M3457 – Ibrani 5:12-14 Bagan Pertumbuhan Rohani Lengkap (7 Ags 2011)

Ibrani 5:12-14 (KJI)

12. Sebab dari segi waktu, kamu sudah pantas menjadi guru, tetapi kamu masih memerlukan seorang untuk mengajar kamu lagi tentang pokok-pokok pertama firman Allah, dan kamu telah menjadi seperti yang membutuhkan susu, bukan makanan padat.
13. Sebab setiap orang yang masih memerlukan susu, ia itu bayi, ia tidak faham akan firman kebenaran.
14. Tetapi makanan padat itu untuk orang yang dewasa, yaitu orang yang oleh karena terlatih menggunakan pengertiannya, dapat membedakan baik dan jahat.
Kalau dilihat lamanya ikut Tuhan sudah patut menjadi guru, tetapi ternyata tidak tumbuh, masih kanak-kanak rohani, tidak mengerti pokok-pokok dasar atau yang pertama dari Firman Tuhan, seperti bayi hanya bisa minum susu, belum bisa membedakan yang baik dan jahat, sehingga tindakannya ngawur terus. Firman Tuhan keras sedikit sudah sakit hati dan lari. Berani melakukan hal-hal yang jahat dan bahkan tidak sadar akibatnya, sebab kanak-kanak, tidak tumbuh.

Pasal 1: TIGA TAHAP PERTUMBUHAN IMAN

Kemah Suci adalah bayangan dari kerajaan Surga yang dilihat Musa di atas gunung. Boleh dikatakan Kemah Suci itu merupakan: gambaran skematis dari kerajaan Surga Ibr 8:5.
Skema ini bisa menjadi ukuran bagi pertumbuhan rohani kita. Jangan sampai kita tidak tumbuh, sebab orang yang tidak tumbuh itu selalu ada sebabnya, ada penyakitnya, kalau tidak disembuhkan bisa mati rohaninya.
Tingkatan-tingkatan rohani dalam garis besarnya:
Gb 4 daerah KS

  1. Luar Halaman ini gambaran orang berdosa.
  2. Halaman = tingkatan orang benar, sebab sudah diampuni dan dilepaskan dari dosa.
  3. Ruangan Suci = tingkatan orang suci. Kita menjadi anak-anak Allah yang maha suci.
  4. Ruangan Maha Suci = tingkatan orang sempurna seperti Kristus.

(Ada pembagian lain yang melengkapi, yaitu: Halaman = anak Allah, Ruangan Suci = Putra Allah, Ruangan Maha Suci = Putra sulung).
Kita ada di tingkat mana? Setiap tingkat ini masih dibagi lagi dalam tingkat-tingkat yang lebih halus.

Pasal 2: MENJADI ORANG BENAR (HALAMAN)

Orang yang mulai percaya (Pintu Gerbang) harus langsung bertobat, membereskan semua dosanya seperti Zakheus (jangan tinggal dalam dosa) dan meninggalkan semua hidup lama, dimatikan (Mezbah Korban Bakaran) lalu dikubur dalam baptisan air (Kolam) dan bangkit dalam suatu hidup yang baru seperti Kristus lalu masuk Ruangan Suci lewat Pintu Kemah yaitu baptisan Roh Kudus. Semua ini adalah lahir baru Yoh 3:3,5 (Pintu Gerbang – Pintu Kemah) dan seharusnya ini terjadi dengan cepat, langsung atau hanya satu atau dua hari saja.


Kadang-kadang ada yang lambat dibaptis dengan Roh, jangan berkecil hati, tekunlah memintanya, sebab ini karunia, pemberian, bukan pangkat atau suatu tingkatan yang tinggi, tetapi Roh Kudus itu Allah yang menjadi Penolong kita Kis 2:38, seperti tongkat untuk orang yang lemah Flp 4:13 (orang yang sehat, kuat tidak membutuhkan tongkat). Jadi sesudah percaya hendaklah langsung masuk Ruangan Suci, berjalan dalam Roh dan jangan ingkar atau undur lagi, enak atau tidak, tetap setia sampai mati Mat 24:13. Harus beres dari dosa, tetap hidup benar, supaya sewaktu-waktu mati, masuk Surga.

