M3567 – 1Tesalonika 2:9 Mengapa Menyelamatkan Jiwa-jiwa? (11Nov’12)

Download MP3 Khotbah: M3567

Amsal 11:30B Orang yang memenangkan jiwa itu bijaksana, dan akan bersinar dalam kerajaan Allah seperti bintang di langit Dan 12:3 KJI.

I. INJIL

Arti kata Injil = Kabar kesukaan, yaitu manusia bisa masuk Surga kekal, bukan kabar kesukaan dapat uang banyak dll.
Apakah Injil? Ini bukan hanya mengajak ke Gereja atau menjadi Kristen, tetapi lebih daripada itu. Semua ini hanya alat, tetapi orang yang menerima Injil, yang percaya pada Tuhan Yesus akan selamat jiwanya, masuk ke Surga, termasuk memelihara keselamatannya sampai akhir hidupnya kalau tetap percaya pada Tuhan Yesusm taat akan Firman Tuhan.
Jadi memberitakan Injil itu berarti sampai orang itu betul-betul selamat sampai ke akhir. Jangan puas kalau belum sampai lahir baru dan yakin selamat kekal, dan terus dipelihara rohaninya sehingga setia sampai mati Wah 2:10, taat sampai mati Flp 2:8.

II. MENGAPA KITA HARUS MEMBERITAKAN INJIL

  1. Yang memberitakan Injil dibebankan kepada manusia yang selamat, bukan malaikat atau makhluk-makhluk lainnya, juga bukan Allah sendiri. Kadang-kadang tidak langsung, lewat tulisan dll, tetapi semua harus diusahakan manusia, bukan malaikat dll.
    Mengapa manusia yang penuh kekurangan (kadang-kadang jadi batu sontohan) dipercayai untuk memenangkan jiwa? Sebab orang yang paling lemahpun, asal mau melayani, percaya, bisa dipakai Tuhan
    1Kor 1:26-27. Juga setiap jiwa yang kita menangkan itu menjadi kemuliaan dan mahkota kita Flp 4:1, 1Tes 2:19-20, Dan 12:3. Dan orang yang mau melayani dengan tulus dan sungguh-sungguh justru akan tumbuh makin indah dan makin mulia 2Tim 2:20-21. Sebab itu kalau Tuhan memberi tugas ini, ini bukan beban tetapi dapat bagian keuntungan yang besar dari Surga kekal. Kita patut bersyukur dapat bagian keuntungan yang besar ini, ini bukan beban yang merugikan!
  2. Tuhan memerintahkan untuk memberitakan Injil Mat 28:19-20, Mrk 16:15-16. Setiap orang yang sudah mendapat keselamatan dari Tuhan harus memberitakan pada orang lain di dekatnya Luk 10:27, sehingga berita Injil ini sampai ke seluruh dunia. Kita harus menggarami orang-orang dalam lingkungan (atau pancinya) dan menerangi orang-orang dalam rumahnya Mat 5:13-15. Kita bertanggung jawab akan keselamatan orang-orang seisi rumah dan yang di sebelah kita dan kita harus meneruskan keselamatan ini, jangan sampai rantai-rantai keselamatan putus karena salah kita (yaitu karena tidak mau meneruskan pada orang di sebelah kita), sebab ada akibatnya yang dahsyat!

III. ORANG SELAMAT YANG TIDAK MENYELAMATKAN ORANG LAIN AKAN KEHILANGAN KESELAMATANNYA

Ini benar! Banyak orang tidak sadar dan mengabaikan tugas utama yang mutlak harus dikerjakan orang beriman. Jangan lupa bahwa kita selamat bukan karena perbuatan kita, ini suatu pemberian Ef 2:8. Tetapi sesudah selamat kita harus melakukkan kehendak Allah supaya tetap selamat, bahkan bisa bertumbuh dalam keselamatan yang makin indah dan mulia di dalam Tuhan Yesus.

