M3822 – Amsal 4:10. Kematian Dan Umur Panjang.

PENDAHULUAN

Menurut pikiran manusia, umur panjang ditentukan tubuh yang sehat, pemeliharaan kesehatan yang baik, keuangan yang cukup, dan hidup yang sehat dan seimbang. Bahkan sekarang muncul banyak obat-obatan anti aging seperti growth hormon, stem cell, campuran protein-protein tertentu , kombinasi makanan dll untuk mengerem proses menua, supaya awet muda, umur makin panjang.Kita boleh berusaha, tetapi yang menentukan umur adalah Allah! Ay 12:10, 1Sam 2:6. Kalau tubuh sehat, tetapi tahu2 mati, seperti kecelakaan pesawat terbang, perang, sakit dsb.

Sebab itu yang terutama untuk mendapatkan umur panjang kita harus takut akan Allah, tetapi pemeliharaan tubuh yang patut juga harus dilakukan, tidak boleh mencobai Tuhan (njarak) Mat 4:7, misalnya Mrk 6:31.

PRINSIP UMUR YANG PANJANG ATAU PENDEK.

  1. Jatah umur masing2. Semua manusia diberi jatah umur, rata2 sekitar 70-80 tahun Maz 90:10. Pada permulaannya, jatah umur manusia lebih kurang 1000 tahun Kej 5. Tuhan mengaturnya sampai pada genetikanya, sebab ini turun temurun (tidak susah bagi Tuhan, contohnya Babil, satu bangsa langsung diubah Tuhan menjadi segala bangsa dan ini turun temurun).

Kalau jatahnya 80 tahun, maka umur 50 atau 60 tahun kulit mulai keriput, gigi turun, otot2 mulai melemah dsb sebagai tanda2 “akan berakhir.Kalau umurnya 1000 tahun, ini semua baru terjadi waktu berumur 800 tahun. Jadi manusia sudah diberi jatah umur dan masing2 tidak sama, tetapi ada patokannya.

Kalau Tuhan memberi umur pada umatNya, maka setiap hari dari umur itu ada maksud dan rencana Allah dan selalu Tuhan sertai dengan kesehatan sesuai dengan keadaan rohnya 3Yoh 2 dan fasilitas yang diperlukan juga diberikan sesuai dengan kemampuannya.

Ada maksud Allah yang besar

Mengapa Tuhan memberi umur panjang pada seseorang dan umur pendek pada yang lain? apa alasan yang terutama?

Malaikat tidak punya umur, ia kekal sebab langsung ditaruh dalam hidup yang kekal dan tanpa tubuh daging. Kita diberi tubuh daging (yang menyusahkan, karena banyak keinginan2 daging yang harus disangkali dan dimatikan) dan tidak langsung ditaruh di surga seperti malaikat, tetapi dalam dunia yang fana yang penuh susah. Mengapa? untuk apa? Tuhan tidak pernah keliru tetapi Ia mempunyai maksud dan rencana yang heran dan penuh cinta pada manusia, yaitu masuk dalam “keluarga ilahi” (waktu lahir baru menjadi anak2 Allah Yoh 1:12), lalu diolah supaya menjadi sama seperti Kristus 1Kor 11:1, menjadi Allah yang begitu ajaib dan heran, luar biasa. (Lucifer penghulu malaikat iri akan kedudukan yang disediakan Allah bagi manusia, sebab bagi malaikat tidak disediakan kemuliaan yang besar ini. Sebab itu Lucifer ber-sama2 dengan malaikat2 lain memberontak dan mengangkat dirinya sendiri untuk menjadi seperti Allah Yes 14:13-14).

Hidup dalam dunia ini hanya sementara, sesaat, tetapi sangat penting dan menentukan tingkatkemuliaan yang kekal di surga. Kalau hanya untuk masuk surga, cukup seperti malaikat saja sehingga tidak timbul banyak problem (juga membuat Allah makan hati). Untuk tumbuh dalam kemuliaan yaitu dengan pengolahan, itu mutlak perlu waktu. Putra Manusia Yesus saja perlu diolah dan ditumbuhkan 30 tahun, baru boleh keluar pelayanan. Sebab itu dibutuhkan umur dan Tuhan memberi jatah umur yang cukup Maz 90:10.

