M3630 – Bilangan 17:8-10 Kaum Awam Wasiat Lama dan Wasiat Baru (18 Ags'13)

Download MP3 Khotbah: M3630

BILANGAN 17:8-10. KAUM AWAM WASIAT LAMA DAN WASIAT BARU.

I. DEFINISI.
Dalam Wasiat Lama yang boleh melayani pekerjaan Tuhan hanyalah orang Lewi, Imam2 dan Imam besar. Orang Israel dianggap kaum awam, tidak boleh melayani atau menjamah pekerjaan Tuhan. Itu diteguhkan dalam peristiwa dalam Bil 17, imam (pelayan dalam bait Allah) adalah bagian dari Harun dan anak2nya saja. Orang Israel adalah kaum awam dalam pelayanan.
Bagaimana dalam Wasiat Baru. Dalam Gereja2 lama hal itu masih jelas. Juga dalam masyarakat umum masih dibedakan orang yang pekerjaannya (full timer) sebagai rohaniawan atau sebagai kaum awam.
Pada akhir2 ini, kurang lebih setengah abad ada perubahan yang makin jelas, sebab orang yang bukan pendeta, hanya part timer juga boleh pelayanan mimbar.
Apakah ini Alkitabiah? Ya, sebab:
1. Di dalam Kristus kita menjadi anggota tubuh Kristus dan setiap anggota tubuh Kristus mempunyai beban pelayanan sesuai jabatan dari Tuhan, sekalipun kaum awam. Ini termasuk melakukan kehendak Allah Mat 7:21, tidak mau berarti neraka.
2. Semua orang yang sudah lahir baru dan dibaptis dalam air dan Roh adalah imam2 dan raja2 di hadapan Tuhan. 1Pet 2:9-10, Wah 1:6. Sebab itu boleh bahkan wajib melayani. Tentu ada syaratnya, yaitu minimum harus hidup suci dan tahu cara yag betul sesuai Firman Tuhan dan dipimpin Roh.
3. Paulus sekalipun sudah menjadi rasul, kalau perlu ia bekerja lagi mencari nafkah Kis 20:34, 1Kor 4:12, 1Tes 2:9.
4. Definisi hamba Allah itu adalah semua orang yang percaya pada Tuhan Gal 2:20, 1Kor 6:19-20 seperti Maria Luk 1:38. Bahkan dalam Wasiat Lama, Daniel meskipun seorang perdana menteri pemerintah tetapi ia seorang nabi Tuhan, juga Sadrakh, Mesakh, Abednego adalah hamba-hamba Allah Dan 3:26.
5. Dan lain-lain.
Masih ada banyak hal yang Alkitabiah, yang tidak membedakan part time atau full time, meskipun dalam kenyataannya ada perbedaan2 praktis, misalnya yang full timer hidup dengan iman, yang part time nafkahnya dari pekerjaan sekuler. Yang full time sehari penuh melayani Tuhan, mempunyai waktu lebih banyak untuk pelayanan. Juga ada kartu2 jabatan sinodal dan pemerintah, sekedar untuk ketertiban dan peraturan Gereja (setiap Gereja mempunyai peraturan2nya dan itu Alkitabiah 1Kor 7:17; 14:40, Kol 2:5 dll).
II. UNTUNG RUGI FULL TIME DAN PART TIME.
Terutama persoalan waktu dan nafkah, full time hidup dengan iman dan punya waktu penuh untuk melayani Tuhan, sedangkan part time biasanya hampir habis waktunya untuk nafkah dan sekolah. Sebab itu biasanya full timer itu dimulai dengan panggilan, yakin untuk hidup dengan iman dan harus dengan tulus. Sebab itu yang part time biasanya lebih banyak menghadapi pengaruh duniawi, lebih-lebih dalam mencari nafkah; seringkali orang menghalalkan segala cara dan ini bisa juga menjadi alasan untuk tempat sembunyi kalau simpan dosa/ undur. Tetapi full time selalu dihadapkan pada pelayanan, sebab itu kalau tulus, tidak pura-pura, hidup full time bagi Tuhan itu sangat menguntungkan, sebab waktunya lebih banyak dan selalu tergantung dari Tuhan. Juga lebih banyak tantangan, problem, kesukaran dll dan disorot lebih banyak oleh umum (full time diharap oleh masyarakat lebih suci, memang itu pantas) sehingga juga tumbuh lebih cepat dalam pelayanan yang mengikatnya sebagai full timer.
