M3752 – 1Korintus 11:1. Pertumbuhan, Kunci Hidup Sukses

1KORINTUS 11:1. PERTUMBUHAN, KUNCI HIDUP SUKSES.
I. KUNCI HIDUP SUKSES.
Baik sukses jasmani dan rohani semua sangat membutuhkan pertumbuhan.
Kalau seorang SECARA JASMANI ingin hidup sukses dan indah, maka orangtuanya akan mendorong anaknya tumbuh secara jasmani juga pengetahuannya. Pertumbuhan ini sangat lama, tetapi sebab semua orang mengerti, maka hampir semua orang sabar + tekun menjalaninya. Bayangkan untuk bisa jadi orang dewasa dengan pengetahuan, pengertian dan akal sehat yang cukup, dibutuhkan sekolah di TK, SD, SMP, SMA, Fakultas dan ini membutuhkan waktu minimum 18-20 tahun. Ternyata semua orang mau dan tekun, bahkan pemerintah berusaha menyediakan sekolah gratis.
Begitu juga SECARA ROHANI, kalau kita ingin hidup yang sukses dalam hal rohani di dunia sampai kekal di Surga, harus mau tekun, harus tumbuh dalam rohani sampai menjadi seperti Kristus dan waktunya cukup lama! Tumbuh itu tidak bisa dalam satu tahun! Tumbuh itu bisa dikatakan sangat lambat atau paling lambat! Kalau si anak sendiri dan orangtuanya (ini faktor paling penting yang membantu si anak untuk tumbuh) tidak peduli dan tidak mau memberi waktu untuk tumbuh, maka semuanya akan gagal dan bahkan celaka! Juga dalam Gereja, pemimpin yang sadar akan mengusahakan pertumbuhan domba-dombanya, tetapi biasanya domba-dombanya, anggota Gereja tidak merasa perlu untuk tumbuh, pokoknya hati mereka bisa sejahtera dan sukacita, keberkatan, masuk Surga sudah cukup. Tetapi semua pemimpin2 harus mengusahakan pertumbuhan domba-domba Tuhan, ini prioritas, penting! Bagi setiap orang percaya yang menjadi anak Allah Yoh 1:12, dibuatkan rencana top yang terbaik di dunia sampai kekal (misalnya rencana dalam mimpi Yusuf) dan Allah tidak membedakan orang Rom 2:4; Rencana itu baru jadi kalau rohani kita tumbuh dengan betul dalam Tuhan. Pertumbuhan rohani mutlak perlu meskipun makan waktu lama dan harus tekun seperti Yusuf, Daud dll.
Waktu yang lama diperlukan untuk pertumbuhan. Untuk apa?
1. Untuk bisa hidup suci, mahir pikul salib.
2. Mahir dipimpin Roh dan melakukan kehendak Allah. 3. Untuk belajar Firman Tuhan dan mentaatiNya. Usahakan membaca (lebih baik lagi: belajar), buat catatan-catatan, apalagi dengan komputer lebih mudah, kalau bisa satu Alkitab per tahun (1 Alpet). Dan 1 per 1 dipraktekkan Pil 3:16.
4. Bisa berdoa, bisa menyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran dan dalam puji2an bersama,
5. Bisa tekun beribadah dengan sukacita,
6. Bisa bersekutu dalam Kristus, tidak menyendiri. Ini butuh waktu cukup banyak.
7. Belajar tumbuh dalam pelayanan, dari tidak bisa sampai berbuah-buah lebat.
Kita perlu bertekun dalam waktu yang lama dalam 7 KPR ini untuk pertumbuhan. Seperti carang yang lekat di Pokok, maka carang itu akan tetap segar, hidup dan terus tumbuh, bersemi, keluar daun, bunga dan akhirnya berbuah-buah.
Makin lama kita tumbuh, kita akan bisa melakukan hal-hal yang makin indah di hadapan Tuhan dan tentunya juga punya efek dalam hidup se-hari2.
 
