M3456 – Roma 8:37 Lebih dari Pemenang (31 Juli 2011)

Roma 8:37 Tetapi di dalam segala hal ini, kita lebih dari pemenang, melalui Dia yang mengasihi kita. (KJI)
Sudahkah kita merasakan janji Tuhan ini? sudahkah hidup kita menyaksikan hal ini? Percayakah kita pada janji Allah ini? Maukah kita mengalaminya? Bisakah kita mengalaminya?
Janji Tuhan pasti digenapi Luk 1:37, Ayb 42:2. Memang ada syarat-syaratnya yaitu:

1. Di pihak Tuhan

Roma 8:31 Lalu apakah yang hendak kita katakan tentang hal-hal ini? Jika Allah di pihak kita, siapakah lawan kita? (KJI)
Ini berarti Allah di pihak kita 1Pet 3:12. Sekalipun lemah, bodoh atau kurang-kurang sedikit, tetapi kalau disertai Allah, tetap ada kelebihannya, tetap untung.

2. Percaya pada janji Tuhan

Sekalipun sudah di pihak Tuhan, hidup benar, kalau tidak percaya, tidak dapat apa-apa; orang yang tidak percaya itu,seperti ombak laut yang ke sana-sini.
Yak 1:6-7 Tetapi biarlah ia meminta dengan iman, dengan tidak bimbang, sebab orang yang bimbang itu seperti ombak laut yang ditiup angin, dan diombang-ambingkan ke sana kemari. (KJI)
Kalau percaya, dapat Mat 8:13.

Bagaimana kita bisa hidup benar sehingga bisa terus di pihak Tuhan?

1. Pada waktu lahir baru kita dipindahkan oleh Allah dari kerajaan gelap pindah dalam kerajaan Putra-Nya Kol 1:13. Setiap kerajaan itu ada peraturannya sendiri dan berbeda dengan kerajaan yang lain (juga dalam dunia peraturan tentang aborsi, narkotik dll tidak sama dalam setiap negara. Juga peraturan kerajaan gelap dan kerajaan terang). Di dalam kerajaan Putra Allah tidak lagi berlaku hukum dosa dan maut, kita bebas daripadanya, bebas dari penjajahan hukum dosa ini.
Sekarang kita ada dalam hukum Roh yang memberi hidup. Sebab itu kita bisa hidup suci kalau kita percaya dan mau. Tetapi kita masih hidup dalam tubuh daging yang selalu menyeret kita dalam dosa, namun kita sudah bebas dari hukum dosa dan maut, sebab itu sesudah lahir baru kita bisa hidup suci tetapi tetap ada tarikan daging, sebab itu kita menghadapi dua pilihan, mau hidup suci atau menuruti daging. Tetapi kita tidak lagi dikuasai hukum dosa (orang yang dikuasai hukum dosa akan selalu berbuat dosa pada setiap pencobaan, sekalipun masih hanya dalam hati tetapi sudah berdosa). Jadi sesudah lahir baru kita masih menghadapi dua pilihan, yaitu kita mau memilih menurut hukum Roh (kita bisa hidup suci) atau menuruti daging dan berdosa. Kalau kita dengan tulus dan sungguh-sungguh mau taat akan Firman Tuhan, Roh Kudus selalu stand by, Dia Penolong yang siap untuk menguatkan dan menolong kita supaya kita bisa makin kuat untuk menolak kehendak daging, sehingga kita bisa menurut Roh, hidup dipimpin Roh. Kedua, kita percaya akan janji-janji Firman Tuhan. Kalau mau, kita pelajari Firman Tuhan, akan timbul iman. Kalau belum, terus berdoa dalam Roh dan kebenaran, maka Roh Kudus akan menghidupkan ayat-ayat itu dalam hati kita sehingga timbul iman 2Kor 3:6. Dengan ini baru kita bisa mengalami janji tuhan!
Inilah dua syarat untuk bisa mengalami janji-janji Tuhan khususnya tentang hidup lebih dari pemenang.

