M3670 – 1Samuel 30:4,6,9,10,21,22. Pasukan Daud Yang Penuh Cacat

A. ASAL MULANYA.
Waktu Daud melarikan diri dari Saul sebab hendak dibunuh, mula-mula ia lari seorang diri, tetapi kemudian banyak orang berdatangan menyertainya. Mula-mula keluarganya lalu segala macam orang datang, istimewa yang dalam kesukaran, yang putus asa, pahit hatinya, yang berhutang 1Sam 22:1-2. Mula-mula jumlahnya 400 orang, lama-lama bertamah sampai 600 orang.
B. KEADAAN PASUKAN DAUD.
Dibentuk dalam masa pelarian, seadanya.
Pasukan Daud ini sama sekali bukan orang pilihan dan dibentuk tanpa pemilihan (tanpa persyaratan, semua diterima).Justru orang-orang yang putus asa, jelek, pahit, tidak bisa bayar hutang, orang-orang pelarian seperti Daud, segala macam orang, juga orang-orang jahat 1Sam 30:22, bisa dikatakan orang-orang afkir, kualitas yang paling rendah. Daud berusaha menjadi penghulu atau gembala mereka. Ini “kerajaan pertama” Daud yang terdiri dari 400 orang sambil terus mengembara, lari ke sana sini. Dari mana biayanya? Seadanya, ternyata Tuhan memelihara mereka. Misalnya waktu dekat domba-domba Nabal, Daud dan orang-orangnya berusaha menolong melindungi mereka dan biasanya ada sedikit pemberian yang diberikan, tetapi Nabal menolak sampai mati.
Karena mutunya rendah, mereka mudah marah, kasar bahkan waktu keluarganya (yang kemudian ikut bersama-sama) ditawan, mereka mau merajamDaud 1Sam 30:6. Ini orang-orang jahat, fasik, bebal, sebab itu selalu timbul banyak masalah intern dalam pasukan Daud. Ada yang mogok tidak mau ikut berperang 1Sam 30:10, tetapi waktu Daud kembali dengan kemenangan, mereka menyambut dengan manis 1Sam 30:21 sehingga orang yang ikut perang ribut dengan mereka 1Sam 30:22-23.
C. INI BUKAN CONTOH YANG BAIK (apalagi ideal) tetapi Daud dengan faslitas yang paling jelek bisa mencapai hasil yang luar biasa karena pertolongan Tuhan. Hampir sama seperti waktu melawan Goliat, hanya dengan ali-ali dan batu kali 5 biji, tetapi ia menang luar biasa, sampai seluruh Filistin dikalahkan.
Kalau kita harus membuat pasukan atau team pelayanan, pasukan Daud sama sekali tidak boleh menjadi ukuran atau contoh, sebab pasukan Daud timbul dengan sendirinya dalam pelarian. Kalau kita membuat suatu team pelayanan, harus dicocokkan dengan syarat-syarat Firman Tuhan, misalnya 1Tim 3:1-13. Juga Pasukan Daud tidak bisa didisiplinkan dengan sepatutnya, seperti anak TK tidak bisa diharapkan taat dan patuh seperti anak-anak SMP. Tetap ada nasehat dan teguran dari Daud, sehingga ada perubahan yang lebih baik, danwaktu Daud menyuruh mereka batal menyerang Nabal, mereka mau taat. Waktu mereka mengajak Daud membunuh Saul, Daud menolaknya dsb, Daud tetap pada pendirian sesuai Firman Tuhan dalam tingkatan yang bagus meskipun mereka rendah mutunya.
Juga tidak ada organisasi yang rapi sebab hampir semua tidak memenuhi syarat. Tetapi sekarang dalam Gereja kita harus berusaha menempatkan orang yang tepat (yang dikehendaki Tuhan) di tempat yang tepat, sebab kita menghadapi masa akhir untuk tingkat kesempurnaan menghadapi polarisasi 1Kor 11:19, Wah 22:11. Peraturan-peraturan yang keras 2Kor 10:6 dll.
D. PELAJARAN-PELAJARAN  YANG BISA KITA DAPATKAN DARI PASUKAN DAUD.
I. Daud tetap pada pendirian yang benar
Daud yang juga masih sangat muda tetapi berjalan dengan Tuhan, punya pengertian dan pendirian yang kokoh di atas Firman Tuhan sehingga biarpun pasukannya jahat, Daud tetap berkenan pada Tuhan, tidak menuruti cara-cara mereka yang salah/ berdosa, sehingga Tuhan menyertai dan memberkati Daud dengan kemenangan dan hasil2 yang luar biasa!