II. PRINSIP PERTUMBUHAN : SALIB. 2Kor 4:17.
Kalau kita mau hidup sesuai Firman Tuhan, dalam kesucian, melakukan kehendak Allah (Mat 7:21) kita akan mengalami bermacam-macam penderitaan untuk daging. Kadang-kadang berupa aniaya dan penderitaan seperti zaman rasul2. Meskipun tidak ada aniaya seperti itu tetapi orang beriman tetap mengalami penderitaan untuk daging, karena menghadapi problem, godaan, kekurangan, pertengkaran bahkan kemewahan (ini juga menjadi ujian untuk rohani). Prinsipnya sama untuk semua orang beriman, selalu ada salib untuk daging 1Pet 5:9. Mengapa? Sebab untuk  bisa tetap hidup suci, mentaati Firman Tuhan kita harus menyangkal diri (salib), tahu kehendak Tuhan dan taat menurut pimpinan Roh Kudus sesuai Firman Tuhan. Ini semua prinsipnya sama yaitu menjadi pengolahan supaya kita bisa tumbuh. Dalam setiap kesukaran kalau kita lulus, kita naik 1 tingkat. Biasanya Tuhan mengizinkan cukup banyak problem dan kesukaran dalam segala segi hidup kita, supaya kita terus tumbuh.  Kalau kita terus hidup dalam kesucian dan melakukan kehendak Tuhan sekalipun banyak kesukaran2 (kita harus menang, tidak bereaksi dosa, taat dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan) maka dengan demikian kita tumbuh.
Orang yang jatuh dalam dosa (karena sebab apapun) tidak bisa tumbuh. Suci itu seperti sehat, baru bisa tumbuh dan orang yang tumbuh itu bisa menghasilkan banyak hal-hal indah dan mengalami perkara-perkara yang besar dengan Tuhan.
Kita bisa mengalami macam-macam kesulitan hidup yang menjadi pencobaan bagi rohani kita, baik dalam hal uang, nafkah, dalam rumah tangga, kesucian bujang, nikah, dalam kerendahan hati, goda-godaan duniawi dll. Tetapi jangan sampai jatuh dalam dosa. Jangan sampai setan masuk, jangan beri tempat pada iblis. Kalau seorang jatuh dalam dosa, apalagi tidak segera bertobat, dosa itu menimbulkan banyak kerusakan Pkh 9:18, makin lama makin banyak, makin dalam dan jadi keras hati sehingga sulit bertobat. Kalau toh bertobat sudah terjadi banyak kerusakan dan ini semua harus kembalidipulihkan. Harus dibedakan antara pertumbuhan dan pemulihan. Pemulihan itu sangat merugikan, bukan saja pertumbuhannya macet, tetapi merosot dan timbul banyak kasus, kerusakan yang harus diperbaiki sampai pulih, lalu baru tumbuh kembali. Rencana Allah merosot sebab waktunya habis dengan sia-sia dan keadaan rohaninya mundur. Waktunya habis banyak untuk pemulihan, padahal kalau tumbuh, ia sudah mencapai tingkat yang tinggi, dan ini akibatnya untuk kekal.Sebab itu jangan sampai jatuh dalam dosa, apalagi dosa yang besar dan ber-larut2, akhirnya bisa seperti orang menerusi api, habis semuanya 1Kor 3:15.
 
