M3641 Pernikahan akhir zaman, persekutuan tubuh Kristus Luk 17:26

M3641 LUKAS 17:26-27. PERNIKAHAN DI AKHIR ZAMAN (dan persekutuan tubuh Kristus

 

A. KEADAANNYA.

Keadaan akhir zaman itu makin jahat menurut Firman Tuhan, dosa2 mening-kat sampai puncak2nya tetapi juga ke-sucian meningkat Wah 22:11. Ini sa-ngat mempengaruhi hidup manusia dalam semua segi hidupnya termasuk pernikahannya. Nikah akhir zaman itu seperti zaman Nuh Kej 6:1-3. Karena dosa ber-tambah2, kesucian nikah ru-sak, najis dan juga hidup nikah itu penuh kedagingan, dosa2 sex mera-jalela. Orang2 hanya kumpul kebo, pe-nuh tabiat kebinatangan, sesuka hati dan nafsunya.

Dalam dunia praktis hampir2 tidak ada lagi gadis dan taruna, bahkan roh per-sundalan itu merasuk di-mana2, tetapi dalam Gereja2 jalan sempit, bujang dan nikah yang suci masih banyak, bahkan terus meningkat sampai tingkat2 yang tinggi, sekalipun tetap hidup di dunia yang bejat dan rusak, sebab suci itu indah dan bahagia Yoh 4:14, ada hadirat Tuhan didalam hidup nikah dan keluarganya, dan nikah serta keluarga ini akan mengalami rencana Allah yang indah. Tetapi hidup nikah dalam dosa dan hawa nafsunya itu selalu haus lagi Yoh 4:13 dan dalam tertawapun hati berasa sakit dan akhirnya kebinasaan Ams 14:12-13. Orang2 Kristen seperti ini mengalami kerusakan rencana Allah dalam hidupnya, bahkan seperti orang Israel yang keluar dari Mesir, hanya sampai di Halaman (= padang gurun), tidak sampai masuk Kanaan; Orang2 ini punya pengalaman Kristen Halaman yang kering dan membosankan, tetapi orang2 yang hidup dalam kesucian akan terus masuk dan mempunyai pengalaman Kanaan yang limpah dengan air susu dan madu, hidup da-lam negeri Perjanjian Allah yang indah.

Budaya daging ini juga masuk dalam Gereja; tentu Gereja2 tidak setuju, tetapi seperti 12 murid Tuhan ada satu yang kemasukan tipu daya iblis se-hingga menjadi pengkhianat, begitu juga masih ada orang2 yang tergoda dan jatuh. Ada yang bertobat dari ke-rusakan hidup nikahnya, ia kembali selamat, tetapi rencana Allah dalamnya rusak seperti Simson, sayang sekali, itu akibatnya sampai kekal! Yang tidak bertobat, binasa kekal dalam neraka.

Begitu juga persekutuan tubuh Kristus diantara orang beriman banyak kena pengaruh Wah 22:11, apalagi yang tidak tumbuh dalam kesucian, penger-tian Firman Tuhan dan hidup dipimpin Roh.

B. PENTINGNYA HIDUP NIKAH YANG SUCI.

Nikah orang beriman itu sangat penting Ibr 13:4. Sebab:

1. Kesucian nikah. Dosa dalam ke-sucian nikah itu artinya berzina, maka ia akan disiksakan Allah, dihakimi Allah (orang berzina tidak masuk Surga). Gal 5:19-21. Sebab itu jangan menajiskan hidup nikah, pelihara tetap suci dalam Kristus.

2. Nikah itu adalah gambaran dari Kristus dan Gereja Ef 5:32. Hidup nikah yang terpelihara dalam kesucian adalah salah satu tanda utama dari seorang yang rohani dan berkenan pada Allah. Orang yang nikahnya rusak, itu me-langgar hukum Tuhan dan pasti tidak berkenan kepada Tuhan, meskipun ada orang2 (atau Gereja2 jalan lebar) yang tidak peduli akan nikah yang najis dan tidak dipersoalkan tetapi di hadapan Allah ini tanda kerusakan berat.

