M3662 – Ulangan 11:12 , Efesus 5:20 Tahu Berterimakasih

I. ORANG-ORANG ISRAEL DIPELIHARA TUHAN.

Orang2 Israel dipelihara Tuhan dari permulaan tahun sampai akhir tahun, setiap tahun dan mereka bersyukur dengan emmberi persembahan syukur Kel 23:16; 34:22. Bahkan ini juga dilakukan dalam keluarga pertama Kej 4:3 TL (Kain yang jahat, sombong, masih tahu berterimakasih).
Orang beriman harus tahu berterimakasih, lebih dari orang dunia yang jahat seperti Kain, baik kepada Tuhan dan kepada sesama manusia istimewa pada orang2 yang sudah sepatutnya kita harus berterimakasih. (tetapi tidak berterimakasih kepada iblis, sebab iblis itu pembohong, tidak pernah berbuat baik, kebaikannya hanya umpan, ini semua diterangkan Firman Tuhan dan itu betul2 benar Yoh 17:17; 8:44).
II. CARA ORANG DUNIA BERTERIMAKASIH.
Orang dunia. Masih ada banyak orang dunia yangtahu berterimakasih (apalagi kalau dididik orang tua (keluarga). Biasanya terimakasih itu:
1. Sikap penuh syukur.
2. Suatu pemberian sesuai kemampuannya.
Orang beriman. Kita harus lebih daripada ini Mat 5:20, bahkan ditambah lagi dengan:
3. Menyelamatkan jiwanya dengan bersaksi dan terus difollow up dalam doa. Untuk orang yang menjahati kita, kita masih berusaha menyelamatkannya, apalagi yang berbuat baik kepada kita.
Sebaliknya, kita harus hati2, kalau orang yang menolong kita itu hidup dalam dosa dan mengajak berbuat perkara2 dosa, meskipun kita berterimakasih kepadanya, tetap jangan ikut dalam dosanya, bahkan bersaksilah. Kadang2 terasa segan, tidak enak, tetapi kita harus berterimakasih dan memperkenankan Allah lebih dari semuanya, sebab semua berasal dari Dia.
III. KEPADA SIAPA KITA PATUT BERTERIMAKASIH.
Kepada Allah dan kepada manusia, terutama orangtua, orang2 yang memelihara kita, guru, pemimpin2 semua orang yang mempertanggungjawabkan kita secara jasmani atau rohani (pemimpin2 rohani).
A. KEPADA ORANGTUA.
Rata2 anak2 kurang berterimakasih daripada yang seharusnya, sebab ada banyak hal, pengorbanan dll yang tidak diketahuinya, yang diberikan pada anak2. Biasanya pengorbanan, kebaikan orangtua, karena kasih orangtua,  tidak diberitahukan kepada anak2nya, sebab mereka melakukannya dengan kasih. Baru sesudah anak itu makin besar, si anak mulai sadar. Ini juga tergantung dari pendidikan orangtua (harus mendidik dengan tepat supaya anak2nya tahu berterimakasih kepada mereka, bukan karena menuntut terimakasih, tetapi supaya Tuhan memberkati nasibnya di kemudian hari, baik di dunia lebih2 dalam kekekalan.
Allah tahu lengkap segala kasih orangtua, sebab itu Ia memberi perintah kepada anak2 untuk menghormati dan bersyukur pada orangtuanya Ef 6:1-4, Kel 20:12, dan menghormati orangtua harus didasarkan atas korban Mrk 7:11-13, Mat 15:5-7, sebab orangtua sendiri memelihara anak2 juga dengan korban, bahkan dengan banyak korban yang tidak terhitung. Biasanya korban si anak bagi orangtua tidak sebanyak orangtua kepada anak yang tanpa pamrih sebab cinta.
Bahkan dalam banyak peraturan2 lain anak2 tidak boleh berbuat jahat kepada orangtuanya, hukumannya lebih berat. Misalnya 15:4, Mrk 7:10 (lihat lebih lanjut dalam buku “Menghormati Orangtua, PBZ). Orangtua duniapun mendidik anak2nya tahu menghormati dan berterimakasih pada mereka, baik dengan cerita2, dengan nasehat dan hajaran kalau kurang ajar (misalnya cerita ibu yang korban untuk bayinya waktu melahirkan, menyelamatkan dari bahaya maut dll cerita supaya si anak sadar). Lebih2 orang beriman harus lebih banyak mendidik, baik dengan sikap, kata2 (supaya jangan kasar dan kurang ajar), dengan perbuatan, dengan Firman Tuhan, dengan doa dan jangan lupa dengan contoh hidupnya sendiri kepada orangtuanya.
