M3686 – 1Kor 3:1-4 Keakraban Dalam Persekutuan Tubuh Kristus (23 Maret ’14)

1 KORINTUS 3:1-4. KEAKRABAN DALAM PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS.
Persekutuan dalam Gereja perlu diperhatikan, ini modal yang penting. Juga persekutuan dalam keluarga dan kelompok sel. Kalau tidak ada persekutuan, hanya pertentangan dan perkelahian semua menjadi kacau dan rusak, tidak bisa maju. Sebab itu kita perlu memperhatikan dan meneguhkannya.
Mat 18:20. Bersekutu dalam nama Tuhan, karena Tuhan, untuk Tuhan. Kalau kita bersekutu karena Tuhan itu sangat indah, sebab dalam kesucian, manis, baik sampai dalam hati, bukan hanya dalam sikap yang tampak. Ada orang bersekutu karena terpaksa supaya nafkah tidak hilang, atau karena tabiat dll. Kalau kita bisa bersekutu dengan betul karena Kristus, bukan karena nafkah atau segan, atau karena hutang budi, maka biasanya itu hanya dari luar. Kalau tujuan sudah dicapai, persekutuan kita bisa saja ditinggalkan. Kalau kita bersekutu karena Kristus, Tuhan ada di tengah-tengah kita makin diberkati dan hidup dalam kemenangan terus menerus. Tuhan beserta dalam persekutuan kita itu heran, luar biasa, pasti terus berkemenangan.
1KOR 3:1. BAYI-BAYI BERTABIAT DAGING BUKAN ORANG ROHANI.
Orang Kristen itu bermacam-macam tingkatnya dari bayi baru lahir sampai sempurna. Yang ajaib, buku pelajaranuntuk semua sama, juga sekolahnya sama, menjadi satu dalam Gereja. Mengapa? Sebab ada Roh Kudus yang mendidik secara pribadi setiap orang beriman 1 Yoh 2:20,27. Kalau kita tidak mau dipimpin Roh ( penuh Roh Kudus dan mau taat dididik dan dipimpin Roh), sulit untuk tumbuh dan mengalami hal-hal yang indah dari Tuhan. Sebab itu mintalah baptisan Roh Kudus dan mau taat untuk terus menerus dipimpin Roh.
Bayi-bayi rohani, bertabiat daging. Kita masih hidup dalam tubuh daging. Sekalipun roh kita sudah ditebus dan sudah diperbaharui, jadi orang baru dengan tabiat baru, tetapi tubuh kita belum, masih penuh tabiat daging, hawa nafsu dosa. Sebab itu mungkin dan sering timbul keinginan daging dalam hidup kita, dan ini harus disangkali, dimatikan terus menerus Rom 6:6, Luk 9:23 baru tabiat ilahi dalam manusia batiniah kita bisa keluar dan tumbuh. Kalau bisa terus tumbuh akhirnya akan menjadi seperti Kristus. Ini orang rohani, yaitu yang mau terus mematikan daging, sehingga tabiat ilahi (tabiat baru) bisa terusmuncul dalam hidup kita, yaitu suci dan terus rindu dan mengejar hal-hal dari atas Kol 3:1-3. Orang Kristen tetapi hidup dalam tabiat lama itu bayi-bayi rohani, misalnya tidak bisa mengampuni, sombong, iri, menuruti hawa nafsu daging, cinta uang dst.
Sesudah lahir baru, semua orang jadi bayi rohani, tetapi ini hanya sementara sebab kalau terus taat akan Firman Tuhan, mau pikul salib, kita akan bisa tetap dan terus hidup baru dalam kesuciansekalipun masih bayi, kemampuan kecil tetapi suci(bayi sehat), tidak hidup dalam dosa, tetap suci dalam jalan salib. Ini bayi sehat yang cepat jadi dewasa. Jangan jadi bayi dengan tabiat daging sebab tidak mau taat dan tidak mau menyangkal diri Luk 9:23, Pil 1:29.
1KOR 3:2. MAKANAN KERAS ATAU SUSU?
