M3590 – Kolose3:18-19 Istri yang Tunduk dan Suami yang Cinta Istrinya Sendiri (10Feb’13)

Download MP3 Khotbah: M3590

Suami istri yang berkenan di hadapan Tuhan itu ternyata punya kriteria yang sedikit berbeda menurut Firman Tuhan. Tentunya Tuhan jauh lebih pintar dan lebih mengerti dari kita, sebab itu kita belajar mengerti mengapa begitu, dan menurut saja kebenaran-kebenaran Firman Tuhan ini.

I. SUAMI YANG BAIK  adalah:

  1. Suami yang mencintai istrinya sendiri Efesus 5:25,28,33  seperti Kristus mengasihi Gereja. Ini yang dirindukan si istri Kejadian 29:32 yaitu suami yang mencintainya, jangan mencintai perempuan lain, tetapi setia pada istrinya sendiri seperti Ayub tetap setia pada istrinya, meskipun istrinya tidak baik. Sepanjang umur hidup, selalu ada banyak perempuan-perempuan lain yang bisa menggoda suami secara pasif atau aktif, tetapi suami yang baik tetap setia mencintai istrinya sendiri, bukan perempuan lain.
  2. Suami yang bersukacita dengan istrinya sendiri. Amsal 5:18. Jangan pahit, pegel, tidak senang, bosan, benci pada istri sendiri Kolose 3:19, tetapi bergembiralah dengan istrimu Pengkhotbah 9:9, yaitu istri masa muda Maleakhi 2:14,15, jangan ada istri masa tua atau istri lainnya itu dosa perzinaan dan orang berzina tidak masuk Surga Wahyu 22:15  dll.
  3. Menghargai dan menghormati istrinya sebagai pihak yang lebih lemah 1Petrus 3:7, tentu juga dengan cinta dan sayang.

Semua ini akan mudah kalau dari permulaan suami, juga istri memelihara kesucian sampai dalam hati dan pikiran dan tidak mau dirangsang terus dengan birahi perzinaan, tetapi lari daripadanya Amsal 22:3, baik dalam pergaulan yang jahat, juga pergaulan elektronik dengan segala kemanisan dan umpan perzinaan. Kita bisa hidup suci di dalam Kristus. Juga perlu saling mengampuni dengan tuntas seperti Ayub mengampuni istrinya yang tidak setia dan mengkhianatinya. Kalau ada yang mengalami kesukaran minta nasehat dan doa pemimpin-pemimpin yang ada. Orang beriman harus merdeka dari dosa dan semua ikatannya, kalau tidak, tidak bisa tumbuh dan makin hanyut dan hancur dalam arus dosa akhir zaman ini. Dua arah yang berlawanan sedang terjadi sekarang ini dan makin lama arus itu makin kuat yaitu yang suci makin suci, yang najis makin terang-terangan dan makin najis. Wahyu 22:11.
 
Juga orang-orang single harus memelihara kesuciannya supaya tumbuh, berbuah-buah sehingga rencana Allah yang indah-indah boleh terjadi dalam hidupnya, percayalah!
 