A. TETAPI DI DALAM SEGALA HAL INI

Dunia ini makin lama makin dahsyat, begitu sulit dan banyak kesusahan 2Tim 3:1-5, dosa meningkat makin dahsyat dalam segala segi hidup Wah 22:11. Di mana-mana orang benci, tingkat kejahatan meningkat, malapetaka di mana-mana, penyakit, godaan, occultisme, penipuan, penghianatan dll. Tetapi justru Tuhan menjanjikan kita ini bisa menjadi lebih dari pemenang dalam segala segi hidup, luar biasa. Tidak ada satu segi hidup yang tidak bisa dikalahkan orang-orang beriman dengan kemenangan dari Tuhan. Jangan ragu-ragu dan mengertilah bahwa Tuhan sanggup memberi kita kemenangan yang besar dalam semua segi hidup. Lebih baik lagi kalau kita tahu semua ayat-ayat dalam Alkitab tentang janji-janji Tuhan untuk setiap segi hidup seperti untuk penyakit:

1.      Tuhan menjanjikan hidup sehat 3Yoh 1:2.

2.      Sembuh 1Pet 2:24.

3.      Umur 1Sam 2:6.

Begitu untuk setiap segi hidup jasmani dan rohani, Tuhan mempunyai janji khusus, sebab itu pegang seluruh Alkitab dan limpah berdoa terus tanpa stop dalam Roh dan kebenaran Ef 6:18, 1Tes 5:17. Serta memelihara persekutuan tubuh Kristus dengan baik dalam kasih dan kesucian Ilahi.

B. KITA LEBIH DARI PEMENANG, MELALUI DIA YANG MENGASIHI KITA

Ini janji Tuhan, kita harus mengerti dengan jelas dan percayalah! Janji Tuhan tidak ada yang mustahil asal kita memegang syarat-syaratnya dan percaya.
Bagaimana janji ini bisa dilaksanakan?

INI DIBERIKAN ALLAH KARENA KASIHNYA

Kalau orang tua karena kasih memberi warisannya pada anak-anaknya, apalagi Allah yang maha besar dan kasih adanya, kalau kita memenuhi syarat Allah, maka Ia akan memberi kemampuan-Nya kepada kita sehingga kita bisa menjadi lebih dari pemenang bagi kita. Kemampuan Allah itu luar biasa, kalau kita mewarisi sepersejuta dari kemampuan yang ada pada Allah, itu sudah sesuatu yang luar biasa, lebih dari warisan yang manapun. Sebab itu percaya dan terimalah kasih Allah dengan iman, maka oleh-Nya kita akan sungguh-sungguh mengalami menjadi lebih dari pemenang dalam Kristus, dalam segala segi hidup jasmani dan rohani.

MELALUI DIA yang mengasihi kita

Bukan dari diri kita sendiri. Dalam dunia secara sekuler, kalau seorang sudah dilatih baik-baik, misalnya dalam masak, mantri, bangunan dll, naik sesudah dilatih cukup, ia bisa dilepaskan dan berdiri sendiri, bisa menyelesaikan semua problem sendiri. Tetapi dalam Tuhan lain. Kita bisa menjadi lebih dari pemenang, hanya dengan Dia, melalui Dia oleh Dia. Tanpa Dia, sekalipun sudah dilatih cukup lama, tetap gagal.
Hanya dengan Dia, baru kita sanggup menjadi lebih dari pemenang Flp 4:13. Semua hidup kita haruslah lewat Dia, sehingga hidup ini bukan kita lagi tetapi Kristus yang hidup di dalam kita Gal 2:19-20. Kita harus mau menyangkal diri, mematikan diri kita sendiri mematikan kehendak dan keinginan kita dan hanya melakukan kehendak-Nya saja, sehingga sekarang yang hidup bukan (kehendak) kita lagi, tetapi (kehendak) Dia yang hidup atau nyata di dalam kita.
Sebab itu selain:

1. Mau menyangkal diri, kita harus

2. Tahu kehendak Allah, maksud Allah Ef 5:17 supaya kita tidak hidup menuruti cara-cara kita lagi tetapi menurut cara dan kehendak-Nya.

