SX-796 MEMBANGUN BAIT ALLAH (HAGAI 1-2 , MAZMUR 133:1-

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kali ini kita belajar sedikit kebenaran Firman Allah yang tertulis dalam kitab Hagai 1-2 dan Maz 133. Terlebih dahulu saya ingin menyaksikan kehidupan seorang ham-ba Tuhan yang bernama Smith Wiggle-sworth, yang me-lalui pelayanannya, Tuhan sudah membangkitkan 23 orang yang sudah mati, dan ia meninggal di usia 87 tahun. Satu hal yang menarik perhatian saya adalah semasa hidupnya kemanapun ia pergi selalu membawa sebuah Alkitab kecil, misalnya jika sedang minum kopi di kedai kopi, maka ia akan membaca Alkitab sambil mi-num kopi. Tiada hari tanpa membawa alkitab disakunya dan membacanya. Sehingga bpk Smith ini terkenal dengan sebutan “manusia dengan satu buku yaitu Alkitab” Yang menjadi bacaannya hanya Firman Allah. Luar biasa !!! Hal kedua yang dikatakan bpk Smith ini adalah pernyataanya tentang istrinya yang setia men-dampingi dirinya, sampai akhir hayat sang istri tercinta.

“Saya berhutang kepada istri saya yang tercinta,setelah Tuhan, hingga saya bisa menjadi seperti sekarang ini. Oh, dia begitu menyenangkan !” Istrinya bernama Mary Jane “Polly” Featherstone, yang juga sama-sama melayani Tuhan bersama suaminya. Saudara bisa membayangkan bagaimana pendapat bapak Smith tentang istrinya. Me-reka menerapkan kebenaran Firman Allah dalam kehidu-pan rumah tangga mereka, sehingga Allah bekerja luar biasa dalam kehidupan dan pelayanan mereka. Allah senantiasa hadir dalam pelayanan mereka dan mujizat -mujizat terjadi dalam pelayanan mereka. Puji Tuhan !!

Sekarang marilah kita sama-sama belajar apa yang tertulis dalam Firman Allah yaitu Mazmur 133 : 13
Mazmur 133:1 (TB) Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Mazmur 133:1 (FAYH) BETAPA mengagumkan dan betapa menyenangkan apabila kaum keluarga hidup dalam kerukunan.
Coba perhatikan kalimat-kalimat ini :

  • Alangkah baiknya dan indahnya
  • Betapa mengagumkan
  • Betapa menyenangkan

Apabila…….
– Saudara-saudara diam bersama dengan rukun
– Kaum keluarga hidup dalam kerukunan
Mengapa …. ?

Karena kerukunan itu sama berharganya seperti minyak pengurapan yang harum semerbak, yang dicurahkan ke atas kepala Harun, lalu mengalir ke janggutnya dan ping-giran jubahnya. Pengurapan atas hidup kita bisa bertam-bah, juga bisa berkurang. Kita bisa menambah ukuran kemantapan pengurapan itu dengan jalan belajar Firman Allah dan menaatinya dalam ayat ini kerukunan, baik dalam keluarga, saudara-saudara seiman dan sesama kita. Tentu kerukunan dalam kekudusan. Pengurapan itu juga bisa bertambah dengan tekun berdoa, sebaliknya pengurapan itu bisa berkurang, karena lalai untuk belajar Firman Allah dan doa. Dalam Kisah Para Rasul 11:26, Barnabaslah yang pergi ke Tarsus mencari Saulus (Paulus) dan membawanya ke Antiokhia serta melayani bersamasama. Namun di dalam Kisah Para Rasul 15:35-41

Terjadilah perselisihan yang tajam di antara mereka berdua, karena Barnabas ingin membawa Markus, kepo-nakannya, dalam pelayanan bersama Paulus. Namun Paulus menolaknya, karena Markus pernah meninggal-kan mereka dalam pelayanan di Pamfilia. Akhirnya mere-ka berpisah dan Barnabas membawa Markus ke Siprus dan tak ada ceritanya lagi. Sedang Paulus meneruskan pelayananNya dengan Silas

Selanjutnya kita baca dalam Pilipi 4 :2

Filipi 4:2 (TB) Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. 
Dalam terjemahan lain tertulis supaya dengan pertolo-ngan Tuhan berhenti bertengkar, berbaiklah kembali. Paulus menyadari akibat dari bertengkar dan tak berbaik kembali.
Selanjutnya kita perhatikan Firman Allah yang tertulis dalam Efesus Efesus 4 : 30 – 32
Efesus 4:30-32 (TB) Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demi-kian pula segala kejahatan.

