M3471 – Kejahatan Uang Akhir Zaman dengan Utang (2 Okt 2011)

Untuk segala macam kebenaran Firman Tuhan tentang keuangan, bisa dipelajari dari buku Nafkah dan Keuangan (gereja kita); buku adalah penasehat yang tidak pernah tidur.


Roma 13:8

Jangan berutang apa pun kepada siapa pun, melainkan kasihilah satu sama lain, sebab barangsiapa yang mengasihi orang lain itu sudah menggenapkan hukum Taurat. (KJI)

I. DUA MACAM UTANG


1. Utang untuk modal, masih belum dosa. Seringkali untuk usaha diperlukan uang banyak bisa dengan cara usaha bersama atau andil, bisa juga dengan utang di bank untuk modal dengan jaminan. Sekalipun jaminan cukup, tetap harus betul-betul diperhitungkan kalau rugi, tetap harus bayar. Meskipun untuk modal jangan mudah utang. Apalagi kalau mau bekerja untung-untungan lalu utang misalnya untuk beli saham (high risk) atau proyek-proyek yang tidak tentu, ugal-ugalan, lebih baik tidak,mencegah celaka dan kehancuran jasmani dan rohani! Jangan tamak, jangan ngawur.

Kalau tidak bisa bekerja sendiri, lebih baik jadi pegawai, memang gaji kecil, tetapi tidak ada resiko bangkrut dan utang, minta pimpinan Roh, juga nasehat dari gembala-gembala.

2. Utang konsumtif, artinya dipakai sendiri sampai habis. Tuhan tidak berkenan kita utang untuk hal-hal konsumtif. Misalnya untuk beli baju, ranjang, tour, sepeda motor, pesta kawin, untuk berobat dan meneruskan sekolah (lebih-lebih ke luar negeri) dll. Belajar berpada dan bergantung pada Tuhan, jangan utang. Tuhan sanggup menolong. Kalau perlu tetapi belum ada uangnya, pasti ada sebabnya, sebab Tuhan tahu setiap problem kita dan semua yang terjadi pada umat-Nya tidak ada yang kebetulan. Dalam hal uang, kalau belum ada, kita tetap harus hidup benar, jangan sampai berdosa. Orang yang mau berpada dan tidak cinta mammon Mat 6:24, dengan Tuhan ia akan sanggup menghadapi problem-problem uang. Jangan utang, tetapi budak uang akan sulit menghadapi problem uang; kalau perlu ia berani menghalalkan segala cara, sebab diperbudak oleh mammon dan akhirnya hancur, kecuali bertobat.

Masih ada utang yang bukan dosa atau mengandung penipuan atau kejahatan uang. Misalnya antara orang-orang yang hidup benar dan cinta Tuhan serta saudara-saudaranya. Ia utang karena alasan praktis, misalnya minta tolong saudaranya mengutangi untuk beli sesuatu. Langsung sesudah diberi barangnya ia membayar sebab duka hatinya sama sekali tidak ada pikiran untuk tidak bayar, tetapi langsung mau dibayar dan ia punya uang.

Contoh lain:

Sebaliknya seorang mengalami kesukaran keuangan, lalu adiknya yang jauh lebih kaya memberi pinjaman pada kakaknya, tanpa bunga, jumlah yang sangat besar, kapan saja mau dikembalikan boleh. Ini kerelaan si adik, boleh diterima kakaknya dan si kakak berdoa mohon Tuhan memberkati adiknya dan kalau ia sudah bisa membayar, ia terus mencicilnya tetapi tidak perlu dipaksakan. Semua berjalan baik sebab semua hidup dengan jujur dan dalam kasih Kristus. Ini baik dan tidak ada hal jahat, sebab semua cinta dan takut akan Tuhan. Demikian juga bisa terjadi dalam Gereja, diantara orang-orang rohani. Memang problem timbul waktu ada dosa, baik terang-terangan atau dalam hati, istimewa karena cinta uang, itu akarnya 1Tim 6:9-10.

Di antara orang-orang yang tulus, hidup benar dan penuh kasih Allah, masih tampak utang seperti kasus di atas. Kalau karena alasan praktis, masih bisa, tetapi jangan dibiarkan utang, tetap lebih baik tidak utang, apalagi kalau memang tidak punya uang dan tidak bisa membayar, jangan utang.

