TE.NEWS: Pelajaran tentang Pengampunan

Ternyata sandal jepit juga bisa menjadi suatu kasus yang menarik untuk diperhatikan. Berdasar harian Kompas online (kompas.com), pada awal tahun baru ini (5 Jan 2012) aktivis dari Posko 1.000 Sandal Jepit menyerahkan sekitar 100 sandal jepit kepada Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal Timur Pradopo. Penyerahan sandal jepit itu merupakan sindiran terhadap aparat penegak hukum, khususnya Polri, dalam menegakkan hukum. Total sandal jepit yang berhasil dikumpulkan sekitar 1.300 pasang.
Terlepas dari kasus tersebut, kita sebagai orang beriman mendapat suatu pelajaran berharga di awal tahun yang baru ini. Masalah yang tampak sepele ternyata bisa jadi sangat besar bahkan sampai menarik perhatian seisi nusantara. Andaikata orang itu menegur dan menyalahkan anak yang memang bersalah, dan kemudian mengampuninya, maka semuanya akan beres, tidak ada masalah apa-apa lagi. Perkara yang besar ini terjadi hanya karena tidak mau atau tidak bisa mengampuni. Tetapi kalau kita mau mengampuni, banyak perkara bisa selesai dengan baik.
Demikian juga dalam setiap kehidupan orang beriman, masalah yang ringan bisa menjadi masalah serius apabila disikapi dengan cara yang salah, misalnya karena tidak mau mengampuni seperti yang terjadi dalam kasus ini. Kehidupan orang beriman di dalam dunia ini tentu tidak bisa terlepas dari masalah. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita memerlukan pengampunan yang limpah, pengampunan yang tulus dari hati yang penuh kemurahan, sama seperti Allah yang adalah murah hati Luk 6:35-36. Pengampunan memang bukan suatu hal yang mudah. Namun ini bukan menjadi alasan bagi orang beriman untuk tidak mengampuni. Justru dari pengampunan inilah kita bisa menjadi terang yang benar-benar bersinar bagi sekeliling kita Mat 5:16.
Orang beriman yang tidak mau mengampuni maka dosa orang itu sendiri tidak akan diampuni Mat 6:14-15. Milikilah pengampunan yang benar-benar melimpah Mat 18:22, Luk 17:4.