Rata2 kasih anak terhadap orangtua, lebih sedikit dari kasih orangtua kepada anak, sehingga kemungkinan anak2tidak tahu berterimakasih dan tidak menghormati orangtua bisa lebih banyak terjadi, istimewa dalam peningkatan dosa akhir zaman. Meskipun begitu, jarang ada orangtua lapor pada polisi tentang kekurangajaran atau kejahatan anak2nya terhadap mereka. Juga orangtua jarangmembalas kejahatan anak2nya sebab kasih orangtua lebih besar, biasanya mereka hanya menangis, makan hati dan merana. Tetapi seringkali anak2 tidak sadar akan hal ini, bahkan ada yang baru sadar sesudah orangtuanya mati; seringkali anak2 hanya mengingat marah, pukulan dan kekuatiran orangtuanya karena mereka. Dan seringkali orang yang masih jalan perasaan hatinya, waktu ia menjadi orangtua, ia mulai bisa membayangkan kasih orangtuanya seperti yang sekarangmereka lakukan kepada anak2nya, baru mereka sadar.
B. KEPADA TUHAN.
Apa saja yang sudah diperbuat Tuhan Allah bagi kita manusia? Sangat banyak, tidak bisa dihitung semuanya.
1. Banyak hal yang tidak disadari oleh manusia. Sewaktu manusia masih dalam dosa dan berontak melawan Allah, Tuhan sudah mencintai dan berkorban bagi manusia Rom 5:7,8, Yoh 3:16, Mat 5:45.
2. Banyak hal yang dibuat Allah sesudah lahir baru, yang seringkali tidak kita kenali atau mengerti, padahal Tuhan sudah memelihara kita bagitu ketat dan sangat banyak. Mat 10:30, 1Kor 10:13. Kita dijaga, dipelihara dalam banyak hal, tetapi biasanya yang kita kenali haya beberapa saja.
3. Kesibukan ketiga Pribadi Allah dalam menyelamatkan dan menumbuhkan setiap orang beriman dengan banyak pemeliharaan kasihNya 1Kor 12:4-6. Allah Bapa sudah membuatkan rencana hidup sampai dalam kesempurnaannya lengkap untuk setiap orang yang lahir baru, tidak ada yang di-beda2kan. Kalau kita terus di jalan Allah Maz 128:1, biarpun lewat macam2 kesukaran, akhirnya luar biasa dan gilang gemilang sangat mulia untuk kekal. Juga Putra Allah dan Roh Kudus sudah berbuat banyak hal2 yang sangat kita butuhkan. Kalau kita bisa bertekun apalagi tumbuh sampai hari2 ini, semua oleh anugerah Tuhan 1Kor 15:10 dan sebagian besar dari hal2 itu, belum bisa kita mengerti, misalnya seperti Ayub dipagari tiga lapis oleh Tuhan, diberkati, sampai iblis protes keras Ay 1:9-12. Seperti orangtua diam2, bahkan tanpa pamrih begitu banyak berkorban untuk anak2nya karena cinta, apalagi Allah kita terhadap kita, itu jauh lebih banyak dan indah untuk kekal.
4. Dari hal2 yang kita tahu misalnya doa untuk kesembuhan lalu dijawab, seperti 10 orang kusta yang jelas disembuhkan Tuhan, tetapi hanya 1 yang berterimakasih Luk 17:17-19. Manusia itu memang kurang tahu berterimakasih, apalagi kalau undur dan iblis ada dalam hatinya!
5. Dari hal2 yang belum bisa kita mengerti tetapi terjadi pada kita, itu juga sudah ditolong Tuhan atau diizinkan Tuhan untuk akhirnya menggenapi rencana Allahyang sangat indah. Misalnya dalam banyak penderitaan yang dialami Yusuf, Tuhan sudah banyak bekerja menolong Yusuf (dan Yusuf mau taat) maka akhirnya itu menjadi kemuliaan dan kesukaan bagi Yusuf. Juga dalam penderitaan yang kita alami seperti penderitaan Ayub, meskipun tidak mengerti Ayub tetap berterimakasih kepada Tuhan, sebab ia percaya Tuhan pasti menolongnya; ini sikap yang betul (juga Abraham, Yusuf, Daud, Daniel dll).