Kita harus punya pendirian yang teguh, jangan ikut orang banyak berbuat dosa Kel 23:2, 1Kor 15:33. Sekalipun orang dekat mau mempengaruhi, tolak! Seperti Petrus kepada Tuhan Yesus, ditolak dengan tegas Mat 16:23. Juga istri-istri yang mempengaruhi dengan salah seperti Abraham ikut kata-kata Sarah, tetapi Ayubtidak mau menurut kata-kata istrinya yang jahat. Juga istri jangan ikut perbuatan suami yang salah seperti Abigail dan Nabal, Naomi dengan Elimelech. Juga dalam Gereja, terhadap pengaruh dosa dan keduniawian darikelompok2 di dalam dan di luar Gereja, jangan ikuttetap pada pendirian Firman Tuhan. Orang yang punya pendirian justru bisa menolong orang dekat kita yang jatuh Pkh 4:10-11, sehingga semuanya bisa diselamatkan kembali dan terus tumbuh sampai puncak. Sebab itu setiap orang beriman harus lekat pada Tuhan Yesus seperti Yoh 15:5 dan terus menghisab 7 Kebutuhan Pokok Rohani.
II. Jangan diracuni tetapi menggarami.
Sekalipun kita dikelilingi oleh banyak orang jahat dan tidak mengerti Firman Tuhan, jangan kita diracuni oleh mereka tetapi kita yang harus menggarami mereka dan tetap bertindak berdasar Firman Tuhan, sehingga hasil akhirnya Daud dan pasukannya tetap hidup berkenan kepada Tuhan.
Lain halnya dengan Yerobeam yang hampir samaseperti Daud (pada waktu berontak melawan Rehabeam), bergabunglah kepadanya satu pasukan yang rendah mutunya 2Taw 13:7, tetapi Yerobeam menjadi sama jahatnya dengan mereka, melawan Firman Tuhan sehingga Yerobeam dan pasukannya sangat jahat di hadapan Tuhan.
Lain sekali dengan pasukan Daud sebab Daud tetap benar di hadapan Tuhan sekalipun di tengah-tengah pasukan yang jahat, dan tindakan bersama yang dilakukan, tetap dilakukan menurut pimpinan Daud dan Tuhan berkenan dan diberkati.
III. Tuhan masih bisa memberkati satu team, keluarga, Gereja, kalau ada satu orang yang sungguh-sungguh berkenan pada Tuhan, tetap percaya, berharap dan melakukan kehendak Tuhan. Tetapi ini bukan keadaan normal yang betul, seharusnyaseluruh anggota tubuh Kristus haruslah hidup berkenan kepada Tuhan.
Israel itu begitu rusak, tetapi Tuhan masih bisa memberkati mereka karena ada Musa hambaNya yang diperkenan Tuhan di tengah-tengah mereka dan memimpinnya. Asal orang ini (atau pemimpin ini) tidak mau diracuni oleh pendapat-pendapat yang salah atau jahat disekitarnya dan tetap percaya dan harap pada Tuhan dengan segenap hatinya! Sebab itu Musa sangat bertentangan dan dilawan oleh penghulu-penghulu orang Israel yang tidak setuju dengan pendirian Musa. Tetapi karena Musa Israel masih diberkati dan disertai Tuhan.
Karena ada satu Paulus, seluruh kapal itu (276 orang) diselamatkan, gara2 Paulus Kis 27:24. Begitu dalam keluarga masih bisa ditolong dan diberkati karena ada satu orang yang harap atau percaya pada Tuhan, tetapi hasil akhirnya keselamatan itu (masuk Surga atau tidak) tetap ditentukan oleh masing-masing orang. Seperti doa syafaat, celaka yang besar bisa lewat (dapat kesempatan hidup lagi) karena satu orang yang berkenan pada Tuhan, tetapi masing-masing tetap harus bertobat kembali untuk bisa selamat kekal.
IV. Cara kerja Allah unik. Ini bukan yang ideal seperti dalam Kemah Suci. (Semua orang Lewi, Imam, Imam besar dan orang Israel harus pegang syarat-syaratnya). Juga dalam Gereja sekarang, ada peraturan dan syarat yang tertulis dalam Alkitab yang harus ditaati.
