M3753 – Ibrani 9:27. Menghadapi Ancaman Kematian

Jumlah kematian yang wajar dan tidak wajar terus meningkat di mana2, lebih-lebih dalam akhir zaman dalam Minggu ke-70 Daniel jumlahnya tiba2 sangat banyak, lebih dari 1/4 penduduk dunia mati, bisa sampai 30% atau lebih Wah 6:8. Pada akhir Minggu ke-70 Daniel yang mati adalah 99,9999%, sisa hanya 144.000 orang (bahkan dua kali lipat ditambahdengan orang kafir yang tidak ada cap Antikris). Sebab itu kita harus mengerti tentang pokok ini baik-baik, karena waktunya sudah dekat,karena waktunya sudah dekat,supaya tahu bagaimana kita harusmenghadapinya dengan jaminan janji2 Allah.
I. WAJAR.
Semua manusia pasti akan mati, siapapun, tidak bisa tinggal terus hidup di dunia, dengan atau tanpa penyakit. Elisa yang rohanipun mati 1Raj 13:14.
Rata2 orang mati antara 70-80 tahun, Maz 90:10. Semua orang mendapat jatah umur dari Tuhan (masih bisa berubah), kalau habis, mati. Ada kematian yang tidak wajar sebab umurnya dipotong, mati sebelum waktunya.
Ams 10:27
Bahwa takut akan Tuhan itu melanjutkan umur, tetapi umur hidup orang jahat akan disingkatkan. (TL)
Pkh 7:17
Janganlah engkau terlalu fasik dan janganlah engkau terlalu bodoh; mengapa gerangan engkau akan mati dahulu dari pada sampai ajalmu? (TL)
Misalnya waktu perang, kerusuhan dll, lebih-lebih pada akhir zaman dalam Minggu ke-70 Daniel.
Memang resiko kematian untuk setiap golongan tidak sama, ada yang lebih tinggi dari yang lain, misalnya supir, peminum narkoba (bisa mati sebab sakit atau dihukum pengadilan). Biasanya laki2 resiko matinya lebih tinggi yaitu 5,3% (sebab lebih banyak di luar rumah) dan perempuan 3,9% (Riskesdas 2007). Bagaimanapun juga, bagi orang beriman semua yang mati karena menurut izin dan pengetahuan Allah.
II. APA ARTINYA MATI.
1. Pindah ke alam berzakh, bukan hilang atau habis tetap bersambung!
2. Pada waktu mati, langsung rohnya diadili lalumasuk Surga atau Neraka seketika itu juga Ibr 9:27 tidak bisa berubah lagi (kecuali dapat izin Tuhan bangkit kembali seperti Lazarus, anak janda Nain dll, berarti kesempatannya ditambah dan iasudah melihat alam berzakh).
3. Kesempatan habis. Hidup ini suatu kesempatan untuk memilih dan menentukan pergi ke Surga atau Neraka dalam tingkat yang ber-beda2, tergantung hidupnya di dunia. Mati berarti kesempatan habis, tidak bisa kembali lagi ke dunia; Sebab itu yang tidak bersedia itu bodoh dan rugi.
4. Perpisahan sementara, akan bertemu lagi di Surga atau Neraka dengan orang-orang yang menyusul mati. Sebab itu perpisahan ini sementara. Ada istri menolak percaya pada Tuhan Yesus supaya bisa bertemu suami yang berada di Neraka. Ini bodoh, sebab di Neraka semua jadi jahat seperti iblis, tidak ada yang setia. Relakan, sebab selamat itu anugerah dan tidak semua mau menerima anugerah.
5. Rencana Allah dalam manusia selesai. Sampai seberapa pun yang dikerjakan, kalau mati selesai atau dianggap selesai. Paulus sudah menyelesaikan rencana Allah dalam hidupnya, itu untung besar Kis 20:24, 2Tim 4:6-7.
6. Mulai mengalami sukacita dalam hidup yang kekal di Surga. (bagi yang selamat).
7. Perhentian. Hanya terima hasil dari semua yang dilakukan di dunia, lebih dari pensiun. Dari dunia tidak ada pensiun bagi umat Tuhan, selama masih hidup, Tuhan mempunyai rencana yang indah untuk terus tumbuh dan berbuah-buah. Waktu mati itu perhentian kekal, tetapi bukan dalam kondisi fisik yang cacat tetapi justru dalam roh atau tubuh kemuliaan yang heran.
