M4369 – Matius 6:24, 34 Pertolongan Tuhan dalam Keuangan

I. CARA MANUSIA MENCARI UANG

A. Tergantung orangnya bergairah atau tidak (orang dunia tidak mengerti cinta uang itu dosa menyembah mam-mon dan akar dari segala jenis dosa 1Tim 6:9-10, bahkan uang jadi tuan-nya, bukan hambanya), asal bergairah dianggap rajin dan baik, tidak salah, apalagi pintar, pengalaman, dan pu-nya modal. Hampir semua manusia cinta uang sedikit atau banyak, sebab bagi manusia uang atau mammon adalah se-gala2nya, sebab uang rata2 jadi tuan semua orang dosa. Sebab itu mereka  kreatif berusaha cari uang dengan segala cara, termasuk yang malas mengemis atau dengan menipu.

Sisa kemuliaan Allah biasanya tidak cukup me-rem cinta uang, tidak seperti kasih ibu, bapak, masih lebih besar. Banyak orang kalau ada ke-sempatan aman (tidak ditangkap polisi) akan mencuri, menghalalkan semua cara yang mungkin, dengan halus, jerat, siasat sekalipun kejam, tetapi bisa dihalalkan. Misalnya pin-jaman online (menurut koran), mudah masuk jerat, lebih2 yang bodoh dan terjepit keperluan, terpaksa. Ingat semua dosa di hadapan Allah tetap dosa (MAK DSY) dan ada akibatnya sekalipun lolos dari pengadilan ma-nusia. Bahkan anak (kecil atau besar) yang mencuri milik orangtuanya itu tetap dosa. Memang anak biasanya minta pada orangtua dan kalau diberi tidak dosa Ams 28:24.

Juga kalau sudah janji harus dite-pati, juga suami-istri yang tidak jujur satu sama lain itu juga dosa, sebab takut tidak disetujui. Harta terpisah itu juga dosa sebab suami-istri = 1, kepala dan tubuh.

B. Dengan occultisme cari pesugihan (misalnya gunung kawi dll). Ini 100% dosa dan masuk tangan iblis. Bagi orang berdosa, rajin itu tidak salah, bagi umat Tuhan tidak boleh dengan cinta uang. Seringkali cinta uang (se-bab terbatas) dilanjutkan dengan occultisme, sebab bisa tidak terbatas. Ada tumbal, harga yang harus dibayar dalam dunia istimewa dalam keke-kalan. Juga tumbal bisa pakai keluarga (anaknya idiot), bahkan mati. Biasanya setan minta persetujuan dengan memberi alasan logis, misalnya 5 anak, satu dikorbankan, tetapi hidup enak dahulu. Atau sesudah kaya baru sungguh2 cari Tuhan, bertobat. Tetapi biasanya sudah buta dan terikat dalam dosa, sehingga dari dirinya sendiri, tidak mau dan tidak bisa bertobat lagi. Perlu ditolong dan dile-paskan orang beriman lainnya.Setan tidak bisa membunuh orang, tetapi orangnya sendiri (dengan tipu setan) yang harus mau berjanji kena akibat-nya dan mati (bunuh diri). Cerita orang yang mengorbankan salah satu anaknya (ini pembunuhan!), bahkan jugadirinya sendiri kalau ada tanda2 tertentu, akibatnya mati dalam dosa dan masuk Neraka.

C. Cara Tuhan.

Prinsip Allah:

1. Tuhan sanggup, punya limpah, bisa memberi tanpa batas asal dengan segala berkat uang/jasmani tetap suci dan rohani tumbuh dalam kemuliaan kekal! Mat 6:24,33. Kita hidup hanya sementara, tujuannya surga, kalau dapat dunia, tetapi keselamatan dan kemuliaan kekal hilang, itu rugi besar, Tuhan tahu lebih dahulu dan tidak akan memberikannya. Ingat Mat 16:26.