Tetapi seringkali kita melihat seolah-olah ada beberapa “pengecualian” tetapi ini pasti ada sebabnya yang adil dan betul. Misalnya sebab kemurahan Allah, yang memberi kesempatan untuk bertobat. Misalnya Tuhan masih memakai Simson yang tidak taat akan hukum Tuhan. (Elimelech dan keluarganya dihukum Tuhan sebab pergi ke orang kafir dan menikah dengan orang kafir). Tetapi sesudah batas waktunya habis dan belum bertobat, hukuman Allah turun atas Simson.
Dalam pelayanan sebagai terang dunia, ada tiga macam golongan dan semua dipakai Tuhan, yaitu:
1. Orang yang sungguh-sungguh dengan benar, tulus menjadi pelita Tuhan yang menyala seperti ligabis. Ini berkenan pada Tuhan, indah, tumbuh dan berbuah-buah. Mereka masuk dalam Surga dan mendapat pahala dan mahkotanya.
2. Orang yang jadi pelita yang menyala, tetapi kadang-kadang pelitanya mati, kadang-kadang menyala, tidak punya minyak cadangan seperti ligabo (Lima Gadis Bodoh). Pada waktu ia menyala, orang-orang di sekitarnya mendapat kesan yang baik, betul-betul seperti hamba-hamba Tuhan yang baik. Tetapi orang-orang yang berada di sekitarnya waktu pelitanya padam, dapat kesan yang buruk, seperti hamba-hamba Tuhan yang munafik atau lemah. Ini seperti orang-orang Parisi, kalau mengajar baik sehingga boleh diturut pelajarannya yang baik, tetapi perbuatannya jangan Mat 23:3. Sebab itu orang-orang ini yang dipakai Tuhan, tetapi kadang padam pelitanya, berjalan dengan daging seringkali menjadi batu sontohan, istimewa bagi orang-orang yang melihatnya waktu hidup menuruti daging (pelitanya padam, belum bertobat kembali). Kalau sampai mati tidak bertobat, bisa hilang keselamatannya.
3. Pelayanan tetapi binasa. Melayani, bahkan dengan heran, ada mujizat, bisa mengajar dengan heran, bisa mengusir setan dll tetapi diam-diam (atau dengan terang-terangan) kembali hidup lama atau hidup dalam dosa, mungkin dosa perzinaan, cinta uang, benci, sombong dll. Mereka menjadi pelita yang menyala, bisa jadi berkat bagi banyak orang bahkan bisa termasuk orang yang heran tingkat nasional atau internasional, tetapi sebab tetap hidup dalam dosa ditolak dari Surga, Mat 7:21-23). Orang-orang ini seperti papan petunjuk jalan, ke Madiun 180 Km, tetapi ia sendiri tidak pernah sampai ke Madiun.
Rasa-rasanya tidak sampai hati menolaknya tetapi Dia Hakim yang adil dan biasanya sudah ber-kali-ali diingatkan dan dihajar supaya bertobat tetapi tidak mau bertobat!
Semua yang melayani harus betul-betul memperhatikan hal ini supaya jangan melayani tetapi binasa!
Tuhan bisa memakai setiap anggota pasukan Daud dengan heran dalam batas-batas tertentu, tetapi mutunya rendah, sebab campur dengan dosa (membiarkan dosa dalam hati/ hidupnya).Pasti Daud sudah berusaha memperbaikinya, tetapi tergantung dari masing-masing mau bertobat atau tidak; meskipun begitu masih bisa dipakai Tuhan dengan heran dalam batas-batas tertentu. Hendaklah kita menjadi pelita yang benar dan tulus seperti ligabis, yang suci, MAK (dimana saja, dalam hal apa saja dan kapan saja, baik dahulu, sekarang dan yang akan datang). Kita bisa hidup seperti ini sebab kita sudah lahir baru dan Roh Kudus sanggup menolong sampai ke akhir asal kita mau dengan tulus dan sungguh-sungguh. Roh Kudus itu Allah yang maha kuasa dan maha tahu, Dia sanggup menolong kita sampai ke akhir. Jangan pelayanan, sudah jadi terang tetapi tidak masuk Surga!