Sebab itu, kalau orang2 percaya:

  1. Mau terus tumbuh dengan baik dengan sungguh, dengan pengertian Pil 3:14.
  2. Mau pikul salib seumur hidup Luk 9:23 dan menderita karena Tuhan Rom 8:17, 18 supaya bisa diolah.
  3. Mau setia sampai mati, tidak berakhir dalam kedagingan Gal 3:3,4 maka Tuhan akan menolongnya (Tuhan sanggup) dan memberi cukup waktu atau umur untuk pengolahan. Kalau orang seperti ini minta umur lebih banyak maka Tuhan mau memberikannya.

Tuhan tahu lebih dahulu puncak tertinggi yang bisa dicapai orang itu dan kapan. Sebab itu Hizkia sekalipun baik, sebab Hizkia sudah mencapai tingkat maksimalnya disuruh pulang sekalipun masih sehat dan kuat. Tetapi Hizkia tidak mau, iaminta tambahan umur dan karena minta sungguh2, sekalipun ia akan membuat kesalahan yang bodoh, sedikit, masih diberikan oleh Tuhan. Tetapi kalau sungguh2 ingin tumbuh dan Tuhan yang sudah tahu lebih dahulu, ia akan betul2 meningkat, Tuhan memberikannya seperti Musa, Elia, Hana, Simeon, dll. Kalau seseorang minta umur panjang supaya bisa mencari uang lebih banyak, Tuhan tidak tergerak hatinya. Ia akan berkata:

Untuk apa mengumpulkan “krikil”  dengan resiko besar, rohani bisa jatuh dan masuk jerat uang, Neraka Mat 19:23. Kalau seorang minta umur panjang supaya bisa senang2, hatinya penuh percintaan dunia, Tuhan juga tidak setuju, pasti jadi mabuk, lalu tidak lagi suka kesukaan dari Tuhan, Luk 5:39 dan telanjang dalam banyak dosa seperti Nuh, rohaninya akan merosot dan bisa masuk neraka kalau tidak bertobat!

Jadi kalau tujuannya tidak betul, itu berarti permintaannya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, tidak diberi 1Yoh 5:14.

Tetapi kalau kita minta sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan, kemungkinan diberi besar sekali.

III. BAGAIMANA DENGAN ORANG2 BERDOSA, ORANG DUNIA?

Orang yang keras hati, tidak mau bertobat. Kalau orang itu sampai matinya tidak mau bertobat (Tuhan tahu lebih dahulu) maka orang2 seperti itu tidak ada artinya di hadapan Allah. Bisa saja dipotong umurnya se-waktu2, bisa juga diberi umur panjang untuk melengkapi rencana Allah. Misal Firaun diberi hidup, cukup panjang sehingga bisa masuk dalam rencana Allah. Allah melepaskan Israel dengan kuat kuasa yang menghancurkan Fiarun untuk menjadi pelajaran dan pengalaman bagi Israel Kel 9:16.

Sebab itu orang2 berdosa yang tidak mau bertobat, bisa diakhiri se-waktu2, seperti lalang yang tidak berharga, kapan saja bisa dipotong, disesuaikan dengan rencana Allah. Kalau sudah selesai, tidak diperlukan (untuk menggenapkan rencana/ nubuatan Allah), se-waktu2 bisa dicabut.

  1. SEBAB2 UNTUK MENAMBAH UMURNYA.
  2. Sesuai dengan prinsip umur dari Tuhan, supaya tingkat rohaninya makin meningkat, sebab mau diolah terus menerus.
  3. Suka perkara2 dari Atas Kol 3:1-3. dll. Biasanya syaratnya adalah perkara2 dari Atas seperti orang yang suka belajar Firman Tuhan dan taat Ams 14:10, hidupnya tidak ngawur, tetapi berkenan pada Tuhan.
  4. Demi keselamatan jiwanya.

