M4433 – Efesus 5:31-33 Hidup Nikah yang Tergoncang

I. PENDAHULUAN

Single, bahkan anak2 juga perlu me-ngerti. Mengapa?

a. Semua orang dekat dari keluar-ganya yg juga adalah hasil pernikahan, itu bisa dapat berkat atau jadi berkat. Tidak ada orang yg tidak ada hubu-ngannya dgn nikah.

LGBT tidak punya anak dan menurut Firman Tuhan itu keji, sesat, tidak senonoh Kej 19:5, Im 18:22; 20:13, Ul 23:17, Hak 19:22, 1Raj 14:24; 15:12; 22:47, Rom 1:26-28, 1Kor 6:9, 1Tim 1:10, pasti masuk neraka kalau tidak bertobat.

b. Orang dekat dari suami-istri bisa di-pakai Tuhan untuk menolong, mene-guhkan pernikahan atau dipakai setan untuk memecahnya. Jangan bodoh mau dipakai setan, sebab itu juga per-lu mengerti prinsip hidup nikah dalam Tuhan.

c. Kita wajib menolong (LUk 10:27-37) terhadap hidup nikah yg tergoncang. Jangan tahu tapi tidak berbuat apa2 seperti Imam dan orang Lewi, itu dosa Yak 4:17, atau menjadi anjing kelu Yes 56:10, harus usaha se-bisa2nya Jud 23. Orang yang tidak mau menolong dan yang plin-plan itu golongannya setan. Sebab itu semua orang harus mengerti tentang nikah, lebih2 yg be-lum menikah, perlu supaya bisa be-lajar lebih dahulu menghadapi tipu daya iblis, istimewa dalam pernikah-an.

II. EF 5:31-33. SUAMI-ISTRI YG BETUL

ayat 31. Suami istri itu lekat menjadi satu daging, bukan dua Mat 19:5-6. Dan yg sudah dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia, itu pekerjaan setan.

ayat 32. Ini rahasia besar yg harus di-mengerti oleh semua orang ber-iman, termasuk single, sebab se-mua orang ada hubungan lang-sung dgn nikah dan ini juga rahasia Tuhan dan GerejaNya.

ayat 33. Kasih suami-istri ini khas (mo-nopoli, hanya diantara suami-istri sendiri) juga istri harus menghor-mati atau menghargai suaminya.

III. MENGAPA HIDUP NIKAH

ITU PENTING SEKALI

Pada akhir zaman makin meningkat korban2 nikah yg rusak Luk 17:27, Kej 3:2-3.

1. Satu pokok utama dari isi dunia 1Yoh 2:16 (3Ta). Target utama iblis. Diincar untuk dirusakkan. Sebab itu kita harus mengerti dan mengalah-kannya, untuk dapatmemelihara hi-dup nikah baik2. Jangan disepelekan, diabaikan atau di-biar2kan, akan han-cur waktu dosa dan kejahatan me-ningkat tinggi Wah 22:11. Nikah yg baik, bahagia itu tidak otomatis, tetapi harus dipelihara, contoh seperti me-melihara kesehatan.

2. Hubungan yg terkecil, tetapi sangat berarti. Nikah itu adalah hubungan hanya antara dua orang Ef 5:31, Mat 19:5, dan 1+1=1. Ini rencana dan ke-hendak Allah; dalam pernikahan yg dibuat Allah hanya ada Adam dan Ha-wa, tidak ada yg lain Kej 2:18.  Meski-pun hanya dua orang, asal tinggal da-lam Kristus Pkh 4:12, dan dipelihara sesuai Firman Tuhan, itu jadi kuat sekali.

3. Ini permulaan mempelai Kristus. Ef 5:32. Ini rahasia. Kalau tidak mengerti rahasia ini, tidak bisa memelihara dan mendapat hidup nikah dan keluarga yg bahagia dalam Tuhan (yg berarti sampai kekal). Kalau nikah yg di dunia gagal, juga tidak bisa masuk golongan mempelai Kristus, bahkan bisa hilang keselamatannya, kecuali bertobat sungguh2 sebelum mati, sebab itu, ini adalah perkara yg besar.

4. Lebih tersembunyi, yg tampak dari luar seringkali tidak sama dgn yg ada di dalam, sebab hanya dua orang. Se-ringkali tidak tampak dari luar, seka-lipun sudah ada serangan2 setan dan kerusakan2 yg terjadi. Kalau tidak le-kas diperbaiki atau ditolong, bisa han-cur sampai neraka.