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, seba-gaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Roh Kudus tinggal di dalam diri kita, dan jika seseorang bertengkar, menyimpan kepahitan dalam hati, pertikai-an, memfitnah dan segala kejahatan menyebabkan Roh Kudus berduka, akibatnya akan mengurangi pengurapan Roh Kudus atas hidup kita, karena mendukakan hati Roh Kudus, juga menyebabkan rohani menjadi lemah, mem-baca Firman Allah menurun, berdoa menjadi malas. Akhirnya pengurapan terkuras, karena sudah menduka-kan Roh Kudus karena pengurapan Roh Kudus  bisa bertambah juga bisa berkurang. Padahal dalam Yesaya 10:27 KJV tertulis:

“Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap oleh Pengurapan itu (KJV)”

Pengurapanlah yang menghancurkan atau mematahkan kuk itu. Kuk adalah pasangan untuk lembu yang mem-bajak. Kuk secara simbolis artinya tanggungan, beban, keberatan, ikatan dsb.

Artinya: beban,keberatan dan ikatan dalam kehidupan ini akan dihancurkan karena adanya pengurapan dari Roh Kudus.

Nah sekarang ,bagaimana jika pengurapan menjadi berkurang bahkan jika lemah bahkan habis? Sebab kuk penyakit atau sesuatu yang lain yang dicoba iblis untuk dijatuhkan ke atas kita akan dihancurkan oleh pengurapan itu. Nah bapak dan ibu sekalian,betapa ber-harganya pengurapan Roh Kudus itu? Oleh karena itu jangan sampai pengurapan Roh Kudus itu berkurang. Berkurang karena lalai merenungkan Firman Tuhan dan menaatinya ,lalai berdoa,mendukakan hati Roh Kudus,

Coba kita perhatikan peran Roh Kudus dalam kehi–dupan kita sehari-hari :

Yohanes 14:26 (TB) tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita dan mengingatkan kita akan semua yang telah Tuhan katakan kepada kita.

Kita perhatikan pula yang tertulis dalam :

2 Timotius 2:21 (TB) Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Sekarang kita akan belajar pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan seorang hamba Tuhan yang bernama Bpk Kenneth Hagin, di mana Tuhan berkarya dalam kehi-dupannya, sejak usia muda sampai akhir hidupnya. Pada waktu bapak Hagin ini menjadi seorang penderita cacat pada usia 15-16 tahun yang hanya dapat terbaring di atas tempat tidur. Ia kemudian mulai belajar Firman Allah lebih dalam dan Roh Kudus mengajarkan tentang kesembuhan ilahi. Lima dokter sudah menyatakan bah-wa ia tidak mungkin hidup lebih lama, tidak ada kemung-kinan dapat disembuhkan. Dia berkata ada sesuatu di dalam dirinya, yaitu pengurapan Roh Kudus yang menga-jarkan hal itu pada dirinya. Roh Kudus berkata dirinya tidak akan mati, dan meninggal bukan sekarang, bukan pada usia remaja sekarang dan mangatakan bahwa ia dapat disembuhkan. Roh Kudus mengajar dia kedalam Firman Allah,ke dalam iman dan juga kesembuhan ilahi.

Roh Kudus mengajarnya di dalam :
Yohanes 16:13 (TB) Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan mem-beritakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Selanjutnya Roh Kudus menunjukkan :

Markus 11:24 (TB) Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Roh Kudus mengajarkan padanya, percaya dahulu kemu-dian dia akan mendapatkan kesembuhan. Lalu iapun berkata-kata keras dalam kamarnya:
“Aku percaya,aku percaya, aku percaya ! Aku percaya aku menerima kesembuhan dari jantungku yang cacat, aku percaya aku menerima kesembuhan untuk kelum-puhanku. Aku percaya aku menerima kesembuhan untuk kelainan darahku yang tak tersembuhkan” Sementara ia mengatakan itu dan memuji-muji Allah, pengurapan Roh Kudus yang ada di dalamnya berkata: Bangkit! Orang yang sehat sudah harus bangun pada jam 10.30 pagi.

