M3568 – Markus9:23 Lompatan Iman (18Nov’12)

Download MP3 Khotbah: M3568

I. APA?

Yaitu melompat maju dan tinggi dalam segala bidang dengan iman kepada Tuhan Yesus, hasilnya besar dan indah sesuai dengan janji Allah, tetapi bukan karena tamak, iri, ingin puji, ingin kehormatan atau keinginan-keinginan duniawi/ daging lainnya, melainkan untuk melakukan kehendak Allah Mat 7:21.
Mengapa kita belajar hal ini dari Firman Tuhan? Sebab ini dijanjikan Tuhan karena ini adalah wajar bagi orang-orang beriman:

  • Karena Allah beserta kita Rom 8:31, Mat 1:23.
  • Dengan iman kita mengalahkan dunia, ini berarti untuk menghadapi semua problem yang ada di dalamnya 1Yoh 5:4.
  • Allah itu maha besar, sebab itu anak-anak Allah itu juga orang besar di hadapan Allah dan bisa berbuat perkara-perkara yang besar dengan Allah Maz 60:14. Meskipun Elia (dan kita) adalah orang biasa, tetapi sebab doa, Elia menjadi luar biasa (juga kita) Yak 5:17-18.

II. CATATAN

Lompatan iman ini bukan dari manusia tetapi karena Allah. Misalnya Petrus yang tidak terdidik (para ahli mengatakan Petrus adalah orang yang buta huruf) bisa menggerakkan massa sampai bertobat dan 3000 orang dibaptiskan, sehingga orang-orang besar Yahudi keheran-heranan dan kagum Kis 4:13. Ini bukan karena kehebatan Petrus, tetap sebab dengan pimpinan Roh, Petrus membuat lompatan iman yang besar.
Kita bisa melakukan lompatan besar karena Tuhan, bukan karena diri kita sendiri, bukan karena dilatih, atau sugesti atau karena menggali kemampuan yang terpendam (misalnya kemampuan seni, kemahiran, atau kemampuan otak yang menurut para ahli belum dipakai semua, baru 2-5% saja dll).
Tetapi lompatan ini juga bukan karena kehebatan otak manusia yang dipakai lebih banyak, bukan! (memang Tuhan yang membuat manusia yang luar biasa sehingga dengan akal dan tehnologinya manusia bisa mencapai bulan, bahkan Mars), tetapi manusia tidak bisa mencapai Surga; sehebat-hebatnya manusia tetap hanya sampai di Neraka. Sekalipun meraih hadiah nobel atau juara-juara lain, lompatannya tetap hanya sampai Neraka. Tetapi lompatan iman ini terjadi dengan Allah untuk di dalam dunia ini dan dalam kekekalan sampai dalam Surga. Hasilnya luar biasa dalam dunia, lebih-lebih dalam kekekalan.

III. SYARAT-SYARAT LOMPATAN IMAN

Lompatan iman ini bukan karena kebetulan atau ngawur atau semau kita sendiri, tetapi ini dijanjikan Allah namun ada syarat-syaratnya. Syaratnya adalah hidup yang berkenan pada Tuhan Kol 1:10, maka Tuhan akan memberikan lompatan iman yang besar dan heran, kalau kita mau menggerakkan dan memakai iman kita.
Syaratnya:

  1. Hidup benar/ suci.
  2. Melakukan kehendak Allah Mat 7:21
  3. Punya iman.

Syaratnya tidak terlalu sulit. Kalau kita memenuhi syarat-syarat ini dan bertindak dengan iman, maka Tuhan yang akan memberi hasil sehingga terjadi lompatan iman yang besar ini. Bagian kita adalah memenuhi 3 syarat ini, maka Tuhan akan memberikan bagiannya dan Tuhan dapat memberi berapa saja, bagi Tuhan tidak ada batasnya dan sama sekali tidak sulit.
Bagi kita tambahan angka nol itu besar artinya, tetapi bagi Tuhan tidak ada artinya.
Ada seorang pegawai toko dimarahi majikannya sebab bonnya salah tulis, kelebihan 1 angka nol. Ia menerima uang 15.000 ditulis 150.000. Mesin kasirnya memberi uang kembali lebih banyak. Ia membela diri dan berkata “kan hanya beda 1 nol, kan tidak ada artinya”. Sebab itu ia dikeluarkan, gara-gara kelebihan 1 angka nol.
Tetapi bagi Allah angka nol tidak ada artinya. Bagi Tuhan memberi berkat dengan angka nol berapa saja tidak ada bedanya. Misalnya 100.000 atau 1.000.000 atau 1.000.000.000 dst, tidak ada artinya bagi Tuhan, itu sama mudahnya. Asal kita memenuhi syaratnya Ia bisa menambahi berapa nol lagi sehingga kita bisa membuat lompatan iman yang besar-besar. Kalau khotbah Petrus yang pertama menghasilkan 30 orang itu sudah bagus, tetapi bagi Tuhan tidak sulit menambahi dengan 2 nol lagi sehingga menjadi 3000 dan Petrus membuat lompatan iman yang besar.
Ini juga bisa diterangkan sbb. Tuhan memberi hujan lebat, tetapi ada orang yang mendapat air hanya 1 cangkir, yang lain menadah dengan drumnya mendapat satu drum, yang lain lagi membuka kolamnya dan ia menerima air satu kolam penuh. Bagi Tuhan sama saja memberi air satu cangkir atau satu drum atau satu kolam. Alat-alat ini (cangkir, drum, kolam dsb) adalah gambaran dari kemampuan kita. Jadi tergantung dari kemampuan kita, kita bisa menerima berapa banyak dari Tuhan. Bagi Tuhan yang maha besar dan yang maha kuasa sama sekali tidak ada kesukaran; Perhatikan kemampuan kita menerima uang, sukses, puji, jiwa-jiwa dll dan buatlah lompatan yang besar-besar, asal kita memenuhi syarat-syaratnya, tidak sulit. Ini dijanjikan Tuhan, disediakan bagi orang yang bisa percaya, tidak ada yang mustahil bagi Allah Luk 1:37 dan bagi kita yang bisa percaya Mar 9:23. Allah tidak pernah gagal tetapi Tuhan menghendaki kita berhasil! Buatlah lompatan iman yang besar-besar! Baik dalam hal-hal jasmani (sehat, nafkah, keuntungan, angka-angka sekolah dll) dan hal-hal rohani (memenangkan jiwa, memberitakan Firman, mujizat dll).

III.A. HIDUP SUCI

(Perhatikan beda antara benar dan suci). Sejak baptisan air kita diampuni, dilepaskan dari ikatan dosa dan menguburkan hidup lama diganti hidup baru dengan Kristus Rom 6:4. Sejak itu kita harus memelihara hidup tetap dalam kesucian dan berkenan pada Tuhan dan pada manusia 1Tim 4:12. Ini kunci-kunci hidup seperti Kristus yaitu hidup benar dalam berkata-kata (kemudi hidup Yak 3:2) segala kelakuan, dengan kasih dan dipimpin Roh, dengan iman dan kemurnian, tulus. Ini kunci-kunci untuk bisa hidup di relnya Tuhan. Sejak baru mulai dibaptis, biarlah kita hidup sesuai dengan Firman Tuhan dalam segala segi hidup kita dan terus bertumbuh makin seperti Kristus. Jangan lupa TPKR (Tujuh Pokok Kebutuhan Rohani) yang bisa kita miliki atau lakukan kalau kita tinggal dalam Kristus Yoh 15:5, Kis 2:42.
Hidup seperti ini, dalam ril Tuhan adalah hidup yang senang dan puas, indah sekali juga akan mengalami rencana-rencana Allah yang indah seperti Yusuf.

III.B. MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH Mat 7:21

Kita ini milik Allah 1Kor 6:19, kita wajib, harus melakukan kehendak Allah. Ini justru menjadi tujuan hidup kita, hidup untuk Tuhan, itu hidup untuk kerajaan Surga. Kalau kita melakukan kehendak Allah maka kita menjadi kaya di Surga, besar dan mulia dalam Surga. Ini tujuan hidup yang betul. Untuk apa mendapat semua kecukupan atau kelebihan di dunia tetapi tidak mendapat apa-apa di Surga, sebab tidak masuk di dalamnya, itu sia-sia di atas segala kesia-siaan Mat 16:26. Kalau kita menjadi besar di Surga, besar di hadapan Allah, maka di dunia kita juga dipelihara, dijamin seperti orang besar Allah dan pasti tidak kekurangan apapun bahkan limpah. Kalau orang besar dunia misalnya Walikota, duta besar suatu negara, kita tidak pernah berpikir bahwa mereka kekurangan uang untuk hidup sehari-hari, dan untuk pergi ke mana-mana pasti ada mobil yang baik. Apalagi kalau kita menjadi orang besarnya Allah, kita akan dipelihara dan dijamin oleh kerajaan Allah, luar biasa!
Orang yang tujuan hidupnya di dunia (kaya, besar, pintar, terhormat dll) itu hidup hanya berarti di dunia. Orang seperti ini harus cerdik, berani, lihai bahkan biasanya juga berdusta dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya dengan limpahdan seringkali rohaninya dikorbankan sebab mengejar sukses di dunia yang hanya 70-80 tahun saja, danlebihnya sia-sia Maz 90:10. Sebab itu hiduplah untuk Kristus, untuk melakukan kehendak Allah. Biar ini sungguh-sungguh menjadi kerinduan dan tujuan utama hidup kita, melakukan kehendak Allah sehingga kita makin besar di Surga, maka di dunia Tuhan pun akan memberi perlengkapan yang sesuai dengan kemampuan kita.
Jangan tamak atau serakah dengan perkara-perkara yang fana, hanya 70-80 tahun, jangan sampai kehilangan yang kekal.

