M3612 – Roma 11:16 Anugrah Allah dan Ketaatan (12 Mei ’13)

Download MP3 Khotbah: M3612

 

ROMA 11:6. ANUGRAH ALLAH DAN KETAATAN.

I. “KONTRADIKSI”.
(Perhatikan terjemahan Rom 11:6 KJI berbeda dengan TL dan TB. Juga Grace = anugerah (KJI, TL) = Kasih karunia (TB). Dalam Rom 11:6 kalau oleh anugrah berarti bukan oleh perbuatan, tanpa perbuatan yaitu tentang keselamatan kita itu semata-mata pemberian, oleh anugrah Allah dengan iman Ef 2:8, Kis 15:11, Tit 3:7. Tetapi kalau oleh perbuatan, itu harus dengan perbuatan, bukan dengan anugrah, yaitu tentang ketaatan kita. Orang yang tidak mau taat, berbuat semaunya saja, tidak ada perbuatan ketaatannya, imannya mati, sia-sia di hadapan Allah Yak 2:17-18. Ini sama-sama dikatakan oleh Paulus. Keselamatan kita adalah oleh anugerah dengan iman, sama sekali bukan oleh perbuatan. Itu betul, tetapi kalau tidak ada ketaatan akan kehendak Tuhan, sekalipun berseru-seru Tuhan, tetap tidak akan selamat Mat 7:21. Mana yang betul? Keduanya! Jelas sekali dikatakan bahwa kita selamat oleh anugerah Kis 15:11, Tit 2:11, tetapi juga orang kafir itu menjadi orang beriman supaya jadi orang taat Rom 15:18. Bukan hanya Tuhan Yesus yang sudah taat dengan sempurna, kita juga harus taat dan makin taat akan Firman Tuhan bahkan sampai mati seperti Kristus Pil 2:8. Jadi kita melihat bahwa anugerah tidak sama dengan ketaatan, tetapi keduanya sama-sama, mutlak diperlukan seperti coin dengan dua sisi yaitu anugerah dan perbuatan, barulah coin itu ada harganya, begitu dengan anugerah dan perbuatan. Kita harus mengerti ini baik-baik supaya jangan kita memegang setengah kebenaran, tetapi seluruh kebenaran Firman Tuhan.
II. ANUGERAH ALLAH.
Anugerah Allah itu terlalu besar, sehingga siapapun yang mau percaya bisa selamat, sebab dengan iman kita menerima anugerah keselamatan. Penjahat di atas salib tidak sempat berbuat apa-apa, ia hanya percaya dan beroleh selamat Luk 23:43. Apapun latar belakang seseorang, bagaimanapun buruknya, asal masih hidup dan mau percaya, ia menerima keselamatan dengan iman sebagai anugerah sehingga bisa bersukacita bahkan berpesta Luk 15:21-23. Pesta yang besar untuk anak terhilang semata-mata karena kebaikan dan anugerah bapaknya. Orang yang percaya dan sadar akan anugerah Allah bisa bersukacita dan bersyukur Pil 4:4, Ef 5:20 dan selamat oleh anugerah, sama sekali bukan oleh perbuatan. Kita diterima oleh Allah dan selamat oleh anugerah semata-mata. Orang yang paling jahat bagaimanapun, asal masih hidup bisa selamat dengan iman.
III. PERBUATAN TAAT.
Tetapi Firman Tuhan juga berkata bahwa tidak semua orang yang percaya dan selamat itu tetap selamat sampai ke akhir. Ternyata tidak semua orang yang sudah berseru-seru nama Tuhan itu masuk Surga Mat 7:21. Memang menyeru nama Tuhan akan selamat Rom 10:9, tetapi kita harus ingat, bahwa sesudah itu ada perbuatan yang harus kita lakukan yaitu setia dan taat sampai akhir, supaya tetap selamat Mat 24:13, bahkan harus taat sampai mati Pil 2:8. Anugerah keselamatan adalah dasar-nya, tetapi sesudah itu harus ada ketaatan.