Pasal 3: MATI LEPAS DARI DOSA (LUAR HALAMAN – HALAMAN)

Roma 6:2 Sekali-kali tidak! Bagaimanakah kita yang sudah mati lepas dari dosa dapat hidup lagi di dalamnya? (KJI)
Ini adalah proses pertobatan atau lahir baru dari orang yang percaya pada Tuhan Yesus. Waktu kita percaya Tuhan Yesus kita mengalami:

  1. 1. Dipindahkan dari kerajaan gelap (di sini berlaku hukum dosa dan maut) masuk dalam kerajaan Putra Allah Kol 1:13 (di sini hukum dosa dan maut tidak lagi berlaku, diganti hukum Roh yang memberi hidup, yang harus kita mengerti dan terima dengan iman).
    Gambar Kolose 1:13 (Roma 8:2 hukum dosa, maut, dan roh)

    Orang yang sudah lahir baru itu bebas dari hukum dosa dan maut, sebab itu kalau setiap kali ada pencobaan atau godaan, tidak lagi selalu berdosa atau otomatis berdosa seperti dahulu (karena dahulu dikuasai hukum dosa dan maut) tetapi sekarang kita bebas, bisa memilih antara berbuat dosa atautetap hidup suci. Kita harus menurut kehendak Allah, sebab itu kita harus memilih untuk taat akan Firman Tuhan, tetapi daging menarik kita untuk berdosa.
    Karena kita masih hidup dalam tubuh daging, setiap kali kita mau memilih yang baik, daging protes dan melawan, sebab itu setiap kali daging harus disangkali, dimatikan supaya kita bisa memilih dan mentaati Firman Tuhan. Kita yang menentukan, yaitu dengan memilih untuk menurut Roh (hidup suci) atau menurut daging (berbuat dosa).
    Karena kita masih hidup dalam daging, maka seumur hidup kita harus pikul salib, menyangkali atau mematikan daging supaya bisa terus hidup dalam kesucian (Roma 6:6 meng-katargeokan, membuat daging tidak berdaya, dinolkan, sehingga kita bisa taat dan hidup suci).
  2. 2. Kita berubah menjadi anak-anak Allah, sejenis dengan Allah yang maha suci. Telur ayam pasti menjadi ayam, sebab anak + induknya itu sejenis, tidak mungkin menjadi cicak atau ular.
    Gambar: tumbuh – ayam, telur -> ular
    Anak itu sejenis dengan bapaknya. Kalau Bapa kita suci, kita juga bisa hidup suci. Pasti bisa, sebab kita sudah berubah menjadi sejenis dengan Allah Bapa. Suci itu sifat Allah. Roh Kudus masuk di dalam kita sehingga kita bisa mengatakan Allah di Surga itu sebagai Abba atau Bapa kita Gal 4:6 dan sifat Allah juga akan ada dalam kita.
  3. 3. Semua ini kita terima dengan iman. Menerima dengan iman, berarti percaya bahwa kita sudah menerimanya sekalipun kita belum menerimanya. Sesudah kita percaya, dibersihkan dari dosa-dosa (pengampunan) dan dilepaskan dari segala ikatan dosa, kita berkata bahwa kitalah anak-anak Allah. Tuhan sudah memberi kita hak anak angkat, yaitu menjadi putra-putra Allah yang suci, sama dengan Allah.

Pasal 4: MENJADI PUTRA-PUTRA ALLAH YANG SUCI (HALAMAN KE RUANGAN SUCI)