III. SYARAT DAN PERATURAN WASIAT LAMA MASIH BERGUNA?
Wasiat Lama tetap berlaku, tetapi secara rohani, selubungnya harus dibuka 2Kor 3:14-16, sebab itu baik full time atau part time tetap harus memperhatikan syarat-syarat dan peraturan pelayanan dalam Wasiat Lama dan Wasiat Baru. Banyak orang senang bisa banyak melayani karena di hadapan Tuhan ini tentu lebih baik, tetapi kadang2 motivasinya tidak tulus (misalnya karena popularitas, main-main, mengisi waktu, kegiatan sosial, kepuasan hati dll Kol 2:23), bahkan ada juga yang mempunyai maksud-maksud dosa (uang, perzinaan, penghargaan, tidak mau kalah dll) dan yang paling parah melakukannya menurut hukum dan pengajaran manusiawi Kol 2:21. Pada waktu Israel pecah menjadi dua maka Yerobeam mulai membuat peraturan ibadah yang sama seperti Imamat Musa, tetapi sebetulnya sangat berbeda, sangat melawan Firman Tuhan. Apa yang tidak mungkin bisa dimanipulasi oleh Yerobeam menjadi mungkin dan mirip, sehingga orang Israel tidak merasakannya tetapi palsu, yaitu:
1. Tempatnya harus di Yerusalem, tidak boleh di tempat lain. Panggilan beribadah hanya ke Yerusalem 2Taw 30:1, bahkan semua laki2 harus pergi ke Yerusalem 1 tahun 3 kali Ul 16:16 harus di Yerusalem. Ratusan tahun orang Israel sudah mengenal Firman Tuhan, sekarang mereka bisa melupakannya sebab Yerobeam memberi atraksi2 yang menarik dan Israel yang tidak setia ikut saja. Hadirat Tuhan hanya ada di Yerusalem, tetapi mereka tidak peduli yang penting perasaan dan kesukaan hatinya dipenuhi.
2. Yang melayani hanya Harun dan putra2nya dan orang Lewi, tetapi Yerobeam mengubah siapa saja boleh bahkan orang2 yang hina supaya mau 1Raj 12:31.
“Turunan Harun” dalam Wasiat Baru adalah orang yang hidupnya mau menyangkal diri (tanda darah), selalu hidup baru dalam kesucian (tanda air) dan penuh dipimpin Roh (tanda minyak) sesuai Imm 8; ialah orang2 yang penuh dan dipimpin Roh yang sesuai dengan Firman Tuhan seperti ligabis, bukan menurut daging atau pikiran manusiawi.
Di Israel, siapa saja asal cocok dengan pimpinan, semua boleh melayani, bahkan seringkali ada yang hidup dalam dosa, itu bisa menarik murka Allah seperti Nadab Abihu Im 10:1-2 Hofni Pinehas dan Korah cs dll Bil 16. Mereka mati rohaninya, tetapi sebab tidak mengerti mereka berjalan terus seperti Gereja Sardis yang mati rohaninya tetapi aktif pikiran dan lahiriahnya bahkan pelayanannya makin banyak dan meriah. Orang-orang ini begitu keji di hadapan Allah, tetapi dalam pelayanan, tampaknya akrab dan menyenangkan namun sesungguhnya mati rohaninya dan keji di hadapan Allah.
3. Ada dua lembu emas, uang, mammon. Ini menjadi dosa yang jahat bagi Yerobeam dan Israel 1Raj 13:28-30. Semua dilakukan dengan uang seperti orang dunia. Memang semua memerlukan uang, tetapi pelayanan yang betul digerakkan dengan iman, maka Tuhan yang bekerja dengan nyata dan dengankuasanya. Orang yang memakai uang bisa mengumpulkan orang banyak untuk beribadah, baik orang2 Kristen juga hamba-hamba Tuhan. Tidak perlu lagi Mezbah, asal ada lembu emas dan semua menjadi indah, tetapi belum tentu Tuhan berkenan.
