M3696 – 2Petrus 3:18. Bertumbuh Dalam Anugrah

Ini termasuk doa berkat, mohon Tuhan menambahi terus anugerahNya.
Kita selamat oleh anugerah Allah (menjadi anak-anak Allah Yoh 1:12) Ef 2:8 bukan dengan uang, kebaikan, kebenaran sendiri, usaha sendiri, jasa, ijazah, undian dll tetapi se-mata2 oleh anugerah. Anugerah Allah itu begitu besar, itu pemberian Allah pada kita. Bandingkan dengan pemberian (cuma2) oleh orang tua pada anaknya itu tidak terhitung, apalagi yangdiberikan Allah pada kita. Allah bisa beri limpah, kita bisa menerima lebih banyak lagi, bahkan tidak terbatas!
Apa bedanya dengan kasih? Allah itu kasih 1Yoh 4:8 karena kasih Ia memberi anugerah, kemurahan, pengampunan, kebaikanNya dll.
I. DEFINISI ANUGERAH.
Dari 1Kor 15:10 kita melihat arti anugerah dalam diri Paulus dan juga untuk kita. Kita sekarang ini ada oleh anugerah Allah. Sebetulnya kita tidak layak, tetapi oleh anugerah Allah kita berada sebagaimana kita ada ini.
Dalam ayat ini anugerah Allah mirip seperti subsidi dari Allah. Anugerah ini bisa berupa hal-hal jasmani dan rohani. Misalnya dengan kekuatan kita sendiri kita dapat angka 5, tetapi dengan anugerah Tuhan kita mendapat angka 7, sehingga sebetulnya tidak lulus, tetapi oleh anugerah Tuhan menjadi lulus, malah dengan angka baik. Ini bukan hasil suap atau mencuri angka, tetapi resmi diberikan Tuhan kepada kita, menyatu dengan kita sehingga menjadi milik kita bahkan kita betul-betul bisa pintar seperti dari diri kita sendiri, sesuai dengan angka 7. Misalnya Petrus orang sederhana bisa menjadi pengkhotbah dan kepala dari rasul-rasul. Kis 4:13.
Cerita supir dari seorang profesor yang diterima dan diperlakukan seperti profesornya, tetapi ini hanya bisa satu kali saja, tidak mungkin dua kali. Tetapi anugerah Tuhan itu menjadi satu dengan kita, menjadi bagiandari kita sendiri dan untuk seterusnya. Begitu luar biasa. Juga dalam hal jasmani. Tuhan memberi kita sehingga seharusnya gaji kita 2 juta, tetapi oleh anugerah Tuhan kita mendapat gaji 4 juta (bisa karena keuntungan, dipercayai dalam 1 hal, atau karena menemukan suatu cara baru dll yang kita lakukan dengan anugerah atau hikmat Tuhan). Anugerah Tuhan itu luar biasa dan menyatu dalam diri kita. Tetapi ingat, itu masih bisa berubah, bisa ditambah, bisa dikurangi, tergantung hubungan kita dengan Tuhan, tetapi dibalik semuanya ini Allah itu ada kasih! Sebab itu kalau kita tetap mau taat dan mengasihi Tuhan, kita tidak perlu takut atau kuatir. Seorang anak tidak perlu kuatir, bahwa kasih orangtuanya bagi dirinya habis, kecuali hanya dalam keadaan yagn sangat keterlaluan. Apalagi Allah yang tetap kasih dan setia 2Tim 2:13. Tetapi kita harus memperhatikan, bahwatidak semua orang yang percaya Tuhan Yesus akhirnya masuk Surga Mat 7:21,23. Orang beriman bisa mulai dalam Roh dan berakhir dalam daging sehingga binasa seperti Saul. Gal 3:3-4. Tetapi kalau orang itu masih sempat bertobat dan mau bertobat pada akhirnya, ia masih bisa selamat seperti penjahat yang di salib dan Simson.
