M3379 – Lukas 18:(1-)8 Masihkah Ada Iman Waktu Tuhan Datang?

I. PERTANYAAN YANG SERIUS

Pada akhir zaman akan ada banyak kejatuhan 1Tim 4:1, sebab hari-hari yang terakhir, pada waktu rencana Allah ditamatkan (termasuk rencana setan juga sampai di puncaknya) ada banyak kesusahan dan kesukaran 2Tim 3:1-4 sehingga banyak orang beriman tidak lagi punya iman sehingga tidak tahan. Sebab itu Tuhan menyuruh kita bersedia baik-baik Mat 24:42. Ini disebabkan dosa meningkat luar biasa, tetapi juga kesucian, bahkan kesucian akan sampai pada puncak-puncaknya lebih dahulu yaitu Gereja akan disempurnakan Wah 22:11. Sempurna berarti lulus ujian yang paling berat, sebab itu Tuhan mengijinkan dosa dan kejahatan juga meningkat menjadi ujian bagi Gereja yaitu orang-orang beriman.
Tanda khas pekerjaan setan yang meningkat yaitu kebencian meningkat dan itu cepat menular ke seluruh dunia. Ini membuat kejahatan, peperangan, pembunuhan lebih kejam dan lebih banyak, apalagi dalam 3,5 tahun sebelum Pengangkatan. Meterai kedua, kuda merah, warna darah, dengan pedang yang besar, mereka berbunuh-bunuhan ditambah lagi Meterai keempat, 1/4 penduduk dunia dibunuh dengan pedang, belum karena ekonomi, politik, okultisme, budaya dll Wah 6:4, 8.
Berjaga-jagalah supaya bisa lepas daripada segala perkara yang akan datang dan tahan menghadap Putra manusia Luk 21:36.Masihkah ada iman pada waktu ini? Pertanyaan ini karena banyak yang gugur dan mati, sebab itu kita harus bersedia dengan baik supaya tetap punya iman bahkan tumbuh sampai sempurna.

II. MEMPERTAHANKAN DAN MENUMBUHKAN IMAN

Kita harus menghadapi segala perkara ini dengan iman (tentu ini juga terkait dengan kasih, harap dll). Orang beriman hanya bisa hidup dengan iman Rom 1:17. Bagi orang yang punya iman tidak ada perkara yang mustahil Mrk 9:23. Kita akan mengalami sesuai dengan iman kita. Mat 8:13. Sebab itu kita harus mempertahankan dan menumbuhkan iman kita jangan tetap kecil, tetapi tumbuhkan terus supaya makin besar Mat 8:26, 10.

Bagaimana kita bisa menumbuhkan iman menjadi besar?

  1. TUMBUHKAN IMAN DALAM SEMUA SEGI HIDUP yaitu dengan tekun dalam Firman Tuhan Rom 10:17 dalam pengurapan Roh Kudus, sehingga ayat-ayat itu menjadi hidup dan menimbulkan iman 2Kor 3:6. Sebab itu kita harus tekun pikul salib untuk tetap hidup dalam kesucian sehingga Roh Kudus bisa bekerja dengan bebas dan limpah dalam hidup kita, dan tekunlah berdoa dengan tidak putus asa seperti yang dikatakan dalam perumpamaan Luk 18:1-7. Berdoalah dengan tekun, istimewa dalam Roh dan kebenaran (hidup benar) maka iman akan kuat sehingga bisa menang dalam problem kita seperti janda yang tidak berdaya di hadapan hakim yang lalim, apalagi di hadapan Bapa Surgawi yang baik, asal mau berdoa dengan tidak putus asa pasti menang.
    Orang yang tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran, imannya dikuatkan yaitu bertumbuh. Jangan pusing dengan ukuran iman, iman kecilpun bisa memindahkan gunung, mengalahkan hakim yang lalim
    Mat 17:20, Apalagi kalau kita mau tekun berdoa sehingga iman kita makin besar.
  2. BERTINDAK DENGAN IMAN Yak 2:17. Ada perbuatan iman, baik kata-kata iman Rom 10:10 atau tindakan iman. Kalau sudah yakin bertindaklah. Kalau belum yakin jangan bertindak, tetapi baca Firman dan berdoa (seperti diterangkan di no. 1) juga saling menguatkan sampai iman tumbuh, sehingga yakin, lalu bertindak. Seringkali Tuhan beri problem kecil-kecil untuk melatih iman kita, supaya makin kuat dalam menghadapi problem yang makin besar. Tidak ada yang kebetulan, Tuhan mengatur semua problem-problem kita. Firman Tuhan itu sumbernya benih iman, sebab itu jangan berhenti makan manna (= Firman Tuhan) setiap hari  dan bertekun berdoa dalam Roh dan kebenaran dan dalam persekutuan tubuh Kristus saling menguatkan.