Gejala-gejala utang yang bukan merupakan penipuan / kejahatan keuangan justru adalah sebaliknya dari no 1-10 bab III. Misalnya utang karena alasan praktis dengan memperhatikan membayar sebelum tanggalnya dan 100% punya hati yang hendak membayar dan menyediakan secepatnya. Tetapi tetap paling baik jangan berutang tetapi berdoa dan minta pertolongan dari Tuhan (jangan lupa periksa diri) Allah itu Bapa kita yang baik yang memperhatikan segala problem kita 1Pet 5:7.

II. PRINSIP UTANG


A. YANG MENCARI UTANG

Jangan utang Rom 13:8. Kita harus berharap Tuhan dan bekerja untuk nafkah kita 2Tes 3:10. Dan kalau sesuatu terjadi sehingga dibutuhkan uang, itu tidak kebetulan, Tuhan tahu dan siap menolong kita, jangan ragu-ragu akan Bapa kita. Sebab itu jangan utang. Belajar berpada dan minta pimpinan Roh Kudus.

Dalam kekurangan atau kebutuhan, periksa diri, kalau ada keinginan yang berlebih-lebih, tidak mau berpada, bertobat dan berpadalah. Kalau itu betul-betul kebutuhan untuk kelangsungan hidup, sesudah periksa diri dan membereskan mana-mana yang harus dibereskan, berdoalah minta pimpinan Tuhan untuk bekerja mencari uang / nafkah  dengan senyap 1Tes 4:11. Buah dalam musim kelaparan mencari Tuhan, minta pimpinan-Nya. Ia berencana turun ke Mesir seperti bapaknya sebab negeri itu maju dan makmur. Tetapi Tuhan melarang dan menyuruh ia tetap tinggal di Gerar dan Tuhan menyertainya, ia dapat cukup bahkan limpah Kej 26:1-6, 12. Sebaliknya Elimelekh melanggar Firman Tuhan dan pergi ke Moab, negeri orang kafir dan di sana ia dan anak-anaknya di kubur. Minta pimpinan Roh Kudus, jangan jalan sendiri Ia tahu lebih dahulu apa yang terbaik bagi kita.

Kalau belum berhasil, berdoa terus dan bisaminta tolong nasehat dan doa Gembala sidang, mungkin juga ada saudara-saudara yang bisa menolong mencarikan pekerjaan, bukan utang.


B. YANG MEMBERI UTANG

Jangan beri utang, tetapi bantu saudara-saudara yang kekurangan dengan sukarela, sebagai tanda kasih 1Yoh 3:18, bantu memberi roti sehari Mat 6:11. Jangan berutang sebab biasanya:

1. Orang utang itu tidak segan minta jumlah besar, toh utang harus dibayar sehingga tidak malu-malu menyebut angka besar, tetapi kalau ada pemberian, ia harus menerima serelanya.

2. Berani utang jumlah besar tetapi belum tentu bisa membayar. Untuk membayar masih cari-cari, belum tentu dapat, tetapi pokoknya dapat uang dahulu. Kalau ada maksud membayar tidak punya uang, berdoalah. Tetapi lebih baik lagi jangan utang tetapi berdoa sampai dapat uang, ini cara rohani. Ada juga saudara yang percaya, diberi utang dan pembayaran kapan saja, ini pertolongan yang baik, kita bisa bayar kapan saja, tetapi tetaplah jujur dan segera bisa bayar, bayar selekasnya.

3. Kalau ada maksud jelek dalam hatinya kita tidak tahu. Kalau ada maksud dosa, rohaninya rusak, sia-sia kita menolong sebab selanjutnya Tuhan tidak mau menolong orang yang punya maksud jahat.

Kalau tidak ada maksud jahat, Tuhan tahu dan orang itu sendiri tahu, berdoalah. Tuhan akan buka jalan, tentu lebih baik bersiap utang, kalau ada yang mau membantu terimalah dengan syukur apa adanya dan terus berharap Tuhan.

