M3432 – Keluaran 4:1-5 Tongkat Musa

KELUARAN 4:1 MENGHADAPI PROBLEM YANG SULIT

Musa menghadapi problem yang sulit, ia tidak bisa mengatasinya. Orang-orang Israel tidak akan mempercayainya. Apa buktinya kalau Musa sudah melihat Allah dan diutus oleh Allah. Bisa saja seorang mengada-ada bahwa ia disuruh Allah, padahal tidak. Mereka tidak akan mau menurut begitu saja, lebih-lebih untuk 2 juta orang pindah keluar dari Mesir.

KELUARAN 4:2 APAKAH YANG ADA DALAM TANGANMU

Tuhan selalu mulai dari apa adanya, Dia Allah yang maha kuasa. Ia tidak menuntut yang sulit-sulit atau yang tidak ada pada kita. Allah selalu berhasil dan ia tidak menuntut yang tinggi-tinggi, tetapi bisa memakai apa yang ada pada kita, untuk membuatnya menjadi pertolongan atau jawaban bagi problem kita. Misalnya untuk kebutuhan anggur, Tuhan membuatnya dari air yang ada juga air cuci kaki Yoh 2:9. Sebab itu jangan kuatir, asal Allah beserta kita pasti beres. Dia sanggup dengan atau tanpa apapun menolong kita, luar biasa.
Musa menjawab sebuah tongkat! Ini yang ada dalam tangan Musa waktu itu dan itu sama sekali tidak cukup untuk mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir. Tetapi bagi Tuhan itu cukup. Tuhan bisa menolong dengan apa saja yang ada pada kita, bahkan dengan tangan kosongpun ia mampu, sebab Allah tahu jalan lepas dan sanggup melakukannya, sebab Ia Allah yang maha kuasa.

Daud diperlengkapi dengan alat-alat yang canggih dari Saul, perlengkapan seorang raja. Daud tidak sejahtera dan tidak mau dan ia memakai hanya ali-ali yang ada padanya. Batunya diambilah dari anak sungai yang ada di dekatnya dan hasil kemenangannya sungguh-sungguh luar biasa, sebab Tuhan besertanya. Yang penting bukan apa yang ada pada kita, tetapi apakah Tuhan ada pada kita atau tidak! Jawaban semua problem kita adalah Tuhan. Kalau ada Tuhan ada semua jawaban yang heran. Sebab itu pelihara hubungan baik dengan Tuhan, Dia pertolongan kita dalam segala keadaan, dalam segala saat dan di mana saja. Betapa indahnya kalau hubungan kita dengan Tuhan selalu terpelihara, sebab dari sini ada segala pertolongan yang kita butuhkan. Sebab itu Tuhan menyuruh kita memelihara hubungan baik selalu dengan Tuhan, istimewa dengan berdoa senantiasa tanpa stop 1Tes 5:17, 10. Sekalipun tidur dan tidak ada keperluan apa-apa, pelihara baik-baik hubungan dengan Dia!
Memang Tuhan Yesus itulah jawaban untuk segala problem kita, dan asal ada Tuhan, ada segala-galanya. Biarpun tidak ada uang, pertolongan, biarpun dalam keadaan terjepit, bagaimanapun juga Tuhan selalu bisa menolong kita dengan ajaib.
Heran, tongkat Musa menjadi luar biasa, menjadi ajaib. Andaikata Musa punya suling, ranting-ranting pohon (Elisa) atau palu atau apa saja, semua itu bisa dipakai Tuhan. Jangan kuatir, biarpun tidak ada senjata, tidak ada uang, tidak ada koneksi, tidak ada hubungan baik atau backing dll, asal ada Yesus, itu sudah cukup. Asal punya Tuhan Yesus semua cukup. Begitu heran dan indah ikut Tuhan, sebab tidak ada yang mustahil bagi-Nya dengan atau tanpa apa-apa, Dia bisa berkarya dengan heran! Luar biasa! Punya Yesus itu berarti punya segala pertolongan dan segala kebutuhan kita. Dia cukup bagi kita.
Istilah ini sangat indah. Apa yang ada padamu? Pikiran manusia berkata: Asal punya kepintaran, yang lain bilang asal sehat, yang lain berkata asal ada kesempatan, dll. Tetapi dengan Tuhan lain, tidak ada apa-apapun asal ada Tuhan akan ada segala-galanya.

