M3549 – Mazmur 16:11 “GUDANG” Kesukaan Ilahi (19Ags’12)

Download MP3 Khotbah: M3549

I. PRINSIP-PRINSIP SUKACITA ILAHI

Kita harus mengerti dan memegang prinsip ini baik-baik supaya jangan tertipu oleh Iblis, maka kita akan masuk dalam “gudang” kesukaan Allah yang tidak terhingga sehingga kita bisa selalu bersukacita Flp 4:4, bahkan kesukaan kita akan penuh dan sempurna Yoh 17:13. Kita harus tahu prinsip-prinsip ini lalu menerapkannya.

  1. Di dalam Kristus
    Semua sumbernya di dalam Kristus. Sebab itu sukacita Ilahi itu tergantung dari hubungan kita dengan Tuhan. Kalau hati lebih lekat dan lebih penuh dengan Kristus, maka kita akan makin penuh dengan kesukaan Allah. Ada orang sudah dapat kesukaan Tuhan lalu keluar dari Kristus, semuanya hilang kembali.
  2. Suci Maz 48:3, 50:2. Sebab sukacita kita itu dari Surga, terus terikat, tersambung dan puncaknya nanti di Surga Yoh 4:14. Suci itu permulaan Surga dan dosa itu permulaan Neraka Ams 8:36/ Rm 6:23. Kalau kita tidak mengerti hal ini, akan mudah tertipu Iblis dan masuk dalam jerat, terikat dan penuh kepahitan dosa. Ini kata kunci kesukaan dalam Surga Wah 4:8. Dengan spontan empat makhluk hidup berseru-seru betapa indah kesucian itu. Iblis selalu menawarkan dan menggoda bahwa dosa itu sukacita dan nikmat, tetapi itu tipu daya Iblis yang sudah menjatuhkan Hawa dan pahitlah hidupnya, sebab kena kata-kata manis dari ular atau Iblis.
  3. Jalan sempit Mat 7:13-14. Sukacita dari Tuhan tidak ada di jalan lebar. Sebab itu Abraham tidak tertarik ke Sodom, meskipun ia juga bisa duduk di pintu gerbang Sodom seperti Lot tetapi Abraham tidak mau (lebih-lebih waktu ia membebaskan raja Sodom dll dari tawanan dan kematian Kej 14:17. Suci, salib, sukacita adalah 3S dari hidup bahagia orang beriman Mat 11:28-30. Justru kalau menuruti daging, hidup akan menjadi pahit dan celaka meskipun permulaannya ada sukacita tetapi hanya sesaat Ibr 11:25.
    Jangan keluar jalan sempit, nanti keluar dari sukacita dan rencana Allah yang indah dan kekal.
  4. Tidak tampak. Sumbernya tidak tampak, tetapi sesudah mengalir keluar, kelihatan hasilnya yang indah-indah. Kesukaan duniawi tampak jelas dan menggoda, yaitu segala keindahan, kekayaan dan kemuliaan duniawi yang dipamerkan oleh Iblis pada Putra Manusia Yesus Mat 4:8,9. Sebab itu perhatikan isi hati yang tidak tampak (Ams 4:23) dari situ mengalir keluar sungai air hidup yang memancar sampai Surga yang kekal Yoh 4:14. Sebab itu orang beriman punya sumber yang tidak tampak yaitu dari dalam hatinya, bukan dari luar. Meskipun dari luar tidak tampak apa-apa, tetapi sumber sukacita itu sudah ada di dalamnya.
    Orang dunia harus mengambil dari luar, macam-macam bentuk kesukaan yang tampak dan dibawa masuk dalam hidupnya, baru ia bersukacita tetapi hanya sesaat, bahkan meracuninya. Orang dunia kalau tidak punya uang dan hal-hal yang tampak, tidak bisa sukacita, tetapi orang beriman bisa bersukacita sampai penuh sekalipun tidak punya apa-apa, sebab sumbernya dari dalam dan terus memancar sampai di luar.
  5. Murni. Kesukaan dunia itu fana dan palsu, hanya seaat lalu diganti kepahitan yang dahsyat, cepat berubah seperti emas sepuh. Ams 5:10-11/ 7:26-27/ 9:17-18/ 14:-12-14.
    Kesukaan dari Tuhan itu murni, tetap ada, tidak tergantung dari segala campuran di dunia.
    Jangan ditambahi dengan kesukaan dosa yang sesaat, nanti hilang yang asli, sebab dari Tuhan itu asli (boleh ditambahi kesukaan yang netral, tetapi itu tidak perlu, tidak mutlak!).
  6. Tidak bisa diambil daripadanya Yoh 16:22. Jangan takut hilang. Sekalipun Paulus masuk penjara, ia tetap bisa menyanyi dengan sukacita Kis 16:25. Masih ada saldo sukacita sekalipun dibocorkan oleh banyak penderitaan.
    Yusuf dalam penderitaan yang tidak habis-habisnya masih bisa menghibur orang-orang di penjara. Kita masih bisa tertawa dan bersukacita dengan orang-orang yang menjahati kita, sebab kita sudah mengampuninya dan masih ada saldo sukacita baginya.
  7. Bertingkat-tingkat Yeh 47:1-12. Sungai air hidup yang membuat sukacita itu, terus meningkat dari permulaan hanya tampak basah, menjadi lautan yang dalam dan tidak terseberangi. Sebab itu jangan lupa terus meningkat, sebab “gudang” sukacita Allah itu betul-betul ada, sehingga tidak terhitung lagi, tidak bisa dilihat akhirnya, terlalu banyak Yeh 47:5 yaitu kesukaan dalam Surga tidak ada batasnya. Kita tidak bisa melihat akhir dari kesukaan Allah, di Surga bumi baru, sebab itu tidak ada bosan lagi, sebab tidak ada akhir dari sukacita Ilahi ini.

