SERIGALA ADA LUBANGNYA, BURUNG DI UDARA ADA SARANGNYA

Matius 8:19-20 Datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepadanya: “Guru, saya hendak mengikut engkau kemana pun Engkau pergi. Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Serigala mempunyai lubang, burung di udara ada sarangnya, tetapi Putra manusia tidak mempunyai tempat untuk membaringkan kepalanya. (RTL)

DATANGLAH SEORANG AHLI TAURAT

Disini diceritakan tentang seo-rang ahli Taurat, orang yang rohani dan terhormat, yang mau mengikut Yesus, tetapi ditolak! Dia datang dan hendak mengikut Yesus kemana pun Ia pergi. Ia menyerahkan dirinya tanpa syarat, tetapi Yesus langsung menolaknya. Tuhan Yesus berkata bahwa serigala ada lubangnya dan burung di udara ada sarangnya tetapi Putra manusia tidak ada tempat untuk membaringkan kepalanya.
Apa maksud dari kata-kata Tuhan ini?
Nyanyian: 1 Mol, 4/4
Serigala ada  lubang-nya.
_  _            _  _   _   _
5  5  | 1  1  1  5   1   2      |  3.3
Se ri   ga la a da lo  bang   nya,
_     _                 _   _   _  _
3     3      |  3  3  3   2   1   3 | 2   2      2
Bu rung    di u  da  ra  a  da  sa rang nya,
_   _               _  _   _  _
5   4  |   3   3   3  2   1  3   | 2.    6.   |
Ta pi   Je sus  ti dak a da   tem pat
_    _     _   _  _    _    _   _
7    1     2   3  4    2    7   5    | 7 2  1     ||
Un tuk me le tak kan ke pa    la    Nya
Ahli Taurat ini disebut serigala dan burung sebab itu Tuhan menolaknya. Ini kata-kata yang cukup dahsyat. Sejak kecil banyak anak Sekolah Minggu suka menyanyikan lagu ini, seolah-olah ini  suatu hal yang indah, tetapi sebetulnya ini perkara yang dahsyat. Ini sama seperti kalau kita menyanyikan tentang Yudas yang menggantung dirinya, jatuh lalu perutnya pecah dan isinya terburai keluar. Keadaan yang seperti serigala dan burung inilah yang menyebabkan orang itu ditolak oleh Tuhan. Kalau di dunia ditolak berarti orang ini juga ditolak di sorga. Kalau orang itu diterima di dunia maka orang itu juga diterima di sorga. Apa yang diikat di bumi itu juga terikat di sorga dan apa yang diorak dibumi, itu juga diorakkan di sorga. Mat 18:18.