6. Berkat pertolongan yang akan datang, baik dalam hal2 jasmani di dunia, apalagi dalam hal2 rohani dalam Surga yang kekal yang akan datang. Seringkali kita tidak tahu apa2 dari berkat2 yang disediakan Tuhan yang akan datang, mungkin kita hanya mengerti 1% dari semua berkat pertolongan, kemuliaan dll yang sudah direncanakan Tuhan bagi kita semua. Sebab itu orang2 yang percaya dan mengerti tentang hal ini, akan terus bersyukur, juga untuk hal2 yang belum diterimanya, maka rencana (dan berkat2 yang akan datang) itu sudah siap untuk diberikan pada waktunya.
Tetapi orang2 yang ber-sungut2 kepada Tuhan itu tidak baik. Sekalipun kita mengalami celaka dan tidak mengerti seperti malapetaka Ayub, Daniel, Petrus, Paulus dll, tetapi Tuhan tidak pernah berbuat yang jahat bagi anak2Nya. Sebab itu orang yang ber-sungut2 dengan alasan apapun itu menyalahkan Allah dan membatalkan rencana indah dan berkat2 yang sudah direncanakan Allah, sehingga ber-sungut2 itu disebut kedatangan malaikat pembinasa, celaka! 1Kor 10:10. Jangan se-kali2 ber-sungut2 sekalipun tidak mengerti atau mengalami sebaliknya dari yang kita doakan dan harapkan! Coba Yusuf, Abraham, Daud, Daniel, Petrus, Paulus dll ber-sungut2, maka rencana Allah batal, mereka tidak mengalaminya, betapa celaka hidupnya! Sebab itu jangan se-kali2 ber-sungut2 tetapi bersyukur dalam segala perkara, enak atau tidak, dimengerti atau tidak Ef 5:20. Kalau ada yang pahit dan tidak enak, periksa diri, dan kalau hati kita tidak menyalahkan kita 1Yoh 3:21, teruslah bersyukur. Lebih2 untuk hal2 yang kekal dalam Surga, kita sama sekali belum bisa membayangkannya, terlalu besar dari pikiran kita, itu semua sudah disediakan bagi kita. Sebab itu orang yang bisa bersyukur dalam segala perkara itu akan mengalami hidup yang luar biasa disini dan lebih2 lagi di Surga yang kekal.
C. KEPADA ORANG2 YANG SUDAH MENOLONG KITA.
Baik orang2 yang menolong secara jasmani (orang2 dunia) juga orang2 beriman yang menolong cara jasmani dan rohani (memenangkan jiwa, menasehati, menggembalakan, membimbing dsb). Kita patut berterimakasih dengan berusaha membalas budinya. Berapa banyak? Tidak ada ukurannya.
Sebab seringkali orang2 yang menolong itu juga tidak memakai ukuran tertentu, asal menolong. Banyak cerita dari regu2 penyelamat yang berani berkorban tanpa perhitungan. Kalau misalnya ada orang menolong (misalnya kita nilai dengan uang) Rp. 100.000, maka terimakasih yang diberikan haruslah Rp. 100.000 plus, sebab mereka menolong itu tanpa dipikirkan ukurannya, asal menolong dengan sukarela (plus, berarti lebih banyak dari itu). Tentu itu juga tergantung dari kemampuan kita, paling sedikit ada sikap yang baik dan usaha untuk berterimakasih (cerita anak yang ditolong dengan segelas susu). Juga pada orang2 yang menolong secara rohani kita patut berterimakasih. Meskipun orang yang melayani (menjadi berkat, garam dan terang) melakukan karena Tuhan, tidak mengharapkan balas budi atau terimakasih, tetapi yang ditolong patut juga tahu berterimakasih. Bagi orang2 rohani, lebih2 full timer, biasanya secara keuangan sudah diatur oleh bendahara, Gereja tetapi sikap berterimakasih itu tetap perlu, jangan justru menfitnah atau bicara jahat.
