M3467 – Yohanes 2:3-10 Anggur Pernikahan Habis (18 Sept 2011)

YOHANES 2:3 “BERDOA SYAFAAT” ADALAH PELAYANAN TINGKAT TINGGI


Anggur adalah bayangan kesukaan Maz 104:15. Ini menceritakan tentang rumah tangga atau pernikahan yang tidak lagi ada sukacita, tidak bisa bersukacita, tawar, bahkan ada yang penuh dengan keributan dan perkelahian. Kalau tidak ada kesukaan maka perkara kecil sudah bisa membuat ribut besar.

Maria menjadi perantara kepada Putra manusia Yesus untuk kekurangan ini. Tuhan Yesus sekarang ada di kanan Allah Bapa, tetapi kita masih bisa menjadi perantara untuk kesukaran dan penderitaan saudara-saudara kita, ini namanya menjadi pendoa syafaat, suatu pelayanan tingkat tinggi yang mulia seperti yang dilakukan Maria dan Tuhan Yesus. Dia sekarang berdoa syafaat bagi kita siang malam, terus menerus sesudah Ia selesai menebus manusia Ibr 7:25, 1Yoh 2:1, Rom 8:34. Ini pelayanan tingkat tinggi, sesudah lulus.

Kalau seorang mempunyai jabatan tingkat tinggi dalam kantor atau pemerintah, pasti orang itu terhormat dan gajinya tinggi. Kalau kita berdoa syafaat dengan betul yaitu dengan segenap hati, tulus dan kasih, itu menjadi pelayanan tingkat tinggi, seperti pekerjaan orang yang sudah lulus, punya gelar dan prestasi tinggi.

Mengapa berdoa syafaat itu pelayanan tingkat tinggi?

Sebab:

1. Ini jenius. Pelayanan Putra manusia sesudah sempurna, sesudah lulus.

2. Perlu kasih yang besar dan kasih itu ukuran orang rohani 1Kor 13:13.

Orang yang karena problem kecil sudah langsung tidak senang, tidak suka, benci, itu orang rendah  atau kurang berharga di hadapan Tuhan, sebab tidak punya kasih. Sedikit-sedikit sudah benci dan banyak mengata-ngatai. Tetapi orang yang penuh belas kasihan dan ada kasih ilahi, sikap dan perbuatannya lain. Kasih itu bisa mengasihi orang yang tidak menye-nangkan, bisa mengampuni orang yang menyakiti hatinya, tidak ingin membalas tetapi ingin supaya orang itu bertobat dan selamat, dengan kata lain punya hati seperti hati Yesus sehingga bisa menaikkan doa syafaat yang benar. (Kalau orang itu tidak bertobatpun, jangan takut, minta hikmat Allah untuk bisa cerdik seperti ular, tetapi tetap tulus seperti merpati dan cinta seperti Kristus Mat 10:16). Sebab itu pelayanan doa syafaat yang betul itu tingkatnya tinggi. Kalau berdoa syafaat tanpa kasih,tetapi hatinya pegel, jengkel, tidak suka, benci, istimewa kepada orang yang didoakan, doanya tidak berharga.

Doakanlah problem-problem saudara-saudara kita karena kasih dan tulus (tidak mengharapkan apa-apa, tetapi kita melakukan karena Kristus).

Juga kita tidak perlu menyelidiki problem orang lain sebab banyak yang tidak ingin diketahui, tetapi kalau kita toh tahu, kalau kita digerakkan karena kasih, berdoa syafaatlah tetapi jangan membuka rahasia orang Ams 25:9 (kalau rahasianya dibuka – seringkali dalam facebook rahasia-rahasia orang dibuka, padahal orangnya tidak mau dan tidak mengharapkan – ia menyesal, ia merasa tidak tertolong tetapi terpukul). Kadang-kadang kita tidak tahu apa yang paling tepat dibutuhkan orang itu, tetapi kita bisa mendoakan secara otomatis yaitu dengan bahasa lidah Rom 8:26-27. Dengan doa bahasa lidah, Roh Kudus yang menaikkan doa syafaat kita dengan tepat kepada Bapa.


YOHANES 2:4-5 PEREMPUAN, SAATKU BELUM TIBA


Hai perempuan!