MAU IKUT YESUS

Secara logis kalau murid Yesus bertambah satu lagi, apalagi orang yang terhormat, seorang murid yang anggun “ahli Taurat”, satu tenaga yang hebat, ini sebetulnya menguntungkan!
Namun Tuhan Yesus tidak mau, dan Ia menolak ahli Taurat ini. Tetapi Tuhan memberinya sebuah kunci untuk mengubah kegagalan ini, kalau ia mau berubah menurut pesan-pesan Kristus.
Kalau ikut gereja, siapa saja yang mau ikut, pasti diterima, malah dicari. Kadang-kadang ada gereja yang mencari jiwa dengan cara-cara yang melawan Firman Tuhan. Mungkin dengan hasutan, hadiah-hadiah, uang, daya tarik duniawi, dll yang melawan Firman Tuhan. Biasanya supaya cepat menjadi besar, termasyur maka segala cara dihalalkan. Orang bisa ikut Gereja seperti ini, tetapi belum tentu ikut Yesus, dan kalau tidak ikut Yesus, juga tidak ikut ke sorga, kecuali bertobat sungguh-sungguh.
Mengapa Tuhan menolak ahli Taurat yang mau mengikutiNya ?
Tuhan Yesus tidak mau memberi harapan kosong pada ahli Taurat yang mau menjadi murid-Nya ini. Mengapa? Sebab dari luar kelihatannya bagus tetapi Allah melihat isi hati setiap orang Ibr 4:13.
Orang ini seperti serigala dan burung! Isi hatinya tidak sesuai dengan apa yang dikatakannya. Ini orang yang percaya tetapi tidak mau taat seperti serigala dan burung. Tidak cukup hanya mengerti. Kita harus mau mentaati dan melakukannya. Tahu tetapi tidak taat, itu tidak berfaedah, tidak berguna, bahkan bisa menjadi malapetaka. Ahli Taurat yang datang ini ditolak sebab Roh Kudus memberitahukan kepada Putra manusia bahwa orang ini memang seperti ahli Taurat pada umumnya. Mulutnya memang baik, dia ingin menyerah, ingin menjadi murid Tuhan tetapi hatinya lain.
Ini menjadi pelajaran buat kita, jangan kita hanya tahu Firman Tuhan tetapi tidak taat. Orang yang tahu Firman Tuhan, tetapi tidak mau taat, itu sia-sia Yak 1:22-24,  maka rohaninya bantut = tidak bisa tumbuh. Tetapi orang yang tahu dan mau taat, akan tumbuh makin indah dalam Kristus, dan di dalam dia kasih Kristus menjadi sempurna 1Yoh 2:5.
Banyak mengerti, tetapi tidak taat, menjadi sombong
Orang yang mengerti banyak tetapi tidak melakukannya, itu mudah jadi sombong dan salah pakai.
1Kor 8:1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: “kita semua mempunyai pengetahuan.” Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
Karena banyak mengerti, ia menjadi kritis, mudah menyalahkan, mudah berdebat, mudah membela diri dan mudah berkelahi. Orang-orang yang tahu dan sombong ini mudah menjadi sumber onar dalam rumah tangga, dalam pekerjaan, dalam pelayanan dan di mana saja, sebab sikapnya yang sombong dan kritis. Hidup jadi pahit dan tidak bahagia.
Orang yang tidak mau taat itu seperti:
1. Membangun rumah tanpa pondasi, akhirnya akan roboh dan robohnya sangat besar.
Mat 7:26-27 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”
Berapa banyak orang cukup setia ke Gereja, tetapi tidak melakukan apa yang sudah diketahuinya.
Tahu tetapi tidak mau taat, ini seperti orang yang mendirikan rumah di atas pasir. Satu kali akan datang hujan, topan, dan banjir, lalu ia roboh dan robohnya sangat dahsyat. Inilah nasib orang yang tidak mau taat, akhirnya akan mengalami kerobohan yang sa-ngat besar, masuk dalam kebinasaan kekal. Sebab itu kalau kita sudah mengerti, kita harus belajar mentaati. Sampai dimana kita mengerti, sampai disitu kita harus taat.
Pil 3:16 Hanya barang di mana kita sudah sampai, biarlah kita berjalan menurut itu juga. (TL)
Kalau kita mengerti tentang salib, maka kita harus setia memikul salib setiap hari Luk 9:23. Kalau kita mengerti tentang pertobatan, kesetiaan dll, itu juga harus diterapkan dalam hidup kita. Memang kelihatannya banyak peraturan, larangan, hukum. Tetapi hukum-hukum Allah itu diadakan bukan untuk membelit, membinasakan tetapi untuk menghidupkan, bukan mematikan.
Misal tentang gigi, ada peraturannya, misalnya kebersihannya harus dijaga, sikat gigi yang teratur, dua kali sehari. Tidak semua boleh dimakan, apalagi barang yang terlalu keras. Gigi ini tidak ada cadangannya lagi, gigi yang keluar ini sudah gigi yang kedua. Begitu juga untuk mata, mulut, jantung, paru-paru, ginjal, dll itu semua ada peraturannya. Banyaknya peraturan yang ada, ini bukan untuk membunuh, justru supaya tubuh tetap sehat.
Demikianlah kita belajar Firman Tuhan lebih banyak, itu bukan untuk mematikan, tetapi justru untuk membuat hidup menjadi lebih indah karena lebih diperkenan Tuhan. Sesudah mengerti, harus taat!
Orang yang mengerti, tetapi tidak mau taat, orang ini satu kali kelak akan ditolak dari sorga Mat 7:21-23. Sekalipun ia mempunyai banyak alasan, Tuhan tetap menolaknya, Tuhan tidak mengenalnya. Orang ini melanggar kebenaran, kesucian, hukum-hukum Allah yang benar. Demikian juga ahli Taurat ini, ia mengerti tetapi tidak berbuat.
2. Seperti hamba yang malas dan jahat .
Sudah diberi tetapi tidak taat. Itu seperti hamba yang mendapat banyak talenta tetapi tidak dijalankan, melainkan disembunyikan. Dia mendapat kesempatan begitu banyak tetapi tidak mau taat, tidak mau melakukannya. Ini disebut hamba yang malas dan jahat.
Mat 25:24-27 Maka orang yang telah menerima satu talenta itu pun datang menghadap, serta berkata: Ya Tuan, hamba mengetahui, bahwa Tuanlah seorang bengis, yang menuai di tempat Tuan tiada menabur dan mengumpulkan di tempat Tuan tiada menghambur; sebab itu takutlah hamba, lalu pergi menyembunyikan talenta Tuan di dalam tanah. Tengok, inilah yang Tuan punya. Maka jawab tuannya, serta berkata ke-padanya: Hai hamba yang jahat dan malas, sudah engkau ketahui, bahwa aku menuai di tempat yang tiada aku tabur dan mengumpulkan di tempat yang tiada aku hamburkan; sebab itu, wajiblah engkau menyerahkan uangku kepada orang yang menjalankan uang, supaya apabila aku datang kelak, boleh aku mendapat uangku kembali beserta dengan bunganya. (TL)