2. Maksud Tuhan, kita hidup di dunia ini bukan untuk uang atau perkara yang fana, tetapi supaya sesudah lahir baru, terus tumbuh dan ber-buah2, sebab ini hasilnya untuk kekal. Kalau tidak, lebih baik sesudah lahir baru, sesudah selamat, langsung saja mati, masuk Surga, aman, bahagia, untung!

Jadi uang bukan tujuan, tetapi hanya fasilitas, sebab itu harus punya pengertian dan pendirian yang betul. Kalau kita mengerti prinsip dan cara2 Allah dengan betul, uang tidak jadi problem, tidak sulit, tidak perlu iri, menghalalkan segala cara, jadi work maniac dll. Di dalam Tuhan pasti kita cukup! Pelajari baik2 prinsip2 Firman Tuhan tentang uang ini. Tuhan bisa menolong dalam uang, sangat mudah, tidak perlu bingung, kuatir, apalagi sampai berdosa, Tuhan sanggup dan mau mencukupi, bahkan limpah asal tidak merugikan rohani dan nasib kekal kita!

II. SIKAP DAN PENDIRIAN YANG BETUL DALAM MENCARI UANG

Ada begitu banyak ayat Firman Tuhan, contoh2 untuk dapat uang cukup sampai limpah, asal kita mau hidup suci dan taat akan Firman Tuhan, maka dengan memakai salah satu cara sudah cukup, apalagi tahu semua cara2 dari Tuhan! Maka kita akan mendapatkan kebutuhan kita dengan cukup sesuai dengan pertumbuhan rohani kita. Pelajari dan taatisalah satu cara dalam kesucian, pasti dapat cukup, bahkan limpah.

1. CINTA UANG ATAU BERPADA. Cinta uang itu dosa Ibr 13:5-6.

Jangan pakai cara2 Firman karena cinta uang, misalnya menabur banyak 2Kor 9:6. Ayat ini banyak dipakai orang yang cari uang di antara orang Kristen, banyak yang kecewa, sebab taat tetapi cinta uang.

Tandanya orang yang tidak cinta uang, bisa berpada, puas dengan apa yang ada 1Tim 6:8, Fil 4:11-13.

Orang yang cinta uang itu tamak (serakah), mudah terjerumus dalam segala macam dosa 1Tim 6:9-20), tidak tulus, selalu ada udang (uang) di balik batu (kebaikan dan pelayanan-nya), motivenya dalam segala perkara adalah karena uang, sembunyi atau terang2an. Testnya: kalau sukses uang, senangnya bukan main, kalau gagal uang tidak bisa tahan, sedihnya bukan main dan kacau hidupnya, bah-kan putus asa. Sering Tuhan meng-izinkan beberapa peristiwa terjadi sebagai test, tetapi masih ada yang tidak mengerti keadaan dirinya. Apa-lagi kalau sudah cinta uang, matanya kabur atau buta.

Boleh punya rencana untuk mendapat gaji atau untung lebih besar, tetapi jangan cinta uang, sehingga waktu berhasil atau gagal, tetap bisa berpada, jangan sampai mempengaruhi hidup rohani kita, periksa diri dan bereaksi secukupnya, tidak bereaksi dosa di hadapan Allah! Pakai dunia ini (dalam hal uang dll yang fana, seperti tidak memakai, tidak terpengaruh 1Kor 7:31, se-olah2 kita sudah mati bagi dunia, ada macam2 kesempatan, kita bereaksi secukupnya dalam pimpinan Roh tidak karena cinta uang Gal 6:14. Juga dunia sudah mati bagi kita, meskipun ada banyak kesempatan mendapat banyak uang, tetapi  hanya kesempatan betul yang kita pakai dan tetap mendahu-lukan kerajaan Allah (Mat 6:33). Orang berpada itu bisa menunggu seperti Ayub, sehingga akhirnya Ayub menjadi dua kali ganda dari semula, sebab lulus.