Kata-kata ini rasa-rasanya kasar, sebab itu ada terjemahan yang menggantikan kata perempuan dengan kata “ibu” supaya lebih halus, lebih cocok. Tetapi kata “perempuan” itu kata-kata yang asli (Alkitab membedakan kata perempuan dan ibu misalnya dalam Yohanes 19:26). Pendoa syafaat itu tidak mudah pegel, tidak mudah sakit hati, salah tafsir, benci, dll. Memang ini pelayanan tingkat tinggi, belajarlah! Maria tidak tersinggung meskipun Putranya yang berkata demikian kepadanya. Sebab ini “Anak yang berbeda”, bukan anak Yusuf dan lahirnya dari Atas. Bapa-Nya di Atas.

Ada banyak kejanggalan dan rahasia dalam Putranya ini Luk 2:19 KJI tetapi Maria menyimpan dan merenung-renungkan rahasia-rahasia ini dan Maria tahu bahwa Putranya ini orang benar dan ada dalam pekerjaan Bapa-Nya Luk 2:49. Putranya ini tidak bicara dari diri-Nya sendiri tetapi dari kata-kata Bapa-Nya yang di Surga Yoh 8:26. Maria mengerti beberapa banyak rahasia Allah, sebab ia penuh Roh Kudus, seorang yang sangat berkenan kepada Allah Luk 1:28 dan rendah hati. Orang rendah hati itu banyak berkatnya. Juga perempuan Kanani yang rendah hati mendapat mujizat, tetapi orang sombong direndahkan Mat 15:26, 1Pet 5:5.

Putra manusia Yesus tidak bicara dari diri-Nya sendiri (kalau dari diri-Nya sendiri, mungkin tidak bicara seperti ini), tetapi Ia menurut suara Bapa-Nya Yoh 8:26, jadi itu kata-kata dari Bapa-Nya.

Juga Putra manusia Yesus bicara dengan kuasa Mat 7:29, sebab itu Roh Kudus bekerja dan membuat Maria bisa menerima kata-kata yang sebetulnya dari Bapa-Nya, sebab Maria juga dipimpin Roh. Karena itu Maria yakin bahwa kata-kata dan suara itu dari Bapa Surgawi, maka Maria dikuatkan, ia tahu “doa syafaatnya” sudah didengar dan ia bisa bertindak dengan iman. Sebab itu Maria bisa berkata-kata memerintahkan para hamba untuk taat pada Putra manusia Yesus.

Saat-Ku belum tiba. Orang berdoa syafaat itu harus bisa menunggu, sebab semua ada waktunya. Kasih bisa menunggu, tetapi kalau jengkel apalagi tidak senang atau benci, tidak bisa menunggu tetapi bersungut-sungut. Maria dengan kasih tetap mengharapkan pertolongan bagi pernikahan itu, dan yakin kalau sudah sampai waktunya pasti ada pertolongan dari Allah yang berbicara lewat Putra-Nya.


YOHANES 2:6-7 CARA ALLAH ITU SEDERHANA


Allah tidak pernah berkurang kuasa-Nya atau berubah, Ia tetap maha kuasa. Kalau Ia menolong, Ia tidak memakai cara yang sulit yang tidak bisa dipenuhi sehingga batal, tetapi caranya sangat mudah, asal orangnya mau taat. Tujuan hati Allah yang penuh kasih adalah: orang itu tertolong! Sebab itu Ia tidak pernah mempersulit.

Semua Firman Tuhan itu mudah untuk orang yang mau taat, sebab Allah itu kasih bukan jahat dan ada Roh Kudus yang akan selalu stand by menolong orang-orang yang mau taat. Tentu syarat-syaratnya harus dipenuhi dan tetap hidup suci. Sekalipun pertolongan Tuhan belum nyata, tetaplah percaya;

Untuk timbulnya mujizat ada faktor manusia (harus benar, memenuhi syarat, ada iman) dan ada faktor dari Allah, mungkin 70-95%, Dia yang menentukan kapan saat yang tepat, dan Allah yang melakukan pertolongan itu, sekalipun mustahil, Allah sanggup membuatnya, ini faktor Allah, dibuat Allah.

Percayalah mujizat dari Tuhan tidak berakhir, Dia maha kuasa untuk selama-lamanya. Seringkali prosedur atau cara-cara dari manusia itu rumit, mahal, tidak mungkin sehingga gagal, tetapi cara Tuhan bukan begitu. Jangan iman diganti cara-cara manusiawi, nanti jadi rumit tidak mungkin dan batal, gagal sehingga keadaan makin parah.

