KA-31 – Kidung Agung 4:6-7 Datang ke Gunung Mur dan Bukit Kemenyan

KID 4:6 KE GUNUNG MUR DAN BUKIT KEMENYAN

Ayat ini mirip dgn Kid 2:17. Dalam Kid 2:8-10, sang kekasih (laki2) datang hendak bertemu kekasihnya. Tetapi kekasihnya ini tidak mau, sebab itu ia pergi. Sesudah ditinggal ia merasa sepi, kosong dan mengharapkan keka-sihnya kembali. Kid 2:17 adalah kata2 harapan yg diucapkan olehnya. Dalam bahasa Inggris, Kid 2:16-17 adalah kata2 dari kekasih perempuan sebab ada kata ganti orang ketiga tunggal pria (yg tidak ada dalam bahasa2 lainnya).

Sebaliknya, Kid 4:6 ini adalah ke-mauan kekasih laki2 itu untuk kembali kepada kekasihnya. Sebetulnya cocok sekali. Yg perempuan mengharapkan kekasihnya datang dan memang ia mau datang.

Kita tahu, orang2 beriman atau gereja adalah kekasih dari Kristus, pengantin Anak Domba Surgawi 2Kor 11:2. Kristus mengasihi gerejaNya dan setia, gereja juga mengasihi Kristus, namun sering kali tidak setia, tetapi Tuhan tetap setia 2Tim 2:13. Ber-kali2 Tuhan mau masuk ke dalam hati orang2 beriman, tetapi sering kali ditolak Wah 3:20. Kalau ditolak, Ia terpaksa pergi karena Tuhan tidak mau memaksa orang. Ia ingin kita menerima Dia dgn segenap hati, dgn kemauan dan kehendak kita sendiri, bahkan dgn kasih. Kalau Kristus tiada dalam hati, maka akhirnya hati ini akan menjadi layu, kering, kosong dan tiada damai.

Biasanya orang2 tidak tahan hidup seperti ini. Yg bodoh mencari kesu-kaan duniawi, lebih2 kesukaan yg berdosa seketika lamanya Ibr 11:25, maka ia akan terjerat dalam dosa, makin lama makin jauh dari Tuhan, makin kosong dan sia2 hidupnya. Tentu ber-ulang2 Tuhan mencoba untuk datang kembali seperti dalam ayat ini.

SAMPAI SENJA HARI DAN BAYANG2 LENYAP

Ada penafsiran yg mengatakan ini jam 6 pagi (hari mulai, fajar datang dan kegelapan malam lenyap), ada yg me-nafsirkan jam 6 sore (hari sudah habis, lalu bayg2 yg banyak pada siang hari lenyap, semua jadi gelap). Tetapi se-mua ini cerita tentang kesempatan. Biasanya Tuhan masih memberi cukup kesempatan (kecuali kalau waktunya habis, ia terus keras hati). Ingat, wak-tu berjalan terus, semua akan sampai pada akhirnya. Jangan main2, jangan keras hati. Jangan sampai kehilangan mempelai laki2, itu sangat besar artinya. Dgn Dia kita menjadi kuat luar biasa Rom 8:31, 1Yoh 4:4. Tetapi tanpa Dia, bukan saja tiada damai dan sejahtera tetapi juga lemah, mudah dikalahkan dosa dan pencobaan. (Sebetulnya waktu lemah pun jangan mau jatuh dalam dosa 2Kor 12:9-10, tetapi kalau terus-menerus  lemah dan ditinggalkan Tuhan, maka roh setan akan masuk & jadi hamba dosa!). 

Selama masih hidup, selama ba-yangan belum berlalu, carilah akan Tuhan , jangan terlambat Amos 4:12. Dia kehidupan dan kekuatan kita. Tanpa Dia hidup ini tidak berarti ! Hanya didalam Dia kita bisa tumbuh, ber-bunga2 dgn indah dan sukacita serta ber-buah2 sampai kekal!

SAYA AKAN KE GUNUNG MUR

Mur = Salib.

Ini adalah getah yg keluar dari pohon mur yg dilukai, tetapi getah ini sangat harum baunya kalau dibakar! Ini ada-lah salah-satu rempah2 pedupaan yg dibakar oleh imam2 setiap hari dari atas Mezbah Dupa dalam Ruangan Suci Kel 30:34.Ini cerita tentang salib. Kalau dgn sukacita kita memikul salib, Tuhan sangat berkenan seperti akan bau mur.