Ada orang yang melihat anugerah Tuhan sebagai hal yang tidak lagi bisa berubah. Kebenaran Firman Tuhan jangan dipegang dari satu ayat saja. Tetapi pakai seluruh Alkitab. Setiap ayat menjelaskan satu sisi dari kebenaran Allah. Misalnya, kita harus ingat ada gradasi dosa dan kalau seorang sampai pada dosa yang sempurna seperti iblis, maka ia tidak lagi mau bertobat dan keselamatannya hilang, termasuk semua anugerah yang pernah diterimanya. Sebaliknya juga ada gradasi kesucian, kalau seorang sampai pada tingkatan yang semuprna, melewati Tirai ia tidak lagi bisa berdosa dan tidak mungkin berdosa lagi dan selamat kekal sekalipun masih hidup 1Yoh 3:9. Seperti Elia dan Henokh, Musa. Sebaliknya sekalipun seorang belum banyak mengerti, Firman Tuhan, asal dengan tulus ia percaya dan taat pada Tuhan, apalagi dengan cinta yang terus bertambah-tambah, jangan kuatir, pasti selamat sebab Tuhan bisa menyelamatkan seorang sampai ke akhir, asal ia mau betul-betul taat Ibr 7:25. Jadi sangat penting keputusan dan ketaatan kita sampai terakhir, kalau sungguh-sungguh taat, pasti akan selamat sampai ke akhir, tergantung dari kita sendiri, sebab dari Allah, Dia menghendaki kita tetap selamat dan Ia setia sampai ke akhir Pil 1:6, 2Pet 3:9, tidak perlu disangsikan.
II. MENERIMA ANUGERAH ALLAH.
Ada dua macam:
1. Menerima dengan sia-sia 2Kor 6:1. Ini berarti meskipun sudah menerima anugerah Alah sampai selamat, bahkan sampai diberkati Tuhan dengan limpah dan dipakai Tuhan dengan heran, tetapi akhirnya masuk neraka, ini sia-sia! (Saul, Yudas, Achan dll, dan orang-orang yang bunuh diri!). Sebab itu jangan terima anugerah Tuhan yang heran, lalu hidup sembarangan, hidup dalam dosa, tidak mau pikul salib melakukan kehendak Allah Pil 1:29. Jangan mengubahkan anugerah Allah sebagai kesempatan atau peluang untuk boleh berbuat (sedikit2) dosa Yd 4. Itu jerat iblis.
2. Menerima anugerah dengan betul 1Kor 15:33. Salah satu cirinya ialah bekerja lebih keras dengan sukacita, untuk melakukan kehendak Allah, sekalipun itu sakit bagi daging (tidak seenaknya saja, sesuka hatinya, tetapi menyangkal diri untuk taat pada kehendak dan pimpinan Roh Kudus) sehingga hidupnya berkenan pada Tuhan senantiasa. Tuhan memberi anugerahNya ini bukan hanya untuk selamat, tetapi supaya kita bisa makin mahir pikul salib sehingga terus bertumbuh sampai akhirnya menjadi seperti Kristus 1Kor 11:1 bahkan seperti Bapa di Surga Mat 5:48 (tetapi Bapa tetap lebih besar, kepala dari Putra dan Putra kepala dari laki2 rohani yang menjadi sempurna, yaitu orang-orang beriman yang menjadi sempurna, sebagai mempelai Kristus. 1Kor 11:3.
Jadi kalau kita menerima anugerah Allah dengan betul, kita bisa terus bertumbuh sampai sempurna. Sampai dimana kita tumbuh di dunia, itu menjadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal dalam Surga. Kalau kita menerima dengan betul, tumbuh di jalan Allah (jalan sempit),   maka anugerah Allah akan terus bertambah-tambah di hadapan Tuhan (dan iblis dan dunia), terus makin meningkat makin seperti Kristus.
