Nafkah dengan Limpah

Apakah orang beriman bisa lepas dari urusan keuangan?
Tidak, sebab:
1. Selama hidup orang-orang beriman tidak bisa lepas dari soal uang, tak bisa lari dan
2. Memang bukan kehendak Tuhan untuk lari dari uang, tetapi lari dari ingin akan uang.
Ibrani 13:5 Lepaskanlah dirimu daripada kasih akan uang, dan padakanlah dengan barang yang ada padamu; karena Tuhan sendiri sudah berFirman: Bahwa sekali-sekali tiada Aku akan membiarkan engkau, sekali-sekali tiada Aku meninggalkan engkau.

Juga hamba-hamba Tuhan dan siapa saja dalam Tuhan harus dapat menghadapi soal uang dan mahir menanganinya.
3. Baik tidaknya sikap kita menangani keuangan itu langsung mempengaruhi hidup dan kerohanian kita, keluarga dan pelayanan kita. Beberapa orang sebab salah sikapnya dalam keuangan, merusakkan seluruh pelayanannya.
Kita akan menyelidiki 3 pokok penting tentang uang dalam terang Firman Tuhan dan dengan pertolongan Roh Kudus.

I.  BAGAIMANA CARANYA MENDAPAT CUKUP UANG

Orang-orang beriman harus tahu bagaimana caranya mendapatkan uang menurut Firman Tuhan. Kalau sudah tahu caranya, ternyata itu tidak terlalu sukar.

(Sama seperti seorang ahli yang mengenal hukum-hukum alam, ia dapat mengambil faedah yang sebesar-besarnya dari hukum-hukum alam itu sebab ia mengenalnya. Bahkan siapa saja yang tahu dapat memakainya). Begitu juga dalam hukum-hukum rohani tentang uang, kalau kita mengenalnya baik-baik, kita bisa mendapatkan cukup uang, sebab Tuhan memang menyediakannya cukup, bahkan berlimpah-limpah bagi masing-masing kita.
Ada hal-hal prinsip dan hal-hal praktis.
HAL-HAL PRINSIP
1. Ada janji pemeliharaan Tuhan.
Matius 6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Matius 6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Kita harus mengerti dan yakin bahwa Bapa sorgawi sungguh-sungguh memelihara kita dengan baik, bahkan sangat baik. Sebab orang yang tidak yakin, ragu-ragu akan mudah bersungut-sungut dan itu berarti menghalang-halangi berkat Tuhan bagi dirinya sendiri.
Orang yang ragu-ragu itu tidak akan memperoleh apa-apa dari Tuhan.
Yakobus 1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
Yakobus 1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.

Ragu-ragu, itu berarti tidak mempunyai iman sebab itu ia akan lekas lelah, putus asa sehingga mudah bersungut-sungut; dan bersungut-sungut itu membatalkan berkat Tuhan yang sedang datang kepadanya, sebab bersungut-sungut berarti mati, celaka! (1Kor 10:10).
Tetapi orang yang percaya akan penuh syukur kepada Tuhan dan itu memastikan bahkan menarik berkat Tuhan yang sudah disediakan Tuhan baginya.

Jadi orang yang yakin akan penuh syukur, orang  ragu-ragu akan bersungut-sungut, masing-masing  menarik dan menolak berkatnya sendiri.
Selidiki Firman Tuhan baik-baik, yakinlah akan  pemeliharaan Tuhan yang ajaib, maka kita akan  limpah memuji-muji Tuhan dan selalu penuh  syukur, maka pasti kita akan mengalami  pemeliharaan Allah yang indah dan limpah.