3. Orang yang tidak mencintai istri/ suaminya itu tidak cinta Allah. Kalau terhadap orang sekitarnya, ia harus mengasihi Luk 10:27, 1Yoh 4:20, apa-lagi kepada istri / suami yang menjadi satu dengan dia. Orang yang tidak setia (berzina dengan orang lain) itu berdosa secara jasmani pada istri/ suaminya dan juga kepada Tuhan. Orang yang mencintai dunia ini berzina secara rohani Yak 4:4. Semuanya dosa dan jahat.

Biarpun pernikahan dalam dunia rusak, tenggelam dalam dosa2 yang najis, tetapi orang2 beriman sanggup dan ha-rus memelihara hidup nikahnya. Hidup nikah yang suci dan bahagia menjadi kekuatan yang luar biasa di dalam Tuhan, sebab dengan Kristus dalam hidup nikahnya, suami istri menjadi sangat kuat dan hampir2 tidak bisa putus Pkh 4:12. Kekuatan suami istri bukan lagi 1+1=2, tetapi karena ada Kristus, kekuatan mereka bisa = 10 atau 20 bahkan lebih Im 26:8. Sebab itu kalau hidup nikah suci, bahagia, mere-ka akan kuat menghadapi segala tan-tangan dunia akhir zaman, bahkan bisa ikut masuk dalam rencana penamatan Allah dan ikut dalam pengangkatan, bahkan beberapa bisa ikut menjadi sempurna.

C. BAGAIMANA MEMELIHARA

HIDUP NIKAH YANG BETUL.

Hidup nikah yang betul yaitu suci akan bahagia, puas, menang, bisa tetap suci, ber-buah2 dan keluarganya terpelihara dalam Tuhan dan bahagia sampai ke-kal. Caranya:

I. Terpelihara dalam kesucian.

II. Kasih terus bertambah.

III. Sifat2 makin tumbuh seperti Kristus.

IV. Saling menasehati.

V. Rohani terpelihara oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus. Ini menjadi da-sar dari semua segi hidup nikah yang suci dan bahagia sampai kekal.

I. HIDUP NIKAH YANG TERPELIHARA DALAM KESUCIAN.

Kesucian hidup nikah, artinya tidak bo-leh ada orang ke-3, tempat tidur tidak boleh najis, bahkan sampai dalam pi-kiran dan angan2 yang akan datang Ibr 13:4. Jangan mengenal perempuan atau laki2 lain kecuali istri atau suami. Naluri sex diantara suami istri bukan dosa dan dipuaskan dengan indah, tetapi di luar nikah naluri sex jadi nafsu perzinaan yang buas dan jahat. Kesucian ini harus dipelihara sejak di dalam hati dalam kesucian seperti Allah 1Pet 1:15-16 (yaitu MAK, kesucian dimana saja, dalam hal apa saja dan kapan saja), dahulu2 (past tense), su-dah harus beres dan suci. Tidak ada dosa yang kadaluarsa, semua harus di-bereskan oleh darah Yesus sampai “ti-dak menyala lagi” di hadapan Tuhan. Juga yang sekarang (present tense), bergelora dalam hati harus disucikan dan cita2 dan rencana yang akan da-tang (future) harus terpelihara dalam kesucian Gal 5:24.

Kalau kita punya kesucian seperti Allah (MAK), di hadapan Allah, maka ini dasar dari hidup rohani yang terus bertumbuh dan bahagia serta ber-buah2 di dalam Tuhan.

II. KASIH.

Suami istri diikat oleh kasih, jadi ini bensinnya mobil nikah. Ef 5:25, Tit 2:4. Kasih ini adalah tandanormal (yaitu ka-lau suami istri hidup di dalam kesucian) akan terus meningkat bukan berku-rang.