Tidak mengerti dan tidak suka Firman Tuhan “yang keras”, yaitu yang mengharuskan menyangkal diri, taat akan Firman Tuhan dan memperkenankan Tuhan. Lebih suka Firman Tuhan (makanan rohani) yang cocok dengan kehendak hatinya seperti bersukacita, bagaimana bisa diberkati, kemurahan,  penuh kasih, kebaikan, dll tetapi dijanjikan pasti masuk Surga. Pokoknya tidak mau dilarang berlebih-lebih, boleh bebas bersukacita menuruti kehendaknya sendiri. Tidak suka perkara-perkara yang membongkar dan melarang dosa, harus pikul salib, menderita karena Tuhan,  ini bayi yang tidak sehat Ibr 5:13-14. Kalau, mau sungguh2 taat, pasti bisa, tidak sukar sebab ada Roh Kudus yang selalu siap (standby) untuk mnolong masing-masing kita.
1KOR 3:3. IRI, KELAHI, PERPECAHAN ITU TABIAT DAGING
Iri sebab tidak mau kalah, tidak ingin orang lain lebih dari dirinya, karena sombong sebab tidak mau menyangkali kedagingannya, seperti Saul iri terhadap Daud, ini tabiat daging, dosa.
Kelahi. Ini juga tabiat daging, tidak mau kalah, benci, dendam, marah, emosi dsb. Sebab tidak mau menyngkali semua tabiat-tabiat daging ini, tidak mau mengampuni sehingga daging makin kuat dan suka bertentangan dan berkelahi.
Perpecahan
Kita ini sama-sama anak Allah, harus saling mencintai dan bersatu dengan manis, bukan benci, iri dan pecah menuruti daging.
Ini semua tabiat lama yang harus dibuang dengan cara dimatikan. Sulit? Dahulu sebelum percaya itu sulit. Tetapi sekarang sesudah percaya Tuhan, dalam batin kita (manusia batiniah, dalam roh kita) sudah ada tabiat baru dan Roh Kudus selalu siap menolong kita. Lebih-lebih kalau kita penuh dan mau terus taat dipimpin Roh, keadaan makin mudah, sebab ada kekuatan, tidak lemah (Mat 26:41). Apalagi kalau kita suka berdoa setiap hari satu jam Mat 26:40makin kuat, sukacita, sejahtera sehingga tabiat baru nyata dalam hidup kita dan penuh sukacita, puas.
1KOR 3:4. BERPIHAK-PIHAK ITU TABIAT DAGING
Paulus dan Apolos itu sama-sama hamba Tuhan tetapi ada yang lebih suka Paulus, yang lain lebih suka Apolos. Sehingga mereka ada yang dipihak Paulus dan yang lain dipihak Apolos. Ini sikap dan perbuatan yang salah, ini menuruti daging.
Seringkali karena sebab-sebab yang tidak jelas, hanya karena perasaan atau penilaian sendiri lalu ikut pemimpin yang ini dan tidak suka pada pemimpin-pemimpin yang lain sehingga terjadi pihak-pihak tertentu. Ingat pemimpin kita adalah Tuhan Yesus Kristus. Kita harus bisa bersekutu dengan semua pemimpin-pemimpin yang diangkat Tuhan, jangan ber-pihak-pihak dan ber-golongan-golongan, itu kanak-kanak rohani, kedagingan, hanya bisa bersekutu dengan golongan sediri.
I. PEMBAGIAN PERSEKUTUAN DALAM SKEMA KEMAH SUCI.
Ada dua pihak yaitu kita dan orang yang kita ajak bersekutu. Tingkat rohani kedua pihak itu menentukan. Kalau tingkat rohaninya di Luar Halaman, belum lahir baru, maka bersekutu dengan orang-orang rohani yang manapunada kesulitan. Jadi kita harus ingat, persekutuan yang betul tergantung dari dua pihak.
1. Dengan Luar Halaman, orang dosa, belum lahir baru.
Kita tidak bisa bersekutu seperti yang dikatakan Firman Tuhan, sebab terang dan gelap tidak bisa bersekutu, bahkan tidak boleh 2Kor 6:14-18. Lalu bagaimana hubungan kita dengan orang-orang dunia di sekitar atau didekat kita, misalnya:dalam pekerjaan, mungkin ada lebih banyak orang dunia dari pada orang beriman. Cara berhubungan yang betul.
a. Kerja sama hanya untuk hal-hal jasmani, atau sekuler, bukan persekutuan batin.