Dalam sekejap ia berpikir, bagaimana ia dapat bangun? Aku lumpuh, Tapi waktu ia bertindak atas Firman itu, kuasa Allah turun ke atas dirinya dan menjalar melewati seluruh tubuhnya bagaikan aliran listrik. Ia tegak berdiiri dan disembuhkan. Puji Tuhan! Disini kita bisa melihat kebenaran Firman yang tertulis dalam Markus 11:24 menjadi kenyataan.

Hati yang percaya dulu,dan mengakuinya,maka iapun menerimanya. Puji Tuhan. Selanjutnya kehidupan dan pelayanan bapak ini menjadi berkat bagi banyak orang sampai akhir hidupnya. Puji Tuhan.

Adakah bapak, ibu dan saudara yang dikasihi Tuhan juga merindukan hal seperti itu,menjadi berkat bagi banyak orang dalam sepanjang hidup kita. Puji Tuhan.

Bapak, ibu dan saudara yang dikasihi Tuhan,Tuhan pun punya rencana yang indah dalam hiidup kita masing2 seperti tertulis dalam :

2 Timotius 2:21 (TB) Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Sekarang kita perhatikan apa yang Firman Allah ka-takan:

Hagai 1:2 (TB) “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN

Hagai 1:4 (TB) “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang.

Dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
Sekembalinya dari Babil, mereka membangun rumah mereka yang berlapis papan, sedangkan bait Allah masih berupa reruntuhan.
Lalu di manakah mereka beribadat sekembali dari Babil? Sibuk dengan pekerjaannya masing2, sedang Bait Allah masih berupa reruntuhan.
Jika ditanya kapan waktunya membangun kembali Bait Allah? Belum tiba waktunya. Mereka sibuk dengan urusan rumahnya sendiri, sedang Bait Allah
Beda dengan Israel sewaktu di padang gurun,di mana Kemah Suci selalu berada di tengah-tengah mereka, dimana mereka bisa beribadat kepada Allah.
Ini menggambarkan umat Allah yang hidupnya selalu sibuk dengan perkara duniawi,mencari uang, mem-bangun usahanya lebih besar, sibuk dengan usahanya, mengumpulkan harta duniawi,mengumpulkan harta se-banyak-banyaknya. Namun kehidupan rohani, rumah rohaninya berantakan. Perkara rohani diabaikan. Kehi-dupan rohaninya berantakan. Tiada waktu untuk per-kara2 rohani.

Sampai 2x Tuhan katakan “Perhatikanlah langkah hidupmu! Ayat 5 dan7. Sampai 2x dikatakan demikian, berarti sangat penting untuk diperhatikan, ditanggapi dengan serius !! Apa akibatnya?”

  • Mereka menabur banyak, hasilnya sedikit.
  • Makan , tapi tidak kenyang.
  • Minum, tapi tidak puas.
  • Berpakaian, tapi tidak merasa hangat.
  • Mendapat upah dalam pundi-pundi yang berlubang!
  • Mengharapan banyak, hasilnya sedikit, ketika dibawa pulang,Tuhan meniupnya lenyap.
  • Banyak lagi seperti yang tertulis dalam pasal 1:10-11
  • Tuhan suruh bangun BaitNya, Tuhan akan berkenan padanya dan dimuliakan.

Kemudian zerubabel, Imam Besar Yosua bin Yozadak,dan semua yang tersisa dari bangsa itu mendengarkan suara Tuhan.

Kemudian Tuhan katakan kuatkan hati mereka, sebab Allah menyertai mereka. Kemegahan Bait Allah yang sekarang akan melebihi kemegahannya yang semula, dan Allah akan memberi damai sejahtera. Allah akan memenuhi baitNya dengan kemuliaan dan keme-gahannya akan melebihi kemegahannya yang semula.

Kiranya Tuhan memberkati kita semua. amin

Scroll to Top