukan jadi konglomerat, raja yang besar. Tuhan memang berjanji membuatkan rencana yang terbesar bagi masing-masing kita, janji kelas I kalau kita memenuhi syaratnya dan taat dalam jalannya, berubah seperti Dia. Yusuf melakukannya dan ia jadi sangat besar. Tetapi kalau tidak bisa jadi kaya ya jadi Lazarus. Mat 16:26. Kalau tidak bisa jadi direktur ya jadi opas, tetapi masuk Surga dan mulia sesuai dengan tingkat rohaninya pada akhir hidup. Tingkat rohani opas bisa jauh lebih tinggi dari direktur yang tidak bertobat, sama2 percaya Tuhan tetapi tingkat Petrus jauh lebih tinggi dari orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang tidak bertobat.
Tidak ada yang mustahil bagi orang yang bisa percaya. Percaya saja, semua pasti jadi, yaitu janji-janji Firman Tuhan dalam hidup kita, bagi keluarga dan Gereja kita kalau kita bisa percaya dan dicocokkan dengan Firman Tuhan yang kita cintai dan terus bertekun berdoa dalam Roh dan kebenaran. Hadapi semua problem2 kita, cari janji-janji Tuhan yang sesuai dengan kebutuhan kita dan pegang janji itu baik-baik, penuhi syarat2nya. Bagi orang yang cinta Firman Tuhan, apalagi suka menyimpan Firman Tuhan dalam hatinya Maz 119:11. Tidak sulit mencari janji-janji Firman Tuhan, berdoa maka Roh Kudus akan mengingatkan ayat2, janji Tuhan yang tepat Yoh 14:26 (bisa juga tanya pada saudara2 seiman dan gembala2, lebih2 yang dipimpin Roh) pegang baik-baik, pasti jadi. Dengan iman hadapi semua perkara berdasar janji-janji Firman Tuhan maka janji-janji Firman Tuhan pasti terwujud, pasti jadi, pasti nyata kelihatan, supaya kita bisa terus melanjutkan hidup dengan iman, bukan hanya berdasarkan fakta, akal dan pikiran kita sendiri. Jangan iman kecil dan luntur, tetapi tumbuhlah makin besar, sebab kita menerima, sesuai dengan iman kita.
 
Nyanyian:
Dengan imanku
kuhadapi semua