IV. TIDAK TAHU BERTERIMAKASIH.
A. KEPADA TUHAN.
Ini lebih dahulu kita bicarakan sebab Tuhan berbuat dengan kasih sangat banyak bagi kita (apalagi sebagian besar belum kita mengerti atau sadari)dan di dalam semuanya, sama sekali tidak ada niat yang jahat di dalam Tuhan, semua baik dan adil. Kalau pertolongan manusia, masih mungkin ada yang tidak tulus, mungkin dengan maksud2 tertentu dan tersembunyi. Kalau pertolongan Tuhan, semua baik, tiada yang bercacat cela, sebab itu orang yang tidak tahu berterimakasih kepada Tuhan itu pasti dosa, sebab:
1. Tidak mengakui semua kebaikan dan pertolongan Tuhan yang diterimanya, baik karena kebodohannya, undur dari Tuhan, karena munafik atau karena memang melawan Allah. Biasanya setiap orang sudah mendapat banyak berkat pertolongan Tuhan (dan Tuhan masih bisa terus menambahi), dan tidak mengakuinya itu jahat. Orang yang tidak mengakui apa yang sudah diterimanya dari Tuhan 1Kor 4:7, Mat 5:45 itu menjadi:
a. Sombong seperti Nebukadnezar Dan 4:28-31. Sesungguhnya Nebukadnezar (dan semua orang lainnya) sudah mendapat kemurahan Tuhan dan diangkat Tuhan Mat 5:45. Kalau subsidi atau anugerah ini dicabut maka orang itu menderita hukuman dari dosanya dan mati. Tetapi Tuhan tahu lebih dahulu bahwa Nebukadnezar akan bertobat, sebab itu iadibiarkan hidup tetapi seperti binatang. Lebih2 orang beriman yang menjadi besar (kaya, pintar, dipakai Tuhan, heran dll) itu semua dari Tuhan 1Kor 4:7. Mereka yang tidak mengakuinya (sehingga tidak mau berterimakasih) menjadi sombong, sebab merasa yakin itu semua dari dirinya sendiri. Tetapi orang yang mengerti dan sadar bahwa itu semua dari Tuhan, akan berterimakasih dan tidak berani mengambil segala kepujian itu bagi dirinya sendiri, menjadi makinsombong, sebab itu semua diterimanya dari Tuhan Yes 42:8-9.
b. Jadi jahat. Sebab tidak mengakui dari Tuhan, maka ia berani memakai semuanya itu sekehendaknya sendiri, menurut daging dan timbul banyak dosa. Seperti orang Israel yang memakai semua dari Tuhan untuk segala kehendak daging dan berhala2nya Hos 2:7. Sebab itu orang yang dapat banyak dari Tuhan (uang, kepintaran, kedudukan) kalau tidak mengakuinya dari Tuhan, jadi sangat jahat Hos 2:7.
c. Tidak ada korban syukur Ibr 13:15, 1Tim 2:1, Kol 3:17; 4:2. Kalau seorang sadar semua dari Tuhan, ia berterimakasih dan ada korban syukur, maka ia mau mengorbankan dagingnya, mematikan dagingnya untuk tidak memakai semua yang dari Tuhan untuk hal2 dosa, tetapi penuh syukur dan melakukanhal2 yang memperkenankan Tuhan, ini membuat korban syukurnya indah dan harum bagi Tuhan.
d. Seringkali ber-sungut2 dan berani melawan Allah, sebab tidak mau mengakui dari Tuhan. Maka iblis si pembinasa, pembunuh itu dapat kesempatan untuk masuk, menguasainya untuk berbuat banyak dosa dan kejahatan, sehingga akhirnya ia bisa menghancurkannya. Orang seperti ini akan celaka seperti Belsyazar (orang dunia) dan Saul (umat Tuhan) yang tidak mau mengakuinya dan menjadi jahat. Semua orang yang tidak mau mengakui bahwa apa yang ada padanya semua dari Tuhan 1Kor 4:7 akan menjadi seperti ini, tidak bisa dan tidak mau berterimakasih.
2. Orang ini bisa berbuat segala dosa menuruti dagingnya, seperti berontak, tidak setia, melawan yang benar dll. Seperti Yerobeam yang menerima semua kuasa dan kerajaannya dari Tuhan tetapi ia tidak mau mengakuinya dan begitu jahat melawan Tuhan sehingga dihadapan Tuhan seperti tahi 1Raj 11:31; 14:10).
B. KEPADA ORANGTUA.
Ini orang yang celaka seperti Yesyurun Ul 32:15. Timbul banyak sikap, kata dan perbuatan kurang ajar dan hukumannya pasti, nasibnya celaka Ef 6:1-4.