Ada orang berdosa yang diberi panjang umur sebab Tuhan melihat lebih dahulu bahwa pada waktu ia tua ia akan percaya Tuhan Yesus. Tuhan tidak ingin kehilangan orang ini, 2Pet 3:9.Sebab itu Tuhan memeliharanya, ia diberi umur panjang sebab pada saat umurnya tua ia percaya Tuhan Yesus sampai mati dan selamat. Ada sebuah sumur, beberapa orang yang jatuh ke dalamnya semua mati.

Ada seorang bapak jatuh dan tidak mati, orang berkata nasibnya baik. Ternyata waktu tua ia percaya Tuhan sampai mati.

Ada seorang penjahat besar yang selalu beruntung, tidak sampai mati. Akhirnya ia tertangkap dan di salib dengan Putra manusia Yesus dan ia bertobat waktu di salib. Semua ini “dipelihara” Tuhan sebab Tuhan melihat lebih dahulu keselamatannya pada masa tuanya.

Dengan demikian kita bisa mengerti bahwa bertambah dan berkurangnya umur seseorang itu selalu ada sebabnya.

  1. Tugas belum selesai, Tuhan bisa menambahi umurnya sampai selesai Luk 2:26,36, Abraham tertunda punya anak sebab Hagar masuk, tetapi Tuhan memberi cukup waktu untuk menyelesaikan tugasnya Kej 15:15.

Rupa-rupanya Ayub juga ditambahi, sebab ia harus mulai baru, ia hidup sampai anak cucu gilir yang ke empat, paling sedikit Ayub dapat tambahan umur satu gilir Ay 42:16-17.

  1. Hidup berkenan pada Tuhan, masih bisa/ banyak berbuah-buah misalnya Daud.Mat 13:12. Ini termasuk taat akan Firman Tuhan Ams 3:1-2, hidup bijaksana dengan hikmat Allah Ams 4:10; 9:11.
  2. Doa syafaat sehingga tidak jadi mati tetapi umurnya bisa ditambah seperti keluarga Lot oleh doa syafaat Abraham Kej 19:29, orang-orang Israel Kel 32:9-11, 33-35.
  3. Minta terus Luk 11:8. Hizkia.
  4. Bangsa kafir bertobat sungguh-sungguh Yun 3:10. Orang Niniwe seharusnya mati, tidak jadi mati.
  5. Kombinasi Ul 5:33, 11:21, Maz 91:16.
  6. Dalam 3,5 tahun I sebelum pengangkatan, dalam Minggu ke-70 Daniel, orang-orang yang termasuk Gereja akhir zaman ini, semuanya tidak akan mati 1Kor 15:51, mereka akan ikut Pengangkatan; sekalipun jatah umurnya sudah habis dalam masa ini, tetapi mereka tidak akan mati, jatah umur semua orang yang habis sebelum pengangkatan, ditambah sehingga bisa ikut Peng-angkatan 1Kor 15:52.

MENGAPA UMUR DIPERPENDEK ATAU TIDAK DITAMBAH LAGI.

  1. Dosa. Tuhan biasanya lambat menghukum Pkh 8:11, tetapi kalau sudah sampai waktunya tetap tidak bertobat, atau dosa2nya melebihi batas, akan datang hukumannya termasuk umur yang diperpendek. (Biasanya kalau seorang diri berdosa, apalagi di tengah2 banyak orang yang tidak mau berdosa, orang itu takut dan dosanya tidak berkembang. Tetapi kalau orang berdosa itu sudah berkomplotan dengan banyak orang,mereka akan lebih berani berdosa, lebih jahat tentu hukumannya juga lebih berat, misalnya Korah cs, (sesudah waktu dari Tuhan habis) sekaligus 3 keluarga semua dikubur hidup2an. Bil 16:32-34). Juga 250 orang yang membawa perukupan tembaga langsung dibunuh semua Bil 16:35-36.