YOHANES 2:8 HAMBA-HAMBA YANG PERCAYA


Hamba-hamba yang mengisi air cuci kaki itu tahu asal usul dari anggur yang lebih manis itu. Mereka percaya sekalipun tidak masuk akal. Mereka menyuruh kepala perjamuan mengincipi air cuci kaki, ini aneh, keterlaluan, tidak patut sebab tidak mungkin.

Mengerti atau tidak, kita harus taat akan Firman Tuhan, sebab Firman Tuhan itu pasti betul, suatu kebenaran Yoh 17:17. Sekalipun tidak mengerti taatlah seperti hamba-hamba pencuci kaki ini. Misalnya Firman Tuhan berkata bahwa pikul salib itu senang Mat 11:28. Banyak orang tidak mengerti tetapi percaya saja dan taat, terus pikul salib dengan sukacita, maka mereka menikmati kemanisannya yang heran.

Orang yang mau taat, kalau mau berusaha, akan ditolong Roh Kudus, doanya akan didengar Tuhan. Ia akan yakin dan mengalami mujizat Tuhan yang heran. Karena hamba-hamba itu taat, maka anggur muncul kembali dan seluruh pesta nikah itu menjadi makin meriah.

YOHANES 2:9 ANGGUR MUNCUL KEMBALI


Apa yang harus kita taati supaya hidup nikah tetap ada sukacita, atau kembali mendapat sukacita?

1. SUAMI ISTERI TINGGAL DI DALAM KRISTUS seperti carang dalam pokok Yoh 15:5. Yang menjadi jaminan hidup nikah yang penuh sukacita, bahagia adalah Tuhan Yesus, bukan uang, kepintaran, penampilan dll, tetapi Kristus. Orang yang taat akan Firman Tuhan, hidupnya sesuai dengan Firman Tuhan, itu hidup dalam kesucian, di jalan sempit dan tekun pikul salib mematikan daging. Maka Tuhan akan menjamin suasana Surga dalam hidup nikah dan keluarganya.

2. PERATURAN PERNIKAHAN DITAATI, yaitu:

a. KESUCIAN HIDUP NIKAH.

Tidak boleh ada orang ke-3 sampai dalam hati dan pikiran suami-isteri Ibr 13:4. Kalau kesucian nikah rusak, kasihnya akan bocor sampai habis. Kesucian dan kasih itu erat hubungannya. Kalau seorang mulai mencintai perempuan (atau laki-laki) lain, kesucian nikahnya rusak dan kasihnya akan isterinya akan bocor dan timbul cemburu dalam isteri.

Rumus pernikahan itu 1+1=1, keduanya menjadi satu bukan menjadi dua, tetapi menjadi satu Mat 19:5, bukan ketiganya, keempatnya, kelimanya dst. Allah menciptakan satu Adam dan satu Hawa, ini yang terbaik dan bahagia Kej 1:31. Kalau yang terbaik 2 atau 5 Hawa, pasti Tuhan bisa membuatkan, tetapi itu Neraka, celaka, sebab itu Tuhan tidak mau membantu seperti ini, Tuhan membuat yang terbaik. Percayalah ini rahasia bahagia yang asli dan betul. Jangan ada orang ketiga.

Kalau ada orang ketiga, itu berarti sudah timbul dosa dan iblis masuk dan neraka mulai menyala dalam rumahnya, sehingga kesukaannya akan habis.

b. ISTERI MASA MUDA ATAU ISTERI PERJANJIAN

Orang yang akan masuk dalam pernikahan itu mempunyai janji satu sama lain, dan di sini timbul: isteri perjanjian, isteri masa mudanya. Tuhan tidak menghendaki ada isteri masa tua, tetapi sepanjang umur hidupnya hanya satu isteri masa muda, hanya dia dan itu berarti setia!

Dalam zaman sekarang kesepakatan atau perjanjian ini diteguhkan dalam Gereja (ini perlu diusahakan, sebab ini berguna, sehingga bisa diberi nasehat dan follow up oleh gembalanya). Meskipun demikian, peneguhan ini bukan faktor mutlak (orang yang menikah tanpa diteguhkan di Gereja) tetap sudah sah dan tidak boleh bercerai, sebab keduanya sudah menjadi 1, bahkan dengan sundalpun menjadi 1, karena memang hubungan laki perempuan hanya boleh di dalam pernikahan, sehingga dengan siapapun menjadi satu, sebab itu perzinaan (dengan orang ketiga) itu menghancurkan nikah (suami isteri itu seperti 2 lembar kertas yang sudah di lem lekat menjadi satu, kalau dilepas, akan rusak, apalagi kemudian dilekatkan pada orang yang lain lagi, lalu dilepas, jadi hancur) 1Kor 6:16. Kesucian pernikahan di antara suami isteri harus dipelihara.