Kalau hidup dalam dosa, maka kasihnya akan bocor oleh dosa2, istimewa dosa zina, sampai habis. Kalau mereka ber-tobat, maka kasih mula2 menjadi ukur-an dari pemulihan (pertobatan itu pa-ling sedikit harus menghasilkan kasih mula2, kalau bisa lebih dan terus tum-buh). Wah 2:4; baik dalam nikah jas-mani juga nikah rohani dengan Kristus. Memang kasih harus dipelihara tetapi tanpa kesucian akan bocor sampai habis bahkan bisa diganti benci. Bisa hidup suci tentu harus didukung rohani yang baik dan hidup (artinya tumbuh). Jadi kesucian dan kasih itu seperti coin dengan dua sisi. Kalau ada kesucian, kasihnya akan bertambah, kalau ada kasih akan mudah memelihara kesu-cian. Kalau tidak ada kesucian, kasih akan bocor sampai habis dan kalau ti-dak ada, tidak mengasihi,maka kesu-cian juga jadi terlalu sulit bahkan bisa mustahil.

III. TABIAT SUAMI DAN ISTRI.

Tabiat itu juga harus diperhatikan, bah-kan untuk setiap orang yang sudah la-hir baru, tabiat yang baru harus ditum-buhkan, jangan dibiarkan bantut.

Hidup nikah itu juga perlu tabiat yang baik untukpersahabatan meskipun ni-kah itu lebih daripada bersahabat. Me-mang sebelum nikah ada ikatan per-sahabatan yang baik, yang terus me-ningkat, memuncak sampai terjadi per-nikahan. Tetapi mereka tidak boleh mengabaikan persahabatan bahkan nikah harus merupakan puncak persa-habatan.

Bahkan persahabatan itu menjadi ika-tan diantara semua orang beriman se-perti saudara satu sama lain. Memang puncak persahabatan yang memuncak jadi pernikahan, dan ini hanya boleh dengan satu orang sebagai suami/ istri, yang lain tidak boleh memuncak jadi suami istri tetapi menjadi seperti sau-dara di dalam Kristus. Sama2 cinta Tu-han dan menjadi saudara Kristus (Rom 8:29, sama2 jadi anak Allah dan Kristus adalah Anak Sulung) dan sebab itu menjadi saudara satu sama lain, sama2 anggota tubuh Kristus 1Kor 12:12.

Jadi sesudah lahir baru, pada waktu kita kenal dengan siapapun, benci itu tidak ada lagi (sudah mengampuni, me-ngasihi musuh dengan tulus tetapi juga cerdik supaya tidak dimakan orang yang tidak bertobat Mat 5:45-46) se-hingga kita jadi teman yang baik dan karena ada kasih Luk 10:27 maka kita menjadi makin akrab seperti saudara, yaitu diantara saudara2 seiman, sebab kita menjadi anak2 Allah, adik dari kakak sulung yaitu Kristus dan Allah menjadi Bapa kita dan Roh Kudus mengikat kita menjadi anggota tubuh Kristus, satu beranggotakan yang lain.

Sebagai teman dan sahabat, itu berarti ada daya tarik yang mengikat keduanya satu sama lain. Kalau hanya salah satu yang tertarik, yang lain tidak, maka tidak akan terjadi persahabatan yang betul. Nikah itu lebih daripada ber-sahabat. Tetapi kalau ada dosa, nikah rusak, kasih habis maka nikah itu mengalami degradasi (kerusakan), sam-pai2 juga tidak menjadi sahabat atau teman tetapi malah bermusuhan. Sebaliknya dari sahabat, musuh itu selalu ada sesuatu yang membuatnya tidak suka, benci, marah, dendam dst sehingga menjadi musuh. Nikah yang rusak menunjukkan gejala2 ini. Sebab itu bertobat sungguh2 dari semua dosa dan kesalahan, kembali dalam kesucian dan dipelihara, juga hubungan persa-habatan yang hilang harus dipulihkan, jangan sampai putus. Selain meng-ampuni miliki tabiat2 yang baik, yaitu tabiat Kristus yang harus terus tum-buh. Tidak segan tetapi suka menolong, berkorban, berbuat baik, setia, tidak marah atau kecewa,menyenangkan dst. Memang nikah lebih dari ber-sahabat, tetapi kalau nikahnya merosot maka jadi sahabatpun juga tidak bisa. Kalau bersahabat saja tidak baik, pasti nikahnya jelek, ada yang salah, harus diselidiki dan diperbaiki. Tuhan Yesus sangat mau menolong dan bisa meno-long. Kalau sulit, jangan malu atau se-gan minta tolong pemimpin rohani, gembala kecil atau yang di atasnya. Sifat2 yang baik dalam persahabatan dan pernikahan itu harus dipelihara. Sifat2 yang jelek yang mengganggu atau merusk persahabatan, harus di-buang jauh2. Juga dalam nikah, jangan sifat yang jelek dibiarkan apalagi di-tumbuhkan. Misalnya karena dicintai lalu jadi MANJA (anak manja berarti kurang ajar, semaunya sendiri) juga dalam nikah, minta apa saja harus da-pat, kalau tidak ngambek, ini tabiat yang jelek. Kita harus bisa tahan men-dapat jawaban: Tidak! Lalu memeriksa diri, mengapa. Kalau kita yakin betul, kita bisa menjelaskan dengan lembut, kalau yakin permintaan kita salah, jangan malu2 mengakui dan menca-butnya. Dengan demikian persaha-batan menjadi lebih manis dan nikah lebih mesra.