III. PERISTIWA-PERISTIWA DAHSYAT YANG AKAN TERJADI

Zaman sekarang saja sudah banyak peristiwa-peristiwa dahsyat yang terjadi sehingga orang menjadi takut. Misalnya pertikaian agama yang tidak diharapkan karena tindakan 1 atau 2 orang saja. Malapetaka atau kecelakaan-kecelakaan yang dahsyat, sehingga akibatnya mengerikan, misalnya kecelakaan- kecelakaan lalu lintas di tempat-tempat rawan, bencana alam dsb, penyakit-penyakit yang dahsyat dan mendadak, kesukaran-kesukaran nafkah, kejahatan-kejahatan yang makin berani dan sadis dll, belum lagi ditambahi dengan serangan-serangan pekerjaan setan dan okultisme. Banyak orang menjadi takut sehingga rebah mati Luk 21:26. Jangan takut, sebab orang yang takut itu:

  1. mempengaruhi dirinya sendiri dan
  2. juga apa yang ditakuti bisa jadi Ay 3:25. Sebab ini percaya akan yang negatif. Orang beriman justru harus percaya akan janji-janji Firman Tuhan, jangan percaya akan yang negatif. Peristiwa-peristiwa dahsyat yang terjadi boleh kita cermati dan mengambil pelajaran daripadanya supaya bijak, supaya lebih hati-hati, tetapi bukan untuk menjadi takut.

Orang yang khawatir tidak bisa menambah hidupnya sehasta pun, bisa celaka Mat 6:27. Sebab itu orang beriman harus punya iman, imannya harus muncul dan tumbuh, istimewa iman tentang problem-problem yang dihadapi. Berdoalah dalam Roh dan kebenaran, maka Roh Kudus, Penolong pribadi kita itu akan mengingatkan ayat yang tepat untuk problem yang kita hadapi Yoh 14:26 dan kalau Roh Kudus yang mengingatkan, ayat itu akan menjadi hidup sehingga menimbulkan iman kita. Tentu kita harus punya benih-benihnya dalam hati yaitu Firman Tuhan dalam hati Maz 119:11 (caranya dengan membaca dan mempelajarinya, dan menyimpan dalam hati).  Sebab itu baca dan belajar Firman Tuhan setiap hari dengan limpah (2 gomer untuk akhir zaman Kel 16:22) dan simpan, ingat-ingat dalam hati, sebab inilah benih-benih iman yang akan kita butuhkan!