3. Taat melakukan kehendak-Nya.

Semua ini diperlukan kalau kita mau menjadi lebih dari pemenang.
Dalam segala perkara ketahuilah kehendak Allah (atau tanya kalau tidak tahu) lalu ditaati, maka Tuhan akan bekerja nyata dalam hidup kita sehingga lewat Dia kita menjadi lebih dari pemenang dalam segala segi hidup kita untuk melakukan kehendak-Nya saja. Ini semua ada pada kita kalau kita berjalan dalam Roh.
Kalau kita terus berjalan dalam Roh, maka segala fasilitas dan kuasa Roh Kudus yang luar biasa itu bisa kita pakai dan kita punya kemampuan ilahi untuk hidup lebih dari pemenang.
Tentu ini harus didukung dengan pertumbuhan rohani yang sehat terus menerus oleh Firman Tuhan, doa, ibadah, persekutuan tubuh Kristus dan taat dalam pelayanan menurut pimpinan Roh.
Di dalam Roh, dengan kuasa Roh Kudus (dan segala fasilitasnya) kita bisa menjadi sangat kuat, bahkan tidak terbatas sebab Roh Kudus dalam kita tidak terbatas, sekalipun kita sendiri sangat terbatas, baik pikiran, perasaan, kekuatan kita dll.
Kalau kita betul-betul menyerah (mematikan daging) dan tahu kehendak Roh dan melakukannya, bisa bekerja sama (ada pengertian dan iman) maka Roh Kudus bisa bekerja dengan bebas atau penuh di dalam kita, tanpa batas, maka kuasa Allah yang ada dalam kita bisa bertambah-tambah tanpa batas.
Roh Kudus sanggup melakukan segala perkara tanpa batas, tetapi kita inilah yang membatasi kuasa Allah. Sebab itu kalau kita menyerah, percaya, taat sepenuhnya, maka Allah akan bekerja dengan bebas dan kita bisa menjadi lebih dari pemenang!
Jadi, kalau Roh Kudus bisa bekerja dengan bebasdi dalam kita, maka kuasa, hikmat, karunia-karunia dan buah Roh, mujizat dan rencana-rencana Allah dan apa saja dari Allah bisa nyata dalam hidup kita. Dia akan menggenapkan janjiNya, sehingga semua ini bisa nyata dalam hidup ini.

I. BUAH DAN KARUNIA-KARUNIA ROH

Kalau kita hidup dipimpin Roh maka akan tampak buah Roh dan karunia-karunia Roh nyata dalam hidup kita. Pada waktu kita taat melakukan kehendak Roh maka dalam reaksi kita akan keluar 9 buah Roh dan dalam pelayanan dan dalam menghadapi orang-orang lain, akan nyata 9 karunia Roh. Dipimpin Roh:

·         Buah Roh

·         Karunia Roh

Dengan buah dan karunia Roh maka hidup, maka kemampuan kita menjadi lebih daripada yang biasa, sebab buah dan karunia Roh ini bukan hasil kemampuan hidup manusia yang biasa tetapi kemampuan ilahi yang luar biasa, lebih dari biasa. Ini yang membuat kita menjadi lebih dari pemenang!
Kalau kita terus menerus hidup dipimpin Roh maka seperti hidup Putra manusia Yesus di dunia, yang limpah dengan buah dan karunia-karunia Roh, maka hidup seperti ini akan menjadi lebih dari pemenang. Karunia-karunia Roh akan diberikan pada saat yang tepat. Bukan kita yang menentukan tetapi Roh Kudus di dalam kita sesuai dengan kebutuhan saat itu dan pimpinan Roh Kudus 1Kor 12:11, sangat indah sebab tepat pada waktunya dan cocok untuk kebutuhannya.  Selain itu masih ada banyak perkara Allah yang bisa terjadi dalam hidup kita, misalnya: Jabatan-jabatan dari Tuhan 1Kor 12:28-30, Ef 4:11, jawaban-jawaban segala doa yang macamnya begitu banyak dan tidak terbatas, penggenapan rencana Allah dalam hidup pribadi kita, keluarga kita, Gereja atau tubuh Kristus dan ini juga adadalam rencana Allah bagi seluruh dunia dan semesta, itu luar biasa dan ajaib. Misalnya dalam kebangkitan orang mati, pengangkatan, Pesta Kawin Anak Domba dst, kita akan ikut serta dalam rencana-rencana Allah yang besar ini, luar biasa!

II. BUAH ROH LAWAN BUAH DAGING

Kalau seorang menuruti daging, melazatkannya (sebab mencari kesukaan dosa yang sesaat), maka akan lahir buah-buah daging yaitu macam-macam dosa.
Ini membuat orang itu makin meningkat dalam dosa  dan keras hati. Tetapi kalau seorang hidup menurut Roh yaitu sesuai dengan Firman Tuhan, maka akan keluar buah Roh yaitu:


1. Kasih. Ini kasih ilahi yang diisikan Roh Kudus dalam hati orang-orang yang taat dipimpin Roh. Misalnya Putra manusia Yesus di atas salib, juga pada waktu Stefanus dirajam dan penuh sengsara maut, ia tidak marah atau benci tetapi justru mengampuni Kis 7:60. Ini lebih dari kemampuan manusiawi, tetapi bisa dilakukan kalau seorang menyerah pada Tuhan dan taat dipimpin Roh. Lawannya adalah benci, yaitu kalau seorang menurut kehendak sendiri atau daging ia tidak akan tekun dan timbul kebencian. Kalau timbul benci berarti kita tidak dipimpin Roh tetapi menuruti daging atau kehendak sendiri. Sebab itu kita bisa menilai dan mengenal diri kita sendiri, apakah kita berjalan dalam Roh atau menurut daging, yaitu dari buah-buah yang muncul dalam hidup kita, juga pada orang lain.
2. Sukacita. Biasanya kalau dapat untung, makan enak dll yang enak, kita bersukacita. Ini juga kita alami sebagai hal-hal yang biasa. Tetapi kalau dalam susah dan penderitaan kita bisa bersukacita itulah buah Roh seperti yang dialami rasul-rasul waktu dianiaya karena Kristus Kis 5:41. Ini suatu tanda bahwa pada waktu itu Petrus, Yohanes, hidup dipimpin Roh. Sekalipun keadaan tidak enak dan jelek, menakutkan, menyedihkan dll, orang-orang yang dipimpin Roh masih bisa bersukacita. Tetapi orang yang menurut daging, tidak dipimpin Roh akan berdukacita dalam segala susah dan penderitaannya; ini tanda ia berjalan sendiri, menurut kehendak sendiri, bukan dipimpin Roh. Firman Tuhan dalam Filipi 4:4 menyuruh kita bersukacita senantiasa. Dalam hal-hal yang tidak enak, kesulitan dan penderitaan, ini sulit dilakukan, tetapi kalau kita hidup dipimpin Roh, kita bisa bersukacita, seperti Paulus dan Silas dalam penjara Pilipi Kis 16:25.
3. Damai. Selama kita dipimpin Roh, dalam keadaan-keadaan yang menegangkan, bahaya, krisis, biasanya orang menjadi gelisah dan panik, itulah reaksi dari diri sendiri; tetapi kalau kita dipimpin Roh, roh kita dikuatkan sehingga tetap ada damai memimpin pikiran dan hidup kita, ini buah Roh. Betapa indah. Juga dalam mengambil keputusan dalam hal-hal yang sulit, bahkan yang tidak kita mengerti, kalau kita menurut pimpinan Roh,tetap ada damai sejahtera dalam hati kita. Waktu Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego di tangkap, mereka tidak gelisah dan panik tetapi tetap sejahtera seperti juga pengalaman Petrus, Yohanes di hadapan majelis besar yaitu sidang yang menjatuhkan hukuman mati bagi Putra manusia, tetap ada damai dalam hati mereka. Orang yang memakai kekuatannya sendiri, kalau melebihi batas kekuatannya, apalagi di dalam jalan buntu, ia akan menjadi gelisah dan ketakutan seperti yang terjadi di mana-mana.
4. Sabar menderita. Kadang-kadang orang yang dipimpin Roh mengalami banyak penderitaan dan sampai lama Tuhan belum menjawabnya seperti Ayub, ia akan tetap sabar menderita segala malapetaka ini; juga seperti Yusuf, ia tidak bersungut-sungut, tetapi tetap sabar dan tabah menderita. Orang yang memakai kekuatan sendiri, menuruti kehendaknya sendiri punya batas kekuatan, kalau ini dilampaui, mereka bersungut-sungut terus seperti bani Israel di padang gurun dan keluar kata-kata yang melawan Allah. Jadi bedanya orang yang dipimpin Roh dan tidak, tampak dari reaksi sabar atau bersungut-sungut atau marah.
5. Murah hati. Roh Tuhan ada atas Yusuf sebab itu banyak kemurahan dinyatakan pada saudara-saudaranya, yang penuh dengan dosa dan dahulu penuh kekejaman terhadapnya. Ini lagi perbedaan orang yang dipimpin Roh dan yang jalan sendiri.
6. Kebaikan. Daud yang dipimpin Roh Tuhan, sekalipun dalam Wasiat lama, juga limpah dengan kebaikan, tetapi orang yang memakai kekuatan sendiri punya kebaikan yang terbatas, kalau habis, timbul marah, dendam, pembalasan dan kejahatan. Pembalasan itu bukan pimpinan Roh Rom 12:19. Orang yang dipimpin Roh punya kebaikan lebih dari orang biasa.
7. Setia. Orang yang dipimpin Roh akan setia pada isteri atau suaminya, juga dengan keluarga, saudara-saudara dalam hidup sehari-hari sekalipun dalam keadaan yang tidak patut.
Dalam keluarga, dalam Gereja, dalam tubuh Kristus orang yang dipimpin Roh tetap mau setia dalam persekutuan tetapi tetap punya pendirian yang tegas,tidak mau bersekutu dengan yang dosa atau kejahatannya. Saudara-saudara yang berbuat dosa tetap disalahkan Ef 5:11, meskipun diampuni. Orang yang dipimpin daging akan mudah berkhianat seperti Yudas, juga orang-orang yang ikut Antikris akan berkhianat pada Gereja yang tertinggal sehingga mereka masuk dalam aniaya, bahkan mereka ikut menganiayakan saudara-saudaranya yang bertobat.
8. Lemah lembut. sebab Roh Kudus beri kekuatan untuk menyangkal diri. Tetapi dengan kekuatan sendiri, sesudah lewat batas kekuatannya, sikap mereka akan menjadi kasar, keras, semaunya sendiri.
9. Tahan nafsu adalah tanda atau buah dari orang yang dipimpin Roh, tidak keburu nafsu atau bernafsu kedagingan.
Marilah kita belajar terus berjalan dalam Roh, taat menurut pimpinan-Nya, maka semua buah Roh ini akan nyata dalam hidup kita sekalipun sikon tidak memungkinkan, tetapi Roh Kudus yang memungkinkan.