III. PEMURIDAN.
Guru kita adalah Tuhan Yesus. Tidak ada orang beriman yang tidak mengakuinya. Tetapi bukan saja Tuhan Yesus yang menjadi Guru kita, semua pemimpin, orangtua, pemimpin seksi, pemimpin Persekutuan sel dst, bahkan semua orang-orang beriman harus memuridkan orang lain Mat 28:19 dan itu berarti masing2 kita juga harus menjadi guru atau contoh untuk orang lain 1Kor 11:1. Ini ayat emas untuk pemuridan. Kita harus meniru Kristus dan selanjutnya kita harus menjadi contoh dan mengajarkan hal ini pada orang-orang yang kita pimpin atau bimbing. Kita harus sungguh-sungguh belajar seperti Kristus dan kemudian mengajar orang lain meniru kita seperti kita meniru Kristus. (Bukan untuk membesarkan atau mengunggulkan diri kita, sebab kita tidak mau meng-angkat2 diri kita, meninggikan diri karena itu akan berakibatkan direndahkan oleh Tuhan, seperti Nebukadnezar! Mat 23:12. Justru kita ingin membesarkan Tuhan dan kita makin kecil, supaya Dia saja yang ditinggikan Yoh 3:30 tetapi seperti 1Kor 11:1, kita harus jadi contoh, dengan tulus dan rendah hati, kita harus mendidik dan memberi teladan yang bisa ditiru oleh orang-orang yang kita pimpin atau bimbing. Misalnya dalam doa, kita sendiri harus belajar bisa berdoa dalam Roh dan hidup benar, lalu kita bimbing orang lain untuk juga bisa berdoa sungguh-sungguh, seperti kita sudah meniru Kristus, baik di Gereja, di rumah, di mana saja, kapan saja, dalam hal apa saja. Tunjukkan ayat-ayat Firman Tuhan yang bersangkutan Yoh 4:23, 1Tes 5:10,17 dll. Kita tidak perlu bisa khotbah untuk menjadi contoh, tetapi pengalaman kitamentaati Firman Tuhan, itu yang bisa diteladani oleh orang-orang yang kita bimbing. Begitu juga dalam pikul salib, kita sendiri harus belajar bahkan bisa bersukacita dan bermegah dengan salib seperti Paulus Gal 6:14, kerjakan se-bisa-bisanya lalu membimbing orang lain seperti yang kita tiru dari Kristus, yaitu menurut ayat-ayat Firman Tuhan dan dengan kekuatan dan kuasa Roh Kudus sampai menang, yaitu bersyukur bukan ber-sungut2, tidak sampai timbul dosa tetapi tetap dalam kesucian dan melakukan kehendak Allah.
Dalam segala hal kita belajar mentaati Firman Tuhan (misalnya memenangkan jiwa, bersaksi, mengampuni, menjaga lidah, rendah hati dll dll) dan memberi teladan bagi orang-orang yang kita bimbing, sambil kita juga mendapat nasehat dan teladan dari pemimpin2 kita, bahkan contoh2 dari saudara2 seiman yang lain. Memang kalau seorang belum bisa mengampuni dengan betul, dengan tuntas seperti Firman Tuhan, atau mengekang mulutnya, maka orang-orang yang dibimbing tidak mendapat contoh atau teladan dari kita. Cepat belajar dari Firman Tuhan, bertobat sungguh-sungguh dan tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran dan kita bisa minta nasehat dan bertanya serta minta teladan dari pemimpin2 kita (dalam tubuh Kristus biasanya ada pimpinan yang ber-tingkat2) bahkan juga dari semua orang beriman dalam tubuh Kristus yang bisa menjadi contoh dan teladan bagi kita. Pada prinsipnya kita harus mengajar dan belajar, dan model kita yang ideal adalah Kristus dalam Firman Tuhan dengan penjelasan oleh Roh Kudus Luk 9:23. Allah kita sanggup menolong setiap orang beriman yang sungguh-sungguh mau, Dia Allah yang maha kuasa, maha tahu dan kasih! Orang yang dengan tulus mau taat, dipimpin Roh tidak akan mengalami kesukaran, kecuali ada dosa, munafik, tidak sungguh-sungguh mau taat, mencari kepujian manusia akan mendapat banyak kesukaran dan kegagalan.
Orang yang tidak mau jadi contoh atau teladan, akan mudah jadi batu sontohan bahkan penyebab hujatan pada Allah Rom 2:24. Lebih-lebih yang tidak mau bertobat, tidak bisa jadi teladan tetapi menjadi batu sontohan. Kita harus menjadi garam dan terang yang menunjukkan jalan dan bisa menggarami orang sehingga mereka juga bisa taat sebagaimana kita sendiri juga taat kepada Tuhan.
Menjadi teladan itu dimana saja (juga di rumah, di kantor, di sekolah dan di mana saja) dalam hal apa saja dan kapan saja. Orang yang sungguh-sungguh mau menggenapi 1Kor 11:1, ia akan dilatih terus untuk pikul salib, sehingga makin mahir menyangkal diri dan taat. Justru dengan rindu memperkenankan Tuhan, kita terus diolah, tumbuh makin seperti Kristus sampai dalam tingkat2 yang makin tinggi. Dalam pelayanan yang tulus, tekun dalam pimpinan Roh Kudus akan terjadi pertumbuhan yang cepat dan dengan Tuhan kita akan melakukan hal-hal yang besar Maz 60:14.
Mulailah, antara suami istri dan dengan anak-anak. Suami istri saling tolong menolong meniru Kristus dan anak-anak meniru orangtuanya (atau meniru yang lebih dahulu dan yang sudah bisa meniru Kristus) dan selalu dalam pimpinan Roh Kudus dan harus sesuai dengan Firman Tuhan. Begitu juga pada semua orang-orang yang kita pimpin, kita harus menjadi teladan bagi mereka dengan tulus, rendah hati dan dengan hikmat kuasa Allah.
Dengan demikian yang dibimbing akan tumbuh dengan baik dan cepat, kita sendiri bisa makin mahir dan makin tumbuh seperti Kristus.
Bentuk hidup orang beriman itu bukan soliter (hidup sendiri2) tetapi kita adalah anggota tubuh Kristus dan satu beranggotakan yang lain. Rom 12:5, 1Kor 12:12. Sebab itu selain kita dimuridkan dan memuridkan, kita juga bersekutu dalam tubuh Kristus sehingga bisa saling menasehati Pil 2:1, saling tolong menolong membersihkan Mat 7:2-5, saling melayani dalam Roh, maka kitabersama-sama (asal tidak ada dosa, tetapi ada kasih dan kesucian) maka kita bisa tumbuhbersama-sama dalam tubuh Kristus lebih cepat dan lebih kuat. Im 26:8.
 
