M3391 – Yohanes 4:28-30, 39-42 Kesaksian Cara Perempuan Samaria

YOHANES 4:28 MENINGGALKAN BUYUNGNYA DAN BERSAKSI, TERBEBAN

Perempuan Samaria ini orang berdosa yang baru bertobat, belum satu hari sudah bisa memenangkan banyak jiwa, bahkan seluruh kota Samaria.
Seorang tidak harus sudah punya gelar theologia atau sekolah Alkitab baru bersaksi (Sekolah Alkitab dengan tulus itu indah, tetapi ini bukan syarat untuk boleh / bisa bersaksi). Langsung bersaksi itu Alkitabiah, dikehendaki Tuhan; ini melakukan kehendak Allah Mat 7:21. (Dalam dunia “langsung bersaksi” itu seperti “alamiah”, tidak direkayasa, murni, tidak dibuat-buat. Dalam dunia rohani, ini Alkitabiah, murni, tidak dibuat-buat dan ini betul, dikehendaki Tuhan).
Jangan takut, lakukanlah seperti perempuan Samaria ini, ini resep untuk berhasil. Sebab itu jangan ragu-ragu, setiap orang bisa bersaksi dan memenangkan jiwa dan dengan Tuhan buahnya kekal Yoh 15:16.
Buyungnya ditinggal! Ia datang ke sumur Yakub, justru membawa buyung untuk mengambil air. Itu tujuan utamanya. Sekarang buyungnya ditinggal dan pergi bersaksi ke kotanya (jadi sumur Yakub ini di luar kota). Mengapa tujuan utamanya ditinggal? (Dalam Markus 10:50 Bartimeus juga meninggalkan selimutnya datang kepada Yesus. Bagi orang buta meninggalkan selimutnya itu bisa berarti malapetaka, sebab kalau hilang selimutnya, ia kedinginan dan tidak bisa beli lagi).
Tiba-tiba perempuan ini sangat bergairah untuk bersaksi. Baginya bersaksi itu punya arti lebih besar dari buyung atau kehidupannya. Ia tidak peduli akan buyungnya dan pergi bersaksi. Ini berarti ia mau terbeban untuk bersaksi, tidak mau dihalang-halangi oleh buyung atau penghidupannya. Banyak orang tidak bisa bersaksi, tidak bisa bersinar sebab pelitanya ditutup gantang = penghidupan atau nafkahnya Mrk 4:21. Sebab sibuk dengan mencari nafkah atau takut kalau karena bersaksi nafkahnya berkurang, lalu mereka tidak berani bersaksi. Tetapi perempuan ini tidak kuatir akan buyung atau nafkahnya, juga tidak malu tampil di muka umum, padahal sebelumnya ia justru pergi sendirian ke sumur Yakub waktu sepi-sepi, sebab malu dan takut akan istri-istri dari laki-laki yang diserobotnya. Juga terhadap perempuan-perempuan lain. Tetapi sekarang ia sudah bertobat dan sebab terbeban ia tidak mempedulikan semuanya, ia bergegas kembali masuk ke kota untuk bersaksi. Ia mengutamakan hal ini lebih dari semua, sebab ia terbeban untuk memberitakan Juru selamat. Dengan segenap hati dan dengan tulus ia bersaksi pada semua orang Samaria, isi negerinya. Mengapa ia terbeban? Sebab ia sudah bertemu sendiri dengan Kristus, Sang Juru selamat (ayat 25,26,42), ia yakin dan ia sudah dimerdekakan dari semua dosa-dosanya dan jiwanya bebas Yoh 8:11.  Hatinya bersyukur dan bersukacita, sebab itu ia mau bersaksi, supaya orang lain juga dibebaskan, dimerdekakan seperti dia, sebab itu ia mau terbeban.
Orang yang terbeban itu mau korban waktu, korban hati, korban perasaan, memberi dirinya habis-habisan. Pasti ini tidak sia-sia. Pasti Tuhan menyertai kesaksiannya sehingga ia berhasil. Juga Tuhan pasti akan memimpinnya untuk juga mengatur nafkahnya, sebab ia tidak full time ikut Tuhan Yesus. Mungkin ia libur 3-4 hari ikut Tuhan Yesus dalam KKRdi Samaria, baru sesudah itu ia bekerja kembali dan pasti terus bersaksi, melepaskan orang lain dari dosa. Ini kehendak Allah, ini betul, ini Alkitabiah, pergilah menjadi saksi Kristus.

