M3516 – Yakobus 3:16, Galatia 5:26 Iri Hati (15Apr'12)

Download MP3 Khotbah: M3516

Ams 14:30 Kalau pikiran baik, bersih di hadapan Tuhan, maka seluruh hidup akan sehat, disertai dan diberkati Tuhan. Tetapi kalau ada iri atau dengki, membuat tulang busuk, ambruk, seluruh hidup rusak, masuk Neraka.

I. DEFINISI

Tidak senang (atau benci dll) melihat orang lain lebih dari dirinya sendiri.
Orang lain lebih itu mungkin lebih berhasil, lebih untung, lebih kaya, nasibnya lebih baik dsb.
Sifat Allah itu kasih dan kasih itu tidak bisa iri 1Kor 13:4. Orang tua yang mempunyai sisa2 kemuliaan Allah yang hanya sedikit Rom 3:23, tidak akan iri dengan anak yang dicintainya bahkan ia bisa ikut bersukacita.
Tetapi sifat Iblis itu pembunuh, pembinasa, benci, dan sombong, tidak mau kalah, tidak bisa tahan melihat orang lain lebih tinggi dari dia, sebab itu hatinya selalu penuh dengan iri, tidak senang melihat orang lain lebih. Lebih2 waktu iblismelihat menusia yang direncanakan Allah menjadi seperti Allah, lebih dari iblis, iblis sangat iri dan timbul segala macam perbuatan yang jahat pada manusia dan melawan Allah. Allah tidak bisa iri tetapi Iblis penuh dengan iri, itu tabiatnya.
Dalam dunia orang iri tidak bisa kena hukuman, baru kalau karena iri itu timbul penipuan, pembunuhan, dan kejahatan lain, baru dihukum! Sebab itu banyak orang dunia iri, apalagi kalau masih di dalam hati, itu seringkali dianggap masih wajar. Tetapi bagi Allah itu dosa danjahat, sekalipun masih di dalam hati dan di luar “masih” baik sekali, sebab Allah Hakim yang adil, seharusnya orang2 tidak perlu iri, pasti masing2 akan menerima sesuai perbuatannya dengan adil.

II. BEDA IRI DAN CEMBURU

Allah yang cemburu sangat cemburuan kepada umatNya. Cemburu itu tidak senang melihat istri/ suami ataukawannya (dll) ada hubungan dengan orang lain, apalagi kalau kawannya itu lebih senang atau cinta pada orang lain, dari pada kepada dirinya sendiri.
Kalau iri tidak ada hubungan dengan dirinya sendiri.
Allah yang cemburu. Kel 20:5; 34:14, Ul 4:24; 29:20, Yus 24:19, Nah 1:2. Allah itu sangat cemburu kepada umatNya.
Cemburu Allah itu suci, tidak ada dosa (lain dari cemburu manusia).
Allah tidak pernah dan tidak bisa iri atau cemburu satu sama lain diantara Bapa, Putra dan Roh Kudus, sebab Allah itu Maha Kudus, tidak mungkin berdosa, mutlak suci. Allah cemburu pada umatNya, lalumarah, bukan se-mata2 karena kurang disenangi atau kurang dicintai umatNya (sebab Ia tidak tergantung dari manusia dan tidak membutuhkan manusia, Dia Allah yang sempurna dalam segala2nya) tetapi sebab cinta akanumatNya. Ia cemburu kalau manusia menyembah atau mencintai Iblis dll lebih dari Dia, sebab itu akan membinasakan manusia sendiri!
Kalau dibiarkan, umat Tuhan yang cinta Iblis karena tertipu oleh dusta dan pura2nya, maka akhirnya manusia akan binasa untuk kekal. Sebab itu Allah marah dan cemburu supaya jangan manusia (apalagi yang lekat dan cinta iblis) binasa oleh iblis, pembunuh itu! Mirip seperti orang tua yang cemburu pada anaknya yang mencintai orang jahat dan penipu, sebab akhirnya anak yang dicintainya ini akan celaka bahkan binasa. Jadi Allah itu cemburu, itu bukan dosa, melainkan karena cinta pada manusia jangan manusia sampai ditipu dan dibinasakan Iblis dan kaki tangannya.
Cemburuan istri pada suaminya (dsb) itu biasanya menjadi dosa benci, dan bahkan tindakan2 yang merugikan atau mencelakakannya. Cemburuan manusia biasanya menjadi dosa yang jahat. Biasanya kalau suaminya mulai dekat dengan perempuan lain yang lebih dari dirinya (lebih pintar, lebih trampil, lebih menarik, lebih cantik dll) maka timbul cemburu, prasangka, marah, jengkel, benci dll sebab Iblis mulai bekerja. Jangan beri tempat pada Iblis, jalan dengan Tuhan. Sebab itu jangan cemburu, tetap ampuni dan pakai hikmat dan kuasa Allah (banyak berdoa dalam Roh dahn kebenaran) untuk merebut si suami (atau si isteri)dari dosa. Lakukan dalam kesucian dan kasih.