 
IV. PERSEKUTUAN ATAU PERPECAHAN.
f5a
Dalam pengolahan (menang atas setiap kesukaran dan pencobaan sehingga tumbuh lagi setingkat demi setingkat 2Kor 4:17) dan pertumbuhan (dengan pemuridan orang lain, kita sendiri tumbuh, sebab menjadi teladan Kristus 1Kor 11:1, Luk 9:23) kita perlu memelihara persekutuan tubuh Kristus dengan baik, supaya kita bisa bersekutu dengan harmonisseperti 1 orang Ezr 3:1, maka kekuatan kita bisa meningkat menjadi besar Im 26:8 sehingga kita bisa menang atas semua pencobaan dan kesukaran (lebih-lebih pada akhir zaman dan Minggu ke-70 Daniel). Ini semua menyebabkan anggota2 tubuh Kristus yang bersekutu dengan baik, bisa tumbuh dengan cepat dan indah dalam rencana Allah.
Jangan sampai ada perpecahan 1Kor 3:1-9) apalagi ada roh percideraan, yaitu roh setan yang masuk dalam anggota2 tubuh Kristus yang berdosa, sehingga menimbulkanperpecahan dalam tubuh Kristus, yang akan membuat persekutuan rusak dan rohani dari setiap anggota hancur.Perpecahan (sekalipun mula2 hanya dalam hati, munafik) adalah salah satu siasat dan senjata setan yang bisa membuat tubuh Kristus yang indah jadi berantakan sebab tidak ada persekutuan yang betul (tinggal persekutuan formil).
Masing2 orang harus menjaga supaya jangan ada pertengkaran dan perpecahan diantara orang beriman, sebab semua akan dirugikan istimewa tubuh Kristus dan pekerjaan Tuhan. Biasanya perpecahan ini dimulai dengan ganjalan dalam hati, misalnya rasa tidak senang, jengkel, tidak suka, apalagi kalau ada iri, benci, tidak mau kalah dan dosa2 lain, sembunyi2 atau terang2an lama2 timbul perselisihan pendapat, makin lama makin tajam. Sekarang adalah soal sepele bisa timbul perkelahian yang ramai. Orang yang membiarkan dosa2 ini dalam hatinya itu akan menjadi kaki tangan iblis untuk meruntuhkan pekerjaan Tuhan, istimewa tubuh Kristus. Ini orang-orang yang tertipu iblis, yang masuk jerat iblis.
Kita harus sehati sejiwa sepikir 1Kor 1:10, Mrk 3:25, baru rumah Tuhan yaitu tubuh Kristus bisa berdiri tegak.  Harus taat dan tunduk pada pemimpin Ibr 13:17, sebab orang yang tidak mau tunduk pada pimpinan dan tunduksatu sama lain Ef 5:21, itu akan suka bertindak menuruti kehendaknya sendiri, sehingga ber-ulang2 terjadi keributan. Orang-orang yang hidup dalam dosa dan yang tidak mau tunduk, itu akan menjadi kaki tangan iblis untuk memecahkan dan menghancurkan persekutuan tubuh Kristus. Kalau iblis sudah mendapat tempat, masuk dalam hati seseorang, maka ia akan terus masuk lebih dalam.
Seringkali iblis mendorong timbulnya prasangka, mulut bicara seenaknya, adu domba (biasanya dengan sedikit banyak dusta atau fitnah), munafik dll lebih-lebih sebab tidak mau mengampuni, sehingga terus menerus terjadi keributan sehingga akhirnya tubuh Kristus ter-pecah2 dan hancur.
Kalau ada salah atau perbuatan dosa, itu harus segera dibereskan dengan baik, jangan beri tempat pada iblis Ef 4:27.
Ada 3 golongan yang harus bertindak yaitu:
A. Para pimpinan dan orang beriman lainnya yang tahu, apalagi yang bertanggungjawab atau tersangkut.
B. Orang yang bersalah itu.
C. Tuhan.
 
