M3743 – Hanya Mengumpulkan Tanpa Menikmati, Pengkhtotbah 6:1-2 (14 Desember 2014)

PKH 6:1. WABAH DALAM UMAT TUHAN.
Ada sesuatu yang jahat yang telah saya lihat di bawah matahari dan itu umum diantara manusia.
Pengaruh yang jahat yang diceritakan dalam ayat 2 itu begitu banyak dialami orang beriman sehingga menjadi umum, itu berarti menjadi suatu wabah rohani (banyak yang kena). Banyak orang mengalami hal ini, sebab itu kita harus mengerti tentang penyakit ini yang mewabah supaya bisa mencegahnya dan untuk yang sudah kena bisa mengobatinya secara rohani supaya sembuh.
Jadi kita perlu mengerti baik2 tentang penyakit ini. Sama seperti seorang dokter, yang terus dipelajari adalah penyakit2, tetapi dengan demikian ia bisa menolong orang itu menyembuhkannya dan mencegah jangan sampai kena penyakit ini. Begitu harus mengerti tentang penyakit yang mewabah ini dan bertindak, yaitu ber-jaga2 supaya tidak kena.
Untuk segala perkara yang jahat, Kristus adalah jawabannya. Kalau kita tinggal di dalam Kristus dengan betul, penuh dan taat dipimpin Roh Rom 8:14, maka kita pasti bisa mengalahkan penyakit yang mewabah ini. Tentu kita juga harus mengertinya dalam terang Firman Tuhan.
PKH 6:2. KUASA UNTUK MAKAN DARI BERKAT TUHAN.
2.a. Seorang yang diberi Allah kekayaan, kemakmuran dan kemuliaan, sehingga ia tidak membutuhkan apapun bagi jiwanya dari semua yang diinginkannya.
Ini berlaku secara jasmani dan rohani. Ini suatu keadaan yang bagus sekali sebab kaya, makmur dan mulia, ia mengalami kecukupan dalam semuanya jasmani dan rohani. Secara jasmani semua orang mengerti tentang hal ini, sebab semua orang juga mengincar dan mencarinya. Tetapi secara rohani belum tentu semua orang-orang beriman mengerti. Ada orang secara jasmani kaya, makmur dan mulia, tetapi secara rohani sangat miskin dan hina. Juga ada sebaliknya, yang secara jasmani miskin dan hina tetapi secara rohani kaya, makmur dan mulia. Ini jelas tampak dalam kasusLazarus dan orang kaya Luk 16;19-31. Ini keadaan yang kontras, supaya kita mengerti hal ini baik2, untuk kemudian bisa mengerti ayat ini.
Kelimpahan jasmani mudah dimengerti hampir semua orang. Tetapi kelimpahan rohani itu tidak mudah dimengerti semua orang.
Orang yang kaya, makmur, mulia secara rohani di hadapan Allah itu adalah:
1. Orang yang merdeka dari dosa, bisa rutin terus menerus hidup dalam kesucian Rom 6:1-2 dan tidak kembali dalam dosa Gal 5:1. Ini adalah dasar dari hidup yang indah bahkan luar biasa di hadapan Tuhan dan manusia. Tanpa ini semua yang lain cacat atau palsu.
2. Bisa menikmati 7 Kebutuhan Pokok Rohani. Ada orang yang tertib, disiplin memakai 7 KPR itu baik, tetapi tidak cukup. Orang yang normal, sehat rohaninya bisa menikmati semuanya yaitu:
2.1. Menikmati hidup dalam kesucian, ini manis dan limpah dengan sejahtera, sukacita dan kebenaran Rom 14:17.
2.2. Bermegah-megah dalam salib Kristus Kis 5:41, Gal 6:14. Bukan bermegah-megah karena populer!
2.3. Bisa menikmati Firman Tuhan, sebab itu ia selalu”makan” dengan limpah.
2.4. Menikmati doa, lebih-lebih dalam Roh dan kebenaran, sehingga rindu selalu berdoa senantiasa Yoh 4:23, 1Tes 5:17. Ia menyembah Tuhan seperti orang yang tergila-gila sebab kagum, terus me-muja2 dan menomorsatukan Tuhan.