IV. HUBUNGAN ANUGERAH DAN TAAT.
Ada penafsiran yang salah mengata-kan bahwa Tuhan Yesus sudah menderita dahsyat di atas salib untuk kita sehingga kita selamat dan itu cukup, sebab itu memberi pengampunan total (sampai yang akan datang) dan kebenaran kekal tidak lagi tergantung dari perbuatan kita. Sekali selamat tetap selamat untuk seterusnya, sebab sudah bebas untuk seterusnya sebab selamat itu dengan anugerah. Mereka berkata bahwa orang-orang ini tidak perlu memikirkan perbuatannya, pokoknya berusaha sebisanya, sebab sudah dibayar lengkap oleh sengsara dan kematian Kristus. Ini penafsiran yang salah dari Rom 15:19. Jadi Tuhan Yesus tersalib satu kali untuk semua, orang percaya tidak lagi perlu pikul salib. Padahal dalam Luk 9:23 dengan jelas Tuhan berkata bahwa kita harus pikul salib, ikut Tuhan Yesus setiap saat, baru bisa menjadi muridNya. Penafsiran di atas itu salah! Ini mirip atau variasi dari teori predestinasi calvin, sekali selamat tetap selamat. (Baca buku: Keselamatan bisa hilang? oleh Pdt. Jusuf BS. Yang tidak jelas boleh tanya pemimpin Perseku-tuan Sel atau langsung di Gereja).
Apa hubungannya antara anugerah dan perbuatan?
Dalam Kemah Suci kita bisa melihat hal ini dengan jelas, yaitu:
Halaman = Menerima dengan iman, selamat oleh anugerah.
Ruangan Suci = Sesudah lahir baru kita harus taat dengan perbuatan kita, maka keselamatan itu tumbuh.
Ruangan Maha Suci = Sempurna. Kalau kita terus taat akan seluruh Firman Tuhan, maka kasih kita penuh dan menjadi sempurna.
Jadi anugerah Allah itu sangat besar, itu dasar dari seluruh keselamatan kita. Kita lahir dalam keselamatan semata-mata oleh anugerah Allah, kita bersyukur dan bersukacita. Tidak ada orang yang ditolak sebab tidak taat, sebab yang menjadi syarat bukan taat, hanya oleh iman, tetapi sesudah itu baru perlu ada ketaatan. Orang yang betul-betul percaya mau taat, bertobat dan hidup baru, tidak terus dalam dosa-dosanya  Yoh 8:11. Kalau sesudah percaya, hidupnya tidak bertobat, berarti mempermainkan kemurahan Allah, tidak sungguh-sungguh bertobat. Rom 2:4. Orang yang tidak sungguh-sungguh mau bertobat, tidak ada ketaatan untuk bertobat, akan celaka; lebih baik ia tidak mengenal Tuhan 2Pet 2:22. Mereka akan ditolak dari Surga Mat 7:23, sebab itu Paulus memperingati dirinya sendiri 1Kor 9:27.
V. SETENGAH KEBENARAN.
Beberapa hamba2 Tuhan yang mem-beri penafsiran ini, mereka mengajarkan setengah kebenaran. Mereka mengatakan semuanya oleh anugerah dan tidak perlu perbuatan; Tidak perlu bingung atau stress dalam keadaan apapun (sekalipun terus jatuh bangun dalam dosa seperti 2Pet 2:22) tidak perlu susah, sebab semua sudah ditanggung oleh Tuhan Yesus di salib. Tuhan Yesus sudah di salib, kita tidak perlu menderita salib lagi. Kalau Allah Bapa sudah memberikan PutraNya untuk menderita begitu dahsyat sampai mati  tersalib untuk keselamatan kita, maka kalau jatuh lagi dalam dosa, masakan tidak diampuni? Jangan pusing, mereka berkata pengampunan Tuhan penuh sehingga ada kebenaran yang kekal, sebab anugerahNya cukup bagi kita. Ayat ini mengatakan Tuhan memberi garansi seumur hidup, ini mirip seperti sekali selamat tetap selamat, hanya saja dipegang dari sudut anugerah saja. Bagi orang-orang ini kemenangan adalah pemberian, sebetulnya kemenangan itu adalahhasil kerjasama kita dengan Allah. Ada bagian yang harus kita buat dan Allah akan melakukan bagianNya juga. Kalau sesudah percaya kita selamat oleh anugerah sampai akhir, maka semua orang percaya akan selamat, tidak ada yang jatuh dan binasa seperti Yudas yang sudah percaya dan