KELUARAN 4:3 TONGKAT MENJADI ULAR

Tuhan mulai bekerja. Ia menyuruh Musa melemparkan tongkatnya. Musa tidak mengerti apa-apa. Dia tidak tahu apa jadinya, tetapi taat. Ini penting dalam bekerja sama dengan Tuhan. Seringkali kita tidak mengerti pikiran Tuhan, tetapi kalau yakin itu suara Tuhan, taat saja, sekalipun tidak mengerti bagaimana dan apa gunanya. Ini tanda khas orang yang dipakai Tuhan dengan heran adalah orang itu taat sekalipun tidak mengerti, tetapi yakin itu suara dari Tuhan!
Raja Yoas tidak mengerti perintah Elisa kepadanya. Ia disuruh memanah lewat jendela ke Timur. Ia taat. Disuruh memukul-mukul anak panah itu ke tanah, dituruti saja tetapi sebab tidak mengerti ia tidak taat penuh, ia hanya memukul tiga kali dan berhenti, ternyata kemenangannya hanya tiga kali 2Raj 13:15-19. Coba Yoas mengerti, maka ia akan memukulkan panahnya 10 sampai 20 kali dan seumur hidupnya menang terus!
Apa saja yang disuruh Tuhan harus kita lakukan, mengerti atau tidak. Kalau Tuhan menyuruh kita bertekun dalam Firman Tuhan, berdoa, ibadah, pelayanan, taati saja sebab dalam ketaatan akan ada hasil yang luar biasa dan sangat efektif. Kita akan menang besar.
Abraham disuruh mengorbankan Ishak, bukan saja tidak mengerti tetapi juga dahsyat baginya. Kalau Abraham tidak taat itu bisa dimengerti dengan akal tetapi Abraham akan kehilangan suatu berkat dan perjanjian yang amat  besar. Untung meskipun tidak mengerti Abraham tetap taat dan berkat yang luar biasa itu diterimanya Kej 22:1-18.
Sebab itu penting sekali bisa mendengar suara dan perintah Tuhan serta taat dengan segera, maka rencana Allah yang indah-indah akan jadi dalam hidupnya. Buka telinga baik-baik, dengar dan taat. Jangan dengar suara iblis, dunia atau suara hawa nafsu daging. Tetapi dengar suara Roh dan taat. Asal yakin itu suara Allah, taat saja.
Tongkat menjadi ular. Ini tidak pernah terpikir dalam hati Musa. Kalau kita mau tahu pikiran Allah, harus jadi Allah dahulu, dan itu memang rencana Allah, tetapi prosesnya panjang sekali.Sebab itu kalau yakin itu suara Tuhan, taati saja.
Waktu tongkat menjadi ular, Musa lari, sebab itu berbahaya. Tuhan mengerti reaksi Musa.
Sampai di sini taat akan suara Tuhan seolah-olah berbahaya, tetapi ini belum selesai. Juga Israel waktu akan dibawa keluar, waktu negosiasi dengan Firaun, keadaan makin jelek lalu Israel bersungut-sungut Kel 5:21-22. Tetapi ini belum selesai. Jangan berhenti di tengah jalan. Allah belum selesai melakukan rencana-Nya. Percaya saja dan jangan bersungut-sungut. Kalau ikut Tuhan dan taat, tetapiada reaksi yang jelek tanya Tuhan (periksa diri) tetapi tetap bersyukur jangan bersungut-sungut seperti orang Israel.
Percayalah, Allah bisa menyelesaikan semua dengan baik. Sabar dan taat sampai ke akhir, baru tampak rencana Allah yang indah dan mulia.
Kalau kita melihat rencana Allah sampai di tengah jalan, bisa terkejut. Kalau melihat Yusuf di dalam pasar budak atau di dalam penjara dll, kita belum melihat apa-apa, bahkan bisa menyimpulkan, ikut Allah itu dahsyat dan tidak enak. Tetapi ini baru setengah jalan. Semua yang di tengah jalan itu belum tampak indahnya. Perlu iman.
Waktu Israel di dalam padang gurun, apalagi sampai puluhan tahun, betapa dahsyat dan mengerikan, sebab mereka masih di tengah jalan dan kena akibat persungut-sungutannya sendiri. Kalau Israel tidak bersungut-sungut mungkin tahun kedua sudah masuk Kanaan. Orang yang suka bersungut-sungut itu membuat rencana Allah molor dan celaka.
Untuk pemula (Israel keluar dari Mesir itu termasukukuran pemula) biasanya tidak masuk proyek yang panjang, mungkin 2-3 tahun sudah sampai Kanaan. Seharusnya sesudah pulang dari mengintai, kalau percaya, tidak bersungut-sungut (waktu itu sudah dekat saatnya untuk masuk Kanaan (Bil 13:2). Tetapi sebab berulang-ulang bersungut-sungut 10 kali), maka sesudah pulang dari mengintai mereka divonis hukuman 40 tahun. Bil 14:22,33. Sebab itu mereka tertanda 40 tahun baru boleh masuk Kanaan! Sebab itu jangan suka bersungut-sungut, 2 tahun bisa menjadi 40 tahun, 20 kali lebih lama.
Abraham dan Sarah sebab melancangi Tuhan, akibatnya mereka menerima janji Tuhan juga makin lama. Waktu Ismael lahir umur Abraham 86 tahun Kej 16:16, waktu Ishak lahir umur Abraham 100 tahun Kej 21:5, beda 14 tahun. Kalau Abraham, Sarah tidak salah langkah, tidak melancangi rencana Allah, mungkin dalam 2 tahun Ishak sudah lahir, berarti Abraham harus menunggu 7 kali lebih lama + menunggu sejak umur 75 tahun sampai 86 tahun (11 tahun). Sebab itu jangan terburu-buru melangkah sendiri (seperti Abraham Sarah) atau bersungut-sungut, bisa tertunda 7 kali atau 20 kali lebih lama dan rencana total Allah bagi Israel berkurang banyak, sehingga tidak bisa sampai di puncak rencana Allah. Jangan berjalan atau bertindak karena melihat hal-hal yang belum selesai, tetapi berjalanlah dengan iman, maka meskipun belum terjadi apa-apa, tahu-tahu tidak lama kemudian bisa langsung mengalami janji Allah.
Misalnya pengalaman Abraham yang lainwaktu Abraham taat mempersembahkan Ishak, hasilnya langsung jadi.
Waktu Yusak (Yosua) taat keliling Yerikho, langsung menang. Sebab itu kalau melihat “ular” (itu belum selesai!) jangan bersungut-sungut atau marah.
Waktu Paulus dan Silas taat akanpimpinan Roh Kudus, hasilnya dipukuli, diperlakukan seperti penjahat masuk penjara. Tetapi mereka bersyukur dan memuji-muji Tuhan, justru dengan demikian mereka langsung melihat hasilnya sebab bersyuur Kis 16:25-26.
Bersyukur dan bersungut-sungutitu hasilnya terbalik satu sama lain. Orang bersyukur melihat kemuliaan Tuhan, orang yang bersungut-sungut melihat malaikat maut datang 1Kor 10:10.