Halaman adalah tempat transit, harus segera dilewati dan tumbuh terus dalam Ruangan Suci (tumbuh secara rohani itu adalah dari bayi sampai menjadi dewasa rohani sampai masuk pernikahan). Tetaplah hidup dalam kesucian (= dalam Ruangan Suci) seperti Yohanes 15:5 sehingga rohani tetap sehat dan tumbuh dan berbuah-buah serta penuh sejahtera dan sukacita ilahi.
Keluar kembali ke Halaman berarti jatuh dalam dosa; Kalau orang berdosa mau disucikan, memang tempatnya di Mezbah Korban Bakaran yang di Halaman. Mereka harus pergi ke Mezbah untuk membesarkan dosa-dosanya. Kadang-kadang (bahkan sering, banyak orang yang tidak mau kembali ke Rungan Suci), yaitu kembali hidup dalam kesucian), tetapi tetap tinggal di Halaman itu berarti terus jatuh bangun dalam dosa. Kalau sadar, atau kalau kebaktian / pelayanan minta ampun dosa lagi, tetapi kemudian kembali dalam dosa, kembali membenci, kembali berzina, kembali bohong, kembali iri, sombong, tamak dsb.
Sebab itu orang yang terus tinggal di Halaman (sengaja atau tidak sengaja) itulah orang yang tinggal dalam dosa, tidak bertobat + seperti babi dan anjing, yang sesudah disucikan kembali berdosa 2Pet 2:22. Orang-orang ini akan macet pertumbuhannya. Jadi Halaman itu bisa berarti dua hal yaitu:
1). Tempat transit dan
2). Tempat orang-orang yang merosot, jatuh dalam dosa, tempat orang yang tidak tumbuh, terus jatuh bangun dalam dosa, sebab sesudah disucikan, tidak mau kembali masuk Ruangan suci. Ruangan Suci = bisa hidup dalam kesucian, sebab dipimpin Roh sehingga terus tumbuh dalam kesucian. Ini dimungkinkan sesudah lahir baru dengan:
I. Setiap hari dikuatkan oleh Firman Tuhan, doa, ibadah, persekutuan dan pelayanan.
Kisah Rasul 2:42 Dan mereka bertekun di dalam ajaran rasul-rasul, dan di dalam persekutuan dan di dalam memecahkan roti dan di dalam doa. (KJI)
Ini dibutuhkan setiap hari oleh roh kita seperti tubuh butuh makan minum, bernafas, tidur, bergerak setiap hari. Kalau kebutuhan rohani setiap hari dipenuhi dan mau tetap hidup suci,pasti bisa hidup suci dalam Roh, hidup akan sukacita dan puas dalam Kristus.
II. Kesucian harus dipertahankan, bahkan tumbuh terus seperti orang yang naik gunung kesucian Maz 48:2.
Cara2 tetap hidup dalam kesucian:
1. Menjaga kesucian pikiran ini permulaannya, sebab itu harus dijaga supaya jangan sampai timbul dosa dalam pikirannya.
Setiap kali timbul pikiran atau akan timbul keinginan dosa, langsung ditolak,dimatikan (harus mau menyangkal diri Luk 9:23) disucikan (lakukan dengan tegas, dengan iman) Gal 5:24 sehingga kita tetap suci.
Kalau mau, pasti bisa, itu mudah (seperti mencabut kecambah.
Kalau tidak, maka dosa akan tumbuh menjadi besar, apalagi kalau sudah menjadi perbuatan dosa, membuangnya itu jauh lebih sulit Yak 1:15.
Kalau kita menghadapi ular masih dalam bentuk telur itu mudah sekali dibandingkan dengan menghadapi telur2 yang sudah menetas menjadi ular, apalagi ular2 dewasa, bedanya banyak sekali.
Sekalipun menghadapi ular cobra tetapi masih dalam bentuk telur itu mudah, kita bisa menghancurkan telur2 ular itu jauh lebih mudah daripada membunuh ular yang sudah tumbuh besar Mat 23:33.