Misalnya polisi dan anjing polisi bisa bekerja sama dengan baik, bahkan dilatih sehingga mencapai sukses besar ber-sama-sama. Kadang-kadang dalam melacak pencuri dll mereka bekerja sama dengan baik dan sukses lalu keduanya menerima penghargaan dan upah. Sampai disini itu baik,  tetapi polisi tidak bisa bersekutu lebih jauh dengan anjing,  sebab jenisnya tidak sama, anjing dan manusia.
Begitu juga jangan bersekutu dengan orang-orang berdosa 1Yoh 3:10 apalagi dalam dosa dan kedagingannya, salahkan dia Ef 5:11, jangan bersekutu dengan dosa (sekalipun dengan orang-orang beriman tetapi yang tidak mau bertobat 1Kor 5:9-11, 1Pet 4:4-5.
b. Sebaliknya jadi garam dan terang bagi mereka Mat 5:13-16 pakailah kesempatan yang ada untuk mengasihi orang-orang di dekat kita Luk 10:27, yaitu belas kasihan untuk menolong nasibnya yang akan ke neraka. Mat 9:13. Injili, terangi dan garami mereka tetapi jangan sampai kita diracuni oleh dosa-dosa dan cara hidup kedagingan atau duniawi mereka.  Kalau mereka menolak kita teruskan dalam doa dan terus minta pimpinan Roh Kudus, tetapi jangan bersekutu dalam dosanya; kita hanya bersekutu dalam pekerjaan atau sekolah, kerjasamauntuk tujuan nafkah atau belajar, seperti polisi dan anjing polisi, tetapi tidak bersekutu dalam dosanya.
2. Dengan Halaman.
Halaman adalah orang-orang kristen yang kanak-kanak atau jatuh bangun dalam dosa. Kalau sama-sama di Halaman, biasanya mereka bisa bersekutu dan dalam dosa-dosanya iblis mendapat tempat, kesempatan dan selalu siap (stand by) untuk mendorong mereka makin terikat dalam dosa-dosanya.
Sebaliknya kalau seorang yang hidup dalam kesucian bersekutu dengan orang Halaman, maka kita harus mengasihi orang beriman yang lemah ini jangan dihinakan (jangan bersikap sombong, sebab kita bisa suci, kuat, ini oleh anugrah dan pertolongan Tuhan), sambutlah orang-orang yang lemah ini Rom 14:1, jangan dituduh, direndahkan dan berbantah2. Kuatkan dan tolong supaya ia bisa dikuatkan imannya dan menang melawan daging, dunia dan iblis Rom 15:1. Tetapi kita tetap harus punya pendirian yang tegas di dalam Firman Tuhan dengan kuasa Roh Kudus Ef 5:11. 1Kor 5:9-11 namun bukan melemahkannya tetapi menguatkan mereka, sehinga kita bisa menolongnya Gal 6:1 dan menyelamatkan mereka Yoh 5:19-20. Dia harus ikut naik ke Ruang Suci dengan kita, jangan kita merosot dengan dia, ke Halaman.
3. Dengan Ruang Suci.
Kalau kita sudah sadar bahwa kita di Halaman, kita bisa minta tolong bantuannya, jangan diperalat iblis untuk menjatuhkannya turun dalam dosa.
Kalau sama-sama di Ruang Suci, ktia bisa bersekutu di dalam Roh dalam persekutuan tubuh Kristus 1Kor 12:13. Bersama-sama tumbuh dalam pimpinan dan pekerjaan Roh Kudus. Ini persekutuan dalam Roh yaitu dalam kesucian dan kasih Kristus (bisa saling mengampuni) 1Yoh 1:7, sehingga persekutuannya makin erat dan ini besar faedahnya, saling menguatkan, saling melayani dalam Roh, saling jadi berkat sehingga bersama jadi lebih kuat Im 26:8 dan bersama-sama mengalahkan iblis dan semua kaki tangannya dan membongkar semua siasatnya.