A. Pimpinan.
Jangan diam atau dibiarkan. Beberapa pemimpin memilih diam2 saja supaya tidak ramai. Sebab kalau orang yang bersalah diusut, pastijadi ribut. Beberapa orang membiarkannya saja supaya keadaan tenang, tidak ribut, biar selesai dengan sendirinya, biar orangnya sadar dan berubah. Ini pendapat yang salah.
1. Jangan tinggal diam, yang salah harus disalahkan dan kesalahan itu harus dibuang dari tubuh Kristus.
 
Ef 5:11
Dan jangan bersekutu dengan perbuatan-perbuatan gelap yang tidak berbuah, tetapi lebih baik menyalahkannya. (KJI)
 
2. Para pimpinan dan mereka yang bertanggungjawab, jangan jadi anjing kelu.
 
Yes 56:10
Segala penghulu mereka itu buta, satupun tiada diketahuinya, semuanya itu anjing kelu, tiada ia tahu menyalak, mereka itu mengantuk sambil berbaring dan suka tidur. (KJI)
 
3. Kalau tahu berbuat baik, tidak berbuat itu dosa di hadapan Tuhan.
 
Yak 4:17
Karena itu, jika orang tahu berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, itu menjadi dosalah baginya. (KJI)
 
4. Pemimpin2 dan orang-orang yang bertanggungjawab, yang hidup benar dipimpin Roh, harus berusaha membetulkan orang yang salah ini, jangan dibiarkan.
 
Gal 6:1
Saudara-saudara, jika seorang didapati di dalam suatu kesalahan, maka hendaklah kamu yang ada di dalam Roh memulihkan orang yang demikian di dalam roh yang lemah-lembut sambil memperhatikan dirimu sendiri supaya kamu juga jangan terkena pencobaan. (KJI)
 
Dosa2 yang dibiarkan akan terus merajalela dan menular sehingga perkara-perkara yang jahat itu akan makin menjalar pada lebih banyak orang.
5. Tujuan kita adalah menyelamatkan orang yang bersalah itu, juga orang-orang lain, jangan sampai kena akibatnya.
 
Jd 23
dan selamatkanlah yang lainnya dengan takut, sentakkanlah mereka keluar dari api; dengan membenci akan pakaiannya yang cemar oleh daging. (KJI)
 
Rebut dengan sungguh-sungguh.
 
B. Orang yang bersalah. Mungkin juga kedua pihak atau makin lama makin banyak orang tersangkut.
1. Jangan keras hati. Yang sadar, atau sesudah dinasehati jangan berkeras hati itu berbahaya.
 
Ibr 3:15
Seperti yang telah dikatakan: “Pada hari ini jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah mengeraskan hatimu seperti dalam masa pemberontakan,” (KJI)
 
Harus bertobat sungguh-sungguh, jangan kembali dalam tabiat yang lama, apalagi ditambah dengan dosa2 lain seperti sombong, tidak mau tumbuh, iri, benci, dendam dll. Keadaan akan makin parah, iblis akan makin merajalela.
2. Jangan beri tempat pada iblis.
 
