AIR-ASIA

MUSIBAH AIRASIA
281214
Kita semua mendengar tentang musibah ini. Menggetarkan hati banyak orang dan sungguh2 menakutkan. Ada orang yang pada waktu itu membatalkan flightnya sebab bingung dan takut; tiba2 anaknya sakit, padahal hari itu juga mereka akan berangkat ke Singapura. langsung keberangkatannya dibatalkan dan tiketnya hangus, ia berpikir daripada mati; Banyak orang kena syok oleh musibah ini. Bagaimana tanggapan kita ?

A.MENURUT AKAL, kemungkinan musibah ini hanya 1 per seratus ribu ( angka kira2), sebab diantara seratus ribu flight di indonesia (apalagi di seluruh dunia hanya satu yang jatuh.
Sebab itu mengapa takut ? Jalan saja terus ! Memang untuk perusahaan penerbangan, ini menjadi pelajaran supaya mereka lebih berhati-hati !

B.MENURUT FIRMAN TUHAN.
Bagi anak2 Allah yang hidup dalam Kristus ( seperti carang dalam pokok Yoh 5;5) tidak perlu kuatir, sebab:
1. Tuhan memelihara kita  dengan teliti, sampai rambut di atas kepala kitapun dihitung dan tidak ada satu rambutpun yang jatuh tanpa ijin atau tanpa setahu Tuhan.
Mat 10: 30 Dan rambut di kepalamu pun semuanya sudah terhitung.

2. Tidak ada kebetulan bagi orang beriman. Yang patut mati atau celaka itu sudah diperhitungkan Tuhan dengan sangat teliti dan adil.

Yer 15:2 Dan akan terjadi, kalau mereka berkata kepadamu, kemanakah kita akan pergi ? Lalu hendaklah engkau mengatakan kepada mereka, Demikianlah Firman Tuhan; yang diperuntukkan untuk mati, akan mati; yang diperuntukkan untuk kena pedang, kena pedang, dan yang diperuntukkan untuk kelaparan, akan kelaparan dan yang diperuntukkan untuk tawanan, akan ditawan (KJI).

Kalau terjadi sesuatu itu selalu ada sebabnya mungkin karena dosa, maka ia akan menerima hukumannya; mungkin juga karena ujian , maka ia kena sebagai ujiannya, atau Tuhan mengijinkannya mati sebab jatah umurnya habis seperti Hizkia dan Elisa 2 Raj 13;14.
Anak2 Ayub mati semua, pasti karena dosa anak2nya melebihi batas, sudah tidak mempan didoakan ayub setiap kali Ayb 1:5. Apalagi istrinya yang membawa, membiarkan anak2nya hidup beraja di hati (2Raj 2:8 TL), bermewah-mewah dan berpesta pora terus. Kalau keinginan anak2nya tidak tercapai, mereka marah2 dan menghojat Tuhan seperti ibunya.
Tuhan tidak pernah membuat sesuatu tanpa sebab, apalagi membunuh semuanya. Semua ada perhitungan yang adil dan teliti. Untuk Ayub itu suatu ujian, tetapi bagi anak2nya yang beraja di hati, itu hukuman.
Istrinya masih dapat kesempatan seperti Nebukadnezar sebab Tuhan tahu lebih dahulu bahwa ia akan bertobat dan berubah, tetapi anak2nya sudah tidak lagi mau berubah, dosa2nya terlalu banyak sehingga hukuman jatuh ke atas mereka, sekalipun tidak disebut dalam Alkitab sebab Tuhan tidak pernah keliru, Tuhan adil dan benar.

3. Mati hidup ditentukan Tuhan bukan ditentukan musibah atau besarnya resiko.

1 Sam 2:6 Tuhan mematikan dan menghidupkan. Ia menurunkan ke dalam kubur dan ia mengangkat keluar.

Sekalipun Daud menghadapi Goliat dengankemungkinan mati yang sangat besar, tetapi Tuhan yang menentukan hidup dan kemenangan semua pihak. Semua orang memperhitungkan Daud pasti mati, tetapi Daud percaya bahwa Tuhan menyuruhnya dan ia tidak akan mati dan ternyata Tuhan sanggup menolong dan membuat kemenangan baginya.
Tuhan sanggup memberi kemenangan atau menyingkirkan kita dari bahaya kematian. Sebab itu sebelum bertindak,  bertanya-tanyalah akan Tuhan lebih dahulu 1Taw 16:11 dan hidup dipimpin Roh Rom 8:14, Luk 4:1 bukan dipimpin keinginan daging atau akal, kemauan kita sendiri, atau karena iseng, karena keinginan2 duniawi lainnya, dsb.
Kalau Tuhan memberi sejahtera, pergilah, kalau Tuhan melarang dengan mengangkat sejahtera dari hati kita atau diteguhkan dengan cara2 lain, lebih baik taat!
Anak Jerobeam mati justru karena ia baik dan Tuhan “memetik” pada saatnya yang terbaik, sebab dalam hari2 yang akan datang, pencobaan baginya akan sangat besar (karena bapaknya, raja Yerobeam yang jahat dan orang2 Israel begitu jahat), terlalu berat baginya. 1Raj 14:10,13
Hizkia akan dipetik oleh Tuhan pada saat di puncak, tetapi iatidak mau, ia minta dengan tekun ( L: bertalu-talu, B: dengan tidak malu ) maka ia diijinkan Tuhan Luk 11:8; 18:1.