4. Dengan Ruangan Maha Suci.
Ini sekarang belum ada, yaitu dengan orang-orang sempurna (dalam Minggu 70 Daniel). Pelayanan orang sempurna bagi orang-orang Ruangan Suci (yang hidup suci dipimpin Roh) itu besar faedahnya, sehingga juga tumbuh dengan cepat bahkan sampai sempurna. Persekutuan Ruangan Maha Suci ini yang sempurna seperti persekutuan Trinitas Ilahi 1Yoh 5: 7, Yoh 17:21, 23. Persekutuan Tubuh Kristus menuju kepada persekutuan ini, mutlak suci dan kasihnya penuh.
II. DUA MACAM PERSEKUTUAN DALAM KEMAH SUCI.
1. Persekutuan pagar Halaman, ini letaknya di Halaman, tampak tiang2dari kayu (tabiat manusia) dan alat2 dari tembaga (hukuman atas dosa).
Inilah persekutuan orang-orang yang mengakui nama Tuhan Yesus, tetapi tingkat Halaman, yang masih bercampur dengan banyak hal-hal daging, dosa, duniawi. Misalnya motive2 uang, politik, ambisi dan macam-macam cara duniawi seperti dansa, tontonan2 duniawi, makan minum berlebih-lebih, kemewahan, bahkan juga dosa-dosa benci, iri, tidak jujur dll. Tetapi mereka percaya pada Tuhan Yesus, tetapi dalam tingkat Halaman.
Halaman dan pagarnya tetap perlu, harus ada, kalau tidak itu bukan Kemah Suci.
Kita tetap memerlukan persekutuan ini, tetapi tetap dengan pendirian yang betul Ef 5:11  dengan kasih dan menjadi berkat bagi mereka, bukan dengan sombong seperti orang Farisi (Luk 18:10-14, sama-sama di bait Allah tetapi justru pemungut cukai bertobat dan diberkati Tuhan, tetapi orang Farisi yang sombong tidak). Jangan jadi batu sontohan, tetapi jadi berkat dan menguatkan mereka sebagai terang dan garam dunia. Mereka tetap saudara-saudara kita di dalam Tuhan. Satu kali waktu pengangkatan, orang yang tetap di Halaman, tidak ikut pengangkatan dan diinjak2 oleh Antikris, waktu itu Halaman terpisah dari Kemah (Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci) Wah 11:2.
2. Pereskutuan papan2.
Perlu di tingkatkan terus persekutuan di dalam Roh, sehingga bisa bekerja sama dengan suci dan kasih (ada pengampunan 1Yoh 1:7) untuk menggenapkan tiga angka kedatangan Tuhan, sambil terus tumbuh dalam rencana penamatan Allah. Belajar memelihara persekutuan yang murni dan akrab sesuai dengan perekutuan Tubuh Kristus.
Dalam dunia juga ada keakraban bahkan sering kali tampaknya sangat kuat, berani korban apa saja bahkan berani membela sampai mati disertai perasaan hati dan suasana yang menyenangkan. Kadang-kadang orang yang tidak mengerti, merasakan keakraban dalam dunia ini lebih baik daripada  dalam Tuhan. Memang prisnsipnya berbeda. Perbedaannya:
1. Akrab dalam dunia, kepalanya adalah kepentingan bersama (keluarga, uang, hobi dsb) tetapi akrab dama Tuhan kepalanya adalah Kristus atau Firman. Ini berarti semua harus cocok dengan Firman Tuhan.
2. Akrab dalam dunia asal perasaanya senang, dosa tidak jadi problem. Bisa bersekutu dalam dosa, asal sama-sama senang, untung, nikmat, dosa tidak jadi halangan.
Tetapi dalam keakraban ilahi, senang atau tidak, dosa tidak boleh ada, sehingga Petruspun ditegur karena ada dosa (pekerjaan iblis padanya) Mat 16:23. Imam Eli dan anak2 akrab sekalipun anaknya hidup dalam dosa, ini akrab yang salah dan semua dihukum Tuhan. Ada lagi perbedaan lain, sebab akrab dalam dunia asal perasaan hatinya enak, bisa bebas dengan cara2 masing-masing, bahkan kalau perlu bisa berubah jadi musuh yang jahat.
