M3602 – Yesaya 56:7, Matius 21:13, Markus 11:17, Lukas 19:46 Rumah Doa (24 Mar ’13)

Download MP3 Khotbah: M3602

I. MENGAPA DISEBUT RUMAH DOA

Kalau rumah Tuhan, apalagi Surga disebut sebagai rumah sukacita, rumah kesucian, rumah Allah yang maha kuasa, rumah ajaib, rumah kasih dan kemurahan dll, semua itu benar, sebab semua itu sifat Allah dan rumahNya itu penuh dengan sifatNya. Lalu untuk apa disebut rumah doa? Dengan mudah: Sebab rumahNya adalah tempat doa untuk segala bangsa, untuk seluruh umatNya.
Rumah doa itu seperti kantor telepon, sebab disini semua orang bisa berhubungan dengan Tuhan dan Dia adalah Allah yang maha baik, kasih, murah, suci dll. Kalau kita bisa berhubungan dengan Dia berarti kita bisa mendapatkan banyak perkara dari Dia. Kalau Kediri kota tahu, disitu kita bisa membeli tahu dengan limpah dan paling murah.
Begitu rumah doa berarti kita bisa berdoa yaitu terus bersekutu dengan Tuhan. Bahkan tubuh orang tebusan 1Korintus 6:18 itu juga rumah Allah, 1Korintus 3:16 berarti juga rumah doa. Dengan kata lain sesudah ditebus kita mempunyai hubungan erat dengan Tuhan, sebab memang kita menjadi anakNya Yohanes 1:12. Kita bisa berhubungan terus menerus siang malam dengan Tuhan, hidup dan berjalan dengan Tuhan, luar biasa!
Ini fungsi yang sangat penting dari rumah doa yaitu kita bisa terus menerus berhubungan dengan Tuhan, berdoa kepadaNya, siang malam bersekutu 1Tesalonika 5:10,17 dan berdoa terus menerus, non stop. Ini penting, sebab ini adalah kuncinya, supaya kita bisa hidup dengan Tuhan, terus menerus bersekutu dengan Tuhan, dipimpin Roh. Ini yang menjadi kunci hidup kemenangan Putra manusia Yesus waktu menjadi manusia Matius 4:1, Lukas 4:1,18. Ini juga menjadi kunci hidup kemenangan bagi kita, juga kunci pertumbuhan kita, sampai menjadi seperti Kristus.
 

II. HUBUNGAN DOA DENGAN TUHAN

Jadi kita bisa terus menerus berjalan dengan Tuhan, dengan terus menerus berdoa, memelihara hubungan dengan Tuhan,lebih-lebih dengan doa dalam Roh dan kebenaran Yohanes 4:23-24, maka kita dipimpin Roh yang merealisasikan persekutuan kita dengan Tuhan; menjadi berjalan dengan Tuhan seperti Nuh Kejadian 6:9 yang berhasil membuat bahtera dan lepas dari hukuman dunia. Tidak heran kalau kita disuruh berdoa non stop, sebab justru hubungan non stop ini jadi kunci hidup yang indah, penuh sukacita dan kemenangan dalam jalan dan rencana Allah. Alkitab mengajarkan banyak tentang doa dan tidak akan habis kita menyelidikinya. Hubungan dengan Tuhan hanya bisa didapatkan lewat dua saluran besar, yaitu:
1. Saluran mau percaya/ bertobat. Orang berdosa tidak bisa berhubungan dengan Tuhan kecuali kalau ia mau bertobat atau percaya. Sebab itu orang yang belum ditebuspun, seperti Kornelius, Tuhan dengar doanya Kisah 10:31. Atau orang beriman yang bertobat kembali, Tuhan dengar doanya seperti Yunus, Manasye.
2. Saluran yang suci. Kalau seorang hidup suci, maka doanya pasti naik kepada Tuhan. Permintaan orang suci itu semata-mata benar Amsal 11:23. Sebab orang suci di hadapan Allah itu memelihara dirinya dalam kesucian dimana saja, kapan saja, dalam hal apa saja, sehingga selalu dipimpin Roh dan tidak mau berkeinginan dosa.
Dalam skema Kemah Suci kita bisa melihat doa itu:
1. Luar Halaman: Doa orang dosa tidak didengar Allah, tidak sampai pada Allah kecuali ia mau percaya.
2. Halaman. Orang beriman yang kembali hidup dalam dosa tidak didengar doanya kecuali mau bertobat.
3. Ruangan Suci. Orang suci selalu didengar doanya. 1Petrus 3:12
4. Ruangan Maha Suci. Orang ini sudah bersatu dengan Allah di dalam Kristus.
 