III.C. PUNYA IMAN

Orang beriman harus punya iman yang makin lama makin besar Luk 7:9; 17:5, 2Kor 10:15, Mat 8:10; 15:28. Sebab kita menerima sesuai dengan iman kita Mat 8:13; 9:29. Kalau iman kecil atau tidak punya iman, tidak dapat apa-apa Yak 1:6. Orang beriman itu hidup dengan iman 2Kor 5:7. Hidup dengan iman itu hidup yang luar biasa, kita bisa membuat lompatan iman, mendapat janji-janji Allah sesuai dengan iman dan lompatan iman kita.
Iman itu yakin akan janji-janji Tuhan yang belum tampak, tetapi dengan iman pengharapan ini bisa diwujudkan Ibr 11:1, sehingga kita bisa mendapatkan janji Tuhan dan itu lompatan iman, misalnya sembuh dari sakit, melompat menjadi sembuh. Nafkah dari kurang menjadi cukup bahkan lebih. Pelayanan dari gagal menjadi berhasil. Dari susah menjadi senang, dari tidak bisa menjadi mahir, semua ini lompatan iman asal kita punya iman akan janji-janji Firman Tuhan yang menjanjikannya kepada kita. Sebab itu dengan iman yang cukup kita bisa melakukan perkara-perkara yang besar dan tidak ada perkara yang mustahil bagi Allah Luk 1:37 (memang DIA maha kuasa) tetapi bagi kita juga tidak ada yang mustahil, sesuai dengan iman kita Mrk 9:23. Kita bisa melakukan perkara besar karena Tuhan bekerja di dalam kita, tetapi kita yang harus menekan tombol iman, baru terjadi. Sekalipun Allah maha besar dan maha kuasa tetapi kalau kita tidak menekan tombol iman itu, tidak terjadi apa-apa dan kita tidak mendapat apa-apa! Allah bekerja dengan luar biasa dan memberikan lompatan iman yang besar kalau kita menggerakkan iman kita. Seperti Yusak menggerakkan imannya dan terjadi perkara besar, lompatan-lompatan iman yang besar, matahari dan bulan berhenti beredar Yus 10:12 sehingga Yusak dan Israel mendapat hari yang lebih panjang sampai mereka mengalahkan semua musuhnya. Ini lompatan iman yang besar. Matahari dan bulan adalah tanda waktu yang diberikan Allah Kej 1:24 dan satu kali akan dilepas kembali Yes 30:26 sehingga kita akan mulai memasuki era kekekalan yang penuh rahasia tetapi sangat panjang dan indah untuk abadi. Yusak bisa mengalami perkara yang sangat besar sebab ia bertindak dengan iman dan membuat lompatan iman yang besar. Pencet tombol iman dan buatlah lompatan iman yang besar dan indah sesuai Firman Tuhan. Hadapi semua perkara jasmani dan rohani, lalu ingatlah janji apa yang Allah sediakan bagi kita (Roh Kudus akan menolong mengingatkannya Yoh 14:27) lalu sesudah yakin, bertindaklah dengan iman dan kita akan menerima sesuai iman kita. Kalau belum yakin jangan melangkah dengan iman dahulu. Selidiki janji Allah sampai yakin lalu baru bertindak dengan iman, kita akan membuat lompatan iman.

IV. MENGHADAPI KESUKARAN NAFKAH

Ingat persiapan:

  1. Hidup suci.
  2. Lakukan kehendak Allah.
  3. Punya iman.

Apakah kekurangan kita karena ada dosa atau rencana-rencana dll yang tidak diperkenan Tuhan? Bertobatlah. Sebab Allah tidak mau bekerjasama dengan orang yang hidup dalam dosa (meskipun kadang-kadang mau untuk sesaat seperti Simson, tetapi bukan untuk selamanya). Bersihkan segala dosa-dosa yang ada dan sekalipun masih dalam kekurangan dan kesukaran nafkah atau uang jangan bereaksi dosa. Percayalah Allah tidak pernah salah. Jadi kalau ada dosa, salah atau tidak mengerti itu ada pada kita. Periksa diri, tetap hidup suci, berpada (puas dengan apa yang ada 1Tim 6:8) jangan terikat dengan segala kekayaan dunia dan yang fana, juga perlu hidup hemat, tidak boros, lebih-lebih untuk hal-hal dosa dan yang sia-sia. Juga kita harus mencari kerajaan Surga dan miliki kebenarannya lebih dahuludalam hidup kita Mat 6:33. Jangan lupa tujuan hidup yang betul itu menjadi kaya, mulia, besar, indah di Surga, sebab melakukan kehendak Allah, bukan menjadi besar di dunia.
Kalau semua beres, hati kita tidak menyalahkan kita, ada sejahtera, mintalah dengan iman kepada Tuhan seperti Yusak minta pada Tuhan, yakin ini sesuai dengan kehendak Tuhan. Minta, cari, ketuk Mat 7:7, maka Tuhan akan memberi, membuka pintu dan kita akan mendapatkannya. Terus berdoa dalam Roh dan minta pimpinan Roh Kudus. Hiduplah dengan sejahtera Allah Flp 4:7, sebab itu berarti berjalan majudi rel Tuhan dan dengar pimpinan Roh, apa yang harus kita perbuat. Kalau belum ada hal-hal baru, lakukan pekerjaan rutin dengan tekun dengan sejahtera (sebab kalau ada sejahtera Allah itu berarti Tuhan setuju, teruskan dengan baik-baik). Tuhan sanggup mencukupi kita bahkan limpah asal kita tidak berdosa dengan uang, tidak sombong, tidak cinta uang, bisa memperalat uang untuk hidup bagi Kristus.
Memang kalau kita lebih banyak berdoa dalam Roh dan kebenaran, itu sangat menolong untuk segala-galanya dan juga terus tekun belajar Firman Tuhan, baik yang rutin setiap hari, dalam kebaktian dan dalam semua kesempatan yang ada, sebab lebih banyak mengerti Firman Tuhan dan lebih banyak berdoa dalam Roh dan kebenaran (berarti tetap hidup suci) akan sangat menolong kita lebih cepat dan lebih jelas mengerti kehendak Tuhan dan punya iman untuk bertindak. Juga kalau ada hal-hal lain lagi yang Tuhan ingin jelaskan, biasanya kita bisa mengerti lewat doa, belajar Firman Tuhan dan di kebaktian atau nasehat dan pelayanan dalam Roh lewat saudara-saudara seiman lainnya (tentu ini harus selalu di check dengan Firman Tuhan).
Kadang-kadang Tuhan menghendaki kita membuat perubahan atau terobosan, tetapi jangan dari diri kita sendiri, sebab risikonya terlalu besar, minta pimpinan Roh Kudus.
Kalau kita berjalan dengan Tuhan dengan Firman dan Roh Kudus, maka segala yang kita perbuat itu dipimpin Roh dan semuanya akan beruntung, baik jasmani dan rohani Maz 1:3.
Juga dalam penyakit, ini kesempatan yang limpah, baik untuk diri kita sendiri dan untuk orang lain. Percayalah bahwa adalah kehendak Tuhan kita untuk hidup sehat 3Yoh 2, 1Pet 2:24, Firman Tuhan tidak pernah berubah. Jangan iman kita dibelenggu oleh akal, bantuan medis, pengalaman-pengalaman yang gagal, malu, takut mati tetapi jangan mencobai Tuhan. Jangan dengan alasan iman, menuruti daging tetapi sebetulnya mencobai Tuhan (misalnya kencing manis belum sembuh, makan berlebih-lebih dengan iman, padahal sebab tidak mau menyangkal diri).Orang yang punya pengertian Firman Tuhan lebih banyak itu lebih untung tidak bingung dan tidak ngawur. Doakan orang-orang sakit di sekitar kita, terimalah kesembuhan Tuhan dengan iman, buat lompatan iman yang besar-besar untuk kemuliaan nama Tuhan. (Untukorang beriman perlu periksa diri, untuk orang dunia perlu percaya. Adalah kehendak Tuhan untuk hidup dengan iman dan membuat lompatan iman).
Juga dalam pelayanan, pakai iman, berjalan dalam Roh dan kerjakan dengan betul, jangan lupa persiapan tadi. Jangan lupa, kita menerima hasil sesuai dengan iman kita dan sesuai dengankemampuan kita (misalnya harus bisa tahan kalau dipuji dan diberkati limpah, tidak sampai berdosa).

KESIMPULAN

Bagi Tuhan angka nol tidak berarti. Dia bisa menambahkan berapa saja yang kita perlukan, istimewa untuk melakukan kehendak Allah. Siaplah melakukan perkara-perkara besar dengan rendah hati untuk memuliakan Allah dan menyelamatkan jiwa-jiwa. Selalu siap dengan hidup suci, dengan tujuan Surga dan hidup dengan iman yang makin besar, maka kita akan bisa membuat lompatan yang besar dengan Tuhan, oleh Tuhan dan untuk kemuliaan nama Tuhan saja.
Nyanyian:

  • Dengan imanku, kuhadapi semua.
  • Percaya saja 2x, percaya Dia bri kita menang