  1. Kita harus melakukan kehendak Allah sesudah diselamatkan supaya tetap selamat Mat 7:21-23. Kalau tidak, maka keselamatan itu bisa hilang kembali! Ini jelas dikatakan dalam ayat-ayat di atas. Harus melakukan kehendak Allah. Kalau hanya menyeru-nyeru nama Tuhan tetapi tidak melakukan kehendak Allah, maka akhirnya keselamatan itu hilang. Apa kehendak Allah itu?
    Melakukan kehendak Allah dengan menaati seluruh Alkitab, bukan hanya satu atau dua bagian saja. Dan ini termasuk memenangkan jiwa. Kalau ini tidak dilakukan dan juga yang lain, maka keselamatan itu bisa hilang. Sama seperti anak yang lahir tetapi cacat, tidak bisa makan, tidak bisa bergerak, tidak bisa bernafas, tidak bisa kencing, meskipun hidup, lama-lama mati. Melakukan kehendak Bapa itu aktivitas rohani yang normal, yang justru menghidupkan dan menumbuhkan rohani kita.

    Yang sengaja tidak mau atau melalaikan untuk melakukan kehendak Bapa (menangkan jiwa) ditolak Tuhan dari kerajaan Surga! (Meskipun dahulu sudah pernah diselamatkan karena percaya!) Sebab itu pergilah menyelamatkan jiwa-jiwa, istimewa target yang sudah diberikan kepada kita oleh Firman Tuhan (orang di sebelah kita, orang isi rumah tangga kita, orang-orang yang menjadi beban kita, yang selalu kita jumpai setiap hari, orang yang erat hubungannya dengan kita, keluarga, sahabat dll ini semua merupakan target yang dikatakan Alkitab bagi kita) dan target oleh Roh Kudus (yaitu jiwa-jiwa tertentu yang dibebankan Tuhan di atas pundak kita, jiwa-jiwa yang dikirimkan Roh Kudus kepada kita !).
  2. Kerajaan Surga diambil dari kita kalau tidak berbuah Mat 21:43 dan diberikan kepada orang lain yang mau menerbitkan buahnya. Kalau kerajaan Surga diambil, berarti ia keluar dari kerajaan Surga, tidak selamat! (Ini sebaliknya daripada waktu seorang percaya, ia masuk dalam kerajaan Surga Luk 11:20; 16:16). Kita harus membagi-bagikan keselamatan itu kepada semua orang yang menjadi bagian atau target masing-masing Mat 28:19-20. Kalau tidak mau taat, itu berbahaya sekali, sebab keselamatan kita bisa hilang. Ini adalah kehendak Allah, tugas kita untuk memberitakan injil kepada semua orang, lebih-lebih bagi yang ada di sebelah kita, kita wajib memberitakan injil supaya mereka selamat Luk 10:27.
  3. Kita juga dijadikan garam dan terang dunia Mat 5:14-16. Kalau garam itu hilang asinnya, akan dibuang dan diinjak-injak, itu dahsyat! Begitu juga pelita yang padam, tidak boleh masuk Surga Mat 25:8,12.
  4. Kalau tidak mau bertobat dari sikap yang salah itu, maka pelitanya akan diambil daripadanya, ia menjadi gelap tidak bisa melayani lagi Wah 2:5. Seperti Yudas yang berbuat dosa, berkhianat, meninggalkan Tuhan, maka jabatan atau pegangannya diberikan kepada orang lain Kis 1:20 bahkan juga mahkotanya akan diambil orang lain sebab jiwanya binasa Wah 3:11. (Orang yang binasa, sampai mati tetap tidak mau bertobat, semua pahalanya lenyap, hilang Yeh 33:13 dan mahkota yang sudah dimilikinya, diberikan kepada orang lain yang mau mengerjakannya). Kesaksian Bonnke yang merupakan orang keempat dari orang-orang yang menolak diutus oleh Tuhan, tetapi Bonnke mau dan dia yang dipakai oleh Tuhan; mahkota itu mula-mula disediakan (mungkin sudah dimiliki) oleh yang kesatu atau yang lain, tetapi kemudian diambil kembali dan diberikan kepada yang setia melakukannya sampai ke akhir! Sebab itu jangan main-main, jangan meremehkan perintah dari Tuhan, jangan tinggal diam, bangkit dan beritakan Injil meskipun dalam keadaan terjepit dan kritispun, orang-orang Kristen mula-mula tetap memberitakan keselamatan kepada semua orang yang dijumpainya Kis 8:4. Jangan main-main, sebab Firman Tuhan pasti dilaksanakan! Orang beriman yang tidak mengerti, malas, tidak mau melakukan tugasnya, tidak mau melakukan kehendak Allah, akan hilang keselamatannya, sebab Firman Tuhan pasti dilaksanakan.
  5. Tidak berbuah dipotong, masuk api Yoh 15:2,6. Ranting-ranting yang tidak berbuah akan dikerat, menjadi kering (Kristen yang kering, tidak ada semangat/gairah, malas, duniawi; Tidak ada kehidupan, tidak ada berkat dari Tuhan, rasa-rasanya tidak ada bedanya dengan orang dunia, sia-sia), ia hidup dalam dosa, tidak ada kesungguhan dan orang Kristen semacam ini dimasukkan ke dalam api, dibakar sampai habis! Kebenaran ini bukan kebenaran suatu gereja atau organisasi gereja, tetapi ini adalah Firman Tuhan yang harus ditaati. Berkali-kali diperingatkan dalam Firman Tuhan supaya menghasilkan buah, kalau tidak, akan ditebang dan dilempar dalam api Mat 3:10. Juga dalam Luk 13:6-9.