Ada gunung mur dan bukit Ke-menyan. Gunung itu biasanya lebih  tinggi dari bukit. Tuhan mau kita kembali ke gunung mur dan bukit Kemenyan. Gunung mur artinya mau sengsara salib, sengsara karena ke-benaran.  (Kalau berdosa, harus ber-tobat dan membereskan semua dosa lebih dahulu, itu memang sakit, tetapi itu bukan salib!

Harus ada pemberesan sampai bebas dari dosa, maka Tuhan Yesus akan mudah kembali ke dalam ha-tinya). Tuhan akan pergi meninggal-kan kita, kalau ada dosa. Sebab itu mutlak perlu pemberesan dari dosa, supaya hubungan dgn Tuhan baik kembali dan Tuhan dapat tinggal kem-bali dalam hati yg sudah beres, le-bih2yg sudah atau tetap tinggal dalam kesucian. Baru sesudah hidup benar, bisa ke gunung Mur, menderita ka-rena kebenaran dan kita tetap hidup benar, tidak bereaksi dosa, itu Mur yg harum dalam pembakaran. Jadi gu-nung mur berarti mau sengsara salib, dan terus meningkat makin tinggi, makin banyak kemenangan yg berbau harum bagi Tuhan.Harus mau me-nyangkal diri. Jangan malas, jangan membiarkan atau menuruti daging, melainkan belajar mematikan daging lalu hidup menurut kehendak Tuhan, sesuai dgn Firman Tuhan Maz 119:9. Maka Tuhan akan tinggal di gunung mur = Yah 14:21, 23. Ini cara hidup yg seperti gunung mur. Penuh penyang-kalan diri dan sakit bagi daging, tetapi hidup selalu menurut Firman Tuhan ( = memegang Firman Tuhan, cocok dgn Firman Tuhan), maka Tuhan akan datang ke gunung mur ini.

Mur ini harum dan berkenan pada Tuhan. Semua umat Tuhan dalam perjalanan hidupnya pasti akan mengalami banyak penderitaan dan kesukaran. Kalau kita tidak bereaksi dosa, tetapi menghadapinya, dipimpin Roh dalam kesucian, maka kita akan menang atas semuanya. Kesukaran2 itu sesuai dgn tingkat rohani dan kemampuan kita, tidak lebih dari kekuatan kita 1Kor 10;13. Juga tidak kebetulan, sebab Tuhan memelihara kita dgn teliti Mat 10:30, tetapi Tuhan mengizinkan semua itu terjadi untuk mengolah kita sehingga bisa tumbuh bahkan jadi makin elok di hadapan Allah. Sebab itu jangan susah, sedih, kecewa karena melihat banyak pen-cobaan yg datang. Jangan takut, tidak ada kebetulan. Dan dgn Kristus, di-pimpin Roh, kitapasti lolos, lulus dan naik kelas, bahkan makin elok di hadapan Tuhan. Ini termasuk dari ku-rikulum wajib dalam hidup di dunia untuk bisa terus bertumbuh makin seperti Kristus. Seluruh segi hidup kita akan mengalami pengolahan dan ujian yg berguna ini, terimalah dgn sukacita dan terus dipimpin Roh Yak 1:2. Per-hatikan yg penting hidup kita harus tumbuh dalam 7 KPR, maka setiap pencobaan akan menjadi berkat, me-numbuhkan kita makin indah, apalagi kalau sudah sampai masa penamatan rencana Allah, ujiannya begitu banyak dan berat, tetapi orang yg bersedia (Mat 24:42, seperti lima gadis bijak Mat 25:6) akan lulus bahkan meng-alami pawai kemenangan, karena be-gitu banyak ujian yg datang, lebih2 dalam kesucian hidup bujang dan nikah! Dan semua segi2 hidup lainnya, Istimewa disini (calon) mempelai akan diolah dgn banyak pencobaan dalam segala segi hidup, hampir berbareng-an (bersamaan), tetapi dalam Tuhan kita akan terus mengalami pawai ke-menangan, bertumbuh dgn cepat, le-bih2 dalam puncak hujan Akhir (dan fasilitas akhir zaman dari Tuhan yg limpah, pembukaan Firman Tuhan yg lengkap Mat 10:26, timbul perseku-tuan tubuh Kristus dalam Roh dan kebenaran yg meluas sampai global). Tetapi untuk dapat menghadapi se-mua ini, kita harus bersediamulai se-karang, sudah bersedia. Belajar berse-kutu dgn betul dalam Roh dan kebe-naran (Firman Tuhan) di dalam ke-luarga, kelompok kecil, dalam Gereja dan antar Gereja. Jangan ada dosa dan perpecahan. Juga dalam kesucian dalam segala segi hidup sudah harus beres dan terus bertumbuh, dan taat dalam pimpinan Roh melakukan ke-hendak Allah dgn penuh gairah, ja-ngan loyo atau malas dalam mela-kukan pimipnan, perintah dan kehen-dak Tuhan. Bergairahlah, ber-api2 da-lam Tuhan  terus menerus Rom 12:11-12, jangan suam, akan diludahkan keluar,akan hanyut dan jatuh! Tekun, lebih2 dalam 7KPR seperti Kis 2:42 dalam Ruangan Suci. Jangan takut menghadapi segala perkara yg datang makin dahsyat, sebab dosa akan me-ningkat sampai puncak Wah 22:11. Bersedia mulai sekarang, sehingga bisa tumbuh jadi dewasa dan menjadi mempelai yg elok dan kita akan masuk dalam penamatan rencana Allah yg paling indah dan top! Bahkan ada yg jadi sempurna dan ikut pengangkatan. Bersedialah sekarang! Yg tidak berse-dia akan tertinggal dan hanyut dalam arus dosa dan kejahatan akhir zaman yg memuncak!