2.5. Menikmati ibadah dan setiap acara didalamnya. Ibr 10:25 sehingga terus ber-tambah2 dalam ibadahnya, bukan lari!
2.6. Sukacita bisa bersekutu dalam tubuh Kristus. Maz 133 meskipun harus dengan menyangkal diri 1Yoh 1:7.
2.7. Sukacita melayani Tuhan dalam setiap kesempatan, lebih-lebih dalam jabatan atau talentanya.
Orang-orang seperti ini akan terus tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, dalam doa dll sehingga kesuciannya terus meningkat dan mahir hidup dipimpin Roh.
3. Terus tumbuh dan ber-buah2 Yoh 15:5. Ia menangkan makin banyak jiwa, jadi berkat di mana2, bukan jadi tukang gara-gara 1Pet 4:15 atau munafik seperti orang Parisi. Ia melayani dengan tulus dan dengan kasih Kristus, dan selalu limpah dengan kuasa dan pengurapan Roh Kudus. Ini terus ber-tambah2.
Inilah orang yang kaya di hadapan Tuhan. Ia belum tentu kaya secara jasmani, populer atau jadi pemimpin besar. Jadi pemimpin itu indah, kesempatan berbuat banyak bagi Tuhan, tetapi belum tentu pemimpin itu kaya di hadapan Tuhan. Yang penting kaya, makmur dan mulia di hadapan Tuhan.
Yusuf dan Maria orang kecil dan tidak terkenan, tetapi indah dan berkenan pada Tuhan Luk 1:28. Henokh itu tidak terkenal tetapi menjadi sempurna, ia seorang yang kaya, makmur dan mulia cara rohani, dalam hal jasmani tidak disebutkan. Elia tidak terlalu populer. Utusan raja (tentu seorang yang berkedudukan) tidak mengenal Elia 2Raj 1:6. Yang penting dikenal Allah. Justru orang yang ingin populer, dikenal orang banyak itu kecil atau hina karena sombong. Sebaliknya Abraham adalah orang yang kaya, makmur dan mulia secara jasmani dan rohani. Juga Daud menjadi kaya seperti Abraham.
2.b. Namun Allah tidak memberinya kuasa untuk makan daripadanya, tetapi seorang asing yang memakannya.
Secara jasmani kalau ini terjadi, itu tampak jelas dan sangat menyakitkan hati. Inilah orang yang kaya, makmur, mulia, tetapi tidak bisa menikmatinya, misalnya:
a. Mati, semua harta dll ditinggalkan dan ia tidak bisa menikmatinya, meskipun ingin Luk 12:19-21.
b. Masih hidup, tetapi tidak bisa makan dari yang dikumpulkan karena sakit, cacat, sehingga hanya boleh makan makanan yang tertentu dan terbatas saja, ada yang sama sekali tidak bisa makan.
c. Orang yang tidak jujur, lalu masuk dalam penjara apalagi kalau dihukum seumur hidup atau hukuman mati, tidak bisa menikmati semua yang sudah dikumpulkannya dengan resiko besar. Orang ini akan pahit hatinya, bahkan yang melihatpun bisa ikut merasakan ke-sia2annya. (Kalau toh ia sembuh, ia menikmati lagi apa yang sudah dikumpulkannya, tetapi tetap terbatas sampai hanya 70-80 tahun!).
Secara rohani seringkali tidak kentara sebab saatmenikmatinya itu sebagian besar dalam hidup sesudah kematian. Misalnya Mat 7:23, orang yang populer, dipakai Tuhan dengan heran, semua orang kenal, tetapi diam-diam hidup dalam dosa, waktu mati, ia ditolak Tuhan! Tidak boleh masuk Surga, jadi ia masuk Neraka padahal di dunia ia adalah orang rohani yang besar. Ini celaka untuk kekal. Kalau tidak masuk Surga, itu berarti ia terhilang untuk Triliunan tahun dan tersiksa di Neraka, celaka sekali.