Kita sudah bisa merasakan sukacita yang dalam sekali di dunia ini, waktu kita terus meningkat dalam sukacita Tuhan, apalagi kalau sampai jadi sempurna atau masuk dalam zaman keemasan gereja, rasanya seperti Surga tetapi masih di bumi, Surga = sukacita tanpa batas tidak bisa dilihat atau dicapai batasnya, tidak bisa dikarungi.
Kalau kita mengerti ini, kita tidak perlu dibantu sukacita yang netral dari dunia. Kita bisa berpada, ada atau tidak ada, dalam Kristus kita bisa terus bersukacita bahkan meningkat sampai tidak terbatas.
Apalagi kesukaan yang berdosa, jangan sampai masuk dalam hati hidup kita, itu menjadi racun yang meracuni seluruh hidup kita.
Kalau kita mau memelihara kesukaan Ilahi atau surgawi ini dalam hidup kita, akan selalu ada sukacita Surgawi tidak tergantung dari apapun dalam dunia, bahkan bisa terus bertambah! Ingatlah dan pegang baik-baik TUJUH prinsip ini, maka kita akan punya gudang yang tidak terbatas dari sukacita Ilahi yang limpah dan tidak akan habis dan itu menjadi kekuatan dalam hidup ini Neh 8:11.

II. KESUKAAN ALLAH TIDAK TERBATAS

Ini sejalan dengan pertumbuhan iman kita sebab itu jangan macet dalam pertumbuhan rohani tetapi terus tumbuh dalam Tuhan, maka sukacita ktia juga akan sama-sama tumbuh. Dalam Yeh 47 dalamnya air itu terus meningkat, mula-mula hanya nampak, lalu sampai mata kaki, lalu sampai lutut, lalu sampai pinggang dan kemudian terlalu dalam sehingga bisa berenang dan akhirnya tidak bisa disebrangi, karena terlalu dalam dan jauh.
Begitu kesukaan Tuhan akan terus meningkat sampai akhirnya jadi sungai besar yang tidak bisa disebrangi. Juga timbul pohon-pohon di tepi sungai dengan buah-buahnya yang tidak bisa habis dan timbul ikan-ikan di dalamnya dan jumlahnya sangat banyak. Luar biasa, dari tidak ada apa-apa bisa jadi bagitu dalam dan tumbuh pohon berbuah-buah dan ikan yang jumlahnya tidak terhingga. Ini cerita tentang kesukaan Surga yang indah yang kesukaannya tidak bisa dihitung, tidak bisa dilihat akhirnya, terlalu limpah dan banyak, tidak habis-habisnya seperti langit bagi kita yang jauhnya tidak terhingga, tetapi ada, begitu indah kesukaan Tuhan tidak pernah habis untuk kekal selama-lamanya, tidak pernah bosan, sukacita selama-lamanya, kesukaan Allah sendiri. Mat 25:21,23 kesukaan Allah yang tidak terhingga.
Kesukaan kita dibandingkan dengan kesukaan Allah itu tidak bisa dibandingkan.Kalau kita dapat makanan yang enak, untuk Allah apa artinya. Kalau kita dapat hadiah satu kapal terbang, untuk Allah apa gunanya. Kalau kita dapat emas dalam seluruh tambang emas di Irian atau tempat lain, kita jadi sangat amat kaya tetapi untuk Allah apa artinya?
Kalau kita melihat mujijat, sembuh, tertolong, sukses, juara, dapat gelar, dapat hadiah nobel, dapat ini dan itu, untuk Allah apa artinya? Ini tidak berarti bagi Allah, sebab kesukaan Allah terlalu besar, terlalu tinggi, dan itu diberikan bagi kita. Untuk mengerti saja kita tidak mampu, apalagi menghitungnya dan sampai kekal tidak habis, kita sungguh-sungguh tidak bisa membayangkan dan kita akan mendapatkannya, betapa besar. Kita hanya bisa berkata kesukaan yang tak terhingga, ajaib. Kesukaan itulah yang akan kita terima kelak.

