M3386 – Mazmur 119:138-142 Gairah Akan Firman Tuhan

MAZMUR 119:138 KESAKSIAN TUHAN ITU ADIL DAN SETIA
(Kesaksian-Mu yang Kau perintahkan itu benar dan amat setia)

Apa yang disaksikan Tuhan di dalam Firman-Nya tentang janji-janji-Nya bagi kita itu adil dan setia. Allah setia pada janji-Nya, Ia tidak pernah ingkar janji. Asal kita juga tetap setia sebab perjanjan itu tergantung dari dua pihak, Allah dan manusia. Yang bisa mengubah janji Allah itu manusia, bukan Allah, sebab Allah tetap setia 2Tim 2:13.
Sekalipun rasanya tidak bisa, tidak mungkin terjadi, tetapi kalau Allah sudah menjanjikan dalam Firman-Nya, Allah yang setia itu akan menepati janji-Nya. Dia Maha Kuasa, Dia sanggup menggenapkan janji-janji-Nya. Baik kesembuhan, perlindungan, penjagaan, pemeliharaan dan semua yang dijanjikan bagi kita akan digenapkan, asal kita tetap setia.
Kadang-kadang janji Allah belum jadi, tetapi orang yang percaya, akan sabar menunggu, sebab Tuhan pasti setia pada janji-janji-Nya. Daud terus menunggu janji Tuhan. Umur muda (kurang lebih 17 tahun) ia sudah dilantik oleh nabi Samuel, tetapi semua itu belum juga terjadi 1Sam 16:13. Meskipun Daud menderita banyak dari Saul dan orang Israel yang memihak Saul, ia tetap setia pada Tuhan dan akhirnya semua itu digenapkan. Kita tidak tahu, tetapi Tuhan mempunyai jadwal waktu yang tepat Pkh 3:1-11. Seringkali janji Tuhan seolah-olah lambat digenapi, tidak seperti pada permulaan kenal Tuhan (sering-kali pada permulaan ini janji-janji Tuhan langsung jadi sebab rohaninya masih bayi, belum bisa menunggu), sebab lebih lama kita bisa menunggu itu berarti ujian yang kita tempuh itu lebih berat dan itu untuk tingkat rohani yang lebih tinggi. Jadwal waktu Tuhan tidak pernah salah, selalu ada perhitungan yang tepat dan maksud-maksud yang indah untuk mengolah, menumbuhkan, dan menyempurnakan iman kita. Sebab itu kalau janji-janji Tuhan belum jadi, jangan salahkan Allah, tetapi tetap tekun percaya dan setia pada Tuhan, janji-janji Allah itu adil, benar dan setia, pasti jadi!
Misalnya Yusuf, sesudah kuat, teruji dalam segala segi, baru ia diangkat sesuai dengan janji Allah. Misal kalau bisa diperpendek, Allah bisa mengurangi dua kali 5 tahun saja tidak perlu dua kali 7 tahun. Tetapi Tuhan tahu bahwa yang tepat itu dua kali 7 tahun, begitu juga yang lainnya.

MAZMUR 119:139 HANGUS*) OLEH GAIRAH, SEBAB LAWAN MELUPAKAN FIRMAN TUHAN
*) King James, Modern King James, NKJ : Makan habis
(Gairahku telah menghabiskan daku, sebab musuhku melupakan Firman-Mu)