Pikiran atau keinginan dosa itu sudah dosa dan kalau itu dibiarkan, itu berarti memberi tempat bagi setan untuk masuk Ef 4:27. Ajakan dosa itu belum dosa, tetapi kalau kita mau, setuju, lalu ingin, itu menjadi dosa. Misalnya waktu kita dijahati orang, lalu timbul pikiran bahwa orang itu patut dibenci, itu belum dosa, tetapi kalau kita setuju dan (mau) membencinya itu dosa. Kalau seorang melihat orang yang cantik atau gagah timbul pikiran, orang itu wah, itu belum dosa, tetapi kalau kita ingin kepadanya, apalagi seperti kepada isteri atau suami kita, itu menjadi dosa Mat 5:28. Orang dunia, kalau digoda dan timbul pikiran wah, langsung, otomatis berdosa (sebab ditarik daging, dikuasai hukum dosa dan maut). Tetapi orang yang sudah lahir baru, tidak otomatis berdosa, tetapi bisa memilih, mau menolak pikiran dosa itu atau menyetujuinya dan menerima. Ini bedanya orang baru, dengan keputusan tegas, kita bisa menolak, juga Roh Kudus selalu siap menolong kita, apalagi kalau kebutuhan rohani setiap hari kita penuhi (pasal 4, Rom I) maka akan selalu kuat, penuh sukacita dan puas dalam Tuhan, kita akan kuat dan tidak sulit untuk menolak dan membuang pikiran jahat.
Jangan biarkan burung (jahat) yang terbang di atas kepala untuk hinggap di atas kepala kita, usir!
2. Mengenali mana yang dosa.
Yun 4:11, Ibr 5:12-14
Dosa2 besar semua orang tahu. Tetapi definisi dosa menurut dunia dan Tuhan itu seringkali berbeda. Definisi dunia bisa berubah. Dahulu homo itu menjijikkan bagi Tuhan tetap sama tetapi dunia berubah, menurut hak azasinya sekarang pernikahan homo itu dianggap setara dengan pernikahan biasa, keji sekali. Sebab itu kita harus mengerti definisi dan rincian dosa dari Tuhan. Supaya tahu dengan betul dan lengkap kita harus belajar dari Firman Tuhan, sebab sekalipun dosa kecil atau remeh, bisa tumbuh menjadi dosa besar seperti benci menjadi pembunuhan, zina dalam pikiran bisa jadi persundalan yang keji, juga rasa tersinggung bisa menjadi kejemawaan yang besar 1Yoh 2:16. Juga semua dosa2 lain harus dibersihkan pasti bisa asal mau salib dan dengan iman serta kekuatan dari Tuhan (lihat pasal 4, I). Misalnya iri, malas, dusta, khianat, tidak tekun dsb.
3. Jangan minum anggur lama yaitu kesukaan dosa dan duniawi, nanti tidak lagi suka kesukaan dari Tuhan, dan terikat dalam dosa2 dunia.
Luk 5:39
Tidak seorangpun yang minum anggur lama, dengan segeranya menginginkan yang baru, sebab ia berkata: Yang lama lebih baik. (KJI)
Bahkan makin lama akan menjadi mabuk dan keracunan kesukaan dosa ini. Sekalipun sudah penuh Roh Kudus, banyak mengerti, kalau coba2 anggur lama, bisa mabuk dan hidup menjadi sia2 seperti Salomo,seperti Nuh, bahkan seperti Lot yang akhirnya binasa.
4. Lari dari yang jahat.
Ams 22:3
Kalau sudah tahu itu bisa menimbulkan dosa, orang yang bijak melarikan diri daripada perkara2 itu (ini bukan penakut tetapi orang bijak), sehingga tidak kena; Sebaliknya, kalau sudah tahu, tetapi tetap dijalani terus saja, itu orang bodoh atau ingin berdosa, tidak mau pikul salib, pasti kena dan jatuh dalam dosa seperti Hawa.
Kalau tahu, tulus dan mau hidup suci, tidak sulit untuk meninggalkannya; Misalnya pergaulan yang jahat dan keji, pornografi, cerita2 dan game yang keras, sadis, jahat, macam budaya entertainment Sodom Gomora,tempat2 yang gawat dll. Kalau sudah tahu dosa lalu dilazatkan (di-terus2kan) hawa nafsu akan menjadi kuat, pasti jatuh.
Rom 13:13-14
Marilah kita berjalan dengan sepatutnya, seperti yang patut pada waktu siang, bukan dalam pesta pora dan mabuk, bukan dalam persundalan dan hawa nafsu, bukan dalam perkelahian dan iri hati.
14. Tetapi hendaklah kamu mengenakan Tuhan Yesus Kristus, dan jangan melezatkan daging, sehingga menguatkan nafsunya. (KJI)
Orang yang ingin jatuh, ingin berbuat dosa biarpun sudah tahu itu dosa tidak mau berhenti, pasti akan jatuh dalam perbuatan2 dosa dan terikat, sebab sudah ada keinginan2 dosa dalam hati, sehingga ngotot.