Kalau minta rutin perlu diselidiki (kalau tidak minta, tidak diselidiki) kalau malas perlu diberi nasehat untuk rajin dan percaya pada Tuhan 2Tes 3:10, Mat 6:33. Seringkali perlu ketegasan, apalagi kalau sudah ternyata sering utang dan tidak bekerja dengan baik, berilah roti sehari, tetapi jangan menghukum, benci, tidak senang, melainkan biarlah ada kasih dan belas kasihan Mat 9:13 sebab orang-orang yang seperti ini hidupnya celaka dan kalau terus berdusta, rohaninya akan berantakan dengan segala akibatnya. Ada orang utang karena habis kena tipu. Kalau cari utang. Berdoalah lebih dahulu, periksa mengapa kena tipu sampai uangnya habis, pasti ada sebabnya, karena dosa atau ujian seperti Ayub. Kalau ada salah perbaiki. Kalau ujian, tekun dengan Tuhan jangan sampai gagal yaitu jatuh dalam dosa, bersyukur terus, Tuhan akan tolong. Kalau perlu, minta tolong bantu doa dan nasehat dari pimpinan.

Kalau minta utang untuk modal, lebih baik tolak, sebab dengan keluarga atau saudara seiman seringkali berakhir kacau, pahit dan mengakibatkan perkelahian dan perpecahan untuk seterusnya. Utang di bank lebih baik, meskipun resiko besar tetapi tanggung jawabnya dituntut dengan tertib; kalau dengan keluarga / saudara seiman biasanya sering dianggap ringan, tidak bertanggung jawab dan hubungan persekutuan dalam Tuhan seringkali justru rusak sebab utang dan tidak bayar.

III. UTANG ITU MENJADI DOSA ATAU PENIPUAN DAN KEJAHATAN KALAU:


1. Meremehkan tanggal pembayaran kembali, tidak sungguh-sungguh menggenapi janji. Kalau janji 1 minggu, sampai 1 bulan atau lebih, dibiarkan saja, ini dosa, bohong, penipuan, dusta. Pura-pura lupa ini penipu, bahkan perampok, pelayanannya menjadi najis dan keji di hadapan Tuhan dan dalam perjamuan suci justru kena hukuman 1Kor 11:29. Kalau sudah janji satu minggu, harus ditepati, kalau toh gagal harus mengakui salahnya, minta maaf dan menjanjikan sungguh-sungguh hari yang lain dengan kompromi (kalau boleh) untuk pelunasan.

2. Ada rencana tidak mau bayar, sekalipun hanya dalam hati, Allah tahu ini seorang penipu atau perampok. Bagaimana Tuhan mau memberkati perampok?

3. Cari pemberi utang yang lunak dan tidak sampai menyeret dalam hukum; biasanya orang-orang ini mencari KELUARGA ATAU SAUDARA-SAUDARA SEIMAN, sebab seringkali mereka tidak sungguh-sungguh mau membayar tetapi harap tidak ditindak, ini dusta dan penipuan. Bilang utang pada orang tua, tetapi dalam hatinya tidak akan membayar atau seenaknya, toh tidak dipolisikan, ini perampok, meskipun ini dilakukan pada orang tuanya sendiri.


Ams 28:24

Barangsiapa yang merampas harta benda ibu bapanya serta katanya: Tiada salah! maka orang itu sama dengan penyamun. (TL)


Apalagi utang pada saudara atau keluarga dan tidak mau bayar, itu sama jahatnya seperti kepada orang tua; Juga utang pada Gereja dan yakin tidak dilaporkan polisi, sekalipun sudah memberi persembahan dan perpuluhan, itu tetap menipu Tuhan, semua ini melawan Allah, itu lebih hebat dari melawan hukum atau polisi 1Kor 10:22. Meskpun Tuhan itu tidak emosi, tetapi ini pasti ada hukumannya. Pergi ke Gereja itu tidak harus membayar, hanya mereka yang mau, yang merasa bersyukur, memberi persembahan dengan sukarela dan sukacita. Andaikata ini sekolah, ini lebih dari sekolah internasional. Patutlah setiap bulan membayar 1 milyar, tetapi kalau orang itu hanya memberi persembahan 100 ribu atau 100 juta, Tuhan menerimanya meskipun itu jauh dari harga masuk Surga. Bahkan orang yang tidak memberi apa-apapun Tuhan terima. Persembahan ini dari kesadaran dan sukarela. Kalau satu orang sekolah seperti ini dan membayar hanya 1% dari yang seharusnya, sesudah sekolah 1 tahun, patutkah ia minta kembali uang yang sudah diberikan? Padahal itu jauh dari cukup dan itu semua juga asalnya dari Tuhan 1Taw 29:14. Jangan karena sudah memberi persembahan lalu mau mengambil uang Gereja, apalagi dengan dusta, bisa hilang berkatnya dari Tuhan.