2.  Mendahulukan kerajaan Surga dan kebenarannya
Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ini dicari lebih dahulu, ini (Kerajaan Surga) yang diutamakan dengan segenap hati dan dengan yakin, maka segala kebutuhan kita akan ditambahkan kepada kita. Orang yang yakin akan Firman Tuhan akan lebih dahulu dengan sungguh-sungguh mengejar kerajaan Surga yang kekal (bukan perkara-perkara yang fana), termasuk di dalamnya mendapatkan segala kebenaran Firman Tuhan. Rezeki-rezeki rohani yang kekal, pelayanan jiwa- jiwa, perkenan Tuhan, doa dan pengurapan Roh Kudus, Firman Tuhan dan lain-lain dari atas (Kol 3:1-2) adalah hal-hal yang mendapat prioritas utama dalam hidupnya.
Mungkin karena pekerjaan sehari-hari ia tidak mempunyai waktu yang limpah untuk mendapatkan hal-hal yang kekal ini, tetapi kerajaan Surga dan kebenaranNya itu sangat indah, mulia dan terutama dalam hatinya, seolah-olah seperti hobby. Segera ada kelebihan waktu, ia langsung mengejar hal-hal yang kekal ini. Ia menebus waktu (bahkan sampai mahir) untuk mendapat kebenaran Firman Tuhan dan kerajaan Sorga ini. Hidup cocok dengan Firman Tuhan itu diutamakan di atas segala-galanya. Ini seperti:
Mazmur 1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Mazmur 1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Mazmur 1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Orang seperti ini pasti segala pekerjaannya diberkati Tuhan dengan heran sehingga mencari uang baginya tidak akan sukar, rezeki uang itu seolah-olah datang sendiri, mengejar dia dan ia akan mendapatkannya dengan limpah.
Mazmur 127:2 b Sebab Ia memberikannya kepada yang dicintaiNya pada waktu (TL: sementara) tidur.

Ia juga akan mengerti banyak janji- janji yang indah dalam Firman Tuhan seperti Pil 4:19/ Ef 3:20/ Yer 17:8 dan sebagainya, dan semua itu membuat hidupnya menjadi makin indah di dalam Surga dan limpah di dalam dunia.
3. Hidup benar
Mazmur 37:25-26 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.
Kalau kita hidup benar (termasuk mau bekerja dengan rajin, sebab orang malas itu berarti hidupnya tidak betul) maka pasti berkat Tuhan akan ada cukup bahkan limpah, tidak pernah kekurangan atau hutang. Hidup di atas hutang bukanlah kehendak Allah (Rom 13:8). Peganglah baik-baik Firman Tuhan, pasti hidup menjadi cukup.
Selain itu kalau kita selalu tinggal di pihak Tuhan (Rm 8:31), itu paling aman, sejahtera, bebas kuatir dan terpelihara. Kalau berkat hanya sedikit, itu pasti ada maksud Tuhan, misalnya saat-saat ujian seperti Ayub, saat-saat pengolahan seperti Yusuf, Daud, tetapi hati ini tetap penuh damai. Orang-orang seperti ini justru tidak terlalu ingin limpah dengan uang, sebab dapat berpada dan lebih senang dengan kerajaan Surga yang kekal dan kebenaranNya.
Saat-saat kekurangan dan saat-saat menunggu itu merupakan saat-saat pengolahan yang efektip, meningkatkan kemampuan rohani kita, sehingga lain kali dapat dipercayai Tuhan hal-hal rohani dan jasmani yang lebih besar. Asal kita di pihak Tuhan terus, kita tidak perlu kuatir, sebab Tuhan tahu mengatur semua dengan cara yang terbaik.
Dosa-dosa dibereskan. Kita harus berdiri benar di hadapan Allah (Kis 24:16; 23:1). Bersihkanlah dari segala macam dosa, lebih-lebih dalam hal uang atau harta dan hak orang lain (warisan, upah, hak, andil, uang gelap, hutang, curi, tipu, dan lain-lain).

Semua ini tidak akan membuat orang tersebut makin kaya tetapi membocorkan miliknya disertai dengan banyak penderitaan akibat dosa-dosanya itu. Jangan menyimpan uang tak halal, itu membuat kebocoran hidup jasmani dan rohani yang sangat besar, ditambah lagi dengan banyak air mata.
4. Menghormati orangtua
Efesus 6:2-3 Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Orang yang tidak tahu menghormati orangtuanya akan hidup dengan banyak penderitaan, tetapi yang tahu menghormati akan hidup dengan berkat Tuhan sehingga bahagia (Ul 5:16).
Orang duniapun tahu menghargai sebab dari banyak pengalamannya mereka dapat melihat dengan jelas bagaimana seseorang anak patut meghormati orangtuanya. Apalagi orang-orang rohani yang bisa melihat yang tidak nampak dan mengerti kebenaran Firman Tuhan; seharusnya orang-orang rohani lebih banyak   menghormati orang tuanya.