III. YANG MENENTUKAN KEMATIAN.
1. Ini hak Allah 1Sam 2:6, baik langsung atau tidak langsung. Tidak ada yang kebetulan mati di hadapan Allah, sekalipun kecelakaan atau dibunuh dll Yer 15:2.
2. Iblis tidak berhak. Tetapi iblis bisa mendorong orang, menipu dan menjeratnya untuk membunuh orang lain atau diri sendiri (bunuh diri). Biasanya dalam occultisme jumlah bunuh diri lebih banyak sebab dorongan iblis, apalagi kalau iblis bisa menjerat dan menipun orang beriman.
3. Manusia. Juga tidak berhak. Siapa yang membunuh atau bunuh diri, ada ancaman hukuman yang besar 1Kor 3:17 (lihat lebih lengkap dalam traktat atau buku bunuh diri). Tuhan tetap yang berhak dan berkuasa atas mati hidup manusia, tetapi manusia yang menyalagunakan kebebasannya akan dihukum sebagai seorang pembunuh. Pada orang yang bunuh diri, biasanya ada andil iblis di dalamnya, termasuk juga karena putus asa, tetapi akibatnya tidak boleh masuk Surga Wah 22:15.
IV. SEBAB2 KEMATIAN.
1. Tidak ada yang kebetulan, semua yang mati diketahui atau diizinkan Allah. Yer 15:2. Kalau Allah yang menentukan kematian seseorang, itu pasti adil, tetapi sebab dan caranya bisa ber-macam2.
Lebih-lebih bagi orang beriman, Tuhan memelihara umatNya dengan sangat teliti, sampai rambutpun dihitung, sehingga kita tidak perlu takut sedikitpun Mat 10:30.
2. Kematian yang wajar, sebab jatah umurnya habis, baik orang dunia atau orang beriman.
3. Umurnya dipotong oleh Tuhan (tidak termasuk bunuh diri). Umur itu bisa dipotong pada satu orangatau pada banyak orang ber-sama-sama.
Kalau dipotong sendirian sulit dibedakan apakah itu mati wajar atau hukuman.  Kalau dipotong ber-sama-sama (mati ber-sama-sama), pasti ada sebabnya, bukan kebetulan, biasanya karena hukuman (kecuali mati syahid seperti dalam zaman rasul2). Misalnya orang-orang Galilea yang dibunuh Pilatus dan 18 orang yang mati ditimpa menara Siloam Luk 13;1-5, itu semua karena dosa dan diizinkan Tuhan. Tetapi ini bukan berarti yang masih hidup lebih kecil dosanya.
Mengapa Tuhan memotong umur manusia? Maz 37:22,38. Sebab:
a. Dosa melebihi batas, yaitu pada:
1 orang (Absalom).
1 kelompok (250 orang dalam Bil 16:35,31, keluarga Korah dkk, 10 anak Ayub dll.
1 kota, misalnya Sodom Gomora.
1 dunia dalam zaman Nuh dan perang Harmagedon lalu Gog dan Magog.
Jatah umur orang ber-beda2, tidak mungkin mati ber-sama-sama, tetapi kalau kena hukuman Allah, dipotong ber-sama-sama. Misalnya dalam perang di Ai 36 orang mati Yus 7:5, dalam pimpinan Hofni 30.000 orang mati 1Sam 4:10, dalam pimpinan Absalom kurang lebih 50.000 orang mati ber-sama-sama, 2Sam 18:7-8, dll.
b. Hamba2 Tuhan yang bersalah. Misalnya Musa Ul 31:2; 34:7. Harun Bil 20:24 mereka dipotong sedikit umurnya, sebab itu mereka tidak bisa masuk Kanaan. (Mengapa? Sebab Musa bersalah di air Meriba dan Harun membuat lembu emas. Mereka sudah diampuni, tetapi tetap masih ada akibatnya Maz 99:8. Jangan seenaknya berdosa, sekalipun sudah diampuni, masih ada akibatnya di kemudian hari!
