M3546 – Titus 3:2 (TL), Kejadian 39:6 (TB), Yakobus 3:17, 1Petrus 2:18 Sikap yang Manis (5Ags’12)

Download MP3 Khotbah: M3546

I. DEFINISI

Sikap yang manis adalah sikap yang dengan tulus, maumenjadi berkat, me-nyenangkan dan manis dalam meng-hadapi orang2.
Ini bukan salah satu tabiat baru, tetapi adalah kombinasi dari hampir semua tabiat2 ilahi, sehingga menghasilkan suatu sikap yang manis dan tulus yang memberkati orang2 yang dihadapinya.
(dalam batas2 yang sesuai dengan kemampuan orang2 itu menerima sikap yang manis ini. Sikap Tuhan Yesus jadi berkat bagi hampir semua orang, tetapi bagi orang2 Parisi dan Imam yang waktu itu tidak mau bertobat, belum menjadi berkat, belum menyenangkan. Tetapi juga terhadap orang yang tidak betobat ini, kita masih punya belas kasihan dan mengharapkan pertobat-annya).
(Kalau tabiat2 baru itu semuanya sudah matang, seperti Kristus, maka itu ber-arti orang itu sudah menjadi sem-purna!).
Orang2 yang hidup dalam tabiat baru akan bersikap manis pada orang se-kitarnya. Kalau sikapnya jahat, kejam, tidak baik, pasti orang itu tidak hidup dalam tabiat yang baru sekalipun orang Kristen.
Jadi orang2 Kristen, makin seperti Kristus, maka sikapnya akan makin manis dan semua orang di dekatnya akan merasakan terang dan asinnya.
Sikap ini adalah hasil dari tabiat2 baru seperti rendah hati, jujur, berpada, suci, tulus, syukur, bertanggungjawab, kasih, sukacita, sabar, murah hati, kebaikan, mengampuni, setia, lemah lembut dst, hampir semua tabiat baru.
Jadi orang2 beriman diharapkan bisa bersikap manis bagi semua orang2 didekatnya, kapan saja, dimana saja dan dalam hal apa saja.
Manusia itu bisa diumpamakan seperti bola berduri (Kis 26:15) dan bola (biasa). Orang yang sikapnya manis bisa diumpamakan seperti bola, senang dipeluk tetapi kalau tidak senang diten-dang, lainkali diambil lagi, tetapi bola itu sama saja, tidak protes, benci, dendam dll. Tetapi bola berduri kalau ditendang, sakit sendiri! Lain kali sudah kapok.

II. SYARAT UNTUK BISA BERSIKAP YANG MANIS

  1. Lahir Baru Tanpa ini, orang tetap hidup lama sekalipun baik, tetapi hidup dalam daging. Sebagian sifat2 yang baik mungkin mirip dengan tabiat baru (Kristus) tetapi dihadapan Allah orang ini :a. Segala kebenarannya seperti kain larah Yes 64:6.
    b. Tidak baik Luk 18:19.
    c. Tidak diterima di Surga, sebab ini anak iblis 1 Yoh 3:10. Sebab itu setiap orang yang mau masuk Surga harus percaya Tuhan Yesus, harus lahir baru Yoh 3:3,5 dan tumbuh seperti Kristus.
  2. Mau mengampuni termasuk juga musuhnya, meskipun mereka belum mengakui kesalahannya dan belum minta maaf serta belum membereskan salahnya Mat 6:14-15. Orang yang tidak mengampuni, dosa-nya sendiri tidak diampuni bahkan yang sudah diampuni dihidupkan kembali dan itu berarti keselamatannya hilang! Mat 18:35. Orang yang tidak meng-ampuni hatinya penuh dengan dendam dan kepahitan, biasanya orang yang pahit hatinya itu penuh dengan penyakit yang sulit sembuh, sebab tidak bisa membuang kepahitan yang menjadi penyebabnya.Di dunia orang yang mengampuni itu rugi, tetapi sesudah mati pahalanya tidak hilang untuk selamanya! Sebab itu orang yang mengampuni itu untung, sambil cerdik (Mat 10:16) supaya jangan menderita karena kebodohan.
  3. Pikul Salib Untuk bisa bersikap manis, harus bisa menyangkal diri dan pikul salib. Harus lekat pada Kristus (sesudah lahir baru, baru ada kekuatan untuk bisa pikul salib).
  4. Punya tujuan hidup yang betul yaituselamat dalam Kristus Kej 49:15. Kalau tujuan kita Surga, maka menderita karena Kristus itu untung Rom 8:17-18, tetapi kalau tujuannya di dunia, menderita karena Kristus itu rugi.
  5. Suka berdoa syafaat dalam Roh dan kebenaran. Orang seperti ini akan punya kasih, sebab diisi oleh Roh Kudus Rom 5:5.Meskipun sikap Lot tidak baik, tetapi Abraham tetap mengasihinya, itu tampak dari bagaimana Abraham bersyafaat untuk Lot dalam Kej 18. Doakan orang2 yang sudah kita layani, bawa di hadapan hadirat Allah dengan mendoakannya dalam Roh Rom 8:26,27, maka namanya naik ke hadirat Tuhan dan Tuhan akan menolong me-reka seperti Tuhan menolong Lot dan keluarganya lepas dari hukuman Sodom yang dahsyat. Tetapi sebab Lot tidak mau bertobat, maka ia tetap binasa. Petrus didoakan oleh Tuhan Yesus, luput dari kehancuran dan selamat Luk 22:23. Sikap yang manis itu selain di hadapan orangnya, juga sesudahnya difollow up dalam doa syafaat dalam Roh dan kebenaran.
  6. Tanda2 lain dari tabiat2 baru dari Kristus adalah:a). Tidak bercampur dosa, sekalipun belum mahir. b). Ada sejahtera Allah mengawali hatinya bahkan bisa bersukacita Fil 4:4,7.c). Akhirnya masuk surga, meskipun tingkatnya tidak sama satu sama lain.
  7. Dan lain-lain