II. ISTRI YANG BAIK adalah:

  1. Istri tunduk pada suaminya sendiri Efesus 5:22, Titus 2:5. Jangan tunduk pada ajakan atau keinginan laki-laki lain, kenal atau tidak kenal (hati-hati bekas pacar lama, atau reuni lalu api yang padam dinyalakan, itu dosa, sekalipun hanya dalam hati dan berbahaya bisa terbakar Amsal 6:27-28).  Juga tunduk berarti jangan berkelahi atau bantahan Amsal 19:13, tetapi tanpa sepatah katapun untuk perbantahan 2 Petrus 3:1 (-6). Jangan beri tempat pada iblis! Kalau ada perbedaan pendapat, jangan berbantah-bantah, cari kehendak Allah dan keduanya harus tunduk pada Firman Tuhan, sebab di atas suami masih ada Kristus = Firman, 1Korintus 11:3 dan semua harus tunduk pada Kristus.
  2. Istri menghormati suaminya Efesus 5:33. Suami itu kepala, patut dihormati seperti Sarah menghormati Abraham dengan memanggilnya tuan. 1Petrus 3:6. Kalau tidak bisa menghormati suami, jangan menikah. Kalau sudah terlanjur menikah karena bodoh dan tidak mengerti dll, tetap hormati suami. Mungkin suami tidak becus, tidak bisa mencari nafkah, kurang gagah, kurang terpelajar, cacat dll, tetap menghargai dan menghormatinya karena Kristus, jangan meninggalkan dia dalam hati atau dalam perbuatan, itu dosa 1Korintus 7:10,27. Sebab itu sebelum nikah harus diajarkan Firman Tuhan oleh orangtua dan Gereja (tubuh Kristus). Menghina suami itu melawan Firman Tuhan, hargai, apalagi sebagai bapa dari anak-anak, jangan anak-anak kurang ajar pada bapaknya. Istri yang baik menghormati suaminya, apakah ia becus atau tidak, sebab itu suaminya dan itu adalah perintah Allah.
  3. Istri yang berbudi (= Virtuous KJI, Amsal 31:10,29; 12:4. Ia tahu tugas dan kewajibannya, mendukung suami dan anak-anaknya dengan kasih dan sukacita, sehingga mereka meningkat itu karena istrinya; bukan istri yang hanya menuntut uang, boros, malas atau menuruti kehendaknya sendiri Amsal 31:11-27.
  4. Istri yang bijak, Amsal 14:1 itu berusaha membangun rumahnya, tidak merobohkan dengan tangan atau perbuatannya sendiri. Ia menjaga jangan dengan kata-kata dan tindakannya terjadi kekacauan dan keributan dalam isi rumahnya, supaya jangan sampai rumah tangganya berantakan.  Istri yang bijak bisa berkorban dan menyangkal diri, mengampuni dan mengasihi semua isi rumah tangganya dan mendidik anak-anaknya supaya bisa sehati, sepikir, setujuan dan tetap harmonis. Istri bijak bukan berarti cerdik, lihai, bisa mengalahkan suaminya, ini jahat, berontak melawan Firman Tuhan, tetapi dengan cinta, suci dan tulus mencintai suaminya sendiri dan tunduk kepadanya dengan bijak.
  5. Istri juga cinta suami Titus 2:4. Mengapa ada perbedaan tekanan utama atau aturan Firman Tuhan bagi suami istri? Kolose 3:18-19. Allah itu maha tahu, Ia tahu apa yang kurang pada suami/ istri yang berdosa dan bagaimana membuatnya menjadi harmonis dan manis. Istri-istri seringkali tidak mau tunduk bahkan mau menguasai suaminya, itu jahat, sebab itu Tuhan memerintahkan istri-istri untuk tunduk pada suaminya dan suami harus cinta istrinya sendiri, sebab suami-suami yang berdosa seringkali cinta perempuan lain dalam hati, sembunyi atau terang-terangan.

 