III. IRI PADA SIAPA?

Orang beriman yang iri itu berarti menuruti daging (bukan dipimpin Roh) dan bodoh, sebab hasilnya sia2, bahkan bisa kena celaka yang dahsyat seperti Saul, Korah, Efraim dll. Kita sama sekali tidak boleh iri, sebab:
A. Jangan iri pada orang yang sukses atau diberkati oleh Tuhan.
Tidak boleh iri bahkan itu berbahaya, sebab:

  1. Tuhan memberkati (atau menghukum) seseorang itu tidak kebetulan, tetapi selalu ada sebab yang adil! Bukan hanya celaka yang tidak kebetulan, juga berkat, sukses, untung bahkan untuk semua hal bagi umat Tuhan. Kalau kita tidak berhasil itu pasti ada sebabnya. Kalau kita hidup benar dan melakukan dengan baik seperti orang yang sukses, pasti kita juga diberkati seperti dia. Orang yang mau hidup taat seperti Abraham juga akan diberkati seperti Abraham, Allah tidak membedakan orang. Roh 2:11. Percayalah, jangan iri, periksa diri dan kerjakan baik2 dengan iman dan dipimpin Roh, kita juga akan mengalami berkat2 Tuhan yang sama bahkan lebih.
  2. Orang yang iri itu menuruti daging, lalu bicara jahat di belakang, kadang2 fitnah, menyombongkan diri dan macam2 tindakan yang jahat. Ini semua akan membinasakan dirinya sendiri. Iblis makin merajalela dalam dirinya, sehingga makin gagal, makin penuh dosa, tidak akan sukses tetapi dihukum Tuhan. Sungguh orang iri itu rugi dan celaka!

B. Iri akan berkat dari iblis.
Maz 37:1; 73:3. Jangan marah pada orang yang berbuat jahat, apalagi orang2 jahat yang tidak merugikan/ tidak ada hubungannya dengan kita. Misalnya orang jahat di koran, tetapi ia menjadi benci kepadanya, maka iblis masuk, Roh Kudus meninggalkannya, dan itu berarti celaka, pasti tidak menguntungkan!
Juga jangan iri akan orang yang berbuat jahat dan akan orang yang beruntung dengan curang dan kejahatannya, itu berarti iri untukmasuk Neraka! Orang berdosa pasti menerima penuaian yang limpah dari segala dosa2nya. Mengapa iri akan orang sakit kanker, mengapa iri akan orang yang kecelakaan. Orang yang untung karena dosa itu pasti satu kali akan celaka, itu selalu menjadi sambungannya dari orang yang mendapat untung yang haram. Sebab itu jangan bodoh, jangan iri akan orang2 celaka seperti ini.
C. Bagaimana kalau kita diiri orang lain?
Kalau orang itu bertanya, berilah penjelasan bagaimana caranya berhasil di dalam Tuhan, tawarkan padanya, sebab Tuhan juga cinta kepadanya. Jangan bereaksi dosa, minta pimpinan Roh Kudus. Kalau dia diam saja apalagi mulai bicara jahat di belakang, ampuni dan doakan supaya Tuhan juga mengampuni dia dan supaya dia bertobat. Jangan marah atau benci kepadanya. Kalau dia tidak bertobat, Tuhan sebagai Hakim di atas segala hakim akan menghukum orang berdosa itu pada waktunya Rom 12:19.
Jangan bereaksi dosa, ampuni dia. Jangan takut akibat kata2 dan perbuatannya, sebab Tuhan sanggup menjaga dan memelihara kita bahkan kita bisa menikmati berkat Tuhan.
Kalau kita tetap suci di hadapan Allah, sekalipun ia iri dan merencanakan perkara2 jahat kepada kita (sebab iri) Tuhan akan melindungi kita, pasti! Tetapi kalau kita benci, setan masuk Tuhan keluar; setan masuk selalu dengan celaka, wai! Sebab itu jangan bodoh dengan bereaksi dosa karena diiri.