Orang yang cinta Firman Tuhan tampak dari gairahnya yang besar akan Firman Tuhan. Sekalipun belum dapat apa-apa, tetapi tetap yakin dan taat akan Firman Tuhan, sebab “memberhalakan” (percaya dan cinta akan) Firman Tuhan. Begitu Putra Manusia Yesus hidup-Nya hangus oleh gairah akan Firman Tuhan dan akan Rumah Allah Yoh 2:17. Orang yang cinta Tuhan, cinta Firman Tuhan itu juga bergairah akan Firman Tuhan Maz 69:9. Walaupun tidak dapat apa-apa, bahkan matipun mau dan tetap bergairah akan Firman Tuhan, misalnya Daniel 3:18.
Sebaliknya orang beriman yang mengecilkan dan melupakan Firman Tuhan, tidak mau memegang Firman Tuhan, itu biasanya ada sebabnya Luk 5:39 (kalau seseorang tidak suka makan, biasanya ada penyakit yang menyebabkannya) dan kalau itu dibiarkan, dosa dan ikatannya itu menjadi parah, bahkan bisa sampai menjadi musuh Allah, dan biasanya mereka juga memusuhi orang-orang yang cinta Firman Tuhan.
Misalnya orang Farisi dan Imam-imam yang tidak memegang Firman Tuhan (hanya mengajar saja Mat 23:3- 4) itu menjadi musuh Kristus, mereka membenci-Nya bahkan mau membunuh-Nya dan akhirnya berhasil; sangat mengerikan, dilawan, dibenci, dibunuh oleh orang yang mengajar Firman Tuhan, tetapi tidak melakukannya.
Orang-orang yang tidak memegang Firman Tuhan itu penuh dengan iri, kebencian, sombong dan dosa-dosa lain, sebab orang yang memegang Firman Tuhan itu tandanya adalah kasih (= mengampuni) Mat 22:37-40. Ini tanda yang khas dan tanda betul yaitu orang yang cinta Firman Tuhan dengan betul itu penuh dengan kasih Kristus tetapi orang yang tidak memegang Firman Tuhan (sekalipun ia mengajar Firman Tuhan tetapi tidak melakukannya) itu ditandai dengan kebencian, tanda khas dari iblis yaitu orang-orang yang menolak Firman Tuhan, tidak mau memegangnya.
Tidak heran Daud berkata bahwa orang-orang yang cinta Firman Tuhan itulah sahabat-sahabatnya Maz 119:63, tetapi orang-orang melupakan (tidak mau memegang) Firman Tuhan itu memusuhinya.
Orang yang sama-sama cinta Firman Tuhan dan taat, Roh Kudus bekerja di dalamnya sehingga dengan mudah timbul suatu persekutuan di dalam Roh, yang dibuat Roh Kudus di antara orang-orang yang cinta Firman Tuhan. Kita tidak perlu bingung dengan segala macam tanda pura-pura, sebab tanda yang betul dari orang yang cinta Firman Tuhan adalah kasih sebab itu berarti bisa mengampuni dan juga hidup benar oleh Firman Tuhan Maz 119:11, Ef 5:26, sehingga timbul  persekutuan yang manis di dalam Roh antara orang-orang yang betul-betul cinta Firman Tuhan 1Yoh 1:7, sebab sama-sama menaati-Nya dan Roh Kudus bekerja di dalamnya.
Tetapi orang yang membenci dan melawan orang-orang yang mencintai dan mentaati Firman Tuhan itulah musuh Allah, yaitu orang-orang yang tidak memegang Firman Tuhan Mat 10:22. Putra Manusia Yesus tidak membenci orang-orang yang membenci-Nya, bahkan tetap menebus mereka dengan nyawa dan darah-Nya, sekalipun saat terakhir baru bertobat.
Begitu juga orang-orang yang cinta Firman Tuhan sekalipun dibenci tetap tidak membalas dengan benci tetapi mengampuni dan menangisi orang-orang ini dan mengasihinya sebab orang-orang ini (kalau tidak bertobat) akan celaka dan binasa dalam neraka kekal.