Ada beberapa banyak orang dipakai Tuhan, mati dalam dosa, tidak sungguh2 bertobat dan terhilang (ia terikat dengan keduniawian, dengan perzinaan, dengan kebencian dll, padahal untuk melepaskan semua dosa dan ikatan2 itu sama sekali tidak sulit, mudah asalkan ia mau. Seperti penjahat yang di salib dengan Putra manusia Yesus langsung lepas dan selamat!). Berapa tokoh2 besar binasa dalam Neraka. Jangan ingin terkenal, di-puji2 orang banyak, itu dosa sombong, hina dan kalau tidak bertobat, hilang keselamatannya. Rindulah hidup berkenan pada Tuhan.
– Elimelech dan keluarga adalah orang yang mempunyai bagian dalam Israel. Tetapi mereka mati terhilang, justru Ruth yang bisa mengambilnya dan menikmati kemuliaan dari Tuhan di dunia dan sampai kekal.
– Saul seorang besar dan mulia, tetapi ia tidak bisa menikmati kekayaan, kemakmuran dan kemuliaannya. Ia sudah mengumpulkan hal2 indah sejak muda, sampai jadi raja pertama orang Israel yang dipilih dan diangkat Tuhan. Tetapi ia tidak bisa menikmatinya, selalu takut dan gelisah ditekan dan disiksa setan2 yang merasuknya, bahkan akhirnya binasa.
– Yudas seorang yang indah yang sudah mengumpulkan banyak hal2 besar. Ia jadi kaya dan mulia secara rohani, jadi seorang rasul Tuhan, sampai saat terakhir teman2nya tidak tahu, ada dosa yang disimpan yaitu cinta uang. Ia tidak bisa menikmati jasmani dan rohani, bahkan binasa kekal.
– Juga Gehazi, tangan kanan Elisa, sebetulnya bisa jadi besar dan mulia, tetapi jadi kusta dan dibuang!
Raja Asa sudah jadi raja yang baik. 1Raj 15:11. Ia indah di hadapan Tuhan, sudah mengumpulkan banyak untuk jadi mulia sampai kekal, tetapi kemudian undur dari Tuhan, bersandar pada raja Syam, akhir hidupnya jadi rusak dan binasa 2Taw 16:11. Ia mulai dalam Roh, permulaannya baik, tetapi yang terakhir ia hidup dalam daging, jelek sekali Gal 3:34. Beberapa raja yang sudah jadi indah, lalu undur sebab itu tidak bisa menikmati dari apa yang sudah dikumpulkan secara jasmani dan rohani. Misalnya raja Uza 2Taw 26:16,22, Ananias 2Taw 25 dll. Raja Manasye justru sebaliknya. 2Taw 33:1-20.
Mengapa Allah tidak memberi kuasa untuk makan daripadanya, jasmani dan rohani? (Secara jasmani orang seperti ini tampak sekali nasibnya yang jelek, dahsyat, tetapi secara rohani itu celaka yang sangat2 dahsyat sebab kekal).