III. PATOKAN UNTUK SUAMI ISTRI YANG BENAR.

  1. Penolong yang sejodoh Kejadian 2:18 seperti tumbu ketemu tutup, pas, begitu suami istri menjadi penolong yang sejodoh, cocok, pas, yang tepat dibutuhkan (help meet). Untuk apa? Dunia berkata, kalau suami istri cocok, rezekinya limpah. Tetapi ini adalah tujuan fana, bukan yang utama. Tujuan yang utama adalah supaya dengan nikah punya penolong sejodoh, suami istri bisa saling tolong menolong sehingga makin meningkat dalam rohani, makin cinta Tuhan, makin berbuah-buah dan memperkenankan Tuhan. Sebab itu suami (atau istri) yang sayang dan membiarkan istrinya (atau suaminya) malas untuk bertekun dalam ibadah, doa, hidup suci, pikul salib, dipimpin Roh, Firman Tuhan, persekutuan, pelayanan dan mencari perkara-perkara dari Atas, itu cinta yang salah, itu bukan penolong sejodoh yang dimaksudkan Tuhan, itu jodoh yang bengong, tidak menolong, membiarkan celaka! Justru suami istri saling menolong supaya mereka masing-masing makin disucikan, makin tekun dan tumbuh imannya, dipimpin Roh, tidak menuruti daging dan cara-cara duniawi, tetapi berbuah-buah, itu baru sesuai dengan kehendak Tuhan, itu penolong yang sejodoh. Dan Tuhan akan menyertainya, menambahi  dan memberkatinya dengan limpah jasmani dan rohani!  Sebab itu suami yang melihat istrinya berdosa harus berusaha melepaskannya dari dosa, mengangkatnya dari kejatuhan Pengkhotbah 4:10,  menyalahkan dosanya,  jangan membenarkan atau mendorongnya Efesus 5:11 dan melayani dengan kasih dan dengan pimpinan Roh Kudus. Suami yang tahu tetapi membiarkannya, itu menjadi dosa bagi dirinya sendiri Yakobus 4:17. Juga yang mulai dingin rohaninya, jangan dibiarkan, panasi dia dengan nasehat, dorongan kuasa Roh Kudus dan dengan kasih Pengkhotbah 4:11 supaya sama-sama bergairah, rindu akan perkara-perkara dari Atas Kolose 3:1-3, tidak bercintakan perkara-perkara dunia dan dosa. Kalau keduanya kuat di dalam Tuhan, dipimpin Roh, maka rumah tangga mereka menjadi harmonis dan rohaninya menjadi kuat sekali, tumbuh dengan pesat, tidak mungkin putus Pengkhotbah 4:12.
  2. Keduanya menjadi satu Mat 19:5. Tidak ada yang kalah atau menang, tidak ada yang menguasai dan dikuasai, sebab keduanya menjadi satu, suami sebagai kepala, istri sebagai tubuh (jangan terbalik!) sehingga mereka menjadi satu kesatuan yang harmonis, indah dan disertai Tuhan. Keluarga harus sehati, sejiwa, sepikir, setujuan Markus 3:25. Kalau ada perbedaan pendapat kalau belum bisa sepakat untuk sementara suami menjadi kepala yang menentukan supaya jangan bertengkar, tetapi semua mencari kebenaran Firman Tuhan, dan itu yang menjadi patokan permanent untuk semua perbedaan pendapat, sebab semua harus taat pada Firman Tuhan. Jadi meskipun suami menjadi kepala dan istri tunduk kepadanya, tetapi di atas suami ada Tuhan (1Korintus 11:3) yang harus mutlak ditaati tubuh dan kepala yaitu suami istri ini, sebab tujuan kita masuk Surga, berkenan pada Tuhan.
  3. Tidak boleh diceraikan Matius 19:5-6. Seringkali sesudah nikah lalu kecewa sebab tidak memenuhi harapan atau bukan “jodoh dari Allah” sebab dipaksakan (oleh orang dunia, kawin lari tanpa persetujuan orangtua, tidak memelihara kesucian bujang dll), tetapi kalau sudah menikah jangan bercerai! Kalau dengan penjahat kita bisa mengampuni dan mengasihi, apalagi dengan suami istri yang dimulai dengan hubungan baik sekalipun ada banyak kekurangan, teruskan dan berjalan dalam Roh, maka musuh jadi sahabat Amsal 16:7 dan bisa menjadi manis seperti Ayub dengan istri yang tidak setia. Mungkin banyak air mata dan kepahitan, tetapi pertahankan dan Tuhan akan bekerja di dalamnya dan mengubahkan menjadi baik.
  4. Perbedaan laki-laki dan perempuan. Kalau keduanya di dalam Tuhan maka laki-laki itu sama dengan perempuan Galatia 3:28, semua mempunyai kesempatan yang sama, sama-sama sudah lahir baru, sama-sama menjadi anak-anak Allah, orang baru di dalam Kristus, yang lama sudah lenyap 2Korintus 5:17. Sebab itu keduanya punya kemampuan dan keadaan yang sama di dalam Kristus sebagai anak-anak Allah Kolose 1:13. Tetapi kalau salah satu atau keduanya undur, kembali dalam hidup lama, atau menuruti daging (sebab orang luar belum ditebus dan daging ini mempengaruhi dan mau menarik kembali hidup lama) maka kembali hidup lama, maka berlakulah Pengkhotbah 7:28-29. Sebab Adam yang diciptakan dahulu tetapi Hawa yang kena tipu iblis sehingga nasibnya menjadi rusak 1Timotius 2:13-14. Kalau sama-sama orang lama, kebanyakan istri-istri menuruti daging dan berusaha menguasai suaminya. Seringkali suami yang bodoh, tidak memelihara kesucian, tidak setia, bisa bereaksi salah, bisa tergoda perempuan lain, secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan mulai mencintai perempuan lain sehingga rohaninya hancur dan rumah tangga rusak, keselamatan bisa hilang kalau tidak bertobat. Rata-rata istri yang menuruti daging tidak mau tunduk dan rumah tangganya akan menjadi berantakan Amsal 14:1. Begitu juga kalau suami hidup dalam dosa dan cinta perempuan lain maka rumah tangganya juga akan pecah dan hancur. Istri-istri  juga bisa menghancurkan rumah tangganya dengan perzinaan seperti istri Potifar yang jatuh hati pada laki-laki lain. Rusaknya rumah tangga bisa dari dua segi, suami dan istri.