MAZMUR 119:140 FIRMAN TUHAN ITU SANGAT TERUJI, HAMBAMU MENCINTAINYA
(Firman-Mu itu sangat murni *), sebab itu hambamu mengasihi-Nya

*) bhs Ibrani, Terj. Lama, Terj. baru: teruji KJ, N, M, V, : murni, dimurnikan.
Mengapa dikatakan Firman Tuhan itu sangat murni? Sebab sudah sangat teruji, dan kedapatan murni. Firman Tuhan sudah melalui proses ujian sepanjang zaman, dan selalu benar, betul-betul sudah teruji oleh setiap orang yang memegangnya atau yang melawannya. Seperti resep yang sudah teruji bertahun-tahun, kalau dikerjakan, pasti jadi dengan indah.
Tetapi kita ini yang belum teruji. Orang yang memegang Firman Tuhan itu akan diuji yaitu kalau mereka sungguh-sungguh setia memegang Firman Tuhan, meskipun mengalami hal-hal yang merugikan penderitaan atau hal-hal lain yang dahsyat, kalau mereka tetap setia memegangnya, maka Firman Tuhan akan terbukti benar, sebab mereka yang memegang-Nya akan keluar sebagai pemenang, karena Firman Tuhan itu akan nyata dalam hidupnya. Inilah orang-orang yang sudah teruji dalam memegang Firman Tuhan. Firman Tuhan itu murni dan orang yang sungguh-sungguh memegang Firman Tuhan akan menang.
Yusuf, Musa, Daud, Daniel cs, Rasul-rasul dll mengalami banyak hal-hal yang dahsyat sebab memegang Firman Tuhan, seolah-olah memegang Firman Tuhan itu rugi dan sia-sia, tetapi ternyata semua yang tetap memegang Firman Tuhan itu menang dan hidupnya menjadi makin murni seperti Firman Tuhan yang dipegangnya.
Firman Tuhan sudah teruji sekarang tergantung dari kita kalau juga dengan tulus dan sungguh-sungguh memegang Firman Tuhan karena cinta Tuhan bukan karena sebab-sebab yang lain, ia akan tahan, dan akhirnya akan keluar sebagai pemenang dan kebenaran Firman Tuhan menjadi nyata dalam hidupnya dan hidupnya akan makin dimurnikan. Kalau seorang pegang Firman Tuhan tidak tulus, ia akan gagal dan kalah, tidak dapat janji-janji Allah yang indah.
Meskipun kita tidak setia Allah tetap setia 2Tim 2:13, tetapi orang yang tidak setia tidak mendapat faedah, gagal, jatuh dalam dosa dan tidak mengalami janji-janji Firman Tuhan yang manis sampai kekal.
Kalau Allah tetap setia meskipun manusia tidak setia; itu terbukti waktu orang itu bertobat kembali sekalipun hanya pada detik terakhir dari hidupnya, ia akan tetap selamat. (Kalau Allah seperti suami / istri yang tidak setia, maka kalau istri / suaminya mengkhianati, pasti tidak diampuni, sekalipun mau kembali, pasti ditolak, dunia berkata: putus arang, tidak bisa disambung lagi). Tetapi Allah tetap setia meskipun manusia tidak setia. Sebab itu rebutlah orang-orang yang undur sampai detik terakhir, Allah tetap setia mau menerima dan menyelamatkannya, kecuali orang itu sempurna dalam dosa sehingga tidak mau dan tidak bisa bertobat lagi seperti Yudas, dan binasa. Semua orang yang sempurna dalam dosa itu seperti iblis, tidak mau dan tidak bisa bertobat lagi dan binasa Wah 9:20-21.
Firman Tuhan itu sudah teruji, bagaimanapun juga sikonnya, asal kita tetap percaya dan memenuhi syarat-syaratnya, maka Firman Tuhan pasti jadi dengan tepat, tidak akan gagal, percayalah dan pegang baik-baik, pasti jadi.