YOHANES 4:29 MENYAKSIKAN KELEPASAN OLEH MESIAS

Ia tidak malu-malu mengakui dosanya. Dalam kota kecil ukuran Samaria, pasti semua perempuan dan laki-laki tahu siapa dia. Pasti banyak perempuan dengan marah dan benci menceritakan tentang dia. Rupa-rupanya juga banyak laki-laki yang tahu siapa dia, sebab enam laki-laki sudah terjerat olehnya.
Tentu ia sudah mengambil keputusan dan sudah lepas sama sekali (dengan iman, meskipun belum 1 hari), tetapi ia yakin sudah lepas sebab itu ia bersaksi dan Roh Kudus menyertai dan memimpinnya.
Ia tidak malu dan tidak takut bersaksi pada orang-orang yang “lebih baik” daripadanya, lebih tinggi daripadanya, bahkan pada semua orang penduduk Samaria.
Biasanya orang-orang mencari orang yang lebih rendah, lebih miskin, lebih bodoh daripada mereka sendiri supaya bisa mempengaruhi dan mengajak percaya Tuhan Yesus dengan berhasil. Ini kecenderungan banyak orang, yaitu bersaksi dengan arah “turun, tidak berani naik”.
Jangan “turun”, artinya jangan sengaja mencari orang-orang yang miskin, yang lebih bodoh, yang lebih sederhana supaya mudah dipengaruhi, bisa dikuasai untuk diinjili. Ini berarti memakai kekuatan sendiri. Rasa-rasanya lebih mudah kalau majikan menginjili anak buahnya, apalagi yang takut dan hormat kepadanya.
Jangan khusus atau sengaja cari orang yang lebih kecil untuk memenangkan jiwa, apalagi kalau diberi uang. Jangan takut, kalau dengan Tuhan kita bisa “naik atau turun”, bisa memenangkan orang yang tinggi tingkatnya di atas kita atau yang lebih rendah tingkatnya (menurut ukuran dunia). Ada kepala kampung di Irian bertobat, ia mengajak seluruh anak buahnya percaya, itu indah, itu baik, itu betul,tidak salah, pakailah kesempatan seperti ini baik-baik. Tetapi jangan sengaja cari yang “rendah” supaya mau percaya, tidak berani dengan yang “tinggi-tinggi”; ini disebabkan karena mengandalkan kekuatan dan pengaruhnya sendiri (apalagi kalau diberi hadiah). Kita memenangkan jiwa dengan kuasa Allah.
Bagaimana seorang perempuan berzinah yang minder (ia sendiri malu bertemu perempuan-perempuan lain di sumur Yakub) bisa bersaksi pada orang banyak dan berhasil. Sebab ia sendiri sudah bebas dan ia mengandalkan Mesias, Juru selamat yang sudah ditemukannya untuk diberitakan pada semua orang isi negerinya. Ia tidak takut, sebab ia yakin ia sudah merdeka dan Yesus yang diberitakan itu betul-betul Juru selamat dan Mesias.
Jelas-jelas perempuan Samaria ini memenangkan jiwa bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi sebab disertai Tuhan. Tuhan yang bekerja lewat perempuan yang tidak ada wibawa atau kemampuan dalam dirinya sendiri, tetapi ia berhasil, luar biasa!