CEMBURU BER-LEBIH2.

Cemburu yang betul itu seperti Allah Nah 1:2 Allah bisa cemburu tanpa ba-tas sebab tidak pernah salah dan itu menyelamatkan umat yang dicem-burukan. Tetapi manusia seringkali cemburunya jadi jahat sebab dida-sarkan prasangka (bukan fakta seperti Allah yang tahu pasti) dan dipenuhi perasaan hati yang ber-lebih2, bukan hanya cinta (Allah tidak punyaperasaan hati yang salah, tetapi cinta dan suci, adil), apalagi kalau ditambahi dengan benci, cinta uang, sombong, iri, sakit hati dll maka cemburunya jadi cam-puran yang jahat, bisa2 jadi “bom waktu” yang kalau diletuskan akan menimbulkan korban yang ber-lebih2, kekacauan dan kerusakan. Sebab itu jangan cemburu ber-lebih2, harus di-murnikan dalam kelimpahan doa da-lam Roh dan kebenaran (hati dibersih-kan dari semua campuran yang salah dan berbahaya itu) dan minta pimpinan Roh Kudus dan taat. Maka kita bisa cemburu seperti Allah, sebab dibatasi oleh kelimpahan doa dalam Roh dan kebenaran (sebab mau taat a-kan pimpinan Roh) dan ada kuasa untuk mematikan daging yang sifatnya jelek.

TIADA AMPUN, tidak mau meng-am-puni, mendendam, terus meng-ung-kit2 salah yang sudah dibereskan dan yang sudah diampuni, ini juga meru-sakkan hubungan baik dan sukacita, bahagia dan kenikmatan suami istri atau dalam persahabatan antara ang-gota2 tubuh Kristus.

SOMBONG, tidak mau kalah antara suami istri dan juga antara saudara2 seiman, itu juga merusakkan hidup ni-kah dan persekutuan tubuh Kristus. Sekalipun antara suami istri dan sau-dara2 seiman, harus tetap mau bahkan mahir menyangkal diri (pikul salib), sehingga bisa direndahkan tidak sakit hati atau dendam, tidak marah atau tersinggungtetapi mengampuni dan bersahabat kembali. Kalau sedikit2 ter-singgung dan tidak ada ampun, semua persekutuan jadi pecah, juga nikah jadi rusak. Ada banyak sifat2 yang lain yang harus dimengerti, yang salah (tabiat lama dibuang) dan yang baru ditum-buhkan.

IV. SALING MENASEHATI.

Ini sangat penting supaya hubungan suami istri dan persekutuan dalam saudara2 seiman bisa makin tumbuh makin baik, sehingga akhirnya menjadi seperti Kristus. Sebab kita semua be-lum sempurna dan pengertiannya ten-tang tabiat yang baru seringkali kurang jelas atau tidak mengerti.