Suami atau istri yang takut akan Tuhan tetap hidup dalam kesucian, apapun keadaan istrinya, Ayub tetap hidup dalam kesucian bahkan kesucian Wasiat Baru (Ayub 31:1 sampai dalam pikiran dan angan-angannya), sebab itu ia bisa mengampuni dan mencintai istrinya dan Tuhan menolong mendisiplinkan istrinya dengan pukulan maut yang dahsyat sampai 10 anaknya mati semua sekaligus, baru istri Ayub bertobat dan Ayub tetap mencintai istri yang garang, tidak tunduk, tidak rohani dan khianat. Mereka dipulihkan Tuhan kembali.
 

IV. TANDA-TANDA ISTRI YANG BODOH.

  1. Tidak sungguh-sungguh mencari Tuhan. Ada banyak godaan dari dunia ini, selain banyak pencobaan dalam hidup nikah, juga rumah tangga bisa rusak karena cinta uang 1Timotius 6:9-10 dan kemuliaan, kedudukan, kebesaran dunia ini 1Yohanes 2:15-16 kebencian, occultisme dll. Semua dosa dan kejahatan bisa merusakkan rohani dan rumah tangga. Dosa apapun adalah pintu gerbang (masuk) bagi iblis, yang lengah akan digarap sampai terikat siap untuk diseret ke neraka! Ada istri ikut suami undur ke dalam dunia, lalu lewat beberapa tahun rumah tangganya pecah dan hancur. Jangan mengandalkan kekuatan sendiri atau bersama-sama (suami istri), tidak ada yang tahan melawan iblis kecuali dengan Tuhan, lebih-lebih di akhir zaman kita mutlak harus bergantung pada Tuhan. Sekalipun pintar, cerdik, cakap, tidak cukup untuk memelihara rumah tangga akhir zaman ini. Hawa cerdas dan pintar sebab semua yang Tuhan ciptakan itu baik adanya, tetapi tanpa persekutuan (dengan suami) dan Tuhan, ia gugur dan kehilangan kemuliaan Allah, rumahnya roboh, sebab kena tipu ular.
  2. Tidak taat Firman Tuhan, tidak tunduk pada suaminya. Percayalah ini resep atau hukum dari Sang Pencipta, jangan mau diisi hal-hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan, sekalipun tampaknya bagus, baik. Kalau bertentangan dengan Firman Tuhan itu harus dibuang. Istri harus tunduk pada suaminya dalam Kristus. Jangan mengandalkan kekuatan sendiri, cara sendiri, harta, kepintaran dll untuk membangun rumah tangga yang bahagia, tetapi harap pada Tuhan dan terus berjalan dalam Roh dengan hikmat dan kuasaNya.
  3. Pelihara hidup kesucian sampai dalam batin dan terus lekat pada Pokok yang benar. Jangan bosan lekat pada Tuhan dan menghisab Tujuh Kebutuhan Pokok Rohani. Sama seperti sehat itu harus terus dipelihara, juga kesehatan rohani, tidak bisa hanya satu kali, harus terus dipelihara dengan tekun, supaya rohani tumbuh, terus berjalan dalam Roh, (tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran, maka hidup pribadi, rumah tangga, pelayanan kita dll akan tumbuh dalam rencana Allah yang indah dan kuat!Istri tunduk pada suami dengan suci, setia dan cinta. Jangan terpengaruh nasehat yang bertentangan dengan Firman Tuhan atau menuruti daging dan hawa nafsu sendiri!Istri yang dominan, kalau suaminya bodoh akan mengalami banyak kepahitan. Tetapi kalau istri-istri yang mau tunduk dan memakai kuasa Allah dalam kesucian, ia akan membangun rumah tangganya dalam rencana Tuhan yang indah-indah.   Istri yang bodoh masih bisa dicegah dan diperbaiki suami yang bijak. Biasanya suami yang bijak tidak mau nikah dengan perempuan yang bodoh, tetapi kalau sudah nikah, jangan terbayang-bayang perceraian, itu dosa zina. Ingat Ayub tetap cinta istrinya meskipun kelakuannya bodoh, tidak setia dan khianat.
  4. Istri yang bodoh dan tidak berbudi. Minta hikmat dan kuasa Roh Kudus, belajar Firman Tuhan dan dipimpin Roh untuk menjadi istri yang bijak dan berbudi. Tujuan kita bukan hanya rumah tangga yang bahagia di dunia, tetapi diteruskan sampai Surga. Kerjakan semua tugas-tugas sebagai istri dan ibu. Jangan cari senang tetapi nikmati kesusahan dan penderitaan karena Kristus Kisah 5:41, Yakobus 1:2 sebab ini akan efektif menumbuhkan orang yang mau menderita dan taat akan Firman Tuhan dan dipimpin Roh. Kita masuk Surga dengan banyak penderitaan Kisah 14:22, Pilipi 1:29, 2Timotius 3:12, sebab penderitaan karena Kristus akan menjadi kemuliaan kita Roma 8:17-18.