Ef 4:27
dan jangan beri tempat kepada iblis. (KJI)
 
Apalagi kalau iblis sudah masuk, sudah dapat tempat, jangan dibiarkan. Kalau keras hati, iblis akan terus bekerja lebih hebat sampai semuanya akan hancur sama sekali. Ini yang membuat problem jadi makin berat dan mengakibatkan perpecahan. Kalau tulus dan punya tabiat baru, mau bertobat dan disucikan, maka problem akan lebihmudah diselesaikan. Jangan mau jadi kaki tangan iblis, akan jadi makin keras hati dan makin jauh terseret dalam kerusakan yang makin parah.
 
C. Tuhan.
Hanya Tuhan yang bisa mengalahkan iblis, hanya Tuhan yang bisa menyelesaikan problem2 ini. Sebab itu ajak Tuhan di dalamnya. Berdoa dengan tekun dalam Roh dan kebenaran (jangan berdosa) Yoh 4:23.
 
Zak 4:6
Lalu sahutlah ia, katanya kepadaku: Inilah firman Tuhan kepada Zerubbabil, bunyinya: Bukannya oleh kuat dan bukannya oleh gagah, melainkan oleh Roh-Ku juga ia itu akan jadi, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. (TL)
 
Minta pimpinan Roh dan taat Rom 8:14, Gal 5:16. Hadapi semua problem ini dengan hikmat dan kuasa Allah, jangan mengandalkan kekuatan dan hikmat sendiri.
 
1Kor 2:4
Perkataan dan pemberitaan saya bukannya dengan kata-kata hikmat manusia yang memikat tetapi dengan bukti Roh dan kuasa. (KJI)
 
Kalau persekutuan retak atau pecah, maka setan akan masuk dan kalau tidak mau bertobat, apalagi pemimpin2nya, maka iblis akan masuk dalam hatinya membuat pos, lalutangsi, lama2 ia memerintah, menguasai orang itu daniblis akan bertahta di dalam hatinya. Wah 2:5. Iblis bertahta dalam hati seseorang itu. Bukan saja oleh berhala, tetapi setiap dosa itu bisa menjadi pintu masuk bagi iblis dan akhirnya bertahta dalam hatinya. Kalau iblis sudah menguasai dan memerintah makin banyak orangdiantara orang-orang beriman, maka lama2 ia bisa bertahta di dalam Gereja Tuhan seperti dalam Wah 2:5 dll.
Kita harus berdoa dengan limpah dalam Roh dan kebenaran bahkan puasa supaya dengan kuasa Allah kita bisa mengusir setan yang masuk dan yang sudah menguasai beberapa orang. Kalau orang-orang itu tidak mau bertobat, jangan takut, hadapi terus dengan pimpinan Roh Kudus, tetapi jangan sampai kalah, berdosa Rom 12:21. Minta hikmat dan kuasa Allah, hadapibersama-sama Tuhan. Kalau mereka tetap tidak bertobat, sesudah habis waktunya, mereka akan dihukum Allah dengan dahsyat seperti pemimpin2 yang melawan Musa, atau seperti Ananias dan Safira yang melawan Petrus Kis 5.
Kita tetap harus hidup dalam kesucian, terus taat dipimpin Roh, supaya Allah terus memerintah dalam hati kita, bertahta di dalam kita.
 
Gal 2:20
Saya sudah disalibkan dengan Kristus; sekarang bukan saya lagi yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam saya, dan hidup yang sekarang saya hidup di dalam daging ini, saya hidup oleh iman dari Putra Allah, yang mengasihi saya dan yang sudah menyerahkan diri-Nya untuk saya. (KJI)
 