Ada banyak contoh lagi misalnya orang yang membela Absalom untuk membunuh Daud, 50.000 orang mati dibunuh Tuhan ber-sama2 dengan Absalom 2Sam 18:7-8. Sebab itu kalau banyak orang beriman mati ber-sama2 itu tidak wajar (biasanya masing2 punya tanggal matinya sendiri2), kalau mereka ber-sama2 berbuat dosa, itu adalahhukuman Tuhan seperti 10 anak Ayub mati ber-sama2. Termasuk juga di kota Sodom Gomora, zaman Nuh dan pada akhir zaman yang akan datang, dosa global dan hukuman global.

  1. Jatah umurnya habis.
  2. Tidak punya iman, untuk hidup lebih panjang.
  3. Sudah maksimal. Seperti Lazarus, bukan hanya karena kekurangan makan sehingga gizinya jelek, tetapi juga karena izin Tuhan. Hizkia sudah maksimal rohaninya tetapi sebab minta dengan segenap hatinya, Tuhan masih memberi tambahan umur. Sebaliknya sekalipun Elia minta mati, tetapi sebab Tuhan tahu lebih dahulu Elia bisa sempurna, Tuhan tidak mengabulkannya.
  4. Menyelamatkan yang sungguh2. Anak Yerobeam itu baik di hadapan Tuhan, tetapi sikonnya terlalu jahat dan menjadi terlalu berat baginya, sebab itu Tuhan “petik” lebih cepat, mati muda tetapi selamat untuk kekal. 1Raj 14:13. Tuhan selalu mempunyai perhitungan yang baik, tepat dan menguntungkan untuk orang2 yang percaya padaNya.
  5. Hamba2 Tuhan yang bersalah juga dipotong umurnya, misalnya nabi muda 1Raj 13:22, Harun Bil 20:24. Musa seharusnya masih hidup dan bisa masuk Kanaan, tetapi sebab berdosa di air Meriba Ul 31:2; 34:7 ia dipotong sedikit umurnya sehingga mati, tetapi Tuhan sendiri yang menguburkan dan membangkitkan kembali lebih dahulu, tetap masuk golongan orang sempurna (seperti sebagian orang sempurna dalam Wasiat Lama yang mati dan bangkit waktu Putra manusia Yesus mati Mat 27:52-53 menjadi buah sulung kebangkitan. Tetapi Musa langsung dibangkitkan saat itu juga, sehingga bisa ber-sama2 dengan Elia datang pada Putra manusia Yesus di Getsemani).
  6. Mati syahid, dapat pahala ekstra, misalnya Kej 4:9, juga bonus Hujan awal seperti Yohanes Pembaptis, Stefanus dll.

 

KESALAHAN YANG UMUM PADA ORANG2 TUA.

  1. Putus asa karena penderitaannya (penyakit, kesukaran, ancaman dll). Padahal justru Tuhan mengizinkan kesukaran itu untuk makin meningkat rohaninya, lebih2 pada akhir hidupnya. Seharusnya mereka lulus, maka mereka akan naik Terus Meningkat Sampai Puncak (TMSP) dan itu menjadi ukuran kemuliaannya untuk kekal.
  2. Hedonisme. Ini pikiran orang dunia. Waktu muda bekerja, sekarang waktu tua bisa menikmati hasil kerjanya, terus bersukacita. Ini prinsip pensiun dunia. Ini salah. Tujuan kita bukan bersukacita di dunia tetapi di Surga. Kalau kita Terus Meningkat Sampai Puncak (TMSP), justru kita akan makin bersukacita dan dipuaskan lebih daripada hedonisme orang pensiun cara duniawi itu. Kalau usia tua hanya untuk minum anggur-lama, ada resiko besar menjadi mabuk, itu bukan jalan yang betul, lebih baik menyangkal diri dan lebih bergairah kerja buat Tuhan, sehingga kita TMSP dan pasti cara ini jauh lebih indah dari anggur dunia dan juga kekal.
  3. Tetapi keras hati dalam dosa, sehingga tambah tua, hati tambah jadi jahat, ini celaka. Seharusnya makin tua makin indah dan mulia di hadapan Tuhan, apalagi mendekati hari terakhir itu. Israel di padang gurun, menghabiskan umurnya dengan ber-sungut2 dan melawan Tuhan, sangat sangat bodoh dan binasa!