5. Dasar utama dari nikah adalah kesucian (disucikan dari dosa2 istime-wa dosa zina, juga dosa2 lainnya) yg erat atau langsung berhubungan dgn kasih, dasar utama dari suami istri. Ka-lau suci, Tuhan Yesus ada di dalam-nya, sangat indah dan mudah terto-long kalau ada gangguan.

6. Fondasi jasmani dan rohani. Kalau nikah terpelihara kita bisa memba-ngun baik2 di atasnya. Kalau runtuh, semuanya hancur jasmani dan rohani (Mat 7:24-28 taat akan kebenaran Fir-man tentang nikah, adalah pondasi-nya). Semua pekerjaan atau aktivitas lainnya tidak boleh mengabaikan  hi-dup nikah. Harus ada sebagian waktu, pikiran, hati, tenaga, biaya dll untuk diberikan buat memelihara hidup ni-kah (dan keluarga). Orang beriman yg hidup nikahnya rusak, rohaninya juga akan runtuh, apalagi hamba2 Tuhan tingkat yg makin tinggi.

7. Tanpa Kristus, tidak ada nikah yg dapat berbahagia sampai kekal, se-bab musuhnya adalah setan yg hanya bisa kalah total oleh Kristus. Kalau rohani tidak terpelihara, hidup nikah akan rusak sampai hancur.

Kalau nikah diabaikan, lambat atau cepat, rohani dan pelayanannya akan runtuh. Ini salah satu pondasi yg menentukan.

8. Salah satu ukuran tingkat rohani. Kalau nikah diabaikan, tanda rohani-nya jelek sekalipun sukses dalam pela-yanan dan terkenal, hati2 Mat 7:23. Ini salah satu ukuran yg peka. Misal-nya data laboratorium yg jelek, seka-lipun “sehat”, pasti ada yg tidak beres. Ukuran nikah itu diukur dari kasih yg ada antara suami-istri. Kasihnya harus lebih daripada kasih pada siapapun, kecuali kepada Tuhan. Kasih yg sudah ada pada orangtua, saudara, sahabat dll, jangan diturunkan, tetapi kasih suami-istri harus naik di atas semua-nya, dan tetap kasih pada yg lain. Ka-lau kasih suami-istri turun, hati2, itu tanda bahaya. Mungkin karena berke-lahi, kecewa merasa jodoh yg tidak betul (tetap terima dgn sukacita) dll. Semuanya harus diperbaiki dan kasih suami-istri harus diteruskan sampai mati. Terhadap musuhpun kita harus mengasihi apalagi antara suami-istri Mat 5:44.  Ingat janji nikah, itu janji yg sesuai Firman Tuhan. Dalam pernikah-an yg baikpun, masih ada problem dan pencobaan dan ini menjadi peng-olahan yg indah untuk kekal.

9. Ini permulaan kekekalan, sebab nikah itu sampai mati baru berhenti, tetapi dilanjutkan dalam kekekalan dgn kasih yg betul (kasih ilahi), seka-lipun sesudah mati tidak ada naluri sex lagi (juga tampak dari grafik kasih suami-istri, kasih eros dan agape, eros boleh turun, agape terus naik, makin bahagia dan ini berlanjut sampai kekal).

IV. SEBAB2 KERUSAKAN

HIDUP NIKAH

1. Dosa zina, sekalipun dalam pikiran itu sudah dosa Mat 5:28. Ini harus dicegah, jangan sampai timbul atau kalau mulai timbul harus segera diber-sihkan Gal 5:24, Ams 4:23; 23:7. Kalau dosa zina muncul, kasih akan merosot dan merosotnya seperti deret ukur, cepat sekali, bahkan bisa berubah menjadi benci seperti Amnon 2Sam 13:15. Kasih manusiawi, daging bisa berubah jadi benci, tetapi kasih ilahi, tidak bisa berubah, hanyajadi sedih dan menderita, karena masih ada sisa kasih.

2. Semua dosa lainnya. Misalnya cinta uang, sombong dll. Kalau nikah karena Text Box: M4433 / 4 Des 2022     hal 2      uang, waktu uangnya merosot, kasih-nya juga merosot dan jadi kecewa, se-hingga pernikahannya terganggu atau terancam untuk runtuh (juga kasih tentang hal2 lain, kalau bisa berubah jadi benci itu kasih manusiawi. Kalau ada kasih, dosa besarpun bisa ditutup, diampuni dan dibersihkan 1Pet 4:8. Kalau kasih merosot sesudah bulan madu, bisa jadi empedu seperti Am-non. Kalau ada macam2 kesalahan di-antara suami-istri, langkah pertama, langsung ditangani dgn kasih (ingat kasih suami-istri harus lebih dari kasih pada musuh Mat 5:44) problem2 di-bereskan,  lalu kembali jadi kekasih antara suami-istri.

