M3587 – Amsal27:1-3 Cara Hidup yang Berhasil (27Jan’13)

Download MP3 Khotbah: M3587

JANGAN MEMBANGGAKAN HARI ESOK

Janganlah membanggakan dirimu sendiri tentang hari esok, karena kita tidak tahu tentang esok,apa yang dihasilkan setiap hari.
A. KITA tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita sendiri, bahkan masih hidup atau tidak, manusia itu seperti uap Yak 4:14 (13-16). Apakah kita sehat atau sakit, rugi atau untung, menang atau kalah, naik atau turun, kita tidak tahu.
B.SETIAP HARI, apa yang dibawa,dihasilkan, apa yang akan terjadi kita tidak tahu. Seringkali kita terkejut sebab tiba-tiba hari esok itu berisi begitu banyak malapetaka atau hal-hal yang tidak diharapkan atau diperkirakan.
C. TUHAN ALLAH KITA LAIN. Dia tahu dengan tepat, apa yang akan terjadi hari esok dengan lengkap dan teliti bahkan Tuhan tahu setiap hari esok sampai kiamat dan sampai kekal, Dia tahu lebih dahulu. Dia juga sanggup mengubah hari esok menurut kehendak-Nya Luk 1:37, Ayb 42:2. Misalnya Ahab bakal mati, Yusuf akan ditinggikan dll.
D. APA YANG TERBAIK BAGI KITA?
Paling baik tinggal dalam Kristus, pasti paling menguntungkan sebab :

  1. Dia mengasihi kita, bahkan mengampuni yang salah.
  2. Dia sanggup menolong kita tanpa batas, asal kita tinggal di dalam Dia dan melakukan kehendak-Nya.
  3. Dia mempunyai rencana yang indah bagi kita.

E. APA YANG TERBAIK BAGI UMAT TUHAN?

  1. Jangan hidup di luar Kristus, merencanakan sendiri, berjalan sendiri, mengatur sendiri dst. Sebab kita tidak tahu apa-apa dan kemampuan kita sangat kecil dan terbatas
  2. Jangan menyombongkan diri tentang hari esok, sama sekali tidak ada dasarnya dan menyesatkan kita sendiri.