Tetapi akrab dalam Tuhan, selama orangnya tinggal dalam Kristus, tidak mungkin menjadi permusuhan, kecuali jatuh dalam dosa, bisa jadi penghianat seperti Yudas.
III. MACAM2 HAL PRAKTIS YANG MENGGANGGU PERSEKUTUAN.
1. Dosa
Kalau ada dosa, maka iblis dapat tempat Ef 4:27, untuk mengacaukan, merusakkan dan menghancurkan persekutuan dalam Tuhan. Dosa apa saja bisa dipakai oleh Iblis. Misalnya sombong (harga diri, tersinggung), egois, benci, uang dll. Ini sebab utama dan paling penting yang mengganggu dan mengacaukan persekutuan tubuh Kristus.
Kalau dosa-dosa kita sendiri yang mencegah kita untuk bersekutu dengan saudara-saudara yang lain. Karena sombong, kikir atau karena perhitungan uang,egois, iri, benci, dendam, maksud2 tersembunyi dll, jangan sampai merusak persekutuan kita. Yang sudah tahu ada dosa, bertobat sunguh2 sehingga mati lepas dari dosa-dosa itu Rom 6:1-2 dan bisa bersekutu dengan betul, sebab itu kehendak Tuhan.
2. Tidak mengerti kebenaran Firman dan kuasa Allah Mar 12:24. Meskipun ada segala macam perbedaan yang normal (suku bangsa, tingkat sosial, umur, kepintaran dll) kita harus belajar jangan sampai hal-hal inimerusakkan persekutuan tubuh Kristus.
Misalnya perbedaan suku bangsa, tidak bisa di buang, tetapi jangan dibesarkan sebab ini meninggikan kutuk Babil. Justru di dalam Kristus kita dipersatukan Gal 3:27-29. Dengan kata lain kita berbeda dalam banyak hal yang wajar dan tidak wajar (berpihak-pihak karena dosa, sombong, kedagingan, dll), tetapi di dalam Kristus, semua itu harus dibuang dan semua harus berusaha membangun, memelihara dan mengenalkan persekutuan tubuh Kristus, karena ini adalah kehendak Tuhan.
3. Perasaan hati. sering kali karena rasa tidak suka, apalagi jengkel, maka iblis berhasil membuat suatu isolasi yang tidak tampak, sehingga tidak bisa bersekutu dengan betul. Semua ini harus dibereskan dengan pertolongan Tuhan. Kalau orang-orang menuruti perasaan hati, ini sering kali buat banyak masalah, sebab itu jangan hidup menurut perasaan hati tetapi menurut Firman Tuhan (dengan iman) 2Kor 5:7, menurut pimpinan Roh Kudus. Rom 8:14. Misalnnya sebab sudah biasa akrab dengan satu kelompok, tidak mau kenal dengan kelompokyang lain. Kalau ada kesempatan  bersekutu dengan kelompok yang lain, pekalah dengan pimpinan Roh Kudus dan belajar bersekutu dengan manis, apalagi masih dalam satu gereja, atau satu kelompok besar.
4. Macam-macam perbedaan. Misalnya tingkat sosial, suku bangsa, pendidikan, budaya dll, bahkan pembagian karena pelayanan dan lokasipun bisa meng-halang2i persekutuan kita. Tuhan ingin kita bertekun dalam persekutuan di dalam Kristus Kis 2:42. Persekutuan kita bukan hanya dengan Tuhan tetapi dengan saudara-saudara kita 1Yoh 4:20, Mat 22:39, Luk 10:27.
Perbedaan karena pembagian yang wajar.
Dalam gereja sering kali anggota dibagi menurut daerah (PS) menurut pelayanan, seksi2 (SM, KM, Koor dll); sering kali ini jadi kesempatan untuk menghindar dari persektuan yang betul dengan alasan bukan kelompok saya, saya tidak kenal dll. Memang dalam satu kelompok pelayanan atau lokasi ada kesempatan bersekutu lebih banyak, tetapi jangan, ini membatasi ataumenghalang2-i kesempatan bersekutu dengan orang-orang dari kelompok sel atau kelompok pelayanan yang lain.  Jangan ditipu atau diperalat iblis untuk memecah Tubuh Kristus.