III. TUMBUH DALAM KESUKAAN ALLAH

Kita akan melihat cara kita bisa bertumbuh dalam kesukaan Allah selain 7 prinsip yang sudah kita pelajari.

  1. Bertobat dan tetap hidup suci dalam jalan salib
    Perempuan Samaria dan orang-orang Samaria bertobat dari dosa-dosanya dan mereka mengalami sukacita yang besar sebab sungai air hidup mulai mengalir dalam hatinya Yoh 4:14,16,42. Bahkan penjahat yang disalib, mau mati baru bertobat, tetapi ia menerima sukacita Allah (Firdaus) yang luar biasa. Untuk mendapatkan sukacita ilahi, langsung buang semua dosa, jangan disisakan. Memang sakit bagi daging, tetapi ini jalannya untuk mendapat sukacita ilahi, bertobat, pikul salib, hidup dalam kesucian.


    Kita juga harus belajar untuk mahir hidup suci, bukan sebab berulang-ulang minta ampun (seperti 2Pet 2:22), tetapi suci sebab tidak lagi berdosa, tetap suci, memelihara diri dalam kesucian sekalipun harus rugi atau korban Maz 119:9. Kalau kita punya kesukaan ilahi ini sekalipun dari luar tidak ada masukkan sukacita (makan minum, tontonan, jalan-jalan, penghargaan, hadiah dll), tetapi sungai air hidup di dalam kita akan cukup menyukakan seluruh hati dan hidup kita). Jangan berdosa lagi, kita bisa kalau mau Yoh 8:36. Roh Kudus akan memungkinkan hal ini, sebab ini kehendak Allah Zak 4:6.
  2. Dipimpin Roh.
    Kalau kita dipimpin Roh itu indah, sebab kita bisa bersukacita seperti Kristus Luk 10:21 seperti orang Majus waktu kembali dipimpin Roh (bintang itu) mereka sangat bersukacita Mat 2:10. Orang yang berjalan dalam Roh itu berjalan dalam Kerajaan Allah, yaitu dalam kesucian Allah Rm 14:17 Ef 2:6. dan itulah sukacita yang indah, sejahtera dan kebenaran, bukan makan minum atau kesukaan-kesukaan duniawi yang tampak.


    Kita butuh makan untuk hidup, tetapi kita bisa berpada dengan apa yang ada 1Tim 4:8. Orang yang bisa berpada itu bisa pesta dengan semua makanan dan bersukacdita dengan semua yang ada, sebab sumbernya bukan di luar (barang-barang dunia yang tampak) tetapi pada sumber air hayat dalam hati yang dikerjakan Roh Kudus.
    Kalau kita dipimpin Roh, akan juga timbul selain sukacita, juga buah, karunia, kuasa Roh dan hidup berkemenangan, itu sukacita yang tidak ada habis-habisnya. Kalau Tuhan beri sedikit saja dari sukacitaNya, itu sudah terlalu banyak bagi ktia sampai mabuk dalam kesukaan Roh Kis 2:13, tetapi bukan mabuk yang membutakan orang tetapi justru pikiran makin sadar dan berhasil karena dipimpin Roh.
  3. Mengalami rencana Allah yang indah-indah
    1Kor 2:9. Rencana Allah itu, baik yang kecil dan besar, itu menyegarkan hati kita 1Kor 2:9. Ini kesukaan yang tidak kita rencanakan atau kita pikir, tahu-tahu Tuhan berikan lebih daripada apa yang bisa kita bayangkan, dengar atau lihat, luar biasa. Kalau kita berjalan dengan Tuhan, maka jalan Tuhan itu indah, bahkan sukacitanya limpah, baik harian atau dalam masa-masa tertentu, stasiun-staisun kecil dan besar seperti yang dialami Yusuf, Daud, Daniel, Petrus, Paulus dll.

IV. ALAT-ALAT KESUKAAN ILAHI

Dunia penuh alat-alat kesukaan, mulai dari tontonan, permainan, alat-alat olah raga, sampai alat-alat dosa seperti alat-alat judi dan alat-alat dosa lainnya. Tetapi Tuhan punya banyak alat untuk menambahkan sukacita dari Surga, tetapi jangan lupa tujuh prinsip sukacita Ilahi, sebab meskipun alat-alat ini dipakai kalau ada dosa, atau main-main di jalan lebar, dsb, itu tidak ada gunanya. Pegang tujuh prinsip, itu sangat manis.