Hamba ini sudah mengerti tetapi:
a. Malas sebab sudah diberi kesempatan yang luar biasa, tetapi tidak mau taat. Bukankah ini suatu kesempatan anugerah untuk kekal? Mengapa tidak mau menjalankan talenta-talenta itu? Sebab biasanya daging melawan kalau kita mentaati kehendak Tuhan, protes, tetapi kita harus menyangkali keinginan daging, mematikannya dengan kuasa Roh (Rom 8:13) supaya kita bisa dipimpin Roh untuk mentaati Firman Tuhan yang sudah kita mengerti Rom 8:14. Mau pikul salib, mau menyangkal diri supaya bisa mentaati apa yang sudah kita mengerti.
b. Jahat sebab menuruti daging, menuruti kehendak sendiri, tidak mau menuruti kehendak Allah, tetapi melawan Firman Tuhan. Ini berarti sepakat dengan iblis, ini jahat dihadapan Tuhan.
3. Seperti gereja Laodikea, Wah 3:14-17 mereka sudah bertahun-tahun ikut Tuhan, sudah mendengar banyak, sudah mengerti banyak, sudah menerima banyak, tetapi tidak mau taat, bahkan melawan, malas dan jahat, tetapi mereka sudah biasa begitu. Mereka merasa sudah cukup, sudah baik, tidak kurang apa-apa, tetapi tetap tidak mau taat. Mereka merasa tidak apa-apa. Ternyata mereka adalah orang- orang yang tidak terkasihani, buta, malang, telanjang, celaka dan ditolak oleh Tuhan yaitu diludahkan keluar dari mulut-Nya dan itu berarti keluar dari Surga Wah 3:17-18, kecuali mereka bertobat sebelum mati.
Kita perlu mentaati apa yang sudah kita mengerti, apa yang sudah kita terima, maka hidup ini akan berubah. Bagaimana sikap kita, kehidupan kita, cara hidup kita, pernikahan kita, pekerjaan kita, pelayanan kita? Jangan sampai salah sebab tidak mau taat, sebab hanya menuruti keinginan daging sendiri. Kalau kita mengerti Firman Tuhan itu untuk ditaati, supaya berubah. Berapa banyak orang beriman yang tabiatnya, sikapnya, perbuatannya dan lain-lain masih melawan Firman Tuhan. Orang-orang semacam ini satu kali akan roboh sangat besar, akan ditolak Tuhan.
4. Seperti orang Parisi dalam Mat 23:1-32. Tuhan memberikan 7 wai bagi mereka, sebab tidak mau bertobat. Mereka tahu tetapi tidak mau taat. Percaya kepada Tuhan tetapi hidupnya seperti ular dan benih ular Mat 23:33. Bahkan seringkali mereka me-lawan orang-orang yang benar. Mereka mengerti banyak tetapi mereka sendiri tidak mau berbuat. Ini golongan yang dahsyat. Biarpun kata-katanya hebat, tetapi Tuhan menolaknya. Mat 23:33-36. Kita harus memeriksa diri kita, jangan sampai sudah lama ikut Tuhan tetapi tetap tidak berubah, sebab tidak taat akan Firman Tuhan. Taatlah, tinggalkan yang salah sampai keluar buah-buah pertobatan.
Tidak ada angka atau index tertentu untuk melihat apakah sudah ada perubahan atau belum. Memang untuk menilai perubahan- perubahan seperti ini cukup sulit. Apalagi kalau sudah salah kaprah, sebab sudah ikut Tuhan bertahun-tahun tetapi tidak ada pengertian atau mengerti tetapi tidak taat.
Apa tandanya kalau orang itu sudah ikut Tuhan dengan betul? Salah satu tanda ialah adanya orang-orang di sekitarnya yang dimenangkan buat Tuhan. Kalau orang itu tidak pernah memenangkan jiwa itu berarti ada sesuatu yang tidak beres dalam hidupnya. Sebab, kalau orang itu hidup sesuai dengan Firman Tuhan, maka orang disekitarnya akan melihat perubahan dan perbedaan itu, maka orang-orang itu akan dilawat oleh Tuhan Mat 5:16. Mereka akan diterangi oleh kehidupan dan kata-katanya, mereka diasinkan sebab orang itu asin Mat 5:13-15. Maka lewat satu waktu, akan ada beberapa orang di dekatnya yang bertobat sebab dijamah oleh Tuhan lewat perubahan dan kesaksiannya Mat 5:16. Kalau selama kita ikut Tuhan, tidak ada orang yang berubah atau bertobat karena hidup kita, itu tandanya ada sesuatu yang tidak beres. Kekristenan yang betul itu sangat menular, lebih menular dari SARS.
Suatu hari di Afrika, ada ba-nyak orang Kristen yang ditangkap dan dinaikkan ke atas truck, untuk dibawa ke ibu kota. Mereka akan diexsekusi! Tetapi di atas truck itu mereka tidak gemetar, tidak takut atau susah, justru mereka menyanyi, memuji Tuhan, bersukacita sampai beberapa tentara yang menjaga mereka itu heran dan kemudian bertobat.
Kalau seseorang taat akan Firman Tuhan, hidupnya pasti berubah, sehingga orang-orang disekitarnya diterangi oleh sinarnya. Pasti ada beberapa orang disekitarnya yang ikut bertobat.
Tetapi kalau orang-orang di sekitarnya berkata “tobat, tobat” atau “ampun, ampun” sebab melihat tingkah laku orang Kristen di dekatnya, maka tidak akan ada orang yang ikut bertobat.
Orang-orang yang tidak taat itu sulit memenangkan jiwa. Sebab itu kita harus sungguh-sungguh memeriksa diri, kalau tidak ada jiwa yang kita menangkan buat Tuhan. Kalau tidak taat, hidupnya tetap jelek, maka dari hidupnya tidak keluar sinar ilahi. Kita tidak perlu saling menuduh, tetapi yang perlu, masing- masing memeriksa diri. Jangan sampai satu kali waktu bertemu Tuhan dan Tuhan mengatakan: “Aku tidak kenal kepadamu, undurlah daripada-Ku!” Lebih baik sekarang disebut serigala, tetapi kemudian bertobat, daripada besok Tuhan berkata “tidak kenal”.
Kekristenan ini bukan tradisi, bukan suatu kebiasaan, bukan ikut-ikutan. Orang seperti ini satu kali kelak akan menyesal sebab tidak mau bertobat. Kalau kita sungguh- sungguh percaya dan taat, bukan saja senang di sorga, tetapi hidup di dunia pun menjadi indah. Hidup menjadi berarti; apa saja yang kita kerjakan, akan berhasil sebab pertolongan Tuhan yang nyata Maz 1:1-3. Memang kita belum sempurna, sebab itu kalau ada yang salah, segera perbaiki dan berubahlah, tetapi harus selalu taat. Jangan kita tergolong seperti ahli Taurat yang sudah tahu, tetapi tidak mau taat.