Ada banyak contoh, orang yang rohani itu, boleh menjadi kaya, tetapi tidak harus dan seberapa banyaknya, tidak mau ber-lomba2 karena cinta uang, tetapi sesuai Firman Tuhan dan pimpinan Roh.Berkenan pada Tuhan bukan berarti harus jadi kaya, itu menjerat kita. Ada orang berkata kalau ikut Tuhan dengan betul, maka roda dua pasti akan jadi roda empat, dst, itu berarti tidak berpada! Ini tipu daya iblis.

Rencana Allah untuk kita bukan nomer satu menjadi kaya, orang besar dan terkenal, belum tentu. Untuk apa kalau masuk neraka. Nomer satu un-tuk masuk Surga dan mulia maksimal untuk kekal. Contoh ekstrim adalah Lazarus.

Boleh jadi kaya, tetapi jangan ka-rena dosa atau jadi dosa seperti orang dunia. Biasanya orang dunia kalau kaya jadi sombong, banyak dosanya, bisa ber-lazat2 menurut daging, damai sejahtera dll. Ini hanya fasilitas, ada atau tidak, tetap bahagia, damai se-jahtera selama tinggal dalam Kristus.

Sebaiknya kita berusaha mencocok-kan hidup ini denganrencana Allah terus dipimpin Roh seperti Yusuf, meskipun jadi budak, tetapi rencana Allah itu yang paling baik. Yosafat kagum akan kebesaran duniawi Achab, sebab iatertipu iblis, hampir mati. Jangan tertipu oleh kebesaran dunia ini.

Tuhan tahu ukuran kita, yang mana yang terbaik Ams 30:8. Untuk Salomo ukurannya adalah pas2an sebagai raja, tetapi Salomo tidak mau. Sesudah jatuh baru sadar, masih utnung ia bisa bertobat.

Dalam dunia, seorang itu paling efektif kalau cocok dengan bakatnya, misalnyamenjadi Insinyur, Sarjana Hukum, dokter, seniman, penyanyi dll. Ini betul untuk mendapat hal2 du-niawi. Tetapi Allah tahu lebih dahulu dengan jumlah uang berapa, rohani kita bisa meningkat paling efektif dan maksimal, misalnya Lazarus dan Abraham berbeda sekali. Kalau makin kaya, rohani makin tinggi, bisa dipakai Tuhan untukmensupply pekerjaan Tuhan dengan baik, pasti Tuhan beri berapapun “uang” yang bisa kita pakai! Percayalah akan Allah, lebih baik menurut pimpinan dan renca-naNya. Tuhan kalau beri untung, uang, ada saja caranya yang tidak terpikir oleh kita, percayalah dan tetap taat dipimpin Roh, serta nomer satu cari yang di Atas dan yang kekal.

Jadi kaya dari setan (atau manusia) tidak terpengaruh olehdosa, bahkan bisa berbuat dosa (sembunyi2 atau terang2an) lebih banyak, itu lebih baik bagi setan. Tetapi kaya dari Tuhan itu dalam jalan sempit, tetap suci dan makin berbuah.

Jangan lupa, jangan uang (mam-mon) menjadi tuan, tetapi jadi hamba. Apa bedanya. Kalau uang jadi tuan dan kita diatur oleh uang, supaya dapat lebih banyak, sehingga bisa menuruti kehendak daging, dunia, setan, dan pikiran kita sendiri. Jadi daging, akal, sikon dan cinta uang adalah pendukungnya supaya uang jadi tuan.

Tetapi kalau uang jadi hamba, maka tuannya adalah Tuhan Yesus, dipimpin Roh dan apa saja yang ditentukan dan disuruh Roh kita taat dan sesuai dengan Firman Tuhan da-pat atau tidak dapat uang. Uang harus jadi hamba sebab kita mau taat pada Tuan kita Yesus Kristus, jangan uang jadi tuan sebab itu menuruti daging, dunia, dosa lebih2 percintaan uang.