Ini syarat2 minimal untuk bisa punya sikap yang manis.

III. PUNYA PENDIRIAN

Dalam dunia ada istilah:
Asal bapak senang. Dengan kata lain ia akan menuruti kehendak bapak atau orang2 didekatnya supaya mereka senang, ini sikap manis dari dunia, asal bapak senang. Tetapi orang2 baru harus punya pendirian.
Kita berusaha jadi berkat bagi orang lain, tetapi tetap punya pendirian, tidak ikut dalam dosanya, tetapi menya-lahkan dosa2nya Ef 5:11. Tetapi ini tidak dilakukan sebagai hakim tetapi sebagai saudara, dengan kasih ingin menyelamatkannya. Yak 4:11-12. Tidak dengan sombong dan merendahkannya sebab salah dan kita yang betul, tetapi ingin “menebus”nya seperti Musa Kel 32:32 atau seperti Paulus Rom 9:3. Ini sikap yang manis, ada kasih untuk “menebus” kebanyakan dengan sikap seperti ini (kasih) mereka bisa dan mau ditegur. Tetapi kalau ditegur karena sombongatau sebagai hakim, itu lebih sakit, seringkali mereka tidak bisa menerima. Sebab itu kita harus belajar tumbuh dalam pengertian Firman Tu-han (belajar terus menerus makin lama makin banyak belajar) dan dipimpin Roh sehingga kita punya pendirian yang betul dan lengkap tetapi juga penuh dengan kasih Kristus maka sikap kita bisa betul dan manis. Ini sikap yang manis.