KELUARAN 4:4 ULAR MENJADI TONGKAT

Heran, pemecahan problem Allah itu ajaib. Bukan disuruh perang atau membunuh ular tetapi memegang dari ekornya. Dengan akal kalau kita memegang kepalanya, maka ekor yang bebas tidak bisa menggigit, kalau pegang ekor, bisa digigit kepalanya. Ada banyak kemungkinan, tetapi lebih baik taat perintah Allah. Logika Allah jauh lebih bagus daripada logika manusia, bahkan kadang-kadang seperti tidak masuk akal. Misalnya waktu Daud perang dengan ali-ali itu tidak masuk akal, tetapi menang besar. Sebab itu taat saja.
Ekor = tidak menggigit. Pegang bagian ini. Ini cara Allah! Menangani ular yaitu iblis atau dosa-dosa akibatnya ialah dengan memegang ekornya. Kita menguasai ular dari ekornya. Menghadapi dosa, waktu masih tidak ada giginya, selagi belum berbahaya, itu yang dipegang dan dikuasai. Kapan dosa menjadi tidak berbahaya? Waktu dosa masih mau masuk, langsung kita tolak permulaannya, maka bahaya dosa dibuang, tidak ada!
Dengan cara ini kita mendapat tongkat kemenangan yang heran. Jangan tunggu dosa menjadi besar dan bisa menggigit, itu sudah terlambat. Ular biludak kalau dikuasai waktu masih menjadi telur, mudah sekali, tetapi kalau sudah menjadi ular yang dewasa, terhadap satu ular saja sudah kalah. Sebab itu kita perang dengan iblis dan dosa itu dari permulaannya yaitu dari pikiran kita, itu belum ada giginya, dengan mudah kita bisa mengalahkan ratusan ular, bahkan pekerjaan setan dalam segala segi hidup kita bisa dikalahkan dan bisa mendapat kemenangan yang besar dan mudah.