VII. KEMATIAN.

Kematian ini ditentukan Tuhan 1Sam 2:6 dan ini termasuk dalam umur, sebab akhir dari umur adalah kematian.

  1. Yang menentukan kematian.
  2. Tuhan 1Sam 2:6. Meskipun sudah berusaha untuk hidup (misalnya minum obat) kalau Tuhan menentukan mati, ia akan mati dengan salah satu cara. Sebab itu sekalipun minum obat tetap harap Tuhan. Sebaliknya ini bukan berarti tidak boleh minum obat, boleh untuk memelihara kesehatannya.
  3. Orang itu sendiri membunuh dirinya, bunuh diri langsung masuk Neraka sebab membunuh, sekalipun yang dibunuh dirinya sendiri Wah 22:15. Tetapi Tuhan tetap ikut menentukan sebab ada yang bunuh diri, ternyata tidak mati.

Bunuh diri dengan cara apapun itu melawan Firman Tuhan, paling sedikit dosa rangkap 5.

Euthanasia adalah bunuh diri yang dilegalkan. Biasanya karena penaykit kanker yang sangat menderita, dengan obatpun tidak bisa menolong lalu pasien dan dokternya sudah putus asa, lalu dibunuh supaya bahagia (mereka menyebutkan mati bahagia) ini tetap dosa pembunuhan.

Sebab kalau Tuhan tidak menentukan matinya, orang itu tidak akan mati, apalagi kalau percaya pada Tuhan Yesus, masih mungkin  disembuhkan dan dihidupkan Tuhan dengan maksud2 tertentu.

Dalam euthanasia, ada orang yang “membantu membunuhnya” tanpa dijerat hukum pidana pembunuhan. Biasanya ada cara2 dan peraturannya, untuk membedakan dari pembunuhan yang biasa,  tetapi di hadapan Tuhan dengan alasan apapun, itu termasuk pembunuhan. Lebih2 ada banyak praktik2 jahat dari orang yang tidak percaya Tuhan.

 

Sebab2nya.

  1. Penyakit.
  2. Kecelakaan.
  3. Perang.
  4. Dihukum dsb.

Tuhan tidak pernah salah. Ay 34:12.

  1. Kalau belum waktunya seperti Paulus Kis 16:25, Petrus Kis 12, Tuhan sanggup melepaskannya. Kalau sudah waktunya, Tuhan izinkan 2Tim 4:7.
  2. Percayalah, bahwa Tuhan tidak pernah salah, sehingga bisa menerima seperti Ay 1:21 waktu anak2nya mati dan hartanya habis. Orang yang percaya harus atau akan mencari sebabnya mengapa semua itu terjadi. Sebab meskipunAllah tidak pernah salah, tetapi pasti ada sebabnya.
  3. Orang yang tidak percaya bahwa Allah tidak pernah salah akan sangat berdukacita dan pahit seperti Yakub (lebih kurang 23 tahun dan hidupnya sia2 sebab minta mati tetapi tetap hidup). Coba Yakub tidak kecewa dan berdukacita, lalu tetap hidup menurut pimpinan Tuhan, pasti ada banyak hal lagi indah dan besar yang dikerjakan dengan Tuhan Maz 60:14. Ada juga orang yang tidak percaya yang ber-sungut2. Elia tidak menyalahkan Tuhan, tetapi putus asa waktu hendak dibunuh Izebel, tetapi Tuhan menolongnya, sebab ia taat melakukan kehendak Tuhan dan kalau Elia tetap hidup ia menjadi sempurna, kemuliaan yang tertinggi.d. Anak Yerobeam mati karena penyakit dan diizinkan Tuhan supaya jangan sampai seperti Yonathan terpengaruh oleh bapaknya, imannya luntur sehingga bisa dikalahkan musuh.
  4. apa yang terjadi waktu kematian.