2. BENDAHARA ALLAH YANG BAIK dari berbagai anugerah Tuhan 1Pet 4:10 (TB: Pengurus; KJV: steward).

Bendahara ini harus bertanggung-jawab, yaitu dalam:

a. Jumlahnya, jangan hilang atau terbuang sia2, harus dipelihara, diper-tahankan jumlahnya dengan wajar Mat 25:19. Jangan takut kurs, deva-luasi dll, tetapi jaga dengan patut. Serahkan semua kemungkinan dan sikon pada Tuhan.

Jumlah uang di bendahara tergan-tung dari kepercayaan. Kalau ia bisa dipercaya, maka omsetnya akan ma-kin besar. Pemiliknya. Bendahara tidak terlalu terpengaruh perasaan hatinya oleh banyak sedikitnya uang yang keluar masuk. Bendahara yang baik, yangbisa berpada, Allah sanggup memberi banyak dan mengambil banyak dari kita. Kalau diambil banyak itu atas perintah Tuhan atau atas izin Tuhan (seperti Ayub yang diambil banyak), tetaplah taat dan setia penuh syukur seperti Ayub.

b. Setiap pengeluaran uang kecil atau besar harus sesuai dengan kehendak Allah, dipimpin Roh, dalam kesucian untuk kemuliaan Nama Tuhan, bukan untuk kehendak daging, popularitas, maksud2 tertentu yang dosa, dsb. Uang yang ada pada kita itu dari Tuhan 1Kor 4:7. Kita boleh pakai untuk keperluan sendiri/ keluarga, tetapi tetap dalam kesucian.

c. Untuk apa dan siapa saja. Minta pimpinan Tuhan, supaya motivenya juga benar. Orangtua pakai untuk anak itu wajar, bahkan wajib, tetapi bukan untuk keinginan dosa anak atau orangtuanya. Termasuk perpuluhan itu titipan dari Allah harus dikemba-likan pada Tuhan. Ke mana? Di mana kita terpelihara secara rohani supaya pekerjaan Tuhan itu tetap jalan Mal 3:10. Yang tidak mengembalikan pada Tuhan atau pada alamat yang salah itu dosa pencuri Mal 3:8.


Untuk apa bendahara Allah?
Untuk membiayai proyek Allah. Tuhan tidak mengirim dari langit, tetapi lewat bendahara dan sekaligus bendahara dapat berkat jasmani dan pertum-buhan rohani. Tentu tidak diberikan pada proyek yang bukan dari Allah, kita jadi salah, sebab itu melawan Allah. Bendahara yang setia pasti dilengkapi Tuhan dengan limpah. Besar-kecil (kaya-miskin) tugas kita sebagai bendahara tergantung dari masing2. Daud bisa dipercayai se-hingga Tuhan beri limpah. Salomo dapat dari bapaknya, tetapi dia sendiri kurang bisa dipercaya dibandingkan dengan Daud, sehingga kelebihan uangnya membuat banyak dosa Pkh 2:10 yang akhirnya membuat Allah sangat murka 1Raj 11:9, sehingga Tuhan mengurangi kerajaannya dan timbul beberapa pemberontak yang tidak bisa diatasi, akhirnya memecah kerajaannya 1Raj 11:40-41.

3. UANG ADALAH FASILITAS, BUKAN TUJUAN. Jangan uang menjadi tu-juan, sebab mau mengejar atau ber-lazat2 dalam perkara dunia seperti orang dunia, yang dapat uang berarti bahagia dan bisa ber-lazat2 dalam dunia.

Kalau uang jadi fasilitas, tetapi tujuan kita Surga yang kekal, sehingga meskipun punya uang banyak, dan bisa berbuat segala perkara seperti orang dunia, kita tetap menyangkal diri mematikan daging. Banyak uang berarti salib makin besar, harus bisa mematikan daging dengan lebih kuat dan tetap berkemenangan! Sebab itu tidak mudah jadi kaya, banyak uang, sebab harus mahir menyangkal diri, supaya jangan jadi celaka dan ber-tumbuh dalam dosa karena uang seperti Salomo. Kita tetap butuh uang, sebab ini perlu sebagai fasilitas di dunia, tetapi kita harus bisa berpada dan bisa menunggu, sebab tidak kebetulan, ada maksud yang baik dari Tuhan untuk kita menunggu. Allah tidak akan membatasi uang kalau kita tetap hidup benar dan berpada, dan bisa menjadi bendahara yang baik.