 

V. TANDA-TANDA SUAMI YANG BODOH.

  1. Suami pasrah dan kecewa. Ini suami yang bodoh, tidak mau berperang. Tuhan janji menyelamatkan seisi rumah termasuk istri/ suami yang undur/ keras hati. Jangan kecewa lalu tawar hati.   Suami-suami harus cinta pada istri sendiri dan terus bersukacita dengan istri dan anak-anaknya dalam Tuhan, jangan pahit, jengkel, pegel, tidak senang dan putus asa, tetapi percaya pada Tuhan, sekalipun istri seperti istri Ayub, kalau kita menang, kita akan mengalami rencana Allah yang indah.    Seringkali suami diam tetapi kecewa dan suami yang bodoh, yang tidak pegang kesucian mudah dirayu perempuan berjiwa sundal dan kena Amsal 5:3-14. Sekalipun istrinya dominan (sudah dipilih menjadi istrinya) jangan kecewa atau diam-diam berdosa dalam hati, tetapi bergumul habis-habisan sesuai Firman Tuhan (belajar baik-baik tentang suami istri dan pegang ini baik-baik) dan tolong, ubahkan, selamatkan, to save not to destroy, Lukas 9:56. Jangan ditipu oleh iblis, ini hanya pergumulan dalam dunia, kalau sudah mati selesai, tetapi harapkan tugasnya menolong istri juga selesai dan berhasil Kisah 20:24, 2Timotius 4:6-7.
  2. Suami yang suam. Kalau rohani suam, maka iblis mudah menggoda dalam segala segi sehingga jatuh dalam dosa termasuk perzinaan dan itu merusakkan seluruh sendi kehidupan keluarganya. Orang Kristen yang ingin rumah tangganya bahagia tidak bisa lepas daripada pertumbuhan rohani yang sehat dan berbuah-buah. Orang yang rohaninya sehat dan tumbuh bisa hidup suci, mengampuni, bisa berjalan dalam Roh, tumbuh dalam tabiat yang baru maka hidupnya sebagai suami dan istri bisa baik dan rumah tangganya juga akan bahagia.

 

KESIMPULAN.

Rumah tangga yang bahagia dan disambung sampai kekal kalau:

  1. Suami istri dan keluarga taat akan Firman Tuhan sebagai suami istri yang baik menurut Tuhan.
  2. Kalau belum baik, jangan menyerah, Tuhan berjanji menyelamatkan seisi rumah termasuk rumah tangga yang bahagia.

 
Nyanyian:
Hari ini jikalau engkau mendengar suaraNya.