F. KESIMPULAN

  1. Tinggal dalam Kristus. jangan berdosa, jangan simpan dosa sebab Tuhan tidak berkenan dan dengan sendirinya orang yang berdosa apalagi keras hati dalam dosa, ia ada dalam tangan iblis, bukan di dalam Kristus. Iblis tidak tahu tentang hari esok, iblis tidak berkuasa tentang hari esok tetapi mulutnya besar membanggakan dirinya tentang hari esok seolah-olah ia tahu dan ia berkuasa. Memang ia merindukan hal itu, tetapi ia tidak punya kuasa untuk melakukan hal itu.Orang yang berbuat dosa atau menurut kehendaknya sendiri, membanggakan diri tentang hari esok, itu berarti orang itu di luar Tuhan, keluar dari Tuhan, dan ia akan jadi korban kebodohannya sendiri, diterkam singa iblis dan hancur dalam malapetaka yang akan datang, tidak ada perlindungan.Ia menghadapi semuanya sendirian (kekuatan dan pengertiannya kecil dan terbatas), suatu saat ia akan hancur.
  2. Bereskan hari ini dihadapan Tuhan.Hari ini jangan keras hati, kalau tahu ada dosa bereskan Ibr 3:15. Kalau ada hal-hal yang harus dilakukan atau diselesaikan, kerjakan, misalnya memelihara rohani kita (doa, masa teduh, bersaksi, melayani seseorang, dll) jangan ditunda. Perkenankan hati Tuhan. Kalau kita tahu berbuat baik, sesuai dengan Firman Tuhan, itu berkenan pada Tuhan, lakukan Yak 4:17. Sebelum tidur setiap hari kita harus memeriksa diri, apakah hari itu kita berkenan kepada Tuhan, supaya besok tetap disertai Tuhan.
  3. Berdoa dan tanya kehendak Tuhan untuk hari ini dan besok 1Taw 16:11. Minta pimpinan Tuhan sebab kalau kita tinggal didalam Tuhan itu aman dan semua akan jadi baik bagi kita (untung atau rugi, enak atau tidak, aman atau malapetaka semua akan berubah menjadi kebaikan kita, kalau kita mengasihi Tuhan, tinggal di dalam Tuhan Rom 8:28) sebab kita ada dalam tangan Tuhan yang tahu hari ini dan esok dan Tuhan sanggup mengubah dan mengatur setiap hari menurut kehendak-Nya karena mencintai kita. Paling aman dan untung menurut kehendak Tuhan.Kita boleh membuat rencana, tetapi tanyakan Tuhan, apakah rencana kita itu sesuai dengan kehendak Tuhan Fil2:13. Kalau sesuai kita teruskan, tetapi kalau tidak sesuai, jangan, hentikan, buang. Kalau tahu rencana kita disetujui Tuhan, atau kita mendengar dan tahu perintah Tuhan bagi kita, lakukan, itu yang terbaik. Jangan lari seperti Yunus yang menuruti kehendak sendiri, pasti binasa. Masih untung Tuhan baik, sebab bertobat, Tuhan ampuni dan selamatkan.Berjalan dengan Kristus itu paling baik, aman, bebas dari segala risiko; bisa kena pencobaan tetapi Tuhan yang membela dan menyelamatkan kita. Sebab itu minta pimpinan Roh Kudus dan terus berjalan dengan Tuhan, baik berkata, sikap, berbuat selalu dipimpin Roh, sesuai dengan Firman Tuhan.
  4. Sikap kita. Kalau kita tinggal dalam Kristus, itu digaransi, dijamin penuh oleh Tuhan. Sebab itu enak atau susah, mengerti atau tidak, tetaplah bersyukur dalam kesucian Ef 5:20 bersyukur kepada Tuhan (kalau dalam dosa bersyukur pada Tuhan itu tidak ada artinya, sebab orang yang berdosa tidak boleh bersyukur tetapi harus bertobat baru sesudah itu bersyukur kepada Tuhan). Yusuf mengalami hari-hari yang tidak enak dan berbahaya, tetapi ia tidak berdosa sehingga hatinya tidak menyalahkannya 1Yoh 3:21, sebab itu ia bisa bersyukur. Juga Daud, Paulus, Silas dalam penjara Kis 16:25. Kita bersyukur sebab percaya sebab Tuhan menguasai sikon kita, tahu dan berkuasa tentang hari esok, sebab itu kita bersyukur dan menunggu Tuhan. Tuhan tidak pernah terlambat dan Ia dapat menyelesaikan semua perkara, Dia maha kuasa!Jadi sikap kita aktif melakukan kehendak Tuhan tentang hari ini dan esok dengan taat dan percaya, dan pasif, penuh penyerahan bersyukur pada Tuhan tentang apapun yang terjadi, percaya dan bersyukur sambil menunggu pimpinan Tuhan lebih lanjut, selalu siap untuk mendengar dan melakukan suara dan pimpinan-Nya.Orang yang tidak peduli pada Tuhan (tetap dalam dosa dan keras hati lalu berjalan sendiri) akan binasa. Misalnya Ahab hidup dalam dosa, tidak mau bertobat dan mendengar nubuatan nabi palsu, ia tidak bisa mmbedakan dan pergi, ia akhirnya binasa 1 Raj 22.
    Yosafat tahu membedakan antara suara Tuhan lewat nabi Mikha dan suara setan lewat nabi palsu Zedekia, tetapi sebab kagum akan Ahab yang besar dan megah, ia ikut Ahab, sebab itu sebetulnya Yosafat pasti binasa, tetapi sebab ia berseru pada Tuhan, Tuhan mengampuni, Tuhan bisa mengubahkan mati jadi hidup bagi Yosafat.
  5. Jangan kuatir sekalipun kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, tinggallah tetap di dalam Kristus yang tahu dan bisa mengubah segala perkara jahat jadi kebaikan, percayalah pada-Nya 1Pet 5:7, maka kita akan aman dalam perlindungan Tuhan. Orang yang tahu hari-hari yang akan datang dari nubuatan Firman Tuhan akan lebih mudah mengerti kehendak Tuhan dan kerja sama dengan Kristus tanpa panik atau takut, sebab itu kita juga harus tahu apa yang sudah ditulis Allah, dinyatakan-Nya dalam Alkitab tentang hari-hari esok.
  6. Kesimpulan.Jangan berjalan sendiri dengan sombong, mau menentukan sendiri tentang hari esok; orang yang mengerti dengan sendirinya tidakberani berjalan sendiri sekalipun pintar, kuat, berpengalaman seperti Musa, sebab semua kekuatan dan kemampuan kita sangat terbatas Kel 33:15 ini orang yang bijak, yaitu hanya mau berjalan, berencana dan berbuat apa saja dengan Tuhan, tidak berani berjalan sendiri, seperti nyanyian: Ku tak dapat jalan sendiri, Tuhan tolong padaku biarlah sinar-Mu menerangiku, s’bab ku tak dapat jalan sendiri. Marilah Tuhan pimpin saya, ku tak berani jalan sendiri.Enak atau tidak enak, tetaplah berjalan dengan Tuhan. Memang jalan Tuhan itu selalu dijalan sempit, dengan penyangkalan diri, dalam kesucian, itu tidak enak bagi daging tetapi sebetulnya itu kesukaan dan bahagia yang betul.
    Baik dalam hal-hal rohani dan jasmani, dalam hal apa saja, jangan berjalan sendiri, dengan Tuhan kita aman.