IV. SEBAB-SEBAB ORANG MENJADI IRI

Iri hati adalah tabiat iblis dan orang lama, sebab itu sudah wajar kalau orang dosa suka iri, sekalipun mula2 hanya dalam hati. Tetapi bagi orang baru ini tidak wajar, ini dosa dan harus dibuang dan dicegah. Kita masih hidup dalam tubuh daging yang bisa iri, sebab itu kalau daging tidak dimatikan, apalagi dituruti maka timbul iri yang makin lama makin kuat.
Sebabnya adalah :

  1. Tidak mematikan daging, menyangkal diri, maka iri se-waktu2 bisa muncul, apalagi kalau dibiarkan, akan bertambah kuat. Daging dan keinginannya, termasuk iri harus terus dimatikan.
  2. Kebodohan Lebih2 kalau seorang terpengaruh pergaulan dunia, iri bagi mereka wajar asal ditahan dalam hati. Bagi kita itu dosa sekalipun masih dalam hati dan akibatnya dahasyat. Gara2 iri berkali2 akan Gedion, Yefta, makaorang Efraim disembelih begitu mengerikan, hampir punah, 42.000 tentaranya mati dan Tuhan membiarkannya Hak 8:1; 12:1,6. Rata2 akibat iri itu dahsyat. Sebab iri itu dengan kuat menimbulkan ber-macam2 dosa lainnya atau adalahkombinasi dengan dosa2 lain. Jangan main2 dengan iri.
  3. Benci Orang yang benci sangat mudah iri kalau melihat musuhnya berhasil atau beruntung dan sangat berminat untuk menjegal atau menjatuhkannya. Ini tabiat Iblis yang dahsyat yaitu pembunuh Yoh 10:10 yang ingin menghancurkan merusak dan membinasakan. Iri dan keinginan menghancurkan itu sejalan.
  4. Sombong, tidak mau kalah. Menjadi iri kalau melihat orang lain lebih dari dirinya sendiri. Meskipun orang yang sukses itu tidak berbuat apa2, tetapi ia merasa sudah direndahkan, dikalahkan dan timbul banyak idea dan kreasi untuk mengalahkannya.
  5. Banyak dosa2 lainnya bisa menimbukan iri seperti dendam, tamak, merasa diperlakukan tidak adil dll, semua bisa menimbulkan iri.

V. TANDA ORANG IRI

  1. Rasa tidak senang
    Mungkin perasaan ini bisa disembunyikan tetapi tetap mengganjal Pkh 4:4 dan kalau tidak dibuang segera dengan iman, ia akan tumbuh dan macam2 dosa lain bisa muncul seperti iri yang timbul pada Saul 1 Sam 18:8.
  2. Tidak bisa sehati, malah bertentangan Rom 12:15.
    Kalau orang yang diiri itu menangis, maka ia akan tertawa dan bersukacita, tetapi orang yang ada kasih ikut menangis. Kalau ada kasih, tidak akan iri 1Kor 13:4. Ukurannya bisa lebih banyak atau lebih sedikit tergantung kasihnya tetapi orang yang iri justru timbul yang sebaliknya, jenisnya lain, ia tidak manangis tetapi bersukacita. Begitu juga kalau orang yang diiri itu tertawa, ia justru sedih, benci, menangis, tetapi orang yang kasih ikut tertawa, lebih sedikit atau lebih banyak tetapi sama jenisnya, bukan sebaliknya.

    Perasaan ini bisa terpendam dalam hati bisa muncul, tetapi kita harus mengenalinya (ini tanda khas dari orang yang iri) dan kita harus segera membuangnya, supaya jangan dirusakkan oleh dosa iri tersebut.
  3. Macam2 gejala iri. a. Tidak bisa berkata2 dengan baik seperti biasanya. Misalnya saudara2nya yang iri pada Jusuf Kej 37:9,11. Marah2 Luk 15:28.b.Hampir selalu timbul benci, baik pada saudara2 Jusuf, Herodes, Saul, 120 Menteri Daniel dll.
    c. Ber-bantah2 pada hal sebabnya kecil atau tidak ada Bil 16:3, Yak 3:14, dengan sikap melawan, protes Mat 20:12 berontak, dusta dll.
    d. Menghojat orang yang diiri Kis 13:45.
    e. Tidak bisa bersahabat, tidak bisa berdekatan lagi, diusir atau dia sendiri yang pergi Kej 26:16. Tidak bisa tahan melihat orang yang diiri.
    f. Mencari gara2, cari perkara dari orang yang diiri Dan 6:4.
    g. Menghasut semua yang bisa dihasut apalagi teman, kelompok dan golongannya sendiri seperti Saul menghasut tentaranya 1Sam 22:7.
    h. Menyuap untuk membantu usahanya atau untuk menangkap dll. Misalnya orang2 Yahudi menyuap tentara untuk menangkap Putra manusia Yesus dan memberitakan kabar palsu Mat 28:12-15.
    i. Dll. Segala macam dosa bisa timbul karena iri.
  4. Sikon yang menumbuhkan iri
    Macam2 perkara bisa timbul tergantung dari sikon, kemampuan, kuasa orang itu dan seberapa ia menuruti dorongan iri tersebut.
    a. Kalau sikon tidak memungkinkan,
    orang2 Yahudi belum bisa berbuat apa2 pada Putra manusia Yesus, tetapi sesudah ada kesempatan mereka langsung mengusahakan pembunuhannya. Iri kalau dapat kesempatan bisa menjadi jahat sekali!