dipakai Tuhan mengalahkan iblis dan berbuat macam-macam mujizat dan perbuatan bersama-sama rasul lain. Juga Saul yang sudah penuh Roh Kudus dll. Ada begitu banyak peringatan yang diberikan Tuhan untuk sungguh-sungguh taat sampai mati supaya tetap selamat! Bahkan lima gadis bodoh (ligabo) yang penuh Roh Kudus masih bisa ditolak dari Surga. Yang mulai dengan Roh tidak otomatis masuk dalam Surga, sebagian berakhir dengan daging dan binasa. Gal 3:3-4. Banyak yang sudah mengerti dan mengajar tetapi sebab kembali dalam dosa akan binasa sebab tidak mau menyangkal diri, mematikan daging (ini bagian kita) supaya tetap bisa menerima anugerah Tuhan. 1Kor 9:27. Kita tidak boleh menerima anugerah Tuhan dengan sia-sia 2Kor 6:1 yaitu tanpa ada perbuatan 1Kor 15:10. Harus ada perbuatan sesudah menerima keselamatan. Memang kata kunci pertama (Halaman) adalah menerima (anuge-rah, bukan oleh perbuatan) dengan iman. Tetapi selanjutnya (Ruangan Su-ci) adalah taat dengan pengharapan kepada Tuhan, baru kita bisa tumbuh dengan baik. Jangan hanya memegang setengah kebenaran. Memang mudah, enak, dan nikmat menerima anugerah lalu sesudah itu bebas berbuat menurut kehendak kita sendiri, seberapa banyak kita mau dan cocok dengan kehendak kita (kalau sulit, tidak cocok, ya dengan anugerah saja, lalu orang itu tidak mau bertobat, ini salah!). Beberapa banyak orang mempermudah kekristenan supaya disukai dan diterima lebih banyak orang dengan membuat “hanya oleh anugerah”, lalu tanpa perbuatan ketaatan. Biasanya mereka tidak mengajarkan salib, menyangkal diri, mematikan daging untuk bisataat, sebab salib Kristus diartikan oleh mereka, bahwa Tuhan Yesus di salib buat mereka, mereka tidak perlu pikul salib lagi. Juga ketaatan Tuhan Ye-sus itu cukup bagi mereka, mereka sendiri sudah tidak perlu taat. Padahal kita sendiri juga harus pikul salib seperti Kristus Luk 9:23 dll dan taat seperti Kristus maka Roh Kudus dan Firman Tuhan akan menguatkan kita. Semua sengsara Kristus dan ketaatannya sudah membayar lunas semua kegagalan manusia sehingga korban Kristus menjadi garansi seumur hidup bagi mereka. Ini tidak betul.
Ini tipu daya iblis. Kalau kekristenan hanya Halaman (ini bukan bait Allah), tidak mau belajar taat dalam segala perkara sampai mati (hanya mau taat sebisanya, sebab Kristus sudah taat dan itu cukup bagi orang-orang ini, cukup untuk semuanya, padahal ini baru setengah kebenaran), maka ada bagian-bagian tersembunyi dalam dosa sebab tidak mau taat sehingga orang-orang ini akan ditolak Tuhan Mat 7:23, Wah 21:27.
VI. TAAT TIDAK SULIT.
Kalau kita sudah percaya dan sungguh-sungguh mau pikul salib (ini suatu keharusan Luk 9:23, Pil 1:29, Kis 14:22, 2Tim 3:12 dll) maka Tuhan akan memberi kekuatan pada kita. Kalau mau sekalipun tidak berdaya, pasti bisa, sebab Tuhan yang memberi kemampuan. Pil 4:13. Tuhan tidak menuntut apa kita mampu tetapi apakah kita mau, sebab Tuhan yang memberi kemampuan Zak 4:16. Taat pikul salib itu ringan dan senang kalau mau, bukan penderitaan dan kepahitan, meskipun tetap ada pahit-nya bagi daging Mat 11:30. Justru ada sukacita dalam salib untukketaatan Kis 5:41. Tampaknya berat, tetapi sebe-tulnya taat akan Firman Tuhan itu tidak berat 1Yoh 5:3. Tuhan yang sudah memulai, Dia akan menolong kita sampai ke akhir Pil 1:6, Ibr 7:25 Roh Kudus akan menolong kita taat dalam segala segi hidup dan sampai mati bukan taat sesuka hati, supaya  sampai akhir kita tetap taat dan tetap dalam Roh Gal 3:3,4. Jangan takut tetapi perlu taat, asal mau, bersama-sama Tuhan pasti bisa dan indah, senang dan ringan!