DAN BERKATA KEPADANYA: “GURU, SAYA HENDAK MENGIKUT ENGKAU KEMANA PUN ENGKAU PERGI

Ini luar biasa, suatu penyerahan tanpa syarat, ini pantas diterima. Tetapi ternyata ditolak oleh Tuhan. Ini aneh, seolah-olah tidak masuk akal. Tetapi Putra manusia Yesus tidak pernah salah. Ini berarti apa yang dikatakan ahli taurat itu tidak betul. Apa yang dikatakan itu tidak sesuai dengan isi hatinya. Kadang-kadang apa yang kita nyanyikan itu tidak sama dengan isi hati kita, sehingga persembahan nyanyian kita tidak diterima oleh Tuhan. Juga apa yang kita katakan dalam pelayanan atau hidup sehari-hari, kalau tidak sesuai dengan hatinya, tidak sesuai dengan Firman Tuhan, juga ditolak Tuhan.

Orang hanya melihat penampilan dari luarnya saja tetapi Tuhan melihat isi hatinya. Sekarang banyak dibuat kursus untuk membuat penampilan yang baik. Penampilannya menjadi begitu meyakinkan, tetapi hatinya lain, itu hanya hasil dari latihan mimik dan kata-kata. Tuhan tidak akan tertipu dengan penampilan yang meyakinkan atau yang anggun. Tuhan bisa melihat apakah luar dan dalamnya sama Ibr 3:14.
Ahli Taurat ini kata-katanya bagus tetapi tidak cocok dengan hatinya.
Kadang-kadang uang, dendam, perzinaan, kemewahan, kehendak sendiri, itu lebih me- menuhi isi hatinya.
Ahli Taurat ini mempunyai kata- kata yang hebat, meyakinkan, sebab ia sudah terlatih untuk duduk di kursi Musa. Memang berkata itu lebih mudah dari berbuat, tetapi kita tidak dibenarkan dengan kata-kata saja, harus ada buah-buah pertobatan. Kita belajar bukan hanya berkata-kata yang indah tetapi perbuatannya juga harus sesuai dengan Firman Tuhan.
Rom 15:18 Karena tiada aku berani mengatakan barang apa pun, kecuali yang sudah diadakan oleh Kristus dengan diriku, akan menjadikan orang kafir itu penurut, dengan perkataan dan perbuatan; (TL)
2Kor 10:11 Biarlah orang yang demikian itu menimbangkan perkara ini, bahwa sebagaimana perkataan kami di dalam surat-surat kiriman, apabila berjauhan, demikianlah juga perbua-tan kami, apabila hadir. (TL)
Jangan hanya berkata-kata saja tetapi harus ada perbuatan. Memang kita belum sempurna. Kalau bisa diukur mungkin masih banyak kekurangannya. Tetapi segera kita tahu ada beberapa kekurangan, kita wajib memperbaikinya.
Petrus bicara dengan segenap hatinya, tetapi perbuatannya tidak cocok. Dia menyangkal dengan sumpah. Petrus mau, tetapi ia tidak sanggup. Ia mau tetapi ketakutan. Akhirnya ia menyang-kal Tuhan dan ia menyesal sekali. Tuhan tidak membuang Petrus sekalipun Petrus gagal besar. Orang yang gagal seperti ini, yang kata dan perbuatannya tidak sama, akhirnya dijadikan kepala dari rasul-rasul.
Tuhan tidak mencari orang yang sanggup, orang yang berhasil, tetapi orang yang mau.
Luk 12:57 Apakah sebabnya tiada dapat kamu mengambil keputusan yang sungguh daripada dirimu sendiri? (TL)
Kalau Tuhan mencari orang yang sanggup, Ia akan gagal menemukannya. Tetapi kalau Ia mencari orang yang mau, ada banyak. Sebab orang yang sudah dilahirbarukan itu  rindu untuk taat kepada Tuhan, meskipun kekuatannya kecil. Justru Tuhanlah yang memberi kekuatan dari Roh Kudus sehingga ia menjadi kuat dan sanggup taat! Bukan oleh kuat dan gagah, tetapi oleh Roh-Mu semua pasti jadi Zak 4:6.
Kis 1:8a Tetapi kamu akan beroleh kuasa kelak apabila Rohulkudus turun ke atas kamu, (TL)
Tuhan mencari orang yang mau, setelah itu baru diberi kekuatan, sehingga orang itu sanggup.
Kalau sudah bertahun-tahun ikut Tuhan, sudah penuh Roh Kudus tetapi tidak melakukan Firman Tuhan, hidupnya melawan Tuhan, ini bukan orang yang mau. Kalau sudah lama ikut Tuhan, sudah diberi banyak fasilitas, tetapi masih hidup dalam dosa, hati-hati! Orang- orang seperti ini satu kali akan ditolak oleh Tuhan! Ada beberapa orang yang dianiaya karena taat akan Firman Tuhan, bahkan sebagian sampai mati. Mereka baru beberapa tahun ikut Tuhan tetapi mereka sudah kuat imannya, sebab mau taat dan Tuhan memberi kekuatan.
Kalau ada orang Kristen yang sudah  5 tahun, 10 tahun, tetap tidak berubah, itu orang yang memang tidak mau taat, maka robohnya akan sangat besar. Waktu orang Israel keluar dari Mesir, Tuhan memberikan segala fasilitas yang diperlukan, tetapi mereka tetap melawan Tuhan, sampai 10 kali mereka memberontak kepada Tuhan. Akhirnya Tuhan menjatuhkan vonis mati bagi semua yang tidak mau taat. Tuhan tidak mencari orang yang sanggup, yang berhasil tetapi orang yang mau dan Tuhan akan memberikan Firman Tuhan dan Roh Kudus untuk menguatkannya.
Seperti pohon ara di kebun anggur yang tidak berbuah. Tuhan masih memberi kesempatan 1 tahun dan kalau tidak berbuah, ditebang. Ada batas waktunya. Jangan terus menuruti daging, menuruti tabiat yang lama, menuruti hawa nafsu. Harus berubah, kalau mau pasti bisa. Jangan kita termasuk orang yang sudah berkata-kata dan berjanji seperti ahli Taurat ini, lain di mulut lain di hati. Orang-orang ini akan diludahkan keluar dari mulut Tuhan dan dari sorga. Me-ngapa ahli Taurat ditolak? Sebab tidak taat. Sudah tahu tetapi tidak mau taat. Inilah hamba yang malas dan jahat.

MAT 8:20 MAKA BERKATALAH YESUS KEPADANYA: “SERIGALA MEMPUNYAI LUBANG”

Serigala ada lubangnya, burung di udara dara sarangnya tetapi Putra manusia tidak ada tempat untuk membaringkan kepalanya.
Calon murid ini ditolak sebab tergolong serigala dan burung.

SIAPA SERIGALA ITU?