CARA-CARA PRAKTIS

1. Yang menabur akan menuai.

2Korintus 9:6-8 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
Segala persembahan kita kepada Tuhan dan perbuatan kasih kepada sesama karena Tuhan itu menjadi penaburan kita dan itu akan menghasilkan penuaian yang limpah. Pasti ada penuaian, sebab ini adalah hukum Allah yang pasti akan selalu berlaku.

Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Galatia 6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
Termasuk perpuluhan, ini harus kembali kepada Tuhan di dalam gereja di mana kita terpelihara secara rohani.
Maleakhi 3:9 Bahwa laknat, bahkan, laknat itu kamu datangkan atas dirimu, hai segenap bangsa ini, sebab  kamu hendak menipu Aku!
Maleakhi 3:10 Bawalah  olehmu akan segala perpuluhanmu ke dalam perbendaharaan rumahKu, supaya adalah makanan dalam rumahKu; dan cobailah akan Daku dengan demikian,kalau-kalau tiada Aku membukai akan kamu segala pintu langit dan mencurahkan kepadamu berkat yang tiada sempat kamu taruh; demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam!
(Dalam Perjanjian Baru masih berlaku sebab:
b1. Disebut Tuhan Yesus sendiri (Mat 23:23)
b2. Ibr 7:8 Diterima di bumi, juga diterima di Sorga.
b3. Cara-cara Perjanjian Baru lebih besar dari perpuluhan, ini hanya patokan terkecil, misalnya: Kis 4:34).
Belajar memberi (lebih-lebih dengan kemurahan), maka kita akan menerima penuaian yang limpah. Jangan menabur seperti beli undian dengan harapan lekas kaya sebab akan menuai dengan limpah; ini bukan penurutan yang betul, tetapi keserakahan. (Ingat iblis juga mencobai Anak manusia Yesus dengan ayat-ayat Firman Tuhan, supaya dituruti, tetapi dengan maksud yang salah, yaitu dengan sedikit memutarbalikkan artinya supaya cocok dengan selera dagingnya, itu penurutan yang salah Mat 4:6).
Jangan menabur dengan motif yang salah, serakah, tetapi harus ada penaburan dengan tulus dan dengan iman, maka akan ada penuaian yang limpah sesuai dengan penaburan masing-masing.
2.Hidup dengan iman
Roma 1:17 sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”
Yakinlah akan janji-janji Firman Tuhan, peganglah baik-baik. Orang yang mempunyai iman, akan bekerja dengan bergairah dan sungguh-sungguh, sebab ia yakin bahwa Tuhan pasti memeliharanya, pasti Tuhan akan memberkatinya. Tentu kita tidak boleh bekerja seenaknya saja, ngawur, itu mencobai Tuhan (Mat 4:7). Mintalah pimpinan Tuhan untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan untuk mengambil tindakan yang tepat.  Tetapi jangan bekerja dengan ragu-ragu, melainkan dengan segenap hati, dengan iman. Tuhan pasti dapat memberkati dengan cukup bahkan dengan limpah.
Kalau sudah waktunya, Tuhan bisa memakai semua pekerjaan  menjadi saluran berkat yang besar dari Tuhan. Jangan ragu-ragu atau bingung. Dari tingkat yang paling rendah, Tuhan dapat mengangkat ke tingkat yang paling atas. Kalau Tuhan yang meng-angkat, tiada yang mustahil. Asal kita selalu sadar bahwa semua berasal dari Tuhan sehingga kita tetap rendah hati dan tahu memakai dengan baik. Sadarlah bahwa semua itu dari Tuhan.
Ulangan 8:17-18 Maka janganlah kau katakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
Terus bekerja dengan yakin dan tinggal selalu di dalam Tuhan, maka Tuhan akan mengatur semua menjadi baik dan indah dalam hidup kita, sehingga makin lebat berbuah-buah. Kalau kita bekerja dengan iman beserta Tuhan, maka Tuhan akan memimpin kita sehingga segala macam pekerjaan akan menghasilkan cukup. Sebab yang membuat orang memperoleh harta itu bukan pekerjaan dan kuatnya, tetapi Tuhan. Kita harus mengerti dan yakin sehingga kita tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri, tetapi bersandar pada Tuhan dan dengar-dengaran selalu (Hos 2:7/ 1Kor 4:7). Jangan mengingkari kebenaran ini yaitu Tuhan yang memberikan semuanya, supaya kita tetap tinggal di dalam berkat dan kelimpahanNya. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Dia sanggup menambah atau mengurangi harta siapa saja
1Samuel 2:7 TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan dan meninggikan juga.
3.  Menghadapi problem-problem   keuangan.
Jangan lupa memeriksa diri. Sebab kalau ada dosa, semua problem itu makin ditangani makin rusak seperti 2Sam 21:1, karena dosa yang tidak dibuang itu menarik hukuman Tuhan. (Untuk orang-orang berdosa berlaku hukum lain, sebab mereka bukan anak, bukan umat Tuhan! Ibr 12:8).
Kalau hati kita tidak menyalahkan kita (1Yoh 3:21), hadapi seperti ujian dengan pimpinan Roh Kudus (Rom 8:14). Roh Kudus selalu memimpin sesuai dengan Firman Tuhan.
Yoh 16:13. Jangan takut meng-hadapi segala problem, percayalah akan pertolongan dan kuasa Tuhan dan berjalan dengan iman dalam pim-pinanNya. Tidak ada yang sukar bagi Dia. Tuhan sanggup menyelesaikan segala problem anak-anakNya yang mau taat (termasuk sudah bertobat!)