Jangan takut mencari jiwa-jiwa yang “lebih tinggi” di atas kita, menangkan mereka dengan kuasa Allah. Kalau berhasil, itu berarti jelas-jelas karena Kristus, bukan karena kita sendiri.
Kalau kita memenangkan orang-orang di bawah kita, lebih-lebih yang sangat jauh di bawah kita (jongos kita, murid, anak kecil, orang-orang bodoh, orang-orang yang tidak bisa melawan dll), mereka belum tentu sungguh-sungguh percaya pada Tuhan Yesus, mungkin hanya karena segan atau karena ingin mengambil hati majikannya. Satu saat ia akan berbalik dari Tuhan. Mereka bertobat karena pengaruh atau karena wibawa kita sendiri, apalagi kalau diberi hadiah dan uang! (Memberi uang karena perbuatan kasih itu tidak salah bahkan baik).
Perempuan Samaria ini mencari orang-orang yang “jauh lebih baik” daripadanya dan berhasil; keberhasilan ini bukan karena dia tetapi karena Kristus. Tidak salah mencari orang-orang yang sama tingkatnya atau lebih rendah. Ada orang keluar penjara dan bertobat, ia bersaksi di antara orang-orang jahat dan orang-orang di penjara, itu baik (apalagi orang biasa kadang-kadang takut dengan orang jahat atau tidak mengerti kelakukannya) tetapi jangan hanya bersaksi “ke bawah, tetapi juga ke atas” sesuai dengan pimpinan Tuhan dan kesempatan yang didapat.
Bukan pengalaman hidup yang menjadi modal untuk memenangkan jiwa-jiwa yang pengalamannya sama (meskipun ini tidak salah) tetapi modal kita adalah kuasa Allah; Roh Kudus yang bisa membuat orang menjadi percaya dan bertobat. Bersandar pada Tuhan, pada kuasa Allah, berdoa dan hidup dengan Allah, maka Tuhan bisa memakai kita untuk bersaksi dan memenangkan jiwa baik orang-orang yang di atas dan di bawah, yang lebih tinggi maupun yang lebih rendah dari kita (tinggi atau rendah menurut ukuran dunia). Kita tidak membedakan orang yang tinggi atau rendah, tetapi kita harus bersandar pada kuasa Allah!
Hanya berani bersaksi dengan orang yang lebih kecil / rendah, itu berarti mengandalkan kekuatan sendiri. Kita harus mengandalkan kuasa Tuhan sekalipun terhadap orang-orang yang lebih rendah dan lebih kecil dari kita.
Jangan lupa mencintai orang-orang di sekitar kita Luk 10:27 baik orang yang lebih tinggi atau lebih rendah dari kita, dalam keluarga, diantara famili, di sekolah, di pekerjaan, di tetangga, lebih-lebih orang yang dekat dengan kita, sahabat dan orang-orang yang senasib, cintai mereka, jangan biarkan iblis menerkam, merobek-robek dalam dosa dan menyeretnya ke Neraka.
Jangan lupa, menolong anggota keluarga sendiri itu juga suatu pelayanan, bahkan wajib sebab kita bertanggung jawab atas orang-orang yang serumah Yeh 33:6, 1Tim 5:8.
Jangan takut buyung dan selimut, percayalah dan kerjalah mencari nafkah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan takut terbeban untuk bersaksi, justru Tuhan akan memberkati Mat 6:33.