Ini kelemahan-kelamahan dalam hal utang piutang yang terjadi dalam keluarga dan saudara seiman. Seringkali ini menimbulkan banyak sakit hati, perpecahan dan kerusakan rohani sebab biasanya tidak mungkin bisa diselesaikan dengan benar, adil atau secara hukum karena ada faktor keluarga atau seiman. Biasanya orang yang rohani, tidak bereaksi dosa, sekalipun uangnya dirampok terang-terangan namun caranya halus dengan macam-macam alasan untuk utangnya. Tetapi lain kali jangan bodoh jadi korban lagi; Orang-orang rohani biasanya ada kasih dan belas kasihan pada orang-orang yang berbuat banyak kejahatan dalam uang lewat utang ini bahkan mereka berusaha untuk mengangkatnya kembali, sebab pahit dan celaka nasib orang-orang ini, baik di dunia, apalagi di Neraka. Kanak-kanak rohani yang mengalami kerugian uangnya karena ditipu akan bereaksi dosa, marah, benci dll dan itu berarti dikalahkan kejahatan, juga semua orang beriman yang ada di jalan lebar. Kita tetap harus hati-hati dan penuh belas kasihan pada orang-orang seperti ini (perampok terang-terangan tetapi halus) dan justru kehilangan uang menjadi rezeki bagi mereka untuk menolong memulihkannya. Tuhan yang memberkati berlipat kali ganda. Orang-orang ini justru tidak berani pinjam pada orang lain tetapi menabrak keluarga atau orang-orang seiman. Justru dalam cara ini tersimpan banyak kelemahan, niat jahat dan bom waktu dari iblis, sehingga orang itu hilang berkatnya, penuh kutuk, hidupnya pahit dan karena uang, masuk neraka.

4. Pakai macam-macam alasan untuk tidak membayar, ini perampokan halus tetapi terang-terangan. Uangnya tidak kembali, bisa hilang, tetapi perampoknya ada di muka matanya, ada, tetap tidak membayar karena macam-macam alasan. Ini perampok terang-terangan, tampak perampoknya tetapi habis dengan bermacam-macam alasan yang masuk akal dan mengharukan.

Ada yang utang tetapi mobilnya banyak, hidupnya mewah, ini orang berdusta atau penipu. Ada juga yang tampak hidup seperti betul-betul bangkrut, tetapi sebetulnya ia menyembunyikan matanya untuk beberapa tahun lagi mulai dengan karir yang cemerlang. Hanya Tuhan yang tahu, tetapi Tuhan juga yang menjadi Hakim yang adil. Jangan gara-gara uang menjadi benci, dendam, berdosa dan ikut iblis ke Neraka. Belajar lulus dalam ujian seperti Yusuf yang dibenci dan mau dibunuh saudaranya, tetap menang bahkan menolong saudara-saudaranya dengan luar biasa.

5. Sudah dihitung-hitung tidak mungkin bisa bayar tetapi tetap utang, ini menipu dengan rencana matang. Misalnya gaji hanya cukup untuk makan tetapi berani cicil mobil, ini termasuk rencana penipuan terang-terangan. Bahkan ada ornag yang mengakui diri hamba Tuhan, berani berbuat demikian, membuat nama Tuhan dihujat. Orang seperti ini, kalau ikut pelayanan, makin bisa terkutuk seperti Hofni Pinehas dan menyebabkan kematian pada orang-orang beriman lainnya, istimewa yang cinta uang, seperti Akhan Yos 7:5.

Bagi orang-orang ini, bisa utang itu adalah kesempatan untuk merampok sebab pasti sebagian besar utangnya tidak dikembalikan dan akibatnya dahsyat, tetapi bagi orang-orang ini, itu urusan besok Yos 7:25-26. Lebih-lebih terhadap keluarga dan saudara-saudara seiman, itu dosa yang lebih besar, dosa sengaja sebab untuk utang mereka khusus mencari orang yang lemah dan memang merekaada rencana untuk menunda-nunda pembayaran, bahkan usaha untuk tidak mau membayarnya. Seringkali juga ketambahan dengan dosa munafik, sebab dari luar tampak seperti orang rohani tetapi dalamnya penuh penipuan mammon, di luar beribadah seperti orang Farisi yang terhormat, tetapi dalam hatinya penuh kebusukan karena uang dan emas bait Allah (emas yang ada dalam bait Allah, dipakai dengan salah dan tamak sehingga banyak dosa dan kekejian timbul Mat 23:27) dan juga mereka menelan rumah janda-janda yang tidak berdaya Mat 23:14,16 KJI. Dosa-dosa pura-pura ini menarik hukuman dahsyat dari Allah.