Peperangan orang Kristen dalam pikiran. Tetapi kalau ditunda, dengan kata lain masih dibiarkan dalam pikiran kita, masih ingin berdosa, tidak mau dilepaskan, disimpan dan dibiarkan terus, dosa tumbuh terus, telur-telur ular itu akan menetas dan menjadi ular, itu sangat berbahaya, bisa menjadi korban ular, digigit dan mati!
Sebab itu jangan pegang kepalanya (sudah bisa menggigit, sudah berbahaya) tetapi kuasai ekornya, selagi masih belum berbahaya yaitu mencegahnya, supaya jangan sampai berdosa.
Seringkali orang-orang tidak melihat ekornya (apalagi kalau kena tipu iblis, atau mabuk), dikira baik, indah, manis, tetapi sesunguhnya itu umpan dosa, kesukaan yang sesaat Ibr 11:25. Kalau ini tidak dibuang, ini akan tumbuh menjadi kepala, jadi berbahaya, mengikat, menguasai, memperbudak dan akibatnya celaka, digigit ular dan akhirnya mati dalam dosa.
Kita harus memperhatikan cara yang diajarkan Tuhan, supaya kita bisa menguasai segala macam ular, segala macam perkara yang jahat, yaitu mencegah jangan sampai menjadi dosa Maz 119:11. Kalau sudah menjadi dosa itu menjadi celaka, menjerat dan menjerumuskan makin jauh, apalagi kalau tidak mau bertobat.
Waktu dipegang ekornya, ular itu menjadi tongkat kembali, tetapi tongkat yang sudah pernah menjadi ular. Tongkat Musa itu pengalaman mengalahkan ular dari ekornya, ini sangat berharga, sehingga dalam hari-hari yang akan datang kita punya pengalaman ilahi, sebab taat akan Firman Tuhan untuk mengalahkan semua yang jahat.
Ada banyak ular dalam dunia ini, kalau salah pegang bisa digigit dan mati, tetapi kalau memegangnya baik-baik menurut Firman Tuhan, itu akan berubah menjadi tongkat Musa yang berfaedah dalam pelayanan dan sepanjang hidupnya. Misalnya:

1.      Uang. Kalau kita bisa berpada, (ini cara menangani menurut Firman Tuhan, jangan cinta uang), maka uang yang kita pegang menjadi tongkat Musa, itu berfaedah dalam hidup dan pelayanan kita. Tetapi kalau salah pegang, yaitu cinta uang, akan kena gigit dan lahir banyak dosa 1Tim 6:9-10. Kalau sudah banyak dosanya akan rebah mati seperti Yudas, Akhan, Gehazi dll.

2.      Pintar, misalnya bisa komputer, bisa musik, bisa membangun dll, kalau dipakai sesuai Firman Tuhan, dipimpin Roh, maka ini menjadi faedah, bisa lebih efisien, tebus waktu, rendah hati (sebab tahu semua dari Tuhan). Tetapi kalau salah pegang, salah pakai bisa menjadi sombong, bisa menjadi maling ulung (sebab pintar) dan celaka kekal.

3.      Kedudukan. Dipakai dengan takut akan Tuhan seperti Yusuf punya kedudukan tinggi, ia bisa dipakai Tuhan untuk membangun  umat Tuhan dari keluarga Yakub. Tetapi kalau dipakai salah (menurut hawa nafsu dan daging) seperti Absalom karena kedudukannya bisa membunuh Amnon, bahkan mau membunuh bapaknya (Daud).