III. KEADAAN ORANG YANG TUMBUH DALAM ANUGERAH TUHAN.
1. Orang yang bertambah-tambah dalam anugerah Tuhan akan Makin mahir pikul salib (karena Kristus, bukan karena dosa atau salahnya sendiri. 1Pet 2:20-24. Paulus makin mahir pikul salib dan tampak dari banyaknya sengsara yang diderita karena Kristus 2Kor 11:23-33. Orang yang mahir pikul salib itu tidak bersungut-sungut apalagi marah2 pikul salib, tetapi bisa menikmati dan bersukacita waktu menderita karena Kristus dan kebenaran Kis 5:41; 12:6; 16:25; Mat 5:10-12, Luk 6:22-23. Biasanya orang-orang yang tumbuh itu celik matanya dan mengerti bahwa penderitaan salib itu kemuliaan 1Pet 4:14 (contoh Kis 16:25), menjadi mahkota kita Rom 8:17-18. Kita tentu tidak mau menderita karena dosa atau kebodohan, sebab itu kita harus cerdik dan minta pimpinan Roh Kudus. Tetapi kalau sudah hati2, toh itu terjadi, kita tidak bersungut-sungut, tetapi mengampuni musuh atau orang-orang yang merugikan kita 490 kali per hari Mat 18:22, bahkan kita mendoakan dan mengasihi mereka Mat 5:44. Orang yang belum mahir akan marah2 bahkan maki2 dan mengajak berkelahi dengan pahit dan benci, sehingga menjadi dosa dan iblis bekerja lebih lanjut, makin kacau dan celaka. Tetapi yang mahir mengampuni dan memberkati.
Bagaimana keadaan kita? Secara jasmani, dengan akal kita, pikul salib itu memang rugi dan bodoh untuk orang yang menuju neraka (di jalan lebar) tetapi itu kuasa Allah bagi yang menuju Surga (di jalan sempit). 1Kor 1:18. Orang yang makin mahir, bisa menderita macam-macam hal dalam macam-macam segi dan dalam gradasi yang makin berat bahkan sampai mati.
2. Kemampuan makin besar. Kalau anugerah Allah bertambah, orang ini tampak makin heran, kemampuannya makin meningkat, makin luar biasa, sebab dengan anugerah Tuhan ia menjadi makin seperti Kristus, biarpun sebetulnya kalau dari dirinya sendiri, ia tidak bisa mengerjakan semuanya. Misalnya Petrus orang sederhana tetapi hasil pelayanannya sangat besar Kis 4:13.Karena itu kadang-kadang, seperti pada Paulus, Tuhan memberikan duri supaya terus ingat bahwa ini “subsidi” dari Tuhan, jangan sombong. Paulus minta duri ini dicabut sebab sakit, tetapi Tuhan berkata bahwa anugerahNya cukup baginya 1Kor 12:7-9. Dengan anugerah Tuhan ia juga bisa menahan sakit karena duri itu.
3. Tetap teguh, setia, bisa bertahan.
Anugerah membuat kita setia dan kuat bertekun bahkan sampai ke akhir, sampai Tuhan Yesus datang. 1Pet 1:13. Jangan takut atau kuatir, anugerah Tuhan itu memberi kemampuan sampai ke akhir asal tetap dalam jalan Tuhan, dalam kesuciannya, jangan kembali berdosa!
IV. SYARAT2 UNTUK BISA BERTAMBAH-TAMBAH DALAM ANUGERAH.
Anugerah Tuhan (pemberian, subsidi, yang menyatu dengan kita) itu mengangkat kita sangat banyak dan hasilnya jadi indah. Syarat2nya:
1. Terus mengakui bahwa semua itu dari Tuhan, inilah rendah hati di hadapan Tuhan 1Kor 4:7.
Kita harus sadar dan mengakui bahwa anugerah itu dari Tuhan. Anugerah itu jadi satu dengan kita sehingga tidak seperti pinjaman. Sebab itu kadang-kadang orang ini terpancing untuk menjadi sombong, apalagi kalau bodoh, tidak sadar itu semua dari Tuhan. Kalau seorang jadi sombong maka anugerah itu akan dikurangi, tetapi kalau seorang bisa mengakui bahkan semua yang ada padanya itu semua dari Tuhan, tidak menyombongkan diri, tetap rendah hati, maka Tuhan akan menambahi terus anugerahNya.