Dengan uang bisa akrab, meriah, ibadah bersama, sukacita, macam kesukaan seperti Israel yang bermain-bermain dengan sukacita di dalam dosa tetapi tidak ada hadirat Tuhan 1Kor 10:7.
4. Semua ditentukan menurut pikiran dan hati sendiri 1Raj 12:33. Mereka beribadah dengan sukacita dan meriah menurut apa yang baik untuk orang banyak sehingga disukai dan ternyata memang ibadah mereka lebih banyak orang2nya lebih meriah, lebih bergairah, lebih disukai orang banyak. Ini ibadah jalan lebar yang lebih dicari orang banyak seperti yang dinubuatkan dalam Wah 1-3. Dosa tumbuh dengan subur dalam segala macam bentuk kesombongan, kemegahan, mammon, ber-macam2 bentuk zina dan kebebasan pergaulan yang selalu ramai dan meriah.
5. Dan lain-lain.
Ibadah cara Yerobeam ini dilakukan seluruh pihak Israel turun temurun sampai mereka dibinasakan semua karena dosa2ny; tetapi mereka beribadahdengan sukacita dan meriah sampai2 Yosafat orang yang setia dan cukup mengerti juga bisa tergiur dan bersekutu dengan mereka (Achab), tetapi Tuhan marah dan menegurnya dengan keras melalui pelihat Yehu bin Hanani 2Taw 19:2. Begitu pula di akhir zaman ini, banyak jenis ibadah dan pelayanan yang meriah dan disukai banyak orang Kristen yang tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan, sehingga mereka ikut hanyut dalam cara2 yang menyenangkan tetapi keliru dan membinasakan Ef 4:14.
Meskipun Wasiat lama sekarang bagi kita berarti secara rohani (Wasiat Lama itu bayangan, ibarat, nasehat, terselubung) tetapi tetap harus ditaati dan ada ayatnya dalam Wasiat Baru.
Masuklah dalam ibadah dan pelayanan yang betul, supaya kita tumbuh dalam kesucian seperti Kristus (tabiat baru) dan menyelamatkan jiwa2 supaya satu kali kalau masuk dalam Surga, bisa mencapai tingkat rohani yang se-tinggi2nya. Kita harus beribadah dengan tulus, rendah hati, penuh dan dipimpin Roh dalam kesucian dan terus belajar Firman Tuhan supaya bisa membedakan dari pelayanan yang salah dan supaya jangan ikut orang banyak dalam arus masa yang sesat ini.
IV. PATOKAN PEGANGAN UNTUK PELAYANAN YANG BENAR.
1. Firman Tuhan dalam Alkitab yang diartikan dengan benar. Semua yang sesatpun mengakui bahwa mereka mempunyai penafsiran yang betul meskipun salah dan sangat sesat. Bagaimana kita bisa membedakannya? Roh Kudus harus menjadi Guru atau Penolong pribadi yang memimpin dan meyakinkan kita akan yang benar 1Yoh 2:20,27, Yoh 16:13. Jangan ada motive yang salah, kita harus disucikan dan rendah hati, supaya Roh Kudus bisa bekerja dengan bebas dalam kita, memimpin kita pada pengertian Firman Tuhan yang betul.
2. Tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran. 1Tes 5:17, Yoh 4:23-24. Roh Kudus adalah Allah yang maha kuasa dan maha tahu, asal kita mempunyai modal hati yang tulus dan hidup dalam kesucian menurut Firman Tuhan, maka Roh Kudus akan sanggup mengarahkan kita kepada pengertian atau tafsiran yang benar, tidak akan sampai diombang-ambingkan oleh segala macam angin ajaran yang salah. Ef 4:14. Kalau seorang ada di tengah2 ajaran yang salah dan ia dengan tulus ingin hidup benar memperkenankan Allah, Roh Kudus akan memberi pimpinan. Ia akan melihat tanda2 yang salah dalam Gereja atau tempat yang salah dan tanda-tanda yang benar dalam Gereja yang benar. Dengan banyak berdoa dalam Roh dan kebenaran serta rajin setiap hari tekun belajar Firman Tuhan, orang yang tulus bisa melihat dan mendengar dari Roh Kudus jalan yang benar, istimewa dengan melihat buah2nya Jangan bingung tetapi jangan emosi, marah, benci, dendam dsb, supaya kita bisa mendengar suara Roh dengan betul. Kalau kita penuh dengan cinta uang, keinginan zina, sombong, emosi, benci dll, suara Roh akan sulit didengar dan jalannya akan jadi gelap dan sejahtera dari Roh Kudus yang indah akan hilang.
3. Tetap di jalan sempit. Mat 7:13-15. Tentu kita harus tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan 2Pet 3:18, kalau tidak, kita tidak akan bisa membedakan mana yang betul dan salah, mana jalan sempit atau jalan lebar. Hati2 Yosafat yang heran bisa keliru!
Jalan sempit itu adalah jalan salib, bukan jalan menuruti daging, tetapi menyangkal diri sehingga tetap suci ilahi 1Pet 1:15-16 (dalam 6 dimensi) dan merasa hadirat Tuhan, hubungan dengan intim dan manis dengan Tuhan.
4. Perlu pemimpin yang benar Ibr 13:17. Orang yang tidak punya pemimpin itu seperti domba yang tidak bergembala, untuk orang2 ini Tuhan kasihan sebab akan diterkam serigala dan binasa, akan hanyut dalam banyak arus pengajaran yang sedikit salah (sudah sesat!) sampai2 yang terang2an menuju Neraka.
Perlu ada pemimpin2 yang sudah terbukti berjalan benar Ibr 13:7 supaya terus dimonitor, didoakan dan dinasehati.  Seringkali orang2 tidak melihat salahnya sendiri, apalagi karena gairah yang salah. Orang Kristen yang normal, selalu mempunyai pemimpin di atasnya dan biasanya dalam Sinode ada perhimpunan pemimpin-pemimpin yang bersama-sama saling memperhatikan satu sama lain, seperti pemimpin2 yang berhimpun bersama-sama di Yerusalem, dan saling menasehati satu sama lain Kis 15.
5. Memisahkan diri dari orang yang jelas2 salah. Kita harus berani menyalahkan yang salah, untuk menyelamatkannya Ef 5:11. Tetapi kalau orang itu jelas tidak mau bertobat, jangan bersekutu dengan dia/ mereka 1Kor 5:9-11. Kita harus mempunyai pendirian yang benar. Kita masih perlu menggarami dia, merebutnya dari api Jd 23, tetapi jangan setuju dengan dosanya (ini bisa cukup ribut, tetapi jangan debat nanti berkelahi Ams 17:14).
Pemisahan ini, apalagi dengan sahabat-sahabat, biasanya makan perasaan hati apalagi kalau sudah akrab, juga mereka merasa aneh 1Pet 4:4, tetapi ini akan jadi supaya yang setia dan benar dan yang tidak mau bertobat dipisahkan 1Kor 11:19. Biasanya Tuhan mengizinkan peristiwa-peristiwa yang tampaknya sambil lalu tetapi itu diizinkan Tuhan untuk memisahkan seperti Abraham dari Lot.
Jangan benci, tetapi belas kasihan Mat 9:13 seperti Abraham terhadap Lot, sehingga dua kali ia menyelamatkan Lot. Tetapi karena Lot mengeraskan hati, akhirnya ia tetap terpisah dan binasa. Kalau kita terus dalam kebenaran, biasanya orang yang salah akan menceraikan dirinya. Dalam perceraian biasanya ada yang benar dan ada yang salah (kecuali karena perkelahian, dosa2 lain). Sebab itu kalau tidak cocok dan berpisah, pasti salah satu salah dan yang satu benar. Kalau sama-sama cinta Tuhan, sama2 di jalan sempit, tetap memelihara sehati, sejiwa, sepikir, satu pengajaran 1Kor 1:10; Pil 2:1-2, maka meskipun ada beberapa perbedaan pribadi, biasanya tetap bisa bersekutu dan bisa setia. Orang yang salah seperti Lot tidak tahan dan tidak bisa setia.