II. BAGAIMANA  MEMAKAI UANG DENGAN BAIK?.

Syaratnya:
A. Kita harus mengerti Firman Tuhan dengan baik.
B. Mau dipimpin Roh bukan menuruti daging saja.
C. Mau menyangkal diri mematikan daging.
Beberapa patokan yang perlu kita ketahui:
1. Ini barang fana.
Kita harus ingat bahwa:
a. Surga dan kemuliaan yang Tuhan berikan pada kita itu kekal. Jangan itu ditukar dengan perkara-perkara dunia yang fana yang sebentar akan lalu.
Matius 16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Jangan bercintakan hal ini, itu sia-sia dan menyesatkan (Ayub 1:21, Peng 5:14-15).
1Timotius 6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

Jangan gara-gara harta yang fana ini jiwa dikorbankan melayang masuk neraka seperti Achan, Yudas, dan lain lainnya.
b. Kita harus berpada.
1Timotius 6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
Jangan rohani kita terpengaruh oleh kurang atau lebihnya hal-hal yang fana ini.
1Korintus 7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
2. Akan diminta kembali.
Matius 25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
Satu kali kita harus mengembalikan semuanya dan mempertanggung jawabkannya kepada Tuhan. Jangan sampai penggunaan uang ini membuat kita bersalah kepada Tuhan, baik dalam mengembalikan uang Tuhan (perpuluhan) maupun dalam memakai setiap uang yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Jangan sampai salah pakai, nanti kepercayaan yang Tuhan berikan bisa dicabut kembali (Rom 14:12, 1Sam 2:7). Cicillah tanggung jawab itu mulai sekarang. Setiap pengeluaran uang kita, kecil atau besar harus selalu dicocokkan dengan Firman Tuhan. Maka satu kali kelak di hadapan Tahta Allah kita bebas dari segala kesalahan.
3. Uang itu suatu kesempatan.
Tuhan mempunyai maksud tertentu dengan mempercayakan segala uang yang ada di dalam tangan kita, yaitu supaya