C. KEPADA ORANG LAIN.
Seperti Yoas kepada Imam Yoyada; Yoas sudah ditolong habis2an, tetapi karena undur dari Tuhan, ia berkhianat kepada Tuhan juga kepada Yoyada dan anaknya. Anak Yoyada yang diurapi Roh Kudus, menegur Yoas dan ia dibunuh oleh Yoas 2Taw 24:17,22. Orang duniapun sakit hati kalau mendengar air susu dibalas dengan air tuba, baik kepada orangtuanya yang memberi ASI lalu lain2nya dengan cinta kepada anaknya sampai besar sehat tetapi membalas dengan jahat, juga pada orang2 lain seperti kepadaYoyada.
Biasanya orang2 yang tidak tahu berterimakasih ini karena undur dari Tuhan sehingga sombong dan tidak mau mengakui peran dan pertolongan orang lain dalam hidupnya, baik orang dunia, lebih2 orang2 rohani seperti Yoyada. Sebab itu juga Tuhan tidak memberikan semua ilham dan urapan, kuasa, mujizat pada satu orang supaya jangan ia menjadi sombong, tetapi pada banyak orang supaya kalau mau lengkap dan sempurna, kita harus saling memerlukan, baru Tuhan beri lebih banyak dan bisa bersekutu dengan benar (dengan rendah hati dan suci untuk masuk dalam rencana kesempurnaan Tuhan Yak 17:21,23.
Orang yang tidak bisa berterimakasih, itu akan mudah berkhianat dan menjadi jahat. Kehila yang berhutang nyawa pada Daud, tidak tahu berterimakasih, sebab itu dengan mudah dan cepat mereka menjadi pengkhianat dari Daud dkk 1Sam 23.
V. MENGHADAPI ORANG2 YANG TIDAK TAHU BERTERIMAKASIH.
Biasanya seperti menghadapi Kehila, mereka mudah, berubah menjadi pengkhianat dan berani melakukan ber-macam2 dosa terhadap Daud yang berjasa pada mereka.
Tetapi sebagian besar karena undur dari Tuhan maka iblis masuk dalam hatinya, mendorong untuk segala macam dosa, termasuk tidak tahu berterimakasih. Tetapi jangan kita terpancing berdosa. Apa saja yang kita perbuat untuk menjadi berkat (untuk banyak orang)dan menolong orang2 sekitar kita, kerjakanlah karena Tuhan Mat 25:40, maka kita tidak lagi menuntut terimakasih. Kalau toh orang itu tahu berterimakasih kita tetap kembali bersyukur pada Tuhan, sebab kita bisa menolong dan menjadi berkat bagi mereka itu juga karena Tuhan. Jangan menuntut terimakasih pada orang2 yang sudah kita tolong, maka Tuhan sendiri yang memberkati kita di dunia dan di Surga (pahalanya lebih banyak) dan kita tidak sampai terpancing untuk berdosa, tidak membalas dan tidak terlalu sedih, bahkan bisa mengampuni dan memberkatinya. Untuk orang2 yang tidak tahu berterimakasih apalagi mengkhianati, ada hukumannya sendiri dari Allah yang adil.
KESIMPULAN.
Kita harus sadar, kita yakin semua yang ada pada kita itu dari Tuhan, sebab itu kita akan mudah bisa berterimakasih, tidak memakai dengan salah atau untuk hal2 yang jahat; baik pada Allah, orangtua dan semua orang lain, termasuk pemimpin2 rohani. Tahu berterimakasih berarti mau taat dan bekerjasama dengan baik Ibr 13:7,17 sambil terus mendoakannya.
Jangan lupa berterimakasih bukan berarti me-nyanjung2 apalagi sampai ber-lebih2 (mengkultuskan), itu artinya orang itu sudah dipakai iblis untuk menjatuhkannya Ams 29:5; 27:14, itu tentu jahat sekali, meskipun karena kebodohannya.
Orang yang undur, menuruti daging, menjadi sombong, buta, dll itu biasanya tidak mau dan tidak bisa berterimakasih dan hidupnya menjadi makin sombong dan jahat melawan Allah seperti Korah cs.
Jangan menuntut orang yang kita tolong untuk berterimakasih, seringkali itumembuat kita menjadi sombong dan tidak mengakui semua dari Tuhan, sebab Tuhan sendiri yang memberi kita balasan, apalagi kalau kita tetap hidup dalam kesucian dan melakukan kehendak Allah senantiasa.  Banyak tindakan orang yang tidak tahu berterimakasih, apalagi kalau berkhianat, itu menyakitkan hati, tetapi ingat itu memperbesar pahala kita untuk kekal Rom 8:17-18.
 
Nyanyian:
B’ri syukur 2x
B’rilah syukur, b’ri syukur
dalam susah atau senang b’ri syukur.