Kalau Allah bertahta dalam hidup kita, dalam kesucian dan kasih Allah (yang ditandai dengan pengampunan), kita tidak dikalahkan oleh kejahatan dari orang-orang yang jahat itu Rom 12:21, maka Tuhan yang bertahta dalam kita, pasti akan menang.
Kalau dosa dibiarkan, maka iblis masuk membuat tempat, pos, tangsi dan bertahta di dalamnya, apalagi beberapa orang juga ketularan dosa2 ini, maka persekutuan tubuh Kristus di-pecah2kannya, ber-pihak-hakan dan akan ada kelimpahan benci dan kemunafikan seperti yang dibuat orang-orang Israel terhadap Musa dan Harun.
Jangan takut, kalau kita mau dipimpin Roh, Tuhan akan bekerja. Musa bekerja dalam “Gereja” yang penuh dengan pemberontak2 yang penuh kebencian. Hampir seluruh Israel dan pemimpin2nya melawan Musa dan Harun. Hanya sedikit yang berdiri benar di hadapan Tuhan seperti Yusak dan Kaleb. Musa menghadapi massa mayoritas yang menentangnya, tetapi Roh Kudus menguatkan. Ini pencobaan yang sangat berat, setingkat dengan ujian akhir. Tetapi Musa tetap tidak mau menuruti yang salah, ia tetap menyalahkannya. Selama 40 tahun pelayanan Musa penuh dengan pergumulan yang dahsyat seperti initetapi ia terus menang, tidak berdosa, tetap penuh pengampunan. Rom 12:21. Orang yang berontak dan melawan Musa yang tidak mau bertobat, sesudah waktunya,akhirnya dihukum Tuhan sendiri dengan dahsyat, ada yangmati kena bala, dibakar api, digigit ular, dikubur hidup2an dll, tetapi Musa tetap tidak benci, tetap cinta. Bukan dia yang menghukum para pemimpin2 yang berontak itu,tetapi Tuhan Rom 12:19. Bahkan waktu Tuhan hendak membinasakan semua Israel, Musa memohonkan ampun,mencegahNya bahkan mau “menebus” mereka, menggantikan Israel dengan mau dicoret namanya dari buku Hayat Kel 32:32 (Musa itu seperti gambarannya Tuhan Yesus yang menebus umat manusia). Ia tidak bereaksi dosa, ia tidak bersukacita dengan hukuman yang disediakan Tuhan, tetapi ia tetap dipimpin Roh untuk mau “menebusnya”. Sebab itulah Musa tumbuh sampai menjadi sempurna! Kalau kita mau menyangkal diri, mematikan daging, mengampuni, rohani kita akan bisa tumbuh begitu cepat, bahkan bisa seperti Musa sampai sempurna.
Jangan takut terhadap orang-orang yang berontak dan melawan, Tuhan sendiri yang menghukum dan itu lebih dahsyat daripada kalau Musa (kita) yang menghukum, sangat mengerikan.
Belajar limpah pengampunan, matikan daging, berkati mereka dan itu akan menumbuhkan kita dalam kasih Kristus,supaya bisa memelihara persekutuan tubuh Kristus dan kita sendiri akan tumbuh dengan cepat seperti Musa!
 
KESIMPULAN.
Tumbuhlah baik2 dengan tekun (itu membutuhkan banyak waktu), sebab pertumbuhan itu mutlak perlu! Kalau kita tumbuh, maka kita akan melihat lebih banyakkemuliaan Allah, dan rencana Allah yang makin mulia dan indah untuk kekal akan nyata dalam hidup yang menang dengan Kristus.
 
Ingat kita tumbuh:
1. Dengan pengolahan lewat banyak kesukaran dan kita harus menang, maka setiap kali kita menang, kita tumbuh lagi satu tingkat dalam kemuliaan Allah yang amat besar 2Kor 4:17. Menang terus sehingga tumbuh terus.
2. Kita dimuridkan dan memuridkan orang lain 1Kor 11:1, maka kita akan tumbuh makin cepat.
3. Pelihara persekutuan tubuh Kristus, mulai dalam keluarga, kelompok sel, Gereja dan dengan demikian kita bisa ikut dalam persekutuan tubuh Kristus global. Jangan mau dijadikan kaki tangan iblis untuk memecahkan tubuh Kristus sejak dari keluarga, sel atau Gereja, tetapi kita mau dipakai Tuhan untuk membangunkan tubuh Kristus.
Orang yang bertumbuh dalam Kristus itu bertumbuh dalam kemuliaan Allah yang amat besar.
Nyanyian:
Semakin mulia Dia mengubahku, ubahku, ubahku.