a.  Membantu pertumbuhan rohani. Orang-orang beriman yang cinta Tuhan, yang taat pada Firman Tuhan akan dapat memakai uang untuk pertumbuhan rohaninya, misalnya untuk menebus waktu, supaya mendapat waktu lebih banyak untuk hal-hal rohani, sehingga dapat tumbuh lebih pesat.
b. Makin berbuah-buah bagi Tuhan. Jangan sampai terlambat, sebab kalau sudah mati, kita tidak bisa memakai uang itu lagi. Selama kita dapat mempergunakan uang itu, pakailah untuk hal-hal yang berkenan pada Tuhan.
Lukas 16:9 Maka Aku berkata kepadamu: Carilah sahabat bagi dirimu dengan Mammon yang lekat lalim, supaya apabila Mammon kelak hilang daripadamu, sahabat itu pun kelak menerima kamu di dalam tempat kediaman yang kekal. (T.L).
Kita dapat membiayai lebih banyak perbuatan kasih, menolong sesama, mendukung pekerjaan Tuhan dan pelayanan dengan tulus. Dengan demikian kita menyimpan harta yang kekal di Surga, menjadi kaya dan mulia untuk abadi.
c. Makin limpah menjadi berkat.
Kita harus menjadi berkat di tempat kita masing-masing.
Bukan kebetulan kita tinggal di tempat kita sekarang ini, menjadi anggota di Gereja kita, berada di sekitar saudara-saudara kita. Jadilah berkat bagi mereka sekalian! Pakailah setiap kesempatan.
Orang yang suka berdoa, itu dapat mendengar suara Roh dan matanya celik, sebab itu ia akan tahu maksud Tuhan dan setiap kesempatan yang diterimanya.
Tetapi orang yang buta mata rohaninya, lebih-lebih buta oleh uang, biasanya tidak melihat kesempatannya dan menjadi semakin bersalah.
Ia makin menghimpunkan uang dengan:
a.Tamak, makin haus (Pengkh 5:19).
b.Dengan banyak siksaan (Pengkh 2:26).
c.Makin jahat, sebab matanya terus mengejar uang. Ingat, ingin akan uang = akar segala jenis kejahatan (1Tim 6:9-10).

Makin banyak uangnya, makin sombong. Untuk orang seperti ini lebih banyak uangnya lebih banyak hukumannya dan satu kali Tuhan akan mengangkat uangnya (dan memindahkan pada orang yang dapat dipercayainya). Yang tersisa untuk kekal hanya hukuman saja.
4. Jangan sampai berdosa. Uang itu netral, dapat membuat kita berbuah-buah bagi Tuhan tetapi dapat juga membiayai keinginan daging untuk maju dengan pesat dalam segala macam dosa: sombong, zinah, duniawi, dendam, gila hormat, dan sebagainya. Sebab itu kita perlu banyak mengerti kebenaran Firman Tuhan dan terus penuh dan dipimpin Roh Kudus, sehingga uang yang dipercayakan Tuhan di dalam tangan kita menjadi buah-buah yang kekal, bukan tumpukan dosa dan pehukuman.
Tentu kita boleh memakai uang untuk kebutuhan diri kita sendiri. Kita bisa memakainya sesuai dengan yang Tuhan berikan. Kita harus bisa berpada. Tetapi meskipun Tuhan memberi kita dengan limpah, jangan memakainya dengan sia-sia, permuliakan Tuhan, jangan menjadi dosa, sebab tentang segala hal ini satu kali kita akan dimintai pertanggung jawaban oleh Tuhan.
Jangan sampai sesudah uang itu lenyap dari kita (waktu mati) yang tersisa hanya setumpuk hukuman yang kekal.
Tetapi kalau dengan uang kita hidup suci dan berbuah-buah bagi Tuhan, maka sesudah uang itu lenyap dari kita, akan tersisa mahkota-mahkota yang mulia untuk kekal!
5.Selalu mempunyai jatah untuk penaburan.
Setiap kali kita menerima uang, kita harus selalu memakainya juga sebagian untuk penaburan, supaya selalu ada penuaian. Baik dikembalikan sebagai milik Tuhan (perpuluhan) maupun persembahan-persembahan extra lainnya dan perbuatan kasih pada sesama kita.