YOHANES 4:30 ORANG-ORANG SENEGERI DATANG KEPADA TUHAN

Jangan takut dengan ayat Matius 13:57, sebab masing-masing kita harus bersinar di tempatnya masing-masing Mat 5:15. Justru Tuhan menyuruh kita mencintai (bersinar) pada orang di sebelah kita, di tempat kita, bukan kepada orang yang jauh yang tidak kita kenal, (kecuali Tuhan memberi tugas dan pimpinan khusus untuk beberapa orang tertentu).
Apa yang menghalang-halangi orang di dekat kita tidak mau menerima kesaksian kita?

  1. Karena melihat dengan cara manusiawi, secara lahiriah dengan mata jasmani 2Kor 5:16. Mengenal manusia secara daging, itu berarti dengan akal seperti dalam Matius 13:55,56. Kalau toh dipakai Tuhan dengan ajaib, mereka heran mengapa bisa demikian, tetapi tidak mau percaya. Mengapa demikian? Sebab orang-orang ini mengeraskan hati, sehingga mata rohaninya buta 2Kor 4:4 dan mereka hanya melihat dengan mata jasmani, kenal asal usulnya, kaya-miskin, pintar-bodoh, keluarga atau tidak dll. Sebab utamanya karena berkeras hati, sehingga mata rohaninya buta.
    Memang
    sebagian orang yang mendengar kesaksian kita berkeras hati, bahkan Tuhanpun tidak bisa berbuat apa-apa dengan orang yang keras hati ini, seperti di Nazaret Mat 13:58, dan mereka tidak mendapat faedah apa-apa.
    Biasanya selalu ada orang-orang seperti ini. Jangan paksa
    orang yang keras hati, jangan diberi hadiah atau uang, kecuali karena menolong keadaan yang sungguh-sungguh membutuhkan, bukan karena hendak mempengaruhinya. Orang-orang seperti ini sekalipun diberi roti, tidak akan percaya dan akan berbalik (sebab tidak bertobat Mat 7:6) dan menyalibkan, seperti kepada Tuhan Yesus. Orang yang cari roti Yoh 6:26 akan meninggalkan Tuhan Yoh 6:64, 66). Tetapi mereka yang mau membuka hati, mata rohaninya akan celik dan Roh Kudus bekerja sehingga mau percaya dan bertobat! Selalu ada orang yang keras hati dan yang mau percaya. Tidak semua orang mau percaya pada Tuhan Yesus Rom 10:16, Kis 28:24, 2Tes 3:2.
  2. Kesaksian hidup yang jelek, sehingga orang tersontoh bahkan menghojat Tuhan karena perbuatan yang jahat lebih-lebih yang munafik seperti dalam Roma 2:22-24.


Kedua hal ini yang membuat orang bersaksi ditolak! yaitu sebab:

  1. Orang itu keras hati
  2. Orang yang bersaksi hidupnya tidak sesuai


Sebab itu kita tidak perlu takut akan rahasia seorang nabi tidak terhormat dalam negerinya sendiri, sebab keadaan ini hanya oleh orang-orang yang keras hati seperti orang-orang Nazaret. Kita harus bersaksi (karena mencintai) orang-orang yang di dekat kita, baik orang yang “lebih besar” atau “lebih kecil” dari kita, baik yang keras hati dan yang mau membuka hati (kita tidak tahu sebelumnya). Saksikan berita kesukaan dan kelepasan dari Tuhan Yesus.

YOHANES 4:39 PEREMPUAN SAMARIA INI BERBUAH-BUAH

Perempuan Samaria ini sudah bertobat, kuasa Allah bekerja lewat dirinya, sebab itu banyak orang Samaria membuka hati, mau percaya dan pergi ke luar kota Samaria, mencari Tuhan Yesus di sumur Yakub dan mengajaknya tinggal dengan mereka.
Orang-orang Samaria belum melihat Tuhan Yesus, tetapi oleh kesaksian perempuan Samaria ini, karena kata-katanya yang diurapi Roh Kudus, mereka sudah percaya. Tuhan bisa memakai kata-kata perempuan yang baru bertobat, juga kata-kata kita, asal kita mau pergi bersaksi dengan tulus.
Kalau Tuhan Yesus mau memakai perempuan Samaria yang baru bertobat, Tuhan juga mau memakai setiap orang yang percaya dan bertobat.
Perhatikanlah supaya kita selalu di pihak Tuhan dan berdoa supaya Tuhan membuka hati mereka dan percaya. Kalau hati mereka masih keras, doakan terus, ada saatnya mereka akan bertobat dan percaya.
Jangan takut bersaksi tentang pertobatan. Orang yang bersaksi tidak harus mengakui dosa-dosanya di hadapan umum, apalagi yang berhubungan dengan orang lain. Cukup secara garis besar, kecuali dosa di depan umum, atau yang diketahui oleh umum, harus diakui di hadapan umum. Dosa pribadi pada sesorang, cukup diakui dan dibereskan pada orang itu. Tetapi kalau ia mau bersaksi tentang dosa-dosa dirinya sendiri boleh, namun jangan membuka atau menyangkutkan dengan dosa orang lain.