2. Mau terus pikul salib Pil 1:29 sehingga tetap suci dalam jalan Tuhan, maka anugerah Tuhan akan terus ditambah. Kalau seorang keluar dari jalan Tuhan, dosa akan masuk, hubungan dengan Tuhan putus, anugerah Allah akan berkurang dalamnya. Pemberian Tuhan itu selalu tumbuh ber-sama2 dengan salib, di jalan sempit, sampai puncaknya di Golgota.
3. Bisa memakainya untuk kemuliaan nama Tuhan. Kalau anugerah bertambah, orang itu tampak makin berhasil, makin ber-buah2, makin dipakai Tuhan dengan heran dst. Pujian dari daging dan dari orang-orang lain akan datang sebagai jerat untuk meninggikan diri atau masuk dalamdosa2 lain. Akibatnya dengan anugerah Tuhan ia tidak memuliakan nama Tuhan tetapi berdosa. Meskipun salah pakai,  sekalipun ia terus berdosa, toh anugerah Allah masih melimpah Rom 5:20. Ini salah, tidak boleh Rom 6:1-2. Orang-orang ini akan binasa seperti Saul, Yudas dll, sebab yangsalah pakai, (toh anugerah Tuhan masih limpah) akan ada batasnya; Sesudah sampai waktunya, semua akan diangkat habis seperti Saul. Saul yang jahat oleh anugerah Tuhan masih bertahan di atas tahta untuk 40 tahun. Tetapi akhirnya sangat mengerikan. Jangan salah pakai untuk kepujian, kesombongan, iri, dll kepentingan diri yang dosa, yang bertentangan dengan hukum Allah.
4. Kalau kita bisa memakai dengan syukur 2Kor 4:15, sebab semua ini dari Tuhan dan tetap dalam kesucian, maka Tuhan akan menambahi lagi anugerahnya sehingga makin indah, makin mulia, makin mempermuliakan Allah. Baik dalam hal-hal jasmani (baik kepintaran, kedudukan, harta, kemampuan dll) dan dalam hal-hal rohani (dalam segala segi hidup dan pelayanan, dalam segala perkara terus bersyukur, maka anugerah Alah akan ditambahkan.
5. Menjadi berkat bagi jiwa-jiwa dan dalam pekerjaan Tuhan. Pikiran Tuhan hanya jiwa-jiwa, kalau kita dengan anugerah Tuhan juga memikirkan jadi berkat bagi jiwa-jiwa lain, maka Tuhan akan menambahi anugerahNya dalam segala jabatan dan pelayanan dan segala yang diperlukan untukmenunjangnya. Kita tidak merindukan kepujian dari manusia Rom 2:29, sebab itu menjadi kutuk dan jerat Ams 27:14; 29:5, tetapi orang yang mau menjadi berkat untuk orang-orang di sekitarnya,maka Tuhan akan menambahi buah2 dan pelayanannya Kis 2:47, mempercayakan kemampuan yang lebih besar Mat 13:12, Luk 16:10.
6. Makin tumbuh seperti Kristus, sebab ini adalah maksud dari pemberian anugerah, supaya makin bertumbuh, baik dalam rumah dan dimanapun, lebih2 dalam tabiatnya, kasih, iman, kesetiaan dst sehingga makin seperti Kristus, terus menyangkal diri, berdoa dalam Roh dan kebenaran dan taat akan Firman Tuhan supaya pertumbuhan rohani kita makin nyata, maka anugerah Tuhan akan makin bertambah.
Dengan ringkas, kalau kita mau memakai anugerah Allah berjalan ber-sama2 Tuhan, maka itu aman dan Tuhan akan menambahi terus anugerahNya,sehingga kita bisa bertambah-tambah dalam anugerah Tuhan dan tetap tinggal rendah hati, dan tetap berkenan kepadanya. Sebab itu bertekunlah dalam anugerah Tuhan Kis 13:43.