6. Cara untuk mengumpulkan uang, bukannya dengan bekerja dan menerima berkat Allah tetapi dengan utang ke sana sini. Ia bersenang-senang dari hasil yang tidak halal, dari penderitaan orang lain. Dengan cara-cara yang manis dan mengharukan, tetapi penuh dusta.

7. Pura-pura tidak bisa bayar. Kadang-kadang tampak masih mewah, mobilnya banyak tetapi orang lain (yang memberi piutang) disuruh melarat sebab uangnya dipakai dan tidak dikembalikan. Kadang-kadang tampaknya melarat, tetapi kemudian sesudah cukup lama ia berusaha lagi dan “berhasil”. Kadang-kadang berkata bangkrut, tetapi uangnya disimpan, tahu-tahu sesudah suatu waktu, pekerjaannya (kata-katanya) mengalami “untung besar”. Ini suatu penipuan dan pasti ada penuaiannya dari Tuhan. Seringkali manusia tidak bisa membuktikan atau membedakan dengan yang benar, tetapi Tuhan bisa membedakannya Gal 6:7-8. Tuhan tahu dan memberikan penuaiannya pada waktunya. Ini sangat berbahaya sebab dengan sengaja mencuri, merampok uang orang lain bertahun-tahun, maka dosa yang berlarut-larut ini menjadi kebiasaan dan mengikat serta menghancurkan segala-galanya, istimewa kesucian rohaninya rusak, nasibnya bisa turun ke bawah.

8. Utang untuk modal, tetapi usahanya tidak menentu,ugal-ugalan atau sembrono, rugipun tidak peduli, paling-paling bangkrut tetapi sesudah itu ia menjadi kaya lagi. Ini juga termasuk kejahatan penipuan.

9. Utang bank, disita, tidak malu tetapi justru untung.

Mungkin jaminannya jauh di bawah harga, tetapi dapat pinjaman karena jalan belakang; waktu disita untung sebab aset itu lebih rendah dan uang utang yang didapatnya itu “sudah habis”. Tuhan tahu semua perbuatan jahat, apalagi orang yang sudah kenal Tuhan, akan makan penuaiannya.

10. Utang dengan alasan untuk pekerjaan Tuhan, jangan berikan sekalipun beli alat musik, gedung Gereja, apalagi untuk kepentingan pribadi. Kalau Tuhan gerakkan untuk memberi, lakukan, biasanya jumlahnya lebih sedikit dari hutang, tetapi tidak jadi dosa. Kalau Tuhan belum memberi, kita harus berpada (apalagi hamba-hamba Tuhan seharusnya sudah mahir) dan menunggu waktu Tuhan sambil periksa diri. Tidak mungkin tentara yang berperang membiayai dirinya sendiri, padahal Allah tidak pernah bangkrut atau kekurangan. Kalau dalam Gereja, untuk pelayanan kita berjalan dengan iman, tetapi untuk urusan dengan orang luar kita harus menepati janji. Kalau ada hamba-hamba Tuhan dari luar datang mencari utang, biasanya anggota tidak paham, jangan diberi,seharusnya lewat pintu Yoh 10:1. Tanyakan pada Gembala Sidang atau pemimpin-pemimpin lainnya. Biasanya Gembala Sidang lebih mengerti dan ada sinode yang harus menanganinya. Tindakan-tindakan seperti ini biasanya menjadi batu sontohan dan membuat orang-orang kafir (bahkan orang Kristen yang jatuh) menghojat nama Tuhan Rom 2:24.

Jangan sampai dengan alasan utang, orang-orang beriman melakukan penipuan dan kejahatan uang, sebab itu akan menarik hukuman Tuhan dan rohaninya rusak.

Orang yang masih punya utang dan masih ribut dalam problem, tidak boleh pelayanan. Orang yang masih punya utang dan tidak mau membayar, tidak boleh pelayanan. Orang yang masih punya utang dan sedang mengangsur dengan baik, boleh pelayanan, tetapi jangan menjadi pimpinan. Orang yang utangnya masih belum lunas, jangan dijadikan pelayan Tuhan, tidak boleh, harus beres dahulu semuanya.

