M3388 – Lukas 2:25-35 Menyelesaikan Tugas dengan Baik (Bag.2)

Ada suatu pelayanan yang indah disini, bagaimana Simeon seorang biasa, bisa berhasil dengan baik menyelesaikan tugas dan beban pribadi dari Tuhan untuk menguatkan dan memberkati Yusuf dan Maria dan itu andilnya, dalam proyek Allah yang maha besar untuk penebusan manusia dalam segala zaman.

LUK 2:25 SIMEON ORANG BIASA TETAPI BENAR DAN SALEH

Benar (tidak ada salah) tidak cukup, tidak boleh nganggur harus tahu dan melakukan kehendak Allah, bahkan beban dan tugas-tugas pribadi dari Tuhan, baru itu berkenan pada Tuhan dan inilah Simeon yang bisa menyelesaikan tugasnya sekalipun ia hanya orang biasa. Sebab itu ia bisa mengerti beban dan tugas pribadi dari Tuhan dan bisa menyelesaikan dengan baik. Banyak orang Kristen tidak mengerti apa tugas dan beban pribadi dari Tuhan, sehingga hidupnya tidak terarah, pelayananpun seperti bermain-main saja, dan biasanya juga tugasnya tidak akan selesai dengan baik, bahkan terbengkalai.

LUK 2:26 PATOKAN KEMATIAN

Ada orang-orang rohani yang diberitahu Tuhan tentang kematiannya seperti Simeon ini. Kadang-kadang hal yang biasa bisa mengingatkan bahwa umur kita hampir habis seperti penyakit, jumlah umur, dll. Sekalipun masih muda, hiduplah berkenan pada Tuhan, sehingga kalau umurnya lebih panjang, makin banyak kesempatan untuk jadi makin mulia, bahkan bisa-bisa jadi sempurna.
Jangan diberkati Tuhan, makin kaya makin sibuk, waktunya untuk Tuhan tambah habis, orang seperti ini ia akan menjadi sia-sia seperti dalam Lukas 12:16-21 atau Lukas 16:25.
Orang yang makin rohani itu makin rindu ke Surga Fil 1:22-23, makin terlepas dari dunia Gal 6:14 dan makin tekun untuk Tuhan.

LUK 2:27 DIPIMPIN ROH MELAKUKAN KEHENDAKNYA

Simeon yang tidak mengenal Yusuf, Maria, dan bayi Yesus bisa datang tepat pada waktu mereka datang ke Bait Allah, mengenalinya serta melaksanakan tugasnya dengan tepat dalam pimpinan Roh Kudus.
Kalau kita mau dipimpin Roh dan tulus, Dia akan sanggup memimpin kita dengan tepat, dimanapun.

LUK 2:28. SIMEON BERHASIL DIPIMPIN ROH DAN MEMUJI- MUJI TUHAN

Biasanya kalau dipimpin Roh itu tidak sulit untuk berhasil, sebab Roh Kudus sanggup memberi pengertian supaya yakin, lalu memimpin dengan tepat sampai berhasil. Bahkan keledai Balhum (Bileam) pun bisa diatur (dipimpin) Roh. Simeon berhasil mendapatkan bayi Yesus lalu menggendong-Nya. Seorang bisa berhasil dari dirinya sendiri (tetapi ini terbatas) atau dari Allah yaitu karena ia mau dipimpin Roh dengan taat (ini bisa tidak terbatas); ia bisa berhasil dengan penuh asal ia bisa mendengar dengan betul dan taat dengan se-penuh2nya; Sebab kalau Roh Kudus memberi pimpinan untuk mengerjakan sesuatu, pasti berhasil dan dengan sempurna. Roh Kudus itu Allah yang Maha Tahu dan Maha Kuasa, tidak pernah keliru, gagal, kalah dll.
Ini berlaku untuk hal-hal rohani dan jasmani. Tuhan sanggup menolong kita sampai berhasil 100 persen, juga dalam hal-hal jasmani, asal semua itu dalam terang, sesuai kehendak Tuhan bukan semata-mata kehendak kita sendiri, apalagi kalau ada dosa, Allah tidak mau dan tidak bisa bekerjasama dengan gelap 2Kor 6:14.
Kalau gagal, jangan kecil hati, coba lagi. Selidikilah sebab-sebab kegagalannya yaitu:

  1. Maksud atau motif kita melakukan hal itu. Harus tulus, benar, dan menurut kehendak Allah. Tujuannya untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk maksud-maksud daging, apalagi kalau melawan Allah.
  2. Cara melaksanakan harus dalam terang sesuai Firman Tuhan. Kerja sama dengan Tuhan mutlak perlu kesucian 1Yoh 1:5.