IV. MENGHADAPI PROBLEM-PROBLEM

  1. MATI HIDUP DALAM TANGAN TUHAN 1Sam 2:6-7. Jangan ragu-ragu akan kemampuan Allah Ul 32:39, Ay 12:10. Sekalipun dalam bahaya perang yang semrawut, Allah tetap berkuasa dan menentukan mati hidup setiap orang, apalagi anak-anak-Nya Yer 15:2, Maz 92:7 (1-10). Yusuf tanpa perlindungan dan backing tanpa asuransi dan lemah tidak berdaya, sekalipun berulang-ulang dalam bahaya tetap lepas sebab Allah menghendakinya. Juga rasul-rasul dan Putra manusia Yesus, kalau belum dikehendaki Tuhan, tidak akan mati sekalipun berulang-ulang sudah hampir kena. Jangan takut, pegang janji Firman Tuhan, lebih-lebih kalau kita benar dan di pihak Tuhan Ams 10:27.
  2. JANGAN PAKAI “BAJU ORANG LAIN”. Seringkali dengan tidak sadar kita seolah-olah memakai “baju”, kasus atau keadaan orang lain, yaitu kalau orang lain celaka, rugi, sakit dsb, kita takut bahwa kita juga akan kena, tidak benar! Sebab:
    1. Kita ada dalam tangan Allah, semua yang terjadi tidak pernah kebetulan Mat 10:30, satu rambutpun dihitung oleh Tuhan. Kalau seorang mengalami sesuatu, istimewa orang-orang beriman, selalu ada sebabnya (kecuali orang itu sendiri bunuh diri karena dibujuk setan). Peristiwa Ahab dan Yosafat, menurut perhitungan, Yosafat yang mati Ahab yang lolos, tetapi Tuhan menetapkan sebaliknya dan itu yang terjadi. Jangan meragukan kemampuan Allah yang maha kuasa dan tidak pernah berubah Ibr 13:8. Kadang-kadang orang yang membunuh (hutang darah), akhirnya ia dibunuh seperti Saul membunuh banyak orang, ia takut dan bunuh diri. Yang menipu orang seperti Yakub ditipu kembali 10 kali. Daud berzinah, timbul Absalom, pengkhianatan Ahitofel, Simei dll Gal 6:7-8, Yer 17:10, Kol 3:25, Maz 99:8 dll. Sebab itu pemberesan itu perlu supaya akibatnya hilang atau di-discount. Pemberesan itu membawa risiko besar, tetapi lebih ringan dari penuaian dosa-dosanya, apalagi kalau dibandingkan dengan hukumannya dalam Neraka.
      Jangan simpan dosa, bereskan, minta tolong orang lain kalau perlu, sebab akibatnya lebih dahsyat, apalagi kalau sudah mati tidak bisa diampuni lagi dan sama sekali tidak ada potongan hukuman!
    2. Nasib setiap orang tidak sama
      Sekalipun saudara kembar,
      tergantung dari penaburannya! Kalau hidupnya menuruti daging, dalam dosa, melawan Firman Tuhan, sekalipun orang beriman ataupun pemimpin, selalu ada akibatnya. Daud, Simson, Salomo itu tokoh-tokoh pemimpin yang besar, berbuat dosa, tetap kena akibatnya. Maria, Yusuf orang kecil, sederhana sekali tetapi hidup sangat berkenan kepada Tuhan, juga Zakharia Elisabet, nasibnya, mulia Luk 1:6,28 (KJV), Mat 1:19.
      Hidup benar waktu keadaan baik-baik, seolah-olah tidak tampak untungnya, tidak tampak bedanya dengan orang dosa, tetapi waktu keadaan goncang dan dalam malapetaka, akan tampak benar bedanya seperti Lot dan Abraham, apalagi sesudah mati bedanya terlalu besar yaitu beda Surga dan Neraka Mal 3:18.
      Jangan takut akan kasus-kasus yang terjadi sekalipun mirip, atau ada kemungkinan terjadi pada kita, ambil pelajaran daripadanya, tetapi jangan takut, lakukan tindakan pencegahan kalau perlu (jangan lupa pencegahan yang penting adalah bertobat dan taat dipimpin Roh) dan harap Tuhan. Mungkin orang benar bisa celaka karena ujian seperti Petrus, Paulus, Ayub dll, tetapi itu tidak akan lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:13 dan kalau kita dipimpin Roh sampai menang, justru celaka itu akan menjadi pengalaman yang indah dan “naik kelas” makin indah dan makin mulia di hadapan Allah Yak 1:12.
  3. HIDUP DIPIMPIN ROH. Ini berarti hidup dalam kesucian, sesuai Firman Tuhan, tidak bereaksi dosa, sebab Roh Kudus selalu memimpin dalam jalan sempit sesuai Firman Tuhan tanpa dosa dan tekun dalam perkara-perkara dari Atas seperti Firman Tuhan, doa, ibadah, persekutuan, pelayanan dll Kol 3:1-3, Kis 2:42.
  4. PROBLEM
    1. ANIAYA KARENA KRISTUS. Ini bisa tergolong: (1) karena dosa atau kebodohan, (2) karena Kristus. Jangan kita berbuat perkara-perkara kebodohan atau dosa, itu bisa mengakibatkan celaka. Gereja yang benar, akan disertai Tuhan tidak perlu takut, Tuhan akan beserta sehingga menang sampai Pengangkatan. Jangan bereaksi dosa, hadapi dengan hikmat, kuasa dan kasih Kristus. Lebih-lebih dalam 3,5 tahun I sebelum Pengangkatan, orang yang dipimpin Roh tidak akan mati, tetapi ikut Pengangkatan 1Kor 15:51. Sesudah Pengangkatan, ceritanya sangat berbeda!
    2. PENYAKIT
      Ini juga
      tidak kebetulan, mungkin karena dosa atau karena ujian seperti Ayub Ay 2:4-8. Tentu perlu periksa diri. Orang yang tidak mau memeriksa diri atau tersinggung, dosanya adalah paling sedikit sombong. Penyakit zaman sekarang makin banyak ditemukan dan ada tambahan baru, dan beberapa tidak ada obatnya, juga ada yang tidak diketahui sebabnya. Yang sering dianggap sebagai penyebabnya adalah faktor  turunan, makanan, kurang gerak, umur tua dll.
      Untuk orang-orang beriman
      yang di pihak Tuhan (di jalan sempit, di atas Mezbah, melakukan kehendak Allah dalam kesucian) sebetulnya tidak perlu kuatir sama sekali, sebab mati hidup dalam tangan Tuhan dan ada banyak janji-janji Allah yang menjamin orang beriman, misalnya:

      1. Dua macam janji Tuhan, yaitu tetap sehat 1Yoh 3:2, Kel 23:25; 15:26 dan kalau sakit sudah disediakan kesembuhannya 1Pet 2:24 oleh bilur Tuhan Yesus penyakit kita sudah disembuhkan, baik karena dosa, tetapi bertobat atau karena ujian.
        Teknologi kedokteran yang canggih atau yang tradisional masih boleh dipakai, misalnya obat, alat-alat canggih, laboratorium dll. (misalnya 1 Timotius 5:23) asal tetap harap Tuhan, sebab dengan atau tanpa obat, mati hidup dan kesembuhan kita ditentukan oleh Tuhan.
        Sama seperti Israel yang berperang melawan musuhnya, menang dan kalah ditentukan Tuhan Ams 21:31, Maz 44:7, 2Taw 25:8. Kemenangan orang Israel sama sekali tidak tergantung dari kuda, kereta, dan senjata dll. Kadang-kadang mereka menang dengan: (1) satu batu kali (Daud) atau, (2) hanya dengan 300 orang melawan jutaan (Gideon) bahkan, (3) hanya dengan dua orang (Yonatan dan pengawalnya), (4) kadang-kadang tanpa apa-apa Kel 14:14, 2Raj 6:18, (5) kadang-kadang dengan tentara yang besar. Tetapi kemenangan untuk semuanya ditentukan oleh Tuhan saja. Begitu juga dengan kesembuhan dengan obat tradisional atau modern.
        Tanpa obat, atau dengan obat generik, atau dengan obat dan alat canggih, kalau Tuhan berkata sembuh, ia akan sembuh, kalau Tuhan bilang mati, ya mati, sebab mati hidup dalam tangan Tuhan.
        Ada tiga orang sakit leher yang kurang lebih sama, dua berdoa saja sembuh, yang satu dengan operasi sembuh,
        semua dari Tuhan, dengan pedang atau tanpa pedang 1Sam 13:22.
        Yang punya uang mau pakai obat canggih boleh saja asal tetap harap Tuhan (ini berarti jangan simpan dosa), tetapi kalau tidak punya uang, jangan hutang dan tetap keras hati, nanti mati, masuk neraka dan meninggalkan warisan hutang! Boleh usaha obat dll,tetapi bertobatlah, sebab biasanya penyakit itu karena dosa atau ujian! Boleh pakai obat tetapi harap Tuhan dan jangan mencobai Allah (
        njarak). Israel mencobai Tuhan, naik ke Kanaan mau perang, mereka dicegah Musa sebab itu bukan kehendak Tuhan; Israel tidak mau, akibatnya, jatuh banyak korban mati sampai di Horma Ul 1:41-45.
        Kalau Tuhan belum sembuhkan (selalu ada sebabnya) lalu orang yang sakit itu melakukan yang seharusnya tidak boleh, padahal dia sudah tahu, bisa celaka seperti Israel di Horma. Misalnya kencing manis, tetap keras hati, tetap bertuhankan perut, bisa rusak semua organ tubuhnya lalu mati. Kalau kita tahu bahwa hal itu berbahaya, jangan dilakukan, tetapi datanglah pada Tuhan, minta kesembuhan, jangan lupa penuhi syarat-syaratnya. Kalau tidak tahu, tidak mampu, tidak ada pertolongan, tidak bisa berbuat apa-apa, berseru pada Tuhan, pasti Tuhan tolong. Cerita seorang hidup sendirian sakit, tidak bisa apa-apa, hanya makan bubur, sembuh. Kemudian hari dokter berkata justru itu obatnya. Tetapi jangan mencobai Tuhan (
        njarak).