Sebab itu kalau dua orang sudah sepakat menikah sekalipun tidak terdaftar di Gereja atau Pemerintah, itu tetap sudah menjadi 1 (1+1=1) dan tidak boleh bercerai.

(Orang yang pergi pada perempuan sundal itu berbuat dosa yang sangat jahat, harus bertobat, sebab itu dosa yang dahsyat, dosa yang istimewa dan itu lain dari dosa-dosa lain 1Kor 6:18 dan menajiskan (merusakkan) tubuhnya yaitu tubuh kebangkitan yang akan datang 2Kor 7:1, bukan tubuh yang sekarang, sebab najis tubuh yang sekarang itu tidak banyak berarti tetapi dosa perzinaan menajiskan tubuh kebangkitan, akibatnya dahsyat kecuali sungguh-sungguh bertobat).

HANYA BOELH ADA 1 ISTERI DAN 1 SUAMI DAN KEDUANYA MENJADI SATU, bukan ketiganya atau keempatnya dst, tetapi keduanya menjadi satu. Suami dan istri harus setia satu sama lain, jangan ada orang ketiga, jangan ada istri atau suami yang lain, itu perlakuan khianat terhadap istri (suami) perjanjiannya yaitu istri masa muda.

Maleakhi 2:14

Maka katamu lagi: Mengapa itu? Yaitu sebab Tuhan itulah saksi antara engkau dengan binimu pada masa mudamu, kepadanya engkau sudah khianat, yaitu kepada dia, yang sobatmu, dan isteri perjanjianmu. (TL)


ISTRI MASA MUDA

– tidak ada isteri masa tua

– tetap setia sampai mati, tetap isteri masa muda

– tidak ada isteri muda/ tua lainnya



ISTRI PERJANJIAN

– tidak diubah/ dirombak

– tidak dilanggar

– tidak ada perjanjian lainnya



Meskipun dalam Wasiat Lama Tuhan masih membiarkan (bukan mengizinkan Mat 19:8) perceraian dan poligami/ andri, tetapi cerai dan menikah lagi disebut pengkhianatan pada isteri masa muda dan isteri perjanjian Mal 2:14-15.

Semua orang beriman harus bergembira dengan istri masa mudanya, tetap setia seumur hidup dan jangan ada istri lain lagi Ams 5:18.

Maleakhi 2:15: Dan bukankah Ia membuatnya satu? (1+1=1, keduanya menjadi satu).

Tetapi ia mempunyai kemuliaan roh itu

(kalau suami istri setia menjadi satu sampai mati, mereka punya suatu benih yang mulia dalam rohnya itu)

Dan mengapa satu?

(1+1=1, 1+1 bukan sama dengan 2, tetapi sama dengan 1. Ini sangat penting, mengapa? sebab rencana Allah yang mulia itu tercermin di dalam pernikahan yang menjadi satu).

Supaya ia mendapatkan benih ilahi

(yang utuh, tidak cacat, sehingga bisa tumbuh menjadi sempurna).

Sebab itu perhatikanlah rohmu,

(yang sudah mendapat benih ilahi yang mulia, utuh dan sempurna),

dan jangan seorangpun berlaku kianat terhadap istri masa mudanya.

Rumus ini ajaib sebab 1+1=/= 2 tetapi =1.

Mengapa 1? Dalam kesatuan ini ada kemuliaan roh, sebab ada benih yang mulia, benih ilahi dalam rohnya. Dengan adanya benih ilahi ini mereka bisa bertumbuh terus menjadi seperti Allah, menjadi sempurna (makhluk yang dapat benihnya dari burung, akan menjadi burung. Orang yang lahir baru, benihnya dari Allah, ia akan jadi seperti Allah).

Adanya benih ilahi itu berarti akan menjadi Allah. (Sejak percaya dan lahir baru kita dapat benih ilahi sebab itu kita sudah menjadi anak-anak Allah Yoh 1:12. Dan ini berarti kita bisa tumbuh terus, akhirnya kita bisa menjadi sempurna seperti Allah).

