Pelajaran PASS Bab 6 : GANGGUAN JIWA.

 
I. ISTILAH.
Dahulu disebut penyakit2 dan kelainan jiwa: 1. Penyakit jiwa, lebih mudah disebut gila dan di dalam hukum, orang2 ini sulit untuk dituntut pertanggungjawabannya.
2. Kelainan atau gangguan jiwa adalah penyimpangan2 dari tabiat atau sikap jiwa yang umum atau normal. Meskipun demikian ini juga banyak merugikan dan bisa mencelakakan orang lain.
Sekarang semua ini disebut gangguan jiwa. Semua ini bisa mengenai orang beriman, sebab itu kita juga harus bisa menghadapinya dan karena itu kita perlu tahu secukupnya untuk bisa mengenali dan mengatasinya dan Tuhan juga sanggup menolong kita untuk mencegah dan menyembuhkannya.
Orang dunia dan ilmu jiwa biasanya hanya mengenali manusia dalam dua bagian yaitu manusia lahiriah dan manusia batiniah yang mereka sebut jiwa. Bagi merekaroh dan jiwa itu praktis sama, tetapi biasanya disebut jiwa, gangguan atau penyakit jiwa. Bagi kita ada beda antara jiwa dan roh. Perbedaan ini tampak dari skema ini:
Supaya tidak membingungkan, kita akan memakai istilah jiwa seperti dalam dunia yang sebetulnya berarti roh (ini lebih umum, misalnya penyakit jiwa daripada kita berkata penyakit roh). Dalam Alkitabpun kadang2 roh itu juga disebut sebagai jiwa misalnya Maz 42:1-2.
Alkitab membagi manusia dalam 2 bagian (dichotomi, sama seperti orang dunia) atau 3 bagian (Trichotomi). Yang sering membingungkan dalah istilah jiwa, nyawa dan roh.
1. Nyawa = hidup. Mati berarti hidup berakhir atau hilang nyawanya.
2. Jiwa bagi orang dunia itu sebetulnya roh. Tetapi seringkali orang Kristen yang tidak mengerti juga bingung, sebab Spirit = roh, kadang2 diterjemahkan jiwa. (sebetulnya Soul = jiwa, nyawa).
Fungsi jiwa menurut ilmu jiwa (bukan menurut Alkitab) adalah mind, emotion, will, ini sebetulnya adalah fungsi dari roh, pribadi kita (lebih lengkap bisa dipelajari dari buku Tubuh, nyawa, Roh dan tebus tubuh).
Waktu mati, tubuh jasmani yang terdiri dari tubuh+nyawa pecah, tubuh menjadi benda dan nyawa hilang atau lenyap dan rohnya kembali pada Tuhan Pkh 12:7.
Jadi nyawa2 itu adalah hidup, yang hilang waktu mati, tetapi roh (yang kadang2 disebut jiwa) itu yang kekal, kembali pada Allah. Jangan mencampur istilah jiwa (dari ilmu jiwa, dianggap satu pribadi punya mind, emotion, will) dengan roh yang diartikan sesuai Firman Tuhan, satu pribadi; maka pengertian campuran ini menghasilkan 2 pribadi dalam kita, yaitu jiwa dan roh ini salah, jiwa yang punya peran mind, emotion, will itu adalah roh, sama dengan roh. Jadi kita hanya mempunyai 1 pribadi bukan 2. Manusia lahiriah (tubuh+jiwa) itu sering disebut daging, itu bukan 1 pribadi tetapi daging (atau orang luar) itu kurungan tempat kita tinggal, yang terdiri dari tubuh dan nyawa, itu hanya suatu kecenderungan atautendens untuk menuruti selera atau kebutuhan tubuh, misalnya lelah, ngantuk, naluri makan, naluri sex, marah dll; (Misalnya orang yang ketagihan obat dll itu bukan 2 pribadi, tetapi orang itu ditarik dengan kuat oleh kecenderungan untuk menuruti keinginan tubuh, misalnya untuk minum kopi, obat, makan enak, tidur dll). Kita hanyalah 1 pribadi yang harus mengatasi semuanya. Kalau ada 2 pribadi itu namanya penyakit jiwa, bahkan seperti orang gila.
Pergumulan melawan kehendak daging masih bisa dimengerti dengan pikiran sehat, tetapi orang yang sakit jiwa itu sudah bertindak dan berbuat yang tidak masuk akal.