3. Tidak punya pengertian yg betul dan cukup tentang pernikahan dalam Kristus. Misalnya 1+1=1. Yg mence-raikan (sekalipun sementara) itu sa-lah.

Langkah I bukan cerai sementara, tetapi pemberesan semua salah dan dosa berapapun banyaknya, hari ini harus bertobat, tidak bertahap, sebab suami-istri adalah seperti kepala dan tubuh; Kalau kepala dan tubuh dipo-tong, sekalipun sementara akan mati! Cerai sementara adalah siasat iblis, sehingga iblis dapat kesempatan, un-tuk memecahkan dan merusak hidup nikah.  Perlu doa, nasehat, pendam-pingan dll, tetapi jangan pakai cerai sementara (“van tafel & bed”) itu kesempatan emas bagi iblis, singa buas itu 1Pet 5:8.

Ada banyak peraturan nikah an-tara lain dalam Ef 5:22-23, perlu dipe-lajari sampai mengerti untuk ditaati, maka Roh Kudus pasti akan menolong orang yg mau memelihara hidup ni-kahnya. Roh Kudus tahu siapa yg sungguh2 mau taat dan berkenan pada Tuhan (masuk Surga) dan Roh Kudus akan tolong, sehingga bisa me-ngerti Yoh 16:13, dan mampu men-taatinya Fil 4:13, Zak 4:6. Dgn Tuhan pasti bisa, percayalah! Suami mencin-tai istri sendiri, bukan perempuan de-kat atau jauh lainnya. Juga istri harus cinta dan tunduk pada suami sendiri Tit 2:4-5.

Kadang2 ada istri yg KDRT pada suaminya, hati2 itu melawan Allah, hukumannya dahsyat. Suami-istri ha-rus ingat bahwa tubuh istri milik sua-mi dan sebaliknya, sebab itu semua peraturan dan kewajiban suami-istri harus dilakukan dgn pengertian yg betul, dgn kesucian dan kasih, juga tahu bahwa tubuh atau dirinya itu milik suami atau istrinya 1Kor 7:4.

Suami yg kasar pada istrinya, keta-huilah bahwa tubuhmu milik istri, yg berhak atas tubuh suami! Ingat juga 1Pet 5:7. Betul suami kepala, tetapi bukan untuk menindas “hambanya”, tetapi untuk membela dan meme-lihara “kekasihnya” dgn kasih sayg, untuk menyelamatkan! Ef 5:23. Ini pengertian yg betul, bukan sebagai polisi, jaksa atau hakim. Sama seperti ibu itu berkuasa atas bayi dan anak2-nya, mereka harus taat, tetapi bukan untuk diperbudak, tetapi untuk dipeli-hara, diselamatkan dan membuat yg terbaik bagi mereka. Begitu juga seba-liknya istri terhadap suami, sebab ke-duanya bukan orang lain, tetapi satu tubuh, kepala dan tubuh, senang dan susah ditanggung bersama.

4. Hidup iman tidak tumbuh, jelek. Ini menjadi sumbernya segala macam problem dan kepahitan. Tidak punya iman, terus sungut2, setan masuk dan membuat banyak onar dan celaka. Tidak punya pengertian Firman Tu-han, padahal harus belajar seperti ba-yi minum susu 1Pet 2:2, lalu terus tumbuh 2Pet 3:18, bahkan jangan ber-henti sampai di pengajaran mula2, te-tapi terus meningkat sampai kesem-purnaan, ini kehendak Allah Ibr 6:1. Sebagian orang Kristen ke Gereja ha-nya sebagai kebiasaan atau cari se-suatu yg baru untuk menghibur, bu-kan beribadah (ibadah yg betul adalah korban kepada Allah, seperti mem-bawa korban lembu yg disembelih se-tiap kali Rom 12:1. Beberapa banyak orang beribadah, tetapi tidak meng-hargai Firman Tuhan, merasa Firman Tuhan tidak perlu, tidak terlalu pen-ting, cukup sebentar saja, sebab me-reka tidak suka pada manna Firman Tuhan, bahkan ber-sungut2, marah dan menghina manna Bil 21:5-6, se-hingga hidupnya celaka, sebab kena hukuman Tuhan, sampai mati rohani, jadi 8 kali lebih jahat Mat 12:45, se-hingga nikahnya kacau, rusak, dan menyebabkan banyak perceraian dan kehancuran rumah tangga. Perlu lim-pah berdoa dalam Roh dan kebenar-an, dan tumbuh dalam Firman Tuhan sampai pengajaran2 yg sempurna (ini perlu waktu banyak dalam ibadah ke-baktian minggu atau Pelajaran Alkitab dan di rumah!).