IV. MENJADI BERKAT

Sikap yang manis ini bukan hanya “tidak berduri” tetapi juga jadi berkat. Tuhan melahirbarukan kita bukan saja supaya kita masuk surga (Yoh 3:3,5) tetapi juga jadi garam dan terang Mat 5:13-16 bagi orang disebelah kita Luk 10:27. Kalau kita jadi terang, maka orang yang di dalam gelap, melihat terang dan tahu jalan keluar dari kegelapan, paling sedikit bisa ikut kita sehingga keluar dari kegelapannya dan pindah ke terang, selamat Mat 4:16.
Mereka diselamatkan sebab kesaksian dan hidup kita yang jadi berkat seperti terang. Beritakan kabar kesukaan dalam Kristus, maka mereka bisa keluar dari kegelapannya, tahu jalan selamat, kalau mereka mau keluar, menurut berita kesukaan ini, mereka akan selamat.
Juga kita menjadi garam yaitu meng-asinkan mereka dengan nasehat, nubuat (1Kor 14:3) dengan memberi peng-hiburan, beri pertolongan, pemberian kasih, memberi sejahtera Luk 10:5-6 baginya.
Ini bukan saja berkata sejahtera, tetapi memberi kebenaran2 Firman Tuhan untuk nasehat, penghiburan, jalan ke-luar, menguatkan iman. Kalau mereka mau mentaatinya maka sejahtera itu tinggal di dalam mereka, jadi milik mereka dan mereka tertolong dan keberkatan. Tetapi kalau mereka tidak mau, berkat itu kembali pada kita, mereka tidak dapat apa2 sebab tidak mau percaya. Meskipun mereka tidak mau menerimanya, tetapi kita sudah melakukan tugas kita dan kita diberkati Tuhan, tambah berkat dan sejahtera.
Sikap manis orang dunia hanya ucapan selamat dan berkat, tetapi sikap manis orang beriman, sikap manis yang benar yang betul2 bisa jadi berkat 1Tes 5:3. Bagaiman kita bisa menjadi berkat? Dengan memberi Kristus, sebab Tuhan Yesus yang diterima, Dia pasti bisa jadi berkat bagi orang yang menerima. Sebab itu sikap manis itu jangan ber-henti sampai kata2 dan sikap tetapi juga doakan. Mintakan supaya Tuhan Yesus masuk dalam hati dan rumah tangganya dan Tuhan Yesus bisa jadi berkat untuk segala perkara. Kalau kita sendiri yang jadi berkat, biasanya hanya dalam satu segi hidup saja, tetapi karena yang kita bawa adalah Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus bisa jadi berkat bagi orang itu dalam segala hal, sebab Dia sanggup, mampu dan mau memberkati setiap orang yang mau percaya dan bertobat kepadaNya. Kalau orang itu sakit, susah, dalam penderitaan, pro-blem, ajak berdoa dengan iman kepada Tuhan Yesus, maka doa orang benar yang disertai iman akan menjadi berkat bagi orang itu Yak 5:15-16. Saling mendoakan, juga bagi orang yang lebih senior seperti Daud dibantu oleh anak buahnya sehingga selamat, lepas dari kematian oleh Abisai bin Zeruya yang mengalahkan Yisbi Benob dari bani Rafa. Kalau kita berdoa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kita memeteraikan berkat dan pertolongan itu dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan kalau dipercayai akan jadi berkat bagi orang itu. Betapa indah, sikap yang manis bisa jadi berkat bagi siapapun, asal mau percaya pada Tuhan Yesus Kristus yang kita beritakan.
Kalau kita jadi berkat seperti Abraham Kej 12:2 maka kita akan makin keberkatan, lebih keberkatan Kis 20:35. Sikap manis ini, istimewa karena menjadi berkat dalam segala perkara.

V. SIKAP MANIS SEPERTI YUSUF KEJ 39:6 (TB)

Yusuf itu orang yang baik dan manis sikapnya KJI.
Seluruh rumah dan harta Potifar dipercayakan penuh kepada Yusuf. Yusuf dijadikan penguasa atas seluruh rumah Potifar. Yusuf bisa dipercaya begitu rupa sampai semua diserahkan kapadanya. Potifar tidak sembarang percaya, apalagi ini budak dan orang asing, tetapi ia melihat bahwa Yusuf bisa dipercaya dan rumahnya keber-katan karena Yusuf Kej 39:2-6. Mes-kipun demikian Yusuf tidak menjadi penguasa yang semaunya sendiri, tetapi tetap bersikap manis.
Biasanya dalam dunia anak yang disayang2 jadi manja dan itu berarti tabiat buruk yang sama dengan kurang ajar.
Dalam perusahaan atau pemerintahan, orang yang dipercaya penuh seringkali sikapnya menjadi ber-raja di hati, semaunya sendiri, yaitu menuruti daging, kedagingan 2Pet 2:10. Sebab sudah dipercayai dan diberi kuasa atau wewenang, lalu bertindak semaunya sendiri. Tetapi Yusuf tetap bersikap manis, tidak semaunya sendiri, sebab orang yang bersikap manis dari Tuhan itu tidak bercampur dosa, tetap me-nyangkal diri, takut akan Tuhan dan berkenan pada Tuhan tidak berkenan pada dirinya sendiri. Sebab itu selagi waktu kecil, waktu besar, waktu di-percaya dan waktu ditinggikan, biarlah sikap kita tetap manis seperti Yusuf, baik dalam hidup sekuler (pekerjaan, sekolah dll) dan juga dalam pelayanan, dalam rumahtangga dan dimana saja, sebab berkenan pada Tuhan itu dimana saja, kapan saja, dalam hal apa saja dan semua dicatat Tuhan dan semua mengikutnya selamanya Wah 4:13.