II. PEMBAGIAN GANGGUAN JIWA.
Kita akan melihat dari jumlah kasus gangguan jiwa. Jumlah sakit gangguan jiwa setiap tahun (dari 220 juta orang) adalah:
1. Gila 520.000.
2. Gejala2 otak organik 195.000.
3. Keterbelakangan mental 2,6 juta.
4. Gangguan mental (neurosis) 6,5 juta.
5. Penyakit2 karena gangguan jiwa (psychosomatis) 6,5 juta.
6. Gangguan kepribadian 1,3 juta.
7. Ketergantungan obat 1.000.
(Ilmu kedokteran jiwa Maramis dan Maramis, edisi 2 hal 159).
III. PENYEBAB GANGGUAN JIWA.
Secara umum:
1. Sebabnya ada dalam pikiran (yang salah, berubah, miring dll).
2. Karena kerusakan organ tubuh terutama otak, termasuk juga kerusakan genes (keturunan jadi cacat atau mengalami gangguan jiwa).
3. Karena pengaruh lingkungan sosial, budaya, dll. 4. Obat2an, dll.
5. Karena pekerjaan setan.
Dari Firman Tuhan kita melihat bahwa karena Allah adil dam maha kuasa, semua yang terjadi itu ada sebabnya, yaitu:
1. Karena dosa, yaitu karena kesalahan orang itu sendiri, ataukarena dosa orangtuanya, dan semua ini dosa2 biasa. Semua anak lahir dalam dosa dari orangtuanya, sejak dari Adam Rom 7:14, Yoh 9:34. Jadi orang beriman mengalami kelahiran dua kali yaitu:
a. Lahir dalam dosa dari orangtua yang berdosa.
b. Lahir baru dari Roh Kudus Yoh 3:6.
Dalam 1Kor 7:14 anak2 yang lahir dari orangtua yang percaya Tuhan Yesus, disucikan. Sebab itu yang lahir mati (lahir langsung atau sudah mati) tetap selamat. Tuhan sudah tahu lebih dahulu dan menurunkan (melahirkan)orang2 yang mau percaya lewat orang percaya.
Ini karena kemahatahuan Allah yang tahu dan mengenal semua orang sebelum dunia ini jadi Ef 1:4. Bukan sebab Allah menentukan, tetapi sebab Allah tahu lebih dahulu Rom 8:29.Sebab itu Allah bisa mengadili bayi2 yang lahir mati dengan adil. Sebab Allah tahu lebih dahulu apa yang akan dibuat orang itu kalau dia hidup terus sampai dewasa.
Jadi kita perlu lahir dua kali. Karena ada dosa (sesuai dosanya) ada juga akibat dosa.
2. Dosa2 occultisme. Biasanya akibatnya lebih besar. Kadang2 si anak dari bayi diserahkan orangtuanya jadi persembahan atau pembayaran (wedal) kepada setan. Tentu orang2 yang diturunkan (= dilahirkan) Allah lewat orangtua seperti ini adalah orang2 yang memang akan binasa. Allah memang tahu lebih dahulu.
(Anak yang sudah besar biasanya tidak bisa dipersembahkan pada setan, kecuali anak itu sendiri mau. Sampai umur berapa? Yang pasti sesudah anak itu dibaptiskan dalam air, ia sudah lahir kedua kalinya dan tidak bisa lagi diganggu gugat oleh siapapun (masih bisa ditipu iblis dan terpengaruh oleh pergaulan yang jahat 1Kor 15:33).
3. Sebab2 lain, misalnya karena gangguan otak, syaraf, obat2an dll. Juga tentu karena anak2 atau orang2 itu sendiriberhubungan apalagi berjanjian (menyerahkan diri) pada setan2.
IV. GEJALA2 GANGGUAN JIWA.
Kalau kita melihat dalam terang Firman Tuhan, maka segala kelainan dan perbuatan2 keji, yang buruk atau jahat itu disebabkan karena:
1. Kelemahan dan kebodohan rohani, sebab lemah dan bodoh berbuat banyak perbuatan dan sikap yang aneh dan jelek. Ams 10:21b, Hos 4:6.
2. Karena dosa. Gara2 dosa, timbul perubahan pikiran, perbuatan,sikap, tabiat, emosi dll sehingga timbul gangguan2 kejiwaan. Ini tergantung dari besarnya dosa, ikatan2nya. Misalnya karena iri, bisa timbul perbuatan nekad dan keji yang aneh2. Misalnya Kain, Saul, semua perbuatannya yang jahat dan keji itu hanya disebabkan karena iri. Ini juga dipengaruhi pergaulan, kebodohan, kesempatan apalagi kalau dibakar emosi menjadi mata gelap.