MAZMUR 119:141 SEKALIPUN KECIL DAN HINA, TIDAK AKAN MELUPAKAN FIRMAN TUHAN
(Saya kecil dan terhina, namun saya tidak melupakan peraturan-peraturan-Mu)

Mengapa jadi kecil dan hina? Sebab:

  1. Tuhan menerima semua orang, kecil dan besar, semua orang boleh pegang Firman Tuhan, Allah tidak membedakan orang. Sekalipun orang kecil, hina kalau ia memegang Firman Tuhan, Tuhan terima dan Tuhan penuhi janji-Nya, Tuhan tidak membedakannya dengan orang-orang besar yang pegang Firman Tuhan Rom 2:11. Seringkali orang-orang kecil ini tetap kecil, dari luar tidak tampak perubahan 1Yoh 3:2. Seolah-olah Firman Tuhan tidak nyata dalam hidupnya. Hasil penyelidikan banyak orang berkata, orang-orang yang sungguh memegang Firman Tuhan itu menjadi orang besar dan terhormat, itu indah. Tetapi kalau kita tetap kecil dan hina, jangan kecil hati. Bahkan rasul-rasul itu sampai mati dibunuh mereka tetap kecil dan hina di mata manusia tetapi mereka tidak menghiraukannya, mereka tetap memegang Firman Tuhan.
  2. Ukuran Allah dan dunia lain
    Yohanes pembaptis
    adalah seorang yang besar dihadapan Tuhan, bahkan lebih besar dari orang-orang Wasiat Lama yang lahir dari perempuan Mat 11:11 tetapi di hadapan Herodes keluarga dan mantu-mantunya itu seperti tidak ada harganya dan kecil, seperti anjing yang dengan begitu mudah bisa dibunuh dan tidak bisa melawan dan juga tidak ada yang mempertahankannya sama sekali Mar 6:27. Meskipun demikian orang-orang yang cinta Firman Tuhan tetap memegang dan memelihara Firman Tuhan, Firman Tuhan tidak dilupakan.
  3. Target Allah bukan jadi orang besar di dunia
    Seringkali dengan akal orang-orang tidak bisa mengerti, mengapa Firman Tuhan itu heran dan besar Luk 21:33 tetapi orang-orang yang memegangnya seringkali tidak menjadi besar dan hebat. Misalnya Daud memegang Firman Tuhan, Saul tidak, tetapi Saul yang sudah menjadi raja tetap besar sebagai raja, bahkan memerintah 40 tahun. Tetapi Daud yang memegang Firman Tuhan tetap kecil dan hina, sehingga bisa dikejar-kejar dan mau dibunuh, seperti anjing mati saja (bahkan seperti kutu anjing) 1Sam 24:15. Lama Daud lari-lari ke sana sini, bahkan sampai lari ke luar negeri. Lebih kurang 13 tahun ia seperti buronan, ditambah lagi 7 tahun baru akhirnya ia dilantik menjadi raja atas seluruh Israel. Namun Daud tetap memegang Firman Tuhan dan tidak melupakannya.
    Mengapa begitu? Apa Firman Tuhan kekuatannya terbatas dan kecil, sehingga yang memegang semua kecil dan hina, atau bisa mudah dikecilkan dan dihina seperti Yohanes pembaptis? Hanya sedikitkah yang jadi besar?
    Dengan Firman-Nya ALlah menciptakan semesta alam, dari tidak ada menjadi ada. Firman Tuhan itu tidak terbatas dan tidak ada yang mustahil bagi Firman Tuhan Luk 1:37.

Mengapa tidak diangkat jadi besar kalau sudah percaya? Sebab:

  1. Memang Firman Tuhan tidak mempunyai target untuk membuat orang yang memegangnya menjadi besar cara duniawi. Kebanyakan tinggal kecil-kecil 1Kor 1:26. Juga Tuhan Yesus, Bapa kekekalan, Allah yang Maha Kuasa Yes 9:5 itu sangat besar, tetapi Ia merendahkan diri menjadi orang kecil yang bisa dipermainkan see-naknya, apalagi oleh Pilatus, Herodes, Imam-imam, dan orang Yahudi. Sekalipun Putra manusia Yesus di dunia bisa menjadi orang besar dan ternama, sangat dikenal (sampai-sampai orang banyak mau menaruh jubahnya untuk diinjak-injak keledai yang dipakai Tuhan, itu sebab sangat menghormati Putra manusia Yesus), tetapi Ia tampaknya tetap kecil dan hina sehingga bisa dipermainkan dan dihina sampai mati begitu hina seperti penjahat.
    Memang target Allah bukan membuat orang-orang beriman jadi orang besar, orang kaya, orang mulia cara duniawi, sebab ini nomor dua, hanya fasilitas, bukan target atau tujuan utama, kecuali kalau ia dibesarkan dan itu tidak mempengaruhi ukuran rohaninya, tidak merusak imannya. Sebab banyak orang jadi kaya, susah masuk Surga Mat 19:23; Kalau orang menjadi besar, lalu jadi sombong dan besar dosanya, untuk apa dapat semuanya ini kalau jiwanya binasa Mat 16:26! Sebab itu besar cara dunia hanyalah fasilitas, yaitu kalau orang beriman itu bisa menanggungnya dan tidak mempengaruhi pertumbuhan rohaninya.
  2. Untuk pengolahan. Tuhan memakai keadaan ini untuk pengolahan yang lebih efektif sebab kita diolah dalam penderitaan Ibr 2:10. Kalau jadi orang besar di dunia, tidak ada atau hanya sedikit penderitaannya. Biasanya orang-orang ini hidup semaunya sendiri, menuruti daging (ini kecenderungan semua orang Yak 3:19, Rom 7:18-20) biasanya orang-orang seperti ini tidak bisa dan tidak mau diolah, sangat sulit.
    Biasanya Tuhan angkat kalau sudah selesai diolah, sudah teruji, baru diangkat lebih tinggi sesuai dengan kemampuannya, supaya jangan sampai jatuh dan binasa seperti Saul. Daud bisa tahan diolah waktu besar, sebab mau menyangkal diri dan mengakui (sadar) bahwa semua kebesarannya dari Tuhan.  Beberapa orang masih bisa diolah dalam keadaan “besar”, tetapi rata-rata pengolahan yang baik itu dalam penderitaan. Jadi ini untuk pengolahan, supaya mutunya meningkat tinggi sehingga bisa dibebani perkara yang berat dan besar untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.
  3. Ukuran Tuhan tidak sama dengan ukuran manusia, bahkan seringkali terbalik Fil 3:19. Misalnya Lazarus dan orang kaya, pandangan manusia dan Allah nyata benar berbeda, disini Lazarus hina di hadapan manusia, tetapi mulia di hadapan Allah dan orang kaya itu sebaliknya. Di dunia memang nilai rohani itu tertutup oleh hal-hal yang fana misalnya kekayaan, pangkat, kepintaran, sukses, kuasa, dll sehingga seringkali tampak yang sebaliknya. Tetapi satu kali di Surga, tidak ada lagi yang menutup nilai rohani yang sebenarnya. Sebab itu orang-orang rohani tidak peduli dengan kemuliaan duniawi, bahkan sudah mati dari dunia Gal 6:14 mereka bisa memakai seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31. Sebab itu hal-hal duniawi tidak mengikatnya. Kalau hal-hal dunia masih sangat penting dan utama, menjadi tujuan hidup dan pelayanannya, orang itu “bukan Lazarus tetapi orang kaya”.
    Sebab itu jangan kecil hati! Orang yang rohani tidak menuntut kebesaran duniawi! Bisa menjadi orang besar (seperti Yusuf, Daniel, Daud, dll) tetapi itu bukan tujuannya, hanya fasilitas yang diberi Tuhan (tidak dikejar-kejar).