Nabi muda 1Raj 13:22, Simson dll.
c. Diselamatkan, misalnya anak Yerobeam yang baik 1Raj 14:13.
d. Dan lain-lain.
4. Sebaliknya jatah umur bisa ditambah Ams 3:1-2,16; 10:27, Yes 38:5 dll. Sebab itu jangan hidup sembarangan.  Misalnya kalau ada seorang beriman tidak bersalah tetapi terancam mati misalnya dalam bahaya karam kapal seperti Paulus, Tuhan akan mencegahnya dan 276 orang lain ikut selamat, gara2 ada 1 orang beriman diantaranya Kis 27:37.
V. SAAT KEMATIAN.
Biasanya tidak diketahui, tiba2 lenyap Yak 4:14. Kecuali Tuhan memberitahukannya seperti kepada Musa, Harun dll.Mereka masih bisa naik gunung lalu mati. Ul 34:1,5.
Pada usia tua tentu kemungkinan mati lebih besar, tetapi tetap sulit untuk tahu saatnya. Juga dalam Minggu ke-70 Daniel, jumlah yang mati sangat meningkat, tetapi yang hidup justru bisa diketahui bahkan dijamin dengan janji Allah dalam 1Kor 15:51-52. Ini orang-orang dalam jemaat yang sangat disiplin 2Kor 10:6; sebab mereka yang berdosa langsung mati di tempat seperti Kis 5. Ada perlindungan yang kuat dan besar dalam Gereja yang benar dan keadaannya sangat indah dan ajaib seperti Surga di bumi Wah 12:1
VI. SIKAP YANG BETUL.
Ini tergantung dari:
a. hidup kita benar (di dalam Kristus, Pokok yang benar)
b. dari pengertian kita tentang kematian 1Tes 4:13,18 dan
c. apakah kita sudah bersedia.
A. Orang yang bersedia itu untung sebab:
1. Semua pasti mati, pasti mengalaminya.
2. Tidak tahu kapan.
3. Tidak bisa kembali lagi.
4. Hidup adalah kesempatan emas untuk bisa masuk Surga dalam tingkat yang se-tinggi2nya kalau mau percaya Tuhan Yesus dan taat sampai mati.
Yang tidak mau bersedia itu bodoh dan rugi besar. Sebab jelas2 ada Surga dan Neraka tetapi tidak mau masuk Surga.
B. Bisa mengerti. Sekalipun kasus kematian makin banyak, tidak ada yang kebetulan, semua dalam pengetahuan dan izin Tuhan. Lebih banyak kita mengerti tentang kematian dan bersedia Amos 4:12 lebih untung dan tidak takut.
c. Jangan takut Ibr 2:15. Orang takut sebab:
a. Belum lahir baru.
b. Hidup dalam dosa dan itulah sengat maut yang membuat takut itulah dosa 1Kor 15:55-58. Sengat maut yang menyiksanya terus.
c. Tidak mengerti keindahannya maut, sebab kalau hidup untuk Kristus, maka mati itu untung Pil 1:21.
d. Tuhan sanggup menjaga kita dengan jaminan 100% asal kita taat Mat 10:32, bahkan dalam Minggu ke-70 Daniel, jaminan Allah mutlak 1Kor 15:52.
VII. BAGAIMANA BERSEDIA.
Bersedia untuk menghadapi maut (kedatangan Tuhan pribadi) dan pengangkatan (kedatangan Tuhan untuk umum).
 
Orang yang mengerti, akan bersedia baik-baik.
Orang beriman yang mengerti, yang matanya celik oleh Roh Kudus, hidup rohaninya akan Terus Meningkat Sampai Puncak. Orang ini seperti keledai Isachar, sesudah matanya celik dan bisa melihat tujuan hidup yang gilang gemilang, maka ia bangkit dan dengan bergairah mengangkat bebannya, maju dengan gembira menuju tujuan yang sangat indah untuk kekal.
Beban yang mula2 berat sekarang terasa ringan, sebab dibandingkan dengan kemuliaan yang akan diterimanya itu tidak sebanding Rom 8:18. Sebab itu dengan sukacita dan penuh gairah ia berjalan maju sambil mengangkat bebannya, yang dahulu berat tetapi sekarang ternyata ia sanggup memikulnya tanpa keluhan.