Kita harus melatih diri kita sendiri untuk terus dipimpin Roh dalam hal-hal kecil; selalu bertanya-tanya pada Roh Kudus meskipun dalam hal-hal kecil 1Taw 16:11. Ini melatih kita mengenali kehendak Allah dan mendengar suara Roh. Sekalipun dalam hal-hal kecil, kalau berhasil, kita akan bergembira dan bersukacita, sebab itu berarti kita berjalan dengan Tuhan, sangat indah! Tidak peduli problemnya kecil, tetapi yang indah: bisa berjalan dengan Tuhan, dalam rel Tuhan dan dan itu juga berarti didalam hadiratNya, indah!
Untuk mengerti rencana dan kehendak Tuhan dalam hidup kita dan bisa melakukannya dengan tepat, itu membutuhkan hubungan baik dengan Tuhan senantiasa 1Tes 5:10, sebab tidak mungkin kita mengenali dan melakukannya dengan kekuatan kita sendiri. Mengapa?

  1. Sebab kehendak Tuhan itu bukan hanya yang enak dan sukses, tetapi juga termasuk pengalaman pahit-pahit (biasanya itu sekaligus diberi oleh Tuhan untuk mengolah, atau kalau undur, untuk menghajarnya) seperti Daud, Yusuf, Petrus, Paulus, dll. Dalam kenyataannya meskipun kita hidup benar, toh ada banyak pengalaman-pengalaman pahit. Tidak ada orang mau memilih pengalaman pahit, itu seringkali dianggap sial dan gagal, padahal itu pengolahan atau ujian untuk naik kelas Yak 1:12. Yusuf tanpa pengolahan dan tanpa naik kelas berulang-ulang kali, tidak bisa menjadi begitu indah.
  2. Tanpa pertolongan Roh Kudus Zak 4:6 biasanya kita tidak mampu menjalani hal-hal pahit atau menangani problem-problem yang sulit. Sebab itu orang yang dipimpin Roh itu biasanya tekun berdoa senantiasa dalam Roh dan kebenaran supaya mendapat hikmat dan kekuatan dari Tuhan. Belajar bisa mengenali kehendak dan suara Roh dan taat, pasti indah seperti Simeon.

LUK 2:29 MENYELESAIKAN TUGAS

Tugas Simeon di sini adalah:

  1. Menemukan juru selamat dari Allah.
  2. Menyaksikan permulaan rencana Allah yang Maha Besar (yaitu kedatangan Mesias; ini bagi kita sama dengan  seperti ikut dalam pengangkatan dan bertemu dengan Tuhan Yesus di awan-awan).
  3. Menyampaikan berita dan pesan-pesan Tuhan untuk Yusuf dan Maria yang memegang peran kunci dalam menumbuhkan Putra manusia Yesus untuk menjadi penebus manusia. Ini rencana Allah yang terbesar untuk manusia, tanpa ini semua orang akan terhilang.