Luk 13:31-32 Pada ketika itu juga datanglah beberapa  orang  Parisi, serta berkata kepada-Nya, “Keluarlah Tuan pergi dari sini,  karena Herodes hendak membunuh Tuan.” Maka kata Yesus kepada  mereka itu, “Pergilah kamu katakan kepada si serigala  itu: Sesungguhnya Aku membuang setan, dan menyembuhkan  orang pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku  menyudahkan pekerjaan-Ku.
Serigala itu orang yang jahat seperti Herodes. Serigala ini sangat jahat.
Orang rohani yang terhormat ini dikatakan serigala. Tuhan tahu isi hatinya, bukan hanya dari penampilannya saja, tetapi Tuhan tahu siapa dia sebenarnya.
Jadi makin jelas disini mengapa ahli Taurat itu ditolak; sebab di hadapan Allah ia sama saja dengan Herodes, meskipun duduk di kursi Musa, meskipun sudah mengerti Alkitab.
Kita harus takut dan taat, jangan seperti ahli Taurat yang seperti serigala, seperti ular dan benih ular. Tuhan tahu serigala ini tidak bisa menjadi murid. Serigala itu tidak memelihara domba tetapi justru makan domba! Kelihatannya ramah, akrab dengan domba-domba tetapi berapa banyak yang sudah dimakannya. Tuhan tahu siapa yang cinta domba-domba, siapa yang memelihara  domba-domba dan siapa yang makan domba.
Tuhan datang untuk menyelamatkan domba-domba-Nya, Dia tidak ingin seorang pun binasa. Serigala-serigala ini makan jiwa-jiwa. Kadang-kadang dengan perbuatannya, atau dengan tipu daya kata-katanya. Pokoknya dia untung, biar pun orang lain tersontoh, dia tidak perduli. Kadang-kadang dengan alasan pelayanan, tetapi sebenarnya untuk menuruti kehendaknya sendiri.
Absalom ingin menjadi raja tetapi bukan untuk menggembalakan domba-domba Tuhan, melainkan untuk kepentingan dirinya sendiri. Dia ingin kedudukan, takhta, dia ingin dihormati, ingin disembah orang banyak.
Absalom mengambil hati orang banyak bukan untuk memelihara mereka, tetapi supaya ia berhasil menjadi raja. Kelihatannya serigala-serigala ini manis tetapi tujuannya untuk mencapai bermacam-macam keinginan hati yang tersembunyi, misalnya uang, kepujian, kesombongan, sex, dll. Bila perlu domba-domba itu disepak, ditendang, disembelih sampai mati rohaninya demi kepentingannya yang tersembunyi atau terang-terangan. Jangan sampai kita menjadi batu sontohan, sehingga membuat orang menjadi undur dan mati rohaninya karena perbuatan dan kata-kata kita.
Rom 2:24 Karena nama Allah dihujat oleh sebab kamu di antara orang kafir, seperti yang telah tersurat itu.
Tuhan sangat peka dengan hal ini. Sebab satu-satunya tujuan Tuhan ialah menyelamatkan jiwa-jiwa. Tuhan mengatakan kepada Petrus, kalau ia mengasihi Tuhan, ia harus menggembalakan domba-domba Tuhan.
Yoh 21:15 Setelah mereka itu makan, bertanyalah Yesus kepada Simon Petrus, “Hai Simon, anak Yahya, adakah engkau mengasihi Aku lebih daripada orang-orang ini?” Lalu sembah Petrus, “Ya Tuhan, bahwa Tuhan juga sedia mengetahui yang hamba ini mengasihi Tuhan.” Maka sabda Yesus kepadanya, “Peliharakanlah segala anak domba-Ku.” (16- 17) (TL)
Orang yang sungguh-sungguh cinta Tuhan, ia akan memelihara domba-domba Tuhan, menggembalakannya dengan baik, tidak akan merugikannya.
Jangan sebaliknya misalnya diajak bersekutu untuk masuk golongannya dan melawan dan membenci orang-orang dari golongan yang lain, itu justru merusakkan imannya. Kalau ada orang yang sudah dipelihara baik-baik, tetapi undur, murtad seperti Yudas, apa boleh buat. Sebab sekalipun Tuhan Yesus menjadi gembalanya, Yudas tetap undur, sebab tidak mau bertobat, tidak bisa ditolong. Tetapi jangan domba-domba itu undur karena perbuatan atau tindakan kita. Dengan takut akan Tuhan kita memeriksa diri, supaya jangan menjadi batu antukan.
Kadang-kadang karena hidup tidak bertobat, tidak tumbuh, tetap kanak-kanak rohani, misalnya dengki, iri, tamak, sombong, dendam, zina, dan lain-lain yang tidak hilang-hilang, itu bisa menjadi batu sontohan bagi domba-domba Tuhan, bahkan membunuhnya.
Kalau orang-orang yang tidak bertobat itu berurusan dengan domba-domba itu, bisa-bisa mereka menjadi mati rohaninya, apalagi kanak-kanak rohani. Kita tidak perlu saling menuduh, yang penting memeriksa diri. Jangan sampai sudah bertahun-tahun tidak berubah, lalu menjadi serigala, pasti ditolak Tuhan. Kalau ada yang salah perbaikilah. Kalau kita mau memeriksa diri dengan sungguh-sungguh maka Roh Kudus akan menolong.
Diantara domba-domba Tuhan itu selalu ada campuran dengan orang-orang yang tidak bertobat, bahkan mungkin ada serigala- serigala yang muncul. Sebab itu kita harus hati-hati, selalu dipimpin Roh, supaya kita bisa mengenali serigala-serigala yang timbul.
Kis 20:29-30 Maka aku ini ketahui bahwa sepeninggal aku kelak masuk di antara kamu beberapa serigala yang ganas, yang tiada menyayangkan kawan itu; maka dari antara kamu sendiri pun akan berbangkit beberapa orang yang memberi pengajaran salah, menarik hati murid-murid itu mengikut dia.
Iblis selalu bekerja dimana-mana, mencari mangsa 1Pet 5:8. Dua belas murid yang digembalakan Tuhan Yesus pun ada satu Yudasnya. Orang-orang ini mau melayani, tetapi motifnya seperti serigala.
Gal 4:17 Bukan dengan tulusnya orang-orang itu menghambat hati kamu dengan usahanya, melainkan hendak memalingkan kamu, supaya kamu berpaling kepada mereka itu.
Disini Paulus mengingatkan adanya orang- orang yang pela-yanannya tidak tulus, ada maksud tertentu, supaya orang lain menjadi pengikutnya, masuk pihak atau golongannya, sehingga menguntungkan dia. Masing-masing kita yang melayani harus tulus, jangan karena tidak bertobat dan tidak tulus lalu menjadi serigala. Juga kita harus hati-hati, sebab dari antara domba-domba yang kita gembalakan, mungkin ada serigala atau kemasukan serigala.