III. JAWABAN DOA

Orang sucipun kadang-kadang tidak atau belum dijawab doanya, sebab sekalipun suci, kadang-kadang ia belum mengerti kehendak Allah sehingga doanya belum dijawab seperti Zakaria, Elizabet sudah lama minta anak, tetapi ia harus menunggu cukup lama, juga waktu ia bisu, ia harus menunggu lebih kurang 9 bulan. Jadi kita melihat ada tiga kemungkinan jawaban doa yaitu:
1. Ya, 2. Tidak, 3. Tunggu.
Menunggu itu satu kali akan menjadi ya atau tidak. Kalau kita mengerti, maka kita tahu semua doa kita pasti dijawab Tuhan.
Seringkali orang tidak bisa membedakan antara jawaban “tidak” dan menunggu terus samapai akhirnya jawabannya adalah tidak.
Rumah doa itu penuh dengan doa dan jawaban doa, seperti kantor telepon penuh dengan percakapan, tetapi kadang-kadang ada nada sibuk, orangnya harus menunggu, Seringkali kita bingung antara jawaban tidak dan tunggu, sebab tunggu itu kadang-kadang bisa lama sekali dan orangnya tidak mengerti seperti Zakaria. Juga Yusuf waktu dijual menjadi hamba, dll.
Jawaban doa: Ya. Mudah dimengerti seperti doa Elia minta api turun, Musa minta air untuk orang Israel dll lang-sung dijawab, selesai! Yang banyak harus dipelajari adalah apa saja syaratnya supaya doa kita bisa langsung dijawab Ya.
Jawaban: Tidak. Yang jelas seperti doa Kain tidak diterima Tuhan, langsung jelas dan Kain marah Kejadian 4:5. Juga doa Paulus untuk durinya dan ia mencoba lagi sampai tiga kali, tetap ditolak 2Korintus 12:8-9. Yang sulit kalau orangnya tidak mengerti mengapa jawabannya tidak, seperti Saul dan Saul berusaha terus untuk bertanya kepada Tuhan, tetapi Tuhan tidak pernah menjawabnya 1Samuel 28:6. Sebetulnya sebabnya jelas, yaitu karena Saul tidak mau bertobat, sebab Saul buta mata hatinya.
Jawaban yang paling sulit adalah tunggu, ini membuat banyak orang bingung. Kita akan melihat ini lebih dahulu.
 