5. Tertipu iblis. Seperti Hawa, sudah tahu itu salah, toh masih kena tipu oleh iblis. Mengapa? Iblis selalu punya alasan yang baik dan masuk akal untuk berbuat dosa, sehingga Hawa terpengaruh dan setuju, sebab itu ia jatuh dalam dosa.Kita perlu tekun berdoa dan belajar Firman Tuhan supaya mengerti kebenaran Allah sehingga tidak mudah kena tipu daya iblis. 2Kor 2:11. Juga kita perlu saling menasehati supaya jangan dikelabui oleh macam2 siasat iblis yang licin tetapi mematikan. (Salah satu tandan persekutuan tubuh Kristus yang betul itu ditandai dengan saling menasehati dengan bebas Pil 2:1). Selain itu biasanya Roh Kudus juga mengingatkan, kalau kita menghadapi hal2 yang berbahaya, seringkali  timbul kegelisahan, sebab itu ber-tanya2 dengan intensif pada Tuhan, kalau itu betul hal2 yang jahat, segeralah lari daripadanya.
6. Plin plan atau ragu2. Kita harus mempunyai keputusan yang tegas.
Luk 12:57
Apakah sebabnya kamu tidak dapat memutuskan apa yang benar dari hal dirimu sendiri? (KJI)
keputusan yang sungguh (tegas!)
Jangan hati bercabang, jangan mendua, tetapi dengan tegas memilih kesucian, lari dari dosa, pasti Sang Penolong akan menolong kita sehingga tidak sampai berdosa. Orang yang plin plan biasanya jatuh dalam dosa. Tingkat rohani kita itu bisa naik turun, apalagi kalau kita lalai memelihara rohani kita (pasal 4,I), rohani bisa tahu (sebetulnya meskipun demikian, tetap jangan berdosa!).
7. Kelemahan. Tetapi kalau kita menuruti daging, ingin, akan menjadi lemah. Jangan ingin, matikan kehendak daging dan kuatkan hati kita terus supaya jangan sampai jatuh dalam dosa. Kebutuhan rohani setiap hari harus dicukupi, yaitu doa, Firman Tuhan, persekutuan, ibadah, pelayanan, pikul salib, saling me-nasehati dan dalam hal2 yang gawat, lakukan bersama, biasanya hasilnya lebih baik, jangan pergi sendiri apalagi kalau terpaksa harus pergi, bawa isteri atau teman rohani.
8. Dan lain-lain. Seringkali sebab2 kejatuhan itu campuran banyak faktor, hati2!
Orang yang mau hidup suci, biasanya Sang Penolong akan berbisik dalam hatinya, ia akan bisa merasakannya, mendapat pimpinan Roh dan dikuatkan, diingatkan dengan Firman Tuhan sehingga tidak sampai berdosa Maz 119:11.
Pasal 5. BERJALAN DALAM ROH.
Bagaimana caranya berjalan dalam Roh?
Caranya jangan simpan dosa, banyak berdoa dalam Roh (1Tes 5:17, sebentar2 atau sering berdoa dalam Roh), maka kita bisa terus merusak penyertaanNya (ada sejahtera dalam hati Pil 4:7).
Demikianlah kita berjalan dalam Roh, dipimpin Roh. Orang yang berjalan dalam Roh akan selalu diingatkan (sehingga tidak mudah tertipu)dan dikuatkan sehingga menjadi lebih kuat Kis 1:8, Zak 4:6 dan hati terus ada sejahtera dan sukacita, kuat melakukan kehendak Tuhan dalam setiap pilihan atau perkara Mat 7:21, 1Kor 6:19-20. Biasanya Roh Kudus juga menyertai dengan buah dan karunia Roh serta kuasaNya. Kita perlu mengerti tentang hal ini dan mintalah, ini perlengkapan yang luar biasa. Dengan demikian kita bisa tetap tinggal dalam kesucian dan terus tumbuh sampai akhirnya menjadi seperti Kristus.
Pasal 6. TINGGAL DALAM RENCANA ALLAH.
Allah mempunyai rencana yang indah untuk setiap orang yang menjadi anak2 Allah, baik untuk di dunia dan itu berlangsung terus sampai kekalbahkan jauh lebih indah di Surga.
Untuk bisa mendapat dan mengalami rencana Allah kita harus terus berada di jalan Allah, di dalam rilnya, yaitu:
a. Hidup dalam kesucian.
b. Melakukan kehendak Allah, maka kita akan mengalami pertumbuhan yang pesat serta masuk dalam stasiun2 rencana Allah yang indah.
1Kor 2:9
Tetapi seperti yang tertulis: Apa yang tidak dilihat oleh mata, apa yang tidak didengar oleh telinga dan apa yang tidak timbul dalam hati manusia telah disediakan Allah untuk mereka yang mengasihiNya. (KJI)