LUBANG


Lubang adalah tanda khas dari serigala, tempat ia lari  bersembunyi. Orang-orang yang tidak tulus seperti serigala, selalu  mempunyai tempat sembunyi, tempat yang dirahasiakan.  Biasanya orang-orang seperti ini selalu menyembunyikan  sesuatu, tidak jujur, tidak mau diperiksa, tidak memberi laporan  yang lengkap. Selalu ada sesuatu yang disembunyikan, baik dalam  pelayanan atau dalam hidup sehari-hari, sebab tidak sungguh-sungguh bertobat, ada dosa, ada niat jahat.
Banyak yang disembunyikan dalam lubangnya, istimewa maksud hatinya yang jahat, sebab kalau ketahuan, ia malu.
Ef 5:12 Karena segala perkara yang diperbuatnya di dalam sulit itu, walau menyebutnya pun malu.
Kadang-kadang itu rahasia dari hal uang haram, atau rahasia-rahasia dosa lainnya seperti rencana jahat, perzinahan, kebencian, iri hati, keinginan-keinginan untuk menjadi populer dan lain-lain. Inilah serigala-serigala yang mempunyai lubang-lubang rahasia, tempat menyembunyikan segala rahasia keji, tetapi mereka tidak mau kehilangan nama baiknya, tidak mau ketahuan jeleknya. Mereka mengerti Firman Tuhan tetapi tidak mau melakukan, tidak mau pikul salib, tidak mau korban, tidak mau taat. Orang-orang yang dipimpin Roh Kudus, itu tidak mempunyai lubang, berani berterus terang, tidak sembunyi-sembunyi, berani bicara benar dalam kasih.
Yoh 18:20 Lalu sahut Yesus kepadanya, “Aku ini sudah berkata-kata dengan terus terang kepada isi dunia; senantiasa Aku mengajar di dalam rumah sembahyang dan di dalam Bait Allah, yaitu di tempat sekalian orang Yahudi berhimpun, dan suatu pun tiada Aku katakan dengan sembunyi.
Kita masih belum sempurna, kadang-kadang masih bisa keliru bicara atau berbuat kesalahan-kesalahan lainnya. Kita tidak perlu tertuduh, meskipun sesekali ada salah, tetapi kalau kita sadar, kita harus segera membereskannya. Kalau kita mau taat akan Firman Tuhan dan membuang segala perkara yang tidak cocok dengan Firman Tuhan, maka tidak akan ada lubang-lubang serigala seperti ini.
Jangan ada lubang-lubang, sebab satu kali lubang-lubang itu akan dibongkar Tuhan.
Mrk 4:22 Karena suatu pun tiada yang tersembunyi, melainkan dinyatakan kelak, dan suatu pun tiada rahasia, melainkan dibukakan kelak. (Luk 8:17, 1Kor 14:25)
Diantara umat Tuhan sekali-kali muncul serigala-serigala yang buas ini yaitu orang-orang yang tidak takut pada Tuhan dan tidak perduli akan keselamatan saudara-saudaranya. Seringkali serigala-serigala ini mencuri domba seperti Absalom dengan cara mencuri hatinya, sehingga lekat kepadanya dan kemudian diajak berbuat macam-macam dosa dan dengan demikian membunuh rohaninya.
Gembala yang sungguh-sungguh bertanggung jawab atas domba-dombanya, kalau ia melihat ada serigala, ia akan memukul serigala itu sekuat-kuatnya. Ia tidak mau domba-dombanya menjadi korban. Memukul serigala-serigala ini bukan berarti memukul, membunuh secara lahiriah karena kebencian, tetapi bertindak dengan tegas; Kalau ada hal-hal yang salah (sikap yang salah, ajaran-ajaran yang menghasut atau sesat, ajakan-ajakan untuk berdosa dan meninggalkan Tuhan dan lain-lain), tidak ditolerir. Benci dosanya, kasihi orangnya Yehuda 23. Serigala ini diusir terus sampai ke lubang-lubangnya, dan dengan kuasa Tuhan lubang- lubang serigala ini dibongkar semua; segala dosa, siasat, hasutan, ajaran-ajaran yang duniawi dan sesat dan lain-lain dinyatakan kesalahannya dalam terang Firman Allah. Diharapkan supaya tidak ada  serigala-serigala yang makan domba- domba Tuhan. Ahli Taurat yang tidak mau bertobat ini ditolak Tuhan dan dibongkar semua kepalsuannya. Langsung disebut sebagai serigala dengan lubang-lubangnya.


BURUNG DI UDARA


Dalam Mat 13:19 burung-burung ini lambang dari roh-roh jahat dan  udara berarti dunia roh Ef 2:2, 6:12. Benih yang tertabur di jalanan itu  dimakan burung, dimakan habis oleh roh-roh jahat.
Orang beriman itu sebetulnya tempatnya Roh Kudus.
1Kor 3:16 Tiadakah kamu ketahui bahwa kamu rumah Allah,  dan Roh Allah diam di dalam kamu? (TL)

Tetapi kalau tidak bertobat, keras hatinya seperti jalanan, maka itu berarti  setan sudah masuk! Burung- burung itu sudah datang dan masuk hatinya.  Jangan memberi tempat pada setan.
Ef 4:27 jangan kamu beri tempat kepada Iblis. (TL)
Bagaimana setan bisa masuk? Kalau seseorang berbuat dosa itu artinya  memberi tempat pada iblis. Kalau seorang membuka pintu hatinya (=  setuju dengan dosa, setuju dengan kehendak setan), maka setan pasti masuk. Kalau sudah tahu salah, tidak mau bertobat, tetap keras hati itu berbahaya, itu berarti ia dikuasai dan diperbudak oleh setan. Iblis bukan hanya masuk tetapi ia berusaha sekuat-kuatnya untuk bisa menguasai dan memperhambakan orang itu. Orang yang berbuat dosa itu memberi tempat pada iblis dan hatinya akan menjadi makin keras, dan perbuatannya makin jahat. Kalau roh setan menguasai orang itu, maka biasanya ia mulai mengalami kesulitan untuk lepas dari ikatan dosa atau tabiatnya yang jahat.
Setan masuk mulai dari tingkat I, seperti pada Petrus. Tingkat I, itu berarti hanya hinggap pada orang itu dan menghasut atau menggodanya. Ini seringkali terjadi karena kebodohan dan karena terus menuruti daging. Misal Yohanes dan Yakobus yang menuruti kebencian hatinya, mereka ingin mendatangkan api untuk membinasakan orang-orang yang menolak Tuhan Yesus. Kalau ada orang jahat, yang melawan pekerjaan Tuhan, satu kali api akan turun dan membinasakan mereka, tetapi jangan kita yang membalas dan membencinya, sebab Tuhan itu hakim dan ini urusan Dia Roma 12:19. Minta pimpinan Roh Kudus untuk menghadapi atau menghindar daripadanya, sesuai dengan pimpinan Roh, tetapi jangan membenci atau membalas.
Mat 10:16 Ingatlah olehmu, Aku ini menyuruhkan kamu seperti domba di antara serigala. Sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular, dan tulus hati seperti burung merpati. (TL)
Kalau sudah tahu tetapi tidak mau bertobat, itu berarti setan sudah mendapat tempat dalam hatinya. Setan akan terus mendorong, menipu, menghasutnya dan orang ini akan menjadi makin keras, mata gelap, tidak merasa malu, tidak tertuduh sebab setan sudah menguasainya, ini bisa menjadi tingkat II, yaitu dipenuhi dengan roh-roh setan. Kadang-kadang dari luar kelihatannya baik- baik tetapi hatinya penuh dengan hal-hal yang jahat. Kadang-kadang orang itu tidak sadar kalau iblis sudah bersarang di dalam dirinya. (Tentang tingkat-tingkat pekerjaan setan, bisa dilihat dalam TE No.10).
Beberapa orang tertipu seperti Pergamus, kelihatannya biasa-biasa saja, tetapi sesungguhnya mereka tinggal di sarangnya setan!