4.      Seks dipakai dengan betul dalam nikah, jadi manis suami-istri menjadi erat dan sehati melakukan kehendak Allah tetapi kalau dipakai menurut daging (di luar nikah), pegang kepalanya, akan digigit dan celaka seperti Simson, Daud sehingga rencana Allah di dalamnya menjadi rusak.

5.      Dan lain-lain.

Sebab pegang ekornya, maka Musa punya tongkat yang heran. Dengan tongkat ini Musa melaksanakan rencana Allah yang indah-indah. Setiap kali Tuhan menyuruh Musa melakukan satu hal, Tuhan suruh angkat dan pegang tongkat yang pernah menjadi ular ini. Misalnya waktu di tepi laut Kolsom, Tuhan suruh Musa angkat tongkat ini Kel 14:16. Setiap kali Musa pegang tongkat ini, ia ingat, ini ular yang dipegang ekornya, lalu menjadi tongkat kembali. Sebab meskipun tidak mengerti, tetapi Musa yakin akan Firman Tuhan, dipegang dan ditaati baik-baik, hasilnya luar biasa, ular bisa menjadi tongkat yang berguna. Barang celaka dan bahaya bisa menjadi barang yang indah dan menguntungkan, itu tongkat Musa.
Apakah kita mempunyai tongkat seperti tongkat Musa? Yaitu pengalaman taat akan Firman Tuhan dan itu menjadi perlu, nasehat untuk kemenangan kita. Tuhan bisa mengulangi pertolongannya dengan heran dan indah.
Tetapi pernah satu kali Tuhan suruh Musa bicara, tetapi ia memukul batu dengan tongkatnya. Sekalipun ia sudah punya pengalaman taat dan ular menjadi tongkat, tetapi saat ini Musa tidak taat, ia tidak bicara tetapi memukul dengan tongkatnya dan hasilnya celaka Bil 20:8,11! Musa emosi sebab memang Israel itu kepala batu dan ini menyebabkan Musa tidak boleh masuk Kanaan Ul 32:51. Meskipun kita sudah punya tongkat = pengalaman sukses sebab pegang ekor, itu bukan berarti dengan sendirinya tongkat ini bisa menjadi baik untuk seterusnya, tetap harus taat, jangan sesudah sukses lalu sembarangan emosi nanti bisa celaka seperti Musa. Kita tetap harus hati-hati, tetap menyangkal diri, tetap pikul salib, taat pimpinan Roh Kudus, jangan menuruti daging semaunya sendiri, jangan mengumbar hawa nafsu sekalipun sudah punya tongkat ! Ternyata di air Meriba, Musa yang punya tongkat, pegang kepala ular, dia kena gigit dan akibatnya tidak boleh masuk Kanaan. Sekalipun sudah sukses, tetap harus taat dipimpin Roh, jangan semaunya sendiri turut daging, bisa celaka!

KELUARAN 4:5 SUDAH MELIHAT ALLAH ABRAHAM, ISHAK DAN YAKUB

Kalau kita punya tongkat Musa dan tetap taat dipimpin Roh, maka kesaksian hidup kita akan membuktikan bahwa kita sudah melihat Tuhan, sebab Tuhan berfirman dan mengutus kita dengan tanda-tanda yang menyertainya.

KESIMPULAN

Yang penting adalah punya Tuhan lebih daripada tongkat. Tongkat ini pengalaman taat akan Tuhan sehingga sukses, tetapi ini tidak bisa menggantikan ketaatan dipimpin Roh selanjutnya tetap harus taat sampai ke akhir. Tetapi tongkat ini mengingatkan kita supaya terus taat, itu indah. Asal ada Tuhan, lalu taat dipimpin Roh, jangan takut, apa saja di tangan kita cukup untuk menghadapi segala pencobaan, sebab Tuhan sanggup menolong tanpa apa-apa seperti Daud, Yusuf, Petrus, Paulus dll. Yang paling penting bukan tongkat, tetapi Tuhan ada dalam kita dan kita taat terus dipimpin Roh, maka hidup ini akan berbuah-buah dan melakukan perkara-perkara besar dari Allah Maz 60:14.

Nyanyian

Bahwa serta dengan Allah, kita lakukan perkara yang besar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top