V. Jangan sia2kan kemurahan Tuhan. Tuhan bisa memakai orang yang belum sungguh-sungguh atau kembali berdosa seperti Simson dll, bukan sebab Tuhan setuju akan dosanya, tetapi sebab Tuhan lambat menghkum Pkh 8:11, dan sebab besar kemurahanNya yang berusaha untuk menarik kembali hambaNya inidalam pertobatan dan keselamatan. Seringkali Tuhan memakai cara-cara yang halus sampai kasar untuk menghajar umat atau hamba-hambaNya yang berdosa. Kemurahan Tuhan bukan dimaksudkan supaya bisa main-main terus dalam dosa, tetapi untuk menarik kembali (diberi kesempatan) untuk bertobat Rom 2:4. Kalau waktu yang diberikan habis, akhirnya hukuman datang atau diserahkan dalam tangan iblis, disiksanya supaya bertobat seperti Simson 1Kor 5:5 dan orang-orang yang tertinggal kepada Antikris Wah 13:7.
Team Musa yang bersama-sama keluar dari Mesir, yang terus berkeras hati dalam dosa, ketika waktunya sudah habis, hukuman Tuhan terpaksa jatuh ke atasnya dengan dahsyat, hal-hal yang ngeri terjadi. Juga Gehazi akhirnya menjadi kusta, Yudas tidak mau bertobat dan binasa karena bunuh diri, itu jalan pintas langsung ke neraka.
VI. Jangan tersontoh melihat hal-hal yang salah. Lebih-lebih kalau seorang melihat seorang yang dipakai Tuhan waktu hidup menurut daging (pelitanya padam)jangan tersontoh, tetapi belas kasihan Mat 9:13, sebab kalau ia tidak bertobat lekas-lekas, sekalipun sudah dipakai Tuhan, akan binasa di Neraka Mat 7:21-23.
Jangan mewartaberitakan hal-hal negatif ini kemana-mana, ini berarti menjadi saksi iblis, menunjukkan kemenangan iblis atas orang-orang yang dipakai Tuhan dan dikalahkan iblis 2Sam 1:20. Ini orang-orang yang dipakai iblis, sangat jelek di hadapan Tuhan;biasanya orang-orang ini hatinya pahit, penuh kebencian dan tiada kasih Kristus (yang ingin supaya tidak ada seorangpun binasa Yoh 3:16, 2Pet 3:9).
VII. Menjaga diri sendiri. Masing-masing kita harus suka memeriksa diri Maz 139:23-24 dan segera membuang hal-hal yang Tuhan tidak berkenan. Jangan hanya mendengar Firman Tuhan dan suara Roh, tetapi tidak taat Yak 1:22-23.
Apa yang sudah kita mengerti, hendaklah kita lakukan Pil 3:16.
VIII. Jangan benci akan orang-orang ini, yang dipakai Tuhan tetapi diam-diam tetap berbuat dosa, apalagi kalau kena dan jadi korban dari perbuatan daging orang-orang yang dipakai Tuhan ini.
Ingat Allah itu adil, masing-masing akan diadili dengan adil, tidak ada yang diperkecualikan! Biarpun sama-sama satu team pelayanan, nasibnya berbeda, tergantung masing-masing.Sedangkan suami istri bisa terpisah waktu pengangkatan (Luk 17:34) padahal Tuhan punya janji seisi rumah selamat Kis 16:31, tetapi ini tidak otomatis, harus diperjuangkan! Masing-masing harus bertobat, sekalipun 1000 jatuh di kiri dan 10 ribu jatuh di kanan, jangan ikut dalam dosa-dosanya yang menyebabkan kejatuhan itu. Justru doakan orang-orang yang jatuh ini dan minta pimpinan Roh Kudus untuk menjangkau mereka Maz 92:7.