Karena dosa, hatinya tidak ada sejahtera, gelisah, bosan hidup ini sudah berarti jiwanya sudah sakit; kalau ini tidak ditolong, maka macam2 gejala penyakit dari jiwanya akan muncul, lebih lama lebih banyak, lebih aneh, lebih berani dst.
Orang yang percaya pada Tuhan Yesus, mempunyai air hidup yang memberi sejahtera dan kepuasan yang sejati Yoh 4:14. Sejahtera ini tahan lama sampai hidup yang kekal Yoh 7:38.
Tetapi kalau hatinya kosong, gelisah, tidak ada sejahtera, orang seperti ini akan mulai berbuat yang aneh2 dan tidak betul. Ini jadi tanda bahwa jiwanya mulai sakit. Hanya Tuhan Yesus yang bisa menolong keadaan semacam ini, sebab hanya Tuhan Yesus yang bisamelepaskan manusia dari dosa yang menyebabkan keadaan hati yang kosong, gelisah, kacau, kebosanan, dll. Semua ini adalah akibat dosa
Sebab itu kalau ingin sembuh, mula2 harus percaya dahulu supaya mati lepas dari dosa Rom 6:1-2, baru jiwanya bisa sehat!
a. Dosa2 manusiawi adalah perbuatan dosa dari orang dosa, segala macam perbuatan yang jahat bisa terjadi.
b. Dosa dalam roh setan itu lebih jahat, lebih kejam, sadis, aneh seperti orang yang terganggu jiwanya. Sebab bukan dia lagi, tetapi ada satu oknum lain yang sangat jahat yaitu setan, yang menguasai dan memerintahkannya berbuat banyak perbuatan yang keji dan jahat. Seringkali perbuatannya tidak masuk akal seperti orang gila Gadara atau Nebukadnezar.  Dalam tingkat “dosa dalam roh setan” ini, tampak ber-macam2 kelainan jiwa yang jahat, bahkan seperti orang gila, sebab memang ada oknum lain di dalam hatinya. (Ini lawannya dari Gal 2:20).
c. Dosa yang sempurna itu berbuat banyak perkara2 yang keji dan terbalik seperti ber-macam2 hal yang berdosa, mesum, jahat, kejamseperti orang gila, tetapi biasanya justru ia sadar dan berpikir waras. Jadi kita melihat penyebab2 gangguan jiwa sampai penyakit jiwa itu karena sebab2 organik (ada organ2 tubuh itu rusak terutama otak dan peredaran darah serta metabolisme otak), tetapi juga karena sebab2 dalam pikirannya yaitu dosa, tabiat dosa, pekerjaan setan yang terus bekerja bahkan mengikat orang itu dalam dosa dan ikatan2 setan, serta pengaruh2 dari luar lainnya.
Jadi sebab utama dari segala macam kelainan dan gangguanjiwa terutama adalah dosa. Kalau jiwanya sehat di hadapan Tuhan (yaitu disertai Tuhan, dipimpin Roh), maka meskipun ada banyak tekanan dan penderitaan dari luar, orang itu bisa tahan, tidak sampai timbul reaksi jiwa yang sakit atau kelainan2 yang aneh, sebab jiwanya sehat dan Tuhan besertanya.
Tabiat manusia adalah tabiat lama, daging, dosa. Tetapi sesudah lahir baru, kita mendapat seluruh tabiat ilahi dalam hidup kita tetapi dalam bentuk benih, yang kalau terus bertumbuh akan menjadi seperti Kristus.
Tabiat daging atau dosa itu adalah benih2 gangguan jiwa. Orang yang hidup di luar Tuhan, makin lama, dosa2nya tumbuh makin nyata. Memang pertumbuhan dosa setiap orang tidak sama dan itu juga jadi ukuran gangguan jiwa yang bisa terjadi dalam hidupnya. Misalnya menurut penyelidikan (Conn. Current Therapy 1985, apalagi sekarang, jumlahnya bisa makin meningkat)ada 20% dari semua perempuan dan 10% dari semua laki2 akan mengalami depresi berat semasa hidupnya. Kita tidak tahu berapa orang beriman yang ada di dalamnya, sebab ini hasil penelitian secara umum. Kalau orang beriman selalu dipimpin Roh, sehinggaselalu ada sejahtera Roh Kudus, pasti tidak akan stress atau depresi sebab Roh Kudus membuatnya kuat 1Yoh 4:4.
Semua orang berdosa pasti bisa kena gangguan jiwa, sebab ada dosa dan si perusak dan si pembunuh itu ada di belakang dosa2 itu; tergantung dari gradasi dosanya, peningkatan dan lama hidupnya, dosa2nya akan terus bertumbuh; makin banyak dan makin berat dosa2nya, maka stres atau depresi berat bisa terjadi dalam hidupnya. Segala dosa yang meningkat, iri, kesombongan, benci, pembunuhan, zina dan semua lainnya, apalagi occultisme, ini jalan pintas untuk segala macam gangguan penyakit jiwa.
Pada generasi yang mula2 sesudah Adam, orang hidup sampai 1000 tahun, sebab itu orang2 yang tidak mau percaya dan berbakti pada Tuhan, ada kesempatan banyak untuk pertumbuhan dosa2nya, sampai rata2 semua orang dosanya melebihi batas dan kerusakan2 dan gangguan jiwanya sangat menonjol dan mereka dibinasakan oleh hukuman Tuhan. Nuh sekeluarga yang beribadat pada Tuhan, tetap benar dan tidak kena hukuman.
Begitu juga pada akhir zaman, waktu dosa terus meningkat dengan cepat dan dahsyat, maka timbul banyak kelainan dan gangguan2 jiwa dalam hampir setiap orang. Stress, gelisah, depresi, frustasi, Neurosis, psykosis dll, semua gangguan jiwa muncul begitu banyak sehingga kejahatan juga meningkat, dan jumlah yang mati juga meningkat sampai 1/4 isi dunia Wah 6:8, bahkan lebih lagi oleh Meterai dan Sangkakala yang lain.
V. PRINSIP PENGOBATAN PENYAKIT JIWA.
Cara2 manusiawi adalah memperkuat jiwanya dengan ber-macam2 cara, baik latihan, pengertian, mendidik sifat2 yang baik dll. Juga dengan obat2 penenang dan yang mempengaruhi fungsi otak dan syaraf. Ini bisa menolong sebagian tetapi tetap terbatas, tergantung dari kepribadian orang itu dan stamina rohaninya. Tetapi orang beriman punya Tuhan Yesus, dan itu bisa membuatnya kuat sekali. Rom 8:31, 1Yoh 4:4.
Sebab itu seharusnya dalam problem2 jiwa orang beriman yang berjalan dengan Tuhan, harus memeriksa diri supaya tetap hidup benar (atau melakukan pemberesan) lalu tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran, sehingga selalu disertai dan dipimpin Roh, maka ia akan menjadi cukup kuat dan bisa terus mengatasi segala problemnya sampai berkemenangan.
Orang yang hidup dalam dosa sehingga jiwanya sakit atau mengalami macam2 gangguan kejiwaan, sebab orang itu dikuasai oleh dosa, daging dan setan yang bekerja di dalamnya (dosa itu mengusir Roh Kudus keluar dari hatinya, Roh Kudus dipadamkan 1Tes 5:19); jadi setiap dosa menjadi pintu masuk bagi setan sehingga setan bisa tinggal di dalam hatinya Mat 12:44-45. Dalam keadaan seperti ini setan akan mengikat, menguasainya dan terus merusakkannya sehingga timbul segala macam perbuatan yang aneh2, keji dan jahat).
Sebaliknya kalau ada Roh Tuhan di dalam hatinya, setan tidak bisa masuk dan kalau orang itu terus taat akan pimpinan Roh, ia akan berkemenangan terhadap segala dorongan dan pencobaan dari iblis, dunia dan daging, dari luar atau dari dalam. Dengan demikian orang itu selalu ada sejahtera dan hidupnya menjadi normal bahkan bisa menjadi berkat bagi orang sekitarnya dan bisa melayani mereka dengan hikmat dan kuasa Roh Kudus.
Perlu diperhatikan bahwa Roh Kudus tidak memaksa kita untuk taat, jadi kita sendiri yang harus percaya, ada penyerahan, pengertian dan ketaatan akan pimpinan Roh Kudus, baru hidup ini menjadi normal, sehingga adasejahtera dan berkemenangan dalam diri kita sendiri dan bisa melayani menjadi berkat banyak orang lain.
Kalau iblis dan setan2 itu mengikat dan memaksa orang yang ditempatinya untuk makin banyak berdosa meskipun tidak mau Mat 26:39. Memang setan itu menipu, memperdayakan dan memaksa (menghalalkan segala cara), tetapi Roh Kudus baru mau bekerja kalau kita mau taat, harus ada keputusan tegas untuk taat dan berkenan pada Tuhan.
Kalau kita mengerti, keadaan akan makin mudah, tetapi asal mau taat pada Roh Kudus. Kalau kurang mengerti, berdoa saja dalam Roh dan kebenaran, maka Roh Kudus bisa menolong memberi pengertian dan memimpin kita. Pengertian itu datang dari Roh Kudus pada orang yang mau taat dipimpin Roh, juga kekuatan sehingga kita bisa hidup berkemenangan. Sebab itu  berdoalah terus dalam Roh dan tetap hidup benar.
Jangan lupa juga minta pertolongan dari tubuh Kristus, sebab dengan bersekutu baik2 kita bisasaling menguatkan dan melayani dalam Roh. Jika ada persekutuan dalam Roh itu membuat kita menjadi kuat Mat 18:19-20 dan kekuatan akan meningkat berlipat kali ganda Im 26:8.
Jadi dalam pengobatan penyakit2 dan kelainan jiwa (seperti stress, depresi dan gangguan2 jiwa lainnya), yang perlu diperhatikan adalah siapa yang bertahta dalam hati, ini sangat penting.
Kalau setan, justru jiwanya makin rusak. Semua obat dan usaha manusia itu hanya untuk sementara dan itu hanya mengobati gejala2nya saja, sebab penyebab dari semuanya adalah setan (dosa, daging) dalam hatinya.
Tetapi kalau Roh Kudus tinggal dalam kita dan kita mau dipimpin Roh, maka kita akan tetap sehat dan gangguan2 jiwa bisa diselesaikan dengan pertolongan Tuhan. Kerusakan2 mental, intelek, pikiran dan semua cacat2 karena kerusakan organ tubuh istimewa otak dan syaraf serta hubungan metabolisme yang terkait, itu semua harus diperhatikan dan didoakan seperti penyakit2 lainnya sampai sembuh.
VI. PENCEGAHAN.
Pencegahan itu ribuan kali lebih menguntungkan dari pengobatan. Sebab itu kita harus memperhatikan dan melakukan semua pencegahan ini.
Kita sudah melihat prinsip dari sehat batin yaitu dalam hati ada Kristus sehingga ada sejahtera dari Tuhan. Yoh 14:27, Pil 4:7. Kalau Tuhan memberi sejahtera, itu bukan hanya perasaannya enak, tetapitanda bahwa semuanya sudah ditolong dan diatur Tuhan sehingga beres, sebab itu ada sejahtera dari Allah. Termasuk juga tentang semua kebutuhan dan kekuatiran yang akan datang itu juga akan dibereskan Allah dan Ia pasti berhasil, bahkan beres sampai dalam Surga dan kekal.
Sebab itu Tuhan berkata, kalau percaya Tuhan Yesus sungguh2 (percaya, menyerah dan taat akan Dia) maka akan ada sungai air hidup mengalir sampai hidup yang kekal Yoh 4:14. Ini dijelaskan lebih rinci dalam Yez 47:1-5.
Jadi tidak cukup hanya manusia lahiriahnya yang sehat dan cukup tetapi juga manusia batiniah ini harus sehat, terpelihara dan berkecukupan. Memang kalau secara lahir, limpah, kaya, terhormat dsb, begitu ramai dan meriah, seringkali manusia batiniah yang berdosa, yang gelisah dan kosong se-olah2 tidak terasa. Kadang2 muncul kekosongan batin sehingga jadi bosan hidup, tetapi sebab banyak rekreasi, uang, makan minum dll, itu menutupi batin yang kosong bahkan rusak, seperti orang kaya dan Lazarus. Luk 16. Lazarus sebab banyak kekurangan dan penderitaan dalam tubuh lahiriahnya (gizinya jelek, tubuhnya lemah), maka ia mati dahulu. (Tetapi Tuhan tahu dan Tuhan mengizinkan). Namun rohaninya baik, kuat, sejahtera, puas, dan waktu pindah ke alam berzakh ternyata ia ada di Surga duduk dalam pangkuan Abraham, setingkat dengan Abraham. Tetapi orang kaya itu waktu mati, semua kelebihan jasmaninya hilang (tertinggal di dunia, tidak ada yang dibawa) dan tampak betapa rusak keadaan rohaninya, sangat miskin, melarat dan terlantar, sebab itu ia langsung masuk neraka dan begitu pahit, sengsara dan celaka ia dalam api neraka. Begitu juga keluarga Achab, seperti Ahazia, Yoram dll, sekalipun secara jasmani mereka limpah dan mulia tetapi tubuhnya menderita penyakit juga rohnya merana sampai mati dan dilanjutkan dalam Neraka. Ini orang2 yang stress, bingung, menderita jiwanya.
Orang dunia berpikir bahwa jiwa yang sehat ada dalam tubuh yang sehat, belum tentu! Tetapi di dalam Tuhan meskipun tubuhnya menderita, tetapi jiwanya bisa tetap sehat dan bahagia seperti Paulus, Lazarus dll. Justru Paulus menderita karena Tuhan, karena kebenaran dan itu membuat jiwanya makin sehat dan bahagia, sebab semua penderitaan karena Tuhan akan menjadi pahala dan kemuliaan yang kekal. Rom 8:17. Yang penting ada Tuhan Yesus bertahta (Ia memerintah dan kita taat), maka lahir batin jadi untung dan bahagia. Ini pencegahan yang efektif dan pasti berhasil sebab Tuhan Yesus yang duduk di atas tahta hati kita tidak akan pernah gagal, tetapi terus berhasil sampai kekal.
VII. KESELAMATAN DARI ORANG2 YANG KENA GANGGUAN JIWA.
Apakah orang2 yang kena gangguan jiwa ini bisaselamat? Allah itu adil dan maha kuasa dan juga ia maha tahu sehingga bisa mengadili dengan adil 100%.
1. Anak2 yang terganggu jiwanya, cacat atau tidak tumbuh pikiran atau inteleknya (mental retardation, dll). Apakah mereka selamat?
a. Kalau sejak lahir, ia sudah disucikan di dalam orangtuanya, seperti anak yang lahir mati, ia selamat 1Kor 7:14. Begitu juga orang yang sakit jiwa sejak lahir dan orangtuanya sudah percaya Tuhan Yesus, maka ia disucikan di dalam orangtuanya.
b. Kalau jatuh sakit (misalnya karena otaknya rusak karena kecelakaan, karena penyakit, obat dll), kalau sebelum sakit sudah percaya pada Tuhan Yesus, maka saat terakhir waktu masih bisa mengambil keputusan, itu yang diperhitungkan Tuhan. Jadi, kalau sebelum hilang ingatan dan mati, ia sudah percaya dengan betul, ia selamat.
Orang yang cacat, hilang ingatan, tidak bisa mengambil keputusan, tentu tidak dituntut Allah, tetapi keadaan terakhir sebelum hilang ingatan itu yang menentukan.
2. Kalau orang itu gila karena dirasuk setan (setan masuk tidak bisa sembarangan, orangnya sendiri harus setuju) maka orang itu harus dilepaskan, diusir setannya dan sesudah itu harus percaya. Misalnya orang gila Gadara. Jadi semua diukur dan ditentukan pada saat terakhir yaitu :
a. Sebelum hilang ingatan, atau
b. Kalau ia sembuh, ditentukan seperti biasanya waktu mati atau Tuhan datang.
KESIMPULAN
Gangguan jiwa itu nyata dan makin lama makin limpah dan parah sesuai dengan pertumbuhan dosa di akhir zaman. Prinsipnya hanya satu, baik tentang penyebabnya, jumlahnya, pengobatannya dll, semua sama saja, yaitu siapakah yang jadi raja, yang duduk di atas tahta hati orang itu.
Kalau iblis, si pembinasa, pembohong dan pembunuh itu duduk dalam tahta hatinya, orang itu akan limpah gangguan jiwa, bahkan sampai betul2 gila, mati dan masuk Neraka, sebab memang itu rencana si iblis. Tetapi kalau Tuhan Yesus duduk atas tahta hatinya, orang itu bebas dari gangguan jiwa bahkan hidup berkemenangan, mengalami rencana Allah yang makin indah sampai puncaknya di akhir zaman, di tengah2 dosa yang meningkat sampai puncak.
Jangan plin-plan atau ragu2, ambil putusan tegas, Tuhan sanggup menyertai dan menolong sampai ke akhir sampai puncak rencanaNya Pil 1:6, Ibr 7:25.