Orang dosa dibawa oleh iblis ke rumahnya di Neraka (contoh orang kaya) tetapi Lazarus dan orang2 beriman dibawa Allah besertanya ke rumahNya yaitu Surga 1Tes 4:14, sehingga mati itu untung Pil 1:21, bahkan orang mati dalam Tuhan itu perhentian dan semua perbuatannya mengikutinya Wah 14:13, Yes 57:2 dan pasti ada pahala dan mahkotanya. Tetapi mati berarti selesai, tidak bisa naik lagi.

Mati dalam Tuhan itu indah, sebab melihat dan mengalami Surga yang sudah lama dirindukannya dan dipercayainya.  Sebab itu orang2 yang ditinggalkannya jangan susah ber-lebih2 seperti orang dunia dengan segala macam cara dan upacaranya 1Tes 4:13.

Pemberitahuan kematian.

Ada yang jelas (seperti Musa, Harun, Elisa) ada yang cukup jelas (misalnya sakit keras, lepas dari celaka), ada yang tidak jelas, tetapi orang yang bisa mendengar suara Roh, bisa mendengar lebih jelas. Kalau ada (2) dokter berkata sudah tidak ada harapan, lebih baik segera bersedia sekalipun belum tentu mati. Masuk rumah sakit itu sudah ada tanda2, apalagi masuk ICU biasanya pintu gerbang maut sudah lebih dekat. Bahkan sekalipun masih sehat, kita tetap harus bersedia Ams 4:12.

  1. Persiapan menghadapi kematian.
  2. Perhatikan supaya keputusan percaya itu betul2 penuh jangan ikut2an.
  3. Pemberesan dosa harus dikerjakan baik2, sebab sesudah mati dosa jadi permanent dan tidak boleh masuk Surga. Wah 21:27.
  4. Boleh minta tambahan umur tetapi:
  5. Harus tetap hidup benar, beres.
  6. Tidak ada rencana dosa, tetapi mau hidup sesuai Firman Tuhan dan melakukan kehendak dan rencana Allah untuk tumbuh dan ber-buah2.
  7. Bersyukur selalu.

Menunggu kematian.

Kalau sudah pasti atau kemungkinan besar mati, saat menunggu harus betul2 dipakai sebaik mungkin yaitu:

  1. Tetap dalam kesucian dan melakukan kehendak Allah. Jangan sampai jatuh dalam dosa atau bereaksi dosa. Kalau toh ada salah segera diperbaiki.
  2. Lakukan kehendak Tuhan saja, untuk itu minta pimpinan Roh Kudus dan taati baik2.
  3. Lakukan baik2 7 KPR (Kebutuhan Pokok Rohani) bahkan dengan sukacita.

Jadi TMSP, terus tumbuh dan ber-buah2. Kadang2 tidak jadi mati (seperti Yakub yang menunggu 23 tahun dengan hati kecewa sehingga hidupnya sia2). Memang sementara menunggu masih boleh minta tambahan.

  1. Sekalipun orang menunggu dalam sakit, ini tetap termasuk kesempatan emas, sebab bisa dipakai untuk tumbuh dalam kemuliaan ilahi yang kekal. Andaikata orang kaya Luk 16 yang mati dan masuk Neraka boleh kembali hidup satu minggu, itu kesempatan emas baginya untuk bertobat dan pindah ke Surga. Andaikata ia bisa hidup 1 jam saja, itu tetap kesempatan emas untuk bisa pindah ke Surga.

Kita yang masih hidup, masih punya kesempatan emas ini, jangan di-sia2kan!