III. KARUNIA-KARUNIA ROH DAN LAWANNYA

Di dalam pelayanan dan dalam menghadapi orang-orang dunia, kemampuan kita terbatas. Tetapi kalau kita dipimpin Roh, maka Roh Kudus akan memberi ilham pimpinan-Nya, dan waktu kita menaatinya timbullah hal-hal yang luar biasa yang dikerjakan oleh Roh Kudus yaitu 9 karunia Roh.

A. Pikiran Kristus

Roh Kudus memberi secuil dari pikiran-Nya (ini pikiran Allah) dan dimasukkan dalam pikiran kita 1Kor 2:10 sehingga tiba-tiba kita tahu seperti Allah tahu, timbul karunia:
1). Hikmat. Kita tahu harus berbuat apa dan waktu kita melakukannya, hasilnya luar biasa. Waktu Elisa menghadapi periuk maut, Roh Kudus memberi ilham untuk memberi tepung 2Raj 4:41. Ketika ia melakukannya, mujizat kesembuhan terjadi.
Paulus dalam penjara menyanyi, tetapi Petrus tidur maka lawatan Tuhan yang dahsyat terjadi (pimpinan Roh Kudus pada Paulus dan Petrus berbeda, tidak sama pada setiap orang). Hikmat Allah menghasilkan hal-hal yang luar biasa. Orang yang pakai kecerdikannya dalam hal-hal tertentu bisa berhasil, tetapi kalau di luar kemampuannya ia akan gagal bahkan celaka seperti Firaun dengan kecerdikannya mengejar Israel dalam laut, ia langsung dikubur sekali di dalamnya.
2). Marifat = pengetahuan ilahi. Petrus tahu siasat Ananias dan Safira. Herodes hanya menduga-duga Putra manusia sebagai Yohanes yang bangkit dan banyak orang punya prasangka jahat, sehingga menjatuhkan hukuman yang kejam dan salah.
3). Membedakan Roh. Petrus tahu roh jahat yang ada dalam Simon yang pura-pura bertobat Kis 8:18 bahkan dengan karunia ini kita tahu roh-roh setan yang menyerang dan macam-macam roh jahat yang bekerja di sekitar kita sebab Roh Kudus yang menyatakan hal itu kepada kita. Dengan kekuatan sendiri orang-orang akan tertipu. Juga mereka yang memakai dukun-dukun atau roh jahat juga ditipu setan (ingat kata-kata dukun Endor pada Saul, itu dusta), hanya sebagian yang betul, lebih-lebih waktu mereka menghadapi kuasa Allah dan kalah, kadang-kadang mereka mengakui.