Tetapi orang yang rohaninya macet, sulit meningkat, bahkan menurun, itu adalah tanda bahwa orang ini matanya tidak bisa melihat tujuan mulia yang akan datang. Biasanya mata yang kabur atau buta ini disebabkan karena dibutakan oleh penghulu dunia ini 2Kor 4:4 dengan segala kekayaan dan kemuliaan dunia yang fana ini atau oleh ikatan2 dan perhambaan dosa. Bahkan grafik rohaninya bisa menurun dan berbalik.
Perbedaan orang yang bersedia dan yang tidak bersedia.
Orang yang sudah bersedia zaman sekarang ini seringkali tidak ada tanda yang jelas. Seperti Perjamuan Suci sekalipun sudah diajarkan, masih ada saja orangyang minum dengan dosa dan kena hukuman Tuhan (yang tidak langsung dijatuhkan). Sebab itu perbuatan yang salah ini juga tidak tampak jelas, sebab kemurahan dan kesempatan dari Tuhan sangat besar (di Surga, tandanya jelas sekali, malaikat yang berdosa langsung kelihatan dengan jelas, sebab langsungdibuang, nyata sekali). Tetapi dalam masa “Surga di bumi”, yaitu Minggu ke-70 Daniel, yang bersedia dan tidak, itu nyata benar bedanya (sebab dalam hari2 ini disiplin dalam Gereja keras sekali, setiap kesalahan langsung dihukum 2Kor 10:6) sehingga orang-orang yang berdosa bisa mati di tempat (seperti Kis 5). Sebab itu kita sudah harus bersedia mulai sekarang. Bersedia dalam hal-hal yang kekal.
Jangan lupa, semua yang fana akan lenyap, termasuk uang, kepintaran, kedudukan, kemuliaan dunia dll, sebab itu pakailah dunia ini seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31, jangan terikat dengan perkara-perkara yang fana, pakailah sebagai fasilitas, penunjang, bukan sebagai tujuan! Jangan mengejar perkara-perkara yang fana, tetapi berpada sebab tujuannya yang betul adalah perkara-perkarakekal.
Mat 16:26
Karena apakah gunanya bagi seseorang, jika ia memperoleh seluruh dunia ini tetapi kehilangan jiwanya atau apakah yang dapat diberikan seseorang sebagai ganti jiwanya? (KJI)
Suatu contoh yang jelas adalah orang kaya dan Lazarus adalah gambaran yang ekstrem untuk menjadi pelajaran bagi kita. Lazarus hampir2 tidak punya perkara-perkara yang fana tetapi limpah dengan perkara-perkara yang kekal sehingga waktu mati bisa masuk Surga yang kekal, penuh dengan kemuliaan seperti Abraham. Tetapi orang kaya itu limpah dengan yang fana, tetapi hampir2 tidak mempunyai apa-apa secara rohani (punya Alkitab tetapi tidak pernah dibaca dan ditaati), hanya penuh dengan perkara-perkara yang fana dan dosa; sehingga waktu mati nyata benar bedanya, ia masuk Neraka dan limpah dengan hukuman sesuai dengan kelimpahan dosa2nya Luk 16:25.
Di dalam bersedia kita harus betul-betul mencari kerajaan Allah Mat 6:33 (Maksud yang benar dari ayat ini, adalah supaya Rajanya yaitu Tuhan Yesus Kristus, memerintah dalam hidup kita sehingga hidup kita menjadi kerajaan Allah dan kita mempunyai kebenaran yang betul), maka semua fasilitas yang diperlukan untuk hidup di dunia ini akan ditambahkan Tuhan Mat 6:33. Janganlah terikat, apalagi jadi sombong karena hal-hal yang fana, ini berarti tidak bersedia, pasti celaka!