Lebih-lebih dalam pernikahan, dua orang menjadi satu,  persatuan dalam nikah itu ajaib yaitu kalau suami isteri menjadi satu di dalam Tuhan dan karena Tuhan, maka ikatan pernikahan ini menjadi sangat kuat, sulit diputuskan, sebab ada Krsitus (sehingga tali yang ke-3, tali ilahi).

Pengkhotbah 4:12

Maka jikalau kiranya seorang orang dapat dialahkan, dua orang akan berdiri tetap juga dan tali yang tiga lembar itu tak suang-suang putus. (TL)

Benih ilahi yang ada dalam orang percaya, itu akan makin nyata dan bisa tumbuh menjadi sempurna di dalam hidup suami istri yang menjadi satu dalam kesucian, sehingga harapan menjadi sempurna makin nyata.

Jadi orang yang akan menjadi sempurna itu istrinya hanya satu, dan ia tetap setia (tidak khianat) pada istri masa muda dan istri perjanjiannya.

Kalau seorang suami kepada istrinya saja khianat, apalagi kepada Tuhan 1Yoh 4:20, ia tidak akan bisa menjadi sempurna. Mungkin pada suatu hari suami yang khianat, yang berzina, tidak setia ini bertobat kembali (itu yang terbaik baginya), tetapi rencana Allah di dalamnya sudah cacat; merosot, tidak utuh lagi, tidak bisa menjadi sempurna.

Salah satu tanda dari orang yang bisa tumbuh sampai jadi seperti Allah, sempurna, adalah tanda kesetiaan dalam suami istri. Orang yang akan sempurna itu setia sampai mati, tetap 1+1=1.

Jangan sampai rumus ini terganggu yaitu 1+1=1, sebab di dalamnya ada benih ilahi yaitu benih yang mulia dalam rohnya. Kesucian suami isteri harus dipelihara sampai dalam hati dan angan-angan yang akan datang Gal 5:24. Jangan pikiran untuk selingkuh atau berzina, juga jangan ada angan-angan untuk ganti istri sekalipun masih boleh kawin lagi kalau istri atau suami mati Rom 7:2, tetapi tetap setia bersama-sama sampai mati atau Tuhan datang. Jangan harap isteri / suami mati lalu kawin lagi, itu angan-angan yang tidak setia. Pikiran sampai angan-angannya harus dijaga dalam kesucian. Jangan berangan-angan istrinya mati sehingga bisa ganti istri, tetapi 1+1=1 sampai mati, setia sampai mati.

Kalau pikirannya disucikan sampai tetap 1+1=1 juga angan-angannya tidak mengharapkan istri atau suaminya mati, tetapi tetap setia 1+1=1, ada harapan benih ilahi itu terus tumbuh sampai sempurna.

Kalau orang itu sedikit-sedikit berzina, orang ini tidak ada harapan menjadi sempurna, benih yang mulia di dalam hidup nikahnya rusak, merosot, tidak utuh lagi.

Orang seperti ini kalau bisa hidup suci saja sudah baik, sebab sedikit-sedikit sudah berzina dalam pikiran dan perbuatan, tidak memelihara benih ilahi yang mulia, tetapi benih ilahi yang ada di dalamnya cacat, tidak utuh lagi;

Kalau ia bertobat, ia disucikan, tetapi sudah cacat oleh perzinaan, ia dipulihkan tetapi tidak sampai menjadi sempurna.

Kalau hidup, hati dan angan-angannya disucikan, tidak ada perzinaan atau orang ke-3, benih ilahi yang mulia itu dipelihara, ada harapan untuk tumbuh kepada kesempurnaan, maka Tuhan juga akan menolongnya sehingga selalu bisa bersama-sama suami istri menjadi satu, menjadi penolong satu sama lain, sampai tua tidak sampai mati. Tuhan sanggup, bahkan dengan mudah memelihara keduanya hidup terus sampai sempurna, paling sedikit satu bisa jadi sempurna dan yang lain mendekatinya.

Semua orang yang sudah siap untuk menjadi sempurna, istrinya satu (istri masa muda, istri perjanjian, dan benih ilahi yang mulia itu ada di dalam persatuan ini, yang akan tumbuh terus menjadi sempurna) seperti Henokh, Elia; juga “Musa”.

Sekalipun dalam Wasiat Lama istrinya tetap satu, ini orang-orang yang ada dalam jalur kepada kesempurnaan.