VI.TITUS 3:2 SIKAP MANIS DAN LEMAH LEMBUT KEPADA SEMUA ORANG

Sikap manis dalam dunia itu lemah lembut dan manis pada oran2 yang disenangi dan dicintai, tetapi pada orang yang tidak disukai, dibenci ia jadi garang bahkan jahat (buas) dan kasar, bukan lemah lembut. Tetapi orang yang sikap manis dalam Kristus lain, seperti disini, manis dan lemah lembut pada semua orang termasuk juga yang jahat dan yang membencinya. Kadang2 ini juga terjadi pada suami atau istri sendiri, anak, orangtua atau orang2 dekat lainnya. Sikap manis dari tabiat baru, itu juga pada orang2 yang menjengkelkan dan yang jahat pada kita, sebab kita mengampuninya dan menyangkal diri, mematikan daging yang suka bereaksi jahat. Ampuni dan berkati, maka kita bisa bersikap manis pada semua orang, juga yang jahat pada kita!
Tanyakan pada orang dekat atau sahabat kita, bagaimana sikap kita, manis atau tidak, sebab kadang2 kita tidak tahu sikap atau kekurangan kita, orang lain bisa melihat lebih jelas Mat 7:2-5.

VII. YAK 3:17 SIKAP MANIS KARENA KEBIJAKSANAAN DARI ATAS

Kalau seorang bijaksana dari atas, sesuai dengan Firman Tuhan (ini hasil seorang dipimpin Roh, selalu bersikap bijaksana dari atas) itu murni (tulus dan tidak ada maksud2 tersembunyi. Kalau ada maksud2 tersembunyi, sikapnya bisa manis sekali tetapi kalau mak-sudnya tidak tercapai, bisa berubah jadi jahat sekali). Apa pertimbangan kebi-jaksanaan dari atas? Hidup berkenan pada Tuhan, sesuai dengan Firman Tuhan! Orang yang punya kebijak-sanaan dari atas akan punya sikap manis yang murni, tidak munafik, suka berdamai (tidak benci, membalas dendam dll) penuh belas kasihan, juga hebat pada mereka yang jahat dan hidup dalam dosa (sebab mereka akan kena murka Allah yang dahsyat!). Juga penuh denganbuah2 lain yang berkenan pada Tuhan. Semua yang dilakukan yang berkenan pada Allah itu me-numbuhkan rohaninya, serta ada pahala kekal mengikutinya se-lama2nya. Ja-ngan sikap manis karena kebijakan dari bawah (sebab uang, hormat, kedudukan, kesukaan daging dll).

VIII. MAJIKAN YANG SIKAPNYA MANIS, 2Pet 2:18.

Majikan itu sekalipun jahat asal tertib, jujur, tidak kikir masih bisa dihargai. Tetapi majikan dalam Tuhan itu sikapnya harus manis sebab takut akan Tuhan dan Tuan dari majikan dan hamba itu sama Kol 4:1. Juga pegawai hendaknya bersikap manis dengan tulus bukan pura2 seperti Yusuf Kol 3:23-24. Lebih2 pimpinan, atasan atau majikan di dalam Tuhan, karena Kristus harus bersikap manis tetapi juga cerdik, tertib dan mendidik.
Hidup dalam pekerjaan sekuler itu juga menumbuhkan rohani kita, kalau kita taat akan Firman Tuhan; sebab itu kita juga butuh pekerjaan Roh Kudus dan juga ada pahala yang kekal, kalau kita hidup benar seperti Kristus sebab ini membutuhkan semua sifat dan kekuatan rohani.

KESIMPULAN

Orang beriman yang seperti Kristus akan bersikap manis di hadapan Tuhan, tabiat ilahi. Ini akan menjadi berkat dan menyealmatkan orang2 di dekatnya makin seperti Kristus makin manis, tetapi tetap punya pendirian, tidak seperti sikap manis dalam dunia. Semua kemanisan kita karena Kristus tidak sia2, itu melatih kita terus menyangkal diri, taat akan Firman Tuhan sehingga tumbuh makin seperti Kristus (ini menjadikemuliaan yang kekal) dan pahalanya mengikut kita untuk abadi. Biar kita bersikap manis istimewa untuk anak, istri, suami, orang2 dekat kita yang selalu ada di dekat kita 24 jam setiap hari dan juga untuk semua orang lain, termasuk yang tidak patut menerimanya.