* Di dalam bersedia kita harus memelihara kesehatan dan hidup kita baik-baik Mrk 6:31, supaya kita bisa memakai hidup ini dengan seefisien mungkin. Tetapi jangan memelihara kesehatan kita ber-lebih-lebih, jangan dengan takut, tetapi juga jangan mencobai Allah dengan hidup menantang bahaya Mat 4:7. Tuhan sanggup memelihara kita, tidak ada yang kebetulan. Orang yang tidak mengerti dan tidak tahu pemeliharaan Tuhan, lalu seringkali jadi takut sehingga bersedia ber-lebih-lebih. Cocokkan cara hidup kita dengan Firman Tuhan dan hidup dipimpin Roh sehingga kita bisa hidup dengan sehat, tanpa takut dan bisa memakai hidup ini dengan efektif untuk tumbuh dan berbuah-buah di dalam Tuhan. Kalau kita hidup benar dan taat, pasti Tuhan pelihara, kita tidak perlu takut mati, semua dalam tangan Tuhan.
DOSA DAN KEJAHATAN PADA AKHIR ZAMAN AKAN TERUS MENINGKAT.
Wah 22:11
Orang yang tidak benar, biarlah ia terus berbuat yang tidak benar; dan orang yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan orang yang benar, biarlah ia terus mengerjakan kebenaran; dan orang yang kudus, biarlah ia terus kudus.” (KJI)
Orang berdosa yang makin jahat akan makin ber-tambah2 pada akhir zaman, istimewa dalam Minggu ke-70 Daniel terus meningkat sampai puncak2nya, sebab itu tingkat dosa dan kejahatan akan meningkat makin dahsyat menjadi tantangan, pencobaan dan ujian bagi orang beriman. Tetapi kita harus tetap menang, bisa mengalahkannya, tidak tewas jatuh dalam ujian pencobaan ini Rom 12:21 (artinya tidak bereaksi dosa, tetap dalam kesucian dan terus menghadapinya dipimpin Roh sampai menang. Kalau dalam pencobaan dan dosa kejahatan sekarnag saja kita tidak bisa menang apalagi dalam hari2 yang akan datang, lebih-lebih dalam Minggu ke-70 Daniel di mana dosa dan kejahatan akan terus meningkat, pasti akan jatuh. Lihatlah betapa penipu, cinta uang, percabulan, perzinaan, kebencian, pembunuhan, ajaran sesat dll terus meningkat. Sebab itu Tuhan mengingatkan umatNya untuk terus tumbuh, meningkat untuk bersedia menghadapi hari2 yang sulit itu Mat 24:42. Tanpa bersedia, pasti jatuh. Apalagi yang sekarang sudah jatuh dan hanyut dalam bamjir (atau tsunami) dosa, pasti hancur bahkan bisa berbalik masuk golongan Antikris 1Yoh 2:19. Kalau sekarang rata2 beratnya pencobaan dan ujian itu mungkin 25, maka ini akan naik terus sampai tingkat tertinggi yaitu menjadi 100 pada waktu mendekati pengangkatan yaitu dalam Minggu ke-70 Daniel. Kalau menghadapi yang 25 saja jatuh, apalagi yang lebih dahsyat.
Mengapa Tuhan izinkan? Sebab orang yang tingkat rohaninya sudah tinggi, bisa lulus dalam pencobaan dan ujian2 yang paling berat, tingkat tertinggi yaitu ujian akhir (100).
Kalau seorang lulus dalam pencobaan atau ujian akhir, tingkat yang tertinggi yaitu 100, maka orang yang lulus itu akan menjadi sempurna. Memang ini adalah rencana Tuhan untuk menyempurnakan umatNya yaitu Gerejanya dan ini akan menamatkan rencana Allah dalam dunia ini. Sebab itulah orang-orang jahat ini diizinkan, bahkan “burung bisa dari Timur itu” Yes 46:11 dipanggil Tuhan, yaitu binatnag Antikris I yang bersayap Dan 7:4. Penguasa dunia yang jahat ini (tiga Antikris permulaan) menguasai dunia dan ia menyebabkan dosa dan kejahatan meningkat luar biasa, disertai pembunuhan yang kejam, keji dan limpah, dan mereka tidak terkalahkan, sebab itu ujian akhir pribadi dalam Minggu ke-70 Daniel menjadi ujian akhir untuk umum, untuk semua orang beriman. Kita harus bersedia untuk menghadapi semua perkara jahat yang akan berlaku di seluruh dunia, kalau tidak akan jatuh dalam dosa bahkan ikut dalam arus dosa dan kejahatannya yang begitu dahsyat!