SARANGNYA

Kalau ada sarang itu berarti ada burungnya. Dimana burung-burung  itu membuat sarang? Kei-nginan, percintaan dosa itu permulaan  sarangnya. Misal ingin akan uang dan tidak mau bertobat, terus ingin  dan terikat akan uang, maka timbul bermacam-macam perbuatan  dosa 1Tim 6:9-10. Bermacam-macam roh jahat masuk dan bekerja  dalam hidupnya, dan hidup semacam ini menjadi sarangnya.

Kadang-kadang orang tidak sadar, bahwa orang-orang yang terikat pada TV, VCD, itu juga bisa menjadi sarangnya, suatu pikiran dan hidup yang penuh kenajisan, penuh dengan berbagai-bagai roh zina, roh sadis, roh duniawi dan roh-roh jahat lainnya yang tinggal dalam saudara-saudara ini. Juga majalah, tontonan, gambar, kekejian itu bisa membuat hidup ini menjadi sarang dari bermacam-macam roh jahat yang terus mengikat orang itu dalam dosa.
Orang-orang ini seringkali terus ribut soal uang (roh mammon) tentang perzinaan, soal harga diri (tersinggung, terhina, tidak dihargai dll karena kesombongannya); kadang- kadang ribut hanya karena beberapa perkataan, sebab dari dalam hatinya penuh roh-roh mammon, roh sombong, iri, benci dsb yang terus mendorong dan membakarnya sehingga terjadi ribut dan onar terus menerus, dan tentu ini mengacaukan pekerjaan Tuhan, apalagi kalau orang itu seorang pemimpin!
Sebab itu rohaninya rusak sebab ada sarang dari roh-roh setan. Kadang-kadang cerita occultisme seperti Harry Potter, jadi hobby dan dicintai, tidak mau dibuang, keras hati, maka ini juga bisa menjadi sarangnya roh-roh setan itu. Kadang-kadang ingin populer, suka makan dan bertuhankan perut; (Bertuhankan perut itu dosa akhir zaman) kalau ini dituruti terus menjadi “way of life” nya dan ini juga bisa menjadi sarang roh-roh setan itu. Kalau sarang-sarang ini dibiarkan, maka roh-roh jahat ini akan tinggal terus di dalam orang itu, ini menjadi tingkat II. Bia-sanya orang-orang seperti ini ribut terus. Baik dalam hal uang, keduniawian, kesombongan, dll. Kalau roh-roh setan memenuhi hatinya, diberi tempat tinggal, dibiarkan menetap, pasti rohaninya rusak!
Seharusnya yang ada di dalam orang-orang beriman itu adalah Roh Kudus, tetapi sekarang menjadi sarang setan. Inilah sebabnya orang Farisi itu ditolak, sebab didalamnya ada banyak sarang dan roh-roh setan.
Ini semua membuat orang Kristen, sekalipun sudah bertahun-tahun ikut Gereja, tetap ditolak oleh Tuhan di bumi dan di sorga. Tuhan tidak lagi berkenan padanya dan iblis memakai orang-orang ini sebagai kaki tangannya untuk mengacau dan merusakkan pekerjaan Tuhan. Sarang-sarang ini harus dibongkar dan dibuang bersama-sama dengan semua roh-roh setan itu, supaya mereka tidak lagi bisa tinggal di dalam hati orang itu! Jangan biarkan sarang dan burungnya, usir!
Ini biasanya karena keras hati dan tertipu oleh dosa, tidak mau bertobat dari dosa yang sudah dikenalnya! Jangan keras hati, usir semua roh setan yang mau menipu dan mempengaruhi.
Orang-orang beriman bisa mengerjakan hal ini sendirian dalam nama Yesus. Orang beriman yang mau bertobat bisa bertindak sendiri dengan iman sesuai Yak 4:7-8. Tentu juga bisa minta bantuan orang lain, biasanya lebih mudah, tetapi orang itu sendiri harus sungguh-sungguh mau bertobat!
Jangan biarkan satu roh setan atau satu sarang pun ada dalam hati atau hidup kita. Buang semua!
Kalau mau diterima Tuhan di-sini dan di dalam sorga, orang-orang ini harus bertobat dan membuang semua roh jahat, termasuk juga sarang-sarangnya  harus dibongkar.
Memang seharusnya kita menjadi tempat Kristus, bukan sarangnya roh-roh setan.

TETAPI PUTRA MANUSIA TIDAK MEMPUNYAI TEMPAT UNTUK  MEMBARINGKAN KEPALANYA

Jelas sekali orang-orang yang ditolak ini, hatinya tidak ada Yesus tetapi ada serigala; inilah orang-orang yang tidak bertobat dengan lubang- lubang dalam hati dan hidupnya (penuh dengan segala rahasia- rahasia keji dengan siasat-siasatnya dan segala kemunafikannya) dan ada burung- burung (macam-macam roh jahat) dengan sarang-sarangnya (segala perbuatan dosa yang keji-keji). Yesus tidak ada, hanya hal-hal duniawi, dosa dan roh-roh setan yang memenuhi hatinya. Kerinduannya bukan Tuhan tetapi uang, kemewahan, kesukaan dosa dan kemuliaan dunia ini, kepujian dan hormat manusia dan segala perkara dosa yang keji- keji. Tidak ada Roh Kudus dalam hatinya, tetapi roh jahat dengan sarang-sarangnya.
Bongkar dan buang semua lubang- lubang serigala ini, usir semua burung dan sarang-sarangnya, lawan dengan segenap hati, pertolongan Tuhan selalu stand by untuk orang yang mau, jangan ragu-ragu. Jangan seperti ahli Taurat yang munafik ini, tidak mau bertobat, tetapi lagaknya seperti orang- orang yang rohani.
Tuhan Yesus tidak ingin seorang pun binasa Yez 33:11. Dia yang sudah memulai pekerjaanNya di dalam kita, Dia tidak akan merelakan iblis mengambilnya kembali Pil 1:6. Bertindaklah di dalam nama Yesus dan kita akan mendapat kemenangan yang indah- indah dalam Kristus.
Seharusnya Kristus terus menerus tinggal di dalam kita sejak mulai percaya. Pelihara hidup ini, jangan sampai ada roh- roh setan yang masuk apalagi membuat sarangnya. Kristus yang harus selalu ada di dalam kita.