MAZMUR 119:142 KEBENARAN-MU KEKAL

Kebenaran Allah itu tidak berubah sampai kekal Luk 21:33, luar biasa. Sebab itu kalau kita memegang Firman Tuhan, itu pasti untung, sebab sampai kekal tetap berlaku, tidak berubah, tetap benar. Misalnya Abraham pegang Firman Tuhan dan taat sekalipun rasanya tidak cocok, tetapi ia taat dan sesudah ia melakukannya yaitu membawa Ishak untuk dikorbankan, ia lulus = melakukannya, maka ternyata hasil ketaatan akan Firman Tuhan itu bahagia kekal, Abraham mati dengan puas dan penuh sukacita Kej 25:7, 8. Sebab mati baginya tidak rugi, ia tetap mengalami hasilnya untuk kekal Flp 1:21. Kalau mati dengan memegang peraturan manusia, mati itu rugi, tidak dapat apa-apa lagi; tetapi yang pegang Firman Tuhan, mati itu untung, sebab janji Firman Tuhan terus berlaku sampai kekal.
Peraturan manusia, negara itu temporer bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung dari sikonnya, zamannya, juga dari orang yang membuatnya, kalau sudah mati, dan lain-lain, maka perlu berubah. Tetapi kebenaran Allah tidak pernah berubah, begitu heran dan Allahpun tidak akan mati tetapi kekal. Misalnya peraturan nikah dari Firman Tuhan dari dulu sampai akhir zaman, tidak berubah, tetapi dalam dunia peraturan itu berubah menjadi aneh-aneh disesuaikan dengan zaman bahkan seperti zaman Sodom (berzinah asal mau sama mau dianggap normal bahkan suci seperti di beberapa kuil Korintus, juga kawin cerai, homo, dsb).
Kita tetap menurut dan memegang Firman Tuhan, biarpun tidak cocok dengan keadaan atau mode yang terbalik (Filipi 3:19, 1 Petrus 2:4 dll), kita tetap yakin bahwa Firman Tuhan tidak berubah dan tetap percaya, harap dan bersukacita akan Firman Tuhan seperti Hab 3:17-19. Jangan tertipu atau hanyut dalam arus orang banyak yang melawan Firman Tuhan.
Dalam dunia yang bertentangan dengan Firman Tuhan, kita tetap percaya bahwa Firman Tuhan itu benar. Sekalipun harus menyangkal daging dan tidak mendapat apa-apa, sekalipun belum terbukti, dengan bertekun ini justru menumbuhkan iman kita.
Firman Tuhan itu kebenaran yang kekal, sampai di Surga dan selama-lamanya. Memang dalam dunia memegang Firman Tuhan itu seringkali berat, sebab itu merupakan ujian, tetapi sesudah lulus semua itu jadi, karena Allah sanggup membuat FirmanNya menjadi ke-nyataan, sekalipun dalam sikon yang tidak mungkin. Bilamana saatnya Tuhan menyatakan kebenaran Firman-Nya? Biasanya hanya menunggu kita lulus memegangnya, lalu kita akan menerima kenyataannya dan kemuliaan yang limpah kalau kita masih sempat menikmatinya, kalau tidak, kita melanjutkan mengalaminya di Surga Gal 6:10. Lazarus taat akan Firman Tuhan, ia tidak mengalami apa-apa di dunia, tetapi di Surga ia menikmatinya untuk kekal, sebab Firman Tuhan itu kebenaran yang kekal, dalam kekekalan tetap berlaku. Semua pahala yang dijanjikan Firman Tuhan, terus berlaku di Surga. Di dunia kalau sudah mati, pensiun, hak memilih, kuasa dll berhenti. Tetapi apa yang dijanjikan Firman Tuhan, tetap berlaku dalam kekekalan, bahkan lebih nyata dan lebih penuh, luar biasa, untuk kekal. Jangan kecil hati, Firman Tuhan benar, sekalipun sikon tidak memungkinkan bagi yang tetap memegangnya sampai lulus, pasti Firman Tuhan jadi, dan terus berlaku sampai kekal.