Tabiat yg lama harus segera dibuang, ganti baru 2Kor 5:17, Kol 3:9-10, le-bih2 tabiat diantara suami-istri itu yg sesungguhnya bukan pura2, sebab itu kalau tidak berubah, tampak sekali, sehingga timbul banyak problem.

5. Kantong setan. Suami-istri itu se-perti kepala dan tubuh Ef 5:23. Antara suami-istri harus terbuka, jangan ada rahasia apapun, baik uang, baik raha-sia keluarga, rahasia anak dll. Kalau ada rahasia itu bukan tubuh dan ke-pala, tetapi orang lain! Sebab itu ja-ngan ada rahasia apapun. Kadang2 ra-hasia uang keluarga lebih kuat dijaga diantara saudara2, istri tidak boleh tahu, ini salah, sebab istri bukan “orang lain”.  Waktu yakin bahwa ca-lonnya adalah jodohnya, harus ter-masuk hal ini; jadi kepala dan tubuh, tidak boleh ada rahasia, istri / suami bukan orang lain.  Mungkin yg satu kurang pintar dalam uang, harus dibe-ritahu, jangan sampai karena kebo-dohan menyebabkan kerugian, tetapi jangan ada rahasia antara suami dan istri. Kalau sudah biasa ada satu ra-hasia, itu akan jadi banyak rahasia, yaitu banyak dosa dan nikah akan ce-pat rusak. Kantong setan, pada waktu-nya akan meledak menghancurkan ru-mah tangga. Rahasia apapun harus dijelaskan baik2. Jangan simpan apa2 di kantong setan, itu bom waktu, buang semua kantong setan.

V. CARA MEMELIHARA HIDUP NIKAH

Lebih baik memelihara itu mencegah celaka daripada mengatasi celaka yg sudah jadi dan mulai merusak sampai hancur.

1. Hidup suci dari zina dan semua dosa2 lainnya! Kalau ada dosa, lebih2 dosa zina, kasih akan istri atau suami langsung bocor, mulai dari pikiran sampai perbuatan. Kesucian dan kasih itu erat berhubungan seperti koin, ti-dak bisa dipisahkan.

Dalam dunia ada bulan madu lalu bulan2 banyu, lalu bulan2empedu dan akhirnya hancur.

Tetapi nikah orang beriman itu makin lama kasihnya makin mening-kat, (bukan bosan dan habis), itu tanda hidup nikah yg baik. Apalagi ka-lau lahir anak cucu, kalau semua didi-dik dan tumbuh dalam Kristus, ini bisa jadi katalisator yg menambah kasih (jangan pilih kasih, bisa jadi problem dan dipakai iblis untuk memecah se-perti Ishak dan Ribkah). Tuhan men-ciptakan manusia bukan seperti ma-laikat, tetapi ada suami-istri dan ke-luarga, ini menjadi kelompok terkecil dalam tubuh Kristus, dan inimembuat pengalaman pengolahan yg memban-tu pertumbuhan iman.

2. Hiduplah saling melengkapi dalam kesucian dan kasih seperti kepala dan tubuh dgn rumus 1+1=1.

Tuhan memberi Adam teman sejodoh: Hawa supaya jadi lebih baik Kej 2:18, tetapi ini juga berguna untuk peng-olahan selama di dunia supaya belajar kerjasama yg baik seperti kepala dan tubuh dalam kesucian dan kasih. Ka-lau ada salah langsung ampuni dan follow up dgn kasih Kristus dan tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran. Jangan sampai kecewa, apalagi benci dan punya pikiran lebih baik = 2 (hi-dup sendiri2) ini pikiran jahatdari se-tan. Peliharalah persekutuan khusus tentang nikah dalam Kristus (1=1=1, terus bersama).