    b. Kalau ada yang mendukung, langsung jadi perbuatan yang jahat seperti Korah waktu didukung semua kepala2 suku, mereka langsung menghadap dan memberontak melawan Musa Bil 16:1-2.
    c. Kalau orang yang iri mempunyai kuasa, langsung disalah gunakan sampai membunuh dengan membabi buta seperti Herodes yang iri akan raja baru Mat 2:16. Juga Saul yang punya kedudukan sebagai raja, ia memakai wewenangnya untuk membunuh Daud. Kalau Tuhan tidak menjaganya, pasti Daud sudah mati.
    d. Kalau dibiarkan saja, iri bisa jadi kejahatan dan pembunuh. Seperti Kain terhadap Habil adiknya. Kain sudah bicara baik2 lagi dengan adiknya Kej 4:8, tetapi dosa iri dibiarkan dalam hatinya, maka pada satu saat bisa muncul tiba2 dan terjadilah pembunuhan yang mengerikan.

VI. AKIBAT DOSA IRI

Iri selalu membuat ribut Yak 3:16. Hampir semua orang yang iri kalau dibiarkan saja (tidak dibuang) akhirnya akanberbuat perkara2 yang dahsyat, termasuk membunuh dan akibatnya juga dahsyat. Apalagi kalau mereka melawan orang2 yang diangkat Allah, hampir semua yang bereaksi jahat kepadanya akhirnya dihukum dengan dahsyat sampai mati. Misalnya:

  • Korah CS dengan 250 orang, pemimpin2 dan orang banyak yang melawan Musa, semua dibunuh mati oleh Tuhan.
  • 120 menteri yang dipimpin Daniel mati dengan cara yang mereka rencanakan sendiri untuk Daniel yang diirinya.
  • Orang2 Efraim yang iri dan sombong hampir punah, 42.000 orang mati karena iri Hak 18:1.
  • Saul yang karena iri mau membunuh Daud akhirnya mati mengerikan.

VII. BAGAIMANA MEMBUANG IRI

  1. Pikiran iri bisa muncul dalam setiap pikiran orang beriman sebab kita masih hidup dalam tubuh daging yang belum ditebus, tetapi setiap orang beriman bisa membuang tuntas asal mau, sebab kita sudah merdeka dari dosa Yoh 8:36. Jangan setuju dengan pikiran iri, sombong, dusta dll, buang semua dengan iman dalam nama Yesus, pasti bisa.
  2. Dengan iman berkati orang yang menjadi pencobaan ini dengan hati tulus. Musuh bisa kita berkati apalagi saudara2 kita Mat 5:45.
  3. Mengerti kebenaran Firman Tuhan tentang iri. Orang sukses atau celaka itu semua ada sebabnya, Allah adil, kita juga bisa mengalami hal yang sama sesuai dengan syarat2nya. Juga jangan iri pada orang yang sukses dengan cara dosa dan kejahatan, itu seperti orang iri akan orang sakit parah, iri ke Neraka!
  4. Terus berjalan dalam Roh, lekat diPokok anggur yang benar. Di dalam Kristus kita tidak akan dikalahkan keinginan daging apapun Gal 5:16. Jangan lupa selalu diisi dengan kebutuhan pokok orang beriman yaitu isi Ruangan Suci. Kis 2:42.

KESIMPULAN

Rata2 kalau iri tidak dibuang, orang akan dibawa dengan cepat ke Neraka, mula2 Neraka dalam hati, dalam rumah, dalam lingkungan lalu dalam Neraka. Segera ada pikiran iri, langsung cabut dan buang dengan iman dalam Nama Tuhan Yesus, maka kasih Kristus dan tabiat baru lainnya bisa tumbuh dan hidup kita diberkati Tuhan.
Kalau kita diiri, jangan bereaksi dosa, Tuhan akan pelihara dan melindungi kita, minta pimpinan Roh dan ampuni orang2 yang bersalah pada kita.