Seringkali karena kemurahan-Nya, Tuhan memberi kesempatan ekstra, tetapi kalau sesudah itu tetap tidak berbuah, ia tetap akan ditebang, akhirnya menjadi kering dan dibuang dalam api, keselamatannya lenyap. Jumlah yang batal selamat (gugur dari iman) akan digantikan orang lain yang mau taat. Pada akhir zaman ada banyak orang menyerbu masuk kerajaan Surga Luk 16:16. Jumlah itu pasti dipenuhi, sebab Tuhan sudah tahu jumlah terakhir lebih dahulu. Juga mahkota yang lepas atau pelita yang dipindahkan, itu tidak akan hilang sia-sia, ada orang lain yang mau menggantikan keselamatan, tugas dan mahkotanya.
Jangan sampai menjadi orang yang kehilangan keselamatannya; sudah mengenal Tuhan tetapi akhirnya semua yang diterimanya itu hilang kembali, kerajaan Surga, pelita, mahkota dan keselamatannya. (Tentu selagi masih hidup, masih bisa bertobat kembali, tetapi kesempatan yang hilang tidak kembali lagi, rugi sampai kekal.)
Jangan sampai tertipu oleh dunia ini dengan segala kesukaan dan kemewahannya.

IV. TARGET SETIAP ORANG BERIMAN adalah:

  1. Kisah Rasul 16:31 Seisi rumah kita
    3 angka ini harus berlaku bagi seisi rumah kita, kita wajib memberitakannya, dan yang belum percaya sampai lahir baru, yang sudah percaya sampai tumbuh, makin hari makin tinggi dan berkenan pada Tuhan.
  2. Lukas 10:27 Orang di sebelah/ tetangga kita
    Orang-orang di sebelah kita itu bukan kebetulan, tetapi semua sudah diatur Tuhan dengan tepat ada di sebelah kita, supaya mendapat pelayanan dari kita untuk ke-3 angka kedatangan Tuhan itu. Baik orang di tempat bekerja, di sekolah, dalam keluarga, dalam kehidupan sehari-hari, semua orang yang pernah, apalagi sering bertemu kita, itu menjadi beban kita. Jangan lewatkan mereka.
  3. Matius 5:14 Orang-orang dalam lingkungan kita
    Kita ini garam dunia, kita patut menggarami sekitar kita, bukan seluruh dunia, kecuali disuruh pindah oleh Tuhan. Kalau ada 10 panci dan garam itu dimasukkan ke panci ke-3, maka hanya panci ini yang menjadi asin, bukan 10 panci itu. Begitulah beban kita untuk orang-orang yang ada dalam lingkungan kita, kita wajib menggarami mereka. Kadang-kadang lingkungan ini luas, bahkan sampai tingkat nasional atau internasional. Misalnya seseorang menjadi presiden suatu perusahaan nasional/ internasional, maka ia berada dalam panci yang besar dan itu menjadi bebannya. Dengan sukacita dan bijaksana ceriterakanlah tentang Kristus dalam seluruh “panci2” itu.