3. Saling menasehati Mat 7:2-5. Kalau bisa dgn kasih dan suci. Orang yg mau dinasehati, sebab sungguh2 ingin hidup disucikan, dalam nikah ada ke-sempatan besar dan indah di hadapan Tuhan, sebab kita bisa disucikan dari balok2 dan selumbar di mata kita. Dalam hubungan nikah yg manis (ti-dak marah kalau dinasehati), maka Tuhan akan bekerja dgn bebas dan penuh dalam nikah dan pelayanan ki-ta Maz 60:14, Rom 8:31,37. Sangat indah. Semua dosa dalam diri kita, nikah dan keluarga harus dibersihkan dan bersekutu itu tempat yg indah untuk saling menasehati.

4. Didik anak2 baik2 Ul 6:7. Juga orang seisi rumah dilayani supaya se-lamat dan tumbuh dgn baik, sebab ada janji Allah Kis 16:31, sekaligus akan jadi penolong yg baik dalam ta-ngan Tuhan, sehingga ada kerjasama yg manis, supaya nikah makin indah.

5. Cari dahulu kerajaan Surga Mat 6:33. Beri contoh yg baik, limpah dgn 7 KPR, lebih2 dgn doa dalam Roh dan kebenaran, maka nikah terpelihara se-bab ada Kristus dalam nikah kita, le-bih2 kalau mau dipimpin Roh Pkh 4:12. Kadang2 kita lupa atau ada yg ti-dak tepat, juga ada tipu daya dan pa-nah berapi iblis, tetapi kalau kita di-pimpin Roh semua itu bisa diingatkan dan dibersihkan, sehingga Tuhan dan kemuliaanNya ada dalam pernikahan dan keluarga kita Maz 60:14.

VI. TINGKAT2 GANGGUAN DALAM HIDUP NIKAH

Jangan tunggu hancur, tingkat I dari rumah tangga yg hancur itu sudah ter-lambat, sebab kita justru harus tum-buh makin indah, bukannya makin hancur. Tetapi dalam menangani ru-mah tangga yg hancur, kita perlu tahu gradasinya.

I. Kemungkinan rusak, sebab ada pi-kiran2 dosa seperti ingin dalam Mat 5:28, ada rasa kecewa, tidak senang, ber-sungut2.

II. Keributan dalam hidup nikah. Mulai ribut, berkelahi dll.

Ini rumah tangga yg sering atau terus ribut, harus segera diperbaiki. Biasa-nya kasihnya mulai tawar, habis, sehingga berubah dari madu menjadi banyu (air) lalu empedu, akhirnya hancur.

III. Retak dalam kesatuan keluarga, sehingga merasa suami/ istrinya se-perti orang lain. Ini berarti 1+1=2, dan bertindak seperti pada orang lain, ada kantong setan dan macam2 dosa timbul dan makin bertambah.

IV. Pecah di dalam. Ingin berpisah jauh atau bercerai, kadang2 keluar ka-ta2 cerai! Sengaja atau terlanjur. Ini keadaan yg sudah parah, tinggal tung-gu meletus. Kalau salah satu atau ke-duanya sadar, Tuhan masih bisa me-nolong, sebab Tuhan tidak ingin se-orangpun binasa. (Orang cerai itu do-sa zina, melawan Firman Tuhan Mat 19:9). Rumah tangga yg pecah bia-sanya rohaninya juga hancur. Kadang2 orang minta cerai sementara, itu sangat jahat, mangsa empuk bagi iblis untuk menghancurkan pernikahan-nya. Tidak boleh cerai sementara, ha-rus diperbaiki dan dipulihkan dgn ka-sih dan kuasa Allah.

V. Pecah, cerai. Ada beberapa kesak-sian yg pulih kembali, sekalipun lewat banyak kepahitan dan kerusakan2 ro-hani dan jasmani. Tetap dilayani kalau mau bertobat dan dipulihkan. Sering-kali dgn banyak derita, bisa kembali ditolong seperti orang selamat mele-wati api 1Kor 3:11. Tetapi bagaima-napun juga kalau mau kembali itu yg terbaik!

Biasanya kerusakan dalam nikah itu ada pada kedua pihak, sebab tidak mengampuni, tetapi berkelahi dan itu berarti benci yg tingkatnya bisa naik terus. Kalau satu pihak tetap dalam kesucian, dipimpin Roh, maka biasa-nya rumah tangga itu masih bisa ber-tahan sekalipun hanya dgn satu tiang dan dgn penuh penderitaan, tetapi Tuhan yg menguatkan. Ada macam2 variasi yg terjadi, yg penting, jangan salahkan Allah, periksa diri, harus tahu kesalahan kita sendiri, sebab Allah ti-dak pernah salah! Kalau ada yg salah akui dan perbaiki, dan perang dgn se-tan, terus berdoa dalam Roh dan ke-benaran sampai iblis kalah dan Tuhan membuka jalan untuk pulih kembali. Dgn Tuhan pasti menang, jangan ber-kecil hati, maju terus.