V. HAMBA2 TUHAN PART TIME DAN FULL TIME.
Hamba-hamba Tuhan full time mempunyai banyak kelebihan yang seharusnya menghasilkan hal2 yang kekal kalau tetap setia di jalan sempit sampai mati. Tetapi Tuhan tidak menilai dari yang fana atau segala yang ada dalam dunia ini, melainkan dari berapa banyak yang bisa lolos sampai kekal. Ada orang heran di dunia, terkenal dan populer tetapi ditolak Tuhan sebab dalam hatinya banyak kesombongan, atau ada dosa-dosa lainnya Mat 7:21-23. Seharusnya orang-orang yang full time dan hiduptergantung dari Tuhan, apalagi kalau diberi beban pelayanan yang banyak (biasanya full time lebih banyak bebannya) maka dalam semua ini kalau ia melayani dengan tulus dipimpin Roh, maka seharusnya ia akan tumbuh dengan cepat sekali 2Tim 2:20-21. Pelayanan itu penuh dengan problem, kesukaran, beban, godaan dll dan itu semua menjadi pengolahan yang efektif dalam tangan Tuhan sehingga cepat tumbuh, makin indah dan makin memperkenankan Tuhan. Sebaliknya part time juga punya banyak tantangan, sekalipun waktu untuk pelayanan sedikit, tetapi dalam hal2 sekuler itu juga jadi tantangan2, sebab kalau ia taat, ia juga akan menjadi garam dan terang, maka rohaninya  tumbuh dalam tempat-tempat sekuler, sekalipun dalam pelayanan waktunya kurang. Jangan larut dalam dosa-dosa di tempat sekuler, tetapi menggarami dan menerangi dan itu juga termasuk pelayanan di luar Gereja dan jugamenghimpun pahala serta tumbuh untuk kekal. Memang orang yang mendapat panggilan full time, itu berarti mendapat berkat dobel sebab ia bisa tumbuh lebih cepat dan berbuah lebih banyak, padahal waktu meninggalkan dunia, full time dan part time sama2 dikosongkan dari semua yang fana. Sebab itu biarpun part time, hiduplah suci dan berkenan pada Tuhan, tumbuh secepat-cepatnya terus menerus dalam Firman Tuhan dan terus dipimpin Roh sehingga terus tumbuh dan berbuah. Layani apa saja yang ditanggungkan oleh para pemimpin di Gereja dengan baik-baik, maka kita akan tumbuh sampai Tuhan memberi pelayanan khusus dalam tubuh Kristus atau mungkin juga sampai menjadi full timer dalam pelayanan. (Jangan full time dalam pelayanan untuk nafkah, nanti pelayanannya jadi kotor dengan terus melihat, mengejar dancinta uang). Semua part time juga adalah budak-budak milik Allah, hamba-hamba yang harus taat melakukan kehendak Tuhan, bukan semaunya sendiri dan ia akan menerima pahala dan akan tumbuh sesuai ketulusan dan ketekunannya.
KESIMPULAN.
Beda full time dan part time adalah kesempatan lebih besar sehingga Tuhan bisa bekerja lebih banyak. Tetapi Tuhan tidak membedakan syarat dan pahalanya,  sekalipun part time bisa menerima pelayanan besar seperti Daniel, Daud, meskipun bukan imam, bukan full time juga Stefanus dll. Part time bisa mencapai puncak tertinggi jadi sempurna dan full time yang tidak taatpun bisa binasa! Semua mempunyai resiko yang sama.Ligabis (lima gadis bijaksana) dan ligabo itu tidak dibedakan dari kaum awam atau pendeta tetapi dari hidupnya, begitu juga Surga Neraka tidak membedakannya, meskipun ada kesempatan yang lebih besar pada full timer.
Nyanyian:
– Melayani Yesus bertambah manis.
– S’lama hamba masih bernafas,
hamba tetap jadi pengerja Hu.