B. Tindakan Allah

Waktu kita taat melakukan pimpinan Roh, itu seolah-olah Allah yang bertindak, sebab Roh Kudus yang memerintahkan dan kita yang melakukannya. Misalnya:
4). Iman. Ini lain dari iman yang biasa dari Firman Tuhan, tetapi tiba-tiba Roh Kudus memberi iman untuk bertindak seperti waktu Daud melawan Goliat, lalu Daud melakukannya dengan iman dari Roh Kudus, hasilnya luar biasa! Tanpa karunia Roh Kudus orang akan jadi bimbang dan ragu-ragu.
5). Kesembuhan. Ini bisa dibuat setiap orang yang dipimpin Roh tetapi hanya waktu digerakkan Roh Kudus. (Jabatan menyembuhkan, itu mengerjakan dengan rutin terus menerus 1Kor 12:28. Sekalipun jabatannya bukan menyembuhkan, kalau tiba-tiba Roh Kudus menggerakkan, lakukan saja dan orang itu akan sembuh, biasanya seketika atau dengan cara yang ajaib. (Setiap orang tetap bisa berdoa dengan iman yang Tuhan beri dari Firman Tuhan, yaitu tanda-tanda orang percaya Mrk 16:17, tetapi karunia Roh Kudus ini lebih istimewa, dipimpin Roh). Sebaliknya orang yang tidak punya iman akan takut mati kena penyakit dan tidak mendapat apa-apa Yak 1:6-7.
6). Mujizat. Kalau taat akan pimpinan Roh, timbul mujizat seperti Putra manusia Yesus berjalan di atas air, angin jadi teduh, 5 roti 2 ikan menjadi limpah mencukupi kebutuhan yang besar. Juga Paulus waktu mati dirajam, waktu karam kapal dll, mengalami mujizat. Kalau taat dipimpin Roh, mujizat Tuhan terjadi, manusia tidak bisa berbuat mujizat, kecuali mujizat palsu dengan okultisme 2Tes 2:9, ini palsu, sebab orangnya bukan tertolong, tetapi jiwanya dibinasakan oleh iblis.

C. Kata-kata dari Allah

yang diletakkan Roh Kudus dalam hati kita untuk diucapkan yaitu:
7). Nubuat ini karunia yang utama diperintahkan Firman Tuhan 1Kor 14:1-3, sebab yang paling banyak kita lakukan adalah berkata. Mintalah kata-kata Tuhan dan kalau sudah yakin, katakan apa yang diilhamkan Tuhan, maka akan ada nubuat yaitu kata-kata yang meneguhkan, menasehati dan menghibur. Kata-kata dari Tuhan itu tepat dan menjadi berkat. Belajar limpah dengan nubuatan yaitu kata-kata Allah dalam mulut kita sebanyak mungkin, jangan dengan kata-kata sendiri.
8). Bahasa lidah. Ini bahasa doa oleh Roh Kudus lewat mulut kita, yaitu doa yang sempurna Rom 8:26-27 bahkan di dalamnya ada lebih dari 30 faedah lainnya. Jangan hanya memakai bahasa manusia dalam doa, pakai sebanyak mungkin bahasa lidah 1Kor 14:13-19, maka kita akan mendapat faedah yang limpah dari doa yang dinaikkan Roh Kudus kepada Bapa untuk kita.
9). Menafsirkan bahasa lidah, karena Roh Kudus yang menyatakannya bukan interpetasi manusia dan kata-kata dari Allah ini akan menjadi berkat yang besar. Orang yang menafsirkan sendiri, mengada-ada, itu hanya kira-kira atau dusta.
1Korintus 12:7-11 Karunia Roh dan lawannya.

1.      Hikmat >< Cerdik manusiawi

2.      Marifat >< Prasangka

3.      Membedakan roh >< Tertipu

4.      Iman >< Bimbang

5.      Kesembuhan >< takut mati

6.      Mujizat >< Okultisme

7.      Nubuat >< kata-kata sendiri

8.      bahsa lidah >< bahasa manusia

9.      Mentafsirkan >< dusta

KESIMPULAN

Kalau kita hidup dipimpin Roh, maka buah dan karunia-karunia itu akan limpah dan kita mudah menjadi pemenang, bahkan lebih dari pemenang, sebab Roh Kudus yang bekerja dan berkarya dalam hidup kita.
Belajar hidup dipimpin Roh dalam segala perkara, juga dalam hal-hal yang kecil, sampai kita mahir dipimpin Roh, maka dalam menghadapi segala perkara, kita akan hidup lebih dari pemenang. Bagi Roh Kudus tidak ada hal yang sulit ataubesar, semua bisa dikerjakannya dan dengan pimpinan dan penyertaan-Nya, kita menjadi lebih dari pemenang.

Nyanyian

Yesus pemenang, sayapun menang