V. APA YANG MEMBUAT ANUGERAH TUHAN BERKURANG. IBR 12:15.
1. Mengambil segala kepujian Allah untuk diri sendiri Yes 42:8. Ini harus diperhatikan sebab anugerah Tuhan itu menyatu dengan kita sehingga tidak terasa dan banyak orang seringkali me-muji-muji dan mengkultuskan, hati2. 2or 4:7. Jangan terpancing jadi sombong, sebab ia akan direndahkan Allah 1Pet 5:5, Mat 23:12 dan dilucuti semuanya pada waktunya.
2. Jangan salah pakai, dengan tulus pakailah untuk melakukan kehendak Allah dan memuliakan Allah saja. Betapa sedihnya kalau semua anugerah Tuhan itu hilang seperti Saul, Simson, Gehazi dll.
3. Berhenti pikul salib. Seringkali kalau sudah heran, dipuji, dihargai, lalu orang-orang ini mulai jadi “tuan”, tidak lagi jadi hamba Mat 21:26-28. Kalau kita belum menjadi sempurna, tetap perlu pikul salib dan jangan mencari mahkota kepujian dari manusia. Jangan sampai anugerah Allah berkurang sampai habis, sebab itu jalan kehancuran menuju Neraka. Jangan sampai menerima anugerah Tuhan dengan sia-sia, yaitu sukacita, heran, mulia, indah tetapi masuk Neraka.
KESIMPULAN.
Anugerah Tuhan itu ajaib, heran dalam segala segi dan menyatu menjadi bagian kita, tetapi kita harus selalu ingat, ini semua adalah anugerah dari Tuhan, jangan lupa dan terus mengakuinya supaya jangan anugerahNya menjadi sia-sia karena kesombongan dan dosa. Tuhan memberi anugerahnya supaya kita makin tumbuh seperti Dia maka kita akan terus bertambah-tambah dalam anugerah Tuhan dan terus bertumbuh sampai seperti Kristus.  Setiap dosa bisa merusakkan anugerah Tuhan yang sudah kita terima, sebab itu tetaplah hidup dalam kesucian dipimpin Roh, lekat dengan Pokok anggur yang benar dan terus menghisab segala kebutuhan hidup rohani dari Tuhan. Jangan lupa segala keindahan anugerah Tuhan yang heran itu, yang menyatu di dalam kita (bukan sebagai pinjaman, tetapi diberikan, subsidi) itu jangan dilepaskan dari salib Kristus. Kalau kita mau menerima anugerah Tuhan dengan benar dan bertambah-tambah, belajar menambah kemahiran pikul salib seperti Kristus, seperti Paulus dll, sehingga salib tidak lagi jadi kebodohan dan kesusahan, tetapi sukacita dan ucapan syukur Kis 5:41, 2Kor 4:15; bukan lagi suatu celaka dan malapetaka, tetapi suatu kemuliaan dan mahkota yang kekal, maka anugerah Tuhan akan terus bertambah-tambah bagi kita.
Kalau mata kita celik dan bisa melihat mahkota di belakang salib, maka salib menjadi kesukaan dan kemegahan kita (bukan kebodohan, celaka dan kesusahan),maka kita akan bertambah-tambah dalam anugerah Tuhan dengan betul,
Tuhan itu kasih, tidak akan mudah mengambil kembali pemberian2Nya, kecuali orang itu jadi buta karena perkara2 dunia dan keras hati dalam dosa, maka sesudah waktunya habis, itu semua lenyap seperti pada Saul. Jangan beri tempat pada iblis dengan dosa manapun, sekalipun kecil dalam pikiran; kalau kita mau sungguh-sungguh memperkenankan Tuhan, kita akan sanggup melakukannya sebab Roh Kudus selalu siap menolong, sehingga tetap lekat dengan Tuhan dan anugerah itu makin bertambah-tambah sampai puncak2nya.
Tuhan rindu dan mau memberi kelimpahan anugerahNya 1Tim 1:14, asal kita tidak me-nyia2kannya tetapi bisa memakainya baik2 sehingga terus bertumbuh sampai seperti Dia dan ber-buah2 makin lebat untuk kemuliaanNya.
 
Nyanyian:
Amat besar anugrahNya
bertambah-tambah lah.
Trima dengan benar, jangan sia-sia,
tumbuh seperti Kristus.