VII. MENGAPA HARUS TAAT.
Kita harus taat kapan saja, dimana saja dan dalam hal apa saja. Ada hal-hal yang sulit, yang sering tidak sama untuk setiap orang, tetapi ini justru melatih dan mengolah kita supaya kita tetap taat akan Firman Tuhan dengan setia sampai mati Luk 12:57. Dengan demikian kita bisa diolah dan dibentuk seperti Kristus dalam segala segi hidup, bukan hanya dalam sebagian yang kita suka. Dosa di bagian manapun dalam hidup ini (zina, bunuh, jujur, tidak setia dll) bisa membuat orang ditolak dari Surga. Setiap manusia biasanya lebih mudah dalam bidang2 tertentu dan sulit taat dalam bidang2 yang lain, te-tapi tetap kita tetap harus disucikan dalam segala perkara Ef 5:27.  Dasarnya adalah suci dalam semua segi lalu kesucian setiap segi terus meningkat (sekalipun dalam perjalanan iman, peningkatan kesucian dalam setiap segi hidup itu tidak sama), tetapi akhirnya waktu menjadi sempurna, itu sama (seperti Kristus) dalam semua segi. Dasarnya adalah suci dalam semua segi, lalu terus meningkat dalam masing-masing segi. Jadi kita tidak hanya diselamatkan oleh anugerah Allah, tetapi kita juga diolah dan ditumbuhkan untuk menjadi seperti Kristus dalam semua segi hidup kita. Orang yang sudah sempurna, semua segi hidupnya menjadi suci dalam tingkat yang penuh,sama seperti Kristus. Orang beriman harus hidup di jalan sempit, di atas Mezbah maka semua penderitaan karena kebenaran itu tidak sia-sia, tetapi menumbuhkan, menjadi kemuliaan sampai kekal Rom 8:17-18. Orang yang ingin selamat tanpa taat dalam semua segi, berarti hidup bebas di jalan lebar; Tanpa salib, tanpa Mezbah, hanya menyangkal diri dalam sebagian yang ia sanggup, sebab semua hanya tergantung dari Tuhan Yesus yang sudah di salib dan sudah taat sampai sempurna. Dosa dan iblis tetap bermarkas di segi-segi yang ia tidak sang-gup, tidak mau membersihkannya, pa-dahal Tuhan sudah berkata: Bisa kalau mau, lalu berseru kepada Tuhan Yesus, Dia sanggup menolong kita. Justru tanda orang dewasa adalah mahir dalam sengsara Yes 53:3, bisa pergi kemana ia tidak suka Yoh 21:18. Orang yang tidak taat dalam satu segi saja (misalnya iri seperti Saul, uang seperti Achan, zina seperti Simson dll) akan terikat dalam segi itu Luk 5:39 dan akhirnya akan undur seperti Lot Pkh 12:1-2, sebab kesukaan dosa satu segi saja sudah menjadi anggur racun So-dom Gomora Ul 32:32-33. Penebusan Kristus sudah memerdekakan kita dari semua segi dosa!
VIII. TUHAN SANGGUP MENYELAMATKAN SAMPAI AKHIR?
Sanggup 100% Ibr 7:25, Pil 1:6. Dia setia sekalipun kita tidak setia 2Tim 2:13. Mengapa ada orang beriman yang gugur dan ditolak? Sebab perjanjian tergantung dari dua pihak dan kalau orang itu membatalkan karena pelanggarannya, perjanjian itu batal. Tetapi dari pihak Tuhan tidak pernah membatalkan, mengubah, mengganti atau menghapus perjanjianNya. Ia tidak berubah, perjanjian kekal Ibr 13:12, Luk 21:33. Tetapi kalau kita mau, pasti dijamin Tuhan selamat sampai ke akhir. Sebab itu jangan ditipu setan dengan ajaran yang setengah betul! Jangan main-main dengan dosa manapun dan belajar tumbuh dalam mengerti Firman Tuhan 2Pet 3:18 supaya tidak ditipu iblis, dunia dan orang-orang Kristen yang hanya punya anugerah saja dan tidak mau taat supaya disucikan seluruh segi hidupnya.