YOHANES 4:40-41 KKR DUA HARI

Tuhan Yesus tidak akan nganggur, tetapi seperti biasanya Ia terus bicara dari Firman Tuhan Mrk 10:1. Jangan membuang waktu dengan bicara yang sia-sia, tetapi ceritakan Firman Tuhan dalam setiap kesempatan sebanyak mungkin, sebab dongeng atau berita-berita sekuler belum tentu berfaedah, tetapi kesempatan mendengar Injil itu yang terbaik dan bagi orang itu, lain kali belum tentu ada kesempatan lagi 1Tim 1:4; 4:7. Sebab itu lebih banyak lagi orang bertobat oleh karena Tuhan Yesus terus membuka mulut-Nya dengan Firman Tuhan. Jangan buang kesempatan. Minta hikmat dan kuasa Tuhan untuk terus membagi-bagi Firman Tuhan, minta kata-kata dari Tuhan dengan limpah Kol 4:6.

YOHANES 4:42 PEREMPUAN SAMARIA MENJADI SAKSI YANG HIDUP

Perempuan Samaria itu tidak lagi sembunyi, tetapi keluar dan ikut dalam pelayanan besar itu (Filipus juga di kemudian hari membuat KKR besar-besaran di Samaria Kis 8). Perempuan Samaria ini tidak takut atau malu sebab ia sudah bertobat dan Roh Kudus menyertainya. Ia menjadi bukti hidup dari kasih dan kuasa Allah dan tetap menyertai orang-orang lain yang juga mau percaya. Orang-orang Samaria tumbuh dalam iman. Dahulu mereka percaya karena kata-kata peremuan Samaria ini, tetapi sekarang karena mereka sudah mendengar sendiri, mempunyai pengalaman sendiri dengan Tuhan Yesus dan mereka sendiri yakin Tuhan Yesus adalah Kristus dan Juru selamat dunia, luar biasa. Orang Samaria ini lebih baik dari orang Nazaret, sebab mereka tidak mengeraskan hatinya.
Orang yang keras hatinya, tidak mau bertobat, sekalipun melihat banyak mujizat, tetap tidak dapat berkat. Tetapi orang yang mau bertobat, taat akan apa yang sudah didengar dan dimengertinya, akan merdeka dan mendapat berkat dan kesukaan yang besar dan ini awet sampai kekal.

KESIMPULAN

  1. Tuhan bisa memakai kita. Kalau Tuhan mau dan bisa memakai perempuan Samaria yang keji dan baru saja bertobat, Tuhan juga sanggup, bisa dan mau memakai semua orang beriman lain, asal mau, tulus dan terbeban dan tetap bertobat!
  2. Pergilah, Tuhan akan menyertai, baik terhadap orang yang lebih besar atau lebih tinggi dan orang yang lebih kecil dan lebih rendah dari kita (dalam ukuran duniawi). Jangan sengaja mencari jiwa-jiwa orang yang lebih rendah, sebab itu berati tidak bersandar pada Tuhan. Jangan takut “naik atau turun” asal dengan Tuhan Yesus dan kita sungguh-sungguh tulus dan mau terbeban. Sesudah memenangkan jiwa, kita harus membawanya ke Gereja sendiri supaya bisa kita follow up.
  3. Orang dekat. Perhatikan orang-orang di sekitar kita. Jangan melupakan mereka, sebab mereka ada di dekat kita itu bukan kebetulan, ditaruh Tuhan dengan sengaja supaya kita menyelamatkannya dan Tuhan yang bekerja dan memberi pahala bagi yang mau taat. Ingat akan semua orang dekat, apalagi orang yang mencintai kita, yang sudah menjadi berkat dan menolong kita. Doakan dan injili, bukan hanya pada hari Natal, tetapi pakailah setiap kesempatan yang datang dan yang masih ada Pkh 9:10.
  4. Ini adalah kehendak Tuhan yang harus kita lakukan, bukan hanya kalau mau saja. Tuhan akan menuntut tanggung jawab ini dari kita kelak Yeh 33:6.

Nyanyian

Pergi s’karang, kerjalah di ladang-Ku (Tabernakel Glori 169)