Orang yang bisa berpada, mau menyangkal diri bisa memakai fasilitas yang lebih kecil, tetapi sulit untuk orang yang tidak bisa pikul salib dan berpada.

Fasilitas yang dibutuhkan anak muda yang kaya itu sangat tinggi dibandingkan dengan Yohanes Pem-baptis, Putra manusia Yesus dllnya dalam Mrk 10:22.

Gehazi tidak bisa menyangkal diri, sebab itu ia berdosa karena cinta uang dan ingin fasilitas, dan harta yang lebih besar. Orang yang tidak mau berpada, tidak bisa menyangkal diri, pasti banyak dosa dalam keuangan, sekalipun pencobaannya tidak lebih dari kekuatannya.

4. HIDUP DALAM JALAN SEMPIT. Jalan sempit berarti :

a. Hidup benar (di Mana saja, dalam hal Apa saja, Kapan saja, Dahulu, Sekarang, dan Yang akan datang = MAK DSY).

b. dan terus menerus pikul salib mematikan daging.

c. dan rutin penuh atau limpah dengan 7 Kebutuhan Pokok Rohani.

Singkatnya jalan sempit itu adalah dalam Ruangan Suci, hidup sesuai Firman Tuhan. Apapun keadaan orang beriman, baik kaya atau miskin, baik kecil atau besar, harus selalu ada dalam jalan sempit selama hidup di dunia. Ini jalan yang betul,sebab tu-juannya benar Mat 7:13-14. Sekalipun miskin kalau ada di jalan lebar, itu membawanya dalam banyak dosa dan celaka.

Kalau Tuhan memberkati atau memperlengkapi kita dan kita mau selalu di jalan sempit dalam kesucian, bukan di jalan lebar. Kalau seorang diberkati di jalan lebar itu dari iblis, yang setuju bahkan bersukacita kalau kita mau diajakhidup di jalan lebar, bebas dari salib, bebas menuruti daging. Sekalipun ada alasan darurat dan alasan lainnya jangan pindah ke jalan lebar.

KESIMPULAN

1. Yang penting tinggal di jalan sem-pit, dalam Ruangan Suci, maka kita akan punya pengertian dan pendirian yang betul tentang uang.

2. Kalau kita mengerti dan mau taat akan cara2 Firman Tuhan, pasti Tuhan sanggup mencukupi kebutuhan bah-kan keinginan kita dan tidak sampai berdosa dengan berkat Tuhan, sebab tetap dalam kesucian di jalan sempit.

3. Tidak ada  yang kebetulan, semua sudah diperhitungkan Allah. Keku-rangan atau kelebihan itu bisa jadi ujian atau hajaran (misalnya Achan dan Gehazi yang jadi kaya). Periksa diri dan selalu (kembali) hidup benar di hadapan Tuhan.

4. Tuhan tahu dalam ukuran uang yang mana kita paling efektif tumbuh, sebab itu belajar berpada dengan apa yang ada, sebab tidak ada yang ke-betulan, kecuali kita sengaja memak-sakan diri untuk mencari uang tanpa peduli syarat2 Tuhan.

5. Jangan cinta uang, berpada, jadi bendahara yang baik, jangan bertu-hankan mammon, tetap di jalan sempit dan sabar menunggu Tuhan. Tuhan tidak pernah keliru atau ter-lambat, kita harus selalu periksa diri dan tetap dalam jalan Tuhan, se-hingga bisa bersukacita, bersyukur dan berdoa senantiasa dalam kelim-pahan 7 KPR 1Tes 5:16-18.

Scroll to Top