Bagian kita.
Allah tidak hanya sebagai Hakim yang adil, tetapi juga sebagai Bapa kita. Sebab itu orang yang gagal, jatuh bangun, masih diampuni dan dilatih kembali dengan kasih oleh Bapa, bahkan diberi kesempatan sampai mati. Tetapi kalau kena tipu iblis seperti Israel di padang gurun, keras hati, tidak mau bertobat dalam dosa-dosanya (satu atau beberapa dosa, akhirnya dalam semua dosa) maka orang itu sendiri yang menghinakan kemurahan Tuhan dengan tidak mau bertobat Rom 2:4, Ibr 3:18 TB, NET, WEB dan ia tetap dalam dosa dan binasa dalam neraka.
IX. KESIMPULAN.
Ajaran setengah kebenaran Firman Tuhan ini memang lebih mudah sehingga lebih banyak orang senang, sebab dijanjikan “pasti masuk Surga”, tetapi tidak perlu pikul salib habis-habisaan, tidak semua segi hidup harus dimatikan (disangkali). Juga orang di Halaman memang lebih banyak daripada di Ruangan Suci, sebab itu kalau membuat Gereja untuk orang Halaman, tentu yang ikut dan senang, jauh lebih banyak.
Gereja penginjilan memang seolah-olah hanya mementingkan anugerah dan itu cukup untuk menobatkan dan me-nyelamatkan orang, tetapi sesudah percaya harus diajar seluruh kebenaran Firman Tuhan. Mat 28:19-20. Injil yang lengkap itu bukan hanya anugerah tetapi juga mengajar ketaatan dalam semua segi hidup, mati lepas dari semua dosa Yoh 8:11, Rom 6:2 tidak kembali dalam dosa 2Pet 2:22. Taat hanya bisa dilaksanakan kalau mau pikul salib, mau jalan sempit, Mezbah, menyangkal diri dalam semua segi hidup dengan pertolongan Roh Kudus. Tipu daya setan (sejak Adam Hawa) berkata dosa-dosa (tertentu) itu sedap dan orang bisa mempertahankan dengan setengah kebenaran ini sehingga tersesat dan binasa. Gereja tanpa salib yang betul bisa tumbuh dengan cepat, ramai dan lebih banyak orangnya, sebab memang jalan lebar lebih banyak orangnya Mat 7:13-14. Gereja-gereja anugerah ini tidak mengizinkan dosa besar (orang duniapun tahu itu dosa), tetapi dosa kecil, bahkan dalam hati tidak perlu dikuatirkan sebab ada pengampunan penuh dan kebenaran yang kekal. Ini bisa membuat keras hati, jadi pos setan dan akan jatuh waktu pencobaan yang lebih besar datang sebab tidak ada ketaatan berarti tidak ada fondasi dan roboh Mat 7:24-28 atau orang ini menjadi munafik atau masuk dalam Gereja jalan lebar (Wah 3-4). Hidup dalam dosa dan anugerah itu tidak indah, Rom 3:17, Ams 14:12-14. Tetapi hidup dalam anugerah dan salib membuat kita bisa hidup suci dalam semua segi dan itu indah dan bisa tumbuh terus. Sedikit dosa akhirnya tumbuh dan membinasakan Achan, Absalom, Yudas, bahkan hampir-hampir Daud dan Simson. Lebih banyak mengerti Firman Tuhan dan hidup dipimpin Roh serta ada dalam persekutuan tubuh Kristus yang betul, membuat kita mengerti seluruh kebenaran Allah, kuat dan tumbuh dengan betul. Orang-orang seperti ini bisa taat sampai akhir dan masuk dalam kemuliaan Allah yang kekal. Kalau manusia seperti mesin/ robot maka dengan anugerah semua selamat. Tetapi kita mahluk hidup, harus mempunyai pilihan dan pendirian untuk taat sampai akhir pengolahan di dunia, baru tetap selamat. Anugerah Allah jadi dasar sukacita dan syukur kita tetapi kita harus tumbuh dengan selalu taatdalam pengolahan dan Tuhan akan mengatur pengolahan kita masing-masing.