Tentu juga masih ada tugas-tugas lainnya dari Simeon yang tidak diceritakan di sini, misalnya sebagai anak, sebagai orang tua untuk mendidik anak-anaknya, sebagai anggota dari umat Tuhan dll, yang diceritakan di sini, khusus dalam hubungannya dengan penebusan umat manusia.
Hanya disebut satu kali, tugasnya tampak kecil tetapi mutlak perlu; sebab kalau Maria-Yusuf tidak dikuatkan, lalu gagal atau terganggu, celaka besar! (Misalnya dalam mesin yang besar ada bagian pendinginan, atau membagi listrik, atau sekring, dll, kalau salah satu tidak berfungsi bisa rusak semua. Misalnya pendingin tidak jalan, cylinder mesin bisa bengkok, mogok dan rusak semuanya).
Simeon bisa mengenali kehendak Tuhan, istimewa mengenali tugasnya lalu mentaatinya sehingga hatinya puas dan ada sukacita dari Surga. Orang yang ada di rel Tuhan, sekalipun belum selesai tugasnya, selalu ada sejahtera dan sukacita dari Tuhan Fil 4:7 sebab di dalam ril Tuhan itu berarti jalan dengan Tuhan, ada dalam hadirat Tuhan. Apalagi sesudah selesai mengerjakan tugasnya, itu menjadi sangat indah.
Masing-masing orang beriman mempunyai bagian atau andil dalam rencana Allah. Kalau satu orang tidak mengerjakan bagian atau tugasnya, rencana-Nya bisa terhalang, sebab itu terpaksa Allah harus mengambil orang baru sebagai penggantinya. Orang itu disingkirkan, dibuang (kalau toh bertobat lagi, perannya tidak lagi yang utama, tetapi jauh lebih rendah) juga pahalanya, bahkan mahkotanya hilang Wah 2:5; 3:11, Mat 22:43. Kalau masing-masing tahu tugasnya dan taat, rencana Allah tamat dan masing-masing akan mendapatkan pahala dan mahkotanya Luk 19:17.
Mereka yang tidak mengerjakan tugasnya, terpaksa ditinggal. Biasanya karena mereka tidak mengerti apa tugasnya, atau yang sudah mengerti tetapi tidak mau mentaatinya; mereka tidak mau taat karena diperdayakan atau ditipu oleh kesukaan dosa yang seketika, matanya dibutakan oleh iblis dan dunia atau karena ada percintaan dosa/ dunia sehingga tidak ada minat untuk perkara-perkara dari Atas, sebab hatinya ditarik dan diikat oleh dunia dan dosa, sehingga undur dan binasa.
Tetapi orang-orang tulus dan penuh Roh Kudus, sekalipun permulaannya bodoh, tetapi mereka mau dipimpin Roh untuk bersekutu dengan saudara-saudara seiman dan mau dinasehati, lebih2 yangmau belajar Firman Tuhan, masih bisa ditolong. Pada waktu mereka mentaati Firman Tuhan, mereka sudah melakukan sedikit, sebagian dari tugas dan rencana Allah. Memang kalau bodoh, karena tidak mengerti, pekerjaannya tidak bisa efisien. Tetapi kalau ia mau taat, ia mau belajar Firman Tuhan, doa, persekutuan, pelayanan dst, maka Roh Kudus akan memberi pengertian dan pimpinan, sehingga ia makin mengerti dan bertumbuh, ia akan makin mengerti kehendak dan rencana Allah serta makin mahir mentaatinya 2Tim 2:20-21.

Bagaimana kita bisa mengenali beban dan rencana Tuhan bagi masing-masing kita secara pribadi seperti Paulus Kis 20:24?

Dasarnya kita harus hidup baru dan berjalan dengan Tuhan seperti Nuh Kej 6:9. Kalau kita berjalan sendiri, kita tidak akan mengerti apa-apa. Kita harus berjalan dengan Allah dalam kesucian, di jalan sempit dan rohani terus bertumbuh, lalu:

  1. Lakukan semua kehendak Allah sesuai dengan Firman Tuhan yang kita ketahui Ef 5:17. Jangan bodoh, ini harus kita lakukan Mat 7:21. Meskipun mungkin tidak mengerti, tetapi dalam melakukan Firman Tuhan, kita sudah masuk dalam rencana dan proyek Allah. Yusuf mentaati Taurat sejak kecil, sebab itu ia ada di dalam proyek Allah, meskipun belum mengerti dengan baik; baru sesudah besar ia mengerti, tetapi ia sudah melakukannya sejak kecil ketika ia mentaati Firman Tuhan.
  2. Berbuat apa saja, dalam setiap kesempatan yang kita temui, tangani, kerjakan sesuai Firman Tuhan dengan pertolongan Roh Kudus 1Sam 10:7. Apa saja yang terjadi pada kita itu bukan kebetulan, semua dikuasai dan dikontrol oleh Allah, dalam kuasa dan ijin-Nya. Misalnya Paulus waktu mulai bertobat, ia melayani, bersaksi dan berbuat apa saja yang bisa dilakukan Kis 9:20-30. Sesudah 3 tahun di Arab Gal 1:18 dan bertahun-tahun kemudian, baru ia mendapat jabatan khusus sebagai rasul dan dipanggil untuk pelayanan khusus (pelayanan rasuli) Kis 13:3. Sebab kalau kita taat dipimpin Roh, itu sudah di dalam rencana Allah, meskipun kita belum mengerti sepenuhnya.
  3. Beban-beban khusus, juga jabatan-jabatan tertentu. Seiring dengan pertumbuhan dan kedewasaan rohani kita, kita makin mengerti kehendak dan rencana Allah. Sesudah waktunya Tuhan akan menyatakan rencanaNya dan beban khusus yang Tuhan berikan kepada kita, juga jabatan-jabatan yang tertentu. Kalau kita sudah tahu, jatah pekerjaan atau beban yagn Tuhan berikan, harus diselesaikan, seperti apa yang diperbuat Paulus 2Tim 2:6-8. Iblis berulang-ulang datang untung mengacau dan merusakkan pelayanannya, tetapi kalau kita dipimpin Roh, Roh Kudus akan membuat kita berhasil 1Kor 15:10, 2Kor 4:7. Misalnya pada waktu terjadi pertengkaran antara Paulus dan Barnabas (karena memihak pada keluarga, yaitu Markus Kis 15:35-41). Barnabas salah langkah, akibatnya ia tidak lagi di rel Tuhan, pelayanannya kurang tepat, kurang bermutu, mungkin juga menjadi bantut, tidak ada ceritanya lagi.

Juga Nuh sesudah dipakai Tuhan dengan heran Kej 6:22 melewati air bah dengan sukses penuh, Nuh gagal meneruskan/ menyelesaikan tugasnya sebab mabuk anggur. Akhirnya orang besar Allah ini tidak menjadi apa-apa, padahal Henokh, bisa menjadi sempurna hanya dalam waktu 300 tahun.
Sebab itu sejak dari permulaan pelayanan, lakukan semuanya dengan tulus, jangan ada maksud-maksud tersembunyi  sambil terus berdoa dipimpin Roh sehingga kita bisa  lebih tepat mengenali dan melakukan kehendak Allah dengan betul dan itu besar pahalanya.
Belajar taat seperti Tuhan Yesus dalam Matius 26:39 bukan kehendak kita yang jadi, tetapi melakukan kehendak Allah. Pelayanan karena ingin puji, ingin uang, ingin maksud-maksud tertentu bisa kosong, tidak ada pahalanya seperti Mat 6:2, 1Yoh 2:15-16, bahkan bisa menjadi dosa!

Menyelesaikan tugas

Simeon sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Juga Paulus waktu hampir mati (syahid), ia tahu bahwa ia sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik, ia yakin dan mati dengan puas 2Tim 4:6-8. Mengapa? Sebab ia bisa mengenali beban dan tugas yang Tuhan tanggungkan atasnya serta bergairah terus menerus melakukannya dan tidak takut mati, sehingga dengan bantuan Roh Kudus, ia bisa menyelesaikannya Kis 20:24. Dengan tumbuh makin dewasa, makin mengerti Firman Tuhan dan makin mahir dipimpin Roh, semua ini membuat kita makin celik sehingga makin mengerti beban dan rencana Allah dalam hidup kita masing-masing sehingga kita bisa menyelesaikan tugas ilahi dalam hidup ini.