    Target Rohkudus:
  4. Kisah Rasul 16:6,10; 10:15,19. Jiwa-jiwa yang dibebankan Roh Kudus bagi kita. Satu orang bisa mendapat beberapa banyak beban, bahkan kalau sudah selesai, mendapat beban berikutnya. Petrus diberi beban penginjilan kepada orang kafir yaitu keluarga Kornelius dan Petrus melakukannya dan Tuhan menyertainya sehingga berhasil dengan baik. Paul mendapat banyak beban antara lain di Makedonia (Filipi). Mula-mula ia ingin masuk dalam “panci yang lain”, Tuhan tidak berkenan, dan kemudian Tuhan memasukkannya dalam “panci Makedonia” yaitu di Filipi. Sebab itu banyak orang Filipi bertobat dan gereja Tuhan yang mula-mula dilahirkan.
  5. Kisah Rasul 28:30-31 Orang-orang yang dikirim Tuhan kepada kita
    Meskipun Paul di Roma sebagai orang tahanan (tahanan rumah), Tuhan mengirim banyak orang kepadanya dan dilayani sampai selamat.


    Semua ini adalah beban dan target setiap orang beriman. Masing2 mempunyai target yang lain dan Rohkudus akan mengatur sehingga seluruh dunia selesai diInjili dan Tuhan Yesus boleh datang kembali. Ini menjadi beban yang wajib kita kerjakan, baik sebagai part timer atau full timer, yang penting bekerja dengan baik dipimpin Roh, sehingga kita menjadi carang yang ber-buah2 dan sebab itu kita akan dipelihara Tuhan dengan ajaib.

V. ORANG YANG TIDAK MAU MEMBAGI-BAGIKAN KESELAMATANNYA

Orang seperti ini, sekalipun sudah tahu, sudah mengerti, tetapi melalaikan, mengabaikan atau menolaknya, biasanya memang orang yang akan undur atau hilang keselamatannya.

  1. Bodoh, tidak mengerti
    Memang orang-orang seperti ini akan tersesat Mar 12:24 bahkan binasa Hos 4:6, Ams 10:21. Jangan kita menjadi bodoh, tetapi hendaklah kita mengerti kehendak dan maksud Allah Ef 5:17 lalu lakukanlah! Sekarang sesudah mengerti, jangan berhenti membagi-bagikan keselamatan dari Tuhan. Jangan bodoh.
  2. Tidak sungguh-sungguh bertobat
    Orang-orang seperti ini biasanya lemah, imannya juga lemah, apalagi selalu mendua dengan dunia. Biasanya ia sendiri juga kurang yakin akan keselamatannya sebab itu ragu-ragu dalam bersaksi, dan segan memberitakan Injil. Orang-orang seperti ini perlu minta tolong dan perlu ditolong; Orang-orang seperti ini biasanya mudah undur dan berbalik, kecuali kalau mau bertobat sungguh-sungguh dan tumbuh lalu memberitakan injil sesuai kehendak Tuhan.
  3. Berontak
    Orang yang suka memberontak dan melawan, itu memang akan binasa seperti orang-orang Israel di padang gurun Ibr 3:15-19.


    Inilah orang-orang yang tidak percaya, tidak mau taat, berontak, terus bersungut-sungut dan akhirnya binasa. Memang orang yang memberontak itu akan binasa, kecuali ia bertobat dan taat. Jangan memberontak, taatlah, beritakan kabar baik. Bukankah ini indah? Membagi-bagikan Surga, bukan membagi-bagikan Neraka!
  4. Hidup dalam dosa, kalau tidak bertobat, hilang keselamatannya. Orang2 seperti ini tertuduh sendiri, sehingga tidak berani bersaksi, kecuali bertobat.

Kalau seorang tidak mau membagi-bagikan keselamatannya, biasanya tergolong salah satu di atas, tidak heran akhirnya hilang keselamatannya. Sebab itu orang-orang yang tidak mau memberitakan injil, cari sebabnya dan kemudian perbaikilah apa yang salah (biasanya perlu ditolong orang lain), supaya jangan sampai dipotong, menjadi kering dan masuk api! Bertobatlah selagi masih ada kesempatan. Takutlah akan hukuman Allah yang dahsyat!