MEMBARINGKAN KEPALANYA


Membaringkan kepala itu artinya tidur. Dimana kita tidur? Di  rumah! Hati kita harus menjadi rumah-Nya, jangan menjadi rumah  serigala dan roh-roh setan. Kesucian dan kesukaan-Nya harus  menjadi bantal-Nya. Buang semua sarang dan lubang, ganti dengan  kesukaan dari Tuhan, kesucian dan segala hal yang berkenan kepada  Tuhan, sehingga hati kita menjadi rumah Allah dan memang  seharusnya demikian 1Kor 3:16; 6:18, bukan tempat sarang burung  dan lubang serigala!
Tidak sukar memasukkan Kristus dalam hati orang beriman sebab ini yang dikehendaki oleh Tuhan, Tuhan sanggup dan berkuasa untuk menyucikan orang itu, asal orang itu mau bertobat dan mau Kristus tinggal dan memerintah dalam hatinya. Tuhan sanggup menyucikan orang itu, atau kalau ada dosa-dosa, ada lubang-lubang serigala dan sarang-sarang burung, Tuhan sanggup membersihkan dan Kristus akan masuk dan tinggal di dalam hatinya, sekarang juga. “Sekarang ini juga” adalah kehendak Tuhan 2Kor 6:2, Dia tidak setuju kalau kita menundanya. Sekarang inilah hari keselamatan. Segala alasan untuk menunda berarti tidak mau bertobat. Kalau kita menyadari atau mengetahui ada dosa-dosa dan bermacam-macam hal dari setan, waktu untuk bertobat adalah sekarang ini, hari ini juga. Bertobat besok berarti keras hati, tidak mau bertobat!
Ibr 3:15 sedangkan sudah tersurat: Pada hari ini, jikalau kamu mendengar suaranya, janganlah kamu mengeras-kan hatimu seperti pada masa Penggusaran. (TL)
Kalau Putra manusia tidak mendapat tempat, itu disebabkan karena ada roh-roh setan dalam hatinya. Ini mungkin juga orang-orang yang pergi ke gereja tetapi yang tinggal di dalam hatinya bukan Roh Kudus melainkan roh- roh setan. Ini disebabkan karena keras hati dalam dosa, misalnya dalam dosa kebencian, ketamakan, iri, zinah, sombong dan lain-lain. Setan masuk dalam hatinya dan tinggal terus didalamnya, sehingga setan bisa bekerja dengan bebas dalam segala segi hidupnya yang lain, maka keluarlah segala macam dosa. Kalau Kristus ada dalam hati kita, bukan setan, maka rohani kita akan tumbuh. Akan ada kemenangan, kita bisa berbuah dan menangkan jiwa. Memenangkan jiwa itu bukan hanya pekerjaan pendeta, dan pemimpin pemimpin, tetapi tugas setiap orang beriman, bah-kan menjadi targetnya Luk 10:27. Bagaimana caranya membuang roh setan, apa perlu kelepasan? Kalau orang itu sudah menjadi orang Kristen, ia bisa mengerjakannya sendiri seperti Yak 4:7-8. Bersihkan tanganmu, sucikan hatimu, hampiri Allah dan lawan iblis, maka iblis akan lari daripadamu. Tentu kalau dibantu saudara- saudara seiman yang penuh iman dan Roh Kudus akan lebih mudah, istimewa untuk follow-up nya, supaya hatinya terus dipelihara dalam kesucian dan Kristus terus bertahta dalam hatinya. Sebab itu mutlak perlu bergabung dalam Gereja yang penuh Roh Kudus, penuh dengan Firman Tuhan dan hidup dalam kesucian.
Tetapi orang yang keras hati dalam dosa-dosanya itu sudah menjadi sarang- sarangnya roh setan, ini perlu ditolong, didoakan, dilepaskan. Orang yang berbuat dosa itu membuka hati, memberi tempat buat iblis. Dan kalau ia tetap berkeras hati dalam dosanya, maka hatinya menjadi sarang dari roh-roh setan itu dan setan-setan akan terus tinggal bersamanya.
Ini semua mengakibatkan kerusakan iman, bahkan akan menjadi kerobohan yang besar kalau tidak bertobat! Sebab itu kita harus tetap suci dari dosa. Orang-orang yang sudah kenal Tuhan, ia sendiri harus mengambil keputusan Luk 12:57 dan bertindak. Pekerjaan setan harus dilawan. Kalau Kristus ada dalam kita, kita pasti kuat, jangan takut melawan semua yang jahat dari iblis Mat 1:23, Rum 8:31. Kita akan bisa hidup suci dan berbuah-buah dalam Tuhan dan kita mempunyai rumah dan pahala kekal di sorga.

KESIMPULAN

Taati Firman Tuhan, jangan keras hati. Jauhi semua hal yang tidak diperkenan Tuhan. Tuhan berkata siapa yang mau jadi murid Tuhan, dia harus menyang-kal dirinya, pikul salib setiap hari. Kalau sudah ada Yesus, harus dipelihara jangan sampai kena tipu oleh setan dan oleh orang-orang yang menjadi serigala (kaki tangan iblis). Jangan ikut bersama-sama mereka, orang-orang seperti ini akan ditolak oleh Tuhan di dunia dan di Sorga.
Ingatlah, ahli Taurat itu, yang tahu tetapi tidak taat, ditolak, sebab ia adalah serigala yang mempunyai lubang dan burung bersarang dalam dirinya.
Kalau seorang sungguh-sungguh bertobat, ia harus menyangkal diri, pikul salib, ikut Tuhan Yesus setiap hari sampai ia masuk dalam kerajaan Surga Luk 9:23.
Orang yang sungguh-sungguh bertobat, bisa ikut Yesus dan Tuhan menerimanya. Tuhan sanggup menyertainya dalam dunia ini sampai ke akhir, sampai masuk dalam Surga Ibr 7:25.