Sebaliknya, seharusnya nikah kita harus tumbuh makin indah dgn tingkat rohani yg terus tumbuh dalam ke-sucian, kasih dan hidup/ tabiat makin seperti Kristus.

VII. CARA MEMPERBAIKI KERUSAKAN2 HIDUP NIKAH

Prinsipnya: Tuhan sanggup menolong orang yg mau bertobat, sebab itu jangan bereaksi dosa, tetap di pihak Tuhan Rom 8:31,37. Taati Firman Tu-han, istimewa mengampuni, belajar dipimpin Roh, jangan dipimpin daging.

Jangan membuat cerai sementara, itu seperti potong kepala dan tubuh, meskipun untuk sementara, itu fatal, itu tipu daya iblis. Percayalah akan Tuhan, berdoa dan bersandar pada Tuhan. Seringkali ada pihak2 yg tidak percaya dan takut ber-lebih2, yg pen-ting sungguh2 bertobat dan tekun berdoa dgn betul dan bersandar pada Tuhan.

Juga karena Tuhan sudah menjan-jikan keselamatan isi rumah bagi kita Kis 16:31, lebih2 nikah suami-istri, se-bab Tuhan sama sekali tidak meng-hendaki dipecah, tetapi tetap bersatu sampai mati Mat 19:4-5.

Sebaiknya juga minta bantuan doa dan nasehat dari gembala dan sau-dara2 seiman yg bisa dipercaya dan rohani. Jangan pakai kekuatan sendiri, ada kuasa dalam doa orang benar Yak 5:16, lebih2 doa dalam Roh dan ke-benaran.

2. Semua dosa harus dibuang, sebab itu pos atau pintu masuk setan, yg pasti akan menghancurkan pernikah-an, bukan memperbaiki.

3. Tumbuhkan kasih kembali dgn kuasa Allah Fil 4:13. Kata2 yg jahat dibuang, sebab itu tanda tidak betul2 mau bertobat. Orang yg mau menga-sihi kembali, mau korban sekalipun menghadapi tindakan2 yg jelek dari pihak yg lain. Jangan lupa memelihara rohani dgn baik, sebab hanya dgn Kristus kita bisa mengalahkan peker-jaan setan.

4. Menunggu dgn iman. Tidak ada yg kebetulan. Asal kita tetap (kembali) benar lalu bertekun dalam doa dan hidup dipimpin Roh (sesuai Firman Tu-han), maka Tuhan akan membuka ja-lan. Jangan berkecil hati atau kecewa dgn apapun yg terjadi, sebab semua akan jadi kebaikan bagi orang yg cinta Tuhan Rom 8:28. Ayub, Yusuf, Daud mengalami banyak hal2 yg bisa mengecewakan, tetapi mereka tetap bersyukur dan akhirnya berkeme-nangan. Tuhan menguasai segala kea-daan, sebab itu belajar hidup ber-kenan kepadanya dalam segala sikon  yg kita hadapi. Tuhan tidak akan me-ngecewakan orang yg berharap pada Tuhan Rom 10:11.

KESIMPULAN

Pencegahan itu jauh lebih baik Maz 119:11, bahkan sejak kanak2 dibuat pondasi yg baik Ams 22:6. Begitu pula waktu pemuda, pacaran akan meni-kah, semua dipelihara sesuai Firman Tuhan, maka waktu masuk hidup ni-kah akan langsung menikmati faedah-nya, jadi lebih baik, sehingga bisa terus bertumbuh dan ber-buah2 sam-pai pada puncak2 rencana Allah. Te-tapi kalau toh ada kerusakan dan gangguan, harap Tuhan dan saling tolong menolong, lebih2 dalam peng-gembalaan. Yg penting sungguh2 bertobat dan kembali lekat dgn Tuhan.

Tujuan hidup kita adalah Surga, semua harus dicocokkan dgn Firman Tuhan, maka Tuhan akan menolong. Sebab itu pelihara pribadi, nikah, keluarga dan Gereja baik2 sesuai Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus. Jangan lupa limpah 7 KPR.

Scroll to Top