Bersedia menghadapi ujian di akhir zaman Mat 24:42.
Hal ini perlu kita perhatikan dan sungguh-sungguh bersedia untuk menghadapi akhir zaman yang dahsyat ini.
UJIAN AKHIR PRIBADI DAN BERSAMA.
Dalam zaman sekarang kita harus menghadapi ujian2 yang ada sekarang. Biasanya ujian yang datang kepada kita itu tidak melebihi kekuatan dan tingkat rohani kita. Kalau seorang tingkat rohaninya sudah mendekati sempurna, maka baru ia dihadapkan pada ujian akhir (tingkat yang tertinggi) sehingga kalau lulus maka ia menjadi sempurna seperti Musa, Henokh, Elia dan Putra manusia Yesus. Kalau masih kanak2, ia hanya menghadapi ujian yang rendah. Orang yang indah seperti Ayub, Yusuf, Daud, Petrus, Paulus dll diberi Tuhan ujian akhir, suatu kesempatan dari Tuhan, untuk menjadisempurna kalau lulus dan itu akan menjadi ukuran kemuliaan yang sempurna sampai kekal di Surga. Ini adalah ujian akhir pribadi.
Tetapi dalam akhir zaman, Tuhan sudah memperingati kita lebih dahulu untuk terus meningkat dan bersedia. Sebab dalam Minggu ke-70 Daniel, Gereja harus jadi sempurna sehingga rencana Allah ditamatkan. Ujian bagi Gereja adalah ujian akhir dan itu adalah tingkat tertinggi dan berat untuk daging. Dosa dan kejahatan, ajaran sesat, macam2 perkara yang sangat keji itu limpah di seluruh dunia menjadi ujian akhir untuk semua orang,
bersedia atau tidak, rohaninya cukup atau tidak, semua harus menghadapinya. Orang-orang yang tidak bersedia, akan gugur, sehingga  pada saat itu akan ada banyak orang-orang yang gugur sebab tidak bersedia, rohaninya rendah, seperti ligabo. Dan ini sudah dinubuatkan dalam Firman Tuhan.
1Tim 4:1
Tetapi Roh itu berkata dengan jelas bahwa pada hari-hari terakhir, beberapa orang gugur dari iman, karena berpaling kepada roh yang menyesatkan dan ajaran setan-setan (KJI)
2Tes 2:3
Jangan membiarkan seorangpun menyesatkan kamu dengan cara apapun, karena hari itu tidak akan datang kecuali terjadi kejatuhan lebih dahulu lalu manusia dosa itu dinyatakan, yaitu putra kebinasaan itu, (KJI)
Mau tidak mau, mengerti atau tidak, cocok atau tidak dengan keadaan rohaninya, semua orang beriman akan menghadapi masa yang sangat sulit 2Tim 3:1-5, yang menjadi ujian akhir bagi semua orang beriman, yaituGereja dan semua anggota2 tubuh Kristus. Sebab itu sekarang kita sudah harus bersedia, jangan sampai jatuh dan mati dalam dosa akhir zaman dalam ujian akhir bersama dalam Minggu ke-70 Daniel. Kita harus bersedia, itu sudah dikatakan Firman Tuhan ber-ulang2. Sebab itu bersedialah baik-baik, penuh dengan Roh Kudus dan 7 Kebutuhan Pokok Rohani lainnya.
Tuhan sendiri akan melengkapi kita dengan fasilitas jasmani dan rohani tingkat tinggi seperti Hujan akhir, pembukaan Firman Tuhan yang lengkap, jabatan-jabatan nyata, karunia2 Roh, pelayanan orang sempurna, disiplin yang keras, tanda-tanda dan mujizat yang limpah, pengurapan yang limpah dst. Orang yang sungguh-sungguh mau akan betul-betul disiapkan untuk menghadapi ujian akhir bersama sampai lulus dan menjadi orang sempurna (mempelai Kristus), yang langsung naik ke tahta Allah Wah 12:5. Orang-orang beriman lain, yang belum sampai sempurna akan ikut dalam pengangkatan dengan tingkat yang tertinggi yang sudah dicapainya.  Jumlah orang yang sempurna akan digenapkan yaitu 144.000 orang sempurna seperti Kristus. Wah 14:1. Sebab itu kita sekarang harus sungguh-sungguh bersedia untuk ikut serta dalam ujian akhir bersama dalam Minggu ke-70 Daniel. Dosa dan kesucian sama-sama meningkat Wah 22:11, juga segala fasilitas untuk Gereja dan untuk Antikris akan limpah dan luar biasa, sehingga orang-orang yang sudah terpolarisasi akan meningkat jadi sempurna dalam kesucian seperti Kristus atau sempurna dalam dosa seperti iblis. Kedua golongan ini akan berperang dengan dahsyat yang menjadi ujian akhir bersama (peperangan antara Antikris dan Gereja akhir zaman) dan Gereja akan lulus, menang dan Tuhan Yesus datang membawa semuanya masuk dalam Surga.