Segala fasilitas yang kita butuhkan juga sudah termasuk disini, sebab kalau tujuan kita betul (kerajaan Surga) dan kita terus ke Sana, maka Tuhan juga akan memberi semua fasilitas yang kita butuhkan dengan cukup, bahkan Tuhan bisa memberi dengan limpah, tergantung dari apakah kita bisa menerima dan memakainya dengan baik atau tidak.
Tetap dalam kesucian supaya kita bisa mengalami rencana Allah yang indah2. Dalam segala problem jangan bereaksi dosa, baik di rumah, di sekolah, di pekerjaan, Gereja, masyarakat dan dimana saja. Sebab berdosa berarti keluar dari ril Tuhan sehingga rencana Allah bisa merosot sampai batal.
Orang yang berkeras hati dalam dosa itu seperti kayu yang terus terbakar dalam api. Lebih cepat ia dikeluarkan, lebih sedikit bagian yang terbakar jadi arang, lebih banyak sisanya yang baik, sehingga masih bisa dipakai untuk membuat barang2 yang berguna.
Kayu yang utuh 4 meter bisa dipakai untuk macam2 perabotan yang utama seperti bangunan, untuk membuat kapal, mebel yang besar2 dll. Kalau kayu itu terbakar dan kemudian bisa diselamatkan dan tinggal 2 meter yang bisa dipakai, pasti dalam perencanaan tukang kayu, penggunaannya akan lebih sedikit dan merosot.
Apabila beberapa ukuran kayu. Kalau sisa 1 meter yang bisa dipakai, pasti dalam rencana tukang kayu itu penggunannya sangat terbatas, apalagi kalau tinggal 15 cm, hanya bisa untuk ganjal atau kayu bakar. Selalu ber-tanya2 akan Tuhan supaya kita setiap kali tahu yang mana kehendak Allah Ef 5:17 dan melakukannya setiap saat, dalam segala segi hidup kita, baik dalamrumah tangga, dalam ibadah, pelayanan, sekolah, pekerjaan, pergaulan, belanja, rekreasi dll. Kita harus tahu kehendak Tuhan dalam setiap tindakan kita dan taat, maka kita akan maju (bertumbuh) dalam ril Tuhan dan dengan demikian bisa mengalami rencana2 Allah yang indah dalam hidup kita.
Jangan berdosa, itu merusakkan rencana Allah dalam hidup kita. Kalau mau bertobat sungguh2 (tidak berdosa lagi) memang bisa minta ampun dan minta pemulihan, tetapi belum tentu bisa dipulihkan penuh dan rencana Allah dalam hidup kita akan merosot dan itu sangat merugikan dan pahit, misalnya Yusuf dan saudara2nya, Tuhan tidak membedakannya, mereka mendapat nasib dan rencana Allah yang kurang lebih sama. Tetapi hasilnya sangat berbeda sebab Yusuf hidup dalam kesucian (maka nasibnya gilang gemilang dan dijamin Allah), tetapi saudara2nya hidup dari gembala dosa, sehingga nasibnya pahit dan sangat jelek, lain nasibnya Yusuf. Bahkan segala rencana Allah baginya bisa rusak dan jiwanya binasa seperti Yudas yang cinta uang, Amnon yang melakukan perzinaan dan Saul yang sombong.
@KOTAK = Pasal 7. KESEMPURNAAN (RUANGAN MAHA SUCI).
Tujuannya kita percaya kepada Tuhan Yesus adalah:
1). Selamat pindah dari Neraka ke Surga dan
2). Tumbuh dalam kemuliaan Surgawi setinggi mungkin, dan ini hasilnya untuk kekal. Pertumbuhan ini hanya terjadi di dunia, bukan di Surga. Hidup di dunia ini suatu kesempatan emas untuk selamat dan tumbuh dalam kemuliaan Allah setinggi mungkin, yaitu menjadi seperti Kristus 1Kor 11:1.
Orang yang tahu tujuannya tidak akan ber- belok2 dan lebih efisien mencapai tujuannya. Sampai di mana pertumbuhan rohani kita di dunia, itu menjadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal di Surga (bukan untuk beberapa ratus tahun saja) dan ini yang sangat indah dan senang. Luk 19:17. Jangan me-nyia2kan kesempatan yang mulia ini, jangan tukar dengan kesukaan dosa dan hal2 fana yang hanya sebentar!
Pasal 8. PATOKAN UNTUK PERTUMBUHAN YANG BETUL, yaitu:
untuk akhirnya menjadi seperti Kristus adalah:
Sifat2 yang seperti Kristus dan ber-buah2 lebat yaitu jiwa2.