IV. MENUNGGU JAWABAN TUHAN

Menunggu ada dua macam yaitu yang akhirnya menjadi ya dan yang menjadi tidak.
IV.A. Akhirnya menjadi ya.
Seringkali dalam hal-hal ini Tuhan itu terpaksa bersabar, sebab sebetulnya Ia hendak cepat memberi jawaban yang kita butuhkan, tetapi terpaksa tidak bisa diberikan sebab masih ada halangan-halangan yang tidak bisa dilewati Lukas 18:7. (TB: adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong?; TL: Dengan lambatnya kepada mereka).
Allah sebetulnya sanggup segera, langsung menolong, tetapi sebab ada halangan itu, tampaknya Ia seperti mengulur-ulur waktu atau memberi dengan lambat, padahal sebetulnya Allah itu terpaksa bersabar, sebab kita yang menghalang-halanginya. Allah tidak ingkar akan janjiNya, Ia tidak pernah terlambat dan Ia tetap penuh kasih dan kemurahan. Tetapi sebab ada halangan itu, Ia tertahan tetapi sebetulnya hatiNya ingin memberi, sebab kita membutuhkannya. Mengapa? Sebab Ia cinta dan sangat ingin memberikan kepada kita. Misalnya:
1. Tidak punya iman akan janji Allah. Abraham menunggu kelahiran anak Ishak, tetapi tiba-tiba ia membawa Hagar masuk, sehingga Ismael lahir. Hal ini melawan rencana Allah. Kejadian 17:18,20-21. Tuhan tidak senang dengan kesalahan Abraham ini dan dengan tegas mengatakan bahwa rencana Allah adalah dengan Ishak (yang pada waktu pembicaraan ini belum lahir).Ada banyak faktor yang membuat Abraham mengambil Hagar sehingga ia keluar dari rencana Allah. Mungkin karena sudah putus asa, sebab sampai tua belum juga men-dapat anak, bahkan sudah mustahil (sudah berhenti adat perempuan) mungkin juga karena tertarik pada Hagar yang ditawarkan istrinya, dan kemudian karena cinta akan Ismail sampai kemungkinan untuk Ishak tidak lagi dipikir dan dipercayainya Kejadian 17:17,18. Gara-gara ini Tuhan tidak lagi bicara dengan Abraham selama 13 tahun Kejadian 16:16 – Kejadaian 17:1. Sebetulnya Tuhan ingin cepat memberikan janjiNya, tetapi ia harus sabar menunggu karena kesalahan Abraham. Sebab itu jangan bertindak sembarangan, tetapi belajar selalu bertanya-tanya akan Tuhan dan dipimpin Roh 1Tawarikh 16:11. Seringkali karena salah, ada dosa dll Tuhan terpaksa tidak bisa menolong kita dan kita harus menunggu sekian lama.
Juga Zakaria dibiarkan bisu dan menunggu sampai Yohanes lahir (kurang lebih 9 bulan), baru ia bisa bicara. Kalau Zakaria percaya ia tidak bisu. Sebab itu dalam Lukas 18:1 Tuhan menyuruh kita untuk berdoa dengan tidak putus harap. Kalau permintaan kita sudah benar, sesuai dengan Firman Tuhan, jangan ragu-ragu, minta terus dengan tekun. Orang yang bisa berdoa dengan tekun itu harus punya iman, sebab kalau tidak punya iman,sesudah beberapa kali berdoa dan tidak dijawab, ia akan menjadi putus asa. Bisa tekun itu berarti ada iman. Kalau tidak punya iman, Tuhan yang harus sabar menunggu Zakaria dan Abraham.
2. Menunggu kita diolah.
Kadang-kadang Tuhan mengolah kita supaya iman kita tumbuh seperti Elia yang dibiarkan minta sampai 7 kali (sebab Elia harus terus tumbuh sampai sempurna. Tuhan tahu sebelumnya tetapi Elia mula2 tidak tahu)! Kadang2 Tuhan mengolah dengan mengizinkan malapetaka/ celaka seperti dalam Matius 8:26. Angin ribut datang supaya mereka belajar percaya kepada Tuhan, supaya imannya meningkat