Pakailah mammon ini memperkenankan Tuhan (Luk 16:9). Jangan sampai uang ini mendorong ke neraka, tetapi mendorong ke Surga dalam tingkatan yang setinggi-tingginya. (Jangan memakai uang di dalam Gereja/ ladang Tuhan dengan maksud baik, tetapi caranya salah seperti cara-cara duniawi, misalnya memakai uang untuk mencari teman dipihaknya, memakai seperti suap dalam dunia, mengambil muka untuk mendapat izin dan perkenan pimpinan dan sebagainya. Kita harus memakai uang sesuai dengan Firman Tuhan sehingga berkenan pada “Sahabat yang mempunyai tempat kediaman yang kekal”).

III. MENDAPAT UANG  SEBANYAK-BANYAKNYA.

Apa boleh? Boleh saja sebab uang di dalam tangan orang-orang yang hidup suci dan yang mempunyai iman akan menjadi alat yang indah, membuatnya berbuah-buah makin lebat.
Jadi, ada syaratnya, yaitu:
1. Orang itu sudah bertobat, istimewa dalam hal uang.
2. Tidak membuat dosa.
3. Bukan karena bertuhankan mammon.
4. Untuk mendapatkan kelimpahan uang itu ia tidak mengorbankan hidup rohani(masa teduh, ibadat, pelayanan, kesucian dan seba-gainya)
5. Tuhan mengizinkannya. Tetapi bia-sanya orang yang mencari uang banyak itu didorong oleh ingin akan uang, roh mamon, dan ini bukan kehendak Tuhan!
Seringkali Tuhan membiarkan orang itu gagal lebih dahulu (lebih-lebih kalau ada roh mammon di dalamnya, Allah tidak bisa bekerja sama!) Kalau orang-orang ini tidak bertobat, mereka akan cepat kecewa dan undur pada waktu datang ujian dalam hal uang. (Orang-orang ini biasanya termasuk orang-orang yang berani memberi banyak supaya mendapat kembali lebih banyak, tetapi akhirnya mereka akan kecewa kalau tidak bertobat).

  • Kita harus mempunyai pengertian yang betul dari Firman Tuhan.
  • Belajar berpada (1Tim 6:8).
  • Kita harus mengerti bahwa kekuatan kita bukan uang, tetapi Tuhan.
  • Uang bukan kebahagiaan, tetapi beban! (Ams 30:8).
  • Uang bukan tujuan, tetapi hanya alat saja.

Orang yang mengerti kebenaran Firman Tuhan dan hidup suci, dipimpin Roh dalam jalan salib, akan dapat memakai uang dengan betul bahkan mahir sehingga dapat terus menabur dengan limpah dan memakainya sesuai kehendak Tuhan; ia akan tumbuh dan berbuah-buah dengan limpah. Jangan ingin berkat limpah karena bercintakan uang, tinggalkanlah motivasi seperti ini (Ibr 12:5 Ams 23:4).
Orang yang ingin akan uang itu mudah kena roh judi dan jadi korban siasat iblis yang memakai ayat-ayat dalam Alkitab yang dapat di-selewengkan dan cocok dan roh judi (Misalnya tabur menuai, 100x lipat ganda, berkat limpah dan sebagainya). Bagi orang-orang seperti ini Gereja seperti tempat judi untuk memperbanyak uangnya dan keinginan hatinya. Orang seperti ini akan mudah kecewa, undur, tidak bahagia sebab akan banyak berbuat dosa, sebab ingin akan uang itu sumber segala macam dosa. (1Tim 6:9-10).
Amsal 28:22 Orang yang kikir tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa ia akan mengalami kekurangan.

Amsal 28:20 Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.
Jangan berbakti dengan roh mammon (atau roh judi) pada satu saat akan kecewa dan undur dan hidupnya akan tetap limpah dengan dosa.
Ingat, uang ini pinjam sementara, kalau satu kali di ambil dari kita (lebih-lebih pada waktu mati atau kedatangan Tuhan).
Apa yang tersisa? Mahkota atau hukuman?


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top