Orang yang punya utang, tetapi tidak mau membayar, itu perampok. Bolehkah perampok pelayanan? Tentu tidak! Setiap pelayan Tuhan harus disucikan dari dosa apapun, termasuk dosa dalam hal keuangan, baru pelayanannya berkenan pada Tuhan.

IV. LEPAS DARI UTANG


Tuhan Yesus menebus kita dengan darah-Nya dari segala dosa dan ikatannya, juga dari utang, bebas dari jajahan danpengaruh iblis dan kaki tangannya Yoh 8:36. Setiap orang beriman bisa bebas dari utang dan kebiasaan atau tabiat utang.

A. Harus sadar bahwa cara hidup seperti ini penuh dengan penderitaan dan sumber dari segala macam dosa, sebab sumbernya adalah cinta uang 1Tim 6:9-10. Kalau lama tidak mau bertobat atau dilepaskan, ikatan mammon ini bisa makin jahat dan mengarah pada meterai Antikris yaitu dikuasai roh mammon. Uang hanya menjadi umpan penyiksaan lahir batin, tiada sejahtera dalam hidupnya Rom 3:17. Jangan percaya dusta iblis seperti Hawa 2Kor 11:3.

B. Dengan iman terima kematian hidup lama dan tumbuhkan hidup baru yang sudah ada lengkap waktu lahir baru, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus Kol 3:9-10, Rom 6:11-13. Belajar Firman Tuhan (ini makanan jiwa, makan terus) dan limpah berdoa dalam Roh dan kebenaran sehingga kita bisa bebas dan tetap merdeka dari mammon dan utang. Bertindak dengan iman, Roh Kudus pasti menolong orang yang mau. Kalau masih sulit minta tolong pada Gembala Sidang atau pemimpin-pemimpin sel masing-masing.

1. Bereskan semua dosa dan utang. Utang yang belum bisa dibereskan akui dan janji untuk membereskan secepatnyadengan segenap hati dan sukacita. Jangan hanya perbuatan, tetapi kata-kata, hati dan angan-angan disucikan dari segala dosa dan percintaan uang. Seringkali memberi janji-janji saja tidak mudah, tetapi ribut. Sebab itu yang bertobat harus menerima segala resiko, akibat kesalahannya dan berdoa minta tolong pada Tuhan Yesus.

2. Mau pikul salib, menyangkal diri, mematikan daging (katargeo Rom 6:6) supaya kita bisa bersukacita dengan berpada 1Tim 6:8 dan memakai dunia ini seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31. Bukan saja tentang uang, tetapi juga terhadap godaan-godaan dosa-dosa lain sehingga hidup ini tetap suci dan boleh berkenan kepada-Nya.

3. Mata terus celik melihat keindahan, kesukaan dan kemuliaan Surga yaitu dalam kesucian, dalam Firman Tuhan dan dalam persekutuan dengan Tuhan Ibr 11:27. Sebab bisa melihat kemuliaan yang tidak tampak 2Kor 4:17, 18 maka Musa rela meninggalkan kekayaan Mesir dan menjadi pemimpin budak sampai mati. Orang yang bisa melihat kemuliaan Allah (oleh pertolongan Roh Kudus dan limpah belajar Firman Tuhan) akan mau membuang percintaan berhala mammon dan semua tabiat-tabiat suka utang, tidak lagi mau diperhambakan oleh mammon tetapi memperhambakan mammon untuk memuliakan Allah Mat 6:24.

4. Akui kelemahan utang ini pada saudara-saudara seiman dalam selnya, supaya dibantu dengan doa dan nasehat.


C. Orang yang bebas dari cinta uang, bisa menjadi bendahara Tuhan yang setia sehingga bisa dipercayai jumlah yang makin besar supaya makin limpah berbuah. Kita perlu uang, pelayanan juga memakai uang, tetapi kita memakai buakn sebagai hamba uang tetapi tuan dari uang, memperhambakan uang untuk melakukan kehendak Bapa. Kita harus bebas dari perhambaan dan percintaan uang, bahkan kita harus bisa menguasainya untuk kemuliaan namun Tuhan Luk 16:9. Jangan kuatir akan segala kebutuhan kita, Tuhan sanggup mencukupi segala kebutuhan tubuh Kristus dan anggota-anggotanya dalam proyek penamatan Allah global yang terus meningkat kepada kesempurnaan yang sangat tertib dan indah.