Kadang-kadang Tuhan harus sabar menunggu sebab rohaninya belum cukup matang atau tabiatnya belum sampai dalam tingkatan yang diperlukan. Misalnya orangtua hendak memberi sepeda motor tetapi tidak berani, ia harus menunggu sampai tumbuh menjadi matang dan bisa bertanggung jawab dan itu membutuhkan waktu! Juga untuk menunggu pertumbuhan yang normalpun perlu waktu. Misalnya Daud, Yohanes, Putra manusia Yesus semua hidup baik dan benar, tetapi tetap harus menunggu. Baru sesudah berumur 30 tahun, Allah mempercayakan jabatan atau pelayanan yang lebih besar, sebab tabiat dan kematangan rohaninya sudah tercapai (Yusuf umur belasan tahun sudah indah tetapi belum cukup. Juga Daud umur kurang lebih 17 tahun sudah bisa mengalahkan Goliat, tetapi belum cukup. Juga Putra manusia umur 12 tahun sudah bisa jadi pembicara yang heran dll, tetapi Allah masih menunggu sampai  Putra manusia bisa melaksanakan tugasNya dengan sempurna. Begitu pula Tuhan menunggu sampai kita cukup matang untuk bisa melakukan tugas kita dengan baik.
Sebab itu jangan berlambat-lambat untuk tumbuh, jangan menyimpang untuk berbuat hal-hal yang Tuhan tidak berkenan apalagi dosa, tetap hidup dalam kesucian, taat akan Firman Tuhan, belajar terus berjalan dalam Roh (berdoa senantiasa) sebab kalau jatuh, undur atau cacat itu membuat set back (rohani merosot) sehingga rencana Allah tertunda, merosot atau kadang-kadang batal, terpaksa diberikan kepada orang lain, yang bisa menggantikannya untuk menghasilkan buah dan menyelesaikan rencana Allah Matius 21:43. Beberapa doa Daud tidak terjawab, bahkan tertunda sebab ada kesalahan-kesalahan yang dibuat, misalnya membawa Tabut naik ke Yerusalem, sebab bodoh, tidak mengerti caranya (seharusnya dipikul imam-imam bukan naik pedati sekalipun naik pedati lebih mahal, lebih mewah dan lebih sulit, tetapi cara yang betul justru hanya sekedar dipikul imam) lalu timbul malapetaka, Daud sedih, sampai ia bias belajar dari rahasia sukses rumah Obed Edom. Begitu juga dalam rencana Allah untuk keseluruhannya, sebetulnya rencana Allah bagi Daud sangat besar sampai sempurna (sebab Daud mempunyai beberapa kelebihan, ia seorang yang sangat berkenan kepada Tuhan Kisah 13:22) tetapi tenyata merosot. Mungkin lebih cocok kalau Tuhan Yesus disebut Putra Henokh, Putra Elia atau Putra Musa daripada Putra Daud. Sebab mereka sudah sempurna tetapi Daud belum. Ini sebab Daud bersalah beberapa kali sehingga ia tidak jadi sempurna seperti Elia, Henokh atau Musa. Tuhan harus sabar menunggu kita berubah, kadang-kadang menjadi sedih, sebab gagal seperti Yudas yang cinta uang dan Yoas yang kalah perang sebab sombong, tidak mau mendengarkan nasehat Tuhan lewat orang yang tidak rohani (Firaun Necho) 2Taw 35:22-23.
Beberapa orang lambat memberi reaksi yang baik seperti keledai Isachar Kejadian 49:14. Coba sebelumnya ia sudah celik, ia bisa melakukan lebih banyak hal-hal yang indah bagi Tuhan.
IV.B. Akhirnya ditolak.
Misalnya Saul, Tuhan menunggu terus, akhirnya ditolak 1Samuel 13:13-14. Tetapi Tuhan masih menunggu, memberi kesempatan (kalau masih hidup itu berarti masih ada kesempatan untuk memperbaiki) tetapi Saul tidak menggunakan kesempatan itu sehingga doanya ditolak dan rencana Allah baginya batal! Sayang.
Seringkali Tuhan harus bersabar akan kebodohan dan keras kepala umatNya. Coba Israel (10 pengintai) mau percaya dan naik berperang ke Kanaan (seperti Yusak) maka mereka tidak mati, tetapi menikmati Kanaan yang indah seperti Yusak dan Kaleb. Sesudah sadar lebih kurang 38 tahun kemudian, baru mereka berusaha memaksa naik ke Kanaan, tetapi kesempatannya sudah berlalu, sudah habis, sebab itu Tuhan tidak beserta bagi orang-orang yang semaunya sendiri, akibatnya mereka binasa di Horma Ulangan 1:41,42,44.
Kesempatan untuk orang Israel ini tidak kembali, tidak bisa diulang lagi dan mereka mati meskipun sudah bertobat, sebab cara hidupnya seenaknya sendiri. Kalau mau baru mau pergi, kalau tidak mau, sekalipun diperintahkan Tuhan, tidak mau pergi, akhirnya kesempatannya habis! Jangan biarkan Tuhan menunggu sampai lama, apalagi sampai habis waktu  dan kesempatannya.
 