Mengapa Allah mengizinkannya? Allah itu adil, ia tidak bertindak dengan se-mena2 seperti dalam Luk 12:19-21 atau secara rohani dalam Mat 7:23. Pasti ada sebabnya dan itu sudah diputuskan dengan adil, apalagi menolak orang beriman dari kerajaan Surga itu sangat dahsyat untuk kekal! Ini diputuskan Allah, sebab:
1. Dosa. Banyak orang tidak suka mendengar kata ini, tetapi ini dasar dari semua celaka! Baik dosa yang besar (sudah pasti celaka, semua orang tahu) tetapi juga dosa kecil atau benih2 dosa, itu bisa merusak perkara-perkara besar Kid 2:15. Lebih-lebih pada akhir zaman, benih2 dosa yang kecil ini, yang tidak tampak atau tidak terasa, tahu2 disirami dengan kesempatan2 dan sikon yang dahsyat seperti Sodom Gomora (dosa dan kesempatan meningkat luar biasa) sehingga Lot yang mula2 tampak baik, orang benar 2Pet 2:7 tetapi sebab ada benih2 dosa di dalamnya, ia tertarik ke Sodom dan disini ia ber-bunga2, ber-buah2 segala macam dosa, sehingga meskipun dua kali dilepaskan dari maut oleh Abraham, tetapi terikat dengan Sodom dan terhilang). Lot sudah mengumpulkan perkara-perkara yang kekal ber-sama2 dengan Abraham, sampai Lotmenjadi orang benar, tetapi ia tidak mempunyai kuasa untuk makan daripadanya dan ia binasa untuk kekal. Semua yang punya benih2 dosa, kalau tidak dicabut habis, akan jadi seperti Lot, tidak lagi bisa menikmati semua yang dikumpulkannya. Tetapi semua yang tetap hidup benar, akan tumbuh, bersemi dan ber-buah2 pada akhir zaman meskipun keadaannya penuh dengan kesempatan, godaan dan pencobaan yang limpah. Jadi yang tidak berakar, yang tidak mendalam di dalam Tuhan, juga akan roboh dan hancur seperti rumah tanpa pondasi yang kuat Mat 7:24-28.
Tuhan menyuruh kita bersedia, kalau tidak akan roboh, tidak akan kuat Mat 24:42.
2. Rohani tidak dipelihara. Apa artinya?
A. Jangan mendua! Ini orang yang selain mencari hal rohani, ia juga adapercintaan dunia. Juga dosa2 kecil dibiarkan dan orang seperti ini tidak akan bisa makan daripada segala yang sudah dikumpulkannya. Orang yang mendua itu diludahkan Tuhan keluar Wah 3:16. Memelihara rohani berarti tidak mendua, betul2 semua yang berlawanan dengan Firman Tuhan harus dibuang. Banyak orang tidak percaya, dikira itu ber-lebih-lebih, tetapi ia akan gugur waktu Sodom Gomora datang di sekitarnya. Lot mencari dan masuk Sodom, tetapi di akhir zaman Sodom Gomora datang bahkan meliputi kita di mana2, sampai masuk dalam kantong kita (macam-macam gadget yang berisi perkara-perkara duniawi), juga masuk dalam persekutuan orang beriman. Bahkan Sodom Gomora sampai masuk dalam Gereja juga, sehingga timbul dosa2 yang keji di dalam Gereja. Kalau sekarang tidak mau lari dari Sodom yang masih jauh, apalagi kalau Sodom datang dekat di sekelilingnya, ia akan jadi rusak berat seperti Lot dan tidak tertolong lagi.
Jadi kita harus tegas terhadap semua perkara-perkara dosa, duniawi dan perkara-perkara dari setan. Jangan dianggap remeh. Bersihkan tangan, sucikan hati dan usir setan dengan tegas, kalau tidak, kita akan mudah ketularan sebab mereka ada di sekitar kita! Yak 4:7-8!.
B. Tekun dalam 7 Kebutuhan Pokok Rohani, jangan lupa 7 KPR, kita harus tertib memakainya bahkan sampai bisa menikmatinya!
Kalau kita tertanam dalam rumah Tuhan, tidak mendua dengan dunia, kita tidak akan kena penyakit yang jahat ini! Tetapi terus segar, hidup, berdaun, berbunga dan berbuah Maz 92:13-16. Masih banyak orang meremehkan pemeliharaan rohaninya, dan membiarkan dunia (yang makin dekat pada kita) masuk dan menimbulkan ikatan, percintaan dalam hati. Ini benih2 celaka, yang akan membuat banyak orang beriman bahkan pemimpin2 tidak bisa menikmati keselamatan dan kekayaan rohani yang sudah dikumpulkan seumur hidupnya!