  1. Menyanyi. dengan cara yang betul (dengan segenap hati, mulut, dengan pengertian, dengan iman, dalam Roh) maka hadirat Tuhan akan turun Maz 22:4 dan sukacita itu makin bertambah, sebab kita mempersembahkan korban puji-pujian buah bibir kita Ibr 13:15 yang nilainya lebih dari lembu tambun yang disembelih Maz 69:31,32. Selain nyanyian saja, kita juga bisa menambahi dengan musik. Nyanyi sungguh-sungguh, itu menambah sukacita ilahi.
  2. Doa. Lebih-lebih dalam Roh Yud 20/ Ef 6:18 dan kebenaran maka kita masuk dalam hadirat Tuhan dan itu amat indah Maz 16:11. Roh Kudus membawa kita sampai dalam hadiratNya Rm 8:26-27, iman kita dikuatkan 1Kor 14:4 TL. Berdoalah dengan sungguh-sungguh, biasanya baru 5-10 menit sudah terasa sungai air hidup itu mulai mengalir lagi dengan lebih deras, teruskan supaya makin banyak minyak pengurapan turun dalam hati kita.
  3. Makan Firman Tuhan Mat 4:4 Baca dengan segenap hati, meskipun dalam pembacaan rutin, dan taati Yoh 13:17 kita ini akan dikenyangkan dan jadi kuat segar seperti Elia 1Raj 19:8 karena roti (Firman Tuhan) dan air hidup (Roh Kudus) Elia bisa menjadi kuat, segar sebab ada kesukaan Tuhan Neh 8:11, sehingga bisa berjalan 40 hari 40 malam sampai di gunung Allah bertemu Dia. Juga dalam doa kita bisa mendengar suara Tuhan, karunia-karunia dan buah Roh, itu semua membuat hidup ini menjadi luar biasa, menyegarkan dan menguatkan. Makan terus dengan hati yang tulus dan taat pada Tuhan.
    Jangan dikenyangkan dengan anggur dunia sampai mabuk seperti Nuh yang rohani, dengan segala kesukaan dunia yang terus dikejar, lebih-lebih pada hari libur. Berpadalah, jangan dipaksakan, sebab kita punya sumber kesukaan sendiri yang jauh lebih besar.
  4. Persekutuan Tubuh Kristus
    Saling menguatkan dan melayani dalam Roh (1Kor 14:3) maka ada penghiburan dan kekuatan dari Tuhan. Jangan segan minta tolong doa, nasehat dan pelayanan dalam Roh dari saudara-saudara seiman, kita perlu saling tolong menolong.


    Kuatkan pengharapannya di dalam Tuhan, Tuhan tidak pernah mempermalukan dan meninggalkan anaknya Rm 10:11. Orang yang punya pengharapan akan jadi kuat dan sukacita Ibr 12:2.
  5. Bersyukur dengan iman dalam segala perkara Ef 5:20. Jangan bersungut-sungut, tetapi ucapkan syukur, maka kita akan mengalami hal-hal yang indah. Jangan tinggal loyo. Dengan iman, bangun, minta pimpinan Roh dan pakai kekuatan dari Tuhan, dengan iman hadapi semua penyebab-penyebab yang melemahkan Yoel 3:10/ Flp 4:13. Kita sanggup di dalam Dia. Jangan lupa hadir dalam setiap kebaktian Ibr 10:25.

Kesimpulan

Sukacita orang beriman adalah sukacita Surga yang tidak terhingga untuk kekal. Sekarang kita sudah bisa menikmatinya meskipun kita belum sanggup merasakan semuanya, tetapi kesukaan Tuhan itu indah, tidak bisa diambil orang dan Tuhan memberi kesukaan yang penuh, ini kehendak Tuhan Yoh 17:13/ 15:11. Ingat “gudang” kesukaan Tuhan itu tidak terhingga, tidak muat dalam satu gudang, sebab lebih besar dari langit yang tidak terhingga itu. Jangan susah, bersukacitalah selalu Flp 3:2/ 4:4. Kalau kita memegang 7 prinsip kesukaan Tuhan itu, maka kesukaan kita akan bertambah-tambah terus seperti kesukaan musim menuai dan seperti waktu membagi-bagi jarahan di hadapan Tuhan Yes 9:2. Jangan mau ditipu oleh iblis, bersukacitalah, itu perintah Tuhan Flp 4:4, pasti bisa di dalam Kristus, sebab Dia kunci kesukaan kita.

Nyanyian:

  • Kesukaan yang dari Tuhan 3x itulah kekuatanku
  • Marilah bergembira dengan kuasa-Nya