V. SIKAP PADA SAUDARA-SAUDARA YANG SUKA BERUTANG


Sama seperti saudara-saudara yang jatuh dalam dosa-dosa lain, perlu kasih Kristus, belas kasihan. Yang merasa tertipu oleh utangnya, jangan marah, maki-maki, menjelek-jelekkan di muka umum dan benci. Boleh mengingatkan saudara-saudara yang lain supaya jangan jadi korban utang tetapi juga belajar mengasihi jasmani dan rohani. Lebih baik dari permulaan jangan beri piutang tetapi memberi dengan rela sesuai kadarnya, sehingga orang itu tidak terikat dengan beban mengembalikan uang yang dipinjamnya.Seringkali dalam dunia orang-orang rugi karena malapetaka, kebakaran, mengalami kerugian, tertipu oleh orang jahat atau oleh orang baik, karena kebodohan, salah hitung, dll dan seringkali jumlahnya ini juga banyak. Kalau dalam dunia banyak orang terpaksa harus merelakan kerugiannya, lebih-lebih di dalam Tuhan Yesus, biar kita penuh belas kasih, biar kita rela tertipu oleh saudara-saudara sendiri 1Kor 6:7, tetapi selanjutnya harus terus cerdik dan jangan lagi menjadi korban.Ada saudara membebaskan saudara seiman yang berutang kurang lebih 10 juta, lewat beberapa waktu Tuhan berkati dia nyata-nyata berlipat-lipat kali ganda. Tuhan sanggup memberkati kita. Paling tidak jangan marah, benci, mengata-ngatai saudara seiman yang tidak mengembalikan utangnya. Biar kita punya belas kasihan pada orang-orang ini. Memang tidak semua mau bertobat sungguh-sungguh seperti Yudas akhirnya binasa. Rebutlah orang-orang yang sudah terbakar dalam api mammon ini Zak 3:2, rebut kembali bagi Tuhan, jiwa-jiwa itu akan menjadi mahkota kita, sebab Tuhan menangisi mereka supaya bertobat dan kitalah yang dipakai untuk menyelamatkan orang-orang yang sudah diperbudak oleh mammon ini.

Nasehati mereka dengan hikmat kuasa Roh Kudus, supaya sesudah lepas dari mammon, lalu lekat terus menerus pada Tuhan (selamat dalam Tuhan) dan bekerja dengan senyap 1Tes 4:11-12, bekerja dengan bersandar Tuhan dan kemudian kembali dalam pelayanan yang suci dan tulus.

KESIMPULAN


Penipuan dan kejahatan dalam uang bisa dalam banyak bentuk dan makin lama variasinya lebih banyak, tetapi utang ini salah satu bentuk kuno yang masih efektif dipakai mammon. Jangan berutang dan jangan beri utang tetapi tolong dengan kasih Kristus sesuai pimpinan Roh, dengan rela untuk memberi roti sehari sambil didoakan dan dinasehati supaya mereka lepas dari mammon dan lekat pada Tuhan, pasti Tuhan sanggup memelihara meskipun dunia makin sulit.

Utang untuk roti sehari jangan diminta Luk 6:35, tetapi untuk modal, harus ada perjanjian dan perhitungan bisnis yang sehat, jujur dan adil Mat 25:27; 18:24-25.

Juga jangan mau menjamin orang-orang yang utang, itu seperti menjamin setan, kita bisa terlilit dan terjerumus makin dalam Ams 6:1-2. Orang yang suka utang dengan hati yang tidak tulus, tamak dan pintar berpura-pura, karena cinta uang, akan timbul banyak dosa-dosa keuangan. Tetapi jangan benci, dengan belas kasih dan dengan hikmat dan kuasa Allah lepaskan orang-orang ini dengan berjaga-jaga Yud 1:23. Follow up yang baik dari orang-orang yang lepas dari ikatan utang, perlu dikerjakan baik-baik sebab cinta uang itu terus merangsang di mana-mana sebab dunia ini tidak bisa lepas dari uang, hanya orang-orang yang ada Kristus bisa memperhambakan uang.

Nyanyian


Apa padaku, ku dapat dari Bapa