Dalam Bilangan 12:1 ditulis istri Musa orang Kush (KJV, Modern, Young, Green version: Cushite, bukan Ethiopia) ada dua kemungkinan, istri ini Zipora atau istri baru. Musa ada di jalur yang menuju sempurna, ia mempunyai benih ilahi yang mulia. Musa sendiri beberapa kali tinggal di gunung Allah bersama-sama Allah setiap kali 40 hari 40 malam dan bercakap-cakap dengan Tuhan muka dengan muka. Hidupnya begitu indah sehingga dapat disamakan dengan hidup Putra manusia Yesus. Dalam Tawarikh dll tidak pernah ditulis istri Musa yang lain dan tidak ada anak-anak yang lain.

Ayub yang juga mengalami ujian akhir (ini jalan orang kepada kesempurnaan), sekalipun istrinya jelek, menyuruhnya mati saja, dan anak-anaknya meniru suka menghujat sampai dihukum dan mati) tetapi Ayub tetap setia dengan istri perjanjian, istri masa muda, sehingga kembali mendapat 10 anak dengan isteri ini, ia tetap sejahtera dan mencintai. Tetapi Ayub sudah belajar untuk lebih tegas terhadap istrinya supaya isterinya tidak menjadi seperti Izebel. Ia berani menyalahkan istrinya Ayb 2:10 sehingga anak-anak berikutnya tidak lagi suka menghujat seperti yang dahulu. Juga Yusuf, Ishak dll. Hubungan suami istri itu begitu penting, sehingga dalam hidup nikah yang suci dan setiaAllah menaruh dan menumbuhkan benih ilahi yang mulia itu seperti yang tertulis dalam Maleakhi 2:14-15.

3. TUGAS DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI

Suami mengasihi istrinya seperti Kristus mengasihi jemaat dan bersedia mati baginya dan istri tunduk pada suami seperti jemaat tunduk kepada Kristus. Ef 5:22-25.

Kedudukan dan tanggung jawab suami istri ini penting supaya anggur dalam hidup nikah dan keluarga tidak habis dan menjadi kekuatan dan kesukaan rumah tangga itu.

4. PROBLEM-PROBLEM DALAM NIKAH DAN KELUARGA

Tidak ada keluarga atau pernikahan yang tidak mengalami problem atau ujian. Tetapi kalau suami istri tetap jadi satu di dalam Kristus, maka Kristus akan terus memberi kemenangan-kemenangan dan tetap ada anggur kesukaan dalam keluarga. Memang tidak mudah mengatasi berbagai kesukaran rumah tangga, tetapi dengan Tuhan kita sanggup, apalagi kalau suami isteri bersatu (1+1=1) maka kekuatannya berlipat kali ganda di dalam Kristus Pkh 4:12, tidak akan mudah putus sebab ada kuasa dan kasih Allah. Tentu cara yang paling aman dan kuat yaitu kalau suami isteri terus menjadi satu, bersama-sama berjalan dalam Roh, tidak menurut kehendak mereka sendiri tetapi menuruti kehendak Allah. Ini berarti hidup taat dipimpin Roh sesuai dengan Firman Tuhan, maka hidup nikah itu tidak akan kehabisan anggur kesukaan sampai terakhir apalagi kalau benih ilahi yang mulia, yang ada dalam rumus kesucian nikah itu terpelihara baik-baik.

YOHANES 2:10 ANGGUR DARI TUHAN YESUS ITU LEBIH BAIK


Kalau hidup nikah tinggal di dalam Kristus, dan ada benih ilahi yang mulia, maka ada anggur baru yang lebih manis dari yang lama. Nyata benar bedanya sehingga kepala perjamuan itu heran-heran, juga mempelai itu tidak mengerti dan keheranan dari mana anggur yang lebih baik itu berasal. Tetapi hamba-hamba itu tahu rahasianya yaitu Kristus adalah jawabannya.


KESIMPULAN


Jangan keluar dari Kristus, Dia adalah jaminan yang sanggup menjaga anggur dalam nikah itu tetap mengalir bahkan benih ilahi yang mulia dalam hidup nikah yang suci itu bisa tumbuh terus sampai ukuran yang penuh seperti yang direncanakan dan diharapkan Allah yang membuat lembaga pernikahan itu dengan maksud yang begitu indah, dalam dan sempurna.

NYANYIAN

(Berachah no 34)

Di dalam Tuhan ada kesukaan
Di dalam Tuhan ada keselamatan
Di dalam Tuhan ada berkat heran, selama-lamanya