VIII. SELESAI.
Menyelesaikan beban tugas. Semua orang beriman mempunyai beban dari Tuhan untuk dilakukan, dan itu menjadi andil masing-masing dalam rencana Allah. Tetapi banyak yang tidak mengerti lalu menjadi pengangguran rohani, sebab hanya mengejar yang fana Mat 20:6, atau melayani Tuhan dengan ngawur sebisanya sehingga buahnya sangat sedikit. Kenali tugas kita, terutama tentang jiwa-jiwa yang dibebankan Tuhan Luk 10:27. Kita harus melakukan kehendak Allah ini Mat 7:21 yaitu untuk menjadi garam dan terang bagi mereka. Selesaikan tugas kita baik-baik seperti Paulus Kis 20:24, 2Tim 4:6-7. Jangan hanya menuntut hak2 kita sebagai anak2 atau putra Allah, tetapi juga menggenapi kewajiban yang ditanggungkan Tuhan atas kita, untuk menyelamatkan isi panci kita, bahkan orang-orang yang disebelah kita Luk 10:27.
Orang yang melakukan tugasnya untuk menggenapi bebannya, ia akan mati dengan puas Kej 25:8 seperti Abraham mati dengan puas sebab merasa sudah menyelesaikan beban tugasnya. Juga Yacob Kej 48:11; 49:33, Paulus dll. Tuhan akan menyambutnya dengan sabaslah hamba yang setia Mat 25:21 (welldone – diselesaikan dengan baik semua tugasnya).
Berpesan. Jangan tunggu sampai mau mati baru berpesan, jangan-jangan sudah tidak sadar baru mau berpesan, lebih baik jauh-jauh hari terus berpesan, “sudah Kukatakan lebih dahulu kepadamu” seperti yang selalu dipesankan Tuhan Yesus Mat 24:45; 28:7, Yoh 14:29, 2Kor 13:2, Gal 3:17; 5:21, 1Tes 3:4. Berpesan-pesanlah sekarang untuk menyelesaikan beban-beban tugasnya dengan baik, jangan terlambat.
 
IX. KESIMPULAN.
Pasti datang gilirannya untuk meninggalkan dunia ini, tetapi tidak semua mati, sebab pada akhir zaman sebagian akan ikut pengangkatan. Jangan takut mati, sebab masing-masing kita diberi jatah umur dari Tuhan yang bisa ditambah atau dipotong sesuai dengan perbuatan kita. Kalau kita mau hidup memperkenankan Tuhan, tidak mungkin jatah kita dipotong tetapi ditambah, supaya makin tumbuh dan makin lebat berbuah-buah bagi Tuhan.
Yang penting kita harus bersedia di jalur yang betul, jalur Surga yaitu di jalur jalan sempit. Kalau kita hidup benar di dunia ini, hidup bagi Kristus, maka mati itu menjadi keuntungan kita sampai kekal Pil 1:21, bahkan semua yang kita buat dengan betul, sesuai Firman Tuhan akan mengikuti kita Wah 14:13 dan tingkatan yang kita capai di dunia ini akan menjadi tingkat kemuliaan kita untuk kekal.
 
Nyanyian: Tabernakel Glori. no 499.
Berjaga berdoa di sepanjang masa.
Dunia ributlah sperti laut berg’lora.
Dengar Yesus kata, masuk dalam bahtra.
Akhirnya ikut pengangkatan.