AMSAL 27:2 JANGAN MEMUJI DIRI SENDIRI

BIARLAH ORANG LAIN MEMUJI ENGKAU JANGAN MULUTMU SENDIRI, ORANG ASING (TB: YANG TIDAK KAU KENAL) DAN JANGAN BIBIRMU SENDIRI.

Jangan memuji, membesarkan diri sendiri dengan cara langsung atau tidak langsung. Sebab Tuhan menghendaki kita sadar dan mengakui semua dari Tuhan 1 Kor 4:7 dan bersyukur pada-Nya, yang berhak akan segala puji Yes 42:8.
Dalam dunia atau pergaulan, hal-hal ini (memuji-muji diri sendiri atau dipuji-puji) banyak terjadi, tetapi jangan hanyut, ikut-ikutan, harus punya pendirian sendiri sesuai dengan Firman Tuhan. Dalam dunia pujian itu diberikan untuk memberi semangat, keberanian, maksudnya baik, tetapi membiasakan untuk menikmati kepujian dari manusia, sebab manusia tidak mengenal kebenaran, sebenarnya semua dari Tuhan, sekalipun hidup dan sukses ini Mat 5:45. Kalau Nebukadnezar membesarkan dirinya, orang diam sebab memang dia berhasil dan terbukti, tetapi orang-orang tidak tahu itu semua kemurahan Tuhan untuk bisa hidup (sebetulnya orang berdosa harusnya dihukum mati, apalagi kalau dosanya banyak seperti Nebukadnezar) dan memang Nebukadnezar dibiarkan hidup dan menang, sebab Tuhan tahu lebih dahulu bahwa dia akan bertobat. Waktu ia menyombongkan dirinya Tuhan rendahkan dia Dan 4:30-33. Kepujian yang betul dari Tuhan, bukan dari manusia Rom 2:29.
Sebab itu kalau kita mendapatkan kepujian dari manusia:

  1. Jangan dinikmati, tetapi kembalikan segala puji bagi Tuhan yang berhak Yes 42:8.
  2. Sadar, semua yang ada pada kita itu dari Tuhan 1Kor 4:7. Memang kita andil, tetapi sebagian besar dari Tuhan 1Kor 15:10, 2Kor 4:7. Kita bukan mesin tetapi kerja sama dengan Tuhan 1Kor 3:6-9, sebab itu Tuhan mengharap bagian kita, kita lakukan, tetapi bisa berhasil itu karena Tuhan yang melakukannya. Kita hanya menabur, Tuhan yang menumbuhkan Mrk 4:26-28. Sekalipun Nebukadnezar atau Rabsaki (TB: juru minuman agung) menang, itu diberi oleh Tuhan, waktu ia menyombongkan diri dan menghina Tuhan, langsung Tuhan cabut pemberian Tuhan, mereka mati semua, 185.000 orang 2Raj 19:22-28,35.
  3. Kepujian manusia itu jerat Ams 29:5 dan kutuk Ams 27:14. Segera seorang menjadi sombong, ia masuk jerat iblis, ia jatuh dan direndahkan Tuhan.
  4. Seringkali hanya yang di luar yang baik, atau hanya sebagian, tetapi yang di dalam atau kelicikan dan kejahatan lainnya tidak diketahui orang yang memuji-muji. Bahkan Samuel pun hanya sanggup melihat dari luar 1Sam 16:7.
  5. Kepujian manusia bisa dibeli dengan hadiah, uang, barter dengan sesuatu, pura-pura atau dari golongannya sendiri. Yang jahat tidak diberitakan, hanya suatu rekayasa.Kepujian dari manusia itu tidak sah dan sia-sia bahkan berbahaya, suatu jerat 2Kor 10:18.

KEPUJIAN DARI TUHAN Rom 2:29

Kita harus membiasakan untuk mencari dan bersukacita dengan kepujian dari Tuhan 1Kor 1:31 sebab itu, bermegah-megah di hadapan Tuhan itu yang betul, bahkan menjadi suatu rahasia iman dalam perasaan hati yang suci 1Tim 3:9. Kalau kita mendapat kepujian dari Tuhan itu berarti, sebab betul, tidak ada subalan, betul-betul suatu hasil kerja sama yang indah dengan Tuhan dan bagian-bagian lain dari hidup kita juga berkenan kepada Tuhan. Tuhan tidak akan memuji koruptor yang menyumbang banyak uang, sebab Tuhan tidak bisa disuap. Tetapi kalau Tuhan berkenan seperti Yusuf, Daud dll, Tuhan akan mempercayakan padanya hal-hal yang lebih besar Luk 16:10. Kalau Tuhan memuji seseorang, Ia membuktikannya (biasanya dengan bukti-bukti) bahwa orang itu benar dan mengangkatnya dalam perkara-perkara yang makin besar seperti Yusuf, Daud dll, yang ternyata benar dan mereka bisa dipercayai perkara-perkara yang lebih besar, sebab orang yang bisa mengakui semua dari Tuhan, tidak menyombongkan diri atau menuntut puji dan hormat. Untuk orang-orang seperti ini Tuhan akan memberi perkara yang lebih besar dan itu tidak mencelakakan orang itu. (Sebab orang yang tidak tahan lalu menjadi sombong dan berbuat dosa lain, justru perkara-perkara besar itu akan mencelakakan dan membinasakannya karena ia menjadi sombong. Misalnya uang, sukses, kuasa, hikmat dll).

REKOMENDASI

Kita boleh memperkenalkan seseorang dengan menyebut sukses dan kemampuannya dengan catatan:

  1. Tulus (tidak ingin mencari untung apa-apa dari orang banyak atau dari orang yang diperkenalkan), supaya bisa menjadi berkat, bagi orang banyak itu dan nama Tuhan dipermuliakan.
  2. Menyaksikan kebenaran, supaya bisa ada kerja sama yang baik dalam kesucian dan nama Tuhan dipermuliakan. Jangan menyembunyikan hal-hal yang jahat dan maksud-maksud tersembunyi. Beri rekomendasi secukupnya, jangan menanggung orang, saksikan yang betul-betul kita tahu saja.Orang yang rendah hati (mengakui semua dari Tuhan dan hanya bermegah-megah di hadapan Tuhan) akan diangkat lebih tinggi oleh Tuhan.