DAN KE BUKIT KEMENYAN

Kemenyan itulah doa orang2 suci Wah 5:8. Kalau kita hidup dalam kesucian dan suka menyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran, maka kita men-jadi bukit doa dan itulah tempat yg indah untuk Tuhan. Sang kekasih akan menyatakan diri diatas bukit keme-nyan Maz 22:4.

Biarlah dgn tulus dan sungguh2, di dalam Roh kita menyembah Tuhan, itu menarik / mempertahankan ha-diratNya turun dalam hidup kita. Orang yg suka menyembah Tuhan akan limpah dgn hadiratNya serta se-lalu mengalami pengurapan Roh Ku-dus dalam hidupnya. Apakah hidup kita merupakan gunung mur dan bukit kemenyan? Apakah kita selalu me-nuruti daging dgn marah2, bicara ka-sar, dendam, zinah, curi dan seba-gainya? Ataukah hidup ini penuh penygkalan diri karena mau taat akan Firman Tuhan (gunung mur) dan apa-kah hidup kita selalu berdoa dalam Roh dan kebenaran senantiasa, seper-ti bukit kemenyan ?

Gunung mur dan bukit kemenyan adalah tempat kesukaan Tuhan dan Dia suka tinggal dalam tempat2 se-perti ini. Jangan hidup ini seperti gua penyamun, tetapi hendaklah seperti gunung mur dan bukit kemenyan. Orang2 yg suka menygkal diri dan te-kun berdoa akan banyak mengalami hadirnya sang kekasih yg sangat baik ! Kalau kekasih itu sudah ada dgn kita, jangan menuruti daging. Ia akan didu-kacitakan dan undur dari kita Kis 7:51.

Jangan melawan kehendak Allah, itu mengusir Tuhan dari dalam hati kita. Kalau Tuhan tiada beserta dgn  kita, itu celaka besar, semua yg indah2 akan tamat !

KID 4:7. ELOK DAN TANPA CACAT ELOK SEKALI

Keelokan yg dikatakan disini bukan secara jasmani, sebab itu hanya se-mentara dan puncaknya pada permu-laan dan akhirnya berkurang atau habis. Tetapi puncak keelokan rohani justru makin ke akhir makin elok sampai sempurna.

Tuhan melihat keelokan batin yg didalam. Ada banyak hal2 yg elok, misalnya suci, tulus, setia, cinta, sabar, penuh pengampunan, jujur, rendah hati dan sebagainya. Biarlah kita ber-lomba2 memiliki keelokan batin yg tidak akan layu 1Pet 3:3-5.

Ini bukan keelokan jasmani. Dalam 1Pet 5:5. Dalam Wasiat Lama pe-rempuan yg kudus, juga menghiasi dirinya supaya elok, tetapi hanya un-tuk suami, pemiliknya. Mereka pakai cadar. Juga dalam Wasiat Baru, lebih2 dgn merajalelanya dosa zina, istri2 harus ingat, juga bujang untuk berhias bukan pamer dan merangsang hawa nafsu, tetapi tetap dalam kesucian. Dalam dunia yg makin jahat, justru tidak ada lagi sundal, itu sudah men-jadi biasa, bahkan hal yg baik dan di-cari, tetapi orang beriman tetap me-melihara kesucian nikahnya/ bujang-nya, jauh berbeda dgn hidup dalam dosa perzinaan orang2 dunia. (Ingat Yusuf, dan Daud, sama2 dalam Wasiat Lama, tetapi yg memelihara hidup kesucian bujang dan nikah, bisa tumbuh sampai sempurna). Orang2 beriman harus berhias dgn betul, lebih2 istri berhias dalam penundukan diri kepada suami sebagai pemiliknya. Tetapi dalam Kidung Agung ini yg dimaksud bagi kita adalah keelokan rohani.