      2. Memelihara kesehatan secukupnya sesuai dengan pengertian yang kita ketahui, tetapi jangan berlebih-lebih, jangan dengan kuatir Mrk 6:31. Apa yang kita mengerti, taati, tetapi jangan dengan takut sambil memperhatikan supaya tetap hidup benar di hadapan Allah.
      3. iii. Cari sebabnya dari penyakit itu, secara rohani. Jangan hanya memikirkan cara-cara medis, sebab tidak ada yang kebetulan, tanya pada Tuhan mengapa ini terjadi 1Taw 16:11. Kadang-kadang Tuhan izinkan penyakit kronis untuk pengolahan supaya terlepas dari dosa atau ikatan-ikatan.
      4. Kalau kita yakin tidak ada dosa 1Yoh 3:21, minta kesembuhan dengan iman, itu kehendak Allah 1Pet 2:24, bahkan sembuh itu adalah roti dari bapak bagi anak-anak Mat 15:26. Firman Tuhan tidak berubah, kuasa dan janji Allah tidak berubah Luk 21:33 berdoa dengan iman, tidak ada yang mustahil bagi Allah dan bagi orang yang bisa percaya Mrk 9:23.
      5. Kalau belum sembuh. Nomor satu periksa diri. Kalau sudah beres atau yakin tidak ada dosa, jangan bersungut-sungut, bertekun berdoa, Tuhan tidak pernah salah dan tidak pernah terlambat. Biasanya ada maksud tertentu dari Tuhan. Boleh pakai obat, tetapi tetap harap Tuhan dan hidup benar melakukan kehendak Allah.
        Dalam 3,5 tahun I semua sakit sembuh sebab tidak ada dosa dalam Gereja dan hukuman Tuhan sangat keras pada dosa dan yang keras hati mati di tempat seperti Ananias dan Safira. Salah satu sebab mengapa belum semua penyakit sembuh, sebab hukum Tuhan belum keras seperti pada Ananias Safira
        2Kor 10:6.
      6. PROBLEM, MALAPETAKA, NAFKAH, ANCAMAN DLL. Untuk hal-hal ini, prinsip-prinsip di atas tetap berlaku, bagi orang beriman tidak ada yang kebetulan. Kalau pertolongan belum datang, jangan menyalahkan Allah, terus bersyukur dan bertekun seperti janda yang tidak berdaya, tetapi tekun berdoa, Bapa Surgawi yang kasih itu jauh lebih baik dari hakim yang lalim. Bersyukur dan berdoa tanpa putus asa, maka Roh Kudus akan bekerja, lebih-lebih menolong orang itu sehingga bisa menggenapi syarat-syaratnya, lalu pertolongan dari Tuhan datang, baik dengan cara biasa (seperti kasus Ester) atau dengan mujizat seperti yang dialami Elisa dll.

KESIMPULAN

Kesukaran di hari-hari yang akan datang pasti meningkat dan makin jahat, sebab ini nubuat Firman Tuhan, tetapi jangan takut, hadapi dengan memegang janji-janji Firman Tuhan serta menggenapi syarat-syaratnya. Dengan rendah hati seperti perempuan Kanaan Mat 15:22 (itu berarti mau periksa diri, kalau ada dosa, dibereskan) datang kepada Tuhan, sekalipun tidak berlayak, ditolong Tuhan apalagi kita anak-anak Allah, sekalipun salah kalau mau bertobat, Bapa kita itu penuh kemurahan. Jangan takut menghadapi apapun, jangan pakai “baju orang lain” jalan dengan Tuhan, Dia sanggup membawa kita dengan kemenangan penuh sampai Pengangkatan.

Nyanyian

Allah tak pernah salah, ini nyanyian kami
Allah tak pernah telat (terlambat), ini kabar yang heran
Dia punya maksud dalam segala perkara, sungguh tak pernah
Dia tak pernah berbuat salah