1. Sifat2nya seperti Kristus dalam kesucian. Sifat yang baru di dalam kesucian, kalau penuh, lengkap akan menjadi seperti Kristus.  Tabiat lama adalah tabiat dosa, itu harus dibuang sama sekali dan orang yang percaya (lahir baru) asal mau pasti sanggup. (Ingat, Tuhan menjadikan kita putra2 Allah, sejenis dengan Allah Yoh 1:12). Selama kita berjalan dalam Roh, semua tabiat lama bisa lenyap 2Kor 5:17, bahkan buah Roh juga muncul ber-sama2 semua tabiat baru seperti Kristus (yaitu semua sikap, sifat, perbuatan yang sama, seperti yang tertulis dalam Alkitab). Firman itu Tuhan Yesus Yoh 1:1. Sebab itu kalau hidup kita dicocokkan dengan Firman, itulah hidup seperti Tuhan Yesus Kristus.
Tabiat baru itu dasarnya adalah kesucian dan kesimpulannya adalah kasih. Kalau kita mencocokkan hidup kita dengan Firman Tuhan, hasilnya adalah kasih ilahi 1Yoh 2:5, 1Tim 1:5. Dalam kasih ada segala buah Roh Gal 5:22-23 dan semua sifat2 baru 1Kor 13, termasuk dalam ayat terakhir (13) juga harap dan iman. Cocokkan diri kita dengan ayat2 Firman Tuhan dan contoh2 tabiat baru dari riwayat orang2 yang diperkenan Allah dalam Alkitab.
Dunia tidak peduli tabiat, asal kaya, pintar, berkedudukan, itu yang lebih dihargai, tetapi Tuhan sebaliknya sekalipun orang kecil (seperti Daud gembala domba, Yusuf, Maria dll), tetapi kalau sifatnya seperti Kristus itu yang berharga. (memang biasanya orang seperti ini bisa dipercayai hal2 besar, akhirnya menjadi besar tetapi yang penting adalah tabiatnya seperti Kristus). Sampai dimana kita seperti Kristus, itu menjadi ukuran tingkat kemuliaan kita di Surga untuk kekal.
2. Ber-buah2 lebat, yaitu jiwa2.
Ukuran dari buah2 yang kita persembahkan bagi Tuhan adalah jiwa2, langsung atau tidak langsung, sebab ini satu2nya yang dicari oleh Tuhan Yoh 15:8.
Apa saja yang bisa kita buat untuk Dia lahir batin Mat 6:20, Mrk 12:44. Tidak lepas dari jiwa2, semua ada hubungannya dengan jiwa2 langsung atau tidak langsung, yaitu jiwa2 yang termasuk 3 Angka kedatangan Tuhan.
Misalnya kalau kita berhubungan dengan orang jahat, kita berdoa bukan saja supaya kita terlepas dari kejahatan dan siasatnya tetapi juga supaya dia bertobat dan diselamatkan (ini angka 1 dan 2) atau kalau kita melihat seorang saudara yang menjengkelkan dan tidak menyenangkan karena tabiat dan perbuatannya yang menyakiti dan merugikan kita, kita mengampuninya tetapi kita juga mendoakannya supaya dia bertobat, berubah dan tumbuh makin seperti Kristus. Inilah jiwa2 (golongan angka ke-3) yang kita persembahkan kepada Tuhan. Jangan hanya berhenti pada kesan “orang yang menjengkelkan, tidak menyenangkan” tetapi teruskan dengan pengampunan dan doakan supaya orang itu bisa berubah dan tumbuh imannya, makin seperti Kristus. Tentu kita juga harus cerdik seperti Mat 10:16, supaya jangan sampai kena tipu, tidak sampai kena makan, dirugikan dll, tetapi jangan lupa mengampuni dan mendoakan untuk perubahan dan pertumbuhannya. Memang ini sakit bagi daging, tetapi sengsara karena Kristus, untuk menjadi berkat bagi jiwa2 itu akan berubah menjadi kemuliaan yang kekal Rom 8:17, 1Pet 4:14.
Seringkali kalau kita bertemu orang2 yang menjengkelkan dan menyakiti hati ini, daging mendorong kita untuk menghindar dan menjauh daripadanya supaya lebih tenang dan tidak tumbuh problem2 yang tidak enak. Tetapi hati Tuhan yang penuh cinta itu tetap mengharapkan anak2 terhilang ini kembali bertobat dan diselamatkan dan umat Tuhan yang salah jalan ini kembali ke jalan yang betul dan tumbuh menjadi indah. Kalau kita lari dari mereka itu lebih tenang dan tidak ada salib, tetapi seringkali Roh Kudus memimpin kita untuk menghadapi, melayaninya, mengampuni dan mendoakan supaya mereka berubah, bahkan kalau ada kesempatan, melayani mereka (dengan resiko) supaya mereka sadar, berubah dan tumbuh kembali menjadi orang2 yang berkenan kepada Tuhan. Memang sakit untuk daging, tetapi inilah jiwa2 (golongan angka ke-3) yang bisa kita persembahkan pada Tuhan. Sebagian dari mereka ada yang sadar, bertobat, berubah dan tumbuh kembali. Sebagian tetap keras hati, tetapi kita sudah dipakai Tuhan dan tetap di-ingat2 Tuhan.