2.c. Ini sia2 dan ini suatu penyakit yang jahat.
Jangan bodoh seperti Saul, Elimelech, Gehazi, Yudas dll. Salomo dan Simson hampir binasa, meskipun mereka sungguh2 bertobat, mereka tetap mengalami kepahitan yang amat sangat sampai mati.
Lain dengan Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego yang mengalami aniaya besar tetapi justru aniaya itu menjadi kemuliaannya dan bisa dinikmati sampai kekal.
Apakah Tuhan tidak tahu lebih dahulu dan mengapa toh diberikan Tuhan?
Sebab Tuhan tidak bisa membatalkan janjiNya, karena umat Tuhan punya hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Saul waktu permulaan sangat indah, taat, setia, rendah hati dan berkenan pada Tuhan. Waktu Tuhan mencari seorang yang cocok menjadi raja, dialah orangnya. Kalau Saul tidak dipilih, ia memegang, menuntut janji Tuhan. Tetapi sayang ia mulai dalam Roh, tetapiberakhir dalam daging.
Kalau kita mau tegas terhadap dosa dan memelihara rohani baik2, tidak sulit untuk tetap selamat sampai akhir, sebab:
1. Allah selalu standby untuk menolong kita Pil 1:6.
2. Sekalipun manusia tidak setia, Ia tetap setia 2Tim 2:13. Sebab itu kalau kita mau setia, pasti bisa, Tuhan tetap setia lebih dari kita. Tetapi jangan hidup kita berubah setia! Ber-sama2 Tuhan kita tidak akan jatuh. Sebab itu semua yang sudah mengumpulkan berkat Tuhan jasmani dan rohani, jangan lupa pada Tuhan, tetap lekat padaNya Ul 8:10-11. Tetap setia, pelihara hidup rohani baik2. Tuhan sudah memberi peringatan begitu banyak dalam FirmanNya.seperti Mat 24:13, Gal 3:2-3, bahkan Tuhan sudah menghajar habis2an seperti Lot (sampai hampir mati dua kali). Juga Salomo, Simson, Daud dll dihajar dengan keras. Yang tidak mau bertobat akan celaka. Yang mau bertobat masih bisa selamat, tetapimelewati hajaran yang dahsyat. Paling baik dari permulaan hidup tulus dan benar dan setia, maka perjalanan rohani kita akan mudah dan senang dan kita bisa makan daripada berkat Tuhan jasmani dan rohani.
KESIMPULAN.
Ini penyakit yang umum, wabah rohani yang kena banyak orang beriman. Jangan sampai kita sendiri yang kena. Sebab itu kita harus tegas terhadap dosa, semua dosa dibuang! Jangan ada benih dosa apalagi keras hati di dalamdosa. Kita harus hidup benar dan memelihara rohani kita baik2 (7 KPR) dan jangan mendua,sebab makin lama Sodom Gomora akan mendekat dandatang mengelilingi dan meliputi kita. Tetapi jangan takut, fasilitas rohani dari Tuhan lebih dari cukup, asal jangan mendua, jangan ingin perkara-perkara dosa dan dunia ini, tetapi tegas terhadap setiap dosa dan Terus Meningkat Sampai Puncak, jangan menurun!
Hidup tegas terhadap dosa itu bukan berarti hidup yang tersiksa seperti yang dikatakan berita2 bohong iblis dan dunia. Hidup tegas dalam kesucian itu justru sejahtera, sukacita dan bisa hidup benar dengan nikmat. Dan kita bisa makan dari segala berkat Tuhan jasmani dan rohani, sekalipun di tengah2 dunia yang jahat dan keji. Bahkan kita bisa menikmati sampai Surga kekal.
Kalau toh banyak godaan dan pencobaan itu justru ujian yang akan meningkatkan kita makin tinggi (kalau lulus!) dalam kemuliaan dan kesukaan yang besar, bisa makan daripadanya sekarang sampai kekal.
Nyanyian:
Siapa tertanam dalam rumah Tuhan.