Kalau dipuji orang. Karena Tuhan beri sukses dan hal-hal besar, kita harus:

  1. Sadarlah dalam hati bahwa semua dari Tuhan, bersyukur untuk bagian yang diterma dari Tuhan Rom 12:3. Tahu berapa banyak yang Tuhan beri itu bukan sombong, tetap mengakui dan memuliakan Tuhan.
  2. Nyatakan pada orang banyak yang memuji, bahwa itu dari Tuhan, supaya jangan kita dihargai berlebih-lebih 2Kor 12:6. Jangan seperti sopir profesor yang membacakan seminarnya.
  3. Dalam segala perkara biarlah Tuhan yang dipuji. Kalau kita yang dipuji-puji, gawat bisa mati dimakan cacing seperti Herodes Kis 12:22-23. Sebab tidak memberi hormat kepada Allah, melainkan mencuri kepujian Allah. Paulus mengerti hal ini Kis14:11-14 (18). Paulus tidak dimakan cacing seperti Herodes sebab ia berusaha mengembalikan segala puji pada Tuhan meskipun gagal, bahkan kemudian dia yang dirajam Kis 14:19.

AMSAL 27:3 KEMARAHAN ORANG BEBAL

BATU ITU BERAT DAN PASIR ITU BERBOBOT, TETAPI MARAH ORANG BEBAL LEBIH BERAT DARI KEDUANYA

Pasir itu lebih berat dari batu, sebab batu-batu dalam bak, banyak ruang kosong, tetapi pasir itu batu kecil-kecil, halus mengisi semua ruang kosong, sebab itu jadi lebih berat. Orang berbudi kalau marah itu suatu beban yang berat bagi kedua pihak, bagaimana caranya menyembuhkan dan memperbaiki kembali, sebab prinsip Tuhan, marah dari Tuhan bukan untuk membinasakan tetapi untuk menyelamatkan Luk9:56 seperti pada Yunus dll. Ini sudah sulit. Tetapi marah orang bebal itu biasanya karena emosi, membabi buta, tanpa batas dan mengakibatkan celaka yang besar, yang seringkali tidak bisa diperbaiki lagi. Marah orang bebal itu lebih dahsyat, sebab masuk jerat iblis, itu marahnya berdua, yaitu orang bebal dan iblis, sangat dahsyat dan celaka. Iblis bisa bersukacita (marah, menghukum itu kesukaan iblis) dengan memakai tangan orang bebal. Hati-hati, biasanya orang marah itu semua masuk jerat iblis, segera keluar, berhenti, berseru pada Tuhan, jangan sombong, rendahkan hati, batalkan segala kemarahan. Sebab itu jangan suka marah, sebab marah manusia itu tidak mengerjakan yang baik Yak 1:20, banyak celaka dan kesia-siaan yang dihasilkan. Banyak orang biasanya merasa lega kalau bisa marah, ini suatu kebodohan dan jerat. Kalau menekan marah ganjel dan tidak enak, ini perasaan yang salah. Tanya Tuhan dahulu, kalau harus marah jangan ditahan, minta hikmat dan marah dari Tuhan seperti Imam Eli seharusnya memarahi putra-putranya yang kurang ajar pada Tuhan di dalam bait Allah 1Sam 3:13. Tetapi kalau bukan dari Tuhan, lebih baik menahan marah, itu jauh lebih ringan dan lebih lega, lebih untung dan lebih selamat daripada menuruti marah. Kadang-kadang karena menuruti amarah bisa terjadi pembunuhan dan tidak bisa diperbaiki lagi, baik oleh orang yang marah atau orang oleh yang dimarahi. Lebih baik jangan marah, jangan menuruti emosi, tetapi berdoa minta pimpinan Tuhan, itu yang terbaik.
Cara hidup yang baik, berhasil dalam Tuhan itu tinggal dalam Kristus, tidak memuji diri sendiri dan tidak mau marah, kecuali Tuhan suruh seperti imam Eli tetapi dengan ukuran dan pimpinan Roh Kudus.
Nyanyian: Ku tak dapat jalan sendiri