V. SEBAB-SEBAB DOA YANG TIDAK DIJAWAB TUHAN, TERTUNDA ATAU JANJI

Semua sebab-sebab ini hampir sama, juga bagaimana doa kita bisa dijawab dengan ya, yaitu kalau sebab-sebab ini tidak ada. Penyebabnya adalah:
1. Dosa. Ini sebab utama. Karena itu kalau kita mau taat akan Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus, tidak sampai berdosa, maka banyak doa kita akan dijawab ya dan masa menunggu jadi pendek atau memang betul-betul hanya karena menunggu waktu pertumbuhan yang normal (sebab untuk tumbuh, semua orang membutuhkan waktu yang cukup panjang seperti Putra manusia Yesus membutuhkan 30 tahun, juga Daud dan Yusuf. Kalau sebelum 30 tahun sudah dipakai Tuhan dengan heran, itu baik (seperti Putra manusia Yesus waktu berumur 12 tahun) tetapi hati-hati, tetap rendah hati, jangan mengangkat diri sendiri, tunggu waktu Allah, ikut rencana Allah, supaya jangan gugur atau merosot dari rencana Tuhan yang sesungguhnya.
Kalau toh ada dosa, segera bertobat, lalu kembali di pihak Allah dan terus menetap di pihak Allah Yohanes 4:7-8 supaya akibat-akibat dosanya itu bisa seminim mungkin. Kalau sudah bertobat, maka rencana Allah akan mulai berjalan kembali dan masa menunggu bisa diselesaikan, jawaban ya bisa datang.
2. Permintaan yang salah Yohanes 4:1-4. Misalnya minta uang, berkat, sukses dll hampir semua orang minta tetapi ada yang minta dengan betul (dan Tuhan akan jawab dengan ya) tetapi ada yang minta dengan rencana dan maksud yang salah, sehingga Tuhan menjawab dengan tidak atau menunggu sampai orang itu mengubah maksud dan rencananya. Semua yang minta uang kebanyakan karena ingin kaya, cinta uang dan ini harus dibuang Amsal 28:20,22. Kalau ia mau mengganti “maksudnya” dengan mau berpada, sehingga permintaannya dibetulkan, maka Tuhan bisa memberi jawaban Ya pada permintaan yang sudah betul. Dan baru kalau sudah bisa memakai uang dengan baik, Tuhan memberi kelimpahan sesuai kemampuannya, supaya jangan susah masuk Surga Matius 19:23  seperti orang-orang kaya itu, yang berbuat banyak dosa dengan uangnya, akhirnya masuk Neraka. Lukas 12:21; 16:25. Seringkali orang minta dipakai heran dalam jabatannya (dipakai heran dalam setiap jabatan tidak sama) dan Tuhan tidak memberinya, harus diganti dengan ingin berkenan pada Tuhan, sekalipun hanya dipakai menjadi alat yang kecil dan tidak terkenal seperti Yusuf dan Maria. Dipakai Tuhan dengan heran itu banyak pujiannya dan itu jerat (Amsal 29:5) serta kutuk (Amsal 27:14) kalau orang suka menikmatinya dan mengejarnya, atau merasa patut dipuji Yesaya 42:8, ia akan ditolak Tuhan sebab dosa-dosa kesombongannya Matius 7:23 Firman Tuhan cukup banyak mengingatkan seperti Lukas 10:20. Rindukan hidup berkenan kepadaNya Kolose 1:10  tetapi jangan menolak dipakai dengan heran (supaya jadi berkat bagi banyak orang) asal tetap ingat itu semua dari Tuhan (2Korintus 4:7, 1Korintus 15:10) dan tetap tinggal rendah hati. Orang yang mengerti Firman Tuhan lebih limpah 2 Petrus 3:18 tidak akan minta yang salah, tetapi minta yang memperkenankan Allah, sehingga bisa berbuah-buah lebih lebat Matius 13:23.
3. Belum waktunya Pengkhotbah 3:11. Ada sebabnya yaitu:
a. Belum selesai masa menunggu yang normal seperti Yusuf, Daud, Yohanes, Putra manusia. Sabar, jangan ingin jadi besar dan heran tetapi rindukan untuk berkenan pada Tuhan Matius 3:17.
b. Tabiat, kemampuan, pengertian belum cukup. Ini hampir sama dengan “a”, sebab itu jangan dalam menunggu hidup sia-sia, tetapi tumbuh, belajar terus, tebus waktu, limpah dengan 2 gomer manna, 2 pohon Zaitun, persekutuan yang betul, setia dalam pelayanan dengan tulus dan suci, dst supaya tumbuh dengan baik dalam semua segi hidupnya, sesuai dengan ukuran waktunya, tidak sampai terlambat.
c. Belajar tekun Lukas 18:1, ini berhubungan dengan iman supaya iman tumbuh makin besar Matius 8:10.
d. Lulus dari problem-problem/ ujiannya. Sesudah Ayub lulus dalam hal uang, rendah hati (terhadap sahabat-sahabatnya) tidak berhalakan anak, setia kepada istri yang jelek, maka jawaban doanya datang, ia pulih, tingkat rohaninya makin tinggi dan berkat-berkatnya dua kali lipat.
4. Cocokkan dengan rencana Allah. Paulus mau pergi ke Asia, tetapi Roh Kudus mencegah dan ia taat, maka doa-doanya dijawab seperti waktu ia di penjara Pilipi Kisah 16:6. Kadang-kadang Tuhan menghendaki kita menurut dalam rencana Allah misalnya full timer, waktu menyerah langsung sembuh atau problemnya lepas Efesus 5:17.
 

VI. KESIMPULAN

Kita ini rumah doa, jangan sampai tidak ada doa yang betul. Kita sudah belajar bahwa doa yang betul itu terdiri dari:
1. Orangnya betul di hadapan Tuhan, sesuai dengan Firman Tuhan.
2. Permintaannya betul.
3. Sudah waktunya. Maka Tuhan akan menjawab semua doanya supaya ia bisa tetap dalam rencana Allah, sebab itu yang terindah, sehingga ia bisa tumbuh dengan cepat dan efisien langsung ke sasaran seperti Kristus, makin indah, makin lebat berbuah dan ada harapan menjadi sempurna. Jangan lupa berdoa dalam Roh dan kebenaran senantiasa, ini kunci untuk berjalan dalam Roh dan kita akan tumbuh dan berbuah-buah lebat, sebab berjalan dengan Tuhan seperti Nuh membuatnya berhasil membangun bahtera dan lepas dari hukuman dunia, ikut dalam pengangkatan bahkan bisa menjadi sempurna. 1Korintus 11:32, 1Petrus 4:17.
 
Nyanyian:
Berdoa selalu dalam Roh kebenaran.