Hidup untuk Kristus, bukan untuk roti Fil 1:21

Sekalipun hamba Tuhan part time (semua kita adalah hamba-hamba Tuhan 1Kor 6:18,20, 1Pet 2:9) yang harus menyelesaikan bagian tugas yang sudah dijatahkan Tuhan dalam hidup kita. Setiap orang beriman punya bagian ini. Jangan tidak tahu sama sekali, lakukan kehendak Tuhan dan tumbuh terus sampai semuanya makin jelas dan tetaplah setia sampai ke akhir.
Jangan kekristenan ini hanya untuk mencari berkat atau roti (nafkah) Yoh 6:26. Orang yang hanya mengejar hadiah atau berkat jasmani akan mudah ber-sungut2 dalam kesukaran dan tidak akan mengerti hal-hal rohani Yoh 6:41-42, bahkan akhirnya mereka mundur Yoh 6:66 juga murid-murid yang hanya mencari hal-hal jasmani. Sebab itu Gereja tidak membuat program roti atau hadiah, tidak memakai macam-macam hal-hal duniawi (entertainment) dll sebagai daya tarik, tetapi Gereja yang betul, sesuai dengan Firman Tuhan akan diisi dengan hikmat dan kuasa Allah 1Kor 2:4.
Memang dengan umpan roti atau hal-hal fana lainnya, itu menarik banyak orang dengan cepat, tetapi akhirnya akan undur dari Tuhan atau menjadi Kristen jalan lebar dan tertinggal bahkan ikut Antikris yang limpah dengan hal-hal duniawi; bahkan orang-orang yang undur ini menyalibkan Kristus (ikut Antikris) sebab mereka tidak mencari Kristus, tetapi mencari roti atau hal-hal yang fana. Dua kali pemecahan roti yang diadakan Tuhan Yesus itu mungkin bisa mencapai 20 ribu orang (atau lebih) yang pernah makan roti yang diberi Tuhan Yesus (9000 orang laki-laki, belum perempuan dan anak-anak), di mana mereka semua? Tidak ada satupun yang membela Putra manusia Yesus. Bahkan akhirnya tinggal 11 orang dan perempuan-perempuan Yoh 6:67. Hidup kekristenan yang betul itu berani korban karena taat akan Firman Tuhan dan melakukan serta menyelesaikan tugas dari Tuhan, maka ia akan tumbuh, kuat, setia, bahkan juga roti, sukacita dan segala yang diperlukan akan ditambahkan dengan limpah Mat 6:33; tetapi jangan dibalik (cari roti dahulu, lalu kemudian cari kerajaan Surga yang tidak tampak), orang-orang ini akan bersungut-sungut, undur dan binasa.

LUK 2:30-35 BISA MELIHAT YANG TIDAK KELIHATAN

Kelahiran Yesus adalah perkara besar, Mesias datang, Allah yang maha kuasa menjelma, tetapi hanya sedikit orang yang bisa melihat, bisa mengerti dan percaya. Simeon bisa melihat keselamatan yang dari Tuhan, yang sudah disediakan di hadapan segala bangsa, keselamatan bagi seluruh dunia (ayat 31). Banyak orang-orang yang tampaknya rohani dan besar, tetapi mereka tidak bisa melihat kemuliaan Allah yang besar ini, padahal begitu nyata di muka matanya.
Orang yang bisa melihat perkara dari Allah yang tidak kelihatan itu menjadi sangat sukacita dan berapi-api Ibr 11:27. Sebab itu Musa begitu bergairah seperti keledai Isakhar Kej 49:14-15. Juga Paulus 2Kor 4:18. Begitu juga hati Simeon sangat bergembira, sebab bisa melihat rencana agung dan besar dari Allah yang besar sebab Simeon bisa mengerti (oleh Roh Kudus) sehingga dalam bayi yang tidak bisa apa-apa itu ia melihat keselamatan dari Tuhan, cahaya bagi orang kafir dan kemuliaan bagi umat Tuhan (kita bisa menjadi umat Tuhan dan sangat mulia kekal di Surga – ayat 32). Bahkan Simeon mengerti lebih banyak dari Yusuf dan Maria yang keheran-heranan (ayat 33). Dan Simeon juga memberi berkat Tuhan bagi Yusuf dan Maria serta menguatkan keduanya untuk terus mengerjakan tugasnya sampai selesai kurang lebih 33-34 tahun kemudian (ayat 34-35) Simeon begitu girang dan ia kemudian mati dengan sepuas-puas umurnya. Seperti Yakub Kej 46:30, seperti Abraham Kej 25:8, seperti Yusuf Kej 50:24-25.

KESIMPULAN

Jadi orang benar dan berkenan kepada Tuhan, mengerti kehendak dan rencana Allah dalam hidup kita (setingkat demi setingkat seiring dengan pertumbuhan rohaninya) dari Firman Tuhan dan Roh Kudus serta taati dengan tulus dengan kuasa Roh Kudus, maka hidup ini akan menjadi berarti di dunia dan di Surga, sebab kita ikut melakukan satu bagian dari rencana Allah semesta, sekaligus kita bisa tumbuh dan menerima pahala dan kemuliaan yang kekal.

Nyanyian (Tabernakel Glori No. 405)

Apa Yesus nanti kata, waktuku menghadap Dia, apa tugasku selesai