Semua yang lain yang kita persembahkan bagi Tuhan itu harus selalu bersangkutan dengan jiwa2, sebab itu tujuan yang betul, yaitu untuk mempersembahkan jiwa2 bagi Tuhan dan Tuhan akan berkenan serta memberkati kita sehingga makin lebat berbuah juga dengan segala fasilitas yang diperlukan untuk ber-buah2.
Jangan terlepas dari tujuan berbuah jiwa2, itu nanti menjadi sia2, misalnya:
1. Untuk nama, kehormatan sendiri.
2. Untuk dapat berkat yang lebih besar dari Tuhan.
3. Untuk menyenangkan hati pemimpin atau orang2 lain.
4. Untuk menutup sesuatu maksud tersembunyi atau kesalahan.
5. Untuk suatu siasat.
6. Dan lain-lain.
Semua ini tidak berhubungan de-ngan jiwa2 bagi Tuhan dan sia2. Jangan mempersembahkan tenaga, uang, waktu, suara, bakat dll bukan untuk memenangkan jiwa2 (langsung atau tidak langsung) itu menjadi sia2. Semua kita persembahkan untuk Tuhan supaya lebih banyak jiwa2 diinjili, dimenangkan dan ditumbuhkan.
Jadi dalam pertumbuhan sifat2 kita harus makin berubah seperti Kristus (ini menjadi tingkat kemuliaan kita di Surga) dan dalam ber-buah2, biarlah makin banyak jiwa2 yang kita persembahkan bagi Tuhan, baik angka 1,2, atau 3, langsung atau tidak langsung dan ini akan menjadi pahala dan mahkota kita untuk kekal di Surga, misalnya Pil 4:1, 1Kor 2:9.
Persembahan jiwa2 angka ke-3 lebih sulit di-hitung, tetapi semua orang disekitar kita (keluarga, Gereja, pekerjaan dll) yang bisa kita layani dan doakan sehingga bisatumbuh karena kita, itulah jiwa2 yang kita persembahkan kepada Tuhan yang tergolongangka ke-3 sehingga mereka memuliakan Allah karena kita.
Gal 1:24
Dan mereka memuliakan Allah yang di dalam saya. (KJI)
Sebaliknya orang2 beriman yang hidup dalam dosa, apalagi menghojat Allah karena orang2 yang hidup dalam dosa ini.
Rom 2:24
Karena nama Allah dihujat di antara bangsa kafir oleh sebab engkau, seperti yang sudah tertulis. (KJI)
Ada juga yang menfitnah kita, itu juga menjadi pahala kita, sebab kita mengampuni dan berdoa bagi orang itu dan kalau bisa minta pimpinan Roh untuk melayani orang itu meng-agung2kan orang2 lain, menjadi batu sontohan, maka mereka akan untuk mengusahakan pe-rubahan dan pertumbuhannya sambil tetap ber-jaga2 jangan sampai dicelakakan oleh penfitnah2 ini Mat 10:16).
KESIMPULAN
Tujaun kita percaya pada Tuhan untuk:
1. Selamat dan tidak ingkar lagi. Enak atau tidak, dalam hal apapun, kita tetap milik Kristus, sampai mati. Mat 24:13.
2. Tumbuh sampai sempurna seperti Kristus.
a). Sudah berapa lama kita mengiring Tuhan?.
b). Sampai di mana pertumbuhan rohani kita, di Halaman atau Ruangan Suci (biasanya sekarang belum ada yang sempurna).
c). Bandingkan setiap tahun, ada kemajuan? dalam tabiat dan jumlah buah jiwa2 yang kita persembahkan untuk Tuhan. Baik angka 1,2, atau ke-3? Berapa jiwa yang kita menangkan dan layani sampai tumbuh?
d). Bandingkan dalam setiap peristiwa yang hampir sama, bagaimana kesabaran, pengampunan, kasih, kesetiaan dll dan buah2 kita, apakah ada peningkatan?
Apa saja yang kita lakukan hendaklah sesuai Firman Tuhan, karena Tuhan, dan itu tidak akan sia2 asal tulus dan pasti dicatat Tuhan dan ada pahalanya. Makin kita tumbuh, makin kita bisa menerangi dan menggarami sekitar kita, kita makin menjadi berkat.
Nyanyian:
Beri aku kuasa untuk menangkan jiwa
guna k’rajaan Surga
jiwaku bawa s’bagai persembahan
guna Bapa di Surga