C.TERHADAP KELUARGANYA, KITA HIBURKAN,
supaya mereka tabah dan kuat dalam kesukaran2nya.

 Jangan menghakimi orang yang kena bahaya.
Jangan menghakimi orang yang kena bahaya. Jangan seperti teman-teman Ayub yang menyalahkan Ayub waktu ia kena musibah, padahal Ayub tidak berdosa dan orang yang menyalahkannya, dihukum Tuhan Ay 42:7-8. Tetapi tugas kita untuk menolong, bukan untuk menghakimi Yak 4:11-12.

D. INI MENJADI PELAJARAN BAGI ORANG-ORANG BERIMAN
supaya sungguh-sungguh-sungguh tinggal dalam Kristus seperti carang dalam pokok, sebab Allah Bapa pasti selalu memelihara anak2Nya tetapi kita harus selalu siap menghadap Tuhan sewaktu2 seperti perintah Tuhan

Amos 4:12  “Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. –Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!”

Jangan hidup dalam dosa.

Ibr 3:15 Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”,

Orang mati itu bukan hanya karena naik kapal terbang (kemungkinan hanya 1/100.000 atau lebih kecil lagi) tetapi bisa saja di rumah, dalam kamar mandi, naik sepeda, sepeda motor, mobil, bus, atau berjalan biasa di tepi jalan, bisa jatuh lalu mati. Yang mati di rumah sakit juga banyak, di mana-mana dalam keadaan apa saja orang bisa mati bahkan tiba-tiba.
Sebab itu kita harus selalu berjaga2 , sebab kalau mati dalam dosa itu celaka, karena dosa tidak boleh masuk Sorga.

Wah 21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, (semua dosa lainnya), tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Sebab kalau seorang beriman sudah yakin ia sudah selamat karena anugerah Tuhan (Ef 2:8) lalu berbuat dosa, hidup dalam dosa,tidak mau membuang dosanya,  tahu-tahu mati, tanpa bertobat, jiwanya akan binasa.

Yeh 33:13. Jikalau firmanKu kepada orang yang benar, bahwa dengan sesungguhnya ia akan hidup, dan ditaruhnya harapnya pada kebenarannya (Tuhan sudah berkata ia hidup, ia selamat)”, lalu dibuatnya mana yang tiada betul, maka segala kebenarannya tiada akan diingat, melainkan iapun akan mati juga di dalam kejahatan yang dibuatnya. (TL)

Jadi; kalau seorang percaya pada Tuhan Yesus, Tuhan berkata kepadanya, bahwa ia hidup, selamat, sebab dosanya sudah diampuni, ia selamat oleh anugerah Tuhan. Tetapi kalau sesudah menjadi orang percaya, orang itu mengandalkan anugerah Tuhan, bahwa ia sudah percaya, oleh anugerah Allah ia sudah selamat, lalu berbuat dosa, lalu mati tanpa bertobat, maka ia mati dalam dosa atau kejahatannya dan binasa karena dosanya, sebab dosa tidak boleh masuk Sorga.
Sebab itu kita tidak boleh hidup di dalam dosa atau membiarkan dosa tinggal menginap dalam hati kita, harus langsung dibereskan, hari itu juga Ibr 3:15sebelum matahari terbenam Ef 4:26-27.
Sekalipun kemungkinan mati kecil (apalagi masih muda, biasanya kalau tua, angka kematian atau kemungkinan mati lebih besar, sebab yang sudah tua memang lebih banyak yang mati).
Tetapi bagaimana pun juga, karena kita tidak tahu kapan kita mati, sebab itu Firman Tuhan berkata supaya setiap hari kita selalu siap menghadap Tuhan, jangan sampai simpan dosa, itu betul-betul bisa celaka sampai kekal.
Kita harus menjaga supaya hidup kita tetap di dalam sejahtera dan tidak ada noda2 dosa, apalagi cacat2 karena dosa tetapi tetap benar di hadapan Allah 2Tim 2:15.
2Pet 3:14. Sebab itu, saudara-saudara yang kekasih, sambil menantikan hal-hal ini, berusahalah, supaya kamu didapati oleh Dia di dalam sejahtera, tanpa noda dan tanpa cacat (KJI).

Sorga Neraka itu sungguh ada, jangan hidup sembarangan sebab akibatnya untuk kekal.
Kalau sudah terus gagal, akhirnya drop out itu masih belum terlalu celaka, tetapi kalau masuk Neraka itu untuk kekal, celaka yang tidak terhingga .
Kalau rugi seluruh hartanya seperti Ayub, masih belum tentu celaka, tetapi kalau mati dalam dosa pasti celaka untuk abadi dalam Neraka!
Di dalam Kristus kita pasti bisa hidup dalam kesucian, merdeka dari dosa (Yoh 8:36 Gal 5:1).
Sebab itu berjaga-jagalah dan berdoa, sebab kita tidak tahu kapan akhir hidup kita (atau kedatangan Tuhan).
Orang mati itu bisa kapan saja, di mana saja, kita tidak tahu, sebab itu  bersedialah baik-baik dalam kesucian dan lakukan semua kehendak Allah, pasti tidak rugi, sebab semua perbuatan kita yang benar akan mengikut menyertai kita dalam Sorga untuk selama2nya.Wah 14:13.
Bersedialah dalam kesucian sebab kita tidak tahu kapan kita mati, kapan waktunya, berjaga2lah!