VI. TIDAK BISA?

A. Tidak sukar

  1. Ceritakan saja apa yang kita dengar, lihat dan alami 1Yoh 1:1. Membagi-bagikan coklat (Surga) itu tidak sulit, kita bukan membagi-bagikan racun (Neraka) yang pahit atau yang manis. Bagikan! Orang yang baru sembuh dari gilanya pun sudah bisa bersaksi, tidak perlu sekolah Alkitab dahulu Mar 5:19. Kalau kita sudah selamat, kita bisa membagi-bagikannya seperti tanaman kaktus, bagian mana saja yang dipotong dan ditanam akan menjadi kaktus yang baru. Beritakan injil sebisa-bisanya. Ceritakanlah supaya percaya akan Tuhan Yesus dan mereka akan diselamatkan Kis 16:31. Yang penting orang itu mau percaya dan kemudian di dalam gereja orang itu ditumbuhkan bersama-sama, dibimbing, istimewa dalam Kelompok Kecil.
  2. Tentu kalau kita suka berdoa (dalam Roh dan kebenaran) dan diurapi Roh Kudus, akan lebih banyak berhasil Kis 1:8. Tetapi jangan bingung, buka mulut dan ceritakan seberapa yang kita tahu tentang Tuhan Yesus. Kita berharap Roh Kudus bekerja dalam hatinya. Pakailah traktat dan buku-buku pembantu, itu akan mempermudah. Tidak sukar membagikan keselamatan, sebab kita tidak sendirian, Roh Kudus yang meyakinkan orang yang mendengarnya, kita hanya menabur dan Tuhan yang menumbuhkan Mar 4:26-29, 1Kor 3:6 bukan kita yang menumbuhkan dan membuat batang, daun, bunga, buah dsb, itu semua pekerjaan Tuhan, kita hanya menabur, jangan ragu-ragu.

B. Kalau orangnya tidak mau, kita tidak bisa memaksanya. Tetapi jangan putus asa. Jangan terburu-buru mengebaskan debu Luk 10:10-12, tetapi dengan kasih berusahalah lagi untuk mendoakan dan menyelamatkan jiwa-jiwa itu. Kata-kata yang kita sampaikan tidak akan kembali dengan sia-sia Yes 55:11. Kadang-kadang ada yang lama baru mau percaya. Coba lagi, coba terus sampai akhirnya ia mau bertobat. Kalau sampai terakhir ia tetap tidak mau bertobat, maka kita bebas daripada hutang darah Yez 33:6 (orang yang melihat pedang datang, tidak memberi tahu orang yang menjadi beban / tanggung jawabnya, maka kalau orang itu mati kena pedang, itu tanggungan orang itu. Tetapi kalau orang itu sudah diberitahu tetapi ia sendiri tidak mau berjaga-jaga, kalau mati salahnya sendiri!).

KESIMPULAN

  • Selamat itu bukan karena perbuatan kita, tetapi oleh anugerah Tuhan. Semua orang yang percaya sudah selamat, bukan akan selamat.
  • Sesudah selamat harus taat melakukan kehendak Tuhan misalnya hidup benar, membagi-bagikan keselamatan dsb. Tidak berat sebab Roh Kudus yang menolong kita 1Yoh 5:3-4. Tetapi kalau tidak mau taat akan Firman Tuhan, tidak mau memberitakan keselamatan, keselamatannya sendiri bisa hilang.
  • Tabur terus, jangan putus asa, Tuhan yang menumbuhkan. Jangan berhenti membagi-bagikan keselamatan, pakailah setiap kesempatan baik-baik, upah kita besar dan mulia untuk kekal Flp 4:1, 1Tes 2:19-20.
  • Jangan menjadi carang yang tidak berbuah, dipotong, menjadi kering dan binasa, keselamatan hilang, kerajaan Surga diambil, pelita dan mahkotanya juga lenyap!

Nyanyian:

Pergi s’karang kerjalah di ladang-Ku