IBRANI 2:4 PENEGUHAN DARI TUHAN – MENGESAHKAN

Kalau pemerintah atau perusahaan menugaskan seorang, orang itu diberi surat tugas yang resmi. Tetapi kalau Tuhan menugaskan kita biasanya lewat suara Roh atau pimpinan Roh (seperti dalam Kisah Rasul 11:12 Roh Kudus menugaskan Petrus untuk pergi ke rumah Kornelius). Lalu dengan apakah Tuhan mensahkan tugas kita. Ayat ini adalah peneguhan dari Tuhan yaitu dengan tanda ajaib, mujizat, dll. Kalau kita yakin itu suara dan perintah Tuhan, bertindaklah dengan iman, asal dengan tulus kita yakin, kerjakan saja, maka Tuhan akan memberi tanda-tanda mengikuti dan menyusul Mrk 6:20. Berdasar ayat ini Tuhan meneguhkan dengan:

  1. Tanda ajaib. Kalau kita dipimpin Roh dan memegang Firman Tuhan, maka Tuhan akan memberi tanda ajaib mengikuti dan mensahkan kita.
  2. Mujizat. Yang tidak mungkin menjadi mungkin. Misalnya kesembuhan, lepas dari malapetaka dll. Paulus disahkan dengan gempa bumi yang terarah yang melepaskan belenggunya dan pintu penjara. Macam-macam mujizat bisa terjadi, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
  3. Macam-macam kuasa. Tuhan memberi kita kuasa bukan untuk menghukum, tetapi kuasa supaya kita kuat bertahan sampai mati seperti Kristus Flp 2:8, atau dalam Minggu ke-70 Daniel, kuasa untuk kuat bertahan sampai Tuhan sendiri yang melepaskan, lalu ikut pengangkatan atau menjadi sempurna. Seperti Petrus dalam penjara, ia penuh dengan kuasa Allah sehingga bisa tahan dan rileks dengan saat-saat menanti eksekusi. Juga kuasa untuk mempertahankan iman, untuk membuktikan kebenaran Firman Tuhan, untuk penginjilan sehingga terjadi kesembuhan, pertobatan dll untuk kemuliaan nama Tuhan. Tentu juga kuasa untuk melawan serangan-serangan kuasa gelap yang datang.
  4. Karunia-karunia Roh menurut kehendak Roh 1Kor 12:11, bukan menurut kehendak sendiri (seperti Yohanes, Yakobus yang mau menurunkan api bagi orang-orang Samaria Luk 9:34-55) Tuhan memberi karunia-karunia sesuai dengan kehendak Roh, bukan menuruti kehendak daging kita sendiri.
    Kalau kita hidup dan betindak dipimpin Roh, maka karunia-karunia Roh itu akan keluar dengan sendirinya pada waktu kita mentaati pimpinan Roh Kudus. Kalau kita menurut kehendak kita sendiri, yaitu menurut daging, maka Roh Kudus tidak akan mengesahkan dengan karunia-karunia-Nya. Tetapi kalau kita menurut kehendak Roh, Roh Kudus yang bertanggung jawab dan menyelesaikan semua problem, termasuk dengan karunia-karunia Roh. Tetapi kalau kita memakai kekuatan dan kemampuan kita sendiri, tidak keluar karunia-karunia Roh dalam pelayanan kita.

Percayalah akan kebenaran Firman Tuhan dan taat, maka Allah akan mengesahkan kita dengan tanda-tanda ini semua. Jangan ragu-ragu, harapkan Roh Kudus menyatakan karunia-karunia-Nya pada waktu kita menaati pimpinan-Nya. Roh Kudus akan mengesahkan dengan karunia-karunia dan tanda-tanda ini semua.
Kalau kita betul-betul diutus dan ditugaskan Tuhan sesuai dengan Firman Tuhan, maka Tuhan akan mengesahkan kita dengan surat tugas resmi, yaitu tanda-tanda seperti yang tertulis dalam ayat ini dalam pelayanan kita. Kalau yakin, lakukan kehendak Tuhan, jangan ragu-ragu, terus berjalan dalam pimpinan Roh (belajar terus makin mahir hidup dipimpin Roh).