IX. Tanggungjawab pemimpin Ibr 13:17. Ada kemungkinan muncul orang-orang yang membawa berita salah/sesat dari antara kita Kis 20:30. Semua yang salah harus disalahkan, tidak boleh dibiarkan, jangan segan supaya jangan sampai ajaran-ajaran sesat ini menjalardan membinasakan domba-domba Tuhan. Orang-orang seperti ini bisa timbul dari atara kita sendiri, menyesatkan! Sebab itu syarat-syarat pelayanan harus diperhatikan. Jangan mengangkat sebagai pemimpin orang yang baru bertobat 1Tim 3:6, apalagi yang bertugas mengajar, bisa dengan mudah ditipu dan diperdayakan oleh iblis. Orang yang baru bertobat seperti anak kecil lebih mudah ditipu dan diperalat iblis untuk mengajar yang salah. Misalnya untuk pemimpin dan pengkhotbah, haruslah orang-orang yang sudah terbukti setia dan taat dan kesaksian hidup dan pelayanannya baik. Kalau toh ada hal-hal yang tidak dimengerti, hendaknya ditanyakan pada pemimpin2 dan jangan keluar dari ajaran yang sudah diberikan 2Tes 3:6, Rom 16:17, 1Tim 5:20, Kis 19:9 dll. Jangan tertipu atau hanyut dalam ajaran2 yang bertentangan dari apa yang bersama-sama sudah kita yakini di dalam pimpinan Roh Kudus. Luk 1:1.
X. Pelihara dan tumbuhkan persekutuan tubuh Kristus.
Jangan sampai terpecah belah oleh macam-macam batu sontohan dari team yang belum sempurna. Jangan benci dan berkelahi. Jangan bereaksi dosa tetapi minta pimpinan Roh Kudus sehingga tegas terhadap dosa, benci dosa-dosanya yang jahat tetapi dengan belas kasihan berusaha menyelamatkan jiwanya Luk 9:56 supaya melepaskan orang-orang dari dosa dan kesesatannya Yak 5:19-20. Terhadap semua dosa, kecemaran dan ajaran-ajaran yang salah, harus tegas, tetapi ada belas kasihan Yud 23. Kita berperang dengan iblis, bukan dengan saudara2 kita, sekalipun mereka berubah setia, namun dengan kuasa Allah kita berusaha menyelamatkan jiwanya, tetapi benci dosanya, meskipun kita tetap benar dan bereaksi benar dalam pimpinan Roh Kudus. Pada akhir zaman akan tetap terjadi pemecahan yaitu polarisasi 1Kor 11:19, Wah 22:11. Yang suci makin suci, yang najis makin najis.
KESIMPULAN.
Pada akhir zaman sesuai dengan Wah 2-3 ada Gereja-gereja jalan lebar yang sama (atau lebih) jelek dari pasukan Daud. Tetapi jangan curiga atau prasangka kalau tidak ada bukti dan peneguhan dari Roh Kudus. Semua yang di dalam gelap akan dinyatakan oleh Tuhan Mat 10:26.
Pengertian tentang pasukan Daud ini bisa menjawab beberapa hal-hal yang janggal dalam Gereja. Sebab kita kadang-kadang tidak mengerti akan cara kerja Tuhan yang lebih tinggi dari pikiran kita dan yang penuh dengan kemurahan dan hikmat Allah Yes 55:8-9. Tetapi kalau kita dipimpin Roh, Roh Kudus akan memimpin kita menghadapi macam-macam hal yang aneh dan jerat-jerat iblis dan supaya jangan tersontoh atau benci pada orang-orang yang tidak bertobat. Sebab orang yang hanya berjalan dengan pikirannya bisa tersontoh dan masuk jerat iblis.
Seluruh sidang Tuhan perlu bersekutu bersama-sama dalam Firman Tuhan dan Roh Kudus sebagai tubuh Kristus yang kompak yaitu kepala = Kristus dan tubuhNya bersama, maka kita pasti bisa menghadapi apa saja, sebab ada Kristus di dalam kita. Dipimpin Roh itu luar biasa, sebab Roh Kudus itu jauh lebih besar dari semua yang ada dalam dunia 1Yoh 4:4, Rom 8:31. Dia sanggup menerangkan dan memberi kita kekuatan dan kuasa untuk mengalahkan semua tipu daya dan kuasa iblis yang mau menjerat dan menjatuhkan anggota-anggota tubuh Kristus! Terus lekat dalam Pokok yang benar, bersekutu satu sama lain dalam terang Firman Tuhan dan kasih Kristus, supaya kita bisa masuk dalam proyek Allah yang indah yaitu yang suci makin suci dan yang najis makin najis (polarisasi). Bersedialah tetap hidup berkenan pada Tuhan, jangan tergantung atau terpengaruh orang-orang sekitar, tetapi justru menggarami semua orang sekitar kita, supaya bisa masuk rencana penyempurnaan Allah yang heran itu.
 
nyanyian:
Bimbinglah daku ya Tuhan