5. Penilaian pribadi.
Kadang-kadang ada curiga atau prasangka dll yang tidak ada dasarnya, lalu timbul rasa tidak suka dan mencegah bersekutu dengan kelompok yang lain.Kadang kita merasa orang itu tidak baik, sombong, jahat, tidak jujur, tamak, penuh siasat dll, sehingga tidak suka dan tidak mau bersekutu. Seringkali ini hanya karena perasaan tanpa sebab yang jelas. Tetaplah bersekutu dengan semua saudara-saudara seiman dalam Gereja. Kita boleh bahkan wajib selalu ber-hati2 atau cerdik tetapi tetap tulus Mat 10:16, dan berusaha untuk bisa bersekutu dengan betul sesuai Firman Tuhan. Mungkin ada beberapa alasan yang masuk akal atau cocok dengan perasaan kita, tetapi di atas semuanya kita harus taat akan Firman Tuhan. Misalnya tidak suka dengan suami/ istri, karena sikap dan kelakukannya yang jelek, tetapi Tuhan berkata, kalau sudah menikah, tidak boleh cerai Mat 19:6. Sebab itu harus mengampuni dan tetap mencintai sambil limpah berdoa dalam Roh dan kebenaran (jangan simpan dosa) supaya kita dipimpin Roh dengan hikmat dan kuasaNya dan bisa mengampuni dan mencintai serta dipimpin dan disertai hikmat dan kuasa Allah. Juga dalam kerjasama dalam seksi (Misalnya Sekolah Minggu, koor dll), berjalanlah dengan Allah dan belajar bersekutu sesuai Firman Tuhan.
Kalau kita dipimpin Roh, biasanya ada karunia membedakan roh yang perlu untuk bersekutu dan memurnikan, menyucikan persekutuan kita di dalam Tuhan (kalau rohnya lain, jangan bersekutu tetapi tetap boleh berhubungan untukmenerangi dan menggarami dalam pimpinan Roh).
6. Harus ada usaha untuk taat akan Firman Tuhan dan Firman Tuhan menghendaki supaya semua anggota-anggota tubuh Kristus bersekutu menjadi satu 1Kor 12:12-13. Tuhan sangat merindukan kita bisa bersekutu dengan manis dalam Tuhan Mat 18:20. Sebab itu usahalah untuk menyapa, belajar kenal, menolong, membuang semua yang menghalang-halangi supaya bisa bersekutu dengan betul.Dengan tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran dan tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, maka orang yang mau taat, pasti bisa bersekutu dalam Tuhan, sebab ini melakukan kehendak Tuhan Mat 7:21, dan kalau ada persekutuan, Tuhan ada di tengah-tengahnya dan itu berarti segala perkara yang indah dari Tuhan. Mat 18:20.
 
KESIMPULAN.
Manusia hidup dalam dunia memang seringkali ter-kotak2 oleh bermacam-macam hal, tetapi dalam Kristus lain, Tuhan ingin kita bisa bersekutu menjadi satu di dalam Kristus, disiapkan bisa duduk bersama di Surga dalam kasih ilahi dan sukacita. Hal ini sudah harus dimulai di dunia. Jangan iblis memecahkan persekutuan kita, baik dalam keluarga, dalam kelompok Persekutuan Sel dan seluruh Gereja, Sinode, juga antara orang beriman dan satu kali kelak dalam tubuh Kristus global dalam Minggu ke-70 Daniel. Kita juga harus tahu bersekutu dengan betul antara macam-macam tingkatan rohani di hadapan Tuhan.
Ingat, orang yang hanya bisa berskeutu dengan pihak atau kelompoknya sendiri itu tabiat daging dan satu kali juga tidak bisa duduk bersama di Surga (berarti tidak bisa masuk Surga!).
 
Nyanyian:
Duduk bersama, bersambung di Surga.
Kita duduk sekarang ini bersambung di Surga.
Waktu sampai surga, duduk bersama,
kita akan menyambung trus di Surga.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top