Alkitab itulah buku kosmetik batin yg kekal. Belajar mencapai semua ini dgn sungguh2, sebab ini amat besar harganya di hadapan Allah untuk kekal.

TANPA CACAT CELA PADAMU

Ini yg diharapkan Tuhan Ef 5:27. Ia ingin mendirikan kita tanpa cacat cela dihadapan mata BapaNya. Orang yg berbuat dosa, apalagi punya sifat2 yg jelek dan jahat itu seperti perempuan yg cacat dan buruk dihadapan Tuhan.

Tetapi ini semua (selama masih hidup) masih dapat diperbaiki kalau mau. Kita tidak perlu tinggal cacat dan jelek dihadapan Tuhan.

Musa yg kasar dan jahat dapat menjadi lemah lembut dan penuh kasih ilahi, sehingga karena kasihnya mau mati bagi seluruh bangsa Israel yg jahat! Juga Yohanes yg keras jadi rasul kasih yg heran. Saul menjadi Paulus, dan seterusnya.

Memang caranya Allah membuat mempelai yg indah dan sempurna itu dari orang2 berdosa yg diperbaiki terus-menerus. (ingat, ini bukan alas-an untuk berbuat dosa dan keras hati Rom 2:4.

Setiap dosa ada akibatnya Kol 3:25 Gal 6:7-8 Maz 99:8). Tetapi kalau kita mau dirubah dari keadaan yg jelek bagaimanapun, Ia sanggup mengolah menjadi pengantin Anak Domba yg elok dan terhias Wah 21:2, bahkan tidak bercacat cela Ef 5:27. Jadilah elok di hadapan Tuhan, itu indah untuk sekarang dan kekal !

Cicillah mulah sekarang! Apa yg sudah dapat diperbaiki, jangan ditung-gu besok sampai rusak total. Perbaiki mulai sekarang segala kekurangan2, apalagi cacat2 dalam semua per-buatan, sifat dan tabiat. Kita bisa menjadi baru dan indah, ingat 2Kor 5:17, 2Pet 1:4, Kol 3:9-10. Hidup yg indah itu sangat berkenan kepada Tuhan, lebih2 dalam segala segi hidup berkenan kepada Tuhan Kol 1:10. Cuci dgn banyak Firman Tuhan, dgn berdoa, saling menasehati dalam per-sekutuan Ef 5:26.

Lakukanlah terus menerus, supaya setiap segi hidup kita bersih dan in-dah, itu sangat elok dihadapan Tuhan, apa lagi kalau sudah sampai tanpa cacat cela.

KEKASIHKU, TANPA ADA CACAT DI DALAMMU

Tuhan cinta kepada kita habis2-an sampai Ia mati di Golgota untuk kita semua. KasihNya tiada terukur, dalam dan lebar Ef 3:18-19. Bukan kita yg mencintai Dia lebih dahulu, tetapi Dia, sewaktu kita belum mencintaiNya. Ini cinta ilahi  (Begitu juga sekarang sesu-dah mendapat kasih ilahi dalam diri kita Rom 5:5, kita mencintaiNya, juga mencintai orang2 lain lebih dahulu, bahkan orang2 yg jahat, supaya mereka diselamatkan.

Kasihilah akan Tuhan habis2an, itu masih dibawah ukuran kasihNya ke-pada kita. Kalau kita sudah mulai ber-kasih2an satu sama lain itu sangat sedap, lebih dari anggur manis dalam dunia ini.

Belajarlah saling mengasihi satu sama lain, itu menjadi kesukaan dan ke-kuatan kita, bukan menjadi kerugian, seperti yg dikira beberapa orang yg belum mengerti tentang cinta! Me-reka yg tahu mencintai Tuhan dan se-samanya justru akan lebih keberkatan hidupnya, sebab Tuhan memberkati orang2 yg mencintai Dia, sesuai dgn janjiNya Kis 20:35. Hidup cinta itulah hidup memberi dan itulah tingkatan rohani yg lebih tinggi daripada hanya minta2.

Scroll to Top