Kalau suami atau istri salah, harus berani menasehati dengan terus te-rang. Jangan mudah marah atau ter-singgung sebab ini mutlak perlu supaya jangan binasa Yak 5:19-20. Kalau dosa dibiarkan itu menjadi dosa bagi yang tahu Yak 4:17 dan iblis terus bekerja dalam dosa2 itu. (Ingat setiap dosa adalah pintu terbuka untuk setan bisa masuk Ef 4:27 bahkan dalam banyak orang, setiap dosa adalah tangsi setan, sebab setan sudah tinggal di dalamnya dan terus bekerja keras untuk me-runtuhkan rohani orang itu). Kalau kita menasehati itu berarti perang dengan iblis Ef 6:12 sebab itu kita perlu kuasa dan hikmat Allah; jadi berdoalah dan di follow up dengan terus berdoa dalam Roh dan kebenaran sambil ber-jaga2 supaya kita sendiri tidak berbuat dosa itu Gal 6:1-2. Juga perhatikan supaya kita sendiri tidak bereaksi dosa (tidak pegel, kecewa atau jadi dosa lainnya), sebab melihat dan menghadapi kesa-lahan suami/ istri atau saudara seiman itu. Kalau suami-istri (juga sau-dara2 seiman bisa saling menasehati dengan bebas, mau mendengar dan menurut) maka dosa2 balok bisa hilang semua juga dosa2 selumbar Mat 7:2-5 dan sifat2 yang baru (seperti Kristus) bisa tumbuh dengan subur. Nikah dan per-sekutuan tubuh Kristus seperti ini akan tumbuh dengan subur.

V. ROHANI TUMBUH.

Kita harus tumbuh dengan 7 KPR (Ke-butuhan Pokok Rohani), yaitu:

1. Tumbuh dalam kesucian.

2. Sambil pikul salib, sebab kita tumbuh di jalan sempit, di atas Mezbah, di-pimpin Roh,

3. Dengan pertolongan Firman Tuhan dan

4. Doa dalam Roh dan hidup benar,

5. Dalam persekutuan tubuh Kristus yang baik dan nikah yang manis.

6. Dengan tekun beribadah Kis 10:25 dan

7. Bersaksi di mana2 saja dan pelaya-nan bersama.

Rohani yang tetap di jalan sempit (dengan salib, suci, setia dll 7 KPR ini) menjadi dasar dari hidup nikah yang bahagia dan persekutuan tubuh Kristus yang sehat dan makin bertumbuh.

KESIMPULAN.

Firman Tuhan ber-kata2 Wah 22:11 akan terjadi. Kita harus bersedia meng-hadapi kelimpahan dosa dan kejahatan sambil tumbuh makin pesat dalam kesucian. Termasuk hidup nikah orang beriman juga kena akibatnya. Kalau hidup nikah tidak dipelihara dalam Kris-tus dengan cara2 Alkitabiah, akan kena tsunami dosa yang dahsyat itu (juga persekutuan tubuh Kristus jadi bengkok dan berubah ke jalan lebar) dan rohani akan rusak dan hancur, tidak bisa ikut dalam pengangkatan bahkan sangat celaka sebab hilang keselamatnnya. Ni-kah yang suci dan bahagia adalah sa-lah satu indikator penting dari tingkat rohani seseorang. Sekalipun satu pihak jahat, pernikahan harus tetap diper-tahankan, tidak boleh bercerai. Kalau ada satu pihak yang betul dengan Kri-stus masih bisa ber-tahan sampai ter-akhir, asal terus di-pimpin Roh dan hi-dup benar.

Jangan tunggu rusak karena akibat dosa tetapi mulai sekarang hidup nikah masing2 harus dipelihara dan terus ditumbuhkan  dalam kesucian dan ka-sih Kristus, juga setia dalam perseku-tuan tu-buh Kristus dalam kesucian dan kasih 1Yoh 1:7.

Nyanyian:

I. Heranlah 2x Yesus buat saya,

Penghibur rajaku, Hu maha kuasa

Selamatkan lindungi dari semua dosa

Mengherankan Penebusku puji Hu

II. Heranlah 2x Yesus buat saya,

Bertumbuh, bertambah, p’nuh keme-nangan

Yang